Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Menerapkan Nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Keberagaman dan Persatuan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Menerapkan Nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Keberagaman dan Persatuan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Menerapkan Nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Keberagaman dan Persatuan

IPAS - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menerapkan Nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Keberagaman dan Persatuan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenerapkan Nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Keberagaman dan Persatuan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam situasi nyata untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman budaya.
  2. Murid dapat merefleksikan filosofi kearifan lokal yang dipelajari untuk memperkuat pemahaman tentang kebhinekaan dalam keanekaragaman budaya Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atau mengalami perbedaan budaya dengan temanmu? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Nilai kearifan lokal apa dari daerahmu yang bisa membantu kita hidup rukun dengan orang yang berbeda budaya?
  3. Mengapa semboyan Bhinneka Tunggal Ika penting bagi kehidupan sehari-hari kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 3-4 murid menyebutkan satu contoh nilai kearifan lokal yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan bagaimana nilai tersebut bisa diterapkan.
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang situasi keberagaman di sekolah atau lingkungan sekitar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan tujuan pembelajaran hari ini.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan: diskusi kasus, praktik penerapan, dan refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kasus bergambar berisi 2 situasi keberagaman di lingkungan sekolah atau masyarakat (misalnya: teman baru yang berbeda budaya merasa dikucilkan; warga berbeda suku berselisih soal tradisi perayaan).
  • Murid membaca kasus secara individu dengan tenang dan penuh perhatian (mindful reading), lalu menandai bagian yang menunjukkan adanya perbedaan budaya.
  • Guru memfasilitasi diskusi klasikal singkat: Apa masalah dalam kasus tersebut? Nilai kearifan lokal apa yang relevan untuk menyelesaikannya? (misalnya gotong royong, musyawarah, saling menghargai).
  • Guru menuliskan di papan tulis rangkuman nilai-nilai kearifan lokal yang disepakati kelas sebagai solusi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) dengan anggota yang beragam.
  • Setiap kelompok mendapat satu kartu skenario baru yang menggambarkan situasi nyata keberagaman di lingkungan sekitar (berbeda dari kasus di tahap Memahami).
  • Kelompok berdiskusi dan menyusun rencana tindakan nyata: langkah konkret menerapkan nilai kearifan lokal untuk menjaga persatuan dalam skenario tersebut.
  • Setiap kelompok menuliskan rencana tindakan dalam format poster mini atau peta pikiran sederhana.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas (2-3 menit per kelompok).
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau tambahan ide dengan bahasa yang santun.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara menjaga persatuan? Nilai kearifan lokal mana yang paling ingin kamu terapkan dan mengapa?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di lembar refleksi: satu filosofi kearifan lokal yang paling bermakna bagi dirinya dan satu komitmen tindakan nyata yang akan dilakukan minggu ini.
  • Beberapa murid (2-3 orang) berbagi refleksinya secara lisan untuk menginspirasi teman-teman.
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif dan menghubungkan refleksi murid dengan makna Bhinneka Tunggal Ika.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: nilai kearifan lokal dapat diterapkan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menuliskan satu kalimat tentang bagaimana mereka akan menerapkan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja sama murid.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan kartu kasus dengan kalimat lebih sederhana dan dilengkapi gambar ilustrasi. Murid yang cepat memahami diberikan kasus yang lebih kompleks melibatkan lebih dari dua budaya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan mendapat bimbingan langsung dari guru saat diskusi kelompok. Murid yang sudah mahir berperan sebagai fasilitator kelompok untuk membantu teman.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup membuat peta pikiran sederhana dengan kata kunci. Murid yang mampu lebih dapat membuat poster mini lengkap dengan ilustrasi dan penjelasan tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: murid diminta menyebutkan satu contoh nilai kearifan lokal dan satu contoh keberagaman budaya di lingkungan sekitar.
  • Guru mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang hubungan kearifan lokal dengan persatuan melalui respons singkat murid.

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid mampu mengaitkan nilai kearifan lokal dengan solusi untuk skenario keberagaman.
  • Checklist partisipasi: keaktifan bertanya, menanggapi, dan menghargai pendapat teman.
  • Catatan anekdot guru terhadap murid yang menunjukkan pemahaman mendalam atau yang masih membutuhkan bimbingan.

Akhir:

  • Lembar refleksi individu: murid menuliskan filosofi kearifan lokal yang paling bermakna dan satu komitmen tindakan nyata untuk menjaga persatuan.
  • Penilaian produk kelompok (poster mini/peta pikiran) berdasarkan rubrik: ketepatan nilai kearifan lokal, relevansi dengan persatuan, dan kelengkapan rencana tindakan.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok menggunakan checklist partisipasi.
  • Penilaian proses: kualitas tanggapan murid saat diskusi klasikal tahap Memahami.
  • Penilaian sejawat: murid memberikan tanda bintang kepada anggota kelompok yang berkontribusi aktif.

Sumatif:

  • Penilaian produk: poster mini atau peta pikiran rencana tindakan penerapan nilai kearifan lokal.
  • Penilaian lembar refleksi individu: ketepatan mengidentifikasi filosofi kearifan lokal dan komitmen tindakan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Nilai Kearifan Lokal (TP 6.4.8.1)Belum mampu menyebutkan nilai kearifan lokal yang relevan dengan situasi keberagaman yang diberikan.Mampu menyebutkan satu nilai kearifan lokal tetapi belum tepat mengaitkannya dengan upaya menjaga persatuan dalam situasi yang diberikan.Mampu menyebutkan nilai kearifan lokal yang relevan dan mengaitkannya dengan upaya menjaga persatuan, disertai satu contoh langkah tindakan nyata.Mampu menyebutkan beberapa nilai kearifan lokal yang relevan, mengaitkannya dengan persatuan secara logis, dan menyusun rencana tindakan nyata yang rinci dan kontekstual.
Refleksi Filosofi Kearifan Lokal (TP 6.4.8.2)Belum mampu mengidentifikasi filosofi dari kearifan lokal yang dipelajari dan belum menghubungkannya dengan kebhinekaan.Mampu menyebutkan satu filosofi kearifan lokal tetapi belum mampu menjelaskan hubungannya dengan kebhinekaan secara jelas.Mampu menjelaskan filosofi kearifan lokal dan menghubungkannya dengan kebhinekaan, disertai refleksi pribadi yang relevan.Mampu menjelaskan filosofi kearifan lokal secara mendalam, menghubungkannya dengan kebhinekaan, dan merumuskan komitmen tindakan nyata yang mencerminkan pemahaman kritis tentang keanekaragaman budaya Indonesia.
Kolaborasi dan KomunikasiTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan belum mampu menyampaikan ide.Berpartisipasi minimal dalam diskusi, menyampaikan ide dengan bantuan teman atau guru.Berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan ide dengan jelas, dan menghargai pendapat teman.Berpartisipasi aktif sebagai fasilitator diskusi, menyampaikan ide secara terstruktur dan persuasif, serta mendorong partisipasi anggota lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengaitkan nilai kearifan lokal dengan upaya menjaga persatuan dalam skenario yang diberikan?
  • Apakah strategi diskusi kelompok efektif memfasilitasi murid yang beragam kemampuannya?
  • Langkah apa yang perlu diperbaiki agar murid yang belum berkembang mendapat dukungan lebih optimal di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Nilai kearifan lokal apa yang paling bermakna bagiku hari ini dan mengapa?
  • Apa yang sudah berhasil aku lakukan dalam diskusi kelompok dan apa yang ingin aku tingkatkan?
  • Bagaimana aku akan menerapkan nilai kearifan lokal yang kupelajari untuk menjaga persatuan di lingkunganku minggu ini?
  • Apa yang masih membuatku bingung dan ingin kupelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa (Kemendikdasmen, 2025).
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Bab 4 (Kemendikdasmen, 2025).
  3. Kartu skenario keberagaman budaya (disiapkan guru).
  4. Lembar kasus bergambar tentang situasi keberagaman di sekolah dan masyarakat.
  5. Lembar refleksi individu.
  6. Kertas plano atau kertas A3 untuk poster mini.
  7. Spidol warna dan alat tulis.
  8. Video atau gambar tentang keberagaman budaya di Indonesia (opsional, jika tersedia LCD proyektor).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.