Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari

IPAS - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, kebersamaan, dan keselarasan alam yang terkandung dalam budaya dan tradisi di daerah setempat.
  2. Murid dapat memberikan contoh nyata penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam perilaku kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat tetangga atau keluarga melakukan kerja bakti bersama? Dari mana kebiasaan itu berasal?
  2. Tradisi apa saja yang masih dilakukan masyarakat di sekitar tempat tinggalmu, dan nilai baik apa yang bisa kita pelajari dari tradisi tersebut?
  3. Mengapa nilai-nilai seperti gotong royong dan menjaga alam penting untuk kehidupan kita sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal: bertanya kepada 3-4 murid tentang tradisi atau kebiasaan yang masih dilakukan di lingkungan mereka dan nilai apa yang terkandung di dalamnya.
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang upacara adat atau tradisi gotong royong di suatu daerah untuk memantik rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat pengertian kearifan lokal dan contoh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya: gotong royong, kebersamaan, keselarasan alam, musyawarah, dan saling menghargai.
  • Murid dibagi ke dalam kelompok (4-5 orang). Setiap anggota kelompok bergiliran menceritakan satu tradisi atau budaya yang mereka ketahui dari daerah setempat beserta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  • Anggota kelompok lain mencatat informasi dalam tabel: Nama Budaya/Tradisi, Tata Cara Pelaksanaan, Bentuk Budaya, dan Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung.
  • Guru berkeliling membimbing diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan pemandu: Apa yang membuat tradisi ini berharga? Nilai apa yang bisa kita ambil?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menyalin tabel penyelidikan ke buku tugas dengan kolom: Nilai Kearifan Lokal, Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari, dan Masih Dilaksanakan (Ya/Tidak).
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengisi tabel tersebut berdasarkan pengalaman nyata mereka sehari-hari. Contoh: nilai gotong royong diwujudkan dalam kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
  • Masing-masing kelompok minimal mengisi 3 nilai kearifan lokal beserta contoh perilaku nyatanya.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil tabel penyelidikan mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan contoh lain.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Dari semua nilai kearifan lokal yang ditemukan, mana yang paling sering kalian praktikkan? Mana yang sudah jarang dilakukan? Mengapa?
  • Murid menuliskan refleksi singkat (3-5 kalimat) di buku tugas tentang satu nilai kearifan lokal yang ingin mereka terapkan lebih sering dan alasannya.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal adalah warisan leluhur yang perlu dijaga karena mendukung persatuan dan kehidupan harmonis.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: nilai-nilai kearifan lokal dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan tertulis singkat untuk dikerjakan individu.
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan kartu contoh berisi daftar tradisi dan nilai kearifan lokal sebagai panduan. Murid cepat diminta menambahkan analisis perbandingan antara dua tradisi berbeda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengisi tabel dengan 2 nilai kearifan lokal, sedangkan murid cepat mengisi minimal 4 nilai dan menambahkan kolom saran pelestarian.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bantuan mempresentasikan secara lisan dengan panduan tabel. Murid cepat membuat poster mini atau peta pikiran tentang penerapan nilai kearifan lokal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan kepada 3-4 murid: Sebutkan satu tradisi di daerahmu dan jelaskan nilai baik apa yang ada di dalamnya.
  • Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep kearifan lokal dan kesiapan belajar mereka.

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif setiap anggota kelompok saat berbagi cerita tentang tradisi daerah.
  • Pemeriksaan tabel penyelidikan kelompok: apakah nilai kearifan lokal yang ditulis relevan dan contoh perilaku yang diberikan nyata serta kontekstual.
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat berkeliling ke setiap kelompok.

Akhir:

  • Murid menjawab secara tertulis: (1) Sebutkan 2 nilai kearifan lokal yang kamu temukan hari ini dan jelaskan maknanya. (2) Berikan 1 contoh nyata bagaimana kamu bisa menerapkan salah satu nilai tersebut di kehidupan sehari-hari.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level untuk menilai kedalaman pemahaman dan relevansi contoh.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid dalam diskusi kelompok saat bercerita dan mencatat informasi tradisi.
  • Pemantauan kelengkapan dan ketepatan pengisian tabel penyelidikan (Nilai Kearifan Lokal – Contoh Perilaku – Masih Dilaksanakan).
  • Kualitas tanggapan murid saat presentasi kelompok lain.

Sumatif:

  • Penilaian tertulis individu: murid menjawab 2 pertanyaan uraian singkat tentang nilai kearifan lokal dan contoh penerapannya.
  • Penilaian produk tabel penyelidikan kelompok berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menggali nilai-nilai kearifan lokal dari budaya dan tradisi daerah setempat (TP 6.4.6.1)Belum dapat menyebutkan nilai kearifan lokal dari tradisi yang dibahas.Dapat menyebutkan 1 nilai kearifan lokal tetapi belum dapat menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi.Dapat menyebutkan 2 nilai kearifan lokal dan menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi daerah setempat.Dapat menyebutkan 3 atau lebih nilai kearifan lokal, menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi, dan menghubungkan antar nilai secara logis.
Memberikan contoh nyata penerapan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari (TP 6.4.6.2)Belum dapat memberikan contoh penerapan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.Dapat memberikan 1 contoh tetapi kurang relevan atau kurang spesifik.Dapat memberikan 1-2 contoh nyata dan relevan tentang penerapan nilai kearifan lokal di lingkungan sekitar.Dapat memberikan 3 atau lebih contoh nyata, relevan, dan disertai penjelasan dampak positifnya bagi kehidupan bersama.
Keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Berpartisipasi minimal, menyampaikan pendapat singkat tanpa elaborasi.Berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan menanggapi pendapat teman.Berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat dengan jelas dan terstruktur, membantu teman yang kesulitan, serta menghargai perbedaan pendapat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal 2 nilai kearifan lokal dari tradisi daerah setempat?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif dan semua anggota berpartisipasi?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki agar murid yang kurang aktif lebih terlibat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Nilai kearifan lokal apa yang paling menarik bagiku hari ini dan mengapa?
  • Apakah aku sudah menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang bisa aku tingkatkan?
  • Apa yang aku pelajari dari cerita teman-teman tentang tradisi di daerah mereka?
  • Kesulitan apa yang aku alami hari ini dan bagaimana aku bisa mengatasinya di lain waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 4.
  3. Gambar atau video singkat tentang upacara adat dan tradisi daerah (misalnya Mane'e, Sedekah Bumi, Gotong Royong).
  4. Kartu contoh tradisi dan nilai kearifan lokal (disiapkan guru untuk diferensiasi).
  5. Kertas tabel penyelidikan atau buku tugas murid.
  6. Lingkungan sekitar sekolah dan pengalaman murid sebagai sumber belajar kontekstual.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.