MODUL AJAR IPAS — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Menggali Ragam Nilai Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, kebersamaan, dan keselarasan alam yang terkandung dalam budaya dan tradisi di daerah setempat.
- Murid dapat memberikan contoh nyata penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam perilaku kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarnya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat tetangga atau keluarga melakukan kerja bakti bersama? Dari mana kebiasaan itu berasal?
- Tradisi apa saja yang masih dilakukan masyarakat di sekitar tempat tinggalmu, dan nilai baik apa yang bisa kita pelajari dari tradisi tersebut?
- Mengapa nilai-nilai seperti gotong royong dan menjaga alam penting untuk kehidupan kita sehari-hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
- Guru melakukan asesmen awal: bertanya kepada 3-4 murid tentang tradisi atau kebiasaan yang masih dilakukan di lingkungan mereka dan nilai apa yang terkandung di dalamnya.
- Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang upacara adat atau tradisi gotong royong di suatu daerah untuk memantik rasa ingin tahu.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan secara singkat pengertian kearifan lokal dan contoh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya: gotong royong, kebersamaan, keselarasan alam, musyawarah, dan saling menghargai.
- Murid dibagi ke dalam kelompok (4-5 orang). Setiap anggota kelompok bergiliran menceritakan satu tradisi atau budaya yang mereka ketahui dari daerah setempat beserta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
- Anggota kelompok lain mencatat informasi dalam tabel: Nama Budaya/Tradisi, Tata Cara Pelaksanaan, Bentuk Budaya, dan Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung.
- Guru berkeliling membimbing diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan pemandu: Apa yang membuat tradisi ini berharga? Nilai apa yang bisa kita ambil?
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok menyalin tabel penyelidikan ke buku tugas dengan kolom: Nilai Kearifan Lokal, Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari, dan Masih Dilaksanakan (Ya/Tidak).
- Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengisi tabel tersebut berdasarkan pengalaman nyata mereka sehari-hari. Contoh: nilai gotong royong diwujudkan dalam kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
- Masing-masing kelompok minimal mengisi 3 nilai kearifan lokal beserta contoh perilaku nyatanya.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil tabel penyelidikan mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan contoh lain.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi diskusi kelas: Dari semua nilai kearifan lokal yang ditemukan, mana yang paling sering kalian praktikkan? Mana yang sudah jarang dilakukan? Mengapa?
- Murid menuliskan refleksi singkat (3-5 kalimat) di buku tugas tentang satu nilai kearifan lokal yang ingin mereka terapkan lebih sering dan alasannya.
- Guru mengajak murid menyimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal adalah warisan leluhur yang perlu dijaga karena mendukung persatuan dan kehidupan harmonis.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: nilai-nilai kearifan lokal dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan tertulis singkat untuk dikerjakan individu.
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan kartu contoh berisi daftar tradisi dan nilai kearifan lokal sebagai panduan. Murid cepat diminta menambahkan analisis perbandingan antara dua tradisi berbeda.
- Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengisi tabel dengan 2 nilai kearifan lokal, sedangkan murid cepat mengisi minimal 4 nilai dan menambahkan kolom saran pelestarian.
- Produk: Murid yang membutuhkan bantuan mempresentasikan secara lisan dengan panduan tabel. Murid cepat membuat poster mini atau peta pikiran tentang penerapan nilai kearifan lokal.
ASESMENAwal:- Guru bertanya secara lisan kepada 3-4 murid: Sebutkan satu tradisi di daerahmu dan jelaskan nilai baik apa yang ada di dalamnya.
- Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep kearifan lokal dan kesiapan belajar mereka.
Proses:- Observasi partisipasi aktif setiap anggota kelompok saat berbagi cerita tentang tradisi daerah.
- Pemeriksaan tabel penyelidikan kelompok: apakah nilai kearifan lokal yang ditulis relevan dan contoh perilaku yang diberikan nyata serta kontekstual.
- Guru memberikan umpan balik langsung saat berkeliling ke setiap kelompok.
Akhir:- Murid menjawab secara tertulis: (1) Sebutkan 2 nilai kearifan lokal yang kamu temukan hari ini dan jelaskan maknanya. (2) Berikan 1 contoh nyata bagaimana kamu bisa menerapkan salah satu nilai tersebut di kehidupan sehari-hari.
- Penilaian menggunakan rubrik 4 level untuk menilai kedalaman pemahaman dan relevansi contoh.
Formatif:- Observasi keaktifan murid dalam diskusi kelompok saat bercerita dan mencatat informasi tradisi.
- Pemantauan kelengkapan dan ketepatan pengisian tabel penyelidikan (Nilai Kearifan Lokal – Contoh Perilaku – Masih Dilaksanakan).
- Kualitas tanggapan murid saat presentasi kelompok lain.
Sumatif:- Penilaian tertulis individu: murid menjawab 2 pertanyaan uraian singkat tentang nilai kearifan lokal dan contoh penerapannya.
- Penilaian produk tabel penyelidikan kelompok berdasarkan rubrik.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menggali nilai-nilai kearifan lokal dari budaya dan tradisi daerah setempat (TP 6.4.6.1) | Belum dapat menyebutkan nilai kearifan lokal dari tradisi yang dibahas. | Dapat menyebutkan 1 nilai kearifan lokal tetapi belum dapat menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi. | Dapat menyebutkan 2 nilai kearifan lokal dan menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi daerah setempat. | Dapat menyebutkan 3 atau lebih nilai kearifan lokal, menjelaskan keterkaitannya dengan tradisi, dan menghubungkan antar nilai secara logis. | | Memberikan contoh nyata penerapan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari (TP 6.4.6.2) | Belum dapat memberikan contoh penerapan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. | Dapat memberikan 1 contoh tetapi kurang relevan atau kurang spesifik. | Dapat memberikan 1-2 contoh nyata dan relevan tentang penerapan nilai kearifan lokal di lingkungan sekitar. | Dapat memberikan 3 atau lebih contoh nyata, relevan, dan disertai penjelasan dampak positifnya bagi kehidupan bersama. | | Keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompok | Tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat. | Berpartisipasi minimal, menyampaikan pendapat singkat tanpa elaborasi. | Berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan menanggapi pendapat teman. | Berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat dengan jelas dan terstruktur, membantu teman yang kesulitan, serta menghargai perbedaan pendapat. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal 2 nilai kearifan lokal dari tradisi daerah setempat?
- Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif dan semua anggota berpartisipasi?
- Strategi apa yang perlu diperbaiki agar murid yang kurang aktif lebih terlibat pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan sudah proporsional?
Refleksi Murid:- Nilai kearifan lokal apa yang paling menarik bagiku hari ini dan mengapa?
- Apakah aku sudah menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang bisa aku tingkatkan?
- Apa yang aku pelajari dari cerita teman-teman tentang tradisi di daerah mereka?
- Kesulitan apa yang aku alami hari ini dan bagaimana aku bisa mengatasinya di lain waktu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 4.
- Gambar atau video singkat tentang upacara adat dan tradisi daerah (misalnya Mane'e, Sedekah Bumi, Gotong Royong).
- Kartu contoh tradisi dan nilai kearifan lokal (disiapkan guru untuk diferensiasi).
- Kertas tabel penyelidikan atau buku tugas murid.
- Lingkungan sekitar sekolah dan pengalaman murid sebagai sumber belajar kontekstual.
|