Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengenal Kearifan Lokal dan Warisan Budaya di Daerah Setempat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Mengenal Kearifan Lokal dan Warisan Budaya di Daerah Setempat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengenal Kearifan Lokal dan Warisan Budaya di Daerah Setempat

IPAS - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengenal Kearifan Lokal dan Warisan Budaya di Daerah Setempat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengenal Kearifan Lokal dan Warisan Budaya di Daerah Setempat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi keberagaman budaya dan tradisi yang masih dipertahankan di daerah setempat melalui kegiatan pengamatan dan diskusi.
  2. Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh warisan budaya takbenda dan benda yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa warisan budaya yang masih dilakukan di daerahmu sampai sekarang?
  2. Menurutmu, mengapa warisan budaya itu penting untuk dilestarikan?
  3. Adakah tradisi atau benda budaya di sekitar tempat tinggalmu yang sudah mulai ditinggalkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan menyapa murid dengan hangat, lalu mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar untuk membangun suasana belajar yang menggembirakan.
  • Guru memberikan asesmen awal (diagnostik) berupa dua pertanyaan lisan singkat: (1) 'Sebutkan satu tradisi atau budaya khas yang ada di daerah kita!' dan (2) 'Apakah kamu tahu apa yang dimaksud warisan budaya takbenda?' Guru mencatat jawaban singkat beberapa murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa warisan budaya yang masih dilakukan di daerahmu sampai sekarang?' dan memberi waktu beberapa detik agar murid berpikir.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan mengenal dan mengidentifikasi keberagaman warisan budaya yang ada di daerah kita, baik yang berupa benda maupun takbenda.'
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang secara heterogen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan gambar atau video pendek (5 menit) yang berisi contoh warisan budaya daerah setempat seperti: pakaian adat, makanan khas, upacara adat, tarian tradisional, alat musik tradisional, pantangan adat, dan tradisi gotong royong. (Berkesadaran)
  • Murid secara individu mengisi tabel 'Amati-Pikirkan-Ingin Tahu' yang dibagikan guru. Tabel berisi tiga kolom: (1) Amati: apa yang diamati tentang warisan budaya di sekitar, (2) Pikirkan: apa yang dipikirkan setelah mengamati, (3) Ingin Tahu: apa yang ingin diketahui lebih lanjut. (Berkesadaran, Bermakna)
  • Dalam kelompok, murid mendiskusikan hasil isian tabel masing-masing dan membuat daftar bersama warisan budaya yang mereka temukan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Mereka mengelompokkan menjadi warisan budaya benda (seperti pakaian adat, alat musik, senjata tradisional, bangunan bersejarah) dan warisan budaya takbenda (seperti tarian, upacara adat, tradisi lisan, pantangan adat, gotong royong). (Bermakna)
  • Guru berkeliling memantau diskusi dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan membedakan warisan budaya benda dan takbenda.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih minimal tiga contoh warisan budaya (kombinasi benda dan takbenda) dari daftar yang telah dibuat, lalu menuliskannya di lembar kerja yang disediakan guru. Lembar kerja meminta murid menuliskan: nama warisan budaya, jenis (benda/takbenda), dan deskripsi singkat (ciri khas, kapan dilakukan/digunakan, dan oleh siapa). (Bermakna, Menggembirakan)
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas selama 2-3 menit. Kelompok lain mendengarkan dan boleh bertanya atau menambahkan informasi. (Menggembirakan)
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan atas presentasi setiap kelompok, meluruskan konsep yang kurang tepat, serta menambahkan informasi penting tentang nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam contoh warisan budaya yang disebutkan murid. (Bermakna)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan menuliskan refleksi singkat di jurnal belajarnya dengan menjawab pertanyaan: 'Warisan budaya apa yang paling menarik bagimu hari ini? Mengapa?' dan 'Apa yang akan kamu lakukan untuk ikut melestarikan warisan budaya di daerah kita?' (Berkesadaran, Bermakna)
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan hasil refleksinya di depan kelas. Guru memfasilitasi dan memberikan tanggapan positif.
  • Guru memberikan asesmen proses berupa observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan presentasi menggunakan catatan anekdotal (ceklist partisipasi, kejelasan komunikasi, dan kemampuan mengidentifikasi).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: keragaman warisan budaya di daerah setempat meliputi warisan budaya benda dan takbenda, masing-masing memiliki nilai kearifan lokal yang penting bagi persatuan.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: setiap murid diminta menyebutkan satu warisan budaya benda dan satu warisan budaya takbenda yang ada di daerahnya beserta alasannya.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: menggali makna dan filosofi dari warisan budaya yang sudah diidentifikasi hari ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mensyukuri kekayaan budaya daerah dan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat: diberikan bacaan tambahan tentang filosofi salah satu warisan budaya daerah. Murid lambat: diberikan kartu bergambar warisan budaya daerah sebagai alat bantu identifikasi.
  • Proses: Murid cepat: mengerjakan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu secara mandiri sebelum diskusi kelompok. Murid lambat: mendapat bimbingan langsung guru dalam mengisi tabel dengan pertanyaan pemandu sederhana.
  • Produk: Murid cepat: diminta menuliskan minimal lima contoh warisan budaya disertai deskripsi lengkap. Murid lambat: cukup menuliskan tiga contoh warisan budaya dengan deskripsi singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Sebutkan satu tradisi atau budaya khas yang ada di daerah kita!' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang warisan budaya setempat. (2) 'Apakah kamu tahu apa yang dimaksud warisan budaya takbenda?' untuk mengetahui pemahaman awal tentang jenis warisan budaya. Guru mencatat dan mengelompokkan jawaban murid menjadi: paham, cukup paham, dan belum paham sebagai dasar penyesuaian pembelajaran.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok: guru mencatat keaktifan menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, dan kesungguhan mengisi tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu.
  • Penilaian lembar kerja identifikasi warisan budaya: ketepatan mengelompokkan warisan budaya benda dan takbenda, jumlah contoh yang benar, dan kelengkapan deskripsi singkat.
  • Observasi presentasi kelompok: kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan teman, dan keberanian tampil di depan kelas.
  • Jurnal refleksi individu: kesesuaian isi refleksi dengan materi, ketulusan dalam menuliskan rencana pelestarian budaya.

Akhir:

  • Kuis lisan: setiap murid secara bergiliran menyebutkan satu warisan budaya benda dan satu warisan budaya takbenda yang ada di daerahnya. Guru melakukan penilaian berdasarkan ketepatan jenis dan contoh yang diberikan.
  • Guru memberikan skor berdasarkan rubrik penilaian kuis lisan: ketepatan jenis warisan budaya (benda/takbenda), kebenaran contoh yang disebutkan, dan kemampuan menjelaskan alasannya secara singkat.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan catatan anekdotal
  • Tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu
  • Lembar kerja identifikasi warisan budaya benda dan takbenda
  • Jurnal refleksi individu

Sumatif:

  • Kuis lisan akhir: menyebutkan warisan budaya benda dan takbenda daerah setempat
  • Penilaian presentasi kelompok

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi keberagaman budaya dan tradisi di daerah setempatMurid belum mampu menyebutkan contoh warisan budaya di daerah setempat meskipun sudah dibantu guru dengan pertanyaan pemandu.Murid mampu menyebutkan 1 contoh warisan budaya daerah setempat dengan bantuan guru atau gambar, tetapi belum mampu membedakan jenis benda dan takbenda.Murid mampu menyebutkan 2 contoh warisan budaya daerah setempat secara mandiri dan dapat membedakan mana yang termasuk benda dan takbenda dengan benar.Murid mampu menyebutkan 3 atau lebih contoh warisan budaya daerah setempat secara mandiri, dapat mengelompokkan dengan benar jenis benda dan takbenda, serta mampu menjelaskan ciri khas masing-masing.
Menyebutkan warisan budaya takbenda dan benda di lingkungan sekitarMurid belum mampu menyebutkan warisan budaya takbenda maupun benda meskipun sudah dibantu guru.Murid mampu menyebutkan 1 warisan budaya takbenda dan 1 warisan budaya benda dengan bantuan guru atau gambar, namun ada kekeliruan pengelompokan jenis.Murid mampu menyebutkan minimal 2 warisan budaya takbenda dan 1 warisan budaya benda secara mandiri dengan pengelompokan jenis yang benar.Murid mampu menyebutkan minimal 3 warisan budaya (kombinasi takbenda dan benda) secara mandiri, pengelompokan jenis tepat, dan dapat menjelaskan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Partisipasi dalam diskusi dan presentasi kelompokMurid pasif dalam diskusi, tidak menyampaikan pendapat, dan tidak ikut mempresentasikan hasil kerja kelompok.Murid sesekali menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok tetapi masih ragu-ragu, dan ikut presentasi hanya saat ditunjuk.Murid aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok dan berpartisipasi dalam presentasi dengan suara yang cukup jelas.Murid sangat aktif memimpin diskusi kelompok, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, mempresentasikan hasil dengan suara lantang dan jelas, serta mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan antusiasme saat mengamati video/gambar warisan budaya daerah?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Adakah murid yang masih kesulitan membedakan warisan budaya benda dan takbenda?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Bagaimana kualitas pertanyaan yang muncul dari murid?
  • Bagaimana hasil asesmen awal memengaruhi penyesuaian pembelajaran hari ini? Apakah cukup efektif?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan? Bagian mana yang perlu penyesuaian waktu?

Refleksi Murid:

  • Warisan budaya apa yang paling menarik bagimu hari ini? Mengapa?
  • Apa perbedaan warisan budaya benda dan takbenda yang sudah kamu pahami?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk ikut melestarikan warisan budaya di daerah kita?
  • Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari tentang warisan budaya daerah kita?

SUMBER BELAJAR

  1. Amalia Fitri, dkk. (2025). Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
  2. Amalia Fitri, dkk. (2025). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
  3. Video pendek atau tayangan gambar tentang warisan budaya daerah setempat (pakaian adat, upacara adat, makanan khas, tarian tradisional, alat musik tradisional, gotong royong).
  4. Lembar kerja tabel 'Amati-Pikirkan-Ingin Tahu' (format A4 untuk setiap murid).
  5. Lembar kerja identifikasi warisan budaya benda dan takbenda (format A4 per kelompok).
  6. Kartu bergambar warisan budaya daerah (untuk diferensiasi murid lambat).
  7. Papan tulis, spidol warna, dan alat tulis murid.
  8. Proyektor/LCD dan laptop (jika tersedia).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.