Modul AjarBab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6 Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 6 untuk Bab 4 "Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6 Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa

IPAS - Kelas 6

Bab 4

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 4 — Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 4 — Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa
Alokasi Waktu26 JP (26 x 35 menit = 910 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.4.1 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  2. TP 6.4.2 Mengamati fenomena tradisi dan kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
  3. TP 6.4.3 Merencanakan langkah operasional penyelidikan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  4. TP 6.4.4 Melakukan observasi terarah untuk menghimpun data nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  5. TP 6.4.5 Menganalisis data dan informasi hasil penyelidikan tentang kearifan lokal dalam bentuk tabel untuk menjelaskan maknanya
  6. TP 6.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan keragaman budaya dan kearifan lokal secara utuh ditunjang argumen dalam media presentasi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Tradisi atau kebiasaan khas apa yang biasa dilakukan warga di sekitar tempat tinggalmu saat menyambut acara bersama atau menjaga lingkungan?
  2. Nilai baik apa yang diajarkan oleh tradisi daerah tempat tinggal kita agar masyarakat tetap rukun dan bersatu?
  3. Mengapa masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi yang berbeda-beda untuk menyelesaikan persoalan bersama?
  4. Bagaimana nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan musyawarah dapat menyatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman budaya?
  5. Cerita rakyat, pantun, atau kesenian tradisional apa yang pernah kalian dengar atau lihat di lingkungan tempat tinggal kita?
  6. Bagaimana cara kita mengamati dan mencatat tradisi lisan maupun kesenian lokal tersebut agar informasinya tercatat rapi?
  7. Kegiatan bersama apa saja yang pernah kamu lihat dilakukan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu untuk saling membantu?
  8. Bagaimana kita mengenali bahwa sebuah kegiatan warga merupakan tradisi gotong royong dan wujud kearifan lokal di lingkungan kita?
  9. Jika kita ingin mengetahui rahasia di balik suatu tradisi di sekitar kita, pertanyaan seperti apa yang perlu kita ajukan?
  10. Mengapa penyelidikan tentang kearifan lokal membutuhkan rencana dan daftar pertanyaan yang terarah sebelum kita bertanya kepada orang lain?
  11. Bagaimana kita membagi tugas agar rencana penyelidikan kearifan lokal berjalan runtut dan lancar?
  12. Apa saja langkah operasional yang harus disiapkan sebelum kita mengumpulkan data kearifan lokal di lapangan?
  13. Bagaimana cara kita mengetahui apakah nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan sopan santun masih benar-benar dipraktikkan oleh warga sekolah kita?
  14. Bukti atau tindakan nyata apa yang bisa kita amati secara langsung di lingkungan sekolah yang mencerminkan nilai luhur tersebut?
  15. Data apa saja yang masih kurang dari survei observasi nilai kearifan lokal yang kita kumpulkan pada pertemuan sebelumnya?
  16. Bagaimana cara kita melengkapi data pengamatan terhadap 10 responden warga sekolah agar lembar observasi terisi utuh?
  17. Bagaimana cara kita membaca pola atau kecenderungan dari data hasil survei kearifan lokal yang sudah dicatat dalam tabel?
  18. Apa makna dari masih sering atau mulai jarangnya suatu praktik kearifan lokal dilaksanakan oleh warga sekolah?
  19. Bagaimana cara kita menyampaikan temuan tentang keragaman tradisi lokal agar orang lain paham pentingnya nilai kearifan tersebut?
  20. Mengapa saat menyampaikan hasil penyelidikan budaya kita perlu menyertakan bukti dan argumen yang kuat?
  21. Bagaimana berkas portofolio penyelidikan membuktikan bahwa nilai kearifan lokal di sekitar kita nyata memperkuat persatuan warga?
  22. Bagaimana cara kelompok menyajikan simpulan penyelidikan dan argumen kebhinekaan secara utuh di hadapan penilai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menemukan Keragaman Tradisi dan Budaya Daerah Berdasarkan Nilai Kearifan Lokal di Lingkungan Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan keragaman tradisi daerah dan nilai kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal yang mendukung persatuan (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai contoh tradisi lokal dan nilai kebersamaannya (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati paparan dan studi kasus kontekstual mengenai 3 tradisi lokal di lingkungan tempat tinggal: (1) Tradisi 'Sambatan/Rereongan' (gotong royong mendirikan/memperbaiki rumah warga), (2) Tradisi 'Ronda Malam/Siskamling' (patroli menjaga keamanan lingkungan bersama), dan (3) Tradisi 'Bancakan/Megibung' (makan bersama beralaskan daun pisang untuk merayakan syukuran warga) (15 menit).
  • Murid menelaah makna dan nilai kearifan lokal pada ketiga tradisi tersebut dengan panduan guru, yaitu nilai gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab bersama, dan kesetaraan warga tanpa membeda-bedakan latar belakang (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pencari Jejak Kearifan' secara berpasangan, dengan menjodohkan 4 kartu tradisi dengan 4 kartu nilai kearifan lokal yang tepat: Kartu Tradisi A 'Gugur Gunung/Kerja Bakti membersihkan selokan RT' berpasangan dengan Nilai 1 'Kepedulian terhadap lingkungan dan gotong royong'; Kartu Tradisi B 'Rembuk Warga/Musyawarah RT menentukan jadwal ronda' berpasangan dengan Nilai 2 'Musyawarah mufakat dan menghargai pendapat'; Kartu Tradisi C 'Tradisi Nyumbang/Bawa Hantaran saat tetangga hajatan' berpasangan dengan Nilai 3 'Tolong-menolong dan mempererat tali persaudaraan'; Kartu Tradisi D 'Sedekah Bumi/Bersih Desa mensyukuri hasil panen' berpasangan dengan Nilai 4 'Rasa syukur dan keharmonisan masyarakat dengan alam sekitar' (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengisi Lembar Kerja Penemuan Kearifan Lokal untuk mengidentifikasi 3 tradisi yang masih dipraktikkan di lingkungan tempat tinggalnya, bentuk kegiatannya, serta menemukan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penemuan pada lembar kerjanya dengan mencocokkan apakah nilai kearifan lokal yang ditulis benar-benar mencerminkan praktik kerukunan warga (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang keragaman tradisi lokal dan nilai luhur yang mempererat kerukunan warga (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman singkat mengenai nilai kearifan lokal tradisi tempat tinggal (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan apresiasi terhadap keterlibatan belajar murid dan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh tradisi lokal konkret di lingkungan RT/RW; murid yang mahir diberikan kartu studi kasus tradisi yang memadukan dua nilai kearifan lokal sekaligus.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan scaffolding terbimbing dari guru dalam mengaitkan kegiatan tradisi dengan nilai kearifannya; murid yang cepat bekerja mandiri menemukan lebih dari 3 tradisi lokal di lingkungannya.
  • Produk: Format penulisan penemuan dapat berupa tabel terstruktur atau peta pikiran sederhana, asalkan memuat nama tradisi, bentuk kegiatan, dan nilai kearifan lokalnya secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat kesiapan pemahaman konsep tradisi dan nilai kearifan lokal: Guru mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama warga di lingkungan RT/RW tempat tinggalmu dan apa manfaat kebersamaan tersebut bagi warga?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan minimal 1 kegiatan nyata warga seperti kerja bakti/siskamling/arisan warga, serta menyebutkan manfaat kerukunan/kebersamaan/lingkungan bersih).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat memasangkan 4 pasang kartu tradisi-nilai kearifan lokal pada kegiatan 'Pencari Jejak Kearifan' (Acuan pasangan benar: A-1, B-2, C-3, D-4).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Penemuan Kearifan Lokal: Memeriksa ketepatan murid menemukan minimal 2 tradisi nyata di lingkungan tempat tinggal serta merumuskan nilai kearifan lokal yang relevan (Acuan penilaian: nama tradisi logis/nyata di masyarakat sekitar dan nilai kearifan lokal mencerminkan gotong royong/kebersamaan/musyawarah/tanggung jawab/toleransi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tertulis singkat di akhir sesi: 'Dari tradisi kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal, nilai kearifan lokal apa yang dapat mempererat persatuan antarwarga?' (Acuan jawaban benar: Nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan tanpa memandang perbedaan warga).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menjodohkan kartu tradisi dan nilai kearifan lokal
  • Pemeriksaan lembar kerja penemuan tradisi dan nilai kearifan lokal di tempat tinggal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Tradisi Lokal dan Nilai Kearifan Lokal di Lingkungan Tempat TinggalBelum mampu menemukan contoh tradisi lokal di lingkungan tempat tinggal atau nilai kearifan lokal yang dituliskan tidak relevan dengan kegiatan tradisi.Mampu menemukan 1 contoh tradisi lokal di lingkungan tempat tinggal dan mengidentifikasi nilai kearifan lokalnya secara tepat dengan bimbingan penuh pendidik.Mampu menemukan 2 contoh tradisi lokal di lingkungan tempat tinggal beserta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya secara tepat dan mandiri.Mampu menemukan 3 atau lebih contoh tradisi lokal di lingkungan tempat tinggal beserta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya secara tepat, lengkap, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengaitkan tradisi di sekitar rumah mereka dengan nilai kearifan lokal secara konkret?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif memfasilitasi pemahaman mendalam murid tentang nilai persatuan dalam tradisi lokal?

Murid:

  • Tradisi lokal apa di sekitar tempat tinggalku yang baru kusadari memiliki nilai kebaikan yang sangat besar?
  • Nilai kearifan lokal apa yang paling ingin kupraktikkan bersama tetangga atau teman-teman di sekitarku?

Pertemuan 2 — Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembiasaan (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya mengenai kearifan lokal lingkungan sekitar dengan skala nasional melalui tanya jawab keterhubungan nilai budaya (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan kearifan lokal wilayah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid menjawab kuis lisan 3 butir tentang nilai budaya: (1) Tradisi Mappalette Bola di Bugis dilakukan dengan cara mengangkat rumah bersama-sama, apa nilai utamanya? (acuan: gotong royong/kerja sama); (2) Rembuk desa di Jawa mencerminkan nilai apa? (acuan: musyawarah untuk mufakat); (3) Tradisi Subak di Bali mengatur pembagian air sawah secara adil mencerminkan nilai apa? (acuan: keadilan/kesetaraan/kebersamaan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkesadaran membaca teks 'Mappalette Bola, Tradisi Pindahan Suku Bugis' dan infografis 3 tradisi nasional lainnya: (1) Rambu Solo di Toraja (kerukunan dan penghormatan leluhur), (2) Tradisi Nganggung di Bangka Belitung (kebersamaan membawa dulang makanan ke masjid), dan (3) Tradisi Huyula di Gorontalo (tolong-menolong mengolah lahan pertanian) (15 menit).
  • Murid bersama guru membedah keterkaitan antara praktik tradisi lokal dengan nilai-nilai kebinekaan nasional (persatuan, gotong royong, tolong-menolong, dan musyawarah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan permainan edukatif 'Jejak Budaya Nusantara' (Menggembirakan): mencocokkan 4 kartu tradisi dengan 4 kartu nilai kebinekaan pemersatu bangsa. Daftar 4 pasang kartu: Kartu 1 Tradisi Mappalette Bola Bugis -> Nilai gotong royong memindahkan beban berat secara sukarela; Kartu 2 Tradisi Subak Bali -> Nilai keadilan dan musyawarah pembagian sumber daya air; Kartu 3 Tradisi Nganggung Bangka Belitung -> Nilai kebersamaan dan kesetaraan sosial saat perayaan; Kartu 4 Tradisi Huyula Gorontalo -> Nilai tolong-menolong tanpa pamrih dalam mata pencaharian (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Penyelidikan Budaya: menemukan dan menuliskan 4 bentuk keragaman tradisi daerah di Indonesia beserta nilai kearifan lokal pemersatunya ke dalam tabel perbandingan berdasarkan teks dan kartu yang dipelajari (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkesadaran memeriksa kembali tabel yang diisi bersama rekan sebangku (peer-check) untuk mencocokkan apakah 4 tradisi telah teridentifikasi nilai pemersatunya secara tepat sesuai kunci acuan (10 menit).
  • Murid merumuskan simpulan bahwa perbedaan bentuk tradisi di berbagai wilayah Nusantara disatukan oleh nilai luhur yang sama, yaitu semangat kebersamaan dan persatuan bangsa (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan butir-butir penting mengenai keragaman tradisi nasional yang menguatkan kebhinekaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif dan apresiasi terhadap hasil telaah tabel murid, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan kartu bantu visual tradisi nusantara, sedangkan murid yang mahir diberikan bacaan tambahan mengenai tradisi Sintren dan Tiwah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru dalam mengidentifikasi nilai pada 2 tradisi awal, sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis 4 tradisi secara mandiri.
  • Produk: Murid menyajikan hasil temuan dalam tabel perbandingan keragaman tradisi nasional beserta nilai kearifan lokalnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis lisan 3 butir di awal pelajaran untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai nilai kearifan lokal nusantara: (1) Tradisi Mappalette Bola di Bugis mencerminkan nilai apa? (acuan: gotong royong/kerja sama); (2) Rembuk desa di Jawa mencerminkan nilai apa? (acuan: musyawarah untuk mufakat); (3) Tradisi Subak di Bali mencerminkan nilai apa? (acuan: keadilan/kesetaraan pembagian air).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja tabel identifikasi keragaman tradisi nasional. Kriteria ketepatan: murid mengisi 4 nama tradisi daerah, asal daerah, praktik kegiatan, dan nilai kearifan lokal pemersatunya. Acuan jawaban lengkap: (1) Mappalette Bola (Bugis/Sulawesi Selatan) -> gotong royong mengangkat rumah; (2) Subak (Bali) -> keadilan dan musyawarah pembagian air irigasi; (3) Nganggung (Bangka Belitung) -> kebersamaan/kerukunan membawa dulang makanan; (4) Huyula (Gorontalo) -> tolong-menolong dalam bertani/membangun fasilitas.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri pada akhir pembelajaran dengan 2 pertanyaan reflektif: (1) Sebutkan 2 tradisi daerah di luar tempat tinggalmu yang memiliki nilai gotong royong serupa! (acuan: Mappalette Bola dan Huyula/Gugur Gunung); (2) Apa peran nilai kearifan lokal tersebut bagi persatuan bangsa Indonesia? (kriteria penerimaan: jawaban menyatakan bahwa nilai kearifan lokal mempererat persaudaraan, mencegah perselisihan, atau menguatkan persatuan antarwarga).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan tabel perbandingan keragaman budaya nasional dan kearifan lokal
  • Observasi partisipasi dan ketepatan memasangkan kartu tradisi dan nilai kebinekaan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan keragaman budaya nasional berdasarkan nilai kearifan lokalMenemukan 1 dari 4 keragaman tradisi nasional beserta nilai kearifan lokal pemersatunya secara tepat sesuai acuan materi.Menemukan 2 dari 4 keragaman tradisi nasional beserta nilai kearifan lokal pemersatunya secara tepat sesuai acuan materi.Menemukan 3 dari 4 keragaman tradisi nasional beserta nilai kearifan lokal pemersatunya secara tepat sesuai acuan materi secara mandiri.Menemukan seluruh (4 dari 4) keragaman tradisi nasional beserta nilai kearifan lokal pemersatunya secara tepat dan lengkap sesuai acuan materi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu mengaitkan praktik kearifan lokal di berbagai daerah dengan konteks persatuan kebhinekaan nasional?
  • Apakah aktivitas permainan mencocokkan kartu efektif membantu murid memahami keterkaitan nilai-nilai tradisi?

Murid:

  • Tradisi daerah mana yang paling menarik perhatianmu dan nilai apa yang dapat kamu teladani?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman tradisi yang sarat dengan nilai persatuan?

Pertemuan 3 — Mengamati Fenomena Tradisi Lisan dan Kesenian Lokal di Lingkungan Tempat Tinggal serta Mencatat Hasilnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.2 Mengamati fenomena tradisi dan kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal di lingkungan tempat tinggal serta mencatat hasil pengamatannya ke dalam tabel (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat untuk mengidentifikasi kategori fenomena: guru menyebutkan 3 nama warisan budaya lokal (1: Dongeng Si Pitung/cerita rakyat setempat; 2: Tari Ondel-ondel/tarian daerah setempat; 3: Pantun Betawi/syair lisan setempat) dan meminta murid mengangkat tangan untuk menentukan apakah contoh tersebut termasuk tradisi lisan atau kesenian lokal (acuan ketepatan: butir 1 = tradisi lisan, butir 2 = kesenian lokal, butir 3 = tradisi lisan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran 2 rekaman audio-visual fenomena budaya setempat: Cuplikan 1 berupa dongeng lisan/tutur rakyat (tradisi lisan) dan Cuplikan 2 berupa pementasan tari/musik tradisional daerah (kesenian lokal) (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati format tabel pencatatan hasil pengamatan sederhana yang memuat 4 kolom: (1) Nama Fenomena Budaya, (2) Bentuk Tradisi (Tradisi Lisan / Kesenian Lokal), (3) Ciri-ciri yang Teramati (alat/bahasa/gerakan/isi tutur), dan (4) Pesan Kebaikan/Kearifan Lokal yang Tampak (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan pengamatan ceria 'Tebak & Amati Fenomena': guru memperagakan secara langsung 3 cuplikan singkat (Cuplikan A: melantunkan sebaris pantun nasihat daerah; Cuplikan B: memainkan pola ritme ketukan rebana/alat musik tabuh daerah; Cuplikan C: mendongengkan fabel asal-usul tempat setempat sepanjang 3 kalimat) di mana murid secara antusias mencatat elemen yang teramati dalam suasana ceria dan interaktif (15 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan kegiatan pengamatan terfokus terhadap 2 teks narasi fenomena budaya lokal yang disajikan di lembar kerja: Teks 1 tentang tradisi mendongeng lisan kisah leluhur dan Teks 2 tentang kesenian musik tradisi petik/gesek setempat (15 menit).
  • Murid mencatat data hasil pengamatannya secara lengkap ke dalam tabel pencatatan pada lembar tugas masing-masing sesuai instruksi (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan tabel hasil pengamatan masing-masing secara berkesadaran menggunakan daftar centang mandiri (apakah 4 kolom pengamatan terisi dengan jelas dan berbasis fakta pengamatan) (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal secara sederhana serta cara menuliskannya secara terstruktur dalam catatan pengamatan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap catatan pengamatan murid dan mengingatkan untuk mempersiapkan materi pengamatan tradisi gotong royong pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kata kunci bantu pada kolom ciri-ciri pengamatan, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal yang memiliki ragam ciri lebih banyak (teks narasi lebih kaya rincian).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan mencatat dibimbing guru menelaah teks per baris, sedangkan murid yang mandiri langsung mengisi tabel catatan secara utuh.
  • Produk: Format pengisian tabel tetap sama (4 kolom), namun murid berpencapaian tinggi mencatat rincian ciri teramati secara lebih mendalam (minimal 3 ciri konkret per fenomena).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan lisan: Murid merespons 3 butir identifikasi fenomena budaya lokal berikut: (1) Cerita lisan rakyat 'Asal Usul Danau Toba/Si Pitung'; (2) Pertunjukan Tari Saman/Tari Piring; (3) Pantun nasihat adat perkawinan. Kriteria acuan ketepatan: Butir 1 = Tradisi Lisan; Butir 2 = Kesenian Lokal; Butir 3 = Tradisi Lisan. Jika murid menjawab benar minimal 2 dari 3 butir, murid dianggap siap mengikuti pengamatan fenomena.

Proses:

  • Formatif proses lembar kerja: Pemeriksaan kelengkapan tabel catatan hasil pengamatan murid terhadap 2 fenomena pada lembar tugas (Teks 1: Tradisi Tutur/Dongeng Lisan; Teks 2: Kesenian Musik Tradisional). Acuan kelengkapan dan ketepatan: (a) Nama fenomena diidentifikasi sesuai teks narasi; (b) Bentuk tradisi diklasifikasikan tepat (Teks 1 = Tradisi Lisan; Teks 2 = Kesenian Lokal); (c) Kolom ciri teramati memuat minimal 2 ciri faktual yang tertulis pada teks; (d) Pesan kebaikan/kearifan lokal memuat nilai luhur yang disampaikan teks.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menjawab 2 butir pertanyaan tertulis singkat pada selembar kertas: (1) 'Sebutkan 1 contoh tradisi lisan dan 1 contoh kesenian lokal di lingkungan tempat tinggalmu!' (Acuan penerimaan: Menyebutkan 1 nama tuturan/cerita rakyat/pantun dan 1 nama tari/musik/teater tradisional setempat); (2) 'Tuliskan 2 aspek penting yang wajib dicatat saat mengamati kesenian lokal!' (Acuan penerimaan: Menyebutkan minimal 2 aspek dari: bentuk gerak, alat musik pengiring, busana, bahasa/lirik, atau pesan nilai).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan klasifikasi jenis fenomena (awal pertemuan)
  • Observasi unjuk kerja dan pemeriksaan lembar tabel hasil pengamatan fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal (selama kegiatan inti)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan mengamati fenomena tradisi dan kearifan lokalBelum mampu mengamati rincian fenomena tradisi lisan maupun kesenian lokal secara mandiri; memerlukan bimbingan penuh untuk menemukan fakta pengamatan pada teks narasi.Mampu mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal tetapi rincian ciri-ciri yang ditemukan masih terbatas (hanya 1 ciri faktual) dan perlu bantuan guru.Mampu mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal secara sederhana dan mandiri dengan mencermati minimal 2 ciri faktual (alat/gerak/tutur) yang tertera pada fenomena.Mampu mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal secara mandiri, cermat, dan mendalam dengan mencatat lebih dari 2 ciri faktual serta pesan kebaikan yang tampak secara komprehensif.
Pencatatan hasil pengamatan dalam tabelTabel pengamatan belum lengkap terisi (kurang dari 2 kolom yang terisi tepat sesuai data pengamatan).Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel dengan 2 kolom terisi tepat, namun kolom lainnya masih kosong atau keliru mengklasifikasikan bentuk tradisi.Mencatat seluruh hasil pengamatan ke dalam 4 kolom tabel secara lengkap dan tepat sesuai data fenomena yang diamati.Mencatat seluruh hasil pengamatan ke dalam 4 kolom tabel secara lengkap, sangat rapi, terstruktur, dan uraian ciri teramati disajikan secara rinci dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan tabel pencatatan memudahkan seluruh murid dalam mengamati fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan antusiasme murid selama sesi permainan tantangan pengamatan ceria?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mengenali perbedaan antara fenomena tradisi lisan dan kesenian lokal saat melakukan pengamatan?
  • Bagian pengamatan mana yang paling menarik dan mudah untuk kamu catat ke dalam tabel hari ini?

Pertemuan 4 — Mengamati Fenomena Tradisi Gotong Royong dan Praktik Sosial Kearifan Lokal di Lingkungan Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.2 Mengamati fenomena tradisi dan kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengamati fenomena tradisi gotong royong dan praktik sosial kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal serta mencatat hasilnya pada tabel pencatatan sederhana (4 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan kuis diagnostik lisan cepat berupa 3 cuplikan narasi kegiatan warga untuk dijawab murid apakah termasuk fenomena gotong royong kearifan lokal atau bukan: (1) Warga bekerja bakti membersihkan selokan lingkungan sebelum musim hujan (acuan: Termasuk gotong royong); (2) Seseorang berbelanja sendirian di warung kelontong (acuan: Bukan gotong royong); (3) Warga bergiliran membantu mendirikan tenda hajatan tetangga tanpa bayaran (acuan: Termasuk gotong royong) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran video dokumenter pendek/tayangan 4 foto fenomena tradisi gotong royong di Indonesia: (1) Kerja bakti membersihkan pos ronda/lingkungan warga, (2) Tradisi sambatan/rewang membantu tetangga hajatan, (3) Rambu Solo/Marsiadap gotong royong panen di sawah, (4) Tradisi jimpitan beras/ronda malam warga (10 menit).
  • Murid berkesadaran mengidentifikasi ciri-ciri pengamatan fenomena gotong royong: adanya keterlibatan warga bersama, tujuan kepentingan umum/saling membantu, dan ketiadaan upah materiil (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menggembirakan: Permainan berpasangan 'Tebak Kartu Fenomena Sosial' di mana setiap pasangan murid mengambil 4 kartu skenario bergambar: Kartu A (Warga membersihkan parit desa secara sukarela), Kartu B (Anak bermain gawai sendirian di kamar), Kartu C (Ibu-ibu menyiapkan masakan bersama di dapur tetangga yang punya hajatan/rewang), Kartu D (Seorang pengendara motor mengisi bensin di SPBU). Pasangan murid menyeleksi mana yang merupakan tradisi gotong royong dan menempelkannya di papan klasifikasi kelas (acuan benar: Kartu A dan Kartu C) (3 menit).
  • Murid mengamati lembar deskripsi 3 fenomena praktik gotong royong konkret di lingkungan tempat tinggal yang disiapkan guru: Fenomena 1 (Kerja Bakti Bersih Lingkungan RT), Fenomena 2 (Tradisi Rewang/Sambatan Hajatan Tetangga), Fenomena 3 (Tradisi Ronda Siskamling dan Jimpitan) (12 menit).
  • Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatannya ke dalam tabel pencatatan sederhana berisi 3 kolom: (1) Nama Fenomena Praktik Sosial, (2) Siapa yang Terlibat & Aktivitas yang Dilakukan, (3) Bentuk Gotong Royong yang Terlihat (acuan: Fenomena 1 = Warga RT/membersihkan saluran & sampah/kebersihan fasilitas umum; Fenomena 2 = Ibu-ibu dan tetangga/memasak & menata peralatan/bantuan tenaga sukarela acara keluarga; Fenomena 3 = Petugas ronda & bapak-bapak/berkeliling malam & mengambil koin beras/keamanan dan solidaritas pangan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan tabel pengamatannya dengan bimbingan guru agar data yang dicatat akurat sesuai fakta fenomena yang disajikan (10 menit).
  • Murid memaknai pentingnya mencatat fenomena gotong royong secara runtut dan objektif sebagai wujud kearifan lokal yang hidup di sekitar mereka (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengamatan mengenai fenomena tradisi gotong royong di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
  • Asesmen Akhir: Cek pemahaman berupa pemberian 1 skenario singkat: 'Pak Joko dan warga RT 03 bersama-sama memperbaiki jembatan bambu yang rusak agar anak-anak bisa lewat ke sekolah.' Murid menuliskan dalam 1 kalimat nama bentuk tradisi gotong royong dan siapa yang terlibat (acuan: Bentuk gotong royong = kerja bakti/perbaikan fasilitas umum; yang terlibat = Pak Joko dan warga RT 03) (6 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid dalam mengamati, mengingatkan materi berikutnya tentang merencanakan penyelidikan kearifan lokal, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks deskripsi fenomena gotong royong dengan bantuan gambar petunjuk visual bagi murid yang memerlukan dukungan membaca.
  • Proses: Memberikan panduan pengisian tabel kolom per kolom untuk murid yang memerlukan bimbingan bertahap, serta memberi kesempatan murid cepat mengamati 1 fenomena gotong royong tambahan di lingkungan sekitarnya (misal: tradisi gotong royong panen).
  • Produk: Format tabel pencatatan disediakan dalam bentuk cetak siap isi dengan struktur kolom jelas untuk semua murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali fenomena gotong royong berdasarkan 3 pernyataan lisan: (1) Warga bekerja bakti membersihkan selokan lingkungan sebelum musim hujan (acuan: Termasuk gotong royong); (2) Seseorang berbelanja sendirian di warung kelontong (acuan: Bukan gotong royong); (3) Warga bergiliran membantu mendirikan tenda hajatan tetangga tanpa bayaran (acuan: Termasuk gotong royong).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat permainan pasangan 'Tebak Kartu Fenomena Sosial' dan pemeriksaan tabel pencatatan hasil pengamatan 3 fenomena gotong royong (acuan lengkap tercantum pada langkah inti Mengaplikasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menentukan bentuk gotong royong dan pihak yang terlibat dari skenario: 'Pak Joko dan warga RT 03 bersama-sama memperbaiki jembatan bambu yang rusak agar anak-anak bisa lewat ke sekolah.' (acuan jawaban: Bentuk gotong royong = kerja bakti/gotong royong perbaikan jembatan/fasilitas umum; Pihak yang terlibat = Pak Joko dan warga RT 03).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan dan pencatatan hasil pengamatan fenomena tradisi gotong royong pada tabel pencatatan sederhana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Mengamati Fenomena Tradisi Gotong RoyongBelum mampu mengidentifikasi fenomena tradisi gotong royong dari bahan yang disediakan meskipun dibimbing guru.Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 fenomena tradisi gotong royong dengan tepat berdasarkan bahan yang disediakan.Mampu mengidentifikasi 2 sampai 3 fenomena tradisi gotong royong dengan tepat berdasarkan bahan yang disediakan.Mampu mengidentifikasi seluruh (3) fenomena tradisi gotong royong dengan tepat dan mandiri tanpa keraguan.
Pencatatan Hasil Pengamatan pada TabelTabel pencatatan belum terisi atau hanya memuat informasi yang tidak sesuai dengan fenomena yang diamati.Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel untuk 1 fenomena dengan komponen (nama tradisi, pihak terlibat, dan bentuk gotong royong) yang tepat.Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel untuk 2 sampai 3 fenomena dengan komponen lengkap dan tepat sesuai data acuan.Mencatat seluruh (3) hasil pengamatan ke dalam tabel secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai data acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan kegiatan gotong royong masyarakat dengan kegiatan individual biasa melalui pengamatan?
  • Bagian langkah pembelajaran mana yang paling efektif memfasilitasi murid dalam mencatat hasil pengamatan secara mandiri?

Murid:

  • Tradisi gotong royong apa yang paling mudah kamu kenali saat melakukan pengamatan hari ini?
  • Apakah kamu dapat mengisi seluruh kolom pada tabel hasil pengamatan tanpa kesulitan?

Pertemuan 5 — Merencanakan Langkah Operasional Penyelidikan Nilai Kearifan Lokal Melalui Penyusunan Daftar Pertanyaan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.3 Merencanakan langkah operasional penyelidikan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan Pertemuan 5, yaitu menyusun rencana operasional penyelidikan berupa daftar pertanyaan terarah untuk menggali nilai kearifan lokal di wilayah tempat tinggal (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kartu contoh pertanyaan di papan tulis: 'Apakah kamu suka makan tumpeng?' lalu meminta murid menilai secara lisan apakah pertanyaan ini sudah menggali nilai kearifan lokal atau belum, kemudian membandingkannya dengan acuan pertanyaan penyelidikan terarah (acuan: belum menggali nilai kearifan lokal karena hanya menanyakan selera pribadi, pertanyaan penyelidikan yang tepat menggali makna/nilai seperti 'Apa makna simbolis tumpeng dalam acara syukuran?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan penyusunan rencana langkah operasional penyelidikan dan 4 unsur pertanyaan penyelidikan kearifan lokal: (1) Bentuk tradisi/praktik, (2) Tata cara pelaksanaan, (3) Makna simbolis/alasan dilakukan, dan (4) Nilai luhur bagi kebersamaan masyarakat (10 menit).
  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Sortir Kartu Pertanyaan': setiap pasangan menerima 4 kartu berikut dan mengelompokkannya ke dalam kategori 'Pertanyaan Penyelidikan Nilai' atau 'Bukan Pertanyaan Penyelidikan Nilai': Kartu 1: 'Kapan kamu terakhir melihat kerja bakti?', Kartu 2: 'Apa nilai kebersamaan yang dipelajari warga saat gotong royong membersihkan selokan?', Kartu 3: 'Berapa harga sapu lidi yang dipakai?', Kartu 4: 'Mengapa sesepuh desa mengajarkan tradisi sedekah bumi sebelum panen?' (acuan pengelompokan benar: Kartu 2 dan 4 = Pertanyaan Penyelidikan Nilai; Kartu 1 dan 3 = Bukan Pertanyaan Penyelidikan Nilai) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid duduk dalam kelompok kerja (3-4 orang) untuk menyusun lembar rencana langkah operasional penyelidikan nilai kearifan lokal dengan memilih satu fokus tradisi lokal (misalnya: tradisi gotong royong rewang/sambatan, tradisi sedekah bumi/bersih desa, atau upacara adat penyambutan tamu) (5 menit).
  • Setiap kelompok merumuskan minimal 4 butir daftar pertanyaan operasional terarah pada tabel perencanaan penyelidikan yang mencakup: aspek yang diselidiki, rumusan kalimat tanya (apa/siapa/bagaimana/mengapa), dan sasaran narasumber yang relevan (kriteria penerimaan operasional: memuat minimal 4 pertanyaan dengan kata tanya yang sesuai, menanyakan bentuk tradisi, cara pelaksanaan, alasan dipertahankan, serta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menelaah kembali daftar pertanyaan kelompoknya menggunakan rubrik cek mandiri 4 indikator keterarahan pertanyaan: (1) kejelasan fokus tradisi, (2) ketepatan kata tanya, (3) penggalian nilai kearifan lokal, dan (4) kesesuaian narasumber (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya merencanakan daftar pertanyaan terarah sebelum melakukan penyelidikan di lapangan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap rancangan daftar pertanyaan yang telah disusun kelompok dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh format tabel perencanaan dengan panduan kata tanya operasional (apa, siapa, bagaimana, mengapa) bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pemantik kata kunci topik (gotong royong, musyawarah, pelestarian alam), sedangkan kelompok yang cepat merumuskan pertanyaan pelacak lanjutan (mengapa tradisi tersebut masih relevan untuk persatuan saat ini).
  • Produk: Kelompok menyusun draf rencana operasional penyelidikan dalam bentuk tabel terstruktur pada lembar kerja kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan pertanyaan penyelidikan di tahap pendahuluan: Guru menampilkan pertanyaan 'Apakah kamu suka makan tumpeng?'. Murid dinilai kemampuannya membedakan pertanyaan umum dan pertanyaan penyelidikan nilai kearifan lokal (kriteria penerimaan: murid mampu menyatakan pertanyaan tersebut belum tepat untuk penyelidikan nilai dan menyarankan perbaikan yang menanyakan makna/nilai seperti 'Apa makna tumpeng dalam tradisi syukuran?').

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok selama aktivitas 'Sortir Kartu Pertanyaan' dengan 4 kartu target (acuan kunci: Kartu 2 dan Kartu 4 tepat sebagai Pertanyaan Penyelidikan Nilai, sedangkan Kartu 1 dan Kartu 3 sebagai Bukan Pertanyaan Penyelidikan Nilai).
  • Pemeriksaan draf lembar rencana penyelidikan kelompok yang memuat minimal 4 pertanyaan terarah (kriteria: memuat aspek tradisi, proses pelaksanaan, alasan pelaksanaan, dan nilai kearifan lokal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Setiap murid menuliskan 1 pertanyaan operasional terbaik dari rencana kelompoknya pada secarik kertas tiket keluar (exit ticket) yang membuktikan kemampuannya merencanakan pertanyaan penggali nilai kearifan lokal (kriteria penerimaan: pertanyaan menggunakan kata tanya yang jelas dan fokus menanyakan nilai kebaikan, filosofi, atau aturan kearifan lokal dalam tradisi yang dipilih).

Formatif:

  • Penilaian performa kerja kelompok dalam merencanakan daftar pertanyaan penyelidikan kearifan lokal menggunakan lembar observasi dan rubrik analitik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perencanaan Langkah Operasional Penyelidikan (Penyusunan Daftar Pertanyaan)Menyusun kurang dari 2 pertanyaan penyelidikan operasional, atau pertanyaan yang disusun belum terarah pada penggalian nilai kearifan lokal.Menyusun 2-3 pertanyaan penyelidikan operasional, namun rumusan pertanyaan masih terbatas pada nama atau waktu pelaksanaan tanpa menggali makna/nilai kearifan lokal.Menyusun 4 pertanyaan operasional penyelidikan secara tepat dan terarah, mencakup aspek bentuk tradisi, tata cara, alasan pelaksanaan, serta nilai kearifan lokal yang berlaku.Menyusun lebih dari 4 pertanyaan operasional penyelidikan secara tepat, runtut, dan mendalam mencakup bentuk, tata cara, makna filosofis, nilai kearifan lokal, serta relevansinya terhadap keharmonisan masyarakat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh kelompok untuk merumuskan minimal 4 pertanyaan operasional penyelidikan terarah?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan penyusunan pertanyaan penyelidikan yang masih membutuhkan contoh permodelan lebih jelas bagi murid?

Murid:

  • Apa kesulitan utama yang kamu hadapi saat merumuskan pertanyaan untuk menggali nilai di balik suatu tradisi lokal?
  • Apakah daftar pertanyaan yang telah kamu dan kelompokmu rencanakan sudah cukup jelas untuk dipakai bertanya kepada narasumber?

Pertemuan 6 — Merencanakan Langkah Operasional dan Pembagian Tugas Penyelidikan Kearifan Lokal di Wilayah Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.3 Merencanakan langkah operasional penyelidikan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan murid dan melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid mengurutkan 3 langkah acak dalam penyelidikan: (A) Melakukan wawancara/observasi, (B) Menentukan topik dan menyusun pembagian tugas, (C) Menuliskan hasil pengamatan ke dalam tabel (acuan urutan logis: B - A - C) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merencanakan langkah operasional dan pembagian tugas kelompok untuk penyelidikan kearifan lokal di wilayah tempat tinggal (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai komponen penting rencana operasional penyelidikan kearifan lokal, yang mencakup: perumusan tujuan, sasaran narasumber/objek amatan, urutan tahapan kerja (persiapan, pelaksanaan, pencatatan), serta peran spesifik setiap anggota (pewawancara, pencatat, dokumentator/pengatur waktu) (10 menit).
  • Murid secara berkelompok menelaah contoh draf matriks perencanaan kerja penyelidikan kearifan lokal (misalnya tradisi gotong royong/upacara adat setempat) untuk memahami bagaimana langkah disusun secara runtut dan realistis (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mengikuti tantangan cepat 'Susun Misi Penyelidikan': memilih satu tema kearifan lokal setempat dan menyusun 4 kartu langkah kerja acak ke dalam urutan operasional yang tepat: Kartu 1: Menyiapkan daftar pertanyaan wawancara; Kartu 2: Menghubungi tokoh masyarakat/narasumber; Kartu 3: Melakukan observasi dan mencatat data lapangan; Kartu 4: Memeriksa kelengkapan catatan hasil (acuan: urutan 1-2-3-4) (10 menit).
  • Kelompok menyusun draf operasional resmi pada Lembar Rencana Penyelidikan, yang memuat rincian waktu, lokasi, alat bantu yang disiapkan, serta membagi peran operasional (ketua/koordinator, pewawancara, pencatat data, penanggung jawab perlengkapan) untuk tiap anggota secara adil dan jelas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukar draf rencana penyelidikan dengan kelompok sebelah untuk melakukan pemeriksaan silang (peer check) terhadap kelengkapan langkah operasional dan kejelasan pembagian tugas berdasarkan panduan cek guru (7 menit).
  • Kelompok memperbaiki rencana operasional berdasarkan catatan masukan dari kelompok lain agar siap digunakan pada tahap observasi berikutnya (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya merencanakan urutan kerja dan pembagian tugas yang jelas sebelum turun melakukan penyelidikan kearifan lokal (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap draf rencana yang telah disusun dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan disediakan templat tabel rencana kerja yang telah dilengkapi panduan pemantik peran, sedangkan kelompok yang mahir merancang tabel operasional mandiri dengan rincian jadwal waktu yang lebih rinci.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada kelompok yang kesulitan menentukan pembagian peran anggota, sementara kelompok mandiri berdiskusi secara otonom.
  • Produk: Format lembar rencana dapat disajikan dalam bentuk tabel matriks sederhana atau bagan alur operasional kerja kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: Murid diminta mengurutkan 3 tahapan penyelidikan: (A) Melakukan wawancara/observasi, (B) Menentukan topik dan menyusun pembagian tugas, (C) Menuliskan hasil pengamatan ke dalam tabel. Kriteria ketercapaian: murid menjawab urutan yang benar secara logis yaitu B - A - C.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menyusun 4 langkah urutan operasional pada tantangan kelompok (acuan urutan: Kartu 1 Menyiapkan daftar pertanyaan -> Kartu 2 Menghubungi tokoh masyarakat -> Kartu 3 Melakukan observasi & pencatatan -> Kartu 4 Memeriksa kelengkapan catatan).
  • Pemeriksaan draf Lembar Rencana Penyelidikan kelompok mencakup kelengkapan 4 elemen: urutan langkah operasional, sasaran amatan, jadwal/waktu, dan pembagian tugas per anggota.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil akhir draf Lembar Rencana Penyelidikan kearifan lokal kelompok. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat minimal 3 tahapan kerja yang runtut (persiapan, pelaksanaan, evaluasi catatan) serta mendistribusikan peran operasional spesifik (koordinator, pewawancara, pencatat) kepada seluruh anggota kelompok tanpa ada yang tidak bertugas.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyusunan lembar rencana operasional dan pembagian tugas penyelidikan kearifan lokal menggunakan lembar observasi/rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perencanaan Langkah Operasional PenyelidikanHanya mampu menyusun kurang dari 2 tahapan kerja penyelidikan dan urutannya belum runtut tanpa bimbingan penuh.Mampu menyusun 2 tahapan kerja penyelidikan secara runtut namun belum mencakup persiapan dan pengecekan data.Mampu menyusun minimal 3 tahapan kerja penyelidikan (persiapan, pelaksanaan, pencatatan) secara runtut dan operasional.Mampu menyusun 4 tahapan kerja penyelidikan secara lengkap, runtut, rinci dengan alokasi waktu dan kebutuhan alat yang jelas secara mandiri.
Pembagian Tugas PenyelidikanBelum mampu membagi tugas antaranggota atau hanya 1 anggota yang memegang seluruh peran.Membagi peran tugas namun ada anggota yang tidak memiliki peran spesifik dalam penyelidikan.Membagi peran operasional penyelidikan secara jelas kepada seluruh anggota (seperti koordinator, pewawancara, pencatat data).Membagi peran operasional secara merata, jelas, dan adil kepada seluruh anggota disertai rincian tanggung jawab kerja masing-masing secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh kelompok untuk menuntaskan draf operasional dan pembagian peran?
  • Apakah strategi tantangan pengurutan kartu berhasil membantu murid memahami alur logis penyelidikan kearifan lokal?

Murid:

  • Apa peran yang menjadi tanggung jawabku dalam penyelidikan kearifan lokal nanti?
  • Bagian mana dari rencana langkah operasional kelompok kami yang menurutmu paling menantang untuk dilaksanakan?

Pertemuan 7 — Melakukan Observasi Terarah untuk Menghimpun Data Nilai Kearifan Lokal pada Praktik Keseharian Warga Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.4 Melakukan observasi terarah untuk menghimpun data nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu melakukan observasi terarah untuk menghimpun data praktik nilai kearifan lokal pada warga sekolah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 3 pernyataan tindakan: (1) Menyapa bapak/ibu guru saat berpapasan di lorong, (2) Bersama-sama membersihkan kelas setelah jam istirahat, (3) Membiarkan sampah berserakan di bawah meja. Murid diminta mengangkat kartu hijau jika tindakan tersebut mencerminkan penerapan nilai kearifan lokal gotong royong/kesantunan dan kartu merah jika bukan (acuan: nomor 1 dan 2 hijau/mencerminkan nilai, nomor 3 merah/tidak mencerminkan nilai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok menyimak penjelasan instrumen lembar observasi terarah yang memuat 4 indikator perilaku nyata kearifan lokal di sekolah: (1) Perilaku gotong royong membersihkan lingkungan, (2) Sikap santun/tabik saat menyapa warga sekolah, (3) Musyawarah/kebersamaan saat berbagi tempat atau tugas, (4) Kepedulian menjaga fasilitas umum sekolah (5 menit).
  • Murid mempraktikkan simulasi kilat teknik observasi: mencatat fakta yang teramati secara objektif (keterlaksanaan tindakan dan catatan bukti situasi) menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bersama kelompoknya bergerak ke zona observasi yang ditentukan di lingkungan sekolah (kantin, halaman, perpustakaan, selasar kelas) dalam permainan 'Misi Detektif Kearifan Lokal' yang menantang dan menyenangkan (5 menit).
  • Murid melakukan observasi terarah secara langsung terhadap praktik keseharian warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, murid lain, penjaga sekolah) dan mencatat bukti fakta keterlaksanaannya pada tabel instrumen yang mencakup 4 indikator perilaku kearifan lokal (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid kembali ke kelas dan memeriksa kelengkapan data hasil catatan observasi pada lembar observasi masing-masing (5 menit).
  • Murid mengevaluasi kemudahan dan hambatan saat mengamati dan menghimpun data fakta kearifan lokal di lapangan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan proses observasi terarah yang telah dilaksanakan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketelitian pencatatan data dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar observasi dengan panduan perilaku terinci (contoh perilaku tampak) bagi kelompok yang memerlukan panduan, dan format lembar terbuka bagi kelompok yang siap mencatat rincian mandiri.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus pada kelompok yang masih ragu membedakan antara opini dan fakta teramati saat melakukan observasi di lapangan; kelompok mandiri mengamati secara independen sesuai zona.
  • Produk: Kelompok yang membutuhkan bimbingan cukup mengisi centang keterlaksanaan beserta 1 kalimat bukti teramati; kelompok mahir melengkapi catatan bukti teramati dengan rincian konteks kejadian secara utuh pada keempat indikator.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi pemahaman murid mengenai bukti tindakan nyata nilai kearifan lokal melalui respons kartu terhadap 3 pernyataan: (1) Menyapa bapak/ibu guru saat berpapasan di lorong, (2) Bersama-sama membersihkan kelas setelah jam istirahat, (3) Membiarkan sampah berserakan di bawah meja (acuan: pernyataan 1 dan 2 mencerminkan nilai kearifan lokal kesantunan dan gotong royong; pernyataan 3 bukan).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja observasi terarah murid selama kegiatan inti yang mencakup pengamatan langsung 4 indikator perilaku nilai kearifan lokal: (1) Gotong royong membersihkan lingkungan, (2) Sikap santun/tabik saat berpapasan, (3) Musyawarah/kebersamaan saat berbagi tempat/tugas, (4) Kepedulian menjaga fasilitas umum sekolah (acuan: terisinya status keterlaksanaan 'Terlaksana/Belum' serta catatan bukti konkret teramati untuk setiap indikator).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan kelengkapan data observasi kelompok di akhir sesi (acuan: lembar observasi terisi lengkap memuat data observasi untuk seluruh 4 indikator perilaku kearifan lokal warga sekolah beserta catatan bukti faktualnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid melakukan observasi terarah di zona sekolah dengan lembar pengamatan terarah 4 indikator keterlaksanaan nilai kearifan lokal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan Observasi Terarah Nilai Kearifan LokalMelakukan observasi tetapi hanya mencatat data pada 1 dari 4 indikator perilaku nilai kearifan lokal dan catatan bukti belum berupa fakta teramati.Melakukan observasi terarah dan mencatat data fakta pada 2 dari 4 indikator perilaku nilai kearifan lokal secara tepat dengan bimbingan.Melakukan observasi terarah dan mencatat data fakta keterlaksanaan pada 3 hingga 4 indikator perilaku nilai kearifan lokal warga sekolah secara mandiri dan faktual.Melakukan observasi terarah secara konsisten dan lengkap mencakup seluruh 4 indikator perilaku nilai kearifan lokal warga sekolah disertai catatan bukti faktual yang sangat rinci dan akurat tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk observasi di zona sekolah mencukupi bagi murid menghimpun data secara terarah?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam membedakan antara fakta perilaku yang teramati langsung dengan anggapan pribadi?

Murid:

  • Perilaku kearifan lokal apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu amati secara langsung di sekolah tadi?
  • Apakah catatan hasil observasimu sudah berupa fakta tindakan nyata yang benar-benar kamu lihat?

Pertemuan 8 — Melakukan Observasi Terarah Lanjutan untuk Melengkapi Data Survei Pelaksanaan Nilai Kearifan Lokal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.4 Melakukan observasi terarah untuk menghimpun data nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, mengondisikan kesiapan belajar, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru bersama murid memeriksa kelengkapan lembar instrumen observasi keterlaksanaan nilai kearifan lokal yang telah diperoleh pada Pertemuan 7 untuk mengecek target responden yang belum lengkap (acuan kesiapan: murid mampu menunjukkan instrumen survei dengan target 10 responden warga sekolah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan observasi terarah lanjutan untuk melengkapi data survei pelaksanaan 3 nilai kearifan lokal (gotong royong, musyawarah, dan kepedulian lingkungan) hingga genap 10 responden (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran mencermati 3 butir perilaku nilai kearifan lokal pada instrumen observasi: (1) Gotong royong: saling membantu membersihkan kelas/lingkungan tanpa diminta; (2) Musyawarah: menghargai giliran bicara saat membuat kesepakatan bersama; (3) Kepedulian lingkungan: membuang sampah pada tempatnya dan mematikan kran air yang meluap (8 menit).
  • Murid dalam kelompok mengidentifikasi jumlah responden yang masih kurang dari total kuota 10 orang warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, penjaga sekolah, atau teman lintas kelas) serta menentukan target sasaran observasi lanjutan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui tantangan berpasangan 'Detektif Data Kearifan Lokal', murid berpencar secara terarah di area sekolah yang telah ditentukan untuk melakukan observasi lanjutan dan survei keterlaksanaan 3 perilaku kearifan lokal kepada sisa responden hingga lengkap berjumlah 10 orang (15 menit).
  • Murid menghimpun data dan mencatat hasil pengamatan langsung secara objektif dengan membubuhkan tanda centang (Ya/Tidak) pada lembar observasi survei untuk setiap perilaku kearifan lokal yang diamati dari responden target (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid kembali ke kelas dan memeriksa ketuntasan pengisian data survei, memastikan seluruh 10 baris data responden telah terisi tanda centang secara lengkap pada 3 butir kearifan lokal tanpa ada data yang terlewat (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses pelaksanaan observasi terarah lanjutan dalam menghimpun data nilai kearifan lokal warga sekolah (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketelitian pencatatan data dan mengingatkan murid untuk menyimpan tabel hasil observasi yang telah lengkap guna dianalisis pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar instrumen observasi berformat peruntukan responden spesifik bagi kelompok yang membutuhkan panduan visual.
  • Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan pendampingan, guru membatasi zona observasi di koridor terdekat; bagi kelompok yang mandiri, observasi diarahkan mencakup staf tata usaha dan kantin.
  • Produk: Tabel survei terisi lengkap 10 responden dengan tanda centang keterlaksanaan pada 3 butir nilai kearifan lokal.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan diagnostik terhadap lembar survei dari Pertemuan 7: Murid diminta menunjukkan jumlah responden yang sudah terhimpun datanya dan menyebutkan sisa target responden yang harus dilengkapi pada pertemuan ini (acuan: lembar membawa data responden sebelumnya dan secara tepat menyebutkan sisa responden hingga genap 10 orang).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja saat murid melakukan observasi terarah lanjutan: mengamati keteraturan pengisian centang (Ya/Tidak) pada tabel untuk 3 perilaku kearifan lokal: (1) Gotong royong (kerja bakti/piket bersama), (2) Musyawarah (menghargai pendapat saat diskusi), (3) Kepedulian lingkungan (memilah sampah/menjaga kebersihan fasilitas sekolah) pada responden sasaran.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir ketuntasan tabel survei observasi: guru memeriksa bahwa 10 baris responden warga sekolah terisi penuh dengan tanda centang (Ya/Tidak) pada ketiga indikator nilai kearifan lokal tanpa ada kolom rumpang (acuan: lengkap 10 data responden terhimpun dan tercatat secara utuh).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelaksanaan observasi terarah lanjutan melengkapi data survei 10 responden warga sekolah menggunakan rubrik penilaian
  • Pemeriksaan kelengkapan isian tabel data survei pelaksanaan nilai kearifan lokal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan observasi terarah menghimpun data nilai kearifan lokalMelakukan observasi terarah tetapi data yang terhimpun pada tabel survei belum melengkapi kuota responden (kurang dari 6 dari 10 responden) dan masih membutuhkan bimbingan penuh.Melakukan observasi terarah dan berhasil melengkapi data survei untuk 6 hingga 7 dari 10 responden warga sekolah dengan catatan observasi yang cukup terarah.Melakukan observasi terarah secara mandiri dan berhasil menghimpun data survei pelaksanaan 3 nilai kearifan lokal secara lengkap untuk 8 hingga 9 dari 10 responden warga sekolah.Melakukan observasi terarah secara mandiri, tertib, dan menghimpun seluruh data survei pelaksanaan 3 nilai kearifan lokal secara utuh untuk tepat 10 dari 10 responden warga sekolah tanpa ada data yang rumpang.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit untuk kegiatan observasi lapangan lanjutan mencukupi bagi setiap kelompok dalam melengkapi kuota 10 responden?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam menerapkan instrumen observasi terarah saat mengamati perilaku warga sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari pengamatan keterlaksanaan nilai kearifan lokal yang paling mudah dan paling sulit dicatat pada lembar observasi?
  • Apakah seluruh target 10 responden pada tabel observasi kelompokmu sudah terisi lengkap hari ini?

Pertemuan 9 — Menganalisis Data dan Informasi Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal dalam Bentuk Tabel untuk Menjelaskan Maknanya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.5 Menganalisis data dan informasi hasil penyelidikan tentang kearifan lokal dalam bentuk tabel untuk menjelaskan maknanya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengolah dan menganalisis data hasil survei nilai kearifan lokal dalam tabel serta menarik kesimpulan mengenai maknanya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan sebuah tabel data mini di papan tulis berisi frekuensi pelaksanaan kerja bakti di kelas: 'Selalu: 8 anak, Jarang: 2 anak', lalu menanyakan pertanyaan diagnostik: 'Berdasarkan tabel ini, apakah kebiasaan kerja bakti di kelas kita tergolong masih kuat atau mulai luntur? Apa maknanya?' (acuan jawaban: tergolong masih sangat kuat/sering dilakukan karena mayoritas [8 dari 10 anak] memilih selalu; maknanya nilai gotong royong masih terpelihara dengan baik di kelas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan analisis tabel data hasil survei kearifan lokal: membaca jumlah frekuensi ('Ya' / 'Tidak'), membandingkan proporsi pelaksanaan nilai, dan menafsirkan arti di balik angka tersebut (bermakna: angka menunjukkan apakah tradisi/nilai masih lestari atau membutuhkan pelestarian kembali) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan kuis cepat 'Tebak Makna Data' (game menggembirakan): guru menampilkan 3 kasus tabel data kearifan lokal dan setiap pasangan berlomba menuliskan maknanya secara tepat pada papan mini kelompok dalam waktu singkat: Kasus 1 'Sapa Senyum Salam': 9 Ya, 1 Tidak (acuan makna: nilai keramahan/penghormatan sangat lestari); Kasus 2 'Makan Bersama Tradisional': 2 Ya, 8 Tidak (acuan makna: nilai kebersamaan makan bersama mulai jarang dipraktikkan); Kasus 3 'Musyawarah Kelas': 10 Ya, 0 Tidak (acuan makna: nilai musyawarah mufakat dipraktikkan secara utuh/sangat tinggi) (12 menit).
  • Setiap kelompok membuka data hasil survei 10 responden warga sekolah yang telah dihimpun pada pertemuan 7-8, lalu memindahkan dan menghitung frekuensi ke dalam Tabel Analisis Data Kearifan Lokal pada lembar kerja (13 menit).
  • Murid menganalisis setiap baris data dalam tabel (mencakup nilai kearifan lokal gotong royong, musyawarah, tegur sapa, dan kepedulian lingkungan), menghitung persentase/perbandingan keterlaksanaan, dan merumuskan penjelasan makna keterlaksanaan nilai tersebut dalam 2-3 kalimat penjelasan per baris (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali apakah penjelasan makna yang mereka tulis sudah sesuai dengan data angka pada tabel, lalu menuliskan satu refleksi singkat mengenai pentingnya membaca data tabel secara cermat sebelum menarik simpulan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses pengolahan dan analisis data tabel yang dilakukan murid, serta memberikan umpan balik langsung terhadap temuan makna kearifan lokal (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa data tabel membantu membuktikan secara nyata kelestarian nilai kearifan lokal di lingkungan sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel yang sudah dilengkapi rumus panduan penghitungan frekuensi dan templat kalimat pemaknaan; murid yang lebih cepat diberikan data survei dengan kategori nilai yang lebih kompleks.
  • Proses: Bagi kelompok yang kesulitan, guru mendampingi langkah demi langkah penghitungan data tabel; bagi kelompok yang mandiri, guru memberikan kebebasan merumuskan analisis makna secara mendalam.
  • Produk: Analisis disajikan dalam lembar kerja tabel analisis data; kelompok cepat menambahkan kolom rekomendasi pelestarian berdasarkan temuan tabel.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman membaca tabel frekuensi: Guru menampilkan data mini 'Selalu: 8, Jarang: 2' terkait kerja bakti, murid diminta menjawab apakah nilai masih kuat dan apa maknanya (acuan jawaban benar: nilai masih kuat/lestari karena 8 dari 10 murid memilih selalu; maknanya warga kelas memiliki kepedulian tinggi terhadap gotong royong kebersihan).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengelompokkan frekuensi data survei 10 responden ke dalam tabel analisis kearifan lokal.
  • Pemeriksaan ketepatan analisis data tabel: Memastikan interpretasi makna selaras dengan angka 'Ya' dan 'Tidak' pada tabel (acuan: bila 'Ya' >= 7 maka bermakna nilai masih lestari/terjaga; bila 'Ya' 4-6 bermakna nilai cukup terjaga namun fluktuatif; bila 'Ya' <= 3 bermakna nilai mulai memudar/jarang dipraktikkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja: Murid menuliskan kesimpulan umum dari seluruh baris data tabel kearifan lokal yang telah dianalisis (kriteria penerimaan: kesimpulan memuat status kelestarian minimal 3 nilai kearifan lokal yang diteliti dan alasan maknanya berdasarkan perbandingan jumlah data Ya/Tidak pada tabel).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengolahan data tabel penyelidikan dan analisis makna data melalui lembar kerja analisis data

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penyajian Data dalam TabelMenyajikan data hasil penyelidikan ke dalam tabel kurang dari 2 baris data secara tepat sesuai data mentah survei.Menyajikan data hasil penyelidikan ke dalam tabel sebanyak 2-3 baris data secara tepat sesuai data mentah survei.Menyajikan seluruh data hasil penyelidikan (4 baris nilai kearifan lokal: gotong royong, musyawarah, tegur sapa, kepedulian lingkungan) ke dalam tabel secara tepat dan lengkap sesuai data mentah survei.Menyajikan seluruh data hasil penyelidikan (4 baris nilai kearifan lokal) ke dalam tabel secara tepat, lengkap, rapi, dan mandiri tanpa kesalahan rekapitulasi data.
Analisis dan Penjelasan Makna Data TabelBelum mampu menjelaskan makna dari angka data tabel atau penjelasan tidak sesuai dengan perolehan angka data.Menjelaskan makna data tabel hanya untuk 1-2 nilai kearifan lokal secara tepat sesuai pola data angka.Menjelaskan makna data tabel untuk 3-4 nilai kearifan lokal secara tepat berdasarkan pola data perbandingan keterlaksanaan (Ya/Tidak).Menjelaskan makna data tabel untuk seluruh (4) nilai kearifan lokal secara tepat, mendalam, dan logis ditinjau dari bukti perbandingan angka data pada tabel.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membaca pola data numerik sederhana dalam tabel untuk dikaitkan dengan fenomena nyata kearifan lokal?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis tabel yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apa kemudahan dan kesulitan yang kamu hadapi saat mengubah data jawaban survei menjadi tabel dan membaca maknanya?
  • Nilai kearifan lokal apa yang berdasarkan data tabel kelompokmu ternyata paling sering dan paling jarang dilaksanakan di sekolah?

Pertemuan 10 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Berargumen Melalui Media Presentasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan keragaman budaya dan kearifan lokal secara utuh ditunjang argumen dalam media presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan keragaman budaya dan kearifan lokal menggunakan media presentasi yang ditunjang argumen (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta mengangkat kartu Benar atau Salah untuk 2 pernyataan awal: (1) 'Menyampaikan hasil penyelidikan cukup menyebut nama tradisinya saja tanpa menjelaskan makna nilainya' (Acuan: Salah, harus utuh memuat tradisi, data temuan, dan makna nilai); (2) 'Argumen dalam penyampaian hasil penyelidikan harus didukung oleh data fakta hasil pengamatan' (Acuan: Benar) (4 menit).
  • Guru memberikan pengantar alur simulasi komunikasi hasil penyelidikan menggunakan media presentasi yang telah disiapkan murid (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan struktur utuh dalam mengomunikasikan hasil penyelidikan melalui media presentasi (poster/bagan visual): mencakup (1) ragam budaya/tradisi yang diselidiki, (2) data fakta kearifan lokal yang ditemukan, dan (3) argumen penguat pentingnya nilai tersebut bagi persatuan (5 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Cek Kelengkapan Argumen': guru menampilkan contoh kalimat rumpang pada papan tulis ('Tradisi gotong royong ... penting dilestarikan KARENA berdasarkan data ... dapat mempererat ...') dan murid secara berpasangan melengkapi bagian fakta pendukung dan alasan penguatnya untuk memastikan pemahaman komponen argumen (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyiapkan media presentasi masing-masing dan memeriksa kembali keselarasan antara data tabel hasil penyelidikan sebelumnya dengan argumen yang akan disampaikan (5 menit).
  • Murid melakukan simulasi mengomunikasikan hasil penyelidikan secara berpasangan (Peer Presentation): satu murid mengomunikasikan seluruh hasil penyelidikan keragaman budaya dan kearifan lokal menggunakan media visual dan menyampaikan argumen pendukungnya, sementara pasangannya menyimak keterpenuhan 3 komponen penyampaian (15 menit).
  • Murid bergantian peran dengan pasangannya untuk mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara utuh dan menyampaikan argumen berbasis data penyelidikan masing-masing (15 menit).
  • Perwakilan murid mengomunikasikan hasil penyelidikan keragaman budaya daerahnya di depan kelas secara utuh ditunjang argumen logis menggunakan media presentasinya (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling bertukar catatan penilaian diri dan rekan mengenai keutuhan penyampaian hasil penyelidikan dan ketepatan argumen yang diajukan selama simulasi (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya keutuhan informasi dan kekuatan data argumen saat mengomunikasikan keragaman budaya serta nilai kearifan lokal (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap unjuk komunikasi murid serta mengarahkan persiapan portofolio untuk pelaksanaan asesmen sumatif di pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan frasa pembuat argumen (misal: 'Berdasarkan data observasi...', 'Hal ini membuktikan bahwa...') bagi murid yang membutuhkan perancah.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi perumusan kalimat argumen sebelum simulasi; bagi murid yang sudah terampil, diberikan kesempatan menyusun dua argumen pembanding berdasarkan data penyelidikannya.
  • Produk: Media presentasi dapat berupa bagan infografis kertas karton, lembar intisari visual, atau salindia digital sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat pemahaman komponen komunikasi ilmiah melalui 2 butir pernyataan: (1) 'Penyampaian hasil cukup menyebut nama budaya saja tanpa makna nilai' (Acuan: Salah, harus utuh mencakup nama tradisi, fakta data, dan makna nilai); (2) 'Argumen dalam presentasi harus didukung data hasil observasi' (Acuan: Benar)

Proses:

  • Formatif unjuk kerja komunikasi berpasangan: Mengamati apakah murid menyampaikan 3 komponen utuh (identitas tradisi, data temuan kearifan lokal, dan argumen penguat berbasis bukti) dengan panduan media presentasi (Kriteria: terpenuhi ketiga komponen secara runut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 1 bukti data utama dari hasil penyelidikannya yang paling kuat dijadikan argumen untuk menjaga kearifan lokal (Kriteria penerimaan: pernyataan memuat kaitan langsung antara fakta temuan penyelidikan dengan alasan pentingnya nilai kearifan lokal tersebut).

Formatif:

  • Tes cepat lisan/kartu respons diagnostik kesiapan komponen komunikasi hasil penyelidikan
  • Observasi unjuk kerja mengomunikasikan hasil penyelidikan dan kekuatan argumen pada media presentasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Komunikasi Hasil PenyelidikanMengomunikasikan hasil penyelidikan hanya memuat 1 komponen (hanya menyebutkan nama tradisi/budaya tanpa data dan tanpa makna).Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sebagian dengan memuat 2 komponen (nama tradisi dan data temuan, namun belum memuat makna nilai kearifan lokal).Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh memuat 3 komponen lengkap (nama ragam tradisi, data fakta temuan, dan makna nilai kearifan lokal) secara mandiri.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh memuat 3 komponen lengkap (nama tradisi, data fakta, makna nilai) secara mendalam, konsisten, dan runtut dari awal hingga akhir.
Pemberian Argumen dalam Media PresentasiMenyampaikan media presentasi tanpa argumen pendukung atau alasan tidak relevan dengan data penyelidikan.Menyampaikan media presentasi ditunjang argumen sederhana namun belum merujuk pada bukti data hasil penyelidikan.Menyampaikan media presentasi ditunjang argumen logis yang secara tepat bersandar pada bukti data hasil penyelidikan kearifan lokal.Menyampaikan media presentasi ditunjang argumen yang kuat, logis, dan secara utuh mengaitkan data hasil penyelidikan dengan peran kearifan lokal dalam mempererat kebhinekaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk berlatih mengomunikasikan hasil penyelidikannya?
  • Bagaimana kesiapan murid dalam menghubungkan data hasil penyelidikan dengan argumen yang mereka sampaikan di media presentasi?

Murid:

  • Bagian mana dari hasil penyelidikan budayamu yang paling meyakinkan saat kamu komunikasikan kepada teman?
  • Apakah media presentasi yang kamu gunakan sudah membantumu menyampaikan argumen secara jelas?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  • TP 6.4.2 Mengamati fenomena tradisi dan kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
  • TP 6.4.3 Merencanakan langkah operasional penyelidikan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  • TP 6.4.4 Melakukan observasi terarah untuk menghimpun data nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
  • TP 6.4.5 Menganalisis data dan informasi hasil penyelidikan tentang kearifan lokal dalam bentuk tabel untuk menjelaskan maknanya
  • TP 6.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan keragaman budaya dan kearifan lokal secara utuh ditunjang argumen dalam media presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, mengecek kesiapan fisik murid, dan memposisikan 7 kelompok penyelidikan pada stan karya masing-masing (2 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan sesi sumatif bab, yaitu verifikasi portofolio penyelidikan berkas (TP 6.4.1 s.d. 6.4.5) serta pelaksanaan unjuk kerja presentasi kelompok (TP 6.4.6) sesuai jadwal 5 menit per kelompok (3 menit presentasi + 2 menit umpan balik/tanggapan guru) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok menyimak penjelasan guru mengenai kriteria penilaian portofolio penyelidikan dan rubrik unjuk kerja presentasi lisan berbantuan poster/buku saku (3 menit).
  • Setiap kelompok memeriksa kelengkapan 5 komponen artefak portofolio di stan masing-masing: (1) uraian temuan keragaman budaya dan kearifan lokal pemersatu, (2) catatan pengamatan tradisi sekitar, (3) rancangan langkah penyelidikan dan daftar pertanyaan narasumber, (4) lembar instrumen observasi/survei terisi dari warga sekolah, dan (5) tabel tabulasi data beserta analisis tertulis tentang dampaknya bagi kerukunan warga (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru menilai artefak bundel portofolio terstruktur dari ke-7 kelompok berdasarkan kriteria kelengkapan dan ketajaman analisis dampak kearifan lokal terhadap kerukunan (acuan isi portofolio: identifikasi tradisi lokal pemersatu, log observasi fenomena, lembar perencanaan wawancara 5W+1H, data survei minimal 5 responden warga sekolah, dan tabel tabulasi frekuensi praktik kearifan lokal beserta analisis simpulan) sembari kelompok mempersiapkan presentasi stan (25 menit).
  • Masing-masing dari 7 kelompok secara bergantian melaksanakan unjuk kerja presentasi lisan berargumen selama 5 menit di hadapan guru (3 menit pemaparan simpulan hasil penyelidikan keragaman budaya dan nilai kearifan lokal pemersatu bangsa + 2 menit tanya jawab/tanggapan guru; total 7 kelompok x 5 menit = 35 menit tuntas dinilai) berbantuan media poster atau buku saku karya kelompok (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok merefleksikan proses penyelesaian seluruh rangkaian penyelidikan kearifan lokal dari tahap observasi, penyusunan instrumen, survei, hingga presentasi akhir bab (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum terhadap pencapaian belajar murid dalam Bab 4 tentang peran kearifan lokal sebagai warisan leluhur pengikat persatuan bangsa (1 menit).
  • Guru mengumpulkan bundel portofolio penyelidikan final dan lembar penilaian unjuk kerja, lalu menutup rangkaian bab dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: materi rujukan disediakan dalam bentuk salinan cetak tabel panduan bagi kelompok yang memerlukan bantuan keterbacaan data, tanpa mengubah kriteria penilaian portofolio.
  • Proses: Akomodasi akses: kelompok dapat membagi peran berbicara secara fleksibel saat presentasi stan (misalnya pembuka, penyaji data, penyimpul argumen) agar setiap anggota berkontribusi optimal sesuai perannya.
  • Produk: Akomodasi format media peraga presentasi: kelompok diperbolehkan menggunakan media unjuk kerja berupa poster dinding stan atau buku saku ringkasan penyelidikan dengan substansi argumen kearifan lokal yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi laporan portofolio penyelidikan dan gelar wicara kelompok berbasis stan karya: Portofolio berkas penyelidikan kearifan lokal (memuat uraian kebhinekaan, catatan observasi, rancangan kerja, data survei terisi, dan tabel analisis) serta unjuk kerja presentasi kelompok berbantuan poster/buku saku tentang nilai persatuan bangsa
  • Penugasan portofolio terstruktur: Bundel lembar kerja portofolio kelompok yang berisi: (1) uraian temuan keragaman budaya dan kearifan lokal pemersatu, (2) catatan pengamatan tradisi sekitar, (3) rancangan langkah penyelidikan dan daftar pertanyaan narasumber, (4) lembar instrumen observasi/survei yang terisi data dari warga sekolah, serta (5) tabel tabulasi data kearifan lokal beserta analisis tertulis tentang dampaknya bagi kerukunan warga (35 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian portofolio penyelidikan dan kunci penskoran analisis)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyajian lisan hasil penyelidikan secara utuh dan berargumen oleh masing-masing kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, dinilai bergantian 5 menit per kelompok: 3 menit presentasi + 2 menit tanggapan guru; 7 x 5 menit = 35 menit, seluruh kelas tuntas dinilai) dengan media peraga poster atau buku saku (35 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: keutuhan simpulan, ketajaman argumen persatuan, dan kejelasan komunikasi))

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi laporan portofolio penyelidikan dan gelar wicara kelompok berbasis stan karya: Portofolio berkas penyelidikan kearifan lokal (memuat uraian kebhinekaan, catatan observasi, rancangan kerja, data survei terisi, dan tabel analisis) serta unjuk kerja presentasi kelompok berbantuan poster/buku saku tentang nilai persatuan bangsa
  • Penugasan portofolio terstruktur: Bundel lembar kerja portofolio kelompok yang berisi: (1) uraian temuan keragaman budaya dan kearifan lokal pemersatu, (2) catatan pengamatan tradisi sekitar, (3) rancangan langkah penyelidikan dan daftar pertanyaan narasumber, (4) lembar instrumen observasi/survei yang terisi data dari warga sekolah, serta (5) tabel tabulasi data kearifan lokal beserta analisis tertulis tentang dampaknya bagi kerukunan warga (35 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian portofolio penyelidikan dan kunci penskoran analisis)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyajian lisan hasil penyelidikan secara utuh dan berargumen oleh masing-masing kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, dinilai bergantian 5 menit per kelompok: 3 menit presentasi + 2 menit tanggapan guru; 7 x 5 menit = 35 menit, seluruh kelas tuntas dinilai) dengan media peraga poster atau buku saku (35 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: keutuhan simpulan, ketajaman argumen persatuan, dan kejelasan komunikasi))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Ketepatan Portofolio Penyelidikan Kearifan Lokal (TP 6.4.1 s.d. TP 6.4.5; Acuan 5 komponen: 1. Uraian keragaman budaya/kearifan lokal pemersatu, 2. Catatan pengamatan tradisi sekitar, 3. Rancangan langkah kerja & daftar pertanyaan, 4. Instrumen survei terisi data warga sekolah, 5. Tabel tabulasi data & analisis tertulis)Portofolio hanya memuat 1-2 komponen dari 5 acuan komponen, dan tabel data belum dianalisis maknanya secara tertulis.Portofolio memuat 3-4 komponen dari 5 acuan komponen, dengan analisis tabel data yang masih belum lengkap menjelaskan maknanya bagi persatuan.Portofolio memuat lengkap seluruh 5 komponen acuan, dengan tabel data terisi tepat dan analisis tertulis memuat penjelasan makna nilai kearifan lokal bagi kerukunan.Portofolio memuat lengkap seluruh 5 komponen acuan secara mandiri dan sistematis, dengan tabel analisis data yang tajam mengaitkan nilai kearifan lokal dengan penguatan kebhinekaan warga secara utuh.
Keutuhan Simpulan dan Ketajaman Argumen Presentasi (TP 6.4.6; Acuan: penyampaian simpulan hasil penyelidikan secara utuh, penegasan argumen peran kearifan lokal sebagai pemersatu bangsa, dan kelancaran komunikasi media peraga)Menyampaikan simpulan hasil penyelidikan secara terputus-putus, belum memuat argumen nilai persatuan kearifan lokal, serta media peraga tidak dimanfaatkan saat berbicara.Menyampaikan simpulan hasil penyelidikan namun argumen tentang kearifan lokal sebagai pemersatu bangsa belum didukung bukti data penyelidikan secara runtut.Menyampaikan simpulan penyelidikan secara utuh dan terstruktur dengan argumen yang jelas bahwa nilai kearifan lokal merekatkan persatuan bangsa, didukung media poster/buku saku.Menyampaikan simpulan penyelidikan secara utuh, lugas, dan meyakinkan dengan argumen berbasis data tabel yang membuktikan kearifan lokal sebagai pemersatu bangsa secara kontekstual di lingkungan sekitar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 5 menit per kelompok (3 menit presentasi + 2 menit tanggapan) efektif memotret kompetensi berbicara berargumen seluruh kelompok?
  • Bagaimana ketercapaian pemahaman murid terhadap keterkaitan kearifan lokal dengan penguatan persatuan nasional berdasarkan bundel portofolio yang dihimpun?

Murid:

  • Bagian penyelidikan mana (perencanaan, wawancara/survei, tabulasi tabel, atau presentasi) yang paling memperjelas pemahamanmu tentang kearifan lokal?
  • Bagaimana kelompokmu membuktikan kepada guru bahwa nilai kearifan lokal di lingkungan sekitar benar-benar dapat menjaga kerukunan dan persatuan bangsa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen RI, 2025
  2. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen RI, 2025, Bab 4
  3. Set kartu permainan 'Pencari Jejak Kearifan' (kartu tradisi dan kartu nilai kearifan lokal)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Penemuan Kearifan Lokal Lingkungan Tempat Tinggal
  5. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025, Bab IV
  6. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025, Bab IV Halaman 95-102
  7. Set kartu edukatif 'Jejak Budaya Nusantara' (4 pasang tradisi dan nilai kebinekaan)
  8. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD (Kemendikbudristek 2025) Bab 4
  9. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD Bab 4 'Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa'
  10. Rekaman audio cuplikan cerita rakyat/tutur tradisi lisan dan pertunjukan kesenian musik/tari daerah
  11. Lembar Kerja Murid (Tabel Pengamatan Tradisi Lisan dan Kesenian Lokal)
  12. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI Kemendikdasmen 2025 Bab IV
  13. Buku Siswa IPAS Kelas VI Kemendikdasmen 2025 Bab IV
  14. Kartu gambar fenomena sosial warga dan lembar kerja tabel pencatatan pengamatan
  15. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022) Bab 4
  16. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022) Bab 4 Halaman 91-98
  17. Set Kartu Sortir Pertanyaan Penyelidikan (4 kartu stimulus)
  18. Lembar Kerja Rencana Operasional Penyelidikan (Tabel Pertanyaan dan Sasaran Narasumber)
  19. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2025)
  20. Buku Siswa IPAS SD Kelas VI Bab 4 (Kemendikbudristek 2025)
  21. Set kartu langkah operasional penyelidikan
  22. Lembar Kerja Rencana Operasional Penyelidikan Kearifan Lokal
  23. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025), Bab IV
  24. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI, Bab IV
  25. Lembar Observasi Terarah Nilai Kearifan Lokal Warga Sekolah
  26. Lingkungan fisik dan warga sekolah (area kantin, selasar, perpustakaan, lapangan)
  27. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025 Bab IV
  28. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025 Bab IV (Tabel Survei Kearifan Lokal halaman 98-99)
  29. Lembar Observasi Survei Pelaksanaan Nilai Kearifan Lokal (Tabel 10 responden x 3 butir nilai: Gotong royong, Musyawarah, Kepedulian Lingkungan)
  30. Papan jalan (clipboard) dan alat tulis untuk pencatatan observasi lapangan
  31. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
  32. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025) Bab IV
  33. Lembar kerja tabel rekapitulasi dan analisis data survei kearifan lokal
  34. Papan tulis / slide kasus data kuis tebak makna
  35. Tabel data hasil penyelidikan kearifan lokal karya murid dari pertemuan sebelumnya
  36. Media presentasi karya murid (karton visual/infografis/salindia)
  37. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI Bab 4 (Kemendikdasmen, 2025)
  38. Bundel berkas lembar kerja portofolio penyelidikan kearifan lokal kelompok
  39. Media presentasi poster stan karya / buku saku penyelidikan kelompok
  40. Lembar rubrik asesmen sumatif portofolio dan unjuk kerja presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.