Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Jenis-Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Jenis-Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Jenis-Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan

IPAS - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Jenis-Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikJenis-Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan jenis-jenis gangguan pada sistem pernapasan (asma, bronkitis, pneumonia, tuberkulosis, influenza) beserta penyebab dan gejalanya.
  2. Murid dapat membandingkan penyebab gangguan pernapasan yang berasal dari faktor infeksi (virus/bakteri) dengan faktor lingkungan dan gaya hidup.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu atau orang di sekitarmu mengalami batuk berkepanjangan atau sesak napas? Menurutmu, apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
  2. Mengapa orang yang tinggal di kota besar lebih sering terkena gangguan pernapasan dibandingkan orang di desa yang udaranya bersih?
  3. Apakah semua gangguan pernapasan disebabkan oleh kuman? Apa buktinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid melakukan pernapasan dalam secara sadar selama 30 detik untuk merasakan kerja sistem pernapasan mereka.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan di sticky note satu gangguan pernapasan yang mereka ketahui beserta penyebabnya (2 menit).
  • Guru menampilkan dua gambar situasi (jalanan macet penuh asap vs taman hijau) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Menurutmu, di tempat mana orang lebih mudah terkena gangguan pernapasan? Mengapa?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks 'Gangguan Pernapasan' pada Buku Siswa halaman 47-48 secara mandiri sambil menandai informasi penting tentang nama gangguan, penyebab, dan gejalanya.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Sebutkan gangguan pernapasan apa saja yang kalian temukan dalam bacaan?' Guru mencatat jawaban di papan tulis dalam bentuk daftar.
  • Guru menjelaskan secara ringkas lima jenis gangguan pernapasan (asma, bronkitis, pneumonia, tuberkulosis, influenza) menggunakan media visual (gambar/poster) dengan menekankan perbedaan penyebab: infeksi virus/bakteri vs faktor lingkungan dan gaya hidup vs faktor genetik.
  • Murid mencatat ringkasan dalam tabel sederhana di buku tugas dengan kolom: Nama Gangguan, Penyebab, Gejala Utama.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok (4-5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima satu set 'Kartu Gangguan Pernapasan' yang berisi informasi tentang 5 gangguan pernapasan.
  • Guru menyiapkan 4 Pos Klinik di sudut kelas, masing-masing berisi satu ilustrasi kasus pasien dengan gejala tertentu.
  • Setiap kelompok mengunjungi tiap pos, membaca ilustrasi kasus, lalu mencocokkan kartu gangguan yang paling sesuai dengan kasus tersebut dan menuliskan alasannya.
  • Setelah semua pos dikunjungi, kelompok mengisi tabel perbandingan: mengelompokkan gangguan berdasarkan penyebab (faktor infeksi vs faktor lingkungan/gaya hidup) dan mendiskusikan pola yang ditemukan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis perbandingan mereka di depan kelas (2 menit per kelompok).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk dan bertanya: 'Dari kegiatan tadi, apa yang paling mengejutkan atau baru kalian ketahui tentang gangguan pernapasan?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku tugas: (1) Satu hal baru yang dipelajari, (2) Satu hal yang masih ingin diketahui lebih lanjut, (3) Satu tindakan nyata yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan.
  • Guru memberikan penguatan: menegaskan bahwa memahami penyebab gangguan pernapasan membantu kita mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat (kuis individu) tentang jenis gangguan, penyebab, dan perbandingan faktor infeksi vs lingkungan.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini secara kolaboratif.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan tabel gangguan pernapasan yang sudah terisi sebagian (scaffolded) sebagai panduan saat membaca. Murid cepat diberikan tambahan teks tentang ISPA dan kanker paru-paru untuk memperluas wawasan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dipasangkan dengan teman sebaya (peer tutor) saat kegiatan Pos Klinik. Murid cepat berperan sebagai 'konsultan ahli' yang membantu kelompok lain memverifikasi jawaban.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup mengisi tabel perbandingan dengan bantuan kata kunci. Murid cepat diminta menuliskan paragraf penjelasan singkat mengapa suatu gangguan termasuk kategori infeksi atau lingkungan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note satu gangguan pernapasan yang mereka ketahui beserta penyebabnya. Guru menggunakan hasil ini untuk mengetahui pengetahuan awal dan miskonsepsi murid.

Proses:

  • Guru mengamati ketepatan murid dalam mencocokkan Kartu Gangguan Pernapasan dengan ilustrasi kasus di setiap Pos Klinik.
  • Guru memeriksa kelengkapan dan keakuratan tabel perbandingan penyebab gangguan pernapasan (faktor infeksi vs faktor lingkungan/gaya hidup) yang diisi kelompok.
  • Guru mendengarkan presentasi kelompok dan memberikan umpan balik langsung terhadap penalaran murid.

Akhir:

  • Kuis individu tertulis berisi 3 soal: (1) Sebutkan 3 jenis gangguan pernapasan beserta penyebabnya, (2) Jelaskan perbedaan antara gangguan pernapasan yang disebabkan infeksi dan yang disebabkan faktor lingkungan, berikan masing-masing 1 contoh, (3) Seorang anak sering sesak napas saat udara dingin dan terpapar debu — gangguan apa yang kemungkinan dialaminya? Jelaskan alasanmu.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelas dan kegiatan Pos Klinik.
  • Pemeriksaan tabel perbandingan gangguan pernapasan yang dibuat kelompok.
  • Refleksi tertulis murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Kuis individu tertulis (3 soal) di akhir pembelajaran tentang jenis gangguan, penyebab, gejala, dan perbandingan faktor penyebab.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan jenis gangguan pernapasan beserta penyebab dan gejala (TP 6.2.7.1)Murid belum dapat menyebutkan jenis gangguan pernapasan atau menyebutkan dengan banyak kesalahan.Murid dapat menyebutkan 1-2 jenis gangguan pernapasan tetapi belum tepat dalam menjelaskan penyebab atau gejalanya.Murid dapat menjelaskan 3-4 jenis gangguan pernapasan beserta penyebab dan gejalanya dengan tepat.Murid dapat menjelaskan 5 jenis gangguan pernapasan (asma, bronkitis, pneumonia, tuberkulosis, influenza) beserta penyebab dan gejalanya secara lengkap dan tepat, serta memberikan contoh situasi nyata.
Membandingkan penyebab gangguan pernapasan faktor infeksi vs faktor lingkungan/gaya hidup (TP 6.2.7.2)Murid belum dapat membedakan penyebab gangguan pernapasan berdasarkan faktor infeksi maupun lingkungan.Murid dapat menyebutkan bahwa ada perbedaan penyebab tetapi belum dapat memberikan contoh yang tepat atau pengelompokan masih keliru.Murid dapat mengelompokkan gangguan pernapasan berdasarkan penyebab (infeksi vs lingkungan/gaya hidup) dengan tepat dan memberikan alasan sederhana.Murid dapat membandingkan penyebab gangguan pernapasan secara sistematis, memberikan contoh tepat untuk setiap kategori, dan menjelaskan hubungan antara faktor penyebab dengan upaya pencegahan.
Kolaborasi dan komunikasi dalam kerja kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian tugas.Murid terlibat secara pasif dalam kelompok, sesekali memberikan pendapat tetapi belum menunjukkan kerja sama yang efektif.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi pada penyelesaian tugas kelompok.Murid menunjukkan inisiatif dalam diskusi, membantu teman memahami materi, menyampaikan ide dengan jelas, dan mampu memimpin kelompok secara efektif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi minimal 3 jenis gangguan pernapasan beserta penyebabnya?
  • Apakah kegiatan Pos Klinik efektif dalam membantu murid membandingkan faktor penyebab gangguan pernapasan?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki agar pemahaman murid lebih mendalam?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang gangguan pernapasan?
  • Gangguan pernapasan mana yang menurutku paling berbahaya dan mengapa?
  • Apa yang bisa aku lakukan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan pernapasanku dan orang-orang di sekitarku?
  • Apakah ada materi yang masih membingungkan dan ingin aku pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 2: Tarik dan Embuskan, halaman 47-48.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI (2025), Bab 2: Tarik dan Embuskan, halaman 72.
  3. Kartu Gangguan Pernapasan (dicetak guru dari lampiran Buku Guru).
  4. Ilustrasi kasus pasien untuk Pos Klinik (dicetak guru dari lampiran Buku Guru).
  5. Media visual: poster/gambar organ pernapasan dan jenis gangguan pernapasan.
  6. Sticky note untuk asesmen awal.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.