Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Pertukaran Gas dalam Sistem Pernapasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Pertukaran Gas dalam Sistem Pernapasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Pertukaran Gas dalam Sistem Pernapasan

IPAS - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pertukaran Gas dalam Sistem Pernapasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPertukaran Gas dalam Sistem Pernapasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi di alveolus paru-paru serta hubungannya dengan sistem peredaran darah.
  2. Murid dapat mengolah dan menyajikan data hasil pengamatan frekuensi pernapasan dalam bentuk tabel sederhana serta menjelaskan pola yang ditemukan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bertanya-tanya ke mana perginya oksigen setelah masuk ke paru-paru dan bagaimana karbon dioksida bisa keluar dari tubuh?
  2. Mengapa setelah berlari napas kita menjadi lebih cepat? Apa hubungannya dengan kebutuhan oksigen di dalam tubuh?
  3. Jika paru-paru hanya tempat singgah udara, bagaimana caranya oksigen bisa sampai ke ujung jari kaki kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid melakukan latihan napas sadar (tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, embuskan 4 detik) untuk membangun kesadaran terhadap proses pernapasan sendiri.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang bisa menjelaskan apa yang terjadi pada udara setelah masuk ke paru-paru?' Jawaban murid dicatat singkat di papan tulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menampilkan pertanyaan pemantik: 'Ke mana oksigen pergi setelah sampai di paru-paru dan bagaimana karbon dioksida bisa keluar?'
  • Guru menghubungkan dengan pembelajaran sebelumnya tentang organ-organ pernapasan dan perjalanan udara di tubuh.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar/diagram alveolus dan pembuluh kapiler darah. Murid mengamati dan mencatat bagian-bagian yang terlihat (dinding alveolus tipis, kapiler darah, sel darah merah).
  • Guru menjelaskan proses difusi: oksigen dari alveolus menembus dinding tipis masuk ke kapiler darah dan diikat sel darah merah, sementara karbon dioksida dari darah masuk ke alveolus untuk diembuskan keluar.
  • Murid membaca teks pendek (disediakan guru) tentang hubungan alveolus dengan sistem peredaran darah: darah kaya oksigen dibawa ke seluruh tubuh, darah kaya karbon dioksida kembali ke paru-paru.
  • Guru melakukan cek pemahaman: murid diminta mengurutkan 5 kartu proses pertukaran gas secara berpasangan (pair-check) dan mencocokkan dengan urutan yang benar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja dalam kelompok (3-4 orang). Setiap kelompok melakukan pengamatan frekuensi pernapasan: menghitung jumlah napas per menit dalam kondisi istirahat, setelah berjalan di tempat 1 menit, dan setelah berlari di tempat 1 menit.
  • Setiap murid mencatat data frekuensi pernapasan anggota kelompok ke dalam tabel sederhana yang sudah disiapkan guru (kolom: nama, kondisi istirahat, setelah jalan, setelah lari).
  • Kelompok mendiskusikan pola yang ditemukan: Apa yang terjadi pada frekuensi napas saat aktivitas meningkat? Mengapa tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen saat beraktivitas berat?
  • Murid menghubungkan data pengamatan dengan konsep pertukaran gas: semakin banyak aktivitas, semakin banyak oksigen dibutuhkan sel tubuh, sehingga pernapasan dan pertukaran gas di alveolus harus lebih cepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan 2-3 kelompok mempresentasikan tabel data dan pola yang ditemukan. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apakah hasil pengamatan sesuai dengan prediksi awal kalian? Mengapa ada perbedaan data antar anggota kelompok?'
  • Murid menulis refleksi singkat di buku catatan: (1) Apa hal baru yang saya pelajari tentang pertukaran gas? (2) Apa yang masih membingungkan? (3) Bagaimana saya bisa menjaga agar pertukaran gas di paru-paru tetap lancar?
  • Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman murid dan meluruskan miskonsepsi jika ada (misalnya: oksigen tidak langsung dipakai di paru-paru, melainkan dibawa darah ke seluruh tubuh).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan: pertukaran gas terjadi di alveolus melalui proses difusi, oksigen masuk ke darah dan karbon dioksida keluar ke alveolus, frekuensi pernapasan meningkat saat aktivitas meningkat karena kebutuhan oksigen lebih besar.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat secara individual.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dan menutup dengan apresiasi terhadap partisipasi murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat diagram alveolus yang sudah dilabeli sebagian dan teks bacaan dengan kalimat lebih sederhana. Murid cepat mendapat teks tambahan tentang gangguan pertukaran gas pada penderita asma.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan panduan langkah-langkah pengamatan yang lebih rinci dan pendampingan guru. Murid cepat diminta menambahkan kolom prediksi pada tabel dan membandingkan prediksi dengan hasil aktual.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyajikan data dalam tabel sederhana dengan bantuan template. Murid cepat diminta membuat paragraf penjelasan singkat tentang hubungan pola data dengan konsep pertukaran gas.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Apa yang terjadi pada udara setelah masuk ke paru-paru? Ke mana oksigen pergi selanjutnya?' — guru mencatat tingkat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan penjelasan.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan keakuratan murid saat mengurutkan kartu proses pertukaran gas (pair-check).
  • Pemeriksaan tabel data pengamatan frekuensi pernapasan: apakah data tercatat dengan rapi dan lengkap.
  • Kualitas diskusi kelompok: apakah murid mampu menghubungkan data frekuensi pernapasan dengan konsep pertukaran gas di alveolus.

Akhir:

  • Soal 1: Jelaskan dengan bahasamu sendiri bagaimana proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di alveolus paru-paru!
  • Soal 2: Apa peran sistem peredaran darah dalam proses pertukaran gas tersebut?
  • Soal 3: Berdasarkan tabel data pengamatan kelompokmu, jelaskan pola yang kamu temukan tentang hubungan aktivitas fisik dengan frekuensi pernapasan!

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat diskusi berpasangan mengurutkan kartu proses pertukaran gas.
  • Pemantauan kemampuan murid mengisi tabel data pengamatan frekuensi pernapasan secara akurat.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman hubungan aktivitas dengan frekuensi pernapasan.

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat (3 soal uraian): menjelaskan proses pertukaran gas di alveolus, menyebutkan peran sistem peredaran darah, dan menganalisis pola data frekuensi pernapasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Pertukaran Gas di Alveolus (TP 6.2.5.1)Belum dapat menyebutkan proses pertukaran gas atau menyebutkan dengan banyak kesalahan konsep.Dapat menyebutkan bahwa oksigen masuk dan karbon dioksida keluar di paru-paru, tetapi belum menjelaskan mekanisme difusi di alveolus atau hubungan dengan sistem peredaran darah.Dapat menjelaskan proses pertukaran gas di alveolus (difusi oksigen ke kapiler dan karbon dioksida ke alveolus) serta menyebutkan peran darah dalam mengangkut gas, dengan sedikit bantuan.Dapat menjelaskan secara runtut dan mandiri proses difusi di alveolus, peran sel darah merah mengikat oksigen, hubungan dengan sistem peredaran darah, serta memberikan contoh dampaknya bagi tubuh.
Pengolahan dan Penyajian Data Frekuensi Pernapasan (TP 6.2.5.2)Belum dapat mencatat data pengamatan atau tabel tidak terisi.Dapat mencatat data dalam tabel tetapi kurang lengkap atau kurang akurat, belum dapat menjelaskan pola dari data.Dapat menyajikan data secara lengkap dan rapi dalam tabel serta menjelaskan pola bahwa frekuensi pernapasan meningkat saat aktivitas meningkat.Dapat menyajikan data secara lengkap, rapi, dan akurat dalam tabel, menjelaskan pola dengan kalimat sendiri, serta menghubungkan pola tersebut dengan konsep kebutuhan oksigen dan pertukaran gas di alveolus.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami konsep difusi dan pertukaran gas di alveolus? Bagian mana yang masih membingungkan mereka?
  • Apakah kegiatan pengamatan frekuensi pernapasan berjalan efektif? Apakah waktu yang dialokasikan cukup?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah membantu murid dengan kemampuan berbeda? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang bagaimana tubuh menggunakan oksigen?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah dan paling sulit saya pahami?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga agar sistem pernapasan saya tetap sehat berdasarkan apa yang sudah saya pelajari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI — Bab II: Tarik dan Embuskan (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI — Bab II: Tarik dan Embuskan
  3. Diagram/poster alveolus dan kapiler darah (cetak atau digital)
  4. Kartu proses pertukaran gas (5 kartu berurutan untuk aktivitas pair-check)
  5. Lembar kerja tabel pengamatan frekuensi pernapasan
  6. Stopwatch atau jam dengan jarum detik untuk menghitung frekuensi napas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.