Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan: Infografis dan Esai Kesehatan Pernapasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Mengomunikasikan: Infografis dan Esai Kesehatan Pernapasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan: Infografis dan Esai Kesehatan Pernapasan

IPAS - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengomunikasikan: Infografis dan Esai Kesehatan Pernapasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengomunikasikan: Infografis dan Esai Kesehatan Pernapasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengomunikasikan hasil pemahaman tentang sistem pernapasan, gangguan, dan cara menjaga kesehatannya melalui pembuatan infografis atau esai secara utuh dan didukung argumen.
  2. Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukan sepanjang bab dan memberikan saran perbaikan terhadap penyelidikan tersebut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu ingin mengajak teman-temanmu menjaga kesehatan pernapasan, cara apa yang paling menarik untuk menyampaikan pesan tersebut?
  2. Apa perbedaan menyampaikan informasi lewat infografis dan lewat esai? Mana yang menurutmu lebih mudah dipahami orang lain?
  3. Selama mempelajari bab ini, penyelidikan apa yang menurutmu paling berkesan dan apa yang bisa diperbaiki jika diulang lagi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kesiapan murid.
  • Guru menayangkan contoh infografis kesehatan sederhana dan satu paragraf esai singkat tentang pernapasan, lalu bertanya: 'Mana yang lebih menarik perhatianmu? Mengapa?'
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menuliskan 3 kata kunci penting tentang sistem pernapasan yang sudah dipelajari sepanjang bab di sticky note atau kertas kecil.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengomunikasikan pemahaman tentang pernapasan melalui infografis atau esai, serta merefleksi proses penyelidikan sepanjang bab.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengulas singkat struktur infografis yang baik (judul menarik, poin utama singkat, visual pendukung, sumber data) dan struktur esai 3 paragraf (pembuka, isi, penutup) sesuai kerangka di Buku Siswa.
  • Murid mengamati dua contoh karya (satu infografis dan satu esai) yang ditampilkan guru, lalu mengidentifikasi elemen-elemen kuat dan yang masih kurang dari masing-masing contoh.
  • Guru memfasilitasi tanya-jawab singkat untuk memastikan murid memahami kriteria karya yang baik: kejelasan informasi, ketepatan fakta, argumen yang mendukung, dan kerapian penyajian.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih satu format komunikasi: infografis ATAU esai 3 paragraf tentang sistem pernapasan, gangguan, dan cara menjaga kesehatannya.
  • Murid yang memilih infografis menyusun draf di kertas A4/A3 dengan memasukkan minimal 3 fakta penting, ilustrasi sederhana, dan satu ajakan menjaga kesehatan pernapasan.
  • Murid yang memilih esai menulis 3 paragraf mengikuti kerangka: (1) pengertian dan pentingnya sistem pernapasan, (2) gaya hidup sehat dan manfaatnya, (3) gaya hidup kurang sehat dan dampaknya, dilengkapi argumen pendukung.
  • Selama proses pengerjaan, guru berkeliling memberikan umpan balik individual (assessment for learning) dan memastikan setiap murid menyertakan argumen atau data pendukung dalam karyanya.
  • Dua hingga tiga murid secara sukarela mempresentasikan karyanya di depan kelas dalam waktu masing-masing 2 menit; murid lain memberikan tanggapan singkat menggunakan teknik 'Satu Bintang, Satu Harapan' (satu hal baik dan satu saran).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana berisi pertanyaan: (a) Penyelidikan apa yang paling membantumu memahami sistem pernapasan? (b) Langkah mana dalam penyelidikan yang menurutmu bisa diperbaiki? Bagaimana caranya? (c) Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengulangi penyelidikan ini?
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama 5 menit.
  • Beberapa murid berbagi refleksinya secara lisan; guru memvalidasi jawaban dan menguatkan bahwa kemampuan mengevaluasi proses belajar sendiri adalah keterampilan penting.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pentingnya mengomunikasikan pemahaman secara jelas dan merefleksi proses belajar untuk perbaikan ke depan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap usaha murid dan menyampaikan bahwa karya infografis/esai akan dinilai menggunakan rubrik yang sudah dibahas.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan pesan untuk menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan pernapasan dalam kehidupan sehari-hari.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kerangka isian (template) infografis atau esai dengan kalimat pemandu di setiap bagian. Murid cepat diberikan tantangan tambahan: menyertakan data statistik atau perbandingan antar gaya hidup.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama boleh menyelesaikan satu format saja dengan poin minimal. Murid cepat dapat menambahkan elemen kreatif seperti slogan atau ilustrasi tambahan.
  • Produk: Murid dapat memilih format sesuai kekuatan masing-masing: infografis (visual-spasial) atau esai (verbal-linguistik). Murid berkebutuhan khusus boleh menyampaikan secara lisan dengan poin-poin utama.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 3 kata kunci penting tentang sistem pernapasan yang telah dipelajari sepanjang bab pada kertas kecil. Guru mengecek pemahaman awal dan mengidentifikasi murid yang perlu dukungan tambahan.

Proses:

  • Guru mengobservasi dan mencatat apakah murid menyertakan fakta yang tepat dan argumen pendukung dalam draf karya.
  • Guru memberikan umpan balik lisan saat berkeliling (apakah struktur sudah sesuai, apakah ada miskonsepsi).
  • Penilaian sejawat menggunakan teknik 'Satu Bintang, Satu Harapan' saat presentasi.

Akhir:

  • Produk akhir infografis atau esai dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik aspek kelengkapan isi, ketepatan fakta, kekuatan argumen, dan kerapian penyajian.
  • Lembar refleksi penyelidikan dinilai berdasarkan kedalaman evaluasi proses dan kualitas saran perbaikan yang diberikan murid.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama diskusi contoh karya
  • Umpan balik individual saat proses pengerjaan infografis/esai
  • Teknik 'Satu Bintang, Satu Harapan' oleh teman sejawat saat presentasi
  • Lembar refleksi penyelidikan sebagai self-assessment

Sumatif:

  • Penilaian produk akhir (infografis atau esai) menggunakan rubrik 4 level
  • Penilaian lembar refleksi penyelidikan menggunakan rubrik 4 level

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Ketepatan Isi (Infografis/Esai)Karya memuat kurang dari 2 fakta, banyak informasi tidak tepat, belum ada argumen pendukung.Karya memuat 2 fakta dengan sebagian informasi tepat, argumen masih lemah atau tidak jelas.Karya memuat 3 fakta tepat tentang sistem pernapasan, gangguan, dan cara menjaga kesehatan; argumen cukup jelas.Karya memuat lebih dari 3 fakta tepat, argumen kuat dan didukung data/contoh nyata, penyajian runtut dan meyakinkan.
Kemampuan Mengomunikasikan (Struktur dan Penyajian)Karya tidak memiliki struktur yang jelas, sulit dipahami pembaca.Karya memiliki struktur dasar namun beberapa bagian belum runtut atau kurang jelas.Karya terstruktur dengan baik (judul, isi, penutup/ajakan), mudah dipahami, tampilan cukup menarik.Karya terstruktur sangat baik, komunikatif, menarik secara visual atau naratif, dan mampu memengaruhi pembaca untuk peduli kesehatan pernapasan.
Refleksi dan Evaluasi PenyelidikanMurid belum mampu menyebutkan proses penyelidikan yang dilakukan dan tidak memberikan saran perbaikan.Murid menyebutkan satu proses penyelidikan namun saran perbaikan masih sangat umum atau tidak relevan.Murid mengidentifikasi proses penyelidikan dengan tepat dan memberikan saran perbaikan yang logis.Murid mengevaluasi proses penyelidikan secara kritis, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan, serta memberikan saran perbaikan spesifik dan dapat diterapkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menghasilkan produk komunikasi (infografis/esai) yang memenuhi kriteria minimal?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan cukup membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang perlu diperbaiki agar refleksi murid lebih mendalam?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling membantu kamu saat membuat infografis atau esai hari ini?
  • Bagian mana dari proses penyelidikan sepanjang bab ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Jika kamu bisa mengulang penyelidikan tentang pernapasan, apa yang akan kamu ubah agar hasilnya lebih baik?
  • Apakah kamu merasa lebih percaya diri menyampaikan ide setelah pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Bab II: Tarik dan Embuskan
  2. Buku Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Bab II: Tarik dan Embuskan
  3. Contoh infografis kesehatan pernapasan (disiapkan guru, cetak atau digital)
  4. Kertas A4/A3, spidol warna, pensil warna untuk pembuatan infografis
  5. Lembar refleksi penyelidikan (disiapkan guru)
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.