Modul AjarBab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 6 Bab 2: Tarik dan Embuskan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 6 untuk Bab 2 "Tarik dan Embuskan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6 Bab 2: Tarik dan Embuskan

IPAS - Kelas 6

Bab 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 2 — Tarik dan Embuskan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 2 — Tarik dan Embuskan
Alokasi Waktu26 JP (26 x 35 menit = 910 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.2.1 Mengamati fenomena dan peristiwa bernapas sederhana dengan mencatat hasil pengamatannya pada organ pernapasan
  2. TP 6.2.2 Melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan tentang cara kerja sistem pernapasan melalui model pernapasan
  3. TP 6.2.3 Menjelaskan hasil pengamatan dan pola pada data frekuensi pernapasan
  4. TP 6.2.4 Merefleksikan sistem organ tubuh manusia pada sistem pernapasan yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
  5. TP 6.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan pada hidung dan dadamu saat kamu menarik napas dalam-dalam?
  2. Bagaimana perubahan gerakan pada dada dan hembusan udara di hidung saat kamu mengeluarkan napas secara perlahan?
  3. Organ apa saja di dalam tubuh kita yang dilewati udara saat kita menarik napas?
  4. Bagaimana bentuk dan letak organ-organ pernapasan mulai dari hidung hingga ke paru-paru?
  5. Bagaimana kita dapat membuktikan cara kerja organ paru-paru di dalam rongga dada jika kita tidak bisa melihatnya secara langsung?
  6. Bagian botol, sedotan, dan balon mana saja yang dapat mewakili saluran napas serta paru-paru manusia saat dirangkai?
  7. Apa yang terjadi pada balon di dalam botol saat lembaran balon penutup bawah ditarik ke bawah?
  8. Bagaimana kondisi balon di dalam botol saat lembaran balon penutup bawah dilepaskan kembali ke posisi semula?
  9. Berapa kali dada kita kembang-kempis saat sedang duduk diam membaca buku selama 1 menit?
  10. Mengapa napas kita terasa lebih cepat dan terengah-engah setelah berlari atau melompat dibanding saat duduk santai?
  11. Mengapa jumlah tarikan napas kita per menit berbeda ketika kita sedang duduk santai dibandingkan setelah berlari?
  12. Pola apa yang tampak pada data tabel jika tingkat aktivitas tubuh kita semakin berat?
  13. Apa yang terjadi pada organ pernapasan kita jika setiap hari kita menghirup udara yang penuh asap dan debu?
  14. Mengapa hidung kita memiliki batas kemampuan dalam menyaring polutan berbahaya, dan bagaimana tindakan kita untuk melindunginya?
  15. Bagaimana kebiasaan sehari-hari seperti olahraga dan pola istirahat memengaruhi kerja organ paru-paru kita?
  16. Apa yang akan terjadi pada saluran pernapasan jika kita sering terpapar asap rokok atau malas bergerak?
  17. Langkah nyata apa yang dapat kita pilih mulai hari ini untuk menjaga organ pernapasan tetap sehat?
  18. Bagaimana cara kita menyampaikan fakta penting hasil penyelidikan sistem pernapasan agar orang lain mudah paham dalam sekali lihat?
  19. Informasi apa saja yang wajib dicantumkan dalam infografis agar pesan menjaga kesehatan paru-paru meyakinkan pembaca?
  20. Bagaimana cara kita menyampaikan temuan penyelidikan sistem pernapasan agar orang lain paham dan yakin?
  21. Apa argumen terkuat yang membuktikan bahwa kebiasaan sehari-hari berpengaruh langsung pada kesehatan organ pernapasan kita?
  22. Bagaimana kita membuktikan secara nyata bahwa udara yang kita hirup menggerakkan bagian tubuh dan paru-paru kita?
  23. Mengapa pola frekuensi napas kita berubah saat beristirahat dibandingkan setelah bergerak cepat?
  24. Apa argumen terbaikmu untuk meyakinkan orang lain agar senantiasa menjaga kebersihan udara dan kesehatan paru-paru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Pengamatan Sederhana Gerakan Dada dan Hidung Saat Menarik Serta Mengembuskan Napas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.1 Mengamati fenomena dan peristiwa bernapas sederhana dengan mencatat hasil pengamatannya pada organ pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta seluruh murid meletakkan satu telapak tangan di depan hidung dan satu telapak tangan di dada sambil menarik dan mengembuskan napas satu kali, lalu guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Ke arah mana dada bergerak saat menarik napas dan apa yang dirasakan telapak tangan di depan hidung saat mengembuskan napas?' (acuan jawaban benar: dada bergerak naik/mengembang/membesar saat menarik napas; telapak tangan merasakan hembusan udara hangat/aliran udara keluar saat mengembuskan napas) untuk memetakan kepekaan pengamatan awal murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati fenomena bernapas secara sederhana dan mencatat hasil perubahan pada hidung serta dada saat menarik dan mengembuskan napas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak panduan guru tentang cara mengamati dua organ luar pernapasan (hidung dan dada) secara berkesadaran, mencakup apa yang dilihat (kembang kempis dada/cuping hidung) dan apa yang dirasakan (aliran udara pada hidung dan gerakan naik-turun tulang rusuk dada) saat proses menarik napas (inspirasi) dan mengembuskan napas (ekspirasi) (7 menit).
  • Murid mencermati format tabel pengamatan yang disiapkan pada lembar kerja, yang memuat 4 aspek pengamatan: (1) Gerakan dada saat menarik napas, (2) Aliran udara di hidung saat menarik napas, (3) Gerakan dada saat mengembuskan napas, dan (4) Aliran udara di hidung saat mengembuskan napas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Napas': secara bergantian murid A menarik napas dalam-dalam lewat hidung dan mengembuskannya perlahan lewat mulut/hidung, sementara murid B bertindak sebagai pengamat yang mengamati perubahan fisik pada dada dan hidung pasangannya secara cermat (15 menit).
  • Murid bertukar peran dan masing-masing secara mandiri mencatat data hasil pengamatan pada tabel lembar kerja untuk 4 aspek pengamatan (acuan data benar: (1) Gerakan dada saat menarik napas = dada terangkat/mengembang/membesar; (2) Aliran udara di hidung saat menarik napas = udara masuk ke dalam hidung/terasa dingin di lubang hidung; (3) Gerakan dada saat mengembuskan napas = dada turun/mengempis/kembali ke ukuran semula; (4) Aliran udara di hidung saat mengembuskan napas = udara keluar/terasa hangat di dekat hidung/bibir) (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid berpasangan membandingkan hasil catatan tabel mereka untuk mencocokkan apakah pengamatan gerakan dada dan sensasi aliran udara di hidung saat menarik dan mengembuskan napas sudah konsisten dan tercatat lengkap (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali hasil pengamatan bahwa saat menarik napas rongga dada mengembang dan udara masuk melalui hidung, sedangkan saat mengembuskan napas rongga dada mengempis dan udara keluar melalui hidung/mulut (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat dan menutup pembelajaran dengan mengapresiasi kerja sama pengamatan murid serta mengajak berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan petunjuk visual berupa simbol panah naik/turun dan aliran udara masuk/keluar bagi murid yang membutuhkan panduan konkret.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada pasangan murid yang kesulitan membedakan gerakan kembang kempis dada, sedangkan murid yang mandiri mengamati variasi napas lambat dan napas cepat pada objek organ yang sama.
  • Produk: Format pencatatan tabel dapat diisi dengan uraian kalimat deskriptif singkat maupun tanda centang opsi perubahan fisik yang disediakan pada tabel terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan saat meletakkan tangan di dada dan hidung: 'Ke arah mana dada bergerak saat kamu menarik napas dalam, dan apa yang terasa di telapak tangan dekat hidung saat mengembuskan napas?' (acuan jawaban: dada bergerak naik/mengembang saat menarik napas; terasa aliran udara keluar/hangat saat mengembuskan napas).

Proses:

  • Lembar observasi keterlibatan murid mengamati gerakan fisik pasangan saat bernapas dan ketepatan mencatat 4 butir pada tabel pengamatan: (1) Gerakan dada menarik napas (acuan: naik/mengembang), (2) Aliran udara hidung menarik napas (acuan: udara masuk/terasa dingin), (3) Gerakan dada mengembuskan napas (acuan: turun/mengempis), (4) Aliran udara hidung mengembuskan napas (acuan: udara keluar/terasa hangat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat pada lembar refleksi: Murid mencocokkan 2 pernyataan kondisi fisik bernapas: (1) Saat menarik napas, dada ... (acuan: mengembang/naik) dan udara ... hidung (acuan: masuk); (2) Saat mengembuskan napas, dada ... (acuan: mengempis/turun) dan udara ... hidung (acuan: keluar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena bernapas secara berpasangan
  • Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengamatan gerakan dada dan hidung

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan fenomena peristiwa bernapas pada organ pernapasan (gerakan dada dan hidung)Belum mampu mengamati perubahan fisik gerakan dada dan hidung saat bernapas meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengamati fenomena gerakan dada dan hidung saat bernapas namun baru mencakup 1-2 perubahan fisik secara tepat dengan panduan guru.Mampu mengamati fenomena gerakan dada dan hidung saat menarik serta mengembuskan napas secara tepat mencakup 3-4 perubahan fisik secara mandiri.Mampu mengamati fenomena gerakan dada dan hidung secara konsisten serta sangat cermat mendeteksi seluruh 4 perubahan fisik (gerakan dada mengembang/mengempis dan aliran udara masuk/keluar pada hidung) secara mandiri.
Pencatatan hasil pengamatan peristiwa bernapas pada organ pernapasanCatatan tabel belum terisi atau hanya 1 butir yang tercatat dengan tepat sesuai acuan pengamatan.Mencatat 2 butir hasil pengamatan gerakan dada dan hidung pada tabel secara tepat sesuai acuan pengamatan.Mencatat 3 butir hasil pengamatan gerakan dada dan hidung pada tabel secara tepat dan lengkap sesuai acuan pengamatan.Mencatat seluruh 4 butir hasil pengamatan gerakan dada dan hidung pada tabel secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai acuan pengamatan tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengamati dan merasakan secara langsung perbedaan gerakan dada saat menarik dan mengembuskan napas?
  • Apakah petunjuk pengamatan berpasangan efektif memfasilitasi murid mencatat data pengamatan secara mandiri dan akurat?

Murid:

  • Perubahan apa yang paling jelas terlihat dan terasa pada tubuhmu saat menarik dan mengembuskan napas?
  • Bagian pengamatan mana yang paling mudah atau paling menantang untuk dicatat pada tabel?

Pertemuan 2 — Pencatatan Hasil Pengamatan Struktur Organ Pernapasan Manusia (Penilaian Unjuk Kerja Mandiri 6 Murid Giliran 1) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.1 Mengamati fenomena dan peristiwa bernapas sederhana dengan mencatat hasil pengamatannya pada organ pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (2 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan meminta murid mencentang cepat 3 pilihan organ pada kartu cek: Apakah (1) hidung, (2) kerongkongan, (3) paru-paru merupakan organ pernapasan? Acuan: hidung = ya, kerongkongan = bukan/sistem pencernaan, paru-paru = ya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mencatat hasil pengamatan struktur organ pernapasan manusia pada lembar pengamatan organ, serta menjelaskan alur giliran 1 unjuk kerja mandiri untuk 6 murid (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model visual torso/bagan struktur organ pernapasan manusia dan membaca teks panduan 'Mengenal Organ Pernapasan Manusia' yang memuat struktur 5 organ utama: hidung, laring/faring, trakea (tenggorokan), bronkus, dan paru-paru/alveolus (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Jalur Udara': murid secara berpasangan saling menunjuk pada bagan tanpa teks letak 4 struktur utama (hidung, trakea, percabangan bronkus, paru-paru) dengan cepat dan ceria untuk memperkuat pengamatan visual (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri melakukan pengamatan pada bagan struktur organ pernapasan manusia dan mencatat hasil pengamatannya pada Tabel Pengamatan Struktur Organ Pernapasan yang memuat nama organ, letak/urutan jalur udara, dan ciri struktur tampak: (1) Hidung: bagian paling luar/wajah, memiliki rongga dan rambut hidung; (2) Laring/Faring: bagian pangkal leher, saluran penghubung berongga; (3) Trakea: di bagian leher memanjang ke dada atas, berupa pipa dengan cincin tulang rawan; (4) Bronkus: di rongga dada bagian tengah, percabangan pipa ke kiri dan kanan; (5) Paru-paru: di dalam rongga dada terlindung tulang rusuk, sepasang kantung berongga (kiri dan kanan) berisi jutaan cabang alveolus (20 menit).
  • Guru melakukan penilaian unjuk kerja mandiri terhadap 6 murid Giliran 1 saat mereka mengamati bagan dan mencatat struktur kelima organ pernapasan secara langsung, sementara murid lainnya menyelesaikan pengisian lembar catatan pengamatan secara mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya sendiri dengan mencocokkan kelima organ pada daftar acuan pengamatan organ pernapasan (5 menit).
  • Murid merumuskan satu kesadaran mandiri tentang ketelitian yang diperlukan saat mencatat ciri struktur organ pernapasan yang tidak tampak dari luar tubuh (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan hasil pengamatan mengenai urutan dan struktur organ pernapasan manusia dari hidung hingga paru-paru (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap catatan pengamatan murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan organ pernapasan berlabel petunjuk nomor urut aliran udara, sedangkan murid mahir mengamati bagan anatomi yang lebih rinci mencakup percabangan bronkiolus dan alveolus.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan berarah satu per satu organ saat mengisi tabel pengamatan, sedangkan murid cepat mencatat pengamatan secara mandiri penuh.
  • Produk: Tabel catatan pengamatan disesuaikan: murid reguler mencatat 5 organ utama, murid mahir menambahkan catatan struktur mikro alveolus berdasarkan pengamatan bagan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek diagnostik 3 butir pernyataan organ pernapasan: (1) Hidung, (2) Kerongkongan, (3) Paru-paru. Kriteria: Murid tepat menentukan organ pernapasan (acuan: 1 = ya, 2 = bukan, 3 = ya).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri 6 murid Giliran 1 saat mengamati bagan struktur organ dan mencatat hasil pengamatan pada 5 organ pernapasan: hidung, laring/faring, trakea, bronkus, paru-paru (acuan pengamatan: nama organ, letak urutan jalur napas, dan ciri fisik struktur tampak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui pemeriksaan catatan hasil pengamatan pada tabel: murid mencatat secara tepat minimal 4 dari 5 organ pernapasan manusia beserta ciri strukturnya (acuan 5 organ: Hidung = saluran luar berambut; Laring/faring = saluran pangkal leher; Trakea = pipa cincin tulang rawan leher/dada; Bronkus = percabangan dua saluran dada; Paru-paru = sepasang kantung berongga di rongga dada).

Formatif:

  • Unjuk kerja mandiri pengamatan dan pencatatan struktur organ pernapasan pada 6 murid Giliran 1 menggunakan lembar observasi beracuan
  • Pemeriksaan lembar catatan pengamatan struktur organ pernapasan seluruh murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan dan Pencatatan Struktur Organ PernapasanMencatat hasil pengamatan struktur organ pernapasan kurang dari 3 organ secara tepat dan membutuhkan bimbingan penuh.Mencatat hasil pengamatan struktur organ pernapasan tepat pada 3 organ sesuai acuan bagan dengan sedikit bantuan.Mencatat hasil pengamatan struktur organ pernapasan secara tepat pada 4-5 organ (hidung, laring/faring, trakea, bronkus, paru-paru) sesuai acuan bagan secara mandiri.Mencatat hasil pengamatan seluruh 5 organ pernapasan secara lengkap, tepat sesuai urutan jalur napas dan ciri fisik teramati, serta menambahkan detail struktur alveolus secara mandiri konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur penilaian unjuk kerja mandiri 6 murid Giliran 1 berjalan tertib dan tepat waktu?
  • Bagian struktur organ pernapasan mana yang paling sering keliru dicatat atau diidentifikasi oleh murid?

Murid:

  • Organ pernapasan mana yang paling mudah dan paling sulit saya kenali bentuk strukturnya pada gambar?
  • Apakah catatan hasil pengamatan saya sudah rapi dan lengkap menunjukkan urutan jalannya udara pernapasan?

Pertemuan 3 — Pelaksanaan Langkah Operasional Pembuatan Model Botol Paru-Paru (Penilaian Unjuk Kerja Mandiri 6 Murid Giliran 2) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.2 Melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan tentang cara kerja sistem pernapasan melalui model pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu melaksanakan langkah operasional perakitan model botol paru-paru sebagai sarana penyelidikan cara kerja sistem pernapasan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek pemahaman murid mengenai urutan kerja perakitan alat peraga menggunakan 3 kartu langkah kerja: (1) Merekatkan sedotan Y dan mengikat balon kecil, (2) Memasukkan sedotan ke botol dan menutup celah dengan plastisin, (3) Memasang potongan balon besar di bagian dasar botol (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati demonstrasi guru dan panduan operasional perakitan model paru-paru yang terdiri atas 4 tahapan kunci: membentuk cabang sedotan berbentuk Y terbalik, mengikat 2 balon kecil pada ujung sedotan dengan karet, memasukkan rangkaian ke botol berlubang dan menyumbat tutup botol dengan plastisin kedap udara, serta menutup dasar botol terbuka dengan membran potongan balon besar (10 menit).
  • Murid dalam kelompok menyiapkan dan memeriksa kelengkapan alat-bahan masing-masing: 1 botol plastik bening tanpa dasar, 2 sedotan tekuk, 2 balon kecil, 1 balon besar terpotong, karet gelang, selotip, dan plastisin (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Melalui tantangan perakitan terarah 'Tepat dan Rapat', murid merakit model botol paru-paru secara bertahap dimulai dari menyambung sedotan dan mengikat 2 balon kecil secara rapat (10 menit).
  • Murid melanjutkan perakitan dengan memasukkan pipa sedotan ke lubang tutup botol plastik, menambal sela tutup menggunakan plastisin agar kedap udara, lalu meregangkan potongan balon besar untuk dipasang menutupi bagian bawah botol dan mengikatnya dengan karet gelang (15 menit).
  • Guru melakukan observasi penilaian unjuk kerja mandiri terhadap 6 murid giliran 2 menggunakan lembar observasi operasional selama kegiatan perakitan berlangsung (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kekedapan dan ketahanan fisik model botol paru-paru yang telah dirakit secara mandiri untuk memastikan tidak ada kebocoran udara pada plastisin dan karet dasar botol sebelum diuji pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketelitian perakitan model botol paru-paru yang telah diselesaikan murid (3 menit).
  • Murid merapikan sisa bahan dan menyimpan model botol paru-paru di rak penyimpanan kelas untuk persiapan pengujian pada pertemuan 4, lalu kelas ditutup dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar visual alur perakitan tahap demi tahap secara lebih terurai.
  • Proses: Murid yang sudah mahir merakit secara mandiri dan dapat memberikan pengecekan mandiri ekstra pada kerapatan sambungan plastisin, sedangkan murid yang kesulitan diberi bimbingan langsung saat mengikat karet pada leher balon sedotan.
  • Produk: Seluruh murid menghasilkan produk model botol paru-paru fungsional yang sama sesuai langkah operasional standar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengurutkan 3 kartu tahapan operasional perakitan model paru-paru: Kartu A = 'Memasang membran balon besar pada bagian bawah botol', Kartu B = 'Merekatkan sedotan berbentuk huruf Y dan mengikat balon kecil di kedua ujungnya', Kartu C = 'Memasukkan sedotan ke dalam botol lalu menutup rapat lubang tutup dengan plastisin'. (Acuan urutan tepat: B -> C -> A).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja perakitan mandiri model paru-paru untuk 6 murid giliran 2 mencakup 4 langkah: (1) Menyambung 2 sedotan membentuk cabang Y, (2) Mengikat 2 balon kecil pada ujung cabang sedotan hingga tidak lepas, (3) Memasang sedotan pada tutup botol dan menutup celah tutup dengan plastisin hingga rapat kedap udara, (4) Memasang potongan balon karet besar pada dasar botol yang terbuka dan mengikatnya kencang.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk model botol paru-paru berdasarkan checklist kelengkapan operasional: Sambungan sedotan kokoh, 2 balon kecil terikat kuat di ujung sedotan dalam botol, penutup plastisin menutup rapat celah tutup botol tanpa lubang udara, dan membran balon bawah terpasang kencang menutup dasar botol. (Kriteria tuntas: memenuhi keempat indikator perakitan secara fungsional).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja mandiri perakitan model botol paru-paru (fokus 6 murid giliran 2) menggunakan lembar observasi ketercapaian langkah operasional.
  • Cek diagnostik awal urutan perakitan langkah kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan langkah operasional perakitan model pernapasanMelakukan maksimal 1 dari 4 langkah operasional perakitan model botol paru-paru dengan benar dan membutuhkan bantuan penuh guru.Melakukan 2 dari 4 langkah operasional perakitan model botol paru-paru secara mandiri dan benar.Melakukan 3 dari 4 langkah operasional perakitan model botol paru-paru secara mandiri dan benar.Melakukan seluruh (4 dari 4) langkah operasional perakitan model botol paru-paru (cabang sedotan Y, ikatan balon kecil, kerapatan plastisin tutup botol, pemasangan membran balon dasar botol) secara mandiri, rapi, dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan perakitan model botol paru-paru secara tuntas?
  • Bagian operasional perakitan manakah yang paling banyak memicu kesulitan teknis pada murid sehingga memerlukan pendampingan khusus?
  • Bagaimana ketercapaian unjuk kerja mandiri pada 6 murid giliran 2 yang diobservasi hari ini?

Murid:

  • Langkah perakitan model botol paru-paru mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apakah model paru-paru buatanmu sudah tertutup rapat dan kedap udara sesuai instruksi langkah kerja?

Pertemuan 4 — Pengujian Mandiri Cara Kerja Model Pernapasan Tarik Balon Diafragma (Penilaian Unjuk Kerja Mandiri 6 Murid Giliran 3) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.2 Melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan tentang cara kerja sistem pernapasan melalui model pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan meja belajar dengan model botol paru-paru yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan langkah-langkah operasional pengujian mandiri cara kerja model pernapasan dengan menarik dan melepaskan balon diafragma untuk menjawab pertanyaan penyelidikan (4 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan prediksi operasional kepada seluruh murid: 'Ketika balon diafragma di bawah botol ditarik ke bawah, apakah balon di dalam botol akan mengembang atau mengempis?' Murid menjawab dengan menunjukkan isyarat jempol ke atas (mengembang) atau jempol ke bawah (mengempis) (acuan jawaban benar: mengembang) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak panduan guru mengenai 3 langkah operasional pengujian model pernapasan dan lembar pencatatan kerja: Langkah 1 menarik balon bawah (diafragma) perlahan dan menahan posisinya; Langkah 2 mengamati perubahan bentuk balon kecil di dalam botol; Langkah 3 melepaskan tarikan balon bawah ke posisi semula dan mengamati kembali balon kecil di dalam botol (10 menit).
  • Prinsip Menggembirakan: Guru mengajak murid melakukan tantangan peragaan serentak 'Tarik Mengembang, Lepas Mengempis', di mana guru memberi aba-aba cepat 'Tarik!' dan 'Lepas!' secara acak, lalu murid serentak menarik atau melepas balon diafragma model masing-masing sambil tersenyum mengamati respons balon di dalam botol (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri melakukan langkah operasional pengujian pada model masing-masing: menarik balon bawah botol, mengamati kondisi balon di dalam botol, lalu mencatat hasilnya pada tabel pengamatan LKPD baris 1 (kondisi saat ditarik) (15 menit).
  • Murid secara mandiri melanjutkan langkah operasional pengujian: melepaskan tarikan balon bawah ke posisi semula, mengamati kondisi balon di dalam botol, lalu mencatat hasilnya pada tabel pengamatan LKPD baris 2 (kondisi saat dilepas) (15 menit).
  • Pelaksanaan penilaian unjuk kerja mandiri untuk 6 murid giliran 3 (daftar giliran: Murid A, B, C, D, E, F); guru memanggil satu per satu ke meja unjuk kerja untuk mempraktikkan secara langsung 2 langkah operasional penarikan dan pelepasan balon diafragma serta mencocokkan hasil pengamatan yang dicatatnya (acuan bukti: saat balon bawah ditarik, balon kecil mengembang; saat balon bawah dilepas, balon kecil mengempis kembali) (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengujian pada tabel LKPD untuk memastikan apakah langkah penarikan dan pelepasan yang dilakukan sudah menjawab pertanyaan cara kerja sistem pernapasan (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat simpulan operasional di lembar kerja berdasarkan tindakan pengujian yang telah selesai dilakukan (acuan simpulan: Tarikan balon diafragma membuat balon paru-paru mengembang, sedangkan pelepasan balon diafragma membuat balon paru-paru mengempis) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali langkah-langkah operasional pengujian model cara kerja pernapasan yang telah berhasil dilakukan secara mandiri (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik operasional atas ketelitian murid dalam menarik balon diafragma dan kecermatan mengamati perubahan balon di dalam botol (3 menit).
  • Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: Pencatatan frekuensi napas saat istirahat dan beraktivitas) dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan pengujian bergambar bagi murid yang membutuhkan panduan visual langkah penarikan balon diafragma.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan mengikat atau menarik balon diafragma diberikan bimbingan taktil cara memegang ujung simpul balon; bagi murid yang sudah terampil diminta melakukan 3 kali pengulangan tarikan bertahap (sedikit, sedang, maksimal) dan mencatat variasi pengembangan balon.
  • Produk: Format pencatatan hasil pengujian dapat berupa pilihan centang kondisi (mengembang/mengempis) atau menuliskan deskripsi singkat kondisi balon.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik kesiapan operasional: 'Ketika balon diafragma di bagian bawah botol ditarik ke bawah, apa yang terjadi pada kedua balon kecil di dalam botol: mengembang atau mengempis?' (Acuan jawaban benar: kedua balon kecil di dalam botol mengembang).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri 6 murid giliran 3 dalam melakukan 2 langkah operasional: (1) menarik balon diafragma ke arah bawah hingga balon di dalam botol mengembang, dan (2) melepaskan balon diafragma ke posisi awal hingga balon di dalam botol mengempis.
  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan berisi 2 butir tindakan dan hasil: Butir 1: Tindakan menarik balon diafragma bawah (acuan hasil: balon di dalam botol mengembang/terisi udara); Butir 2: Tindakan melepaskan balon diafragma bawah (acuan hasil: balon di dalam botol mengempis/kempes).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan simpulan operasional akhir pada LKPD murid: 'Tuliskan apa yang terjadi pada balon paru-paru saat balon diafragma ditarik dan saat dilepas!' (Acuan jawaban benar: saat ditarik balon paru-paru mengembang, saat dilepas balon paru-paru mengempis).

Formatif:

  • Unjuk kerja mandiri pelaksanaan langkah operasional pengujian model botol paru-paru (tarik dan lepas balon diafragma) untuk 6 murid giliran 3.
  • Pemeriksaan lembar pencatatan hasil pengujian mandiri pada seluruh murid kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan langkah operasional penarikan dan pelepasan balon diafragmaBelum mampu memegang dan melakukan penarikan maupun pelepasan balon diafragma meskipun telah diberi bimbingan langsung.Mampu melakukan langkah penarikan dan pelepasan balon diafragma tetapi memerlukan bantuan fisik guru dalam memegang botol/balon agar tidak lepas.Mampu melakukan langkah penarikan dan pelepasan balon diafragma secara mandiri dengan gerakan yang tepat dan stabil.Mampu melakukan langkah penarikan dan pelepasan balon diafragma secara mandiri, sangat lancar, serta mampu mendemonstrasikan variasi tarikan bertahap dengan konsisten.
Pencatatan hasil pengujian cara kerja model pernapasanCatatan hasil pengamatan kosong atau tidak sesuai sama sekali dengan kondisi perubahan balon (keliru pada kedua butir).Mencatat hasil pengujian dengan tepat pada 1 dari 2 kondisi pengujian (tepat pada kondisi ditarik atau dilepas saja).Mencatat hasil pengujian secara tepat pada kedua kondisi pengujian (saat ditarik: mengembang; saat dilepas: mengempis).Mencatat hasil pengujian secara tepat pada kedua kondisi pengujian disertai catatan detail perubahan bentuk balon secara mandiri dan rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit untuk menilai unjuk kerja mandiri 6 murid giliran 3 berjalan efektif dan tidak mengganggu ketertiban murid lain yang sedang mencatat mandiri?
  • Apakah alat peraga model botol paru-paru murid berfungsi kedap udara sehingga balon di dalam botol dapat mengembang dan mengempis dengan jelas saat diafragma ditarik?

Murid:

  • Bagian mana dari langkah menarik dan melepaskan balon diafragma yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apakah kamu dapat melihat dengan jelas perbedaan bentuk balon di dalam botol saat ditarik dibandingkan saat dilepaskan?

Pertemuan 5 — Pencatatan Data Frekuensi Napas Saat Kondisi Istirahat dan Beraktivitas (Penilaian Unjuk Kerja Mandiri 6 Murid Giliran 4) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.2 Melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan tentang cara kerja sistem pernapasan melalui model pernapasan
  • TP 6.2.3 Menjelaskan hasil pengamatan dan pola pada data frekuensi pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menata meja agar siap untuk aktivitas berpasangan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid meletakkan tangan di dada selama 15 detik untuk merasakan satu siklus napas (1 tarikan napas + 1 hembusan napas = 1 kali napas), lalu menanyakan apa arti 1 kali napas lengkap (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: melakukan langkah-langkah pengukuran frekuensi napas saat istirahat dan setelah beraktivitas, mencatatnya ke dalam tabel data, serta menjelaskan pola perbedaan frekuensinya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak panduan operasional penghitungan frekuensi napas: (1) Menghitung tarikan napas selama 60 detik dengan stopwatch/jam dinding; (2) Kondisi 1 dihitung saat duduk tenang tanpa berbicara (istirahat); (3) Kondisi 2 dihitung segera setelah melakukan aktivitas fisik ringan berupa jalan di tempat cepat atau lompat tali/bintang selama 1 menit (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan penghitungan waktu 60 detik menggunakan stopwatch serta cara menorehkan angka hitungan ke dalam tabel format lembar kerja: Kolom Kondisi Istirahat (1 menit) dan Kolom Kondisi Setelah Aktivitas (1 menit) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan secara bergantian melakukan pengukuran: Murid A duduk rileks selama 1 menit sementara Murid B mengukur waktu 60 detik dan menghitung jumlah siklus napas Murid A, kemudian mencatat angkanya pada tabel pengamatan (10 menit).
  • Murid A melakukan aktivitas gerak fisik berupa lompat di tempat selama 1 menit penuh, kemudian Murid B langsung mengukur dan mencatat frekuensi napas Murid A selama 60 detik tepat setelah aktivitas berhenti; langkah diulangi dengan berganti peran di mana Murid A mengukur Murid B (10 menit).
  • Secara bergilir, guru melakukan penilaian unjuk kerja mandiri terhadap 6 murid Giliran 4 (berfokus pada ketepatan menjalankan langkah operasional pengukuran dan pencatatan data ke tabel) (10 menit).
  • Tantangan Menyenangkan: Setiap pasangan saling mencocokkan selisih kenaikan frekuensi napas masing-masing dan menuliskan kalimat perbandingan frekuensi: 'Frekuensi napas saat beraktivitas lebih tinggi daripada saat istirahat' (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa tabel data pengamatannya dan merumuskan penjelasan tertulis mengenai pola data: mengapa frekuensi napas meningkat saat beraktivitas dibanding saat istirahat berdasarkan kebutuhan oksigen tubuh (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi 2 orang perwakilan murid untuk membacakan data angka dan penjelasan pola perbandingan frekuensi napas yang diperolehnya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pola data: aktivitas fisik memerlukan lebih banyak energi dan oksigen sehingga frekuensi pernapasan meningkat secara otomatis, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel pencatatan dengan format isian angka sederhana bagi murid yang memerlukan panduan terstruktur, serta menambahkan kolom selisih hitungan bagi murid yang bekerja lebih cepat.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan menghitung hitungan napas secara mandiri, guru mendampingi dengan hitungan aba-aba per 15 detik lalu dikalikan empat; bagi murid yang mandiri, penghitungan dilakukan penuh 60 detik secara bergantian.
  • Produk: Format data wajib berupa tabel berisi angka frekuensi napas pada 2 kondisi (istirahat dan setelah beraktivitas) disertai 1 kalimat penjelasan pola perbedaan datanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang dihitung sebagai 1 kali frekuensi napas?' (Acuan jawaban benar: 1 kali napas = 1 kali menghirup/menarik napas dan 1 kali mengembuskan napas hingga dada/perut kembali ke posisi semula).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri 6 murid Giliran 4 saat menjalankan prosedur operasional: (1) Mengoperasikan alat pengukur waktu (stopwatch/jam) selama 60 detik; (2) Mengamati dan menghitung kembang-kempis dada saat istirahat; (3) Mengamati dan menghitung kembang-kempis dada tepat setelah beraktivitas fisik 1 menit; (4) Menuliskan data angka hasil pengukuran ke dalam tabel data lembar kerja secara lengkap dan akurat.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil penjelasan pola data pada lembar kerja murid: 'Bagaimana pola frekuensi napas saat kondisi istirahat dibandingkan saat kondisi setelah beraktivitas?' (Acuan jawaban benar: Frekuensi napas saat beraktivitas lebih banyak/tinggi daripada saat istirahat, karena saat tubuh beraktivitas fisik dibutuhkan lebih banyak pasokan udara/oksigen sehingga paru-paru bekerja memompa napas lebih cepat).

Formatif:

  • Penilaian Unjuk Kerja Mandiri Pengukuran dan Pencatatan Frekuensi Napas (Fokus 6 Murid Giliran 4)
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Tabel Data Frekuensi Napas dan Penjelasan Pola

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan langkah operasional pengukuran dan pencatatan frekuensi napasBelum mampu menjalankan langkah pengukuran waktu 60 detik dan tidak mencatat data frekuensi napas ke dalam tabel secara teratur.Menjalankan langkah pengukuran waktu dan mencatat frekuensi napas pada salah satu kondisi saja (istirahat atau setelah aktivitas), memerlukan bimbingan guru.Menjalankan seluruh langkah operasional pengukuran waktu 60 detik dan mencatat data angka frekuensi napas pada kedua kondisi (istirahat dan setelah aktivitas) ke dalam tabel data secara mandiri.Menjalankan seluruh langkah operasional pengukuran waktu 60 detik secara sangat teliti, mencatat data angka frekuensi kedua kondisi secara lengkap, akurat, dan runtut tanpa bantuan.
Penjelasan hasil pengamatan dan pola pada data frekuensi pernapasanBelum mampu menjelaskan pola perbedaan angka frekuensi napas antara kondisi istirahat dan setelah beraktivitas.Menjelaskan pola perbedaan data secara parsial (hanya menyebutkan angka berubah tanpa menyatakan mana yang lebih tinggi/rendah).Menjelaskan pola pada data secara tepat: frekuensi napas setelah beraktivitas lebih tinggi dibanding saat istirahat berdasarkan angka data tabel.Menjelaskan pola pada data frekuensi secara utuh dan tepat: menghubungkan kenaikan angka frekuensi napas setelah beraktivitas dengan peningkatan kebutuhan udara/oksigen tubuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid, khususnya 6 murid pada Giliran 4, dapat mempraktikkan penghitungan frekuensi napas 60 detik secara tepat dan mandiri?
  • Apakah instruksi penghitungan siklus napas (tarik-embus) dipahami dengan jelas oleh setiap pasangan tanpa tertukar?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan mengukur frekuensi napas yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
  • Apa perbedaan utama yang aku temukan antara napas saat duduk santai dan napas setelah melompat?

Pertemuan 6 — Penjelasan Pola pada Data Tabel Perbedaan Frekuensi Pernapasan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.3 Menjelaskan hasil pengamatan dan pola pada data frekuensi pernapasan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan murid untuk belajar secara berkesadaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes cepat membaca data tabel frekuensi napas untuk mengecek kesiapan murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati sajian tabel data perbandingan frekuensi pernapasan 3 kondisi (istirahat, jalan santai, lari di tempat) di papan tulis untuk memahami hubungan antara intensitas gerak dan perubahan angka napas (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Naik-Turun': guru menyebutkan peralihan aktivitas fisik dan murid serentak mengangkat tangan jika frekuensi napas naik atau menurunkan tangan jika frekuensi napas turun (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Secara mandiri, murid menganalisis lembar kerja berisi tabel data frekuensi napas kelompok dan merumuskan penjelasan tertulis mengenai pola kenaikan serta perbandingannya antar-aktivitas (30 menit).
  • Murid duduk berpasangan saling memeriksa ketepatan penjelasan pola data berdasarkan tabel yang dianalisis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami saat menerjemahkan angka-angka pada tabel menjadi kalimat penjelasan pola ilmiah yang runtut (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pola hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap frekuensi pernapasan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penjelasan murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel data dengan 2 kondisi (istirahat vs lari) untuk murid yang membutuhkan bantuan, dan tabel 4 kondisi (tidur, duduk santai, berjalan, lari cepat) untuk murid cepat.
  • Proses: Memberikan panduan kalimat rumpang pemandu pola ('Semakin ... maka frekuensi napas ...') bagi murid yang memerlukan scaffolding penulisan penjelasan.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan pola tabel dalam bentuk narasi paragraf analisis atau poin-poin penjelasan pola perbandingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat membaca tabel (disajikan data: Kondisi Duduk = 18 kali/menit, Kondisi Lari = 34 kali/menit). Murid menjawab: (1) Manakah aktivitas yang menghasilkan frekuensi napas lebih tinggi? (acuan benar: Kondisi Lari); (2) Berapa selisih frekuensi napas antara kedua kondisi tersebut? (acuan benar: 16 kali/menit).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan pola data tabel pernapasan berdasarkan tabel: [Kondisi A: Istirahat = 16-20 kali/menit, Kondisi B: Berjalan = 22-26 kali/menit, Kondisi C: Lari = 35-42 kali/menit]. Kriteria acuan: (1) Menyatakan pola umum bahwa semakin berat aktivitas maka frekuensi pernapasan semakin meningkat; (2) Menjelaskan perbandingan spesifik bahwa lari menghasilkan frekuensi tertinggi sedangkan istirahat terendah disertai bukti angka tabel.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 1 butir di penutup: 'Berdasarkan data tabel frekuensi napas, bagaimana pola perubahan frekuensi napas ketika seseorang berganti dari berlari kencang menuju posisi duduk beristirahat?' (acuan benar: frekuensi napas mengalami pola penurunan secara bertahap dari angka tinggi kembali ke angka rentang normal istirahat).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik membaca data tabel di pendahuluan
  • Penilaian unjuk kerja tertulis penjelasan pola data tabel pada lembar kerja murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Pola Data Frekuensi PernapasanBelum mampu menjelaskan pola data, hanya menyalin ulang angka-angka pada tabel tanpa menunjukkan arah perubahan frekuensi pernapasan.Mampu menyebutkan arah perubahan (naik/turun) namun belum menjelaskan hubungan pola antara beratnya aktivitas dengan frekuensi pernapasan secara tepat.Mampu menjelaskan pola hubungan kenaikan frekuensi pernapasan seiring meningkatnya aktivitas fisik sesuai data pada tabel secara tepat.Mampu menjelaskan pola hubungan kenaikan frekuensi pernapasan secara utuh dan terperinci, membandingkan seluruh tingkatan aktivitas dalam data tabel secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menangkap pola hubungan sebab-akibat antara jenis aktivitas dan frekuensi napas dari tabel data?
  • Bagian mana dari penjelasan pola data yang masih sulit dirumuskan oleh sebagian murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa membaca pola kenaikan atau penurunan frekuensi napas dari sebuah tabel data?
  • Apa hal paling jelas yang kutemukan saat membandingkan data frekuensi napas saat istirahat dan beraktivitas?

Pertemuan 7 — Refleksi Dampak Kebersihan Udara terhadap Fungsi Organ Sistem Pernapasan Manusia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.4 Merefleksikan sistem organ tubuh manusia pada sistem pernapasan yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: merefleksikan bagaimana kebersihan udara memengaruhi fungsi organ pernapasan (hidung, tenggorokan, dan paru-paru) serta tindakan nyata untuk menjaga kesehatannya (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan pertanyaan diagnostik lisan cepat kepada murid: 'Sebutkan 2 dampak buruk polusi udara terhadap saluran pernapasan kita!' (acuan jawaban: mengiritasi/menyumbat hidung, memicu batuk/radang tenggorokan, atau menyebabkan sesak/kerusakan pada paru-paru/alveolus) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 gambar perbandingan lingkungan: Gambar A (taman asri berudara bersih tanpa asap) dan Gambar B (jalan raya macet penuh kepulan asap hitam kendaraan bermotor dan pembakaran sampah) (5 menit).
  • Murid membaca teks ringkas tentang polutan udara (debu mikro, karbon monoksida, sulfur dioksida) dan keterbatasan penyaringan rambut hidung saat menghadapi polusi pekat (7 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis tebak cepat 'Udara Bersih vs Udara Kotor' menggunakan 3 kartu kasus: Kasus 1 (berada di bawah pohon rindang saat pagi), Kasus 2 (berada di samping pembakaran tumpukan sampah plastik), Kasus 3 (bersepeda di belakang knalpot truk berasap pekat); murid menentukan organ yang terdampak dan dampaknya secara bergantian (acuan: Kasus 1 = udara bersih/organ bernapas lega; Kasus 2 & 3 = udara tercemar/iritasi hidung, tenggorokan perih, dada sesak) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menerima Lembar Refleksi Diri 'Udara Bersih dan Paru-Paruku' yang berisi analisis hubungan kebersihan udara terhadap 3 organ spesifik (hidung, tenggorokan/trakea, paru-paru/alveolus) (5 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi tabel refleksi dampak udara buruk dan tindakan perlindungan pada 3 organ tersebut: (1) Hidung: dampak = rambut hidung & selaput lendir bekerja ekstra dan iritasi, tindakan = memakai masker saat berdebu; (2) Tenggorokan: dampak = peradangan/gatal akibat partikel asap, tindakan = minum air putih cukup dan menjauhi asap; (3) Paru-paru: dampak = pertukaran gas di alveolus terganggu/sesak, tindakan = menanam tanaman pembersih udara dan menghindari paparan polutan pekat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan perenungan mendalam terbimbing (mindful breathing) selama 2 menit untuk merasakan hembusan udara yang masuk ke dada, menyadari anugerah organ pernapasan yang sehat (3 menit).
  • Murid menuliskan komitmen pribadi berupa 1 tindakan nyata sehari-hari untuk menjaga sistem pernapasannya dari paparan udara kotor di lingkungan sekitar (acuan kriteria: menyebutkan tindakan perlindungan diri yang rasional, seperti menggunakan masker saat naik motor/lewat jalan berdebu, atau tidak membakar sampah sembarangan) (7 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa kualitas udara sangat memengaruhi kesehatan hidung, tenggorokan, dan paru-paru, sehingga perlindungan diri dari polusi mutlak diperlukan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar refleksi murid, menyampaikan apresiasi atas kesadaran menjaga kesehatan diri, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar organ pernapasan dan daftar pilihan polutan; murid yang mahir mengkaji dampak partikel mikro (PM2.5) terhadap alveolus.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merefleksikan dampak dibimbing langsung oleh guru melalui pertanyaan arahan bertahap; murid mahir menyelesaikan analisis dampak secara mandiri penuh.
  • Produk: Murid bebas menyajikan tabel refleksinya dalam bentuk daftar poin tertulis terstruktur atau peta pikiran hubungan sebab-akibat dampak udara terhadap organ tubuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 2 dampak buruk paparan polusi udara bagi organ sistem pernapasan manusia!' (Kriteria penerimaan/acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 organ yang terganggu beserta gejalanya, misalnya iritasi lendir hidung, batuk/radang tenggorokan, atau paru-paru sesak).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar refleksi mandiri murid pada tahap Mengaplikasi dengan memeriksa ketepatan analisis dampak udara tercemar dan relevansi cara menjaga kesehatan pada 3 organ: hidung, tenggorokan, dan paru-paru (acuan jawaban: Hidung -> iritasi/tersumbat polutan -> pakai masker; Tenggorokan -> gatal/radang akibat asap -> banyak minum air & hindari asap rokok/bakaran; Paru-paru -> alveolus tertutup partikel racun/sesak -> berolahraga di tempat bersih & hindari polusi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan komitmen reflektif tertulis pada penutup: Murid menuliskan satu refleksi hubungan antara kualitas udara dengan kesehatan paru-parunya beserta 1 aksi nyata yang akan dilakukan (kriteria penerimaan: pernyataan memuat korelasi logis bahwa udara bersih menjaga pertukaran oksigen optimal di paru-paru dan aksi nyata spesifik seperti menggunakan masker di jalan raya).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian lembar refleksi dampak kebersihan udara terhadap organ pernapasan dan tindakan penjagaannya
  • Observasi partisipasi aktif saat kuis tebak kasus dampak polusi terhadap fungsi organ

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Dampak Kebersihan Udara terhadap Organ PernapasanBelum mampu mengaitkan dampak kualitas udara buruk terhadap fungsi organ pernapasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) secara tepat.Mampu merefleksikan dampak kebersihan udara hanya pada 1 organ pernapasan secara tepat.Mampu merefleksikan dampak kebersihan udara pada 2 hingga 3 organ pernapasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) dengan tepat.Mampu merefleksikan dampak kebersihan udara pada seluruh organ pernapasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) secara mendalam, tepat, dan mandiri.
Keterkaitan Cara Menjaga Kesehatan Organ PernapasanBelum mampu merumuskan tindakan menjaga kesehatan organ pernapasan yang sesuai dengan ancaman polusi udara.Mampu merumuskan 1 tindakan menjaga kesehatan organ pernapasan yang relevan dengan upaya menghindari udara kotor.Mampu merumuskan 2 hingga 3 tindakan menjaga kesehatan organ pernapasan yang relevan dengan fungsi masing-masing organ.Mampu merumuskan tindakan menjaga kesehatan organ pernapasan secara komprehensif pada setiap organ dan menyertakan komitmen aksi nyata sehari-hari secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kegiatan refleksi terarah berhasil membangun kesadaran murid tentang bahaya polusi udara bagi organ pernapasannya?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kuis tebak kasus dan perenungan pernapasan berkesadaran berlangsung?

Murid:

  • Apa hal paling berharga yang kamu pelajari tentang cara hidung dan paru-parumu bekerja menyaring udara?
  • Tindakan nyata apa yang akan langsung kamu lakukan mulai hari ini agar paru-parumu tetap sehat dari udara kotor?

Pertemuan 8 — Refleksi Pemilihan Gaya Hidup Sehat untuk Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan Tubuh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.4 Merefleksikan sistem organ tubuh manusia pada sistem pernapasan yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa pertanyaan pemantik kesiapan: (1) Sebutkan 1 contoh kebiasaan yang merusak paru-paru (acuan: merokok/menghirup asap rokok, begadang, jarang olahraga, berada di ruang berdebu tanpa masker); (2) Sebutkan 1 contoh kebiasaan yang menyehatkan paru-paru (acuan: rutin berolahraga/jalan pagi, istirahat cukup, minum air putih cukup, memakai masker saat berdebu, ventilasi rumah dibuka) (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan pilihan gaya hidup sehari-hari yang berdampak pada kesehatan organ sistem pernapasan (hidung, tenggorokan/trakea, paru-paru) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati dan membaca 4 studi kasus narasi gaya hidup berikut: Kasus 1 (Rian gemar berolahraga lari pagi di taman berudara segar), Kasus 2 (Beni sering begadang bermain gawai di dekat anggota keluarga yang merokok), Kasus 3 (Siti rajin membersihkan kamar dan menjaga sirkulasi udara jendela kamarnya), Kasus 4 (Doni jarang bergerak, sering berada di ruangan pengap berdebu tanpa pelindung) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengidentifikasi dampak dari ke-4 kasus tersebut terhadap organ pernapasan: (1) Rian: paru-paru dan diafragma terlatih kapasitasnya serta pasokan oksigen bersih lancar; (2) Beni: iritasi saluran pernapasan/trakea dan penumpukan racun nikotin/tar di alveolus; (3) Siti: hidung dan bronkus terhindar dari alergen debu sehingga saluran napas bersih; (4) Doni: kapasitas paru-paru menurun dan lendir saluran napas mudah menumpuk karena debu (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan permainan kuis gerak interaktif 'Pilah Gaya Hidup Napas Segar': Guru membacakan 4 kartu pernyataan gaya hidup: Pernyataan A 'Menghindari paparan asap rokok dan vape', Pernyataan B 'Membakar sampah daun di pekarangan tertutup dekat kamar tidur', Pernyataan C 'Latihan senam irama 30 menit setiap akhir pekan', Pernyataan D 'Tidur larut malam di ruangan tanpa ventilasi dan berdebu'. Murid merespons dengan berdiri tegak sambil menarik napas dalam jika menyehatkan (acuan: Kartu A dan C), atau menyilangkan tangan di dada jika merusak organ pernapasan (acuan: Kartu B dan D) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja Refleksi Diri Gaya Hidup Pernapasan yang memuat evaluasi 4 aspek kebiasaan pribadi: (1) Frekuensi aktivitas fisik/olahraga mingguan dan dampaknya pada kapasitas paru-paru, (2) Perlindungan hidung dan tenggorokan dari paparan asap rokok/polusi, (3) Pengaturan sirkulasi udara/kebersihan ruang tidur terhadap kenyamanan bernapas, (4) Pola istirahat dan kecukupan minum air untuk menjaga kelembapan selaput lendir saluran napas (acuan kriteria: setiap aspek memuat analisis hubungan kebiasaan dengan fungsi organ pernapasan secara logis) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merumuskan 1 komitmen perbaikan gaya hidup konkret yang akan dijalankan selama 7 hari ke depan untuk menjaga organ pernapasannya (contoh kriteria: target terukur seperti 'berjalan kaki 20 menit tiap pagi' atau 'memakai masker saat menyapu kamar berdebu') dan menuliskannya pada kartu komitmen sehat (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap hasil refleksi gaya hidup sehat yang telah dirumuskan murid (5 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kesadaran memilih gaya hidup aktif dan bersih demi menjaga organ pernapasan (hidung, trakea, paru-paru) berfungsi optimal sepanjang hidup (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (pertemuan 9: penyusunan media infografis hasil penyelidikan pernapasan) dan menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang memperlihatkan organ paru-paru sehat vs paru-paru terpapar asap rokok beserta daftar panduan kata kunci kebiasaan; murid cepat diberikan narasi studi kasus tambahan mengenai pengaruh kebiasaan latihan pernapasan terhadap elastisitas diafragma.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal didampingi guru melalui pertanyaan penuntun terstruktur saat mengisi lembar refleksi 4 aspek kebiasaan; murid mandiri menyelesaikan lembar kerja refleksi secara penuh dan mandiri.
  • Produk: Format penulisan komitmen reflektif dapat berupa daftar ceklis tindakan harian atau paragraf refleksi singkat berisi hubungan sebab-akibat kebiasaan terhadap organ pernapasan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pertemuan: (1) Sebutkan 1 contoh kebiasaan yang merusak paru-paru? (Acuan jawaban benar: merokok/menghirup asap rokok, begadang, malas bergerak/jarang olahraga, berada di lingkungan berdebu tanpa masker); (2) Sebutkan 1 contoh kebiasaan yang menyehatkan paru-paru? (Acuan jawaban benar: rutin berolahraga/lari pagi, istirahat cukup, minum air putih cukup, memakai masker saat berdebu, membuka ventilasi jendela rumah).

Proses:

  • Observasi ketepatan pemilahan pada permainan 'Pilah Gaya Hidup Napas Segar' terhadap 4 kartu pernyataan: Kartu A 'Menghindari paparan asap rokok dan vape' (acuan: berdiri tegak menarik napas/menyehatkan), Kartu B 'Membakar sampah daun di pekarangan tertutup dekat kamar tidur' (acuan: menyilangkan tangan/merusak), Kartu C 'Latihan senam irama 30 menit setiap akhir pekan' (acuan: berdiri tegak menarik napas/menyehatkan), Kartu D 'Tidur larut malam di ruangan tanpa ventilasi dan berdebu' (acuan: menyilangkan tangan/merusak).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Refleksi Pribadi pada 4 aspek kebiasaan (olahraga, perlindungan dari asap/polusi, sirkulasi kamar, pola istirahat/minum) berdasarkan ketepatan mengaitkan kebiasaan dengan kesehatan organ pernapasan (hidung, trakea, paru-paru/alveolus).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan rumusan komitmen gaya hidup sehat pada kartu komitmen (kriteria penerimaan operasional: memuat minimal 1 tindakan nyata menjaga organ pernapasan, dilengkapi waktu pelaksanaan yang terukur dan nama organ yang dilindungi, misal: 'memakai masker saat menyapu kamar agar debu tidak masuk ke hidung dan trakea' atau 'rutin jalan pagi 15 menit agar paru-paru bekerja optimal').

Formatif:

  • Kuis lisan diagnostik awal kesiapan materi hubungan kebiasaan dengan organ pernapasan
  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons pada permainan kuis gerak 'Pilah Gaya Hidup Napas Segar'
  • Penilaian lembar kerja refleksi pemilihan gaya hidup sehat terhadap kesehatan organ pernapasan manusia

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merefleksikan keterkaitan gaya hidup dengan kesehatan organ pernapasanBelum mampu mengaitkan pilihan kebiasaan sehari-hari dengan dampaknya terhadap organ pernapasan (hanya menyebutkan kebiasaan tanpa kaitan organ).Mampu merefleksikan 1-2 kebiasaan sehari-hari dan mengaitkannya secara tepat dengan kondisi organ pernapasan manusia dengan bantuan bimbingan guru.Mampu merefleksikan minimal 3 dari 4 aspek kebiasaan hidup sehari-hari (olahraga, paparan asap, ventilasi, istirahat) dan mengaitkannya secara logis dengan kondisi organ pernapasan secara mandiri.Mampu merefleksikan seluruh 4 aspek kebiasaan hidup sehari-hari secara lengkap, menjelaskan hubungan sebab-akibat kebiasaan terhadap organ pernapasan secara mendalam, serta merumuskan rencana komitmen perbaikan terukur secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi secara jujur kebiasaan sehari-hari mereka yang memengaruhi kesehatan pernapasan?
  • Apakah aktivitas permainan gerak dan studi kasus berhasil membuat suasana belajar bermakna dan menggembirakan?
  • Bagian mana dari lembar refleksi murid yang masih membutuhkan penguatan konsep fungsi organ pernapasan?

Murid:

  • Kebiasaan apa yang selama ini sering saya lakukan yang ternyata berisiko mengganggu saluran pernapasan saya?
  • Bagaimana perasaan saya setelah menyadari bahwa kesehatan paru-paru saya sangat ditentukan oleh pilihan gaya hidup saya sendiri?
  • Tindakan hidup sehat apa yang paling siap dan berkomitmen untuk saya lakukan mulai hari ini?

Pertemuan 9 — Penyusunan Media Infografis Sederhana Hasil Penyelidikan Sistem Pernapasan (Presentasi Giliran 1: 7 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun media infografis sederhana untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan serta cara merawatnya secara utuh (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak kelengkapan: guru menunjukkan satu contoh bagan sederhana yang hanya memuat judul 'Paru-paru Kita' tanpa data penyelidikan, lalu meminta murid menyebutkan apa saja 3 komponen pokok yang kurang agar informasi menjadi utuh (acuan jawaban: alur/organ pernapasan, bukti data/fakta frekuensi atau gangguan pernapasan, dan pesan/argumen menjaga kesehatan pernapasan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan kerangka infografis pada lembar kerja yang memuat 3 elemen wajib: (1) Alur organ sistem pernapasan, (2) Temuan data penyelidikan pernapasan (misal: frekuensi napas saat istirahat vs aktivitas atau dampak polusi/asap sampah), dan (3) Argumen/pesan tindakan menjaga kesehatan pernapasan (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kerja melakukan permainan tantangan visual 'Tata Letak Kilat': murid menyortir potongan label informasi ke dalam kotak bagian infografis (Kepala/Judul, Badan/Data Fakta Penyelidikan, Kaki/Argumen Solusi) untuk memahami keterpaduan alur penyampaian informasi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap murid secara mandiri menyusun media infografis pada kertas gambar A4 dengan mengintegrasikan data hasil penyelidikan pernapasan yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, mencakup: organ pernapasan yang terlibat, fakta perbandingan data, dan kalimat argumen ajakan menjaga organ pernapasan (20 menit).
  • Pelaksanaan presentasi media giliran 1: 7 orang murid (giliran 1 sesuai jadwal) secara bergiliran mengomunikasikan isi infografis yang telah dibuatnya di hadapan kelas selama masing-masing 2 menit, memaparkan hasil penyelidikan dan argumen yang tertuang dalam medianya (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid yang tampil maupun penyimak mengevaluasi kejelasan media infografis yang ditampilkan menggunakan lembar cek mandiri/sejawat terkait keutuhan elemen komunikasi visual (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan unsur-unsur penting dalam mengomunikasikan penyelidikan sains melalui media infografis (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada 7 murid giliran pertama serta memberi motivasi persiapan bagi murid giliran berikutnya di pertemuan 10, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan templat kerangka infografis terstruktur dengan petunjuk kolom isian; murid yang sudah mahir dapat merancang tata letak bebas yang memuat rincian data analitis lebih detail.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus pada perumusan kalimat argumen bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat penjelas fakta sains.
  • Produk: Media infografis dapat disajikan berupa gambar diagram alur manual, kolase bagan visual, atau poster grafis sederhana sesuai minat murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 3 bagian pokok yang harus ada dalam media poster/infografis penyelidikan IPA agar pembaca memahami fakta sekaligus solusinya!' (Acuan jawaban benar: memuat 3 unsur yaitu (1) alur organ pernapasan, (2) data/fakta hasil penyelidikan, dan (3) argumen solusi menjaga kesehatan pernapasan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan media infografis dan komunikasi lisan 7 murid giliran 1. Kriteria penerimaan operasional: media memuat nama organ sistem pernapasan secara benar, menyajikan minimal 1 fakta penyelidikan (misal: perbandingan frekuensi napas istirahat 18-22 kali/menit vs setelah lari 35-45 kali/menit, atau paparan asap rokok/sampah mengganggu saluran pernapasan), serta memuat kalimat argumen ajakan menjaga kesehatan tubuh yang terhubung logis dengan fakta penyelidikan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif di akhir sesi: murid mengisi 1 kalimat simpulan komunikasi pada secarik kertas tiket keluar: 'Media infografis saya efektif menjelaskan sistem pernapasan karena memuat bukti ... dan argumen ...' (Kriteria penerimaan: murid menuliskan bukti data penyelidikan yang digunakan dan 1 tindakan perlindungan pernapasan yang logis).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyusunan media infografis hasil penyelidikan pernapasan dan lembar observasi komunikasi visual 7 murid giliran 1

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Komunikasi Hasil Penyelidikan pada MediaMedia hanya memuat gambar organ atau judul saja tanpa data penyelidikan dan argumen.Media memuat alur organ pernapasan dan data penyelidikan, namun belum disertai argumen cara menjaga kesehatan tubuh.Media mengomunikasikan organ pernapasan, data hasil penyelidikan, dan argumen menjaga kesehatan pernapasan secara utuh.Media mengomunikasikan organ pernapasan, data hasil penyelidikan, dan argumen menjaga kesehatan pernapasan secara utuh, terstruktur runtut, dan hubungan sebab-akibat antar-elemen disajikan sangat jelas.
Penyampaian Argumen dalam MediaBelum menyajikan argumen atau ajakan menjaga kesehatan organ pernapasan dalam medianya.Menyajikan argumen menjaga kesehatan pernapasan namun bersifat umum dan belum bertaut dengan hasil penyelidikan.Menyajikan argumen menjaga kesehatan pernapasan yang didukung oleh fakta hasil penyelidikan di dalam medianya.Menyajikan argumen menjaga kesehatan pernapasan yang logis, berlandaskan bukti data penyelidikan secara tepat dan mendalam pada medianya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit mandiri dan 14 menit presentasi giliran 1 (7 murid) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana keterbacaan data penyelidikan yang dituangkan murid ke dalam bentuk visual infografis sederhana?

Murid:

  • Apakah infografis yang saya buat sudah dapat menjelaskan cara kerja dan kesehatan pernapasan dengan jelas kepada teman?
  • Bagian mana dari infografis buatan saya yang paling meyakinkan pembaca untuk menjaga organ pernapasannya?

Pertemuan 10 — Pengomunikasian Lisan Hasil Penyelidikan dan Argumen Menjaga Kesehatan Pernapasan (Presentasi Giliran 2 & 3: 14 Murid) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran serta kesiapan murid giliran 2 dan 3 (sebanyak 14 murid) yang akan melakukan pengomunikasian lisan hari ini, melanjutkan 7 murid giliran 1 pada pertemuan sebelumnya (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan kepada kelas untuk mengecek kesiapan struktur penyampaian komunikasi lisan: menyebutkan hasil temuan penyelidikan organ/proses pernapasan dan menyertakan 1 alasan/argumen menjaga kesehatan organ (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memberikan penguatan kriteria komunikasi lisan yang utuh melalui tayangan panduan alur bicara: (1) Menyebutkan temuan penyelidikan sistem pernapasan (proses bernapas/frekuensi/dampak lingkungan) berdasarkan media infografis yang telah dibuat pada Pertemuan 9, dan (2) Menyampaikan argumen logis cara menjaga kesehatan sistem pernapasan (10 menit).
  • Murid bersama guru melakukan simulasi pemanasan permainan 'Estafet Argumen Kilat' di mana 2 perwakilan murid mencoba menyampaikan 1 kalimat temuan organ dan 1 kalimat argumen perlindungan napas dalam waktu 30 detik untuk membangun antusiasme dan suasana menyenangkan (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Pengomunikasian Lisan Giliran 2: 7 murid pertama tampil secara bergiliran (masing-masing 3 menit) mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasannya secara utuh dan menyampaikan argumen tindakan menjaga organ pernapasan dengan memanfaatkan media yang telah disusunnya, sementara guru melakukan penilaian unjuk kerja komunikasi lisan (25 menit).
  • Pelaksanaan Pengomunikasian Lisan Giliran 3: 7 murid berikutnya tampil secara bergiliran (masing-masing 3 menit) mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasannya secara utuh serta argumen menjaga kesehatan pernapasan menggunakan medianya, sementara guru mencatat pencapaian pada lembar observasi unjuk kerja (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid yang telah mengomunikasikan hasil penyelidikannya meninjau kembali argumen yang disampaikannya dengan menjawab konfirmasi guru terkait alasan keterkaitan antara hasil penyelidikan dan cara menjaga kesehatan pernapasan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keseluruhan sesi komunikasi lisan 14 murid mengenai keutuhan penyampaian hasil penyelidikan dan ketajaman argumen yang disampaikan (5 menit).
  • Guru bersama seluruh murid merangkum poin-poin penting argumen menjaga kesehatan pernapasan yang telah dikomunikasikan dan mengingatkan persiapan asesmen sumatif pada Pertemuan 11, kemudian menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat menggunakan media infografis fisik (kertas karton) atau media digital sederhana yang telah diselesaikan pada pertemuan 9 sebagai alat bantu komunikasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pemantik alur urutan bicara saat mengomunikasikan temuan (awal: temuan organ, akhir: argumen kesehatan); murid mahir menyampaikan komunikasi mandiri tanpa bantuan kartu alur.
  • Produk: Semua murid mengomunikasikan secara lisan dengan pemenuhan 2 unsur wajib: hasil penyelidikan sistem pernapasan dan argumen menjaga kesehatan organ tubuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik kesiapan komunikasi: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan 2 komponen wajib yang harus ada dalam komunikasi lisan hari ini. Acuan jawaban benar: (1) Hasil penyelidikan sistem pernapasan/cara kerja/frekuensi/lingkungan, dan (2) Argumen atau alasan menjaga kesehatan organ pernapasan.

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja komunikasi lisan mandiri untuk 14 murid (Giliran 2 dan Giliran 3) selama tahap Mengaplikasi dengan rubrik ketercapaian: (1) Keutuhan isi hasil penyelidikan sistem pernapasan, dan (2) Ketepatan argumen menjaga kesehatan organ pernapasan berdasarkan bukti media.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan konfirmasi lisan reflektif penutup: Guru menguji 1 murid dari giliran 2 dan 1 murid dari giliran 3 dengan pertanyaan: 'Sebutkan 1 bukti dari penyelidikanmu yang menjadi alasan kuat perlunya menghindari asap pembakaran sampah!'. Acuan jawaban dapat diterima: Bukti penyelidikan menunjukkan asap/polutan mengganggu saluran pernapasan/paru-paru sehingga memicu batuk atau sesak napas.

Formatif:

  • Unjuk kerja komunikasi lisan hasil penyelidikan sistem pernapasan dan penyampaian argumen kesehatan menggunakan instrumen lembar observasi kriteria ketercapaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Komunikasi Hasil Penyelidikan Sistem PernapasanMengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara tidak utuh (kurang dari 2 unsur: organ, cara kerja/frekuensi/dampak lingkungan) dan membutuhkan panduan penuh dari guru.Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan dengan menyebutkan minimal 2 unsur penyelidikan namun alur penyampaian masih terputus-putus dan dibantu arahan guru.Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh mencakup organ, mekanisme/frekuensi napas, serta data temuan secara mandiri dan runtut.Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh, runtut, mendalam, dan mengaitkan data temuan secara jelas menggunakan media penunjang secara mandiri.
Penyampaian Argumen Menjaga Kesehatan Organ PernapasanBelum mampu menyampaikan argumen atau alasan menjaga kesehatan organ pernapasan yang logis berdasarkan hasil penyelidikan.Menyampaikan argumen menjaga kesehatan organ pernapasan secara umum tanpa mengaitkannya dengan data atau bukti hasil penyelidikan.Menyampaikan argumen menjaga kesehatan organ pernapasan yang logis dan didukung oleh bukti data penyelidikan sistem pernapasan.Menyampaikan argumen menjaga kesehatan organ pernapasan yang sangat logis, kritis, berbasis bukti penyelidikan, serta memberikan solusi nyata tindakan perlindungan tubuh secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh 14 murid pada giliran 2 dan 3 mendapatkan alokasi waktu yang cukup untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan dan argumennya?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan media infografis dalam membantu murid menyusun argumen yang logis saat berbicara lisan?

Murid:

  • Apakah saya sudah mengomunikasikan seluruh temuan penting tentang sistem pernapasan dari media yang saya buat?
  • Apakah argumen yang saya sampaikan sudah cukup jelas membuktikan pentingnya menjaga kesehatan organ pernapasan?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.2.1 Mengamati fenomena dan peristiwa bernapas sederhana dengan mencatat hasil pengamatannya pada organ pernapasan
  • TP 6.2.2 Melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan tentang cara kerja sistem pernapasan melalui model pernapasan
  • TP 6.2.3 Menjelaskan hasil pengamatan dan pola pada data frekuensi pernapasan
  • TP 6.2.4 Merefleksikan sistem organ tubuh manusia pada sistem pernapasan yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
  • TP 6.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan meja kerja murid, dan mengondisikan ruangan agar tenang untuk pelaksanaan asesmen sumatif akhir Bab 2 (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan dan tata tertib asesmen sumatif yang mencakup tiga bagian: konfirmasi unjuk kerja model/organ untuk 4 murid tersisa, pengerjaan lembar tes tertulis-reflektif secara serentak, serta konfirmasi komunikasi media infografis untuk 7 murid giliran akhir (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis-Reflektif kepada 28 murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan: Bagian A (Analisis Frekuensi Napas) meminta murid membandingkan data tabel dan menjelaskan pola hubungannya; Bagian B (Jurnal Refleksi Sistem Pernapasan) meminta murid menelaah fungsi organ pernapasan dan merumuskan komitmen nyata pencegahan gangguan pernapasan (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Sebanyak 28 murid serentak secara mandiri dan hening mengerjakan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis-Reflektif yang memuat 2 butir soal: Butir 1 (TP 3): Diberikan data frekuensi napas Reno saat istirahat (18 kali/menit) dan setelah lari 3 menit (34 kali/menit). Murid menjelaskan pola perbedaan data dan alasannya [Acuan Kunci: Saat beraktivitas fisik/lari, frekuensi napas meningkat secara signifikan dibanding saat istirahat, karena otot tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi dan mengeluarkan karbon dioksida lebih cepat]. Butir 2 (TP 4): Murid menuliskan telaah reflektif fungsi organ paru-paru/hidung dan 2 tindakan konkret menjaga kesehatan pernapasan [Acuan Kunci: Hidung berfungsi menyaring debu/menghangatkan udara dan paru-paru sebagai tempat pertukaran O2/CO2; 2 tindakan nyata: memakai masker saat udara berdebu/polusi dan menghindari asap rokok/pembakaran sampah] (28 menit).
  • Secara paralel di meja observasi guru, guru memanggil 4 murid giliran akhir (yang belum dinilai pada sesi TP 1-2 sebelumnya) secara bergantian (masing-masing 2 menit per murid) untuk mendemonstrasikan pengoperasian model botol pernapasan (menarik dan melepas balon diafragma) serta mencatat hasil amatan fase tarik/embus napas pada rongga dada/organ di lembar amatan guru [Acuan Kunci: Saat membran diafragma ditarik ke bawah/fase inspirasi, balon paru-paru di dalam botol mengembang dan rongga membesar; saat dilepas/fase ekspirasi, balon paru-paru mengempis dan rongga mengecil] (8 menit).
  • Guru mencatat hasil konfirmasi unjuk kerja dan transisi kembali ke tempat duduk untuk 4 murid tersebut (2 menit).
  • Guru memanggil 7 murid giliran akhir (yang belum dinilai pada pertemuan 9-10) secara bergantian (masing-masing 3 menit) untuk mengomunikasikan lisan hasil penyelidikan sistem pernapasan berbasis media infografis sederhana yang telah mereka susun, dengan fokus argumen hubungan kebersihan udara dan kesehatan pernapasan [Acuan Kriteria: memuat alur pertukaran udara/organ pernapasan, menyajikan argumen logis bahwa udara bersih menjaga fungsi alveolus/paru-paru bebas infeksi, serta menyajikan ajakan tindakan menjaga kesehatan pernapasan] (21 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh Lembar Asesmen Sumatif Tertulis-Reflektif murid, memfasilitasi waktu perpindahan murid giliran akhir kembali ke tempat duduk, serta meminta murid menuliskan satu kalimat refleksi mandiri di baris bawah lembar jawaban mengenai pemahaman paling berharga yang diperoleh sepanjang Bab 2 (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid selama menuntaskan asesmen sumatif Bab 2 'Tarik dan Embuskan' (1 menit).
  • Guru merangkum perjalanan belajar bab sistem pernapasan serta menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses tata letak teks yang diperbesar atau penyediaan alat bantu baca bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir soal sumatif.
  • Proses: Pemberian jeda waktu transisi yang tenang dan pembacaan instruksi secara artikulatif bagi murid yang membutuhkan klarifikasi teknis pengerjaan tanpa membocorkan substansi jawaban.
  • Produk: Format media infografis pada tugas komunikasi dapat berupa poster visual kertas atau bagan bergambar cetak sesuai karya yang telah dirampungkan pada pertemuan sebelumnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: Guru menanyakan kesiapan murid terkait kelengkapan model botol pernapasan, lembar infografis yang telah disiapkan pada pertemuan sebelumnya, dan alat tulis untuk tes tertulis.

Proses:

  • Pencatatan ketertiban dan kemandirian murid selama mengerjakan tes tertulis individual serta pengamatan langsung rubrik sumatif saat giliran unjuk kerja model dan presentasi komunikasi berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi unjuk kerja mandiri bergiliran berbasis portofolio sesi dan tes tertulis-reflektif serentak: hasil pengoperasian model sistem pernapasan dan catatan tabel pengamatan organ pernapasan (TP 1 dan TP 2), lembar analisis pola frekuensi napas dan jurnal refleksi kesehatan organ (TP 3 dan TP 4), serta infografis sederhana yang telah dirancang mandiri saat sesi pengomunikasian hasil (TP 5)
  • unjuk kerja pengamatan dan pengoperasian model secara mandiri: Kinerja mandiri 28 murid untuk TP 1 dan TP 2 diambil bertahap terencana: 24 murid dinilai pada sesi latihan TP 1-2 sebelumnya (4 sesi × 6 murid × 2 menit = 12 menit per sesi terintegrasi saat murid lain eksperimen mandiri). Pada slot sumatif terakhir, tersisa 4 murid dikonfirmasi: 4 murid × 2 menit per murid = 8 menit + 2 menit transisi/catat = 10 menit. Murid mengoperasikan model botol pernapasan secara mandiri serta mencatat hasil amatan fase tarik/embus napas pada dada/organ. (10 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengamatan fenomena dan pengoperasian model mandiri)
  • tes tertulis analisis data dan jurnal refleksi serentak: 28 murid serentak selama 35 menit mengerjakan lembar tes tertulis individual berisi: (1) penjelasan tertulis mengenai pola perbedaan data frekuensi pernapasan istirahat vs aktivitas (TP 3), dan (2) jurnal refleksi telaah fungsi organ pernapasan serta rencana komitmen menjaga kesehatan tubuh dari gangguan pernapasan (TP 4). Artefak dinilai guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik jurnal refleksi)
  • unjuk kerja komunikasi lisan terstruktur berbasis media: Pengomunikasian hasil penyelidikan menggunakan media infografis sederhana yang telah dibuat mandiri oleh murid pada sesi pembelajaran TP 5. Pada slot sumatif, dilakukan konfirmasi lisan ringkas untuk 7 perwakilan/giliran terstruktur slot akhir (7 murid × 3 menit = 21 menit + 4 menit perpindahan = 25 menit; 21 murid lainnya telah dinilai pada 3 sesi presentasi TP 5 sebelumnya @ 7 murid × 3 menit = 21 menit terintegrasi dalam alokasi sesi). Guru mencatat argumen pemeliharaan kebersihan udara dan kesehatan pernapasan pada lembar observasi. (25 menit; individual; instrumen: rubrik presentasi komunikasi hasil penyelidikan)

Sumatif:

  • kombinasi unjuk kerja mandiri bergiliran berbasis portofolio sesi dan tes tertulis-reflektif serentak: hasil pengoperasian model sistem pernapasan dan catatan tabel pengamatan organ pernapasan (TP 1 dan TP 2), lembar analisis pola frekuensi napas dan jurnal refleksi kesehatan organ (TP 3 dan TP 4), serta infografis sederhana yang telah dirancang mandiri saat sesi pengomunikasian hasil (TP 5)
  • unjuk kerja pengamatan dan pengoperasian model secara mandiri: Kinerja mandiri 28 murid untuk TP 1 dan TP 2 diambil bertahap terencana: 24 murid dinilai pada sesi latihan TP 1-2 sebelumnya (4 sesi × 6 murid × 2 menit = 12 menit per sesi terintegrasi saat murid lain eksperimen mandiri). Pada slot sumatif terakhir, tersisa 4 murid dikonfirmasi: 4 murid × 2 menit per murid = 8 menit + 2 menit transisi/catat = 10 menit. Murid mengoperasikan model botol pernapasan secara mandiri serta mencatat hasil amatan fase tarik/embus napas pada dada/organ. (10 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengamatan fenomena dan pengoperasian model mandiri)
  • tes tertulis analisis data dan jurnal refleksi serentak: 28 murid serentak selama 35 menit mengerjakan lembar tes tertulis individual berisi: (1) penjelasan tertulis mengenai pola perbedaan data frekuensi pernapasan istirahat vs aktivitas (TP 3), dan (2) jurnal refleksi telaah fungsi organ pernapasan serta rencana komitmen menjaga kesehatan tubuh dari gangguan pernapasan (TP 4). Artefak dinilai guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik jurnal refleksi)
  • unjuk kerja komunikasi lisan terstruktur berbasis media: Pengomunikasian hasil penyelidikan menggunakan media infografis sederhana yang telah dibuat mandiri oleh murid pada sesi pembelajaran TP 5. Pada slot sumatif, dilakukan konfirmasi lisan ringkas untuk 7 perwakilan/giliran terstruktur slot akhir (7 murid × 3 menit = 21 menit + 4 menit perpindahan = 25 menit; 21 murid lainnya telah dinilai pada 3 sesi presentasi TP 5 sebelumnya @ 7 murid × 3 menit = 21 menit terintegrasi dalam alokasi sesi). Guru mencatat argumen pemeliharaan kebersihan udara dan kesehatan pernapasan pada lembar observasi. (25 menit; individual; instrumen: rubrik presentasi komunikasi hasil penyelidikan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan dan Pengoperasian Model (TP 1 & 2)Belum mampu mengoperasikan model pernapasan dengan benar dan belum mampu mencatat perubahan balon/rongga pada fase tarik dan embus napas.Mampu mengoperasikan model pernapasan dengan bantuan arahan guru, namun pencatatan perubahan balon saat fase tarik dan embus napas masih tertukar atau tidak lengkap.Mampu mengoperasikan model botol pernapasan secara mandiri serta mencatat dengan tepat perubahan balon mengembang saat diafragma ditarik dan mengempis saat dilepas (Acuan: inspirasi = diafragma turun, balon mengembang; ekspirasi = diafragma naik/dilepas, balon mengempis).Mampu mengoperasikan model botol pernapasan secara mandiri dan lancar, mencatat tepat seluruh fase tarik dan embus napas, serta mengaitkannya secara runtut dengan gerakan rongga dada manusia tanpa keraguan.
Penjelasan Pola Frekuensi Napas (TP 3)Belum mampu menjelaskan perbedaan frekuensi napas antara kondisi istirahat dan beraktivitas berdasarkan data tabel yang disajikan.Menyebutkan angka perbedaan frekuensi napas dari data tabel (18 kali saat istirahat dan 34 kali saat lari), namun belum mampu menjelaskan pola hubungan peningkatannya.Mampu menjelaskan pola data secara tepat bahwa frekuensi pernapasan meningkat saat beraktivitas lari dibandingkan saat istirahat karena tubuh memerlukan pasokan oksigen lebih banyak untuk menghasilkan energi (Acuan: frekuensi lari > frekuensi istirahat; alasan kebutuhan O2 otot meningkat).Mampu menjelaskan pola data frekuensi pernapasan secara mendalam, membandingkan selisih data secara tepat, serta menguraikan alasan fisiologis kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida secara runtut dan utuh.
Refleksi Pemeliharaan Organ Pernapasan (TP 4)Belum mampu menuliskan telaah fungsi organ pernapasan dan belum mampu menuliskan komitmen tindakan menjaga kesehatan pernapasan.Menuliskan fungsi salah satu organ pernapasan secara umum, namun usulan tindakan menjaga kesehatan masih bersifat umum (misal: hanya menulis 'hidup sehat') tanpa menyebutkan tindakan pencegahan polusi/asap yang spesifik.Mampu menuliskan telaah fungsi hidung/paru-paru dengan tepat dan merumuskan minimal 2 tindakan konkret menjaga organ pernapasan dari gangguan pernapasan (Acuan: fungsi hidung menyaring udara/paru-paru tempat pertukaran gas; tindakan konkret: memakai masker di area berdebu/polusi dan menghindari asap rokok/bakar sampah).Mampu merefleksikan hubungan mendalam antara struktur organ pernapasan dengan kerentanannya terhadap polusi, serta merumuskan tindakan preventif menjaga kesehatan sistem pernapasan diri dan lingkungan secara komprehensif.
Pengomunikasian Hasil Penyelidikan (TP 5)Belum mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan dan tidak menggunakan media infografis yang telah disiapkan.Mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan membaca tulisan pada infografis secara terbata-bata tanpa menyertakan argumen pentingnya menjaga kebersihan udara.Mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara runtut berbantukan media infografis dan menyampaikan argumen logis terkait dampak kebersihan udara bagi kesehatan organ pernapasan (Acuan: infografis memuat alur napas, argumen udara bersih melindungi alveolus/paru-paru).Mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pernapasan secara utuh, percaya diri, dan lancar menggunakan media infografis, serta menyampaikan argumen kritis dan persuasif yang kuat mengenai pentingnya menjaga kebersihan udara.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembagian sesi (unjuk kerja model, tes tertulis-reflektif, dan konfirmasi komunikasi) berjalan efektif dan tertib sesuai target waktu?
  • Bagaimana ketercapaian seluruh murid kelas 6 pada kelima Tujuan Pembelajaran Bab 2 berdasarkan hasil analisis rubrik sumatif hari ini?
  • Langkah tindak lanjut apa yang perlu dipersiapkan untuk murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada bab ini?

Murid:

  • Bagian asesmen mana yang paling menantang bagimu: menjelaskan cara kerja model paru-paru, menganalisis tabel data napas, atau mempresentasikan infografis?
  • Setelah menuntaskan Bab 2, komitmen apa yang paling ingin kamu terapkan setiap hari agar organ pernapasanmu selalu sehat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2025)
  2. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI Bab 2 'Tarik dan Embuskan'
  3. Lembar Kerja Pengamatan Gerakan Dada dan Hidung Saat Bernapas
  4. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 2)
  5. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 2)
  6. Bagan/torso anatomi sistem organ pernapasan manusia
  7. Lembar pengamatan struktur organ pernapasan
  8. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Tarik dan Embuskan)
  9. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Tarik dan Embuskan)
  10. Set alat dan bahan perakitan per kelompok: botol plastik bening 1,5 L (sudah dipotong bagian bawahnya), 2 buah sedotan tekuk, 2 balon karet kecil, 1 balon karet besar, plastisin, karet gelang, selotip, dan gunting
  11. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Bab 2: Tarik dan Embuskan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
  12. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Bab 2: Tarik dan Embuskan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
  13. Model peraga botol paru-paru buatan murid (botol plastik bening, sedotan bentuk Y, 2 balon kecil di dalam, dan balon diafragma penutup bawah).
  14. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengujian Model Pernapasan.
  15. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022) Bab 2: Tarik dan Embuskan
  16. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022) Halaman 54
  17. Stopwatch/alat penghitung waktu digital atau jam dinding kelas
  18. Lembar Kerja Pencatatan Data Frekuensi Napas Siswa
  19. Buku Siswa IPAS Kelas VI Bab 2: Tarik dan Embuskan
  20. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI
  21. Tabel data rekaman frekuensi pernapasan hasil pengamatan pertemuan sebelumnya
  22. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Bab 2: Tarik dan Embuskan, Kemendikbudristek 2025
  23. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Kemendikbudristek 2025
  24. Gambar komparasi lingkungan udara bersih (taman asri) dan lingkungan udara tercemar (jalan raya berdebu dan asap pabrik)
  25. Lembar Refleksi Diri Murid: 'Udara Bersih dan Paru-Paruku'
  26. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 2 Subbab C: Gaya Hidupmu Cermin Kesehatan Ragamu)
  27. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 2: Tarik dan Embuskan)
  28. Kartu Studi Kasus dan Kartu Pernyataan Gaya Hidup Sehat
  29. Lembar Kerja Refleksi Diri Pemilihan Gaya Hidup Pernapasan
  30. Kartu Komitmen Sehat Siswa
  31. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikbudristek 2025 Bab 2 'Tarik dan Embuskan'
  32. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI Kemendikbudristek 2025 Bab 2
  33. Kertas gambar A4, spidol/pensil warna, penggaris
  34. Data hasil penyelidikan frekuensi pernapasan dan gangguan pernapasan dari pertemuan sebelumnya
  35. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD (Kemendikbudristek 2022) Bab 2
  36. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD (Kemendikbudristek 2022) Bab 2
  37. Media infografis/poster karya murid hasil pertemuan 9
  38. Lembar rubrik penilaian komunikasi lisan
  39. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2025) Bab 2 'Tarik dan Embuskan'
  40. Model botol pernapasan paru-paru buatan murid (botol plastik bening, sedotan bentuk Y, balon diafragma, balon paru-paru)
  41. Media infografis sistem pernapasan hasil karya murid
  42. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis-Reflektif Sistem Pernapasan Kelas 6

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.