Modul AjarPertemuan 11Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 7: Bermain dengan Cahaya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 7: Bermain dengan Cahaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 7: Bermain dengan Cahaya

IPAS - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 7: Bermain dengan Cahaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 7: Bermain dengan Cahaya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep dasar cahaya mencakup sifat-sifat cahaya, pengaruh cahaya terhadap terbentuknya bayangan, serta pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui uji kompetensi tertulis.
  2. Murid dapat menunjukkan kemampuan keterampilan proses (mengamati, memprediksi, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil) dalam konteks tema cahaya melalui wawancara atau unjuk kerja.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua yang sudah kita pelajari tentang cahaya, hal apa yang paling kamu ingat dan menurutmu paling menarik? Mengapa?
  2. Jika kamu harus menjelaskan kepada adikmu bagaimana bayangan terbentuk, apa yang akan kamu katakan?
  3. Menurutmu, profesi apa saja yang benar-benar membutuhkan pemahaman tentang sifat-sifat cahaya dalam pekerjaannya sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan absensi dan memastikan murid sudah siap secara fisik dan mental menghadapi asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah hari 'panen belajar' — bukan ujian yang menakutkan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan semua yang sudah dipelajari tentang cahaya.
  • Guru menayangkan atau menggambar cepat di papan tulis: gambar matahari, cermin, bayangan, dan pelangi — lalu bertanya kepada murid: 'Kalian masih ingat semua ini berhubungan dengan apa?'
  • Guru memberikan waktu 3 menit untuk murid menuliskan di selembar kertas kecil (diagnostik awal): tiga kata kunci yang paling mereka ingat dari Bab 7, kemudian kertas dikumpulkan sebagai bahan diagnostik guru.
  • Guru menyampaikan dua kegiatan hari ini: (1) Uji Kompetensi Tertulis tentang konsep cahaya, dan (2) Unjuk Kerja/Wawancara untuk keterampilan proses. Guru menjelaskan mekanisme dan waktu masing-masing kegiatan secara singkat.
  • Guru memastikan semua alat tulis tersedia dan murid duduk di tempat yang nyaman untuk mengerjakan secara mandiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar Uji Kompetensi Tertulis kepada setiap murid. Lembar berisi soal-soal yang mencakup: (a) sifat-sifat cahaya (merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan, dapat diuraikan, menembus benda bening), (b) pengaruh cahaya terhadap terbentuknya bayangan (posisi sumber cahaya, jenis benda, jarak), dan (c) pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Contoh soal yang disarankan mencakup: pilihan ganda (5 soal), isian singkat (3 soal), dan uraian (2 soal) — termasuk soal berbasis gambar seperti pada Buku Siswa halaman Uji Kompetensi (contoh: Ian, Banu, Dara dan layar transparan/buram).
  • Murid mengerjakan Uji Kompetensi Tertulis secara mandiri selama 25 menit. Guru berkeliling memantau proses pengerjaan tanpa memberikan jawaban.
  • Setelah selesai, murid mengumpulkan lembar jawaban kepada guru. Guru memberi tanda terima dan menyimpan lembar untuk dikoreksi.
  • Guru mengumumkan jeda singkat 2 menit — murid boleh meregangkan badan — sebelum kegiatan berikutnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan kegiatan Unjuk Kerja Keterampilan Proses: murid akan memperagakan kemampuan mengamati, memprediksi, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil dalam konteks cahaya.
  • Guru menyiapkan satu atau dua 'pos demonstrasi' sederhana di kelas: misalnya (a) meja dengan senter, benda bening, benda buram, dan layar putih, atau (b) gambar situasi percobaan cahaya yang sudah familiar bagi murid.
  • Murid dipanggil secara bergantian (3-4 murid per sesi, sementara murid lain mengerjakan tugas pengayaan/pendamping di meja masing-masing) untuk melakukan unjuk kerja singkat selama ±3 menit per murid/kelompok kecil.
  • Dalam unjuk kerja, guru mengajukan pertanyaan lisan seperti: 'Apa yang kamu amati?', 'Apa yang akan terjadi jika sumber cahaya dipindahkan lebih jauh?', 'Bagaimana kamu menjelaskan hasil pengamatanmu kepada teman?', 'Dari data/pengamatan ini, apa kesimpulanmu?'
  • Alternatif (jika waktu terbatas): Guru melakukan mini-wawancara 1-2 menit per murid di meja guru, menggunakan pertanyaan lisan berbasis skenario: 'Bayangkan kamu melihat bayangan yang sangat panjang saat sore hari. Mengapa bisa begitu? Sifat cahaya apa yang berperan?'
  • Guru mencatat performa murid pada lembar observasi keterampilan proses menggunakan rubrik 4 level selama sesi berlangsung.
  • Murid yang belum dipanggil mengerjakan lembar refleksi mandiri atau tugas pengayaan ringan yang disiapkan guru (misalnya: menggambar diagram sifat cahaya favorit mereka beserta contoh nyatanya).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua murid menyelesaikan unjuk kerja/wawancara, guru mengajak kelas berkumpul kembali.
  • Guru membagikan lembar 'Cermin Belajarku' — selembar kertas berbentuk sederhana dengan tiga kolom: (1) Hal yang sudah aku kuasai tentang cahaya, (2) Hal yang masih membingungkan aku, (3) Cara aku akan belajar lebih lanjut.
  • Murid mengisi lembar Cermin Belajarku secara mandiri selama 5 menit. Ini juga berfungsi sebagai asesmen diri (assessment as learning).
  • Guru mengajak 3-4 murid secara sukarela berbagi satu hal yang mereka tulis — menciptakan suasana saling belajar dan saling menghargai.
  • Guru memberi umpan balik singkat kepada kelas: mengapresiasi usaha dan keseriusan murid, menyebutkan satu atau dua poin kuat yang umum terlihat, dan mengingatkan bahwa hasil asesmen akan dibahas di pertemuan berikutnya beserta rencana tindak lanjut.

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'tepuk apresiasi diri' — tepuk tangan untuk diri sendiri sebagai bentuk penghargaan atas usaha yang sudah dilakukan hari ini.
  • Guru menyampaikan informasi tindak lanjut: kapan hasil asesmen akan dikembalikan, dan kegiatan apa yang akan dilakukan di pertemuan berikutnya.
  • Guru mengingatkan murid bahwa jika ada konsep yang masih belum dipahami, mereka bisa bertanya langsung, melihat kembali catatan, atau membaca ulang Buku Siswa Bab 7.
  • Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan di bawah rata-rata dapat menggunakan lembar Uji Kompetensi yang dilengkapi 'kata kunci bantuan' di bagian bawah soal uraian (scaffolding). Murid dengan kemampuan di atas rata-rata mendapatkan soal uraian tambahan yang menantang, seperti: merancang alat sederhana yang memanfaatkan minimal dua sifat cahaya sekaligus.
  • Proses: Saat unjuk kerja/wawancara, guru menyesuaikan tingkat pertanyaan: untuk murid yang membutuhkan dukungan, pertanyaan lebih terstruktur dan berbasis gambar/benda konkret; untuk murid yang sudah fasih, pertanyaan lebih terbuka dan menuntut penalaran sebab-akibat.
  • Produk: Murid yang sudah menyelesaikan Uji Kompetensi lebih cepat dapat membuat 'peta konsep cahaya' versi mereka sendiri di kertas kosong sebagai bentuk konsolidasi pemahaman, sementara murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi kesempatan menyelesaikan soal tanpa tekanan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan tiga kata kunci yang paling mereka ingat dari Bab 7 'Bermain dengan Cahaya' pada kertas kecil (3 menit). Guru mengumpulkan dan membaca cepat untuk mendeteksi miskonsepsi atau area yang perlu diklarifikasi sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 2-3 murid secara acak: 'Sebutkan satu sifat cahaya yang kamu ingat!' untuk membangun kesiapan mental kelas.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama pengerjaan Uji Kompetensi Tertulis: guru mencatat murid yang tampak kesulitan pada bagian tertentu tanpa memberikan jawaban.
  • Pencatatan performa unjuk kerja/wawancara menggunakan lembar observasi keterampilan proses: guru menilai empat keterampilan (mengamati, memprediksi, menganalisis, mengomunikasikan) secara real-time.
  • Pengisian lembar 'Cermin Belajarku' oleh murid sebagai refleksi mandiri untuk mengidentifikasi pemahaman dan celah belajar masing-masing.

Akhir:

  • Nilai Uji Kompetensi Tertulis: dijumlah dan dikonversi ke skala 0-100, mengacu pada kunci jawaban dan rubrik penskoran yang sudah disiapkan guru. Mengukur ketercapaian TP 5.7.11.1.
  • Nilai Unjuk Kerja/Wawancara Keterampilan Proses: dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk setiap indikator keterampilan proses. Mengukur ketercapaian TP 5.7.11.2.
  • Rekap Cermin Belajarku: digunakan guru sebagai bahan tindak lanjut pembelajaran — bukan sebagai nilai, tetapi sebagai data untuk merancang remediasi atau pengayaan di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama Uji Kompetensi Tertulis: memantau perilaku murid (apakah ada yang tampak kebingungan, mengulang membaca soal berulang kali) sebagai sinyal pemahaman.
  • Catatan observasi keterampilan proses selama sesi unjuk kerja/wawancara menggunakan lembar ceklis guru dengan 4 indikator: mengamati, memprediksi, menganalisis data, mengomunikasikan hasil.
  • Lembar 'Cermin Belajarku' sebagai asesmen diri murid (assessment as learning) untuk memetakan pemahaman dan area yang masih perlu dikuatkan.

Sumatif:

  • Uji Kompetensi Tertulis (TP 5.7.11.1): mencakup soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian tentang sifat-sifat cahaya, terbentuknya bayangan, dan pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Unjuk Kerja/Wawancara Keterampilan Proses (TP 5.7.11.2): penilaian kemampuan murid mengamati, memprediksi, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil dalam konteks tema cahaya, menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Cahaya (TP 5.7.11.1) — Sifat-sifat CahayaMurid tidak dapat menyebutkan sifat-sifat cahaya atau menyebutkan dengan banyak kesalahan konseptual.Murid dapat menyebutkan 1-2 sifat cahaya dengan benar namun belum dapat menjelaskan atau memberikan contoh fenomenanya.Murid dapat menyebutkan 3-4 sifat cahaya dengan benar disertai contoh fenomena yang relevan.Murid dapat menyebutkan seluruh sifat cahaya dengan benar, menjelaskan fenomenanya secara rinci, dan menghubungkannya dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman Konsep Cahaya (TP 5.7.11.1) — Terbentuknya BayanganMurid tidak dapat menjelaskan bagaimana bayangan terbentuk atau penjelasannya tidak relevan.Murid dapat menjelaskan bahwa bayangan terbentuk saat cahaya terhalang benda, namun belum memahami faktor yang mempengaruhi bentuk/ukuran bayangan.Murid dapat menjelaskan terbentuknya bayangan dan menyebutkan minimal dua faktor yang mempengaruhinya (posisi sumber cahaya, jenis benda, jarak).Murid dapat menjelaskan terbentuknya bayangan secara lengkap, menganalisis bagaimana perubahan posisi sumber cahaya atau jarak benda memengaruhi bentuk dan ukuran bayangan, serta menghubungkannya dengan situasi nyata.
Pemahaman Konsep Cahaya (TP 5.7.11.1) — Pemanfaatan CahayaMurid tidak dapat menyebutkan pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari selain penerangan, atau contoh yang diberikan tidak tepat.Murid dapat menyebutkan 1 contoh pemanfaatan cahaya di luar penerangan namun belum dapat menghubungkan dengan sifat cahaya yang dimanfaatkan.Murid dapat menyebutkan 2-3 contoh pemanfaatan cahaya dan menghubungkannya dengan sifat cahaya yang relevan.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh pemanfaatan cahaya dalam berbagai profesi/bidang, menjelaskan sifat cahaya yang dimanfaatkan beserta alasannya secara logis.
Keterampilan Proses — Mengamati dan Memprediksi (TP 5.7.11.2)Murid tidak dapat mendeskripsikan pengamatan atau prediksi tidak relevan dengan fenomena yang diamati.Murid dapat mendeskripsikan pengamatan secara umum namun prediksi yang dibuat tidak didukung alasan yang jelas.Murid dapat mendeskripsikan pengamatan secara spesifik dan membuat prediksi yang didukung alasan berdasarkan pengetahuan tentang cahaya.Murid dapat mendeskripsikan pengamatan secara detail dan sistematis, membuat prediksi yang tepat dengan alasan ilmiah yang kuat berdasarkan sifat-sifat cahaya yang dipahami.
Keterampilan Proses — Menganalisis Data dan Mengomunikasikan Hasil (TP 5.7.11.2)Murid tidak dapat menganalisis data/hasil pengamatan atau penjelasan yang disampaikan tidak dapat dipahami.Murid dapat menyampaikan hasil pengamatan secara lisan namun analisis masih dangkal dan penyampaiannya kurang terstruktur.Murid dapat menganalisis data/hasil pengamatan dengan membandingkan prediksi dan kenyataan, serta mengomunikasikan hasilnya secara terstruktur dengan bahasa yang cukup jelas.Murid dapat menganalisis data secara mendalam, menarik kesimpulan yang didukung bukti, dan mengomunikasikan hasilnya dengan bahasa yang jelas, sistematis, dan meyakinkan kepada pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuannya, baik dalam uji tertulis maupun unjuk kerja/wawancara?
  • Soal atau pertanyaan mana yang paling banyak dijawab dengan benar? Soal mana yang paling banyak salah? Apa implikasinya untuk pembelajaran berikutnya?
  • Apakah instrumen asesmen (Uji Kompetensi Tertulis dan rubrik unjuk kerja) cukup mampu membedakan tingkat pemahaman murid secara akurat?
  • Bagaimana saya akan menindaklanjuti hasil asesmen ini — siapa yang butuh remediasi, siapa yang siap untuk pengayaan?
  • Apakah suasana kelas selama asesmen kondusif, nyaman, dan bebas dari kecemasan berlebihan bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Dari semua materi tentang cahaya di Bab 7, bagian mana yang paling mudah aku pahami? Mengapa?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagiku? Apa yang akan aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
  • Apakah aku sudah menjawab soal dan pertanyaan dengan sepenuh usahaku hari ini?
  • Satu hal menarik tentang cahaya yang ingin aku pelajari lebih lanjut adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Bab 7: Bermain dengan Cahaya
  2. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Bab 7
  3. Lembar Uji Kompetensi Tertulis (disiapkan guru, mengacu pada indikator TP 5.7.11.1)
  4. Lembar Observasi Keterampilan Proses / Rubrik Unjuk Kerja (disiapkan guru, mengacu pada TP 5.7.11.2)
  5. Lembar 'Cermin Belajarku' (disiapkan guru, untuk refleksi mandiri murid)
  6. Alat demonstrasi opsional untuk sesi unjuk kerja: senter/lampu kecil, benda bening (gelas kaca, plastik bening), benda buram (buku, kardus), layar putih (kertas HVS/karton putih)
  7. Papan tulis dan spidol / kapur untuk ilustrasi singkat saat pendahuluan
  8. Simulator digital opsional (jika tersedia): https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas5hh — untuk referensi guru dalam menyusun soal berbasis fenomena

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.