Modul AjarPertemuan 7Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Cara Menjaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Cara Menjaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Cara Menjaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain

IPAS - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Cara Menjaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikCara Menjaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan upaya konkret untuk menjaga privasi diri sendiri dan menghormati privasi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang cara menjaga privasi diri dalam bentuk karya orisinal (poster, infografis, atau tulisan) yang ditunjang dengan argumen.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tidak nyaman ketika seseorang terlalu dekat atau menyentuhmu tanpa izin? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya 'rahasia yang baik' dan 'rahasia yang buruk' tentang tubuh kita?
  3. Bagaimana caramu memberi tahu orang lain bahwa mereka sudah memasuki ruang pribadi atau privasimu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa dan mengondisikan murid agar siap belajar (salam, doa, presensi) — 3 menit.
  • Asesmen awal: Guru membagikan sticky note kecil dan meminta setiap murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat tentang apa yang mereka pahami tentang 'privasi'. Tempelkan di papan dan baca bersama tanpa menilai benar/salah — 5 menit.
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Pernahkah kamu merasa tidak nyaman ketika seseorang terlalu dekat atau menyentuhmu tanpa izin?' Minta 2–3 murid berbagi pengalaman singkat — 3 menit.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: murid akan belajar memahami privasi, lalu membuat karya untuk menyebarkan pemahaman tersebut kepada orang lain — 2 menit.
  • Guru membangun suasana kelas yang aman dan saling menghormati: ingatkan bahwa topik ini sangat personal, semua jawaban dihargai, dan tidak ada yang boleh menertawakan teman — 2 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan ilustrasi 'lingkaran ruang pribadi' (gambar seseorang dikelilingi tiga lingkaran: zona intim, zona personal, zona sosial) dan meminta murid mengamatinya selama 1 menit dengan tenang sebelum berdiskusi — prinsip berkesadaran.
  • Guru menjelaskan definisi privasi dan ruang pribadi secara singkat menggunakan ilustrasi di papan atau tayangan, lalu mengaitkan dengan perubahan tubuh di masa pubertas yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
  • Murid membaca teks 'Tubuh Kamu adalah Privasi Kamu' dari Buku Siswa halaman 126–128 secara mandiri (5 menit), kemudian bergantian menyebutkan poin-poin penting yang mereka temukan — prinsip bermakna.
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Bagian tubuh mana saja yang termasuk area privat? Siapa saja yang boleh menyentuhnya dan dalam kondisi apa?' Gunakan gambar Gambar 6.2 dari Buku Siswa sebagai acuan visual.
  • Guru merangkum empat upaya menjaga privasi diri: (1) menjaga privasi saat mandi dan berganti baju, (2) tidak membiarkan orang lain menyentuh/melihat bagian tubuh privat tanpa izin, (3) mengetahui siapa yang boleh memasuki ruang pribadi, (4) berani berkata 'tidak' saat tidak nyaman.
  • Guru memperkenalkan konsep 'menghormati privasi orang lain': meminta izin sebelum menyentuh, tidak membicarakan tubuh teman, mengetuk pintu sebelum masuk, tidak menyebarkan foto/cerita pribadi orang lain tanpa izin.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas karya: murid membuat karya orisinal berupa poster, infografis, atau tulisan singkat (pilih salah satu sesuai kemampuan dan minat) tentang 'Cara Menjaga Privasi Diri' untuk ditujukan kepada teman sebaya — prinsip menggembirakan.
  • Guru memberikan panduan minimal karya: (a) minimal 3 upaya konkret menjaga privasi diri, (b) minimal 1 upaya menghormati privasi orang lain, (c) ada argumen/alasan mengapa privasi itu penting.
  • Murid bekerja secara mandiri (15 menit). Sediakan pilihan bahan: kertas HVS/karton untuk poster, atau lembar bergaris untuk tulisan. Murid yang lebih cepat dapat menambahkan contoh situasi nyata atau ilustrasi tambahan.
  • Selama murid bekerja, guru berkeliling melakukan pengamatan, memberikan umpan balik lisan singkat ('Sudah ada argumennya, bagus! Coba tambahkan satu contoh nyata.'), dan membantu murid yang kesulitan dengan pertanyaan pemandu ('Bayangkan kamu ingin menjelaskan ini ke adikmu, apa yang paling penting kamu sampaikan?') — prinsip bermakna.
  • Murid yang telah selesai memberi tanda 'siap presentasi' (angkat tangan atau tempelkan karya di tempat yang disediakan guru).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Sesi berbagi karya (Gallery Walk ringan, 7 menit): karya murid ditempel di sekitar kelas atau meja. Murid berjalan selama 3–4 menit membaca karya teman, lalu menempelkan sticky note dengan komentar singkat (pujian atau satu pertanyaan) pada karya yang paling menarik bagi mereka — prinsip menggembirakan dan berkesadaran.
  • 2–3 murid dipilih secara sukarela untuk mempresentasikan karya mereka dalam 1–2 menit: menjelaskan isi karya dan satu argumen mengapa privasi itu penting.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat pasca-presentasi: 'Apakah ada upaya yang belum teman kita sebutkan? Apa yang paling menantang saat membuat karya tadi?' — prinsip bermakna.
  • Murid mengisi lembar refleksi mandiri (disiapkan guru, 3 menit): (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini, (2) Satu tindakan nyata yang akan aku lakukan setelah ini untuk menjaga privasi diriku atau menghormati privasi orang lain — prinsip berkesadaran.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan materi bersama: 'Apa itu privasi? Apa saja upaya menjaga privasi diri? Mengapa penting juga menghormati privasi orang lain?' — 3 menit.
  • Guru mengumpulkan karya murid untuk dijadikan bahan asesmen akhir.
  • Guru memberikan penguatan positif atas keberanian murid membahas topik yang personal dan penting ini.
  • Guru mengingatkan murid bahwa jika ada hal yang membuat mereka tidak nyaman berkaitan dengan topik ini, mereka bisa berbicara dengan guru, orang tua, atau orang dewasa terpercaya.
  • Doa penutup dan salam — 2 menit.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan kartu kata bergambar berisi empat upaya menjaga privasi sebagai scaffolding selama kegiatan membaca dan membuat karya. Murid yang sudah memiliki pemahaman kuat dapat diminta membaca tambahan tentang privasi di dunia digital (media sosial, foto) sebagai perluasan konteks.
  • Proses: Murid yang lebih lambat dapat bekerja berpasangan dengan teman yang dipercaya untuk mendiskusikan ide sebelum menuangkannya ke dalam karya. Murid yang cepat selesai didorong untuk menambahkan contoh situasi nyata, membuat argumen lebih dari satu, atau merancang cara menyebarkan karya mereka kepada adik kelas.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya sesuai kekuatan masing-masing: poster bergambar (visual), infografis dengan poin-poin (terstruktur), atau tulisan paragraf pendek (naratif). Semua format dinilai dengan rubrik yang sama berdasarkan kelengkapan isi dan kualitas argumen, bukan estetika semata.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di awal pendahuluan: murid menuliskan satu kata atau kalimat tentang pemahaman mereka terhadap 'privasi'. Guru membaca cepat untuk memetakan pengetahuan awal sebelum menentukan kedalaman penjelasan yang diperlukan.
  • Pertanyaan lisan pemantik: guru mencatat respons 2–3 murid sebagai sampel untuk mengetahui konteks pengalaman murid dengan topik privasi.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati apakah murid memasukkan minimal 3 upaya konkret dan minimal 1 argumen dalam karyanya.
  • Pertanyaan pemandu lisan selama murid bekerja: 'Mengapa kamu memilih upaya ini? Apa yang akan terjadi jika privasi tidak dijaga?' — untuk mengecek kedalaman pemahaman secara langsung.
  • Partisipasi saat diskusi kelas pada tahap Memahami: guru mencatat murid yang aktif berkontribusi dan yang belum terlibat untuk diberi perhatian khusus.

Akhir:

  • Karya orisinal (poster/infografis/tulisan) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: kelengkapan upaya menjaga privasi dan kualitas argumen.
  • Lembar refleksi mandiri murid dikumpulkan sebagai bukti kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelas: apakah murid dapat menyebutkan bagian tubuh privat dan alasan perlindungannya.
  • Umpan balik lisan saat murid mengerjakan karya: guru mengecek kesesuaian isi karya dengan tujuan pembelajaran melalui pertanyaan pemandu.
  • Sticky note komentar Gallery Walk: digunakan guru untuk mengidentifikasi miskonsepsi atau gap pemahaman yang perlu ditindaklanjuti.

Sumatif:

  • Karya orisinal murid (poster, infografis, atau tulisan) dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kelengkapan dan ketepatan upaya menjaga privasi, dan (2) kualitas argumen yang menunjang.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Upaya Menjaga Privasi (TP 5.6.7.1)Karya hanya menyebutkan 1 upaya atau kurang, dan/atau upaya yang disebutkan tidak relevan dengan konteks menjaga privasi diri maupun orang lain.Karya menyebutkan 2 upaya menjaga privasi diri tetapi belum menyertakan upaya menghormati privasi orang lain, atau penjelasan masih sangat singkat dan umum.Karya menyebutkan minimal 3 upaya menjaga privasi diri dan minimal 1 upaya menghormati privasi orang lain dengan penjelasan yang cukup jelas dan sesuai konteks.Karya menyebutkan minimal 3 upaya menjaga privasi diri dan minimal 2 upaya menghormati privasi orang lain dengan penjelasan yang jelas, disertai contoh situasi nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari murid.
Kualitas Argumen dalam Karya (TP 5.6.7.2)Karya tidak memuat argumen atau alasan sama sekali mengapa privasi itu penting; hanya berupa daftar atau gambar tanpa penjelasan.Karya memuat 1 argumen tetapi masih sangat umum dan tidak dikaitkan secara langsung dengan upaya yang ditampilkan dalam karya (misalnya hanya menulis 'privasi itu penting').Karya memuat minimal 1 argumen yang relevan dan terhubung logis dengan upaya yang disajikan, sehingga pembaca dapat memahami alasan di balik tindakan tersebut.Karya memuat minimal 2 argumen yang kuat, logis, dan terhubung langsung dengan upaya yang disajikan; argumen disampaikan dengan bahasa yang jelas dan meyakinkan sehingga karya dapat menjadi alat komunikasi yang efektif kepada orang lain.
Keterbacaan dan Penyajian KaryaKarya sulit dipahami karena penyajian tidak terstruktur, tulisan tidak terbaca, atau informasi tidak berkaitan satu sama lain.Karya cukup terbaca namun penyajian kurang terstruktur sehingga pesan utama tidak langsung tersampaikan kepada pembaca.Karya terbaca dengan jelas, informasi disajikan secara terstruktur sehingga pesan tentang menjaga privasi dapat dipahami pembaca dengan baik.Karya sangat terbaca, terstruktur, dan menarik; penggunaan judul, poin-poin, atau visual mendukung pemahaman pembaca sehingga karya efektif sebagai media komunikasi untuk teman sebaya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah suasana kelas yang aman dan nyaman sudah terbangun selama pembahasan topik privasi yang bersifat personal ini? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Murid mana yang tampak kesulitan memahami konsep privasi, dan dukungan apa yang perlu saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pilihan bentuk karya (poster/infografis/tulisan) berhasil mengakomodasi keberagaman kemampuan murid? Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah efektif?
  • Seberapa dalam kualitas argumen yang muncul dalam karya murid? Apakah mereka sudah mampu mengaitkan privasi dengan konteks kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang privasi adalah ...
  • Setelah belajar hari ini, satu tindakan nyata yang akan aku lakukan untuk menjaga privasi diriku adalah ...
  • Satu cara yang akan aku lakukan untuk lebih menghormati privasi orang lain adalah ...
  • Apakah ada hal yang masih membuatku bingung atau ingin aku tanyakan lebih lanjut tentang topik privasi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbud), Bab 6 Topik C 'Aku Punya Privasi', halaman 126–128.
  2. Buku Guru IPAS Kelas 5 SD/MI (Kemendikbud), Bab VI Topik C panduan aktivitas pembelajaran.
  3. Lembar Kerja 6.4 (tersedia di https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas5ii).
  4. Ilustrasi 'lingkaran ruang pribadi' (dibuat atau diunduh guru sebagai alat bantu visual).
  5. Gambar 6.2 dari Buku Siswa: area tubuh privat yang tidak boleh disentuh tanpa izin.
  6. Sticky note / kertas kecil warna-warni untuk asesmen awal dan Gallery Walk.
  7. Kertas HVS, karton, atau lembar bergaris untuk media pembuatan karya.
  8. Alat tulis dan alat mewarnai (spidol, pensil warna) untuk mendukung pembuatan poster/infografis.
  9. Lembar refleksi mandiri (disiapkan guru sesuai format yang telah dirancang).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.