Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pergaulan Sehat dan Menjaga Kesehatan Emosional di Masa Pubertas

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Pergaulan Sehat dan Menjaga Kesehatan Emosional di Masa Pubertas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pergaulan Sehat dan Menjaga Kesehatan Emosional di Masa Pubertas

IPAS - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pergaulan Sehat dan Menjaga Kesehatan Emosional di Masa Pubertas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPergaulan Sehat dan Menjaga Kesehatan Emosional di Masa Pubertas
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan ciri-ciri pergaulan yang sehat dan tidak sehat pada masa pubertas berdasarkan nilai moral, agama, dan norma sosial.
  2. Murid dapat menganalisis cara menjaga kesehatan emosional di masa pubertas, termasuk strategi mengelola perubahan suasana hati dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua atau orang dewasa terpercaya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tiba-tiba sedih atau marah tanpa alasan yang jelas? Kira-kira mengapa hal itu bisa terjadi di usia kita sekarang?
  2. Menurutmu, apa bedanya berteman dengan cara yang baik dan berteman dengan cara yang kurang baik? Contohnya seperti apa?
  3. Kalau kamu sedang punya masalah atau perasaan yang mengganggu, kepada siapa kamu biasanya cerita, dan mengapa memilih orang itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai bentuk syukur atas pertumbuhan dan kesehatan yang diberikan Tuhan. (±3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua kartu bergambar — satu gambar kelompok remaja sedang bermain bersama dengan wajah ceria, satu gambar kelompok remaja yang terlihat mengejek teman. Guru bertanya, 'Mana yang menggambarkan pergaulan sehat? Angkat tangan yang memilih gambar kanan!' Guru mencatat secara cepat pemahaman awal murid. (±5 menit)
  • Guru menyampaikan tiga pertanyaan pemantik secara lisan, memberi murid 1 menit untuk berpikir sebelum beberapa sukarelawan menjawab. Guru tidak mengoreksi jawaban — tujuannya memancing rasa ingin tahu. (±4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa ramah: 'Hari ini kita akan belajar tentang cara berteman yang sehat dan cara menjaga perasaan kita tetap sehat selama masa pubertas.' (±3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua skenario pendek (bisa dibacakan atau ditampilkan di papan/slide): Skenario A — Rio mengajak teman-temannya menonton video tidak pantas, siapapun yang menolak dianggap 'kuper'. Skenario B — Sari dan teman-temannya sepakat saling mengingatkan bila ada yang bersedih dan tidak ragu minta bantuan guru atau orang tua. Murid membaca/menyimak kedua skenario. (±3 menit) [Prinsip: Berkesadaran — murid diminta hadir penuh pada cerita dan mengaitkan dengan pengalaman nyata]
  • Murid secara individu mengisi Lembar Kerja Murid (LKPD) Bagian 1 berupa tabel dua kolom: 'Ciri Pergaulan Sehat' dan 'Ciri Pergaulan Tidak Sehat'. Mereka menuliskan minimal 3 ciri dari masing-masing skenario, lalu menambahkan ciri lain dari pengetahuan sendiri. (±7 menit)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: meminta 3–4 murid berbagi hasil tabel mereka. Guru menuliskan poin-poin di papan tulis dan bersama murid mengidentifikasi nilai moral, norma agama, dan norma sosial yang mendasari setiap ciri. (±5 menit) [Prinsip: Bermakna — mengaitkan ciri pergaulan dengan nilai yang sudah dikenal murid dari kehidupan sehari-hari]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi dalam kelompok 4–5 orang. Setiap kelompok menerima LKPD Bagian 2 berisi dua bagian: (a) Kartu Situasi — lima situasi pendek seputar perubahan emosi di masa pubertas (contoh: 'Kamu merasa cemas sebelum ujian dan sulit tidur', 'Kamu tiba-tiba marah kepada adikmu tanpa sebab jelas', dst.); (b) Kolom Strategi — murid menuliskan strategi mengelola emosi yang tepat untuk setiap situasi. (±8 menit) [Prinsip: Menggembirakan — format kartu situasi membuat kegiatan terasa seperti bermain peran analisis]
  • Setiap kelompok juga diminta menjawab satu pertanyaan analisis: 'Dari semua strategi yang kalian tulis, mana yang paling efektif menurut kelompokmu? Berikan alasan berdasarkan bukti dari pengalaman nyata atau informasi yang kalian ketahui.' Jawaban ditulis di LKPD Bagian 2. (±5 menit) [Prinsip: Bermakna — mendorong murid memberi alasan berbasis bukti, sesuai keterampilan proses CP Fase C]
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (masing-masing 2 menit). Kelompok lain diberi kesempatan menambahkan atau memberikan pendapat berbeda. Guru memfasilitasi, memastikan muncul strategi: olahraga, tidur cukup, hobi positif, komunikasi dengan orang tua/wali, dan kedekatan spiritual. (±5 menit) [Prinsip: Berkesadaran — murid diminta mendengarkan dan merespons dengan penuh perhatian]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengisi LKPD Bagian 3 secara individu: 'Surat Kecilku'. Mereka menulis surat singkat (5–7 kalimat) kepada diri sendiri berisi: (a) satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang pergaulan sehat, (b) satu strategi menjaga emosi yang ingin mereka coba, dan (c) satu nama orang dewasa terpercaya yang akan mereka jadikan tempat bercerita bila ada masalah. (±6 menit) [Prinsip: Berkesadaran — mendorong murid hadir pada diri sendiri dan berpikir tentang langkah nyata ke depan]
  • Guru mengajak murid melakukan 'Jempol Hati': setiap murid mengacungkan jempol ke atas bila merasa sudah paham dan siap menerapkan, jempol ke samping bila masih ragu, jempol ke bawah bila belum paham. Guru mencatat hasilnya sebagai data asesmen proses. (±2 menit) [Prinsip: Bermakna — murid diajak jujur mengevaluasi pemahaman sendiri]
  • Guru mempersilakan 2–3 murid yang bersedia membacakan bagian 'satu hal baru' dari surat mereka, lalu guru memberikan umpan balik positif dan penguatan. (±2 menit) [Prinsip: Menggembirakan — berbagi secara sukarela menciptakan rasa dihargai dan apresiasi antar teman]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama: ciri pergaulan sehat vs tidak sehat, strategi mengelola emosi, dan pentingnya komunikasi dengan orang dewasa terpercaya. (±3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengisi exit ticket (selembar kertas kecil) berisi dua pertanyaan — (1) Sebutkan dua ciri pergaulan sehat! (2) Tuliskan satu cara menjaga kesehatan emosional yang akan kamu lakukan minggu ini! Exit ticket dikumpulkan sebagai data sumatif. (±4 menit)
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Masa pubertas adalah masa yang luar biasa. Dengan berteman yang baik dan menjaga perasaan kita, kita bisa melewatinya dengan sehat dan bahagia.' (±1 menit)
  • Guru menutup kelas dengan doa dan salam. (±1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum siap, guru menyediakan kartu konsep bergambar yang menampilkan ikon visual ciri pergaulan sehat dan tidak sehat, sehingga mereka bisa mengidentifikasi melalui gambar sebelum menuliskan dalam kata-kata. Untuk murid yang sudah siap lebih maju, disediakan skenario tambahan yang lebih kompleks (melibatkan tekanan teman sebaya dan situasi media sosial) untuk dianalisis.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang memerlukan dukungan lebih ditempatkan berdampingan dengan teman yang lebih percaya diri sebagai tutor sebaya. Guru memberikan pertanyaan scaffolding kepada kelompok yang kesulitan: 'Apa yang kamu rasakan kalau diperlakukan seperti di Skenario A? Apakah itu perasaan yang baik?' Murid yang cepat selesai diminta membuat skenario baru untuk dipresentasikan.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif secara visual dapat menggambar poster mini 'Resep Pergaulan Sehatku' sebagai pengganti atau pelengkap Surat Kecil. Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan isi surat secara lisan kepada guru atau merekam suara.

ASESMEN

Awal:

  • Aktivitas dua kartu bergambar di awal pembelajaran: murid memilih gambar yang mencerminkan pergaulan sehat — guru mencatat jumlah murid yang memilih benar dan salah untuk memetakan pemahaman awal.
  • Tanya jawab lisan tiga pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan dan pengalaman awal murid tentang pergaulan dan emosi di masa pubertas.

Proses:

  • Observasi dan pengecekan LKPD Bagian 1 (tabel ciri pergaulan) — guru memastikan murid dapat membedakan minimal 3 ciri dari masing-masing jenis pergaulan.
  • Observasi diskusi kelompok pada LKPD Bagian 2 (Kartu Situasi) — guru menilai kemampuan murid memberi alasan berbasis bukti saat memilih strategi terbaik.
  • Jempol Hati: guru mencatat murid yang mengacungkan jempol ke samping atau bawah untuk ditindaklanjuti segera dengan penjelasan tambahan atau scaffolding.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menyebutkan dua ciri pergaulan sehat dan menuliskan satu strategi menjaga kesehatan emosional yang konkret dan realistis.
  • LKPD Bagian 3 (Surat Kecilku): dinilai berdasarkan rubrik — apakah murid mampu mengidentifikasi hal baru, memilih strategi yang tepat, dan menyebutkan orang dewasa terpercaya sebagai dukungan sosial.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelas (keaktifan, kualitas argumen, kemampuan memberi alasan berbasis bukti).
  • Pengecekan LKPD Bagian 1 dan 2 selama kegiatan inti berlangsung — guru berkeliling dan memberikan umpan balik lisan.
  • Jempol Hati pada akhir tahap Merefleksi sebagai cek pemahaman mandiri murid.

Sumatif:

  • Exit ticket dua pertanyaan di akhir pembelajaran: (1) menyebutkan dua ciri pergaulan sehat, (2) menuliskan satu strategi menjaga kesehatan emosional.
  • LKPD Bagian 3 (Surat Kecilku) sebagai bukti refleksi dan kemampuan menganalisis strategi pengelolaan emosi secara personal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan ciri pergaulan sehat dan tidak sehat [TP 5.6.5.1]Murid tidak dapat menyebutkan ciri pergaulan sehat maupun tidak sehat, atau jawaban tidak relevan dengan topik.Murid dapat menyebutkan 1–2 ciri pergaulan sehat atau tidak sehat, namun belum mengaitkan dengan nilai moral, agama, atau norma sosial.Murid dapat menyebutkan minimal 3 ciri untuk masing-masing jenis pergaulan dan mengaitkan dengan setidaknya satu nilai moral, agama, atau norma sosial.Murid dapat menyebutkan minimal 3 ciri untuk masing-masing jenis pergaulan, mengaitkan secara konsisten dengan nilai moral, agama, dan norma sosial, serta memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.
Menganalisis cara menjaga kesehatan emosional dan strategi mengelola emosi [TP 5.6.5.2]Murid tidak dapat mengidentifikasi strategi menjaga kesehatan emosional, atau strategi yang disebutkan tidak relevan.Murid menyebutkan 1 strategi menjaga kesehatan emosional tanpa memberikan alasan yang jelas.Murid menyebutkan 2–3 strategi menjaga kesehatan emosional disertai alasan yang cukup logis berdasarkan informasi yang diketahui.Murid menyebutkan minimal 3 strategi menjaga kesehatan emosional, memberikan alasan berbasis bukti atau pengalaman nyata, serta menyebutkan pentingnya komunikasi dengan orang dewasa terpercaya secara spesifik.
Kemampuan memberi alasan berbasis bukti (Keterampilan Proses)Murid tidak memberikan alasan atas pilihan strategi atau pendapatnya.Murid memberikan alasan sederhana namun bersifat umum dan tidak dikaitkan dengan data atau pengalaman spesifik.Murid memberikan alasan yang logis dan mengaitkan dengan informasi dari bacaan, skenario, atau pengalaman sendiri.Murid memberikan alasan yang kuat, membandingkan antara dua atau lebih pilihan, dan menggunakan bukti dari skenario, pengetahuan sebelumnya, atau pengalaman nyata secara koheren.
Partisipasi dan komunikasi dalam diskusiMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok maupun kelas, tidak menyampaikan pendapat.Murid berpartisipasi bila diminta guru atau teman, namun belum mampu menyampaikan pendapat dengan jelas.Murid aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dengan bahasa yang cukup jelas, dan merespons pendapat teman.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas dan sopan, serta mampu menjembatani pendapat yang berbeda di dalam kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah suasana kelas sudah cukup aman dan nyaman bagi murid untuk membicarakan topik pubertas dan emosi secara terbuka?
  • Apakah tiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan sesuai alokasi waktu? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Seberapa banyak murid yang menunjukkan pemahaman yang tepat pada exit ticket? Apakah ada pola kesulitan yang perlu ditindaklanjuti?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang memerlukan dukungan lebih maupun yang sudah siap maju lebih jauh?

Refleksi Murid:

  • Satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang pergaulan sehat — apa itu, dan mengapa menurutmu itu penting?
  • Pernahkah kamu mengalami perubahan suasana hati yang tiba-tiba? Strategi mana yang paling masuk akal untuk kamu coba dari yang sudah kita bahas hari ini?
  • Siapa orang dewasa di sekitarmu yang paling mudah kamu ajak bicara kalau sedang punya masalah? Apa yang membuat kamu nyaman bercerita kepada orang itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi — Bab 6 'Perubahan pada Diriku' (halaman 111–112 dan seterusnya)
  2. Buku Guru IPAS Kelas 5 SD/MI — Panduan Bab 6 tentang pubertas, kesehatan emosional, dan interaksi sosial
  3. LKPD buatan guru: Bagian 1 (Tabel Ciri Pergaulan), Bagian 2 (Kartu Situasi Emosi), Bagian 3 (Surat Kecilku)
  4. Kartu bergambar dua skenario pergaulan (dapat dicetak atau ditampilkan di papan/layar proyektor)
  5. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin diskusi kelas
  6. Exit ticket (kertas kecil berisi dua pertanyaan sumatif)
  7. Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) 2025 — prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  8. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) IPAS Kelas 5 Semester 2 — kode pertemuan 5.6.5

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.