MODUL AJAR IPAS — Kelas 5 (Fase C) Topik: Perubahan Emosional dan Sosial pada Masa Pubertas INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Perubahan Emosional dan Sosial pada Masa Pubertas |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan perubahan emosional yang umum dialami remaja pada masa pubertas, seperti perubahan suasana hati dan ketertarikan terhadap teman sebaya.
- Murid dapat mengidentifikasi perubahan sosial pada masa pubertas, termasuk perubahan hubungan dengan keluarga dan teman, melalui kegiatan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu tiba-tiba merasa senang lalu sedih dalam waktu yang sangat singkat tanpa tahu alasannya? Apa yang kamu rasakan saat itu?
- Apakah hubunganmu dengan teman-teman atau keluarga terasa berbeda dibanding saat kamu masih di kelas rendah? Apa yang berubah?
- Menurutmu, mengapa perasaan kita bisa berubah-ubah saat memasuki masa pubertas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, meminta ketua kelas memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru membangun suasana kelas yang aman dan nyaman dengan menegaskan bahwa topik ini adalah bagian normal dari pertumbuhan semua orang, dan semua murid bebas berbagi tanpa takut diejek (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal: menampilkan 4 kartu emosi bergambar (senang, sedih, marah, bingung) dan meminta setiap murid mengangkat kartu yang menggambarkan perasaan yang paling sering mereka alami belakangan ini, lalu mencatat sebaran hasilnya di papan tulis sebagai peta awal pemahaman kelas (3 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan untuk memancing rasa ingin tahu dan membuka diskusi awal (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan video pendek atau gambar berseri (2-3 menit) yang menggambarkan situasi sehari-hari remaja: seorang anak yang tiba-tiba murung tanpa sebab jelas, anak yang mulai lebih sering ingin bersama teman daripada keluarga, dan anak yang merasa malu saat berbicara di depan orang banyak.
- Guru mengajak murid mengamati gambar/video tersebut secara seksama, lalu bertanya: 'Apa yang kalian lihat? Emosi apa yang muncul? Situasi sosial apa yang berubah?' (prinsip: Berkesadaran — murid diajak hadir penuh dan memperhatikan secara sadar).
- Guru menjelaskan secara singkat dan sederhana konsep perubahan emosional pada masa pubertas: perubahan suasana hati yang cepat (mood swing), munculnya rasa malu, ketertarikan pada teman sebaya, dan keinginan untuk lebih mandiri. Penjelasan disertai contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid kelas 5 SD (5 menit).
- Guru menjelaskan konsep perubahan sosial: bergesernya kedekatan dari keluarga ke teman sebaya, pentingnya diterima kelompok, dan mulai terbentuknya identitas diri dalam lingkungan sosial (3 menit).
- Guru membuka sesi tanya jawab singkat untuk memastikan murid memahami konsep dasar sebelum melanjutkan ke kegiatan inti (2 menit). (prinsip: Bermakna — konsep dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata murid)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru meminta setiap murid membuka buku tugas dan membuat tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu dengan tiga kolom: Amati (apa perubahan emosi dan sosial yang kamu amati pada dirimu?), Pikirkan (apa yang kamu pikirkan tentang perubahan itu? Apa yang terasa baik? Apa yang terasa sulit?), Ingin Tahu (apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang perubahan emosi dan sosialmu?). Kegiatan ini dilakukan secara individu selama 7 menit. (prinsip: Bermakna — murid mengkoneksikan materi dengan pengalaman pribadi mereka)
- Guru mengingatkan murid bahwa isian tabel bersifat pribadi dan tidak akan dibacakan paksa di depan kelas; mereka hanya akan berbagi jika bersedia. Hal ini penting untuk menjaga rasa aman.
- Setelah mengisi tabel individu, murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang, dipisah berdasarkan jenis kelamin sesuai panduan buku siswa). Setiap kelompok mendiskusikan persamaan dan perbedaan pengalaman yang mereka temui di kolom Amati, tanpa harus mengungkap hal yang terlalu pribadi (5 menit). (prinsip: Menggembirakan — diskusi kelompok kecil yang aman menciptakan rasa diterima dan terhubung)
- Setiap kelompok merangkum 2-3 perubahan emosional dan 2-3 perubahan sosial yang paling banyak dirasakan anggota kelompok, dan menuliskannya pada selembar kertas berwarna atau sticky note.
- Perwakilan kelompok menempelkan rangkuman mereka di papan kelas pada kolom 'Emosi' dan 'Sosial' yang sudah disiapkan guru, lalu menyampaikan satu atau dua poin secara singkat (3 menit). (prinsip: Menggembirakan — aktivitas visual dan fisik membuat pembelajaran lebih dinamis)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali melihat papan kelas yang berisi rangkuman kelompok, lalu mengajukan pertanyaan refleksi: 'Dari semua perubahan yang kita temukan, mana yang menurutmu paling wajar dialami semua orang? Mengapa?' (2 menit). (prinsip: Berkesadaran — murid diajak berpikir sadar tentang normalitas perubahan)
- Guru memfasilitasi diskusi singkat bahwa perubahan emosional dan sosial adalah bagian normal dari pubertas, bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Guru menekankan bahwa memahami perubahan ini adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan diri (2 menit).
- Murid secara individu mengisi kolom 'Ingin Tahu' di tabel mereka dengan pertanyaan yang muncul setelah diskusi. Guru mengingatkan bahwa pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang bisa diselidiki lebih lanjut secara ilmiah. (2 menit) (prinsip: Bermakna — melatih keterampilan proses mempertanyakan sesuai CP Fase C)
- Guru mengumpulkan satu pertanyaan dari setiap kelompok sebagai bahan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, sekaligus memberikan apresiasi atas keberanian murid berbagi pengalaman.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: perubahan emosional (seperti mood swing, rasa malu, ketertarikan pada teman) dan perubahan sosial (bergesernya kedekatan sosial, keinginan diterima kelompok) adalah hal normal pada masa pubertas (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir: murid mengisi exit ticket berupa selembar kertas kecil dengan menjawab dua pertanyaan — (1) Sebutkan satu contoh perubahan emosional pada masa pubertas, dan (2) Sebutkan satu contoh perubahan sosial yang dialami remaja. Dikumpulkan sebelum keluar kelas (4 menit).
- Guru menyampaikan pesan penutup bahwa memahami diri sendiri adalah langkah penting menjaga kesehatan, dan mengajak murid untuk tidak ragu bertanya kepada orang tua atau guru terpercaya jika ada yang ingin diketahui lebih lanjut.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang sudah memiliki pemahaman lebih (cepat): diberikan kartu skenario tambahan berisi situasi sosial-emosional yang lebih kompleks (misalnya, konflik dengan teman dekat atau perasaan tidak percaya diri di depan umum) dan diminta menganalisis kaitannya dengan perubahan pubertas. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat): guru menyediakan lembar panduan bergambar yang menggambarkan contoh perubahan emosional dan sosial secara visual, sehingga membantu mereka mengisi tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu.
- Proses: Murid yang belum siap berbagi pengalaman pribadi secara lisan diperbolehkan hanya mengisi tabel secara tertulis tanpa harus mempresentasikan. Murid yang lebih percaya diri didorong untuk menjadi juru bicara kelompok. Guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bantuan lebih dalam proses pengisian tabel.
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu. Murid cepat dapat menambahkan kolom keempat berupa 'Rencanaku' — yaitu satu langkah nyata yang akan mereka lakukan untuk menghadapi perubahan emosional/sosial yang mereka identifikasi. Murid lambat cukup melengkapi minimal dua dari tiga kolom utama dengan bantuan panduan bergambar.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 4 kartu emosi bergambar (senang, sedih, marah, bingung) dan meminta murid mengangkat kartu yang menggambarkan perasaan paling sering mereka alami belakangan ini. Hasil sebaran dicatat di papan tulis untuk memetakan pengalaman emosional awal kelas.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar kata pubertas? Apa yang kalian tahu tentang perubahan perasaan saat pubertas?' untuk mengecek pengetahuan awal tanpa menghakimi jawaban.
Proses:- Observasi saat murid mengisi tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu: guru berkeliling dan memperhatikan apakah murid dapat mengidentifikasi perubahan emosi dan sosial secara tepat.
- Observasi diskusi kelompok kecil: guru mencatat murid yang aktif berkontribusi, yang mengalami kesulitan, dan yang memberikan contoh perubahan emosional/sosial yang relevan.
- Pantauan hasil rangkuman kelompok pada papan kelas: guru menilai apakah kelompok dapat membedakan perubahan emosional dan sosial dengan benar.
Akhir:- Exit ticket tertulis: murid menjawab dua pertanyaan — (1) Sebutkan dan jelaskan satu contoh perubahan emosional pada masa pubertas, (2) Sebutkan dan jelaskan satu contoh perubahan sosial pada masa pubertas. Jawaban dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu yang telah dilengkapi murid dikumpulkan dan dinilai berdasarkan kelengkapan kolom dan kesesuaian isi dengan materi perubahan emosional dan sosial.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan sesi tanya jawab menggunakan lembar observasi sederhana (centang: aktif bertanya, aktif merespons, menyimak).
- Pengecekan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu yang diisi murid secara individu sebagai bukti proses berpikir.
- Rangkuman kelompok pada kertas/sticky note yang ditempelkan di papan kelas sebagai asesmen pemahaman kolaboratif.
Sumatif:- Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menjawab dua pertanyaan tertulis — (1) Sebutkan satu contoh perubahan emosional pada masa pubertas beserta penjelasan singkatnya, dan (2) Sebutkan satu contoh perubahan sosial yang terjadi pada remaja dan mengapa hal itu wajar terjadi.
- Kelengkapan dan akurasi tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu yang dikumpulkan pada akhir pertemuan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan perubahan emosional pada masa pubertas (TP 5.6.2.1) | Murid tidak dapat menyebutkan atau menjelaskan perubahan emosional pada masa pubertas, atau jawaban tidak relevan dengan topik. | Murid dapat menyebutkan satu contoh perubahan emosional (misalnya: sering marah) tetapi belum dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi atau kaitannya dengan pubertas. | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan satu hingga dua contoh perubahan emosional (misalnya: perubahan suasana hati yang cepat, ketertarikan pada teman sebaya) dengan penjelasan yang cukup tepat. | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan dua atau lebih perubahan emosional dengan penjelasan yang tepat, disertai contoh nyata dari kehidupan sehari-hari dan pemahaman bahwa perubahan tersebut adalah bagian normal dari pubertas. | | Mengidentifikasi perubahan sosial melalui tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu (TP 5.6.2.2) | Murid tidak mengisi tabel atau mengisi dengan informasi yang tidak relevan. Tidak dapat membedakan perubahan sosial dari perubahan lainnya. | Murid mengisi tabel dengan satu kolom yang relevan (misalnya hanya kolom Amati). Dapat menyebutkan satu perubahan sosial tetapi belum dapat mengidentifikasinya secara spesifik. | Murid mengisi tabel dengan dua hingga tiga kolom secara relevan. Dapat mengidentifikasi satu hingga dua perubahan sosial (misalnya: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin lebih mandiri dari keluarga) dengan isian yang cukup tepat. | Murid mengisi seluruh tabel secara lengkap dan relevan. Dapat mengidentifikasi dua atau lebih perubahan sosial secara spesifik, menghubungkannya dengan pengalaman pribadi atau pengamatan nyata, dan merumuskan pertanyaan yang dapat diselidiki lebih lanjut di kolom Ingin Tahu. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah suasana kelas sudah cukup aman dan nyaman sehingga murid mau berbagi pengalaman emosional dan sosial mereka secara terbuka?
- Apakah penjelasan tentang perubahan emosional dan sosial sudah menggunakan contoh yang cukup dekat dengan kehidupan murid kelas 5?
- Apakah kegiatan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu membantu murid mengidentifikasi perubahan sosial secara mandiri, atau perlu lebih banyak scaffolding?
- Murid mana yang tampak kesulitan dan memerlukan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang perubahan emosi pada masa pubertas adalah...
- Perubahan sosial yang aku tuliskan di tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu yang paling membuatku penasaran adalah... karena...
- Setelah belajar hari ini, aku merasa (lebih paham / masih bingung / ingin tahu lebih banyak) tentang perubahan yang terjadi pada diriku, karena...
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD — Bab 6 'Perubahan pada Diriku', halaman 113 dan sekitarnya (Kemendikbudristek)
- Buku Guru IPAS Kelas 5 SD — Panduan Topik A 'Bersiap Menghadapi Masa Puber' (Kemendikbudristek)
- Kartu emosi bergambar (4 kartu: senang, sedih, marah, bingung) — disiapkan oleh guru
- Video pendek atau gambar berseri situasi emosional remaja sehari-hari (durasi 2-3 menit) — dapat diunduh dari YouTube Edukasi Kemendikbud atau dibuat sendiri oleh guru
- Lembar tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu (dapat digambar di buku tugas murid atau difotokopi oleh guru)
- Sticky note atau kertas berwarna untuk rangkuman kelompok
- Papan tulis / papan tempel dengan dua kolom bertuliskan 'Perubahan Emosi' dan 'Perubahan Sosial'
- Lembar panduan bergambar perubahan emosional dan sosial (untuk murid yang membutuhkan dukungan diferensiasi)
- Lembar exit ticket (disiapkan guru, satu lembar per murid)
|