Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Mengenal Masa Pubertas dan Perubahan yang Terjadi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Mengenal Masa Pubertas dan Perubahan yang Terjadi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Mengenal Masa Pubertas dan Perubahan yang Terjadi

IPAS - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengenal Masa Pubertas dan Perubahan yang Terjadi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengenal Masa Pubertas dan Perubahan yang Terjadi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi perubahan fisik yang dialami laki-laki dan perempuan pada masa pubertas melalui kegiatan mengamati dan mendiskusikan gambar/infografis pertumbuhan.
  2. Murid dapat membedakan ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi kelompok sesuai jenis kelamin.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu memperhatikan bahwa tubuhmu mulai berubah belakangan ini? Perubahan apa yang paling kamu sadari?
  2. Menurutmu, mengapa tubuh laki-laki dan perempuan berubah dengan cara yang berbeda saat memasuki usia remaja?
  3. Jika tubuhmu mulai berubah, apa yang ingin kamu ketahui agar kamu bisa menjaga dirimu dengan baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengondisikan suasana kelas yang aman, nyaman, dan saling menghormati — sampaikan bahwa topik hari ini adalah topik ilmiah yang wajar dan penting untuk dipelajari bersama.
  • Guru mengajak murid berdoa sejenak dan mensyukuri pertumbuhan tubuh sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan di selembar sticky note atau buku tugas — satu kata atau kalimat pendek tentang apa yang mereka ketahui tentang 'pubertas'. Guru membaca beberapa jawaban secara anonim untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberikan waktu 1–2 menit untuk murid berpikir mandiri sebelum berbagi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi dan membedakan perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan saat pubertas.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: mengamati infografis → diskusi kelompok sesuai jenis kelamin → presentasi singkat → refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis/gambar pertumbuhan yang memperlihatkan perubahan fisik pada masa pubertas laki-laki dan perempuan (bisa berupa poster cetak atau tayang di layar).
  • Murid mengamati infografis secara mandiri selama 3–4 menit dan mencatat hal-hal yang mereka amati pada tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu di buku tugas (kolom 'Amati' diisi dulu).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Apa saja yang kalian lihat pada gambar ini?' — guru menampung jawaban tanpa menghakimi dan membangun suasana ingin tahu.
  • Guru menjelaskan secara ringkas konsep pubertas: definisi masa pubertas sebagai masa peralihan menuju dewasa, dan bahwa perubahan yang terjadi adalah proses alami yang disiapkan Tuhan untuk setiap manusia.
  • Guru menjelaskan pembagian ciri pubertas: ciri primer (berkaitan dengan berfungsinya organ reproduksi) dan ciri sekunder (perubahan fisik luar yang terlihat) — menggunakan bahasa sederhana dan ilmiah sesuai usia kelas 5.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok sesuai jenis kelamin: kelompok perempuan berkumpul dengan perempuan, kelompok laki-laki berkumpul dengan laki-laki (4–5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima amplop berisi kartu-kartu ciri pubertas yang telah disiapkan guru. Kartu memuat berbagai perubahan fisik (misalnya: suara berubah, tumbuh rambut di wajah, payudara berkembang, jerawat muncul, tinggi badan bertambah, bahu melebar, pinggul melebar, kulit berminyak, dll.).
  • Kelompok bertugas: (a) mengelompokkan kartu ke dalam kolom 'Ciri Laki-laki', 'Ciri Perempuan', atau 'Ciri Keduanya' pada lembar kerja yang tersedia, lalu (b) mencatat persamaan dan perbedaan yang mereka temukan.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan panduan bila ada kebingungan, dan memastikan suasana diskusi tetap ilmiah dan saling menghargai.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil pengelompokan mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru merangkum hasil diskusi kelas dan meluruskan jika ada miskonsepsi — menegaskan bahwa semua perubahan yang terjadi adalah normal dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang manusia.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melengkapi tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu: mengisi kolom 'Pikirkan' (apa yang sekarang mereka pahami) dan kolom 'Ingin Tahu' (pertanyaan yang masih ingin mereka cari tahu).
  • Guru mengajak murid merefleksi secara lisan: 'Setelah belajar hari ini, bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa perubahan ini adalah hal yang wajar dan alami?'
  • Murid menuliskan satu kalimat di buku tugas: 'Hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan 'Sikap yang ingin aku terapkan untuk menjaga kesehatan tubuhku adalah...'
  • Guru menekankan pesan nilai: perubahan tubuh pada masa pubertas adalah tanda bahwa kita tumbuh — kita perlu mensyukurinya dan menjaga diri dengan baik.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pubertas adalah masa peralihan alami, ada perubahan fisik primer dan sekunder, serta ada persamaan dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
  • Asesmen akhir (sumatif lisan): Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan secara acak kepada beberapa murid — misalnya 'Sebutkan dua ciri pubertas pada laki-laki!' dan 'Apa perubahan fisik yang dialami oleh keduanya?'
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan keaktifan murid dalam mendiskusikan topik yang membutuhkan keberanian untuk dibicarakan.
  • Guru menyampaikan kaitan materi ini dengan pertemuan berikutnya: cara menjaga kesehatan diri di masa pubertas.
  • Murid diminta merapikan lembar kerja dan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu untuk dikumpulkan sebagai bukti belajar.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengingatkan murid bahwa jika ada pertanyaan pribadi terkait topik ini, mereka dapat bertanya secara privat kepada guru atau berbicara dengan orang tua.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan: guru menyediakan lembar infografis dengan keterangan teks yang lebih singkat dan ilustrasi yang lebih jelas, serta daftar kosakata kunci (pubertas, primer, sekunder, reproduksi) beserta artinya. Untuk murid yang sudah cepat memahami: sediakan kartu tambahan yang memuat perubahan emosional dan sosial pada masa pubertas agar mereka dapat mengeksplorasi lebih luas.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan: guru mendampingi kelompok mereka lebih intensif saat diskusi dan memberikan pertanyaan pemandu ('Apakah ciri ini dialami laki-laki atau perempuan atau keduanya?'). Untuk murid yang cepat: dorong mereka menjadi fasilitator dalam kelompok dan diminta menyusun pertanyaan sendiri untuk diselidiki lebih lanjut di kolom 'Ingin Tahu'.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi tabel pengelompokan dengan bantuan kartu. Murid yang sudah berkembang dapat membuat ringkasan perbandingan ciri pubertas dalam bentuk diagram Venn sederhana di buku tugas mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata atau kalimat pendek di sticky note tentang apa yang mereka ketahui tentang 'pubertas' sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru membacakan beberapa jawaban secara anonim untuk memetakan pengetahuan awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi guru berkeliling saat diskusi kelompok: mencatat murid yang aktif berkontribusi, yang mengalami kebingungan, dan yang perlu panduan tambahan.
  • Pengecekan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu setelah tahap Memahami: guru memastikan kolom 'Amati' terisi dengan pengamatan yang relevan.
  • Guru mendengarkan presentasi kelompok dan mencatat ketepatan pengelompokan ciri pubertas sebagai data formatif.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan acak kepada 3–4 murid: 'Sebutkan dua ciri pubertas pada laki-laki!', 'Sebutkan dua ciri pubertas pada perempuan!', 'Apa perubahan fisik yang dialami oleh laki-laki maupun perempuan?'
  • Pengumpulan lembar kerja pengelompokan kartu dan tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu sebagai portofolio bukti belajar pertemuan ini.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: memantau kemampuan murid dalam mengelompokkan ciri pubertas dan mencatat persamaan-perbedaan.
  • Tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu yang diisi murid secara individu sebagai bukti proses berpikir.
  • Lembar kerja pengelompokan kartu ciri pubertas yang dikerjakan dalam kelompok.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan acak di akhir pembelajaran untuk mengecek pemahaman individual tentang ciri-ciri pubertas laki-laki dan perempuan.
  • Lembar kerja kelompok yang dikumpulkan sebagai bukti pencapaian TP 5.6.1.1 dan 5.6.1.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perubahan fisik pada masa pubertas (TP 5.6.1.1)Murid belum dapat menyebutkan perubahan fisik pada masa pubertas, atau menyebutkan hal yang tidak relevan meski sudah diberi bantuan penuh.Murid dapat menyebutkan 1–2 perubahan fisik pubertas dengan bantuan guru atau teman sebaya.Murid dapat mengidentifikasi 3–4 perubahan fisik pubertas secara mandiri dan mengisi tabel pengamatan dengan cukup tepat.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 4 perubahan fisik pubertas secara mandiri, membedakan ciri primer dan sekunder, serta menjelaskannya dengan kalimat sendiri yang tepat.
Membedakan ciri pubertas laki-laki dan perempuan (TP 5.6.1.2)Murid belum dapat membedakan ciri pubertas laki-laki dan perempuan, atau pengelompokan kartu tidak tepat meski sudah diberi panduan.Murid dapat membedakan 1–2 ciri khas pubertas laki-laki dan perempuan dengan bantuan, namun belum dapat menjelaskan persamaannya.Murid dapat membedakan ciri-ciri pubertas laki-laki dan perempuan dengan tepat pada lembar kerja, dan menyebutkan minimal satu persamaan di antara keduanya.Murid dapat membedakan ciri-ciri pubertas laki-laki dan perempuan secara lengkap dan akurat, menyebutkan beberapa persamaan, serta dapat menjelaskan alasan perbedaan tersebut dengan bahasa sendiri yang tepat.
Keterampilan mengamati dan mencatat (Keterampilan Proses)Tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu kosong atau hanya terisi dengan informasi yang tidak berkaitan dengan topik.Tabel terisi sebagian (hanya kolom 'Amati') dengan pengamatan yang singkat dan kurang detail.Tabel terisi dengan lengkap pada kolom 'Amati' dan 'Pikirkan' dengan catatan yang relevan dan cukup rinci.Tabel terisi lengkap pada ketiga kolom, catatan pengamatan rinci dan relevan, serta pertanyaan pada kolom 'Ingin Tahu' menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan kritis.
Kolaborasi dan partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau mengganggu jalannya diskusi.Murid hadir dalam kelompok namun partisipasinya terbatas, sebagian besar hanya mendengarkan tanpa berkontribusi.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan menghargai pendapat teman.Murid berperan aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, mendorong teman yang pasif untuk ikut berkontribusi, dan menyampaikan pendapat dengan argumen yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah suasana kelas sudah cukup aman dan nyaman sehingga murid merasa bebas mendiskusikan topik pubertas tanpa rasa malu atau takut?
  • Apakah infografis dan kartu ciri pubertas yang digunakan sudah cukup jelas dan sesuai dengan usia murid kelas 5?
  • Murid mana yang belum mencapai tujuan pembelajaran dan membutuhkan pendampingan tambahan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang masa pubertas?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan perubahan fisik yang dialami laki-laki dan perempuan? Coba sebutkan satu perbedaan yang paling kamu ingat!
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa perubahan tubuh pada masa pubertas adalah hal yang normal dan alami?
  • Pertanyaan apa yang masih ingin kamu cari tahu tentang masa pubertas? Tuliskan di kolom 'Ingin Tahu' pada tabelmu!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi — Bab 6 'Perubahan pada Diriku', Topik A: Bersiap Menghadapi Masa Puber (halaman 113–116)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi — Bab 6, panduan aktivitas Topik A
  3. Infografis/poster perubahan fisik masa pubertas laki-laki dan perempuan (disiapkan guru dalam format cetak A3 atau tayang di layar proyektor/TV)
  4. Kartu-kartu ciri pubertas (disiapkan guru: 15–20 kartu per kelompok berisi berbagai ciri fisik, emosional, dan sosial pubertas yang dicetak dan digunting)
  5. Lembar kerja pengelompokan ciri pubertas (format tabel: kolom Ciri Laki-laki / Ciri Perempuan / Ciri Keduanya)
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan asesmen awal
  7. Buku tugas murid untuk tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu
  8. Alat tulis (pensil/pena, penggaris)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.