Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pengaruh Sejarah Daerahku bagi Kehidupan Masa Kini

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Pengaruh Sejarah Daerahku bagi Kehidupan Masa Kini". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pengaruh Sejarah Daerahku bagi Kehidupan Masa Kini

IPAS - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengaruh Sejarah Daerahku bagi Kehidupan Masa Kini

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengaruh Sejarah Daerahku bagi Kehidupan Masa Kini
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi dan analisis, murid dapat menjelaskan keterkaitan antara sejarah masa lalu daerahnya dengan kondisi kehidupan masyarakat di masa sekarang, minimal pada dua aspek kehidupan.
  2. Melalui kegiatan refleksi, murid dapat menemukan minimal dua hal positif dari sejarah daerahnya yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masa kini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat bangunan tua, monumen, atau tradisi unik di daerahmu? Menurutmu, mengapa hal itu masih ada sampai sekarang?
  2. Apa yang akan terjadi jika kita tidak mengenal sejarah daerah kita sendiri? Apa yang mungkin hilang?
  3. Menurutmu, apakah kebiasaan atau nilai-nilai dari zaman dulu di daerahmu masih berguna di kehidupan kita hari ini? Berikan contohnya!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid. (3 menit)
  • Guru menayangkan 2–3 foto atau gambar singkat peninggalan sejarah dan tradisi daerah setempat (misalnya: foto keraton, tarian daerah, atau pasar tradisional bersejarah) sebagai stimulus awal. (2 menit)
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Sebutkan satu hal tentang sejarah daerahmu yang kamu tahu!' dan meminta 3–4 murid menjawab secara spontan. Guru mencatat variasi jawaban di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal kelas. (3 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid untuk berpikir sejenak sebelum merespons. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan menarik: 'Hari ini kita akan menjadi detektif sejarah untuk menemukan bagaimana masa lalu daerah kita membentuk kehidupan kita sekarang!' (2 menit)
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: diskusi kelompok, analisis kasus, dan refleksi mandiri. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Fakta Sejarah Daerah' kepada setiap kelompok (4–5 orang per kelompok). Kartu berisi 3–4 fakta singkat tentang sejarah daerah setempat, misalnya: peristiwa penting, tokoh pejuang lokal, atau warisan budaya yang masih ada. Guru menyesuaikan isi kartu dengan konteks daerah masing-masing sekolah. (Prinsip: Bermakna, Berkesadaran) (5 menit)
  • Murid membaca kartu fakta secara bergantian dalam kelompok, lalu bersama-sama mengidentifikasi: aspek apa saja dari sejarah itu yang masih bisa dilihat atau dirasakan di kehidupan sekarang (misal: aspek budaya, sosial, atau ekonomi). (Prinsip: Berkesadaran) (5 menit)
  • Perwakilan 2 kelompok menyampaikan hasil identifikasi awal mereka secara lisan. Guru memberikan penguatan konsep bahwa sejarah daerah mempengaruhi setidaknya aspek: identitas/karakter masyarakat, tradisi dan budaya, serta potensi wisata dan ekonomi. (Prinsip: Bermakna) (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menerima 'Lembar Analisis Keterkaitan Sejarah' yang berisi tabel dua kolom: (1) Peristiwa/Warisan Sejarah Masa Lalu, (2) Pengaruhnya pada Kehidupan Masa Kini. Kelompok diminta mengisi minimal dua baris dengan contoh nyata dari daerah mereka. (Prinsip: Bermakna, Menggembirakan) (8 menit)
  • Setiap anggota kelompok diberi peran: Pencari Fakta (mencari data dari kartu fakta atau buku), Pencatat (menulis hasil diskusi), Penyaji (mempresentasikan), dan Penanya (merumuskan pertanyaan kritis). Ini mendorong kolaborasi aktif dan tanggung jawab individual. (Prinsip: Menggembirakan, Berkesadaran) (dalam rentang 8 menit di atas)
  • Tiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka dalam 1–2 menit. Kelompok lain boleh memberikan tanggapan atau tambahan. Guru memandu diskusi kelas untuk memperkaya perspektif dan meluruskan jika ada konsepsi yang perlu diklarifikasi. (Prinsip: Bermakna) (7 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan 'Jurnal Refleksi Sejarahku' secara mandiri. Jurnal berisi dua pertanyaan tertulis: (a) 'Tuliskan dua hal positif dari sejarah daerahmu yang menurutmu masih penting dan bisa kamu terapkan dalam hidupmu sehari-hari. Jelaskan caranya!', (b) 'Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui pengaruh sejarah daerahmu bagi kehidupanmu sekarang?' (Prinsip: Berkesadaran, Bermakna) (7 menit)
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membacakan jawaban jurnal mereka. Guru memberikan apresiasi konkret terhadap insight murid dan menghubungkannya dengan nilai kearifan lokal yang relevan. (Prinsip: Menggembirakan) (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan bersama: 'Sejarah daerah kita mempengaruhi kehidupan kita sekarang melalui... (guru mengajak murid melengkapi kalimat ini secara lisan).' (3 menit)
  • Asesmen Akhir: Guru membagikan 'Tiket Keluar' berupa selembar kertas kecil. Murid menuliskan: (1) Dua keterkaitan sejarah daerah dengan kehidupan masa kini yang mereka temukan hari ini, (2) Satu hal positif dari sejarah daerah yang ingin mereka terapkan. Guru mengumpulkan tiket keluar untuk dijadikan bahan umpan balik. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pesan penutup tentang pentingnya mengenal dan menghargai sejarah daerah sebagai bagian dari identitas diri dan bangsa. (2 menit)
  • Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: Kartu Fakta diberikan dalam versi sederhana dengan kalimat pendek dan dilengkapi gambar pendukung, serta hanya diminta mengidentifikasi satu aspek keterkaitan. Untuk murid yang sudah mahir: Kartu Fakta memuat informasi lebih kompleks (dua era sejarah berbeda) dan mereka diminta menganalisis keterkaitan pada tiga aspek kehidupan sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih paham dalam mengisi Lembar Analisis, dengan panduan pertanyaan scaffolding dari guru ('Coba lihat kartu fakta nomor 2, apa yang masih ada di daerah kita sekarang dari sana?'). Murid yang cepat dapat diminta memimpin diskusi kelompok atau membantu merumuskan pertanyaan kritis untuk kelompok lain.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup mengisi tabel analisis dengan kata kunci atau frasa singkat. Murid yang sudah mahir diminta menuliskan refleksi lebih mendalam dalam jurnal, termasuk gagasan konkret tentang bagaimana mereka akan menerapkan nilai sejarah daerah tersebut dalam kegiatan nyata di sekolah atau rumah.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu hal tentang sejarah daerahmu yang kamu tahu!' — digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan merancang pengelompokan atau penyesuaian scaffolding selama kegiatan inti.
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik sebagai gambaran awal tingkat pemahaman dan ketertarikan topik.

Proses:

  • Ceklis observasi guru saat diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu keterkaitan antara sejarah masa lalu dan kehidupan sekarang.
  • Pengecekan hasil Lembar Analisis Keterkaitan Sejarah saat kelompok bekerja — guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung (feedback on the spot) kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
  • Kualitas presentasi kelompok: kejelasan argumen, kebenaran fakta, dan kemampuan merespons tanggapan kelompok lain.

Akhir:

  • Tiket Keluar dinilai berdasarkan rubrik: apakah murid mampu menyebutkan dua keterkaitan sejarah-masa kini dan satu nilai positif yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
  • Jurnal Refleksi Sejarahku dinilai berdasarkan rubrik: kedalaman refleksi, relevansi dua nilai positif yang ditemukan, dan kejelasan cara penerapan nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis observasi (aspek: keaktifan, kemampuan mengemukakan pendapat, kerja sama).
  • Pengecekan hasil Lembar Analisis Keterkaitan Sejarah yang diisi setiap kelompok sebagai bukti pemahaman proses.
  • Tanggapan lisan murid selama sesi presentasi dan diskusi kelas.

Sumatif:

  • Tiket Keluar (Exit Ticket) yang berisi dua keterkaitan sejarah daerah dengan masa kini dan satu nilai positif yang relevan untuk diterapkan — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Jurnal Refleksi Sejarahku yang dikumpulkan murid — dinilai berdasarkan kedalaman refleksi dan relevansi nilai yang ditemukan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keterkaitan sejarah masa lalu dengan kehidupan masa kini (TP 5.5.7.1)Murid belum dapat menyebutkan keterkaitan antara sejarah daerah dengan kehidupan masa kini, atau keterkaitan yang disebutkan tidak relevan.Murid dapat menyebutkan satu keterkaitan antara sejarah daerah dengan kehidupan masa kini, namun penjelasannya masih sangat singkat dan kurang jelas.Murid dapat menjelaskan dua keterkaitan antara sejarah daerah dengan kehidupan masa kini pada dua aspek kehidupan yang berbeda dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih keterkaitan antara sejarah daerah dengan kehidupan masa kini pada berbagai aspek kehidupan, disertai penjelasan yang rinci, logis, dan didukung contoh nyata dari daerahnya.
Menemukan nilai positif sejarah daerah yang relevan untuk kehidupan sehari-hari (TP 5.5.7.2)Murid belum dapat menemukan atau menyebutkan nilai positif dari sejarah daerahnya, atau nilai yang disebutkan tidak relevan dengan kehidupan masa kini.Murid dapat menyebutkan satu nilai positif dari sejarah daerahnya, namun belum mampu menghubungkan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menemukan dua nilai positif dari sejarah daerahnya dan menjelaskan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari secara singkat.Murid dapat menemukan dua atau lebih nilai positif dari sejarah daerahnya, menjelaskan relevansinya dengan baik, dan memberikan gagasan konkret tentang cara menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Partisipasi dalam diskusi dan kolaborasi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok, tidak berkontribusi dalam mengisi lembar analisis, dan tidak merespons pendapat teman.Murid terlibat dalam diskusi kelompok namun kontribusinya terbatas; lebih banyak mengikuti tanpa mengemukakan pendapat sendiri.Murid aktif dalam diskusi, memberikan pendapat minimal satu kali, dan berkontribusi dalam pengisian lembar analisis bersama kelompok.Murid sangat aktif dalam diskusi, mengemukakan pendapat dengan argumen yang jelas, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan berperan aktif dalam memimpin atau mendukung jalannya diskusi kelompok.
Kualitas refleksi diri (Jurnal Refleksi)Murid tidak mengisi jurnal refleksi atau jawaban tidak menjawab pertanyaan yang diberikan.Murid mengisi jurnal refleksi namun jawaban masih sangat singkat dan belum menunjukkan kesadaran tentang makna sejarah bagi dirinya.Murid mengisi jurnal refleksi dengan menyebutkan nilai positif yang ditemukan dan perasaannya secara jelas, meskipun belum mendalam.Murid mengisi jurnal refleksi dengan jawaban yang mendalam, menunjukkan pemahaman bermakna tentang hubungan sejarah daerah dengan kehidupannya, serta mengungkapkan rencana konkret untuk menerapkan nilai positif tersebut dalam kesehariannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi minimal dua keterkaitan antara sejarah daerah dan kehidupan masa kini? Jika tidak, di bagian mana mereka kesulitan?
  • Apakah kartu fakta dan lembar analisis yang saya siapkan sudah cukup kontekstual dengan daerah setempat sehingga bermakna bagi murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu fakta dan scaffolding berbeda) efektif menjangkau murid dengan beragam kemampuan?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok hari ini? Apakah semua murid memiliki kesempatan yang adil untuk berpartisipasi?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang sejarah daerahmu yang paling membuatmu terkejut atau kagum?
  • Dari semua keterkaitan sejarah daerah dengan kehidupan masa kini yang kita bahas, mana yang menurutmu paling penting? Mengapa?
  • Nilai positif apa dari sejarah daerahmu yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu? Bagaimana caranya?
  • Apakah kamu merasa lebih bangga atau lebih peduli dengan sejarah daerahmu setelah pembelajaran hari ini? Ceritakan alasannya!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 5 'Daerahku yang Bersejarah', khususnya subbab tentang Pengaruh Sejarah bagi Masa Kini.
  2. Buku Guru IPAS Kelas V SD/MI (Edisi Revisi) — Panduan Bab 5.
  3. Kartu Fakta Sejarah Daerah: lembar yang disiapkan guru berisi fakta singkat tentang peninggalan sejarah dan warisan budaya daerah setempat (dapat disesuaikan dengan konteks daerah masing-masing).
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD): 'Lembar Analisis Keterkaitan Sejarah' — tabel dua kolom untuk menganalisis pengaruh sejarah masa lalu terhadap kehidupan masa kini.
  5. Jurnal Refleksi Sejarahku: lembar refleksi mandiri berisi dua pertanyaan tertulis untuk murid.
  6. Tiket Keluar (Exit Ticket): kartu kecil untuk asesmen akhir pertemuan.
  7. Foto atau gambar digital peninggalan sejarah dan tradisi budaya daerah setempat (ditayangkan melalui proyektor/papan tulis di awal pembelajaran).
  8. Platform Merdeka Mengajar (PMM): referensi ATP dan bahan ajar tambahan yang relevan.
  9. Narasumber lokal atau cerita dari orang tua/tokoh masyarakat sebagai sumber belajar kontekstual (sebagai pengayaan atau tugas lanjutan opsional).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.