Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Peristiwa Penting dalam Sejarah Daerahku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Peristiwa Penting dalam Sejarah Daerahku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Peristiwa Penting dalam Sejarah Daerahku

IPAS - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Peristiwa Penting dalam Sejarah Daerahku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPeristiwa Penting dalam Sejarah Daerahku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan penyelidikan, murid dapat mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah daerahnya dan menyusunnya dalam urutan kronologis sederhana.
  2. Berdasarkan data yang dikumpulkan, murid dapat membandingkan hasil temuannya dengan prediksi awal dan memberikan alasan berdasarkan bukti dari sumber yang diperoleh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang kejadian penting yang terjadi di daerahmu? Cerita apa yang paling kamu ingat?
  2. Bagaimana caramu mengetahui bahwa suatu peristiwa terjadi lebih dulu atau lebih belakangan dibanding peristiwa lain?
  3. Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk mengetahui peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di daerah kita sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan satu peristiwa bersejarah di daerahnya yang sudah mereka ketahui di selembar sticky note atau kertas kecil (3 menit).
  • Guru mengumpulkan sticky note, membacakan beberapa jawaban, dan mendiskusikan secara singkat untuk memetakan pengetahuan awal kelas.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi jeda agar murid memikirkan jawabannya sebelum beberapa anak berbagi secara lisan.
  • Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan gambaran kegiatan hari ini secara singkat dan jelas.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Penyelidik Sejarah Daerahku' yang berisi kolom prediksi awal, kolom data temuan, dan kolom garis waktu (timeline) kosong.
  • Sebelum membaca sumber, setiap murid menuliskan prediksi awal: 'Menurutku, 3 peristiwa penting di daerahku adalah…' beserta perkiraan tahun atau urutan kejadiannya di kolom prediksi LKPD. (Prinsip Berkesadaran — murid diminta sadar apa yang sudah dan belum mereka ketahui.)
  • Guru memperkenalkan sumber belajar yang tersedia: teks bacaan ringkas tentang sejarah daerah (disiapkan guru sesuai konteks daerah setempat), gambar atau foto peninggalan bersejarah, dan/atau potongan artikel koran/majalah daerah.
  • Murid membaca dan mengamati sumber belajar secara mandiri selama ±5 menit, kemudian mencatat minimal 3 peristiwa penting beserta tahun/periode kejadiannya di kolom data temuan pada LKPD. (Prinsip Berkesadaran — murid mencatat secara sadar, bukan menyalin sembarangan.)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Peristiwa apa saja yang kalian temukan? Apakah ada yang membingungkan?' untuk memastikan pemahaman dasar sebelum melanjutkan ke tahap aplikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berkelompok (3–4 orang per kelompok). Setiap kelompok mendiskusikan peristiwa-peristiwa yang mereka temukan dan menyepakati urutan kronologisnya dari yang paling awal hingga yang paling baru. (Prinsip Bermakna — murid menghubungkan data dengan konteks nyata daerah mereka.)
  • Setiap kelompok menyusun garis waktu (timeline) sederhana di bagian bawah LKPD atau pada kertas karton yang disediakan, dengan menulis nama peristiwa, tahun/periode, dan keterangan singkat (1–2 kalimat) untuk setiap peristiwa.
  • Setelah garis waktu selesai, setiap anggota kelompok kembali membuka prediksi awal pribadinya di kolom prediksi LKPD dan membandingkannya dengan data temuan kelompok: Apakah prediksinya tepat? Apakah urutan kronologisnya sama? Apa yang berbeda? (Prinsip Bermakna — menghubungkan hasil penyelidikan dengan dugaan awal.)
  • Setiap murid menuliskan analisis perbandingan prediksi vs. temuan di LKPD, disertai alasan berbasis bukti dari sumber: 'Prediksi saya … ternyata … karena berdasarkan sumber …' (Prinsip Menggembirakan — aktivitas 'ternyata salah/benar' memicu rasa ingin tahu dan kejutan positif.)
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan pertanyaan pemandu bila kelompok menemui kesulitan, dan mencatat temuan formatif.

Merefleksi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan garis waktu dan hasil perbandingan prediksi-temuan mereka secara singkat (±2 menit per kelompok). Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan singkat. (Prinsip Menggembirakan — suasana berbagi temuan layaknya 'pameran mini'.)
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Peristiwa mana yang paling mengejutkan kalian? Mengapa penting mengurutkan peristiwa secara kronologis?' untuk mengonstruksi makna bersama.
  • Setiap murid mengisi kolom refleksi pribadi di LKPD: (1) Hal baru yang aku pelajari hari ini; (2) Pertanyaan yang masih ingin aku temukan jawabannya; (3) Bagaimana sejarah daerahku memengaruhi kehidupan kita sekarang? (Prinsip Bermakna — menghubungkan sejarah lokal dengan kehidupan nyata murid.)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa saja peristiwa penting yang ditemukan dan bagaimana cara menyusunnya secara kronologis.
  • Guru memberikan umpan balik singkat berdasarkan pengamatan selama kegiatan inti, mengapresiasi usaha dan temuan murid.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengerjakan 2–3 soal uraian singkat secara mandiri di lembar asesmen (terlampir di LKPD) untuk mengukur ketercapaian TP 5.5.6.1 dan 5.5.6.2.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya menghargai sejarah daerah.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks bacaan yang sudah dipotong per peristiwa dan sudah diberi label tahun, sehingga mereka hanya perlu menyusun urutan. Murid yang sudah mahir diberikan sumber tambahan berupa dua teks dari sudut pandang berbeda dan diminta menemukan kesamaan serta perbedaan informasinya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan (bukan sendiri) saat mengisi prediksi awal dan boleh berdiskusi dengan teman sebelum mencatat. Murid yang sudah mahir diminta menyusun garis waktu dengan lebih dari 5 peristiwa dan menambahkan kolom 'dampak peristiwa bagi kehidupan sekarang'.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menghasilkan garis waktu dengan 3 peristiwa dan deskripsi 1 kalimat per peristiwa. Murid yang sudah mahir dapat membuat garis waktu lebih lengkap dan menyertakan gambar/ilustrasi sederhana sebagai pelengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di awal pendahuluan: murid menuliskan satu peristiwa bersejarah daerah yang mereka ketahui. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan pengetahuan awal kelas dan menyesuaikan contoh yang digunakan selama pembelajaran.
  • Pengisian kolom prediksi awal di LKPD sebelum membaca sumber: murid menuliskan 3 peristiwa beserta perkiraan urutannya berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Proses:

  • Observasi guru dengan lembar pengamatan sederhana (check-list) selama diskusi kelompok, mencatat apakah murid aktif berkontribusi, mampu memberikan argumen, dan menggunakan bukti dari sumber.
  • Review cepat kolom data temuan di LKPD saat guru berkeliling: memastikan murid mencatat minimal 3 peristiwa dengan tahun/periode yang tepat.
  • Pertanyaan lisan pemantau pemahaman kepada kelompok: 'Mengapa kalian menempatkan peristiwa ini lebih awal dari peristiwa itu?' untuk mengecek penalaran kronologis.

Akhir:

  • Lembar asesmen mandiri (2 soal uraian) dikerjakan secara individual di akhir pembelajaran, mengukur ketercapaian TP 5.5.6.1 (identifikasi dan urutan kronologis) dan TP 5.5.6.2 (perbandingan prediksi-temuan berbasis bukti).
  • Rubrik 4 level digunakan guru untuk menilai jawaban uraian murid setelah pembelajaran selesai.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi prediksi awal: apakah murid mampu mengaktifkan pengetahuan awal mereka.
  • Pengamatan saat diskusi kelompok: kualitas argumentasi saat menentukan urutan kronologis.
  • Memeriksa kolom perbandingan prediksi vs. temuan di LKPD selama kegiatan berlangsung.

Sumatif:

  • Soal uraian singkat 1: Sebutkan minimal 3 peristiwa penting dalam sejarah daerahmu dan urutkan dari yang paling awal!
  • Soal uraian singkat 2: Bandingkan prediksi awalmu dengan hasil temuanmu! Tuliskan 1 hal yang sama dan 1 hal yang berbeda, serta berikan alasan berdasarkan sumber yang kamu baca!

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi dan Mengurutkan Peristiwa Secara Kronologis (TP 5.5.6.1)Murid belum mampu menyebutkan peristiwa penting dalam sejarah daerahnya, atau menyebutkan peristiwa tetapi tidak ada urutan kronologis.Murid menyebutkan 1–2 peristiwa penting dengan urutan kronologis yang sebagian besar tidak tepat atau tanpa keterangan waktu yang jelas.Murid menyebutkan minimal 3 peristiwa penting dan menyusunnya dalam urutan kronologis yang umumnya tepat, meskipun ada 1 peristiwa yang kurang akurat urutan atau waktunya.Murid menyebutkan minimal 3 peristiwa penting dengan urutan kronologis yang tepat, dilengkapi keterangan waktu/periode yang akurat berdasarkan sumber, dan mampu menjelaskan alasan urutannya.
Membandingkan Prediksi dengan Temuan dan Memberikan Alasan Berbasis Bukti (TP 5.5.6.2)Murid tidak melakukan perbandingan prediksi dengan temuan, atau hanya menyatakan sama/berbeda tanpa penjelasan apapun.Murid membandingkan prediksi dengan temuan secara umum (menyatakan sama atau berbeda) tetapi belum mampu memberikan alasan yang dikaitkan dengan sumber.Murid membandingkan prediksi dengan temuan dan memberikan alasan dengan menyebut sumber, meskipun hubungan antara bukti dan alasan belum sepenuhnya logis.Murid membandingkan prediksi dengan temuan secara spesifik, memberikan alasan yang logis dan jelas, serta mengaitkan alasannya secara langsung dengan bukti dari sumber yang dibaca.
Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau hanya diam selama kegiatan berlangsung.Murid terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya sangat terbatas; lebih banyak mendengarkan tanpa memberikan pendapat.Murid aktif dalam diskusi kelompok, memberikan pendapat, dan merespons pendapat teman, meskipun belum selalu menggunakan argumentasi yang kuat.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memberikan pendapat disertai argumen, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan membantu kelompok mencapai kesepakatan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami konsep urutan kronologis setelah kegiatan hari ini? Bagaimana buktinya?
  • Apakah sumber belajar yang disediakan cukup membantu murid menemukan minimal 3 peristiwa penting? Perlu ditambah atau diganti?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang perlu penyesuaian?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok? Apakah ada kelompok yang membutuhkan pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Peristiwa bersejarah apa yang paling menarik perhatianmu hari ini? Mengapa?
  • Apakah prediksi awalmu terbukti benar? Hal apa yang paling mengejutkan dari hasil temuanmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja bersama kelompok? Apa kontribusimu yang paling berarti hari ini?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang sejarah daerahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 5 'Daerahku yang Bersejarah', halaman 91–95.
  2. Buku Guru IPAS Kelas V SD/MI (Edisi Revisi) — Panduan Bab 5, halaman 133 dst.
  3. Teks bacaan ringkas tentang peristiwa bersejarah daerah setempat yang disiapkan guru (dapat bersumber dari buku sejarah lokal, website pemerintah daerah, atau arsip daerah).
  4. Foto atau gambar peninggalan bersejarah daerah setempat (monumen, situs, bangunan bersejarah) yang dicetak atau ditampilkan melalui proyektor.
  5. LKPD 'Penyelidik Sejarah Daerahku' (dirancang guru, berisi kolom prediksi awal, kolom data temuan, template garis waktu, kolom perbandingan prediksi-temuan, dan lembar asesmen akhir).
  6. Kertas karton atau HVS ukuran A3 untuk menyusun garis waktu kelompok.
  7. Spidol warna atau alat tulis untuk membuat garis waktu.
  8. Sticky note untuk asesmen diagnostik awal.
  9. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan pertanyaan pemantik dan mendokumentasikan hasil diskusi kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.