MODUL AJAR IPAS — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 5 — Daerahku yang Bersejarah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Daerahku yang Bersejarah |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.5.1 Meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya
- TP 5.5.2 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
- TP 5.5.3 Mengamati fenomena peninggalan bersejarah dan mencatat hasil pengamatannya serta mencari persamaan dan perbedaannya
- TP 5.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam media pilihan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat tugu, monumen, candi, atau bangunan tua di daerah sekitar kita?
- Ciri-ciri fisik apa saja yang bisa kita amati untuk mengenali bahwa suatu objek merupakan peninggalan bersejarah?
- Jika kita mengamati dua bangunan bersejarah yang berbeda di daerah kita, ciri fisik apa saja yang tampak sama dan apa yang membedakannya?
- Bagaimana cara membandingkan peninggalan bersejarah berbentuk tugu dengan peninggalan berbentuk bangunan atau benda?
- Siapakah tokoh pejuang atau pahlawan yang berasal atau berjuang di daerah tempat tinggal kita?
- Apa masalah atau kondisi penjajahan yang melatarbelakangi perjuangan tokoh pahlawan tersebut?
- Peristiwa penting apa saja yang pernah terjadi dalam perjuangan kemerdekaan di lingkungan sekitar tempat tinggal kita?
- Bagaimana urutan kejadian dan latar belakang peristiwa perjuangan pahlawan di daerah kita tersebut?
- Apa aturan adat atau tradisi leluhur di sekitar tempat tinggal kita yang masih terus dijalankan oleh warga hingga hari ini?
- Nilai kebaikan apa yang diajarkan dari kebiasaan warga saat saling membantu atau merawat lingkungan di sekitar kita?
- Mengapa tradisi kerja bakti atau gotong royong dapat ditemukan di berbagai suku bangsa di Indonesia dengan nama yang berbeda?
- Bagaimana nilai kearifan lokal di daerah kita memperkaya keragaman budaya nasional dan memperkuat persatuan bangsa?
- Bagaimana cara kita mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah agar orang lain memahami cerita masa lalu dan bukti aslinya?
- Mengapa sebuah rancangan laporan sejarah harus dilengkapi dengan bukti pengamatan nyata dan alasan yang logis?
- Bagaimana cara kita menyampaikan seluruh hasil penyelidikan sejarah daerah agar orang lain memahami fakta dan cerita di baliknya secara utuh?
- Mengapa sebuah penjelasan sejarah harus dilengkapi dengan argumen dan bukti yang kuat?
- Bagaimana peninggalan bersejarah dan kisah perjuangan tokoh pahlawan di sekitar kita membantu memahami identitas daerah?
- Mengapa nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki menjadi bagian penting dari keragaman budaya nasional Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Fenomena dan Mencatat Objek Peninggalan Bersejarah di Daerah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Mengamati fenomena peninggalan bersejarah dan mencatat hasil pengamatannya serta mencari persamaan dan perbedaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 gambar objek pada layar/papan tulis yaitu Objek A (Gedung Mal Modern berkaca) dan Objek B (Benteng/Tugu Peringatan Tua dari batu bata/batu kali), lalu meminta murid menuliskan objek mana yang merupakan peninggalan bersejarah beserta 1 ciri fisik pembedanya pada secarik kertas (acuan diagnostik: Objek B adalah peninggalan bersejarah karena memiliki ciri fisik bangunan kuno/tua masa lampau, sedangkan Objek A gedung modern) (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengamati foto/stasiun fenomena objek peninggalan bersejarah di daerah dan mencatat hasil pengamatan ciri fisiknya ke dalam tabel pencatatan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mencermati contoh pengamatan satu objek peninggalan bersejarah (Candi/Prasasti/Benteng Tua) melalui proyektor untuk mengidentifikasi 3 komponen pengamatan: nama objek/fenomena, bentuk/ciri fisik yang tampak, dan bahan/kondisi fisik objek (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan menyiapkan format tabel pencatatan pengamatan di buku catatan masing-masing yang memuat 4 kolom: Nomor, Nama Objek Peninggalan, Bentuk/Ciri Fisik Tampak, dan Bahan Penyusun/Kondisi Tampak (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok kecil dan memulai kegiatan galeri 'Detektif Sejarah' (permainan observasi keliling) di mana terdapat 4 pos pajangan foto objek peninggalan bersejarah daerah yang ditempel di dinding kelas: Pos 1 (Tugu Perjuangan Kemerdekaan), Pos 2 (Prasasti/Batu Bertulis Kuno), Pos 3 (Masjid/Gereja Tua Bersejarah), Pos 4 (Benteng Pertahanan Masa Kolonial) (5 menit).
- Secara bergantian antar-pos, setiap murid bersama kelompoknya berkeliling mengamati detail foto pada keempat pos tersebut dengan antusias, lalu masing-masing murid mencatat secara mandiri hasil observasi ciri fisik keempat objek ke dalam tabel pengamatan (acuan amatan: Pos 1 = tugu/pilar beton bercorak bambu runcing/simbol api; Pos 2 = lempengan batu alam dengan pahatan aksara kuno; Pos 3 = bangunan ibadah beratap tumpang kayu/berkubah khas tempo dulu; Pos 4 = dinding tebal kokoh dengan celah meriam/batu bata tebal) (30 menit).
- Setiap murid memeriksa kelengkapan catatan pengamatannya dan memverifikasi ketepatan data amatan fisik bersama rekan sekelompoknya agar seluruh 4 pos tercatat dengan rinci (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil catatan tabel pengamatannya sendiri berdasarkan kelengkapan 4 objek dan kejelasan ciri fisik yang dicatat (7 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan satu ciri fisik unik yang berhasil diamatinya dari salah satu objek bersejarah tersebut secara langsung di tempat duduk (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatan murid mengenai pentingnya mencatat bukti fisik objek bersejarah secara teliti (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa data tabel hasil pengamatan 4 objek ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk membandingkan persamaan dan perbedaannya (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kartu petunjuk fokus pengamatan (misal: amati bentuk atap, bahan dinding, atau ukiran), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan gambar tambahan dengan sudut pandang berbeda untuk menemukan detail arsitektur.
- Proses: Pengamatan dilakukan secara berkeliling pos (kinestetik) dengan catatan tabel individu; murid yang membutuhkan pendampingan didampingi guru saat berada di stasiun pos.
- Produk: Seluruh murid menyusun tabel pengamatan; murid yang membutuhkan bantuan dapat menuliskan poin-poin frasa singkat, sedangkan murid yang mahir menuliskan deskripsi fisik secara lebih terperinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik di pendahuluan: murid mengidentifikasi mana yang peninggalan bersejarah antara Objek A (Gedung Mal Modern) dan Objek B (Benteng/Tugu Tua) serta menuliskan 1 ciri fisik pembedanya pada secarik kertas (acuan: Objek B adalah peninggalan bersejarah karena memiliki struktur bangunan tua/kuno era lampau; Objek A gedung baru modern).
Proses:- Pengamatan tabel hasil observasi murid pada 4 objek peninggalan sejarah di stasiun pajangan: (1) Tugu Perjuangan (acuan amatan: bentuk tugu/monumen, lambang bambu runcing/kobaran api, bahan semen/beton/batu); (2) Prasasti Kuno (acuan amatan: batu monolit/lempengan batu alam, terdapat ukiran huruf/aksara masa lampau); (3) Rumah Ibadah Tua (acuan amatan: dinding kayu jati/batu tebal, atap tumpang bertingkat/arsitektur kuno); (4) Benteng Kolonial (acuan amatan: dinding tebal bertingkat, lubang intip/meriam, bahan batu bata tebal kuno).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid menunjukkan lembar tabel catatan observasi yang terisi lengkap 4 objek dengan catatan ciri fisik yang teramati sesuai acuan amatan 4 pos.
Formatif:- Asesmen awal diagnostik: identifikasi objek bersejarah dan ciri pembeda melalui tayangan 2 gambar di papan tulis.
- Asesmen proses (LKPD Pengamatan): observasi lembar tabel pencatatan ciri fisik 4 objek peninggalan bersejarah selama kegiatan galeri Detektif Sejarah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan mengamati fenomena peninggalan bersejarah dan mencatat hasil pengamatan | Mencatat hasil pengamatan kurang dari 2 objek peninggalan bersejarah dengan ciri fisik yang belum sesuai pengamatan. | Mencatat hasil pengamatan 2 objek peninggalan bersejarah dengan memuat nama dan ciri fisik sesuai acuan amatan. | Mencatat hasil pengamatan 3 objek peninggalan bersejarah dengan memuat nama, bentuk, dan bahan/ciri fisik sesuai acuan amatan secara runtut. | Mencatat hasil pengamatan seluruh 4 objek peninggalan bersejarah secara lengkap (nama, bentuk/ciri fisik, dan bahan/kondisi) sesuai acuan amatan secara mandiri dan rinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu berkeliling pos pengamatan galeri 'Detektif Sejarah' cukup memfasilitasi seluruh murid mencatat dengan detail?
- Bagian pengamatan objek mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid mengidentifikasi ciri fisiknya?
Murid:- Ciri fisik objek bersejarah mana yang paling mudah kamu amati dan kenali hari ini?
- Apakah kamu menemukan kesulitan saat mencatat bentuk atau bahan dari objek yang dipajang di stasiun foto?
Pertemuan 2 — Mencari Persamaan dan Perbedaan Objek Peninggalan Bersejarah Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Mengamati fenomena peninggalan bersejarah dan mencatat hasil pengamatannya serta mencari persamaan dan perbedaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru dan murid mereview singkat hasil catatan pengamatan peninggalan bersejarah dari pertemuan sebelumnya untuk menghubungkannya dengan kegiatan membandingkan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar peninggalan bersejarah: Candi/Situs Batu Kuno dan Monumen Perjuangan Kemerdekaan, lalu meminta murid menyebutkan 1 ciri yang sama dan 1 ciri yang berbeda secara lisan (acuan persamaan: keduanya merupakan karya buatan manusia di masa lampau yang masih berdiri kokoh/terbuat dari susunan batu/semen; acuan perbedaan: candi bercorak kuno/keagamaan masa lalu dengan relief batu, sedangkan monumen berbentuk tugu/patung peringatan perjuangan bersenjata) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mencermati persamaan dan perbedaan objek peninggalan bersejarah berdasarkan hasil pengamatan, serta menjelaskan alur kegiatan pengamatan keliling (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pemodelan guru di papan tulis tentang cara menguraikan ciri objek peninggalan bersejarah ke dalam aspek pengamatan: bahan/material penyusun, bentuk/wujud fisik, dan fungsi objek (10 menit).
- Murid mencermati panduan tabel pembanding pada buku/lembar kerja untuk mencatat hasil perbandingan minimal 2 pasang objek peninggalan sejarah daerah (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang dan menyiapkan catatan data pengamatan dari pertemuan sebelumnya atau galeri foto peninggalan daerah yang disediakan guru di dinding kelas (10 menit).
- Murid melakukan aktivitas pengamatan keliling (galeri walk berpasangan) dengan tantangan permainan 'Detektif Sejarah': setiap kelompok mengamati 4 kartu stasiun peninggalan bersejarah daerah yang dipajang, yaitu: Stasiun 1 (Tugu Peringatan Perang/Batu Bertuliskan Nama Pejuang), Stasiun 2 (Benteng Pertahanan Masa Kolonial berbahan bata tebal dan berpintu lengkung), Stasiun 3 (Masjid Kuno Beratap Tumpang Kayu Jati), dan Stasiun 4 (Candi/Situs Purbakala Batu Andesit dengan Relief Kuno) (15 menit).
- Murid secara berkelompok menganalisis dan mencatat data perbandingan 2 pasang objek pada lembar kerja: Pasangan A membandingkan Stasiun 1 (Tugu) dan Stasiun 2 (Benteng) (acuan persamaan: keduanya berkaitan dengan masa perjuangan/keamanan daerah dan menggunakan bahan keras tahan cuaca; acuan perbedaan: tugu berbentuk tiang monumen tanpa ruangan dalam, sedangkan benteng berupa bangunan luas dengan dinding pertahanan dan ruang jaga). Pasangan B membandingkan Stasiun 3 (Masjid Kuno) dan Stasiun 4 (Candi Purbakala) (acuan persamaan: keduanya merupakan tempat peribadatan/keagamaan masa lalu yang memiliki ornamen ukiran/relief; acuan perbedaan: masjid beratap tumpang susun berbahan utama kayu/genteng, sedangkan candi berstruktur batu andesit bertingkat) (15 menit).
- Murid saling memeriksa silang hasil pencatatan persamaan dan perbedaan antarkelompok dengan mencocokkan kelengkapan aspek fisik yang dicatat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses pengamatan dan perbandingan: bagian mana yang paling mudah ditemukan persamaannya dan bagian mana yang paling membutuhkan ketelitian saat mengamati perbedaan fisik objek (10 menit).
Penutup:- Murid menyelesaikan lembar cek pemahaman mandiri berisi 1 soal perbandingan peninggalan sejarah untuk memastikan ketuntasan kompetensi (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid hari ini dan menginformasikan bahwa data perbandingan peninggalan bersejarah ini akan menjadi dasar untuk meninjau tokoh perjuangan pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu objek dengan keterangan label ciri fisik yang lebih eksplisit (bahan: batu/kayu, bentuk: tugu/gedung), sedangkan murid yang cepat diberikan 4 foto objek bersejarah tanpa label keterangan sehingga harus mengamati ciri fisik secara mandiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan beruntun untuk menemukan persamaan dan perbedaan, sedangkan murid yang mahir membandingkan 3 objek sekaligus secara mandiri.
- Produk: Format penyajian perbandingan dapat berupa tabel komparasi dua kolom atau diagram lingkaran perbandingan (diagram Venn) sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengamati 2 gambar peninggalan bersejarah (Candi/Situs Batu Kuno vs Monumen Perjuangan). Kriteria kesiapan: Murid mampu menyebutkan minimal 1 persamaan fisik (acuan: keduanya merupakan struktur buatan manusia berbahan keras/batu yang bertahan hingga kini) dan 1 perbedaan fisik (acuan: candi bercorak kuno masa kerajaan dengan relief/ornamen keagamaan, monumen bercorak perjuangan kemerdekaan berupa tugu atau patung bersenjata).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan lembar kerja kelompok membandingkan 2 pasang peninggalan bersejarah dari 4 stasiun. Acuan jawaban benar: (1) Pasangan Tugu dan Benteng -> Persamaan: peninggalan masa pertahanan/perjuangan fisik, berbahan material keras/kokoh; Perbedaan: Tugu tidak memiliki ruang dalam dan berfungsi sebagai simbol penghormatan, sedangkan Benteng memiliki ruangan dalam, gerbang pengintai, dan berfungsi sebagai pos pertahanan. (2) Pasangan Masjid Kuno dan Candi -> Persamaan: peninggalan tempat peribadatan/keagamaan masa lalu dengan ukiran/pahat; Perbedaan: Masjid kuno beratap tumpang susun dari kayu/genteng, sedangkan candi berstruktur piramida batu andesit bertingkat. Lembar kerja dinilai tuntas jika memuat minimal 1 persamaan dan 1 perbedaan yang tepat untuk setiap pasangan objek.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat pada penutup: Murid mengamati 1 pasang objek baru, yaitu Prasasti Batu Bertulis dan Meriam Besi Kuno, lalu menuliskan 1 persamaan dan 1 perbedaan fisik (acuan: Persamaan = keduanya merupakan benda bersejarah berukuran lebih kecil dari bangunan/benda lepas yang terbuat dari bahan keras alami/logam masa lampau; Perbedaan = prasasti berupa batu alam pipih bertuliskan aksara kuno, sedangkan meriam berupa senjata tabung silinder berbahan logam besi).
Formatif:- Penilaian kinerja pengamatan dan pencatatan lembar kerja perbandingan persamaan dan perbedaan objek bersejarah
- Cek pemahaman mandiri tertulis pada penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pencatatan Persamaan Objek Peninggalan Bersejarah | Belum mampu menemukan persamaan ciri objek peninggalan bersejarah yang diamati meski telah diberi bimbingan guru. | Menemukan persamaan objek peninggalan bersejarah namun ciri fisik yang dicatat belum tepat atau masih membutuhkan bantuan arahan guru. | Mencatat minimal 1 persamaan fisik yang tepat dan relevan untuk setiap pasang objek peninggalan bersejarah secara mandiri. | Mencatat lebih dari 2 persamaan fisik yang tepat dan mendalam (mencakup aspek bahan, bentuk, dan fungsi) untuk seluruh objek peninggalan bersejarah secara mandiri. | | Pencatatan Perbedaan Objek Peninggalan Bersejarah | Belum mampu menemukan perbedaan ciri objek peninggalan bersejarah yang diamati meski telah diberi bimbingan guru. | Menemukan perbedaan objek peninggalan bersejarah namun belum kontras atau masih membutuhkan bantuan arahan guru. | Mencatat minimal 1 perbedaan fisik yang kontras dan tepat untuk setiap pasang objek peninggalan bersejarah secara mandiri. | Mencatat lebih dari 2 perbedaan fisik yang kontras, tepat, dan mendalam (mencakup perbedaan detail material dan wujud arsitektur) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dalam membedakan aspek bahan, bentuk, dan fungsi peninggalan bersejarah sudah cukup jelas dipahami murid?
- Bagaimana keterlibatan murid saat aktivitas pengamatan keliling stasiun (galeri walk) berlangsung?
- Apakah ada murid yang mengalami kesulitan membedakan objek peninggalan bersejarah yang jenis fisiknya hampir serupa?
Murid:- Ciri peninggalan bersejarah apa yang paling mudah kamu temukan persamaannya hari ini?
- Peninggalan bersejarah mana yang menurutmu memiliki perbedaan bentuk paling mencolok ketika diamati?
- Langkah apa yang membantumu lebih teliti saat membandingkan dua peninggalan sejarah?
Pertemuan 3 — Meninjau Tokoh dan Latar Belakang Perjuangan Pahlawan di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu meninjau tokoh dan latar belakang perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggal (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berisi 2 pertanyaan: (1) 'Siapa nama pahlawan daerah kita yang memimpin perjuangan rakyat?' (acuan: Pangeran Diponegoro untuk wilayah Jawa Tengah/Yogyakarta atau Sultan Hasanuddin untuk Makassar/Sulawesi Selatan; guru menyesuaikan tokoh pahlawan daerah yang disepakati di kelas) dan (2) 'Mengapa pahlawan tersebut memimpin perlawanan?' (acuan: adanya penindasan, penarikan pajak tanah yang sewenang-wenang, atau campur tangan penjajah Belanda) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membaca teks narasi sejarah lokal yang disediakan guru tentang profil tokoh pahlawan daerah dan latar belakang penindasan penjajah yang memicu perlawanan rakyat setempat (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Kartu Detektif Sejarah': mencocokkan 4 kartu nama tokoh pahlawan dengan 4 kartu latar belakang perjuangan yang telah disiapkan guru di atas meja (kartu 1: 'Pangeran Diponegoro' berpasangan dengan kartu 'Pemasangan patok jalan Belanda di makam leluhur dan pajak tanah yang mencekik rakyat'; kartu 2: 'Sultan Hasanuddin' berpasangan dengan kartu 'Monopoli perdagangan rempah-rempah oleh VOC di perairan Makassar'; kartu 3: 'Kapitan Pattimura' berpasangan dengan kartu 'Pemberlakuan kerja paksa serta monopoli cengkih oleh Belanda di Maluku'; kartu 4: 'Cut Nyak Dien' berpasangan dengan kartu 'Penyerbuan Belanda ke wilayah Aceh dan pelanggaran kedaulatan rakyat Aceh') (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menerima Lembar Telaah Sejarah berisi teks sumber mengenai perjuangan pahlawan di wilayah tempat tinggal (20 menit).
- Setiap kelompok meninjau dan mencatat 3 elemen kunci sejarah perjuangan ke dalam tabel: (1) Nama tokoh pahlawan daerah, (2) Latar belakang penyebab perlawanan/perjuangan, dan (3) Bentuk perjuangan yang dipimpin pahlawan tersebut menghadapi penjajah (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu memeriksa kembali catatan tabel kelompoknya untuk memastikan keterkaitan sebab-akibat antara latar belakang penjajahan dengan tindakan perlawanan pahlawan daerah telah tertulis secara utuh (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil tinjauan murid mengenai peran tokoh dan latar belakang perjuangan pahlawan di sekitar tempat tinggal (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir singkat (tiket keluar) berisi 2 pertanyaan isian: menuliskan 1 nama pahlawan daerah dan 1 latar belakang perjuangannya (acuan: sesuai tokoh daerah yang dibahas dalam teks modul) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks narasi dengan infografis visual bagi murid yang memerlukan dukungan membaca, dan teks dokumen sejarah yang lebih rinci bagi murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan panduan pertanyaan pemandu (scaffolding) saat murid kelompok pemula mengisi kolom tabel sebab perlawanan; kelompok mahir meninjau tanpa kartu bantuan.
- Produk: Format pengisian tabel dapat dilengkapi dengan poin-poin ringkas terstruktur atau uraian paragraf analisis sebab-akibat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Menyebutkan 1 pahlawan daerah sekitar (acuan: nama pahlawan daerah setempat, misal Pangeran Diponegoro / Sultan Hasanuddin / Kapitan Pattimura / Cut Nyak Dien); (2) Menyebutkan 1 penyebab terjadinya perlawanan rakyat terhadap penjajah (acuan: monopoli perdagangan / kerja paksa / pajak sewenang-wenang / perampasan tanah).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat memasangkan 4 kartu tokoh-latar belakang perjuangan (acuan kunci pasangan: Diponegoro - patok makam dan pajak; Hasanuddin - monopoli VOC Makassar; Pattimura - kerja paksa dan cengkih Maluku; Cut Nyak Dien - penyerbuan Belanda ke Aceh).
- Pemeriksaan Lembar Telaah Sejarah kelompok: ketepatan meninjau nama tokoh pahlawan daerah, latar belakang timbulnya perjuangan, dan bentuk perjuangan yang dihadapi pahlawan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu (Tiket Keluar): (1) Tuliskan nama pahlawan daerah yang telah kamu tinjau hari ini! (2) Tuliskan latar belakang utama mengapa pahlawan tersebut berjuang melawan penjajah! (Acuan: murid tepat menuliskan nama tokoh sesuai bahan telaah dan menjelaskan minimal 1 faktor latar belakang berupa penindasan/monopoli/pajak sewenang-wenang/pelanggaran wilayah oleh penjajah).
Formatif:- Penilaian proses pencocokan kartu tokoh dan latar belakang perjuangan pada permainan berpasangan.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Telaah Sejarah (nama tokoh, latar belakang perjuangan, dan bentuk perjuangan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meninjau Tokoh dan Latar Belakang Perjuangan Pahlawan Daerah | Belum mampu menyebutkan nama tokoh pahlawan daerah maupun latar belakang perjuangannya dengan tepat. | Mampu menyebutkan nama tokoh pahlawan daerah, namun belum tepat dalam meninjau latar belakang penyebab perjuangannya. | Mampu meninjau tokoh pahlawan daerah dan menyebutkan latar belakang perjuangannya secara tepat sesuai sumber bacaan. | Mampu meninjau tokoh pahlawan daerah, menguraikan latar belakang penyebab perjuangannya secara runtut dan lengkap beserta bentuk perlawanan yang dilakukan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami keterkaitan antara tindakan penjajah dengan latar belakang perjuangan pahlawan di daerah sekitar?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif memfasilitasi keterlibatan aktif murid dalam meninjau sejarah pahlawan daerah?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang perjuangan pahlawan di lingkungan tempat tinggal kita?
- Sikap kepahlawanan apa yang paling kamu teladani dari tokoh pahlawan yang dipelajari hari ini?
Pertemuan 4 — Meninjau Peristiwa Penting dalam Sejarah Perjuangan Para Pahlawan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu meninjau peristiwa penting dalam sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman murid mengenai konsep peristiwa perjuangan melalui pertanyaan tertulis: 'Sebutkan 1 peristiwa perjuangan pahlawan lokal beserta pihak yang terlibat!' Guru memeriksa kesiapan murid berdasarkan kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan satu nama peristiwa perjuangan di daerah/provinsi setempat serta pihak penentang/penjajah yang dihadapi (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membaca teks narasi sejarah lokal berjudul 'Peristiwa Palagan Ambarawa: Perjuangan Mempertahankan Wilayah Sekitar' yang memuat latar belakang (Sekutu melanggar janji dan mempersenjatai tawanan), kronologi insiden (pasukan TKR dipimpin Kolonel Sudirman melancarkan taktik supit urang), dan dampak akhir (Sekutu mundur ke Semarang) (10 menit).
- Secara interaktif melalui kuis cepat 'Tebak Kronologi', murid mengidentifikasi 3 elemen peristiwa penting: (1) Latar belakang penyebab insiden, (2) Jalannya peristiwa utama, dan (3) Hasil/dampak perjuangan berdasarkan teks (prinsip Menggembirakan diwujudkan lewat kuis papan kartu respon cepat di mana murid mengangkat kartu A/B/C untuk mencocokkan potongan alur peristiwa) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Peninjauan Peristiwa Sejarah yang memuat teks peristiwa perjuangan pahlawan lokal kedua: 'Peristiwa Rawa Gede / Pertempuran Sekitar Daerah'. Murid bertugas meninjau 4 aspek penting peristiwa tersebut: (1) Nama peristiwa dan waktu kejadian, (2) Latar belakang perlawanan, (3) Jalannya peristiwa perlawanan, dan (4) Dampak akhir perlawanan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil isian lembar kerja peninjauan dengan kunci ringkasan acuan di papan tulis, lalu merenungkan makna keteguhan perjuangan pahlawan dalam mempertahankan daerah tempat tinggal (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan alur dan faktor penting dalam peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar berdasarkan hasil peninjauan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian dan menginformasikan bahwa materi ini akan berlanjut ke penelusuran nilai kearifan lokal di pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks peristiwa dengan penandaan garis tebal pada bagian latar belakang, peristiwa inti, dan dampak. Murid cepat diberikan teks peristiwa sejarah daerah dengan detail kronologi tanggal yang lebih kaya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dengan pertanyaan pancingan penuntun struktur alur; murid yang mahir meninjau lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Murid menuliskan hasil tinjauan peristiwa dalam lembar kerja tabel alur sesuai tingkat kemampuan, dengan fokus ketepatan informasi peristiwa sejarah yang ditinjau.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat: 'Sebutkan 1 peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar/daerahmu beserta pihak lawan yang dihadapi!' (Kriteria penerimaan operasional: jawaban menyebutkan satu nama peristiwa perjuangan bersenjata/diplomasi pertahanan lokal, misalnya Pertempuran Lima Hari Semarang / Palagan Ambarawa / Bandung Lautan Api / Pertempuran Surabaya, dan menyebutkan pihak penentang secara benar yaitu tentara Sekutu/NICA/Belanda/Jepang).
Proses:- Formatif Mengaplikasi: Lembar Kerja Peninjauan Peristiwa Sejarah Pahlawan Lokal dengan 4 butir acuan ketepatan: (1) Nama peristiwa dan waktu: Peristiwa Rawa Gede / Pertempuran Sekitar Daerah (acuan: tahun 1945-1947), (2) Latar belakang: Penolakan rakyat dan pejuang lokal terhadap kedatangan kembali pasukan penjajah/agresi militer (acuan tepat jika menyebut motif penjajahan/agresi), (3) Jalannya peristiwa: Perlawanan pejuang lokal menahan serbuan pasukan musuh dengan taktik gerilya/serangan fajar (acuan tepat jika memuat aksi perlawanan), (4) Dampak akhir: Mempertahankan kedaulatan daerah dan mengobarkan semangat perlawanan rakyat (acuan tepat jika menyebut dampak perjuangan bagi daerah/rakyat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi (3 pertanyaan lisan tertutup): (1) Apa yang memicu terjadinya peristiwa perjuangan pahlawan di daerah? (acuan: pelanggaran janji/penjajahan kembali oleh Sekutu/NICA); (2) Siapa yang memimpin atau terlibat dalam perlawanan tersebut? (acuan: tokoh pejuang/TKR bersama laskar rakyat setempat); (3) Apa hasil dari peristiwa perjuangan tersebut? (acuan: musuh berhasil dipukul mundur/mempertahankan wilayah daerah).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tentang peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar
- Kuis respon cepat kartu kronologi peristiwa perjuangan (tahap Memahami)
- Penilaian kinerja peninjauan peristiwa penting sejarah pada Lembar Kerja (tahap Mengaplikasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meninjau Peristiwa Penting Sejarah Perjuangan Pahlawan | Mampu meninjau kurang dari 2 aspek peristiwa penting sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar pada lembar kerja secara tepat dengan bantuan penuh pendidik. | Mampu meninjau 2 dari 4 aspek peristiwa penting sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar (nama/waktu, latar belakang, jalannya peristiwa, atau dampak akhir) secara tepat dengan arahan pendidik. | Mampu meninjau 3 dari 4 aspek peristiwa penting sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar secara tepat dan runtut sesuai teks acuan secara mandiri. | Mampu meninjau seluruh (4 dari 4) aspek peristiwa penting sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar (nama/waktu, latar belakang, jalannya peristiwa, dan dampak akhir) secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks dan media peristiwa perjuangan pahlawan lokal yang disediakan cukup memfasilitasi murid dalam meninjau latar belakang dan kronologi peristiwa secara tepat?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kuis cepat tebak kronologi untuk memperdalam pemahaman alur perjuangan?
Murid:- Peristiwa perjuangan penting apa yang paling berkesan bagiku setelah mempelajari sejarah pahlawan daerah hari ini?
- Bagian mana dari urutan peristiwa perjuangan (latar belakang, jalannya pertempuran, atau dampak) yang paling mudah dan paling menantang untuk kupahami?
Pertemuan 5 — Menemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.2 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menemukan nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 tradisi gotong royong atau kebiasaan bersama yang ada di lingkungan RT/desa kalian beserta nilai kebaikannya!' (acuan jawaban: menyebutkan tradisi seperti kerja bakti/sambatan/ronda/bersih desa dengan nilai tolong-menolong/kebersamaan/kepedulian) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep kearifan lokal sebagai pandangan hidup, tradisi, atau aturan tidak tertulis warisan leluhur yang mengandung nilai luhur penjaga kerukunan dan kelestarian lingkungan (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Nilai Kearifan' menggunakan 3 kartu tradisi lokal: (1) Sambatan/Rewang mendirikan rumah (nilai: tolong-menolong tanpa pamrih), (2) Gugur Gunung membersihkan saluran air (nilai: persatuan dan tanggung jawab sosial), (3) Hutan Larangan/Larangan menebang pohon keramat di mata air (nilai: pelestarian alam dan rasa hormat pada lingkungan). Pasangan mencocokkan nama tradisi dengan nilai yang tepat sesuai acuan tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mencermati Lembar Kerja Kearifan Lokal yang memuat tabel 3 praktik tradisi di wilayah tempat tinggal: (1) Kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal, (2) Tradisi jenguk tetangga sakit secara bersama, (3) Musyawarah mufakat di balai warga saat pembagian giliran ronda malam (12 menit).
- Murid menemukan dan menuliskan nilai-nilai luhur dari ketiga praktik kearifan lokal tersebut pada lembar kerja (acuan: butir 1 memuat nilai kepedulian lingkungan/gotong royong; butir 2 memuat nilai empati/solidaritas sosial; butir 3 memuat nilai keadilan/musyawarah untuk mufakat) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran nilai-nilai kearifan lokal yang telah ditulis pada lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban (5 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat satu kalimat tentang pentingnya mempertahankan nilai kearifan lokal tersebut dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa kearifan lokal di wilayah tempat tinggal memuat nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian sosial, dan musyawarah yang menjaga keharmonisan warga (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian belajar serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mengaitkan kearifan lokal ini dengan keragaman budaya nasional, kemudian menutup kelas dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci nilai luhur (gotong royong, empati, musyawarah), sedangkan murid mahir menganalisis tradisi kearifan lokal yang lebih spesifik di wilayah tempat tinggalnya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dipandu secara bertahap dalam mengidentifikasi makna tindakan warga, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menemukan nilai luhur secara mandiri.
- Produk: Murid menuliskan nilai kearifan lokal pada format tabel terstruktur sesuai kemampuan eksplorasi masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama warga di lingkungan RT/desa kalian dan sebutkan nilai kebaikan di dalamnya!' (Acuan jawaban: menyebutkan minimal 1 kegiatan nyata seperti kerja bakti/sambatan/ronda/bersih desa, disertai nilai kebaikan yang relevan seperti tolong-menolong, persatuan, atau tanggung jawab bersama).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid: Menemukan nilai-nilai kearifan lokal pada 3 praktik tradisi: (1) Kerja bakti membersihkan lingkungan, (2) Tradisi jenguk tetangga sakit, (3) Musyawarah mufakat pembagian ronda malam. Acuan kunci jawaban: (1) nilai gotong royong/kepedulian lingkungan, (2) nilai empati/solidaritas sosial/kekeluargaan, (3) nilai musyawarah mufakat/keadilan/demokrasi warga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi inti: Memeriksa lembar kerja murid untuk memastikan ketepatan penemuan nilai kearifan lokal pada ketiga butir praktik tradisi sesuai acuan.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai contoh tradisi warga dan nilai kebaikannya
- Asesmen formatif tertulis pengisian Lembar Kerja Kearifan Lokal selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan nilai-nilai kearifan lokal di wilayah tempat tinggal | Belum mampu menemukan nilai kearifan lokal dari praktik tradisi yang diberikan (0 butir tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan nilai kearifan lokal secara tepat pada 1 dari 3 praktik tradisi sesuai acuan. | Mampu menemukan nilai kearifan lokal secara tepat pada 2 dari 3 praktik tradisi sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menemukan nilai kearifan lokal secara tepat pada seluruh (3 dari 3) praktik tradisi sesuai acuan secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks tradisi warga yang disajikan cukup akrab dan mudah dipahami oleh seluruh murid di kelas?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menemukan nilai-nilai abstrak di balik praktik kebiasaan sehari-hari warga sekitar?
Murid:- Tradisi lokal apa di lingkungan sekitarku yang paling membuatku bangga terhadap warga tempat tinggalku?
- Nilai kebaikan apa yang paling ingin aku terapkan saat berada di lingkungan rumah?
Pertemuan 6 — Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.2 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik secara lisan mengenai hubungan antara tradisi tolong-menolong di daerah sendiri dengan tradisi di daerah lain di Indonesia untuk mengetahui pemahaman awal tentang keragaman budaya berbasis kearifan lokal (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru tentang bagaimana satu nilai kearifan lokal yang sama dapat berwujud dalam beragam tradisi daerah di Indonesia, seperti nilai gotong royong yang hadir sebagai 'Sambatan' di Jawa, 'Mapalus' di Minahasa, 'Subak' di Bali, dan 'Masohi' di Maluku (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu studi kasus keragaman tradisi berikut: Kartu 1: 'Tradisi Sambatan (Jawa) - gotong royong mendirikan rumah warga'; Kartu 2: 'Tradisi Subak (Bali) - musyawarah dan keadilan pembagian air irigasi'; Kartu 3: 'Tradisi Mapalus (Minahasa) - tolong-menolong saat panen ladang'; Kartu 4: 'Tradisi Masohi (Maluku) - kerja sama membersihkan desa' (acuan nilai kearifan lokal: Kartu 1 = Gotong royong/kebersamaan, Kartu 2 = Musyawarah/keadilan bersama, Kartu 3 = Tolong-menolong/solidaritas, Kartu 4 = Kerja sama persaudaraan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan edukatif interaktif 'Teka-Teki Kebhinekaan', di mana setiap murid menerima lembar tantangan berisi 4 butir deskripsi tradisi nusantara dan diminta menemukan nilai kearifan lokal yang mendasarinya serta menuliskan wujud tradisi serupa yang ada di daerah tempat tinggal masing-masing (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Menemukan Kebhinekaan', yaitu memasangkan 4 ragam budaya nasional dengan nilai kearifan lokal pembentuknya: (1) Tradisi Rambu Solo di Toraja -> nilai penghormatan leluhur dan kekeluargaan; (2) Tradisi Bau Nyale di Lombok -> nilai kebersamaan dan menjaga kelestarian alam; (3) Tradisi Tiwah di Dayak -> nilai bakti keluarga dan penyucian; (4) Tradisi Peusijuek di Aceh -> nilai rasa syukur dan doa keselamatan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru untuk mengonfirmasi bahwa keragaman budaya di Indonesia dipersatukan oleh nilai-nilai kearifan lokal luhur yang saling menghargai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang keragaman budaya nasional berbasis kearifan lokal (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya tentang perancangan laporan penyelidikan, dan menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar dengan daftar pilihan nilai kearifan lokal, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan bahan studi keragaman tradisi dari 6 provinsi di Indonesia.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah didampingi guru dengan panduan pertanyaan terarah untuk menemukan nilai tradisi, sementara murid mahir bekerja secara mandiri menganalisis kesamaan nilai antar-pulau.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena seluruh murid mengerjakan lembar kerja identifikasi keragaman budaya dan kearifan lokal yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Sebutkan 1 contoh tradisi kerja sama di lingkungan tempat tinggalmu! (acuan: kerja bakti RT, rewang, sambatan, atau gotong royong); (2) Apakah suku atau daerah lain di Indonesia juga memiliki tradisi kerja sama serupa? (acuan: ya, daerah lain memiliki tradisi serupa seperti Mapalus di Minahasa atau Subak di Bali dengan nilai kebersamaan yang sama).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan murid dalam menemukan nilai kearifan lokal pada 4 ragam budaya pada lembar kerja: (1) Rambu Solo = penghormatan leluhur/kekeluargaan; (2) Bau Nyale = kebersamaan/kelestarian alam; (3) Tiwah = bakti keluarga/kesucian; (4) Peusijuek = rasa syukur/keselamatan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan 2 bukti bahwa keragaman budaya nasional di Indonesia tetap terhubung oleh nilai kearifan lokal yang sejalan (kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 contoh tradisi dari daerah berbeda yang mengandung nilai dasar sama, seperti nilai gotong royong, musyawarah, atau rasa syukur).
Formatif:- Observasi partisipasi dalam permainan edukatif Teka-Teki Kebhinekaan
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja 'Menemukan Kebhinekaan'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Keragaman Budaya Nasional Berdasarkan Nilai Kearifan Lokal | Belum mampu menemukan keterkaitan antara keragaman budaya nasional dengan nilai kearifan lokal (tepat 0-1 dari 4 acuan tradisi nusantara: Rambu Solo, Bau Nyale, Tiwah, Peusijuek). | Mulai mampu menemukan keragaman budaya nasional berdasarkan nilai kearifan lokal secara terbimbing (tepat 2 dari 4 acuan tradisi nusantara: Rambu Solo, Bau Nyale, Tiwah, Peusijuek). | Mampu menemukan keragaman budaya nasional berdasarkan nilai kearifan lokal secara mandiri (tepat 3 dari 4 acuan tradisi nusantara: Rambu Solo, Bau Nyale, Tiwah, Peusijuek). | Sangat mahir menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan nilai kearifan lokal secara tepat dan lengkap (tepat seluruh 4 acuan tradisi nusantara: Rambu Solo, Bau Nyale, Tiwah, Peusijuek). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan Teka-Teki Kebhinekaan efektif memotivasi murid memahami nilai di balik tradisi nusantara?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menghubungkan nilai lokal di tempat tinggalnya dengan konteks kebhinekaan nasional?
Murid:- Apa nilai kearifan lokal baru dari daerah lain di Indonesia yang paling menarik perhatianmu hari ini?
- Mengapa kita harus bangga terhadap keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Rancangan Hasil Penyelidikan Sejarah Daerah Menggunakan Bukti Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam media pilihan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun rancangan untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah dengan menghubungkan temuan fakta, bukti pengamatan, dan argumen pendukung (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat dengan membagikan lembar cek awal berisi 1 pertanyaan pemetaan: 'Manakah yang merupakan argumen berbasis bukti pengamatan dari peninggalan benteng/tugu?' dengan pilihan: A. Tugu itu indah karena warnanya putih; B. Tugu itu membuktikan adanya peristiwa perlawanan karena pada prasastinya tertulis tanggal pertempuran rakyat setempat melawan penjajah. Murid memilih jawaban B (kunci: B) dan guru mencatat kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan contoh bagan rancangan komunikasi penyelidikan sejarah di papan tulis yang memuat 3 komponen utama: (1) Pernyataan hasil penyelidikan peristiwa/objek sejarah, (2) Bukti fisik hasil pengamatan (seperti tulisan prasasti, relief, bentuk meriam, dokumen foto lama), dan (3) Argumen pendukung yang menjelaskan hubungan bukti dengan kesimpulan peristiwa (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar pemodelan dan menandai mana bagian hasil temuan, mana bukti pengamatan, serta mana kalimat argumen penghubung sesuai panduan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan cepat 'Cocokkan Bukti dan Argumen' di mana murid dalam kelompok kecil mencocokkan 3 kartu bukti pengamatan dengan 3 kartu argumen yang tepat: (1) Kartu Bukti: 'Terdapat bekas lubang peluru di dinding benteng' dipasangkan dengan Argumen: 'Menunjukkan benteng ini pernah menjadi arena pertempuran sengit bersenjata api'; (2) Kartu Bukti: 'Prasasti bertuliskan angka tahun 1825' dipasangkan dengan Argumen: 'Menandakan pembangunan atau keterlibatan tugu pada era Perang Jawa'; (3) Kartu Bukti: 'Ditemukan meriam kuno berlogo VOC' dipasangkan dengan Argumen: 'Membuktikan adanya kekuatan militer kolonial Belanda di pos penjagaan daerah tersebut' (kunci: pasangan 1-1, 2-2, 3-3) (10 menit).
- Murid secara mandiri menyusun format rancangan komunikasi hasil penyelidikan sejarah daerah pada lembar kerja yang memuat 3 unsur: (1) Topik/objek peninggalan sejarah daerah hasil penyelidikan, (2) Catatan bukti pengamatan nyata, dan (3) Kalimat argumen penguat kesimpulan yang akan dituangkan ke media pilihan (10 menit).
- Murid saling menukarkan draf rancangan dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah rancangan komunikasi sudah memuat bukti pengamatan konkret dan argumen pendukung yang logis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan dan mencatat bagian rancangan komunikasi mana yang bukti pengamatannya paling kuat dan bagian mana yang argumennya masih memerlukan tambahan data sebelum disajikan ke media akhir (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa rancangan komunikasi sejarah yang utuh harus mengaitkan temuan sejarah dengan bukti fisik pengamatan dan argumen yang jelas (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf rancangan yang telah disusun untuk dituntaskan menjadi produk media pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format rancangan komunikasi dengan kalimat pemandu rumpang (scaffolding), sedangkan murid yang cepat diberikan format terbuka dengan tantangan menyertakan minimal 2 bukti pengamatan berbeda.
- Proses: Bimbingan terarah diberikan kepada murid yang masih kesulitan merumuskan kalimat argumen penghubung bukti fisik dengan simpulan sejarah.
- Produk: Rancangan komunikasi dapat disusun dalam bentuk bagan alur teks berkolom, peta pikiran, atau draf garis besar laporan tertulis sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat 1 butir pilihan ganda di awal pertemuan: 'Manakah yang merupakan argumen berbasis bukti pengamatan dari peninggalan benteng/tugu? A. Tugu itu indah karena warnanya putih; B. Tugu itu membuktikan adanya peristiwa perlawanan karena pada prasastinya tertulis tanggal pertempuran rakyat setempat melawan penjajah.' (Acuan jawaban benar: Opsi B, karena memuat bukti pengamatan prasasti bertanggal dan argumen perlawanan rakyat).
Proses:- Observasi keterlibatan murid pada permainan mencocokkan 3 kartu bukti dan 3 kartu argumen (acuan kunci: Bukti lubang peluru berpasangan dengan Argumen pertempuran sengit bersenjata; Bukti tahun 1825 berpasangan dengan Argumen era Perang Jawa; Bukti meriam VOC berpasangan dengan Argumen militer kolonial).
- Pemeriksaan lembar kerja rancangan komunikasi penyelidikan sejarah daerah yang menilai kelengkapan 3 unsur rancangan: (1) Pernyataan hasil penyelidikan peninggalan sejarah, (2) Bukti fisik pengamatan konkret, dan (3) Kalimat argumen pendukung yang menghubungkan bukti dengan hasil.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir pertemuan melalui pengisian tabel refleksi diri draf rancangan: Murid menuliskan 1 bukti pengamatan fisik yang dicantumkan dalam rancangan dan 1 kalimat argumen pendukungnya (Kriteria penerimaan: Bukti pengamatan menyebut benda/bagian nyata peninggalan sejarah daerah dan argumen menunjukkan kaitan logis mengapa bukti tersebut memperkuat sejarah yang diselidiki).
Formatif:- Penilaian proses penyusunan rancangan komunikasi hasil penyelidikan sejarah berbasis bukti pengamatan dan argumen
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Rancangan Komunikasi Penyelidikan | Rancangan hanya memuat pernyataan sejarah umum tanpa mencantumkan bukti pengamatan maupun argumen pendukung. | Rancangan memuat pernyataan sejarah dan bukti pengamatan, tetapi belum memuat argumen yang menghubungkan bukti dengan hasil penyelidikan. | Rancangan memuat secara lengkap pernyataan hasil penyelidikan sejarah, 1 bukti pengamatan fisik, dan 1 argumen penghubung yang logis. | Rancangan memuat secara lengkap pernyataan hasil penyelidikan sejarah, 2 atau lebih bukti pengamatan fisik konkret, serta argumen pendukung yang mendalam dan saling bertautan secara mandiri. | | Kekuatan Argumen Berbasis Bukti Pengamatan | Argumen yang dituliskan tidak berhubungan dengan bukti pengamatan yang diamati pada objek bersejarah. | Argumen menyebutkan bukti pengamatan, namun alasan keterkaitannya dengan peristiwa sejarah masih belum logis atau keliru. | Argumen secara tepat dan logis menjelaskan hubungan antara bukti pengamatan fisik dengan peristiwa peninggalan sejarah yang diselidiki. | Argumen sangat tepat, logis, dan secara rinci mampu menerangkan fungsi atau latar belakang bukti pengamatan dalam memperkuat keutuhan hasil penyelidikan sejarah daerah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyusun rancangan komunikasi berbasis bukti pengamatan?
- Bagian mana dari perumusan argumen berbasis bukti yang paling sering memerlukan bimbingan guru?
Murid:- Apakah kamu sudah berhasil menemukan bukti pengamatan fisik nyata untuk mendukung cerita sejarah daerahmu?
- Apa kesulitan yang kamu rasakan saat menyusun kalimat argumen untuk menghubungkan bukti pengamatan dengan hasil penyelidikan?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sejarah Daerah secara Utuh Ditunjang Argumen dalam Media Pilihan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam media pilihan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh menggunakan media pilihan dengan ditunjang argumen berbasis bukti (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 3 komponen utama agar laporan penyelidikan sejarah dapat tersaji secara utuh!' (kriteria jawaban operasional: memuat identitas/nama peninggalan bersejarah, kronologi/peristiwa pentingnya, serta argumen pentingnya pelestarian berbasis data pengamatan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan penyampaian komunikasi utuh yang ditampilkan guru di papan tulis, yang mencakup 3 unsur esensial: (1) Identitas objek/peninggalan sejarah yang diselidiki, (2) Fakta runtutan sejarah peristiwanya, dan (3) Argumen penjelas mengapa peninggalan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi daerah berdasarkan data bukti yang dikumpulkan (7 menit).
- Murid bersama kelompoknya memeriksa kelengkapan media yang telah dipilih dan dirancang pada pertemuan sebelumnya (poster bergambar, infografik lipat, buklet mini, atau slide presentasi) untuk memastikan seluruh unsur esensial hasil penyelidikan sudah termuat lengkap (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan simulasi permainan komunikasi 'Tantangan Kurator Sejarah', di mana perwakilan kelompok memilih 1 kartu peran pengomunikasian cepat (Kartu 1: Kurator Museum, Kartu 2: Pemandu Wisata Sejarah, Kartu 3: Jurnalis Berita Daerah) untuk melatih artikulasi gagasan sebelum unjuk karya dimulai (5 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah mereka secara utuh di stan pameran kelas/meja pajang menggunakan media pilihannya masing-masing, menyampaikan runtutan data temuan serta argumen penguat peninggalan bersejarah kepada kelompok pengunjung (20 menit).
- Kelompok pengunjung mencatat 1 bukti pengamatan utama dan 1 argumen yang disampaikan penyaji, kemudian memberikan umpan balik kelengkapan isi komunikasi pada lembar penilaian sejawat (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok mengumpulkan catatan tanggapan dari rekan-rekan pengunjung dan merefleksikan sejauh mana media yang mereka pilih berhasil menyampaikan data dan argumen sejarah secara utuh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap kejelasan argumen dan kelengkapan data hasil penyelidikan yang telah dikomunikasikan oleh seluruh kelompok (5 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan media dan catatan hasil penyelidikan mereka ke dalam berkas portofolio guna persiapan kegiatan sumatif di pertemuan mendatang, lalu menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kerangka argumen berstruktur (Klaim temuan - Fakta bukti pengamatan - Argumen simpulan) bagi kelompok yang membutuhkan dukungan tambahan.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung oleh guru dalam menstrukturkan alur penyampaian, sedangkan kelompok yang mandiri langsung melakukan komunikasi mandiri secara terstruktur.
- Produk: Murid bebas menentukan format media pilihan untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan: buklet manual, poster dinding tematik, infografik visual, atau kartu cerita bersejarah, asalkan memuat data utuh dan argumen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan pemetaan lisan kesiapan komunikasi utuh: 'Sebutkan 3 komponen agar hasil penyelidikan sejarah dapat tersaji secara utuh kepada orang lain!' (Kriteria jawaban benar: (1) Identitas/nama objek peninggalan, (2) Fakta/kisah sejarah peninggalan tersebut, dan (3) Argumen pentingnya peninggalan bersejarah berdasarkan bukti).
Proses:- Format pengamatan ketercapaian saat unjuk karya komunikasi: Memeriksa apakah kelompok menyajikan 3 komponen utuh (identitas objek, fakta penyelidikan, argumen pentingnya objek) menggunakan media pilihan dengan kriteria ketercapaian minimal memuat 1 argumen logis yang ditunjang minimal 1 bukti data pengamatan konkret.
Akhir Pertemuan:- Umpan balik penutup dan cek ketercapaian akhir: Guru memeriksa lembar kendali komunikasi kelompok untuk memastikan kelompok telah menyampaikan: (1) Hasil penyelidikan peninggalan sejarah secara utuh (mencakup nama objek dan uraian peristiwa), serta (2) Argumen yang didasari bukti pengamatan (kriteria keberhasilan: kedua unsur tersebut tersaji tuntas di media pilihan masing-masing).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengomunikasian hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh dan terstruktur
- Catatan observasi guru terhadap ketepatan argumen berbasis bukti yang dikomunikasikan dalam media pilihan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keutuhan Penyampaian Hasil Penyelidikan Sejarah Daerah | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tidak lengkap (hanya menyebut nama objek peninggalan tanpa uraian fakta peristiwanya). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sebagian (menyebut nama objek dan 1 uraian fakta peristiwa sejarahnya namun alur belum utuh). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh (memuat identitas objek peninggalan dan fakta sejarah secara lengkap sesuai data penyelidikan). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh, runtut, dan mendalam dari latar belakang hingga kondisi masa kini secara mandiri. | | Penggunaan Argumen Berbasis Bukti dalam Media Pilihan | Belum menyertakan argumen penjelas dalam media pilihan untuk mendukung hasil penyelidikan sejarah daerah. | Menyertakan argumen penjelas dalam media pilihan namun belum ditunjang bukti data pengamatan yang relevan. | Menyertakan argumen yang logis dan ditunjang oleh sekurang-kurangnya 1 bukti konkret data pengamatan di dalam media pilihan. | Menyertakan argumen yang sangat kuat dan meyakinkan serta ditunjang oleh beragam bukti data pengamatan yang terintegrasi rapi dalam media pilihan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok telah berhasil mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh melalui media yang mereka tentukan?
- Bagaimana variasi argumen yang disampaikan murid dalam menjelaskan pentingnya peninggalan sejarah daerah mereka?
Murid:- Apakah media pilihan kelompokmu sudah berhasil menyampaikan cerita dan bukti penyelidikan sejarah secara lengkap kepada teman lain?
- Argumen apa yang paling meyakinkan saat kamu menjelaskan pentingnya menjaga peninggalan bersejarah daerahmu?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya
- TP 5.5.2 Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal
- TP 5.5.3 Mengamati fenomena peninggalan bersejarah dan mencatat hasil pengamatannya serta mencari persamaan dan perbedaannya
- TP 5.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam media pilihan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kesiapan belajar murid, dan menyampaikan bahwa sesi ini adalah unjuk pemahaman capaian Bab 5 yang mencakup penyelesaian portofolio tabel perbandingan serta unjuk kerja presentasi kelompok (2 menit).
- Guru menjelaskan aturan pelaksanaan asesmen sumatif: 25 menit pertama untuk melengkapi lembar catatan analisis tertulis perbandingan peninggalan dan tokoh sejarah secara serentak dalam kelompok, dilanjutkan 40 menit presentasi kelompok bergantian, serta menegaskan kriteria penilaian objektif pada rubrik (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kerja menyimak pembagian Lembar Catatan Analisis Sejarah Lokal dan mencermati dua fokus tugas: (1) ulasan sejarah perjuangan tokoh pahlawan lokal di sekitar tempat tinggal dan (2) tabel perbandingan persamaan serta perbedaan minimal 2 objek peninggalan bersejarah hasil penyelidikan sebelumnya (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh kelompok secara serentak selama 25 menit mengerjakan Lembar Catatan Analisis Sejarah Lokal (Tugas 1): meninjau latar belakang dan peristiwa perjuangan pahlawan lingkungan sekitar, serta menuliskan catatan persamaan dan perbedaan objek peninggalan bersejarah (kriteria penerimaan: ulasan memuat nama tokoh, latar belakang perjuangan, dan peristiwa penting yang diperjuangkan; tabel memuat minimal 1 persamaan fungsi/nilai sejarah dan 1 perbedaan bentuk/latar masa peninggalan) lalu menyerahkan portofolio tertulis kepada guru (25 menit).
- Masing-masing kelompok (6 kelompok, alokasi 6-7 menit per kelompok termasuk tanya jawab) secara bergiliran menampilkan Tugas 2: mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh menggunakan media visual pilihan (poster/bagan alur) ditunjang argumen berbasis bukti pengamatan, serta menjelaskan secara lisan kaitan nilai kearifan lokal wilayah tempat tinggal dengan kekayaan keragaman budaya nasional (kriteria penerimaan: penyajian memuat fakta sejarah daerah, bukti pengamatan, argumen relevansi masa kini, serta contoh kearifan lokal seperti tradisi gotong royong/upacara adat daerah yang memperkaya kebhinekaan nasional) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan umpan balik evaluatif umum terhadap ketuntasan pengerjaan lembar analisis tertulis dan performa presentasi unjuk kerja seluruh kelompok tanpa mengubah hasil penskoran (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar Bab 5 tentang pentingnya menghargai peninggalan sejarah, pahlawan lokal, dan kearifan budaya daerah dalam bingkai kebhinekaan (2 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas integritas dan kerja sama murid selama asesmen sumatif berlangsung, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Kelompok yang membutuhkan dukungan visual membaca panduan lembar analisis dengan instruksi berhuruf besar dan struktur tabel yang diperjelas tanpa menurunkan indikator pencapaian kompetensi.
- Proses: Akomodasi akses: Penyampaian argumen pada unjuk kerja lisan dapat didukung giliran berbicara terstruktur di antara anggota kelompok agar seluruh murid berpartisipasi menyampaikan bagian laporan.
- Produk: Akomodasi akses: Pemilihan media visual unjuk kerja laporan dapat berupa peta konsep karton, buklet ringkas, atau infografik kertas sesuai kesepakatan kelompok tanpa mengubah bobot kriteria isi presentasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan teknis pelaksanaan asesmen: Guru memeriksa kelengkapan draf data pengamatan dan media visual presentasi yang disiapkan tiap kelompok sebelum asesmen dimulai (kriteria kesiapan: membawa draf data objek peninggalan, draf catatan tokoh lokal, dan media presentasi kelompok).
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar amatan ketertiban dan kemandirian pengerjaan serentak lembar portofolio tertulis selama 25 menit pertama.
Sumatif Bab:- Portofolio tabel perbandingan sejarah dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar catatan analisis tertulis perbandingan peninggalan serta tokoh sejarah lokal, dilanjutkan presentasi lisan kelompok menggunakan media visual yang mencakup nilai kearifan lokal dalam konteks kebhinekaan
- penilaian portofolio dan ulasan tertulis serentak: Lembar kerja analisis tertulis berisi ulasan sejarah perjuangan tokoh pahlawan lokal serta tabel perbandingan persamaan dan perbedaan objek peninggalan bersejarah yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio dan ulasan tertulis)
- unjuk kerja presentasi kelompok dan tanya jawab lisan: Presentasi lisan kelompok (6 kelompok @ 6-7 menit termasuk tanya jawab guru) menyajikan laporan penyelidikan sejarah daerah dengan media visual dan argumen pendukung, disertai penjelasan lisan tentang kaitan kearifan lokal dengan keragaman budaya nasional (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan respons lisan)
Sumatif:- Portofolio tabel perbandingan sejarah dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar catatan analisis tertulis perbandingan peninggalan serta tokoh sejarah lokal, dilanjutkan presentasi lisan kelompok menggunakan media visual yang mencakup nilai kearifan lokal dalam konteks kebhinekaan
- penilaian portofolio dan ulasan tertulis serentak: Lembar kerja analisis tertulis berisi ulasan sejarah perjuangan tokoh pahlawan lokal serta tabel perbandingan persamaan dan perbedaan objek peninggalan bersejarah yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio dan ulasan tertulis)
- unjuk kerja presentasi kelompok dan tanya jawab lisan: Presentasi lisan kelompok (6 kelompok @ 6-7 menit termasuk tanya jawab guru) menyajikan laporan penyelidikan sejarah daerah dengan media visual dan argumen pendukung, disertai penjelasan lisan tentang kaitan kearifan lokal dengan keragaman budaya nasional (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan respons lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar (TP 5.5.1) | Ulasan tertulis belum memuat nama tokoh atau hanya menyebutkan nama pahlawan tanpa latar belakang dan tanpa peristiwa penting perjuangannya. | Ulasan tertulis menyebutkan nama tokoh dan latar belakang perjuangan, namun belum memuat peristiwa penting perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar. | Ulasan tertulis meninjau nama tokoh, latar belakang perjuangan, dan minimal 1 peristiwa penting perjuangan pahlawan lokal secara tepat. | Ulasan tertulis meninjau nama tokoh, latar belakang perjuangan, dan lebih dari 1 peristiwa penting perjuangan pahlawan lokal secara mendalam dan utuh. | | Mencatat hasil pengamatan peninggalan bersejarah serta mencari persamaan dan perbedaannya (TP 5.5.3) | Tabel perbandingan hanya mencatat nama objek tanpa menuliskan catatan persamaan maupun perbedaan peninggalan bersejarah. | Tabel perbandingan mencatat hasil pengamatan minimal 2 objek, namun hanya menuliskan persamaan saja atau perbedaan saja. | Tabel perbandingan mencatat hasil pengamatan minimal 2 objek peninggalan bersejarah dengan menuliskan minimal 1 persamaan dan 1 perbedaan secara tepat. | Tabel perbandingan mencatat hasil pengamatan lebih dari 2 objek peninggalan bersejarah dengan menganalisis persamaan dan perbedaan secara rinci dan tepat. | | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah dengan argumen dalam media pilihan (TP 5.5.4) | Presentasi kelompok tidak menggunakan media visual dan pemaparan penyelidikan sejarah belum disertai argumen bukti pengamatan. | Presentasi kelompok menggunakan media visual pilihan namun pemaparan hasil penyelidikan sejarah daerah belum ditunjang argumen berbasis bukti pengamatan. | Presentasi kelompok mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh menggunakan media visual pilihan dan ditunjang argumen berbasis bukti pengamatan. | Presentasi kelompok mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah daerah secara utuh, runtut, dan meyakinkan dengan media visual yang sangat jelas serta argumen bukti yang kuat. | | Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan kearifan lokal (TP 5.5.2) | Penjelasan lisan kelompok belum mengaitkan nilai kearifan lokal tempat tinggal dengan keragaman budaya nasional. | Penjelasan lisan kelompok menyebutkan contoh nilai kearifan lokal daerah, namun belum menunjukkan hubungannya dengan konteks keragaman budaya nasional. | Penjelasan lisan kelompok menemukan dan menjelaskan hubungan minimal 1 nilai kearifan lokal setempat sebagai bagian dari kekayaan keragaman budaya nasional dalam kebhinekaan. | Penjelasan lisan kelompok menemukan dan menjelaskan secara komprehensif keterkaitan berbagai nilai kearifan lokal setempat dalam memperkokoh keragaman budaya nasional dan persatuan bangsa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk pengerjaan tertulis dan 35 menit untuk presentasi 6 kelompok berjalan secara tertib dan proporsional?
- Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada pemahaman sejarah perjuangan pahlawan dan pemaknaan kearifan lokal daerah?
- Apakah instrumen rubrik sumatif dapat membedakan capaian kompetensi murid secara objektif dan adil?
Murid:- Apa hal paling berharga yang saya pelajari tentang sejarah pahlawan dan peninggalan di daerah tempat tinggal saya?
- Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menyelesaikan penyelidikan dan mempresentasikannya bersama kelompok di depan kelas?
- Sikap atau nilai kearifan lokal apa yang ingin saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 Kemendikbudristek Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas 5 Kemendikbudristek Bab 5 Topik A
- Set 4 foto peninggalan bersejarah daerah (Tugu Perjuangan, Prasasti Kuno, Bangunan Ibadah Tua, Benteng Kolonial)
- Lembar tabel pengamatan murid
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa IPAS SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Set 4 Kartu Peninggalan Sejarah (Tugu Peringatan, Benteng Pertahanan, Masjid Kuno, Candi/Situs Batu Kuno)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Perbandingan Objek Peninggalan Sejarah
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Kemendikbudristek
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Kemendikbudristek Bab 5
- Lembar Telaah Sejarah Pahlawan Daerah dan set Kartu Detektif Sejarah
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD (Kemendikbudristek 2023, Bab 5: Daerahku yang Bersejarah)
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
- Teks narasi sejarah perjuangan pahlawan lokal dan lembar kerja peninjauan peristiwa sejarah
- Kartu pilihan alur kronologi A/B/C untuk kuis tebak alur
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas V Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab 5 Topik Warisan Budaya Kekayaan Daerahku
- Kartu kegiatan kuis 'Tebak Nilai Kearifan' dan Lembar Kerja Kearifan Lokal
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023 Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023 Bab 5 Topik Warisan Budaya Kekayaan Daerahku
- Set Kartu Studi Kasus Tradisi Budaya Nusantara (Sambatan, Subak, Mapalus, Masohi)
- Lembar Kerja 'Menemukan Kebhinekaan'
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Bab 5: Daerahku yang Bersejarah)
- Set kartu berpasangan Bukti Pengamatan dan Argumen Sejarah
- Lembar Kerja Siswa: Rancangan Komunikasi Penyelidikan Sejarah Daerah
- Buku Panduan Siswa IPAS Kelas V SD/MI Kemendikbudristek Bab 5
- Media hasil penyelidikan karya kelompok (poster/infografik/buklet/slide)
- Lembar pengamatan umpan balik sejawat stan pameran karya sejarah
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek RI)
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek RI)
- Lembar Catatan Analisis Sejarah Lokal Bab 5 (format portofolio)
- Media visual unjuk kerja hasil penyelidikan kelompok (poster/bagan presentasi)
- Rubrik penilaian portofolio dan unjuk kerja presentasi sumatif Bab 5
|