Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Upaya Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Upaya Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Upaya Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Sekitar

IPAS - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Upaya Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikUpaya Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengusulkan minimal dua upaya konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan hasil penyelidikan.
  2. Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya menjaga ketersediaan air dalam bentuk infografis, poin-poin, atau diagram kepada teman sekelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat keran air yang bocor atau lupa dimatikan? Kira-kira berapa banyak air yang terbuang sia-sia dalam sehari?
  2. Jika suatu hari air bersih di sekitar rumahmu habis atau tercemar, apa yang akan terjadi pada kegiatan sehari-harimu?
  3. Apa yang bisa kita lakukan sebagai murid kelas 5 untuk ikut menjaga air bersih tetap tersedia bagi semua orang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk melingkar atau berkelompok (4–5 orang per kelompok).
  • Guru menayangkan atau menggambar di papan tulis satu gambar sederhana: sungai bersih vs sungai kotor, atau keran yang mengalir deras vs keran yang menetes.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kalian melihat keran air bocor atau lupa dimatikan? Kira-kira berapa banyak air yang terbuang sehari?' — beri waktu 2 menit untuk murid berbagi jawaban secara lisan.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: setiap murid menuliskan di secarik kertas atau sticky note satu kata atau kalimat singkat tentang 'Apa satu hal yang sudah kamu lakukan untuk menghemat air?' — kertas dikumpulkan guru sebagai bahan pemetaan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan menyelidiki upaya nyata menjaga air bersih di sekitar kita, lalu berbagi hasil penyelidikan kepada teman-teman.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok membaca satu paragraf pendek (disiapkan guru di lembar kerja) berisi fakta singkat: data BPS 2022 bahwa sekitar 55% rumah tangga belum mendapat akses air minum optimal, dan contoh dampak kekurangan air bersih.
  • Setelah membaca, setiap kelompok berdiskusi 3 menit untuk menjawab pertanyaan pemantik kedua: 'Mengapa air bersih bisa berkurang atau tercemar di sekitar kita?' — jawaban dituliskan di lembar diskusi kelompok.
  • Setiap kelompok berbagi satu poin jawaban mereka secara lisan (round-robin singkat, masing-masing kelompok 30 detik). Guru mencatat poin-poin di papan tulis sebagai bahan bersama.
  • Guru memperkuat pemahaman dengan menjelaskan secara singkat (5 menit) hubungan antara aktivitas manusia (membuang sampah di sungai, penggundulan hutan, pemborosan air) dengan berkurangnya ketersediaan air bersih — mengaitkan dengan konsep hubungan komponen biotik dan abiotik yang sudah dipelajari sebelumnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Penyelidikan kepada setiap kelompok. Lembar kerja berisi: (a) kolom 'Masalah ketersediaan air di lingkunganku', (b) kolom 'Upaya yang bisa dilakukan', dan (c) ruang untuk membuat infografis/poin-poin/diagram.
  • Setiap kelompok melakukan mini-wawancara atau diskusi internal (5 menit) berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka: 'Apa masalah air bersih yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari di sekolah atau di rumah?' — murid boleh mengingat kebiasaan di rumah, kondisi lingkungan sekitar sekolah, atau cerita dari keluarga.
  • Berdasarkan hasil diskusi, setiap kelompok merumuskan minimal dua upaya konkret yang bisa dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih. Upaya harus spesifik dan realistis (contoh: membuat lubang biopori di halaman, mematikan keran saat gosok gigi, tidak membuang sampah di got atau selokan).
  • Setiap kelompok menuangkan hasil penyelidikannya dalam satu produk komunikasi pilihan: infografis sederhana, daftar poin-poin, atau diagram panah yang menunjukkan masalah → upaya → manfaat. Murid boleh menggunakan kertas, krayon, spidol warna, atau alat tulis yang tersedia.
  • Guru berkeliling memantau proses dan memberikan umpan balik formatif singkat kepada setiap kelompok: mengajukan pertanyaan penggali seperti 'Upaya ini sudah konkret belum? Siapa yang bisa melakukannya?' untuk mendorong pendalaman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil produk mereka kepada kelas secara bergiliran (masing-masing kelompok 2–3 menit). Kelompok yang mendengarkan mengisi 'Lembar Penilaian Sejawat' sederhana dengan tiga poin: (1) Apakah masalah dijelaskan dengan jelas? (2) Apakah upaya yang diusulkan masuk akal? (3) Apakah tampilan/penyajiannya informatif?
  • Setelah semua kelompok presentasi, guru mengajak diskusi kelas singkat (3 menit): 'Dari semua upaya yang tadi kita dengar, mana yang menurut kalian paling mudah langsung dilakukan hari ini? Mengapa?'
  • Guru memandu murid melakukan refleksi diri individu dengan mengisi 3 kolom di bagian bawah lembar kerja: (a) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini', (b) 'Satu upaya yang akan aku coba lakukan minggu ini', (c) 'Satu pertanyaan yang masih ingin aku cari tahu'.
  • Guru memberikan apresiasi verbal atas penyelidikan yang telah dilakukan semua kelompok dan menegaskan pesan kunci: 'Menjaga air bersih bukan hanya tugas pemerintah — kita semua bisa mulai dari tindakan kecil di sekitar kita.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: mengajak 2–3 murid menyebutkan satu upaya menjaga air bersih yang paling berkesan bagi mereka.
  • Guru mengingatkan murid untuk mengamati penggunaan air di rumah malam ini dan mencatat satu hal yang bisa diubah — sebagai tugas observasi ringan (tidak wajib dikumpulkan, hanya untuk membangun kebiasaan).
  • Guru menutup kelas dengan pertanyaan refleksi penutup: 'Apa satu kata yang menggambarkan perasaan kalian setelah belajar hari ini?' — murid menjawab secara serempak atau sambil angkat tangan.
  • Guru menutup dengan salam dan mengingatkan agenda pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan lembar kerja dengan gambar-gambar ilustrasi upaya menjaga air (visual support) dan daftar kata kunci sebagai pemandu. Untuk murid yang sudah lebih cepat memahami: guru memberikan tantangan tambahan berupa pertanyaan 'Bagaimana upaya ini bisa dilakukan di tingkat RT/RW atau sekolah, bukan hanya individu?'
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru atau teman sebaya mendampingi selama sesi diskusi kelompok, dengan pertanyaan scaffolding yang lebih terarah ('Di rumahmu, air dipakai untuk apa saja? Nah, yang mana yang bisa dikurangi?'). Untuk murid yang sudah mandiri: mereka diberi peran sebagai 'fasilitator kelompok' yang membantu teman lain merumuskan upaya.
  • Produk: Murid bebas memilih bentuk produk komunikasi: infografis bergambar, daftar poin-poin tertulis, atau diagram alur — sesuai kenyamanan dan kemampuan ekspresi masing-masing. Tidak ada satu format yang diwajibkan, selama memuat minimal dua upaya konkret beserta alasannya.

ASESMEN

Awal:

  • Sebelum kegiatan inti dimulai, setiap murid menuliskan di secarik kertas/sticky note: 'Satu hal yang sudah kamu lakukan untuk menghemat atau menjaga air bersih.' Guru membaca sekilas untuk memetakan pengetahuan awal murid — tidak diberi nilai, hanya sebagai pijakan untuk menyesuaikan penekanan materi.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan pembuka: 'Siapa yang tahu apa artinya air bersih itu? Apa bedanya air bersih dan air kotor?' — respons murid diamati untuk mengetahui pemahaman awal tentang konsep air bersih.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok pada tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi penyebab berkurangnya air bersih dengan mengaitkan konsep biotik-abiotik.
  • Pengecekan lembar kerja kelompok saat tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan memberi stiker/tanda pada lembar kerja yang telah memuat minimal dua upaya konkret (sebagai umpan balik visual cepat).
  • Lembar Penilaian Sejawat saat presentasi: guru mengumpulkan lembar ini untuk melihat apakah murid mampu mengevaluasi hasil kerja kelompok lain secara objektif.

Akhir:

  • Produk kelompok (infografis/poin-poin/diagram) dinilai menggunakan rubrik dengan aspek: (1) kelengkapan dan kekonkretan usulan upaya, dan (2) kualitas komunikasi/penyajian.
  • Refleksi diri individu tertulis (3 kolom: hal baru yang dipelajari, upaya yang akan dicoba, pertanyaan lanjutan) — dinilai sebagai bukti kesadaran murid terhadap materi, bukan sebagai nilai akademik formal.

Formatif:

  • Pengamatan guru saat murid berdiskusi kelompok pada tahap Memahami dan Mengaplikasi — guru mencatat apakah murid mampu menghubungkan aktivitas manusia dengan berkurangnya air bersih.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling memantau pembuatan produk kelompok — menilai kualitas usulan upaya (konkret vs abstrak).
  • Lembar Penilaian Sejawat yang diisi murid saat sesi presentasi kelompok — menilai aspek kejelasan masalah, logika upaya, dan kualitas penyajian.

Sumatif:

  • Produk hasil kelompok (infografis/poin-poin/diagram) yang memuat minimal dua upaya konkret menjaga ketersediaan air bersih beserta alasannya.
  • Kualitas presentasi lisan kelompok: kejelasan penyampaian, kelengkapan konten, dan kemampuan menjawab pertanyaan teman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Kekonkretan Usulan Upaya (TP 5.4.7.1)Murid tidak dapat mengusulkan upaya, atau usulan yang diberikan tidak relevan dengan menjaga ketersediaan air bersih.Murid mengusulkan satu upaya, tetapi masih bersifat umum atau abstrak (contoh: 'jangan buang sampah' tanpa penjelasan lebih lanjut).Murid mengusulkan dua upaya konkret yang relevan dan dapat dilakukan di lingkungan sekitar, disertai alasan singkat.Murid mengusulkan lebih dari dua upaya konkret yang relevan, disertai alasan logis berdasarkan hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia dan ketersediaan air bersih.
Kualitas Komunikasi Hasil Penyelidikan (TP 5.4.7.2)Produk tidak memuat informasi yang jelas atau tidak dapat dipahami oleh pendengar/pembaca.Produk memuat informasi dasar tentang upaya menjaga air bersih, tetapi penyajiannya kurang terstruktur atau sulit dipahami.Produk memuat informasi yang jelas dan terstruktur (masalah dan upaya teridentifikasi), disajikan dalam format yang dapat dipahami teman sekelas.Produk memuat informasi yang lengkap, terstruktur, dan menarik; murid mampu menjelaskan isi produk secara lancar dan menjawab pertanyaan teman dengan percaya diri.
Kemampuan Menghubungkan Konsep Biotik-Abiotik dengan Ketersediaan AirMurid belum dapat menjelaskan hubungan antara aktivitas manusia atau lingkungan dengan kondisi air bersih.Murid menyebutkan satu contoh hubungan antara aktivitas manusia dan kondisi air, tetapi penjelasannya belum lengkap.Murid dapat menjelaskan dengan kata-kata sendiri bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi ketersediaan air bersih di ekosistem sekitar.Murid dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat secara runtut antara aktivitas manusia, komponen biotik-abiotik, dan dampaknya terhadap ketersediaan air, serta mengaitkannya dengan upaya yang diusulkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Kelompok mana yang memerlukan dukungan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua tahap kegiatan? Tahap mana yang perlu penyesuaian durasi?
  • Seberapa konkret dan realistis usulan upaya yang dihasilkan murid? Apakah murid sudah mampu mengaitkan konsep biotik-abiotik dengan kehidupan nyata?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang menjaga ketersediaan air bersih adalah...
  • Satu upaya konkret yang akan aku coba lakukan minggu ini untuk menjaga air bersih adalah...
  • Bagian kegiatan hari ini yang paling aku nikmati atau paling membuatku berpikir adalah...
  • Satu pertanyaan yang masih ingin aku cari tahu lebih lanjut tentang air bersih adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi — Bab 4 'Air Sumber Kehidupan', khususnya topik C 'Ke Mana Air Bersih di Lingkunganku?' (halaman 82–85)
  2. Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi — panduan kegiatan Bab 4 tentang menjaga ketersediaan air bersih (halaman 126)
  3. Lembar Kerja Penyelidikan buatan guru (berisi kolom masalah, upaya, dan ruang pembuatan produk komunikasi)
  4. Lembar Penilaian Sejawat buatan guru (3 poin penilaian presentasi kelompok)
  5. Gambar/foto ilustrasi: sungai bersih vs sungai kotor, atau contoh upaya seperti lubang biopori dan penghematan air (dapat dicetak atau digambar di papan tulis)
  6. Kertas HVS/karton, spidol warna, krayon, penggaris — untuk pembuatan infografis/diagram kelompok
  7. Sticky note atau kertas kecil — untuk asesmen awal diagnostik
  8. Data BPS 2022 tentang akses air minum (dapat ditampilkan sebagai fakta singkat di papan tulis atau lembar kerja)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.