Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Dampak Aktivitas Manusia terhadap Siklus Air dan Ketersediaan Air Bersih

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Dampak Aktivitas Manusia terhadap Siklus Air dan Ketersediaan Air Bersih". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Dampak Aktivitas Manusia terhadap Siklus Air dan Ketersediaan Air Bersih

IPAS - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Dampak Aktivitas Manusia terhadap Siklus Air dan Ketersediaan Air Bersih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikDampak Aktivitas Manusia terhadap Siklus Air dan Ketersediaan Air Bersih
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis bagaimana aktivitas manusia (penebangan hutan, pencemaran, pembetonan lahan) mempengaruhi siklus air dan ketersediaan air bersih.
  2. Murid dapat membandingkan kondisi ketersediaan air pada lahan yang terjaga vegetasinya dengan lahan yang gundul berdasarkan data dan informasi yang diperoleh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat daerah yang dulu banyak pohonnya sekarang jadi gundul atau penuh bangunan? Kira-kira apa yang terjadi dengan air di daerah itu saat hujan turun?
  2. Mengapa kota-kota besar sering mengalami banjir saat hujan lebat, padahal daerah pedesaan yang banyak pohonnya jarang banjir?
  3. Jika semua hutan di sekitar kita ditebang dan lahannya dibeton, apa yang akan terjadi pada ketersediaan air bersih untuk kita minum dan gunakan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air bersih yang masih bisa kita nikmati hari ini. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua gambar berdampingan — (A) lereng gunung berhutan lebat dan (B) lereng gunung gundul bekas penebangan — lalu bertanya kepada murid, 'Menurutmu, di mana air hujan lebih mudah meresap ke tanah? Angkat tangan!' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman kelas. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid untuk berpikir dan berbagi pendapat singkat secara lisan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap siklus air dan membandingkan kondisi lahan bervege­tasi dengan lahan gundul. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menayangkan video pendek (3–4 menit) atau rangkaian foto yang menggambarkan tiga aktivitas manusia: (1) penebangan hutan, (2) pembetonan lahan/perkerasan jalan dan pekarangan, dan (3) pencemaran sungai/air tanah. Murid diminta mengamati dengan seksama dan mencatat satu kata kunci per aktivitas di buku catatannya.
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat menggunakan teknik 'Pikir-Pasang-Bagikan' (Think-Pair-Share): murid memikirkan sendiri (1 menit) lalu mendiskusikan dengan teman sebangku (2 menit) jawaban dari pertanyaan, 'Dari tiga aktivitas tadi, bagaimana masing-masing aktivitas mengganggu tahapan siklus air (evaporasi, infiltrasi, atau presipitasi)?'
  • Perwakilan 3 pasang murid menyampaikan hasil diskusi. Guru melengkapi dan meluruskan konsep di papan tulis dengan membuat bagan sederhana: Aktivitas Manusia → Dampak pada Siklus Air → Dampak pada Ketersediaan Air Bersih.
  • Guru menegaskan konsep kunci: lahan bervege­tasi membantu infiltrasi (penyerapan air ke tanah) dan menjaga debit air tanah; lahan gundul/beton menghambat infiltrasi sehingga air limpasan meningkat dan air tanah berkurang.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKM) berisi dua set data/informasi: (A) data resapan air pada lahan berhutan (misal: persentase air yang meresap, tingkat erosi, debit mata air) dan (B) data resapan air pada lahan gundul/beton dari wilayah yang sebanding.
  • Kelompok mengisi tabel perbandingan di LKM dengan kolom: Aspek yang Dibandingkan | Lahan Bervege­tasi | Lahan Gundul/Beton | Kesimpulan Kelompok. Aspek yang dibandingkan minimal mencakup: kemampuan infiltrasi, risiko banjir, ketersediaan air tanah, dan kualitas air.
  • Setelah mengisi tabel, setiap kelompok membuat 'Kartu Dampak' — selembar kertas berisi satu gambar ilustrasi sederhana dan satu kalimat kesimpulan yang menggambarkan perbedaan utama antara kedua kondisi lahan tersebut terhadap ketersediaan air bersih.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan menggali seperti: 'Apa bukti dari data yang mendukung kesimpulan kalian?' dan 'Apakah ada situasi di mana lahan gundul tidak selalu menyebabkan masalah air?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok menempel 'Kartu Dampak' di papan kelas membentuk galeri mini. Murid melakukan 'Kunjungan Galeri' (Gallery Walk) selama 5 menit: berkeliling membaca kartu kelompok lain dan memberikan tanda bintang pada kartu yang menurut mereka paling kuat argumennya berdasarkan data.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Dari semua kartu yang kalian baca, pola dampak apa yang paling sering muncul? Mengapa aktivitas manusia yang merusak lahan bisa membuat siklus air terganggu secara menyeluruh?'
  • Murid secara individu mengisi bagian refleksi di LKM: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...', (2) 'Aktivitas manusia yang paling mengkhawatirkan menurutku adalah ... karena...', dan (3) 'Satu tindakan nyata yang bisa aku lakukan untuk menjaga siklus air di sekitarku adalah...'
  • Guru mengaitkan refleksi murid dengan nilai syukur: air bersih adalah anugerah yang perlu dijaga bersama sebagai tanggung jawab warga bumi.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama menggunakan teknik 'Kalimat Penutup': guru memulai kalimat dan murid melengkapi secara bergantian — 'Aktivitas manusia seperti penebangan hutan berdampak pada siklus air karena...' (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengerjakan 2 soal pilihan berganda dan 1 soal uraian singkat di selembar kertas (dikumpulkan). (5 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati lingkungan sekitar rumahnya dan mencatat satu aktivitas manusia yang menurutnya berdampak pada ketersediaan air, untuk dibagikan di pertemuan berikutnya. (2 menit)
  • Guru menutup kelas dengan pengingat untuk menghemat air di rumah dan berdoa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan scaffolding lebih, guru menyediakan versi LKM dengan panduan pertanyaan lebih rinci dan kosakata kunci yang sudah tersedia (glosarium mini di pojok LKM). Untuk murid yang sudah siap tantangan lebih, sediakan data tambahan berupa grafik debit sungai tahunan dari dua wilayah berbeda untuk dianalisis lebih dalam.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat berdiskusi dalam kelompok dengan anggota yang lebih beragam kemampuannya (kelompok campuran). Murid yang cepat dapat diminta menjadi 'konsultan sains' yang membantu kelompok lain merumuskan argumen berbasis data tanpa langsung memberikan jawaban.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk 'Kartu Dampak': gambar ilustrasi tangan, diagram alur sederhana, atau tulisan naratif pendek. Yang penting, kartu memuat minimal satu data pendukung dan satu kesimpulan perbandingan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (lahan berhutan vs. lahan gundul) dan meminta murid mengangkat tangan untuk menjawab 'Di mana air lebih mudah meresap?' Guru mencatat secara cepat proporsi jawaban benar/salah untuk mengetahui titik awal pemahaman kelas.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah melihat sungai atau sumur kering di musim kemarau? Menurut kalian, mengapa itu bisa terjadi?' Jawaban murid digunakan untuk mengidentifikasi konsepsi awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru memantau kualitas catatan kata kunci murid dan respons lisan saat Think-Pair-Share untuk mengecek apakah murid dapat menghubungkan aktivitas manusia dengan tahapan siklus air.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan memeriksa tabel perbandingan yang sedang diisi — khususnya kolom 'Kesimpulan Kelompok' — untuk memastikan murid menggunakan data sebagai landasan, bukan hanya pendapat.
  • Selama Gallery Walk: guru mengamati komentar dan tanda bintang yang diberikan murid sebagai indikasi kemampuan murid mengevaluasi argumen berbasis bukti.

Akhir:

  • Soal Pilihan Berganda 1: Ketika hutan di hulu sungai ditebang habis, dampak langsung yang paling mungkin terjadi pada siklus air adalah... (a) Evaporasi meningkat pesat; (b) Infiltrasi berkurang sehingga aliran permukaan meningkat; (c) Kondensasi terganggu karena tidak ada pohon; (d) Presipitasi berhenti total di wilayah tersebut). Jawaban: (b).
  • Soal Pilihan Berganda 2: Berdasarkan data, lahan yang 80% permukaannya ditutupi beton dibandingkan lahan berhutan akan memiliki... (a) Lebih banyak air tanah; (b) Lebih sedikit risiko banjir; (c) Lebih sedikit air yang meresap ke tanah; (d) Kualitas air yang lebih baik). Jawaban: (c).
  • Soal Uraian: Perhatikan data berikut — Lahan A (berhutan): infiltrasi 65%, aliran permukaan 20%, erosi rendah. Lahan B (gundul): infiltrasi 15%, aliran permukaan 75%, erosi tinggi. Bandingkan ketersediaan air bersih jangka panjang di Lahan A dan Lahan B! Jelaskan alasanmu menggunakan data di atas.

Formatif:

  • Pengamatan diskusi Think-Pair-Share: guru mencatat partisipasi dan ketepatan konsep yang dikemukakan murid.
  • Pemantauan pengisian tabel perbandingan di LKM selama kerja kelompok: guru memeriksa apakah murid menggunakan data sebagai dasar perbandingan.
  • Gallery Walk: guru mengamati cara murid membaca dan menilai kartu kelompok lain sebagai indikator pemahaman komparatif.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir: 2 soal pilihan berganda tentang dampak aktivitas manusia pada siklus air, dan 1 soal uraian singkat meminta murid membandingkan kondisi dua jenis lahan berdasarkan data yang diberikan.
  • Tabel perbandingan di LKM yang telah diisi lengkap oleh kelompok, dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap siklus air (TP 5.4.6.1)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara aktivitas manusia (penebangan hutan, pembetonan, pencemaran) dengan gangguan pada siklus air, atau penjelasannya tidak tepat.Murid dapat menyebutkan satu aktivitas manusia dan dampaknya terhadap siklus air secara umum, namun belum mampu menjelaskan mekanisme hubungannya.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih aktivitas manusia beserta dampaknya terhadap tahapan siklus air (misalnya infiltrasi, aliran permukaan) dengan penjelasan yang cukup tepat.Murid dapat menganalisis secara rinci bagaimana tiga aktivitas manusia (penebangan hutan, pembetonan, pencemaran) masing-masing mengganggu tahapan siklus air yang spesifik dan menjelaskan konsekuensinya terhadap ketersediaan air bersih dengan logika yang sistematis.
Membandingkan ketersediaan air pada lahan bervege­tasi vs. lahan gundul berdasarkan data (TP 5.4.6.2)Murid belum mampu mengidentifikasi perbedaan antara dua jenis lahan, atau perbandingan yang dibuat tidak didukung oleh data yang diberikan.Murid dapat membandingkan satu aspek (misalnya hanya infiltrasi saja) antara lahan bervege­tasi dan lahan gundul, dengan mengacu pada data meskipun tidak lengkap.Murid dapat membandingkan dua atau lebih aspek (infiltrasi, risiko banjir, ketersediaan air tanah) antara kedua jenis lahan dengan menggunakan data secara tepat dan menarik kesimpulan yang logis.Murid dapat membandingkan secara komprehensif minimal tiga aspek antara lahan bervege­tasi dan lahan gundul, menggunakan seluruh data yang tersedia sebagai bukti, menarik kesimpulan yang tepat, dan mampu menghubungkan perbandingan tersebut dengan implikasi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih.
Partisipasi dalam diskusi dan kolaborasi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi berarti pada penyelesaian LKM atau Kartu Dampak.Murid ikut berpartisipasi dalam diskusi kelompok namun kontribusinya terbatas, misalnya hanya menyetujui pendapat orang lain tanpa menambahkan ide.Murid aktif menyampaikan pendapat dan ide dalam diskusi kelompok, mendengarkan pendapat teman, dan ikut berkontribusi pada pengisian LKM dan pembuatan Kartu Dampak.Murid secara konsisten memberikan kontribusi bermakna dalam diskusi, mendorong teman yang diam untuk berbicara, membantu merumuskan kesimpulan berbasis data, dan mampu menjelaskan hasil kerja kelompok kepada kelompok lain saat Gallery Walk.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami hubungan antara aktivitas manusia dan gangguan siklus air setelah tahap Memahami? Kelompok murid mana yang masih memerlukan penguatan konsep?
  • Apakah data yang disediakan dalam LKM cukup jelas dan sesuai level pemahaman murid kelas 5? Perlu penyesuaian apa untuk pertemuan atau tahun ajaran berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu dipercepat atau diperlambat?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berhasil mengakomodasi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dampak aktivitas manusia terhadap siklus air adalah...
  • Dari tiga aktivitas manusia yang kita pelajari (penebangan hutan, pembetonan lahan, pencemaran), yang menurutku paling berbahaya bagi ketersediaan air bersih adalah ... karena ...
  • Setelah belajar hari ini, satu tindakan nyata yang bisa aku lakukan untuk membantu menjaga siklus air di lingkungan sekitarku adalah...
  • Bagian dari pembelajaran hari ini yang masih membuatku bingung atau ingin aku pelajari lebih lanjut adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi, Bab 4 'Air Sumber Kehidupan' — khususnya subbab dampak aktivitas manusia terhadap siklus air (halaman sekitar 78–85).
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi, Bab 4 — panduan kegiatan pembelajaran dan kunci jawaban pertanyaan diskusi.
  3. Video pendek atau foto perbandingan: lahan berhutan vs. lahan gundul vs. lahan beton (dapat diunduh dari YouTube EDU atau sumber terpercaya seperti KLHK, BRIN, atau Kemendikbud).
  4. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi tabel perbandingan data lahan bervege­tasi dan lahan gundul — disiapkan guru.
  5. Kartu Dampak (kertas HVS A5 atau karton manila kecil) — satu per kelompok untuk kegiatan Gallery Walk.
  6. Data sederhana persentase infiltrasi dan aliran permukaan dari dua tipe lahan berbeda (dapat bersumber dari Buku Siswa, data BPS, atau data ilustratif yang disiapkan guru).
  7. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk membuat bagan konsep bersama.
  8. Lembar asesmen akhir (soal pilihan berganda dan uraian) — disiapkan dan digandakan guru sebelum pembelajaran.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.