Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Ke Mana Air Mengalir: Menelusuri Arah Aliran Air di Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Ke Mana Air Mengalir: Menelusuri Arah Aliran Air di Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Ke Mana Air Mengalir: Menelusuri Arah Aliran Air di Lingkungan

IPAS - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Ke Mana Air Mengalir: Menelusuri Arah Aliran Air di Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKe Mana Air Mengalir: Menelusuri Arah Aliran Air di Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arah aliran air di permukaan (sungai, danau, laut) dan di dalam tanah (infiltrasi) berdasarkan pengamatan peta dan gambar.
  2. Murid dapat membuat prediksi tentang ke mana air hujan akan mengalir di suatu wilayah berdasarkan kondisi permukaan tanah yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu menuangkan air di halaman sekolah saat hujan, kira-kira air itu akan pergi ke mana?
  2. Mengapa sungai selalu mengalir dari pegunungan menuju laut, bukan sebaliknya?
  3. Pernahkah kamu melihat genangan air setelah hujan? Mengapa ada tempat yang tergenang dan ada yang tidak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum belajar.
  • Guru melakukan absensi dan memastikan kondisi kelas kondusif.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua gambar — satu gambar daerah pegunungan berhutan dan satu gambar daerah perkotaan beraspal — lalu bertanya, 'Menurutmu, ke mana air hujan akan pergi di masing-masing tempat ini? Tuliskan jawabanmu di sticky note atau selembar kertas kecil.' Guru mengumpulkan jawaban untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid merespons secara lisan secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menelusuri ke mana air mengalir di permukaan dan di dalam tanah, serta melatih kemampuan membuat prediksi ilmiah.
  • Guru menyampaikan gambaran kegiatan: mengamati peta, melakukan penyelidikan singkat, dan membuat prediksi tertulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) dan membagikan peta provinsi tempat tinggal murid serta lembar kerja pengamatan.
  • Guru menampilkan gambar atau poster yang menunjukkan: (a) aliran sungai dari hulu ke hilir, (b) proses infiltrasi air ke dalam tanah, (c) penampang danau dan laut sebagai muara aliran. Guru menjelaskan secara singkat konsep kunci: air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, hulu–hilir, dan infiltrasi.
  • Murid diminta mengisi tabel 'Amati–Pikirkan–Ingin Tahu' berdasarkan gambar dan peta: (a) tunjukkan di peta bagian yang merupakan tempat air berada di permukaan bumi, (b) prediksi apakah air di tempat tersebut akan tetap di sana atau bergerak.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan hasil pengamatan awal mereka pada lembar kerja.
  • Guru berkeliling, memberi pertanyaan pancingan: 'Lihat simbol kontur di peta — daerah mana yang lebih tinggi? Ke mana kira-kira air akan bergerak dari sana?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu kegiatan 'Ayo Menyelidiki': setiap kelompok mendapat kartu skenario yang menggambarkan kondisi permukaan tanah berbeda (misalnya: tanah berpasir di dekat pantai, tanah liat di persawahan, tanah berbatu di pegunungan, tanah beraspal di perkotaan).
  • Berdasarkan kartu skenario, tiap kelompok bertugas menjawab pertanyaan penyelidikan: 'Jika hujan turun di wilayah ini, ke mana air akan mengalir? Berapa banyak yang meresap ke tanah dan berapa yang mengalir di permukaan?' Murid menuliskan prediksi dan alasannya secara terstruktur di lembar kerja.
  • Kelompok menggambar sketsa sederhana (diagram panah) menunjukkan arah aliran air di skenario wilayah mereka — dari titik hujan jatuh, ke mana air bergerak di permukaan, dan bagian mana yang meresap ke tanah.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan prediksi dan sketsa mereka secara singkat (2 menit per kelompok) kepada kelompok lain menggunakan bahasa ilmiah sederhana.
  • Kelompok pendengar diberi kesempatan memberikan satu pertanyaan atau satu tanggapan untuk setiap presentasi — guru memfasilitasi agar diskusi singkat dan fokus.
  • Guru memberikan umpan balik formatif langsung: mengonfirmasi konsep yang benar dan meluruskan miskonsepsi dengan pertanyaan, bukan langsung memberi jawaban.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu kembali ke sticky note/kertas jawaban awal yang mereka tulis di pendahuluan, lalu membandingkan: 'Apakah prediksi awalku tadi benar? Apa yang berubah dari pemahamanku setelah kegiatan ini?'
  • Murid menuliskan di buku catatan: (a) satu hal yang baru mereka pahami tentang arah aliran air, (b) satu pertanyaan yang masih ingin mereka tahu jawabannya.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: beberapa murid berbagi 'hal baru' yang mereka tulis — guru menghubungkan temuan murid dengan konsep siklus air yang akan dipelajari lebih dalam di pertemuan berikutnya.
  • Guru bertanya: 'Kalau di wilayah kita banyak pohon ditebang dan tanah diganti aspal, apa yang mungkin terjadi pada aliran air hujan? Apakah itu masalah?' — mendorong murid menghubungkan konsep dengan isu lingkungan nyata.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah melalui permukaan (sungai, selokan, menuju laut/danau) dan sebagian meresap ke dalam tanah (infiltrasi) tergantung kondisi permukaan.
  • Asesmen akhir: Guru membagikan kartu exit ticket dengan dua pertanyaan — (1) 'Jelaskan dengan kata-katamu sendiri ke mana air hujan mengalir setelah menyentuh permukaan tanah di daerah perkotaan.' (2) 'Berikan satu prediksi: apa yang terjadi pada aliran air jika hujan turun di daerah pegunungan berhutan lebat?' Murid mengisi secara individu dan mengumpulkan sebelum pulang.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja sama kelompok hari ini.
  • Guru menyampaikan koneksi ke pertemuan berikutnya: 'Hari ini kita sudah tahu ke mana air mengalir — pertemuan berikutnya kita akan menelusuri bagaimana air bisa kembali ke langit dalam siklus air.'
  • Murid berdoa penutup dan pembelajaran diakhiri.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan peta dengan tanda panah arah aliran sungai yang sudah sebagian terisi, serta kartu konsep bergambar tentang hulu-hilir dan infiltrasi sebagai bantuan visual. Murid yang sudah memahami konsep dasar dengan cepat diberikan kartu skenario dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi (misalnya wilayah dengan campuran kondisi tanah).
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan dukungan lebih dipandu dengan pertanyaan scaffold bertahap dari guru: 'Mana yang lebih tinggi — gunung atau pantai? Ke mana bola menggelinding jika dilepas di bukit?' sebelum mengaitkan dengan aliran air. Murid yang cepat memahami didorong untuk memikirkan lebih dari satu rute aliran air dalam skenario mereka dan mendiskusikan faktor yang memengaruhi perbedaannya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyampaikan prediksi secara lisan kepada guru atau menggambar sketsa dengan label sederhana. Murid yang sudah berkembang dapat membuat diagram aliran air yang lebih rinci disertai penjelasan tertulis menggunakan kosakata ilmiah (hulu, hilir, infiltrasi, muara, permukaan kedap air).

ASESMEN

Awal:

  • Sebelum kegiatan inti dimulai, guru menampilkan dua gambar (daerah pegunungan berhutan vs. daerah perkotaan berlapisan aspal) dan meminta murid menuliskan prediksi ke mana air hujan akan pergi di masing-masing tempat pada sticky note atau kertas kecil.
  • Guru mengumpulkan jawaban dan secara cepat mengelompokkan: murid yang sudah memiliki konsep arah aliran yang benar, murid yang masih memiliki miskonsepsi, dan murid yang belum memiliki gambaran sama sekali. Hasil ini digunakan untuk menyesuaikan scaffolding selama kegiatan inti.

Proses:

  • Guru berkeliling saat murid mengisi tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu dan memberikan pertanyaan pancingan untuk memastikan murid tidak sekadar menyalin tanpa berpikir.
  • Guru memantau lembar kerja prediksi kelompok — mengecek apakah prediksi disertai alasan yang merujuk pada kondisi permukaan tanah (bukan sekadar tebakan).
  • Selama presentasi kelompok, guru mencatat pada lembar observasi: apakah murid menggunakan istilah hulu, hilir, infiltrasi dengan tepat; apakah prediksi didukung oleh logika yang sesuai konsep.
  • Murid melakukan penilaian sejawat singkat: setelah setiap kelompok presentasi, kelompok pendengar memberikan satu bintang (hal yang sudah baik) dan satu bulan sabit (hal yang masih bisa diperkuat).

Akhir:

  • Exit ticket individu dengan dua pertanyaan tertulis yang dikerjakan selama 5 menit di akhir pembelajaran sebelum penutup.
  • Pertanyaan 1 (TP 5.4.2.1): 'Jelaskan dengan kata-katamu sendiri ke mana air hujan mengalir setelah menyentuh permukaan tanah di daerah perkotaan yang banyak aspalnya. Sebutkan minimal dua tempat yang dilalui air.'
  • Pertanyaan 2 (TP 5.4.2.2): 'Bayangkan hujan turun di sebuah desa di kaki pegunungan yang masih banyak pohonnya dan tanahnya gembur. Buat prediksimu: ke mana air hujan itu akan pergi? Berikan alasanmu berdasarkan kondisi tanahnya.'
  • Guru menilai exit ticket menggunakan rubrik 4 level dan menggunakannya sebagai dasar perencanaan pembelajaran berikutnya.

Formatif:

  • Pengamatan guru saat murid berdiskusi kelompok mengisi tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu (cek apakah murid mengidentifikasi posisi air di peta dengan tepat).
  • Pemantauan lembar kerja prediksi dan sketsa diagram aliran air saat kelompok bekerja — guru memberi umpan balik lisan langsung.
  • Observasi selama presentasi kelompok: kualitas argumen prediksi dan penggunaan konsep hulu, hilir, infiltrasi.
  • Perbandingan jawaban sticky note awal vs catatan refleksi akhir murid sebagai bukti perubahan pemahaman.

Sumatif:

  • Exit ticket individu di akhir pembelajaran: (1) menjelaskan arah aliran air hujan di daerah perkotaan, (2) membuat prediksi aliran air di daerah pegunungan berhutan — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arah aliran air di permukaan dan di dalam tanah (TP 5.4.2.1)Murid belum dapat menunjukkan atau menjelaskan arah aliran air, atau penjelasannya tidak sesuai dengan konsep dasar (misalnya menyebut air mengalir ke atas).Murid dapat menyebutkan bahwa air mengalir ke tempat yang lebih rendah, tetapi belum dapat menghubungkannya dengan komponen spesifik (sungai, danau, laut, atau infiltrasi).Murid dapat menjelaskan arah aliran air permukaan (dari hulu ke hilir menuju laut/danau) dan menyebutkan bahwa sebagian air meresap ke tanah (infiltrasi) dengan tepat berdasarkan gambar atau peta.Murid dapat menjelaskan secara runtut aliran air dari hulu ke hilir, menyebutkan faktor yang memengaruhi infiltrasi (jenis/kondisi tanah), dan menghubungkannya dengan pengamatan peta secara mandiri menggunakan kosakata ilmiah yang tepat.
Membuat prediksi arah aliran air hujan berdasarkan kondisi permukaan tanah (TP 5.4.2.2)Murid tidak membuat prediksi, atau prediksinya tidak disertai alasan apapun yang berkaitan dengan kondisi permukaan tanah.Murid membuat prediksi sederhana (misalnya 'air mengalir ke sungai') tetapi alasannya belum dikaitkan secara spesifik dengan kondisi permukaan tanah yang diamati.Murid membuat prediksi yang logis tentang arah aliran air dan mengaitkannya dengan kondisi permukaan tanah yang diamati (misalnya tanah keras/aspal vs. tanah gembur/berpasir) dengan alasan yang memadai.Murid membuat prediksi yang rinci dan terstruktur, mengaitkan kondisi permukaan tanah dengan besar-kecilnya infiltrasi dan kecepatan aliran permukaan, serta mampu menjelaskan perbedaan prediksi untuk dua kondisi wilayah berbeda dengan argumen ilmiah yang kuat.
Kolaborasi dan partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok atau tidak memberikan kontribusi apapun pada lembar kerja bersama.Murid sesekali terlibat dalam diskusi namun kontribusinya terbatas; lebih banyak mengikuti pendapat anggota lain tanpa menyampaikan ide sendiri.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat sendiri, dan mendengarkan pendapat anggota lain dengan baik saat menyusun prediksi dan sketsa kelompok.Murid secara konsisten berkontribusi aktif, mendorong anggota kelompok lain untuk berpendapat, membantu merangkum hasil diskusi, dan mampu memimpin presentasi dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bukti apa yang saya lihat?
  • Seberapa banyak murid yang sudah dapat menjelaskan konsep hulu-hilir dan infiltrasi dengan kata-kata mereka sendiri di akhir pembelajaran?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih? Apa yang perlu saya sesuaikan?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Miskonsepsi apa yang muncul dari jawaban exit ticket murid, dan bagaimana saya akan menanganinya di awal pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Sebelum pelajaran hari ini, aku mengira air hujan akan pergi ke... Sekarang aku tahu bahwa...
  • Hal baru yang paling menarik yang aku pelajari hari ini tentang aliran air adalah...
  • Satu pertanyaan yang masih ingin aku temukan jawabannya setelah pelajaran hari ini adalah...
  • Dalam kegiatan kelompok hari ini, aku sudah berkontribusi dengan cara... dan hal yang ingin aku perbaiki dalam kerja kelompok berikutnya adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi — Bab IV 'Air Sumber Kehidupan', Topik A 'Ke Mana Air Mengalir' (halaman 74 dst.)
  2. Panduan Guru IPAS Kelas V SD/MI Edisi Revisi — Bab IV, bagian Aktivitas Pembelajaran Topik A (halaman 114 dst.)
  3. Peta provinsi tempat tinggal murid (dari buku atlas kelas atau cetak dari sumber daring)
  4. Gambar/poster ilustrasi aliran air: hulu–hilir sungai, proses infiltrasi, penampang danau dan laut (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  5. Lembar kerja tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu (disiapkan guru)
  6. Lembar kerja prediksi dan sketsa diagram aliran air (disiapkan guru)
  7. Kartu skenario kondisi permukaan tanah (disiapkan guru: 4 variasi — tanah berpasir, tanah liat, tanah berbatu, tanah beraspal)
  8. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal dan exit ticket
  9. Alat tulis dan pewarna/spidol untuk membuat sketsa diagram

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.