Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Evaluasi Dampak Aktivitas Manusia dan Upaya Menjaga Ekosistem

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Evaluasi Dampak Aktivitas Manusia dan Upaya Menjaga Ekosistem". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Evaluasi Dampak Aktivitas Manusia dan Upaya Menjaga Ekosistem

IPAS - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Evaluasi Dampak Aktivitas Manusia dan Upaya Menjaga Ekosistem

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikEvaluasi Dampak Aktivitas Manusia dan Upaya Menjaga Ekosistem
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan evaluasi berbasis bukti, murid dapat mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya dan memberikan alasan berdasarkan data yang diperoleh.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengusulkan minimal dua perilaku atau tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kalian berjalan ke sawah, sungai, atau kebun di sekitar rumah, apa perubahan yang paling kalian rasakan dibanding beberapa tahun lalu? Apa yang kira-kira menyebabkan perubahan itu?
  2. Dari semua aktivitas manusia yang sudah kita pelajari, mana menurutmu yang paling berbahaya bagi ekosistem — dan bagaimana cara membuktikannya?
  3. Jika kamu bisa mengubah satu kebiasaan di keluarga atau lingkungan sekolahmu untuk melindungi ekosistem, kebiasaan apa yang akan kamu pilih dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid duduk dalam formasi kelompok (4–5 orang per kelompok) yang sudah ditentukan sejak awal.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan tiga gambar cepat di papan tulis atau layar (alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan; sungai tercemar sampah plastik; penebangan pohon liar) lalu bertanya lisan, 'Menurutmu gambar mana yang paling merusak ekosistem? Angkat tangan untuk gambar pilihan kalian.' Guru mencatat distribusi jawaban sebagai acuan penyesuaian kegiatan inti.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua secara lisan, memberi waktu 2 menit untuk murid berdiskusi singkat berpasangan (think-pair), kemudian beberapa pasang berbagi jawaban.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara ringkas: 'Hari ini kita akan mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak pada ekosistem kita, lalu bersama-sama merancang tindakan nyata yang bisa kita lakukan untuk menjaganya.'
  • Guru mengingatkan kesepakatan kelas selama diskusi: mendengarkan dengan hormat, memberikan alasan berbasis data/fakta, dan menghargai pendapat berbeda.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Kartu Data Bukti kepada setiap kelompok. Setiap kartu berisi satu kasus aktivitas manusia di ekosistem lokal (mis. pembakaran sampah, penggunaan pestisida berlebih, pembuangan limbah ke sungai, alih fungsi lahan, pengambilan pasir sungai) dilengkapi fakta singkat: jenis ekosistem yang terdampak, komponen biotik/abiotik yang berubah, dan dampak yang sudah terlihat.
  • Murid dalam kelompok membaca dan mendiskusikan kartu data masing-masing selama 5 menit. Setiap anggota wajib mencatat satu poin penting yang paling mengejutkan dari kasus kelompoknya di buku tugas.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan kasusnya dalam 1–2 menit ('Galeri Bukti Singkat') kepada seluruh kelas. Kelompok lain menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan klarifikasi.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: mengaitkan kasus-kasus yang dipresentasikan dengan konsep keseimbangan ekosistem yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya (hubungan biotik-abiotik, rantai makanan, jaring-jaring makanan). Guru menuliskan kata kunci di papan tulis sebagai peta konsep sederhana.
  • Murid mencatat peta konsep di buku tugasnya sebagai bekal evaluasi pada tahap berikutnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Evaluasi Dampak (LKED). LKED berisi tabel dengan kolom: Aktivitas Manusia | Komponen Ekosistem yang Terdampak | Skala Dampak (1–3) | Alasan Berbasis Bukti | Usulan Tindakan Nyata.
  • Setiap kelompok bertugas mengisi LKED untuk SEMUA kasus yang sudah dipresentasikan (bukan hanya kasus kelompoknya), menggunakan data dari Kartu Data Bukti dan catatan diskusi 'Galeri Bukti Singkat' sebagai sumber bukti.
  • Setelah mengisi tabel, kelompok berdiskusi untuk menetapkan satu aktivitas manusia yang menurut mereka paling berdampak dan menuliskan argumen pilihan tersebut dengan minimal dua data pendukung dari kartu/diskusi sebelumnya.
  • Kelompok kemudian mengisi kolom 'Usulan Tindakan Nyata': minimal dua perilaku spesifik yang dapat dilakukan oleh siswa kelas 5, keluarga, atau warga sekolah untuk mengatasi dampak aktivitas manusia yang mereka pilih. Usulan harus realistis dan dapat dilakukan di lingkungan sekitar.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik lisan kepada setiap kelompok ('Alasanmu sudah bagus, coba tambahkan data spesifik dari kartu tadi.'), dan mencatat kelompok yang perlu bantuan tambahan.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil LKED-nya dalam 2 menit. Kelompok lain memberikan satu komentar atau pertanyaan. Guru memfasilitasi agar argumen antar kelompok saling melengkapi dan tidak hanya saling setuju.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh kelas membuat 'Papan Komitmen Kelas' bersama. Di papan tulis atau kertas plano, guru menuliskan kolom: Nama | Dua Perilaku Nyata yang Akan Aku Lakukan | Ekosistem yang Akan Terlindungi.
  • Secara individu, setiap murid menuliskan komitmennya di selembar kertas kecil (sticky note atau potongan kertas) menggunakan kalimat: 'Untuk menjaga ekosistem..., aku berkomitmen akan melakukan... dan...' Lalu menempelkan kertasnya di Papan Komitmen Kelas.
  • Guru memfasilitasi murid melakukan pengecekan mandiri: masing-masing membaca komitmen temannya dan memberi tanda bintang kecil pada satu komitmen yang menurutnya paling berdampak (asesmen sejawat sederhana).
  • Murid secara individu menjawab dua pertanyaan refleksi di buku tugasnya: (1) 'Apa satu hal baru yang paling mengubah cara pandangmu tentang peran manusia di ekosistem hari ini?' (2) 'Apa kesulitan yang kamu hadapi saat mencari alasan berbasis bukti, dan bagaimana cara mengatasinya ke depan?'
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membacakan refleksinya dan merespons dengan apresiasi dan pertanyaan lanjutan yang mendorong pemikiran lebih dalam.
  • Guru menegaskan bahwa Papan Komitmen Kelas akan dipajang di sudut kelas dan akan dievaluasi bersama pada pertemuan mendatang untuk melihat apakah komitmen sudah dijalankan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid membuat rangkuman bersama secara lisan: 'Aktivitas manusia apa yang paling berdampak menurut diskusi kita hari ini, dan tindakan apa yang bisa kita ambil?' Beberapa murid diminta menyumbang satu poin.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengisi Exit Ticket (selembar kertas) berisi dua pertanyaan — (1) Sebutkan satu aktivitas manusia yang menurutmu paling mengancam ekosistem di sekitar kita dan berikan satu alasan berbasis bukti; (2) Sebutkan dua tindakan nyata yang dapat kamu lakukan untuk menjaga ekosistem.
  • Guru mengumpulkan Exit Ticket sebagai data sumatif pertemuan ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid melihat Papan Komitmen sekali lagi dan mengingatkan bahwa menjaga ekosistem dimulai dari tindakan kecil sehari-hari yang konsisten.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan menutup kelas.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih (cepat) menerima Kartu Data Bukti dengan dua kasus sekaligus dan diminta membandingkan dampaknya secara kritis. Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) menerima kartu yang dilengkapi kosakata kunci bergambar dan pertanyaan panduan ('Komponen apa yang berubah? Mengapa berbahaya?') untuk membantu mereka mengisi LKED.
  • Proses: Selama diskusi kelompok, guru memprioritaskan pendampingan kepada kelompok yang berisi murid dengan kebutuhan dukungan lebih. Murid yang sudah selesai lebih awal diminta membuat argumen tandingan: 'Apakah ada sudut pandang lain yang menyatakan aktivitas ini tidak terlalu berbahaya? Bagaimana kamu meyangkalnya dengan data?'
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat menambahkan kolom 'Dampak Jangka Panjang (10 Tahun ke Depan)' pada LKED mereka dan mempresentasikannya sebagai bonus. Murid yang membutuhkan dukungan boleh menyampaikan komitmen dan refleksi mereka secara lisan kepada guru sebagai pengganti tulisan.

ASESMEN

Awal:

  • Asesmen diagnostik visual di pendahuluan: guru menampilkan tiga gambar aktivitas manusia yang merusak ekosistem, murid memilih yang paling berdampak dengan mengangkat tangan. Guru mencatat distribusi jawaban untuk memetakan pemahaman awal.
  • Diskusi think-pair singkat tentang pertanyaan pemantik pertama dan kedua: guru mendengar jawaban murid untuk mengidentifikasi miskonsepsi atau kesenjangan pemahaman sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat 'Galeri Bukti Singkat': apakah murid dapat menyampaikan fakta dari kartu data dengan benar dan menjawab pertanyaan klarifikasi kelompok lain.
  • Pemantauan LKED selama kegiatan kelompok: guru mengecek apakah setiap murid aktif berkontribusi, apakah alasan yang ditulis berbasis data bukan opini semata, dan apakah usulan tindakan realistis.
  • Pertanyaan refleksi tertulis individu di tahap Merefleksi: guru membaca jawaban untuk mengidentifikasi murid yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Exit Ticket individual: murid menuliskan (1) satu aktivitas manusia paling berdampak pada ekosistem beserta satu alasan berbasis bukti, dan (2) dua tindakan nyata yang dapat mereka lakukan. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • LKED kelompok dikumpulkan dan dinilai guru menggunakan rubrik aspek 'Evaluasi Aktivitas Manusia' dan 'Usulan Tindakan Nyata'.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi think-pair di pendahuluan: guru mencatat apakah murid dapat mengidentifikasi dampak aktivitas manusia berdasarkan gambar.
  • Pemantauan pengisian LKED selama kegiatan Mengaplikasi: guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada kelompok mengenai kualitas alasan berbasis bukti.
  • Asesmen sejawat pada Papan Komitmen Kelas: murid memberikan tanda bintang pada komitmen teman yang paling berdampak, melatih kemampuan evaluasi kritis.
  • Pertanyaan refleksi individu di buku tugas (tahap Merefleksi) sebagai data proses pemahaman dan metakognisi murid.

Sumatif:

  • Exit Ticket dua pertanyaan di akhir pembelajaran: (1) satu aktivitas manusia paling mengancam ekosistem beserta alasan berbasis bukti; (2) dua tindakan nyata untuk menjaga ekosistem. Digunakan guru untuk menilai ketercapaian TP 5.3.9.1 dan 5.3.9.2.
  • LKED (Lembar Kerja Evaluasi Dampak) yang dikumpulkan sebagai produk kelompok: dinilai berdasarkan kelengkapan data, kualitas argumen, dan relevansi usulan tindakan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Aktivitas Manusia Berbasis Bukti (TP 5.3.9.1)Murid menyebutkan aktivitas manusia yang berdampak pada ekosistem tetapi tidak memberikan alasan atau alasan tidak relevan dengan data.Murid menyebutkan aktivitas manusia yang berdampak dan memberikan satu alasan, namun alasan masih bersifat umum dan belum mengacu pada data spesifik dari kartu/diskusi.Murid mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak dan mendukungnya dengan minimal satu data spesifik dari kartu atau diskusi kelas secara logis.Murid mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak, mendukungnya dengan minimal dua data spesifik, membandingkannya dengan kasus lain, dan memberikan alasan yang koheren dan terstruktur.
Usulan Tindakan Nyata untuk Menjaga Ekosistem (TP 5.3.9.2)Murid tidak mampu mengusulkan tindakan nyata, atau usulan yang diberikan tidak berkaitan dengan menjaga keseimbangan ekosistem.Murid mengusulkan satu tindakan nyata yang relevan dengan menjaga ekosistem, namun tindakan masih sangat umum atau belum spesifik untuk lingkungan sekitarnya.Murid mengusulkan dua tindakan nyata yang relevan dan spesifik untuk lingkungan sekitarnya, dengan penjelasan singkat mengapa tindakan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem.Murid mengusulkan dua atau lebih tindakan nyata yang spesifik, realistis, dan dilengkapi penjelasan hubungan kausal antara tindakan tersebut dan dampaknya terhadap komponen ekosistem secara konkret.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok atau menghambat jalannya diskusi.Murid mengikuti diskusi kelompok tetapi kontribusinya terbatas; lebih banyak mendengarkan daripada memberikan ide.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi, menyampaikan pendapat dengan alasan, dan merespons ide anggota kelompok dengan konstruktif.Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok secara aktif, mendorong anggota lain untuk berkontribusi, dan memastikan setiap anggota memahami hasil diskusi sebelum dicatat.
Refleksi Diri dan Kesadaran Peran PribadiMurid tidak mampu menuliskan refleksi bermakna; jawaban sangat singkat atau tidak relevan.Murid menuliskan refleksi singkat tentang hal baru yang dipelajari tetapi belum mengaitkannya dengan peran pribadi atau tindakan ke depan.Murid menuliskan refleksi yang mengidentifikasi satu hal baru yang mengubah cara pandangnya dan menghubungkannya dengan komitmen tindakan nyata ke depan.Murid menuliskan refleksi mendalam yang mengidentifikasi perubahan cara pandang, mengakui kesulitan dalam proses berpikir berbasis bukti, dan merumuskan strategi konkret untuk meningkatkan kemampuannya ke depan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan 'Galeri Bukti Singkat' berhasil memastikan semua murid memahami berbagai kasus aktivitas manusia sebelum mengisi LKED? Apa yang perlu diperbaiki dari teknik ini?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang paling membutuhkan penyesuaian waktu?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan (kartu data dengan panduan vs. tantangan tambahan) efektif menjangkau murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Sejauh mana murid berhasil memberikan alasan berbasis bukti (bukan sekadar opini)? Apa intervensi yang bisa dilakukan pada pertemuan berikutnya untuk memperkuat keterampilan ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang paling mengubah cara pandangmu tentang peran manusia di ekosistem hari ini?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat harus memberikan alasan berbasis bukti — dan bagaimana kamu mengatasinya?
  • Dari dua komitmen yang kamu tulis di Papan Komitmen Kelas, mana yang menurutmu paling mudah dilakukan mulai besok dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 3: Harmoni dalam Ekosistem, Topik C: Peran Manusia dalam Ekosistem
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab III, halaman 91–98
  3. Kartu Data Bukti (dibuat guru): 5 kartu kasus aktivitas manusia yang merusak ekosistem lokal, masing-masing berisi fakta singkat tentang dampak pada komponen biotik dan abiotik
  4. Lembar Kerja Evaluasi Dampak (LKED): tabel evaluasi dengan kolom aktivitas, komponen terdampak, skala dampak, alasan berbasis bukti, dan usulan tindakan nyata
  5. Kertas sticky note atau potongan kertas untuk Papan Komitmen Kelas
  6. Papan tulis atau kertas plano untuk Papan Komitmen Kelas dan peta konsep bersama
  7. Lembar Exit Ticket (disiapkan guru): dua pertanyaan asesmen akhir
  8. Gambar/foto atau tayangan digital tiga aktivitas manusia yang merusak ekosistem (untuk asesmen awal diagnostik)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.