Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerahku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerahku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerahku

IPAS - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerahku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKeragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerahku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan keragaman budaya daerah (bahasa daerah, seni, adat istiadat) berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal daerah dengan upaya memajukan kehidupan masyarakat daerah masa kini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja budaya khas yang ada di daerahmu, dan mengapa budaya itu masih dijaga hingga sekarang?
  2. Pernahkah kamu mengikuti adat istiadat atau tradisi di daerahmu? Apa nilai yang kamu pelajari dari tradisi tersebut?
  3. Bagaimana nilai-nilai kearifan lokal daerahmu bisa membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik di masa sekarang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid. (5 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan asesmen awal: guru menampilkan 3–4 gambar kebudayaan daerah (tarian, pakaian adat, rumah adat, bahasa daerah) dan menanyakan secara lisan 'Budaya apa ini dan dari daerah mana?' untuk mengukur pengetahuan awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan keragaman budaya daerah dan menghubungkannya dengan kearifan lokal serta kemajuan masyarakat. (2 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Apa saja budaya khas yang ada di daerahmu, dan mengapa budaya itu masih dijaga hingga sekarang?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta Indonesia sederhana dan mengajak murid mengamati persebaran keragaman budaya (bahasa daerah, seni, adat istiadat) dari berbagai wilayah. Murid mencatat minimal 3 contoh budaya daerah yang mereka amati. (Berkesadaran — murid diajak hadir penuh dan memperhatikan dengan saksama.)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Dari contoh-contoh tadi, nilai apa yang terkandung di dalam tradisi atau adat istiadat tersebut?' Murid menyebutkan nilai-nilai seperti gotong royong, menghormati alam, atau menghargai sesama. (Bermakna — menghubungkan budaya dengan nilai kehidupan nyata.)
  • Guru menjelaskan konsep kearifan lokal secara ringkas: kearifan lokal adalah nilai-nilai dan pengetahuan yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat untuk menjaga keselarasan hidup. Guru memberikan 2–3 contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid. (Berkesadaran)
  • Murid membaca teks pendek dari buku siswa tentang warisan budaya benda dan tak benda, lalu mengisi tabel sederhana di lembar kerja: kolom jenis budaya, contoh budaya, dan nilai kearifan lokal yang terkandung. (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 4–5 kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat 'Kartu Budaya Daerah' yang berisi nama satu budaya lokal (misalnya: Upacara Seren Taun, Tari Saman, Tradisi Bakar Batu, Batik, atau budaya lokal setempat yang relevan). (Menggembirakan — pendekatan berbasis permainan kartu.)
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk: (1) mengidentifikasi jenis budaya tersebut (bahasa/seni/adat istiadat), (2) menggali nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, dan (3) menghubungkan nilai tersebut dengan satu upaya nyata yang bisa memajukan kehidupan masyarakat daerah masa kini. (Bermakna — murid mengaitkan budaya dengan konteks kehidupan nyata.)
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya pada selembar kertas besar atau poster mini dengan format: Nama Budaya → Nilai Kearifan Lokal → Manfaat bagi Masyarakat Masa Kini. (Kreativitas didorong melalui desain poster sederhana.)
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat (1–2 menit per kelompok) kepada kelas. Kelompok lain menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan atau komentar. (Komunikasi dan Kolaborasi)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah presentasi kelompok selesai, guru mengajak murid melakukan refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Dari semua budaya yang kita pelajari hari ini, nilai kearifan lokal mana yang menurutmu paling penting untuk dijaga? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan bergantian. (Berkesadaran — murid diminta mengevaluasi dan memaknai proses belajar.)
  • Murid mengisi lembar refleksi diri (3 pertanyaan singkat): (1) Budaya apa yang baru aku ketahui hari ini? (2) Nilai apa yang aku pelajari dari budaya tersebut? (3) Apa yang bisa aku lakukan untuk ikut menjaga budaya daerahku? (Bermakna — refleksi personal yang mengarah pada tindakan nyata.)
  • Guru memandu diskusi penutup: menghubungkan temuan kelompok-kelompok dengan gagasan besar bahwa kearifan lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal membangun masyarakat yang lebih kuat dan berkarakter di masa kini. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama merangkum poin-poin utama pembelajaran: ragam budaya daerah, konsep kearifan lokal, dan kaitannya dengan kemajuan masyarakat masa kini. (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: guru menyebutkan satu nama budaya, murid menyebutkan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mewawancarai satu anggota keluarga atau warga sekitar tentang satu tradisi lokal yang masih dijalankan, sebagai bahan diskusi pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengingatkan pentingnya bangga dan menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia, lalu menutup dengan doa bersama. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan Kartu Budaya dengan informasi lebih lengkap (deskripsi singkat budaya dan petunjuk nilai yang terkandung). Murid yang sudah mahir diberikan kartu budaya tanpa petunjuk dan ditantang mencari sendiri informasi tambahan dari buku atau sumber lain.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengerjakan tabel lembar kerja hanya 2 contoh budaya (bukan 3). Murid yang cepat dapat diminta menganalisis hubungan antar dua budaya dari daerah berbeda dan menemukan persamaan nilai kearifan lokalnya.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil diskusi kelompok: poster tertulis, cerita lisan, atau gambar ilustrasi singkat yang diberi keterangan. Hal ini memberi keleluasaan sesuai gaya ekspresi masing-masing murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3–4 gambar kebudayaan daerah (tarian, pakaian adat, rumah adat, tulisan aksara daerah) dan bertanya secara lisan: 'Budaya apa ini? Dari daerah mana? Apa yang kamu ketahui tentangnya?' Jawaban murid digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan tingkat penjelasan pada tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar checklist keaktifan: apakah murid mampu mengidentifikasi jenis budaya, menyebutkan nilai kearifan lokal, dan mengaitkannya dengan kehidupan masa kini.
  • Guru memberikan umpan balik lisan kepada kelompok saat sesi presentasi: menguatkan jawaban yang tepat dan memandu kelompok yang belum lengkap dengan pertanyaan pengarah.
  • Lembar kerja tabel individu (jenis budaya, contoh, nilai kearifan lokal) diperiksa guru secara berkeliling selama tahap Memahami sebagai umpan balik formatif.

Akhir:

  • Kuis lisan singkat: guru menyebutkan satu nama budaya daerah, murid menjawab nilai kearifan lokal yang terkandung dan satu cara nilai tersebut dapat memajukan masyarakat masa kini.
  • Penilaian poster mini kelompok menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan kelengkapan dan kedalaman konten.
  • Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) dikumpulkan sebagai bukti pemahaman dan kesadaran diri.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: memantau keaktifan, ketepatan identifikasi nilai kearifan lokal, dan kemampuan menghubungkan budaya dengan kehidupan masa kini.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan lembar checklist: apakah kelompok mampu menyebutkan nama budaya, nilai kearifan lokal, dan manfaatnya bagi masyarakat masa kini.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Kuis lisan singkat di penutup: guru menyebutkan satu nama budaya daerah, murid menjawab nilai kearifan lokal yang terkandung dan satu manfaatnya bagi masyarakat masa kini.
  • Poster mini kelompok dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: ketepatan identifikasi budaya, kedalaman penjelasan nilai kearifan lokal, dan relevansi dengan kehidupan masa kini.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan keragaman budaya daerah (bahasa daerah, seni, adat istiadat)Murid belum dapat menyebutkan contoh budaya daerah dengan benar, atau hanya menyebutkan budaya yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh budaya daerah dengan benar, namun belum dapat mengidentifikasi jenisnya (bahasa/seni/adat istiadat).Murid dapat menyebutkan 2–3 contoh budaya daerah dengan benar dan mengidentifikasi jenisnya secara tepat.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh budaya daerah dari berbagai jenis (bahasa, seni, adat istiadat) dengan penjelasan yang lengkap dan tepat.
Memahami nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam budaya daerahMurid belum dapat menjelaskan nilai kearifan lokal yang terkandung dalam budaya daerah yang disebutkan.Murid dapat menyebutkan satu nilai kearifan lokal secara umum (misalnya: 'budayanya bagus'), namun belum dapat menjelaskan nilai tersebut secara spesifik.Murid dapat menjelaskan satu nilai kearifan lokal secara spesifik dari budaya yang dipelajari dengan alasan yang logis.Murid dapat menjelaskan lebih dari satu nilai kearifan lokal secara spesifik dan mendalam, disertai contoh konkret dari kehidupan nyata.
Menghubungkan nilai kearifan lokal dengan upaya memajukan kehidupan masyarakat masa kiniMurid belum dapat membuat hubungan antara nilai kearifan lokal dengan kehidupan masyarakat masa kini.Murid dapat membuat hubungan yang masih sangat umum atau tidak jelas kaitannya (misalnya: 'supaya masyarakat maju').Murid dapat menghubungkan satu nilai kearifan lokal dengan satu upaya nyata yang relevan untuk memajukan masyarakat masa kini.Murid dapat menghubungkan beberapa nilai kearifan lokal dengan berbagai upaya nyata yang relevan dan kreatif untuk memajukan masyarakat daerah masa kini, disertai penjelasan yang koheren.
Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam kelompokMurid tidak aktif berdiskusi dan tidak berkontribusi dalam penyusunan poster maupun presentasi kelompok.Murid ikut hadir dalam diskusi kelompok namun kontribusinya sangat terbatas; presentasi disampaikan dengan kurang jelas.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok dan mampu menyampaikan hasil diskusi dengan cukup jelas saat presentasi.Murid sangat aktif dalam diskusi, memberikan ide yang konstruktif, dan mampu menyampaikan hasil diskusi dengan jelas, percaya diri, serta merespons pertanyaan dari kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi? Jika tidak, faktor apa yang menghambat keterlibatan mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid terhadap materi?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda?
  • Seberapa dalam murid mampu menghubungkan nilai kearifan lokal dengan kehidupan masa kini? Apa yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Budaya daerah apa yang baru kamu ketahui hari ini dan membuatmu paling penasaran? Mengapa?
  • Nilai kearifan lokal apa yang paling berkesan bagimu dari pelajaran hari ini? Bagaimana nilai itu bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu?
  • Apa yang menurutmu bisa dilakukan oleh anak-anak seusiamu untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya daerah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 5: Daerahku yang Bersejarah (sub-bab Warisan Budaya, Kekayaan Daerahku)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 SD/MI (Edisi Revisi)
  3. Peta Indonesia (konvensional atau digital) yang menampilkan persebaran budaya daerah
  4. Kartu Budaya Daerah (media cetak buatan guru berisi nama budaya, asal daerah, dan gambar ilustrasi)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD): tabel identifikasi budaya daerah dan nilai kearifan lokal
  6. Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan terstruktur)
  7. Gambar/foto kebudayaan daerah Indonesia (dapat ditampilkan melalui proyektor atau dicetak)
  8. Kertas besar / karton dan alat tulis warna untuk pembuatan poster mini kelompok
  9. Platform Merdeka Mengajar (sebagai referensi tambahan ATP dan bahan ajar digital)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.