Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pengaruh Letak Geografis terhadap Iklim dan Keragaman Hayati Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Pengaruh Letak Geografis terhadap Iklim dan Keragaman Hayati Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Pengaruh Letak Geografis terhadap Iklim dan Keragaman Hayati Indonesia

IPAS - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengaruh Letak Geografis terhadap Iklim dan Keragaman Hayati Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengaruh Letak Geografis terhadap Iklim dan Keragaman Hayati Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia (posisi khatulistiwa, dua samudra) terhadap iklim tropis dan keragaman hayati di wilayahnya.
  2. Murid dapat memberikan contoh keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman flora dan fauna yang ada berdasarkan informasi dari berbagai sumber.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat foto hutan hujan tropis yang lebat dan penuh warna? Menurutmu, mengapa hutan seperti itu banyak ditemukan di Indonesia, bukan di negara-negara kutub?
  2. Jika Indonesia pindah ke dekat kutub utara, kira-kira apakah kita masih bisa menemukan orangutan, badak bercula satu, dan burung cendrawasih di sini? Mengapa?
  3. Apa hubungannya antara letak Indonesia yang diapit dua samudra besar (Hindia dan Pasifik) dengan banyaknya jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk nyaman, lalu mengajak mereka memejamkan mata sejenak (15 detik) sambil membayangkan hutan hijau lebat yang penuh suara burung — sebagai pembuka kesadaran (mindful opening).
  • Guru menampilkan dua gambar kontras: foto hutan hujan tropis Indonesia yang rimbun dan foto padang salju di Eropa Utara. Guru bertanya: 'Kira-kira, apa yang membuat kedua tempat ini sangat berbeda?'
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru membagikan sticky note kepada setiap murid. Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat tentang apa yang mereka ketahui tentang 'khatulistiwa' dan 'iklim tropis'. Guru menempel sticky note di papan untuk memetakan pengetahuan awal kelas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah: 'Hari ini kita akan mencari tahu mengapa letak Indonesia yang unik membuat negara kita menjadi rumah bagi ribuan jenis makhluk hidup yang luar biasa.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk memicu rasa ingin tahu dan diskusi singkat selama 3 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka peta dunia (buku siswa halaman lampiran atau peta di dinding kelas). Bersama-sama, guru memandu murid menemukan: (a) garis khatulistiwa (equator) yang melewati Indonesia, (b) letak Samudra Hindia di sebelah barat-selatan, dan (c) letak Samudra Pasifik di sebelah timur-utara.
  • Guru menjelaskan konsep kunci secara singkat dan visual: posisi di khatulistiwa → sinar matahari berlimpah sepanjang tahun → suhu hangat dan stabil → mendukung pertumbuhan tumbuhan → iklim tropis. Penjelasan disertai diagram sederhana di papan tulis berupa panah: 'Khatulistiwa → Sinar Matahari Sepanjang Tahun → Suhu Hangat → Iklim Tropis'.
  • Guru menjelaskan kaitan dua samudra: letak di antara dua samudra → penguapan air tinggi → awan dan curah hujan tinggi → tanah subur → hutan lebat → keanekaragaman hayati tinggi. Guru meminta 2–3 murid mengulangi alur hubungan sebab-akibat ini dengan kata-kata mereka sendiri.
  • Guru menayangkan atau menunjukkan gambar beberapa flora dan fauna endemik Indonesia (orangutan, rafflesia arnoldii, burung cendrawasih, komodo) dan meminta murid menebak: 'Apakah hewan/tumbuhan ini bisa hidup di negara beriklim dingin? Mengapa?' untuk memperkuat pemahaman konsep.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapatkan 'Kartu Investigasi' berisi satu artikel singkat atau gambar bertema: (a) hutan hujan tropis Kalimantan dan satwa di dalamnya, (b) terumbu karang di Raja Ampat dan kehidupan lautnya, (c) perkebunan teh/kopi di dataran tinggi Jawa dan hubungannya dengan iklim, atau (d) padi sawah dan pengaruh curah hujan tinggi terhadap pertanian.
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan mengisi Lembar Kerja dengan pertanyaan: (1) Kondisi geografis apa yang membuat lokasi ini bisa memiliki kekayaan seperti ini? (2) Apa yang akan terjadi jika Indonesia tidak terletak di khatulistiwa atau tidak diapit dua samudra? (3) Tuliskan minimal 2 contoh flora atau fauna yang berkaitan dengan kondisi geografis di artikel kalian.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain dipersilakan memberi tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi jika ada setelah setiap kelompok presentasi. Guru mencatat kata kunci jawaban kelompok di papan tulis untuk membentuk peta konsep bersama.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan pernyataan tantangan di papan: 'Seorang teman berkata: Iklim tropis Indonesia tidak ada hubungannya dengan banyaknya jenis hewan dan tumbuhan di sini. Itu hanya kebetulan saja.' Murid diminta menuliskan tanggapan mereka terhadap pernyataan ini di selembar kertas kecil dengan menyertakan minimal satu bukti/alasan berdasarkan kegiatan hari ini.
  • Beberapa murid berbagi tanggapan mereka secara lisan. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memperdalam argumen murid.
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Sebagai warga Indonesia, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kekayaan hayati yang luar biasa ini agar tidak hilang?' — mengaitkan pemahaman geografis dengan tanggung jawab warga negara (dimensi kewargaan).
  • Murid secara mandiri mengisi bagian refleksi di Lembar Kerja: (1) Hal paling menarik yang saya pelajari hari ini adalah…, (2) Saya masih ingin tahu lebih lanjut tentang…, (3) Satu hal yang ingin saya lakukan setelah belajar ini adalah…

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dengan teknik 'Rangkum 3-2-1': 3 hal yang dipelajari, 2 contoh keterkaitan geografis dan hayati, 1 pertanyaan yang masih ingin dijawab.
  • Guru memberikan soal Asesmen Akhir berupa 2 soal tertulis singkat (esai pendek) yang dikerjakan secara mandiri selama 5–7 menit.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diajak mengamati lingkungan sekitar sekolah/rumah dan mencatat satu jenis tumbuhan atau hewan yang mereka temui, kemudian menuliskan bagaimana iklim Indonesia mendukung keberadaan makhluk hidup tersebut (tugas pengamatan informal).
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid bersyukur atas kekayaan alam Indonesia yang luar biasa, sebagai bentuk penghargaan terhadap ciptaan Tuhan (dimensi Keimanan dan Ketakwaan).
  • Salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih mendapatkan Kartu Investigasi versi sederhana dengan teks lebih pendek, gambar lebih banyak, dan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur (scaffolding). Murid yang sudah cepat memahami mendapatkan artikel tambahan tentang perbandingan keanekaragaman hayati Indonesia dengan negara lain di khatulistiwa (misalnya Brasil atau Kongo).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan (bukan kelompok besar) dengan bimbingan guru atau teman sebaya yang lebih mampu. Murid yang sudah siap dapat diberi peran sebagai 'juru bicara kelompok' atau diminta mengembangkan argumen lebih mendalam saat presentasi.
  • Produk: Murid bebas memilih cara menyajikan hasil diskusi kelompok: bisa dalam bentuk tulisan di Lembar Kerja, gambar bagan/peta konsep sederhana, atau penjelasan lisan. Murid yang ingin tantangan lebih dapat membuat mini-infografis tangan tentang 'Rantai Sebab-Akibat Letak Geografis Indonesia'.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note: setiap murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat tentang apa yang mereka ketahui tentang 'khatulistiwa' dan 'iklim tropis' sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengamati dan mengelompokkan sticky note ke tiga kategori: sudah paham, baru dengar, belum tahu — untuk menyesuaikan penekanan penjelasan di tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan checklist: apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu hubungan sebab-akibat antara letak geografis dan kondisi iklim/hayati.
  • Kualitas presentasi kelompok: murid dapat menyebutkan minimal 2 contoh flora atau fauna yang terkait kondisi geografis dengan alasan yang logis.
  • Tanggapan tertulis terhadap 'pernyataan tantangan' di tahap Merefleksi: guru menilai apakah murid mampu membangun argumen sederhana berbasis bukti dari pembelajaran hari ini.

Akhir:

  • Soal 1 (TP 5.1.7.1): 'Jelaskan bagaimana posisi Indonesia di garis khatulistiwa dan letak di antara dua samudra memengaruhi iklim dan keragaman hayati Indonesia. Gunakan alur sebab-akibat dalam jawabanmu!' (skor maksimal 10)
  • Soal 2 (TP 5.1.7.2): 'Sebutkan minimal 2 contoh nyata flora atau fauna Indonesia dan jelaskan bagaimana kondisi geografis Indonesia mendukung keberadaan mereka!' (skor maksimal 10)

Formatif:

  • Sticky note diagnostik di awal: guru memetakan pengetahuan awal murid tentang khatulistiwa dan iklim tropis.
  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling dan mencatat kualitas argumen dan keterlibatan murid menggunakan checklist sederhana.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan keterkaitan geografis-hayati secara lisan.
  • Lembar refleksi individu: guru membaca isian refleksi untuk memahami kedalaman pemahaman dan kesadaran diri murid.

Sumatif:

  • Soal esai pendek 2 butir dikerjakan mandiri di akhir pertemuan, menilai kemampuan menganalisis (TP 5.1.7.1) dan memberikan contoh (TP 5.1.7.2).
  • Rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) digunakan untuk menilai jawaban esai dan produk Lembar Kerja kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis pengaruh letak geografis terhadap iklim tropis (TP 5.1.7.1)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara letak geografis Indonesia dengan iklim tropis, atau jawaban tidak relevan.Murid menyebutkan bahwa Indonesia berada di khatulistiwa dan beriklim tropis, tetapi belum mampu menjelaskan mekanisme hubungan sebab-akibatnya.Murid dapat menjelaskan alur sebab-akibat: posisi khatulistiwa → sinar matahari berlimpah → suhu hangat dan stabil → iklim tropis, dengan bahasa yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan alur sebab-akibat secara lengkap (khatulistiwa dan dua samudra), mengaitkannya dengan kelembapan dan curah hujan, serta memberikan penjelasan yang runtut dan didukung contoh konkret.
Menganalisis pengaruh letak geografis terhadap keragaman hayati (TP 5.1.7.1)Murid belum dapat menghubungkan kondisi geografis Indonesia dengan keragaman hayati yang ada.Murid menyebutkan bahwa Indonesia punya banyak hewan dan tumbuhan, tetapi belum mengaitkan dengan kondisi geografisnya secara eksplisit.Murid dapat menjelaskan bahwa iklim tropis (suhu hangat, curah hujan tinggi) mendukung pertumbuhan hutan lebat dan keberagaman makhluk hidup di Indonesia.Murid dapat menjelaskan rantai hubungan lengkap: letak geografis → iklim tropis → kesuburan tanah dan hutan lebat → keragaman hayati tinggi, dengan argumen logis dan contoh spesifik dari berbagai wilayah Indonesia.
Memberikan contoh keterkaitan kondisi geografis dengan flora dan fauna (TP 5.1.7.2)Murid tidak dapat menyebutkan contoh flora atau fauna yang berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia.Murid menyebutkan 1 contoh flora atau fauna Indonesia tetapi belum dapat menjelaskan keterkaitannya dengan kondisi geografis.Murid menyebutkan minimal 2 contoh flora atau fauna dan menjelaskan secara singkat bagaimana kondisi geografis Indonesia mendukung keberadaan mereka.Murid menyebutkan lebih dari 2 contoh spesifik dari berbagai wilayah (darat dan laut), menjelaskan keterkaitan dengan kondisi geografis secara detail dan logis, serta menyertakan informasi dari lebih dari satu sumber.
Kolaborasi dan keterlibatan dalam diskusi kelompokMurid pasif selama diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid terlibat dalam diskusi namun kontribusinya terbatas; lebih banyak menyimak daripada aktif berpendapat.Murid aktif berpendapat, menanggapi pendapat teman, dan berkontribusi nyata dalam mengisi Lembar Kerja kelompok.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi, membantu teman yang kesulitan memahami, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat serta hasil Lembar Kerja lengkap dan berkualitas.
Kemampuan merefleksi dan mengomunikasikan pemahamanMurid tidak mengisi bagian refleksi atau mengisi dengan jawaban yang tidak relevan dengan pembelajaran.Murid mengisi refleksi dengan jawaban singkat dan umum, belum menunjukkan pemikiran kritis atau kesadaran tentang proses belajarnya.Murid mengisi refleksi dengan jelas, menyebutkan hal konkret yang dipelajari, dan menunjukkan kesadaran tentang hal yang masih ingin dipelajari.Murid mengisi refleksi secara mendalam, mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata atau tindakan yang akan dilakukan, dan menunjukkan rasa ingin tahu serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami alur sebab-akibat antara letak geografis Indonesia dan iklim tropis? Bagian mana yang masih membingungkan mereka?
  • Apakah kegiatan kelompok dengan Kartu Investigasi memberikan kesempatan yang cukup bagi semua murid untuk terlibat aktif, termasuk murid yang cenderung pendiam?
  • Apakah diferensiasi konten dan proses yang diterapkan hari ini sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Pertanyaan pemantik mana yang paling berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi bermakna? Apa yang bisa diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?

Refleksi Murid:

  • Hal paling menarik yang aku pelajari hari ini tentang Indonesia dan alam hayatinya adalah…
  • Sebelumnya aku mengira… tapi ternyata aku baru tahu bahwa…
  • Aku masih bingung atau ingin tahu lebih lanjut tentang…
  • Setelah belajar ini, satu hal kecil yang bisa aku lakukan untuk ikut menjaga kekayaan alam Indonesia adalah…
  • Saat berdiskusi kelompok tadi, aku merasa… karena…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 1 'Di Mana Indonesia Berada?', halaman 10–11 dan Lampiran Peta Dunia
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 5 SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 1, termasuk panduan asesmen dan variasi kegiatan
  3. Peta dunia konvensional (peta dinding kelas) atau globe
  4. Gambar/foto: hutan hujan tropis Kalimantan, terumbu karang Raja Ampat, orangutan, burung cendrawasih, rafflesia arnoldii, komodo (dapat diunduh dari sumber terpercaya atau buku siswa)
  5. Kartu Investigasi buatan guru (4 jenis: hutan Kalimantan, terumbu karang Raja Ampat, perkebunan dataran tinggi, sawah tropis) — berisi artikel singkat dan gambar
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) buatan guru — berisi panduan diskusi kelompok, tabel analisis, dan bagian refleksi individu
  7. Sticky note / kertas kecil warna-warni untuk asesmen awal
  8. Papan tulis dan spidol (untuk membuat diagram sebab-akibat dan peta konsep bersama)
  9. Peta interaktif gunung api (opsional, tautan di buku siswa: https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas5a) bila tersedia perangkat dan internet di kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.