Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?

IPAS - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang letak geografis Indonesia melalui pengamatan peta dalam bentuk uji kompetensi tertulis.
  2. Murid dapat menguraikan pengaruh letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat (maritim dan agraris) melalui kegiatan wawancara atau unjuk kerja lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau ada teman dari negara lain bertanya 'Di mana letak Indonesia?', apa yang akan kamu jelaskan kepadanya?
  2. Mengapa ada daerah di Indonesia yang penduduknya lebih banyak bekerja sebagai nelayan, sementara daerah lain lebih banyak petaninya?
  3. Apa perbedaan cara hidup masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dibandingkan yang tinggal di dataran tinggi pedalaman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan kondisi belajar yang tenang dan kondusif untuk kegiatan asesmen.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah sesi asesmen sumatif Bab 1, yang merupakan kesempatan untuk memperlihatkan semua pemahaman yang telah dipelajari selama Bab 1.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat: mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat kepada 3–4 murid secara acak ('Sebutkan 2 samudra yang mengapit Indonesia!' dan 'Apa artinya negara agraris?') untuk mengukur kesiapan belajar sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: sesi pertama uji kompetensi tertulis (±35 menit), sesi kedua unjuk kerja lisan (±25 menit), dan refleksi bersama (±10 menit).
  • Guru membagikan lembar uji kompetensi tertulis dan memastikan setiap murid memiliki alat tulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan soal uji kompetensi tertulis secara mandiri selama ±35 menit. Soal mencakup: (a) mengidentifikasi letak astronomis dan geografis Indonesia pada peta, (b) menyebutkan dua samudra dan dua benua yang mengapit Indonesia, (c) menjelaskan perbedaan negara agraris dan negara maritim, serta (d) memberikan contoh kondisi geografis yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
  • Guru berkeliling memantau dengan tenang, memastikan murid mengerjakan secara mandiri, dan mencatat observasi awal tentang murid yang tampak kesulitan.
  • Murid yang menyelesaikan lebih awal dipersilakan memeriksa kembali jawabannya sebelum mengumpulkan.
  • Setelah waktu habis, murid mengumpulkan lembar jawaban kepada guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan sesi unjuk kerja lisan: murid diminta menguraikan pengaruh letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat (maritim dan agraris) melalui salah satu pilihan format berikut — (A) simulasi wawancara berpasangan di mana satu murid berperan sebagai 'reporter' dan satu lagi sebagai 'warga' yang menjelaskan pekerjaan dan cara hidupnya berdasarkan kondisi geografis daerahnya, atau (B) presentasi lisan singkat (1–2 menit) di depan guru dan beberapa teman.
  • Guru memberi waktu ±5 menit bagi murid untuk mempersiapkan diri, boleh membaca catatan singkat yang sudah dibuat selama belajar Bab 1.
  • Murid secara bergiliran melakukan unjuk kerja lisan (diprioritaskan ±8–10 murid; murid lain dapat diobservasi pada pertemuan remedial/lanjutan jika waktu tidak mencukupi).
  • Guru menggunakan rubrik penilaian lisan selama unjuk kerja berlangsung, mencatat poin-poin kunci yang disampaikan murid: kaitan kondisi geografis dengan sumber daya alam, mata pencaharian masyarakat, dan ciri khas negara agraris atau maritim.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah sesi unjuk kerja selesai, guru mengajak seluruh kelas melakukan refleksi singkat bersama (±10 menit).
  • Guru menampilkan atau menuliskan kembali peta konsep Bab 1 di papan tulis (letak geografis → kondisi geografis → maritim dan agraris → kehidupan masyarakat) dan meminta 2–3 murid secara sukarela menyebutkan satu hal paling menarik yang mereka pelajari dari Bab 1.
  • Murid mengisi kartu refleksi mandiri (sticky note atau selembar kertas kecil) berisi dua poin: (1) 'Satu hal yang sudah aku pahami dengan baik dari Bab 1 adalah...' dan (2) 'Satu hal yang masih ingin aku pelajari lebih lanjut adalah...'
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi sebagai bahan tindak lanjut untuk menentukan murid yang perlu program remedial dan murid yang dapat diarahkan ke aktivitas 'Belajar Lebih Lanjut'.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan kejujuran dalam mengerjakan asesmen hari ini.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen tertulis dan lisan akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
  • Guru menginformasikan bahwa murid yang belum mencapai ketuntasan akan mendapat pendampingan remedial, sedangkan yang sudah tuntas akan diajak ke aktivitas pengayaan.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan mempersilakan murid beristirahat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diperbolehkan menggunakan peta Indonesia yang sudah tertempel di kelas sebagai alat bantu visual selama mengerjakan soal tertulis bagian identifikasi peta. Murid yang sudah mahir mendapat soal pengayaan tambahan (soal analisis terbuka): 'Bagaimana jika Indonesia tidak berada di antara dua samudra? Apa pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakatnya?'
  • Proses: Untuk unjuk kerja lisan, murid yang kurang percaya diri dapat memilih format wawancara berpasangan (lebih terstruktur dengan panduan pertanyaan) daripada presentasi mandiri. Guru memberikan panduan pertanyaan pembantu bagi murid yang kesulitan memulai, misalnya: 'Ceritakan satu pekerjaan yang umum di daerah pantai dan jelaskan mengapa pekerjaan itu ada di sana.'
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk unjuk kerja lisan: (A) wawancara berpasangan dengan panduan pertanyaan, atau (B) presentasi lisan singkat mandiri tanpa panduan. Murid yang telah mencapai level mahir dapat diminta menambahkan perbandingan antara dua daerah berbeda kondisi geografisnya dalam unjuk kerjanya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan kepada 3–4 murid secara acak sebelum asesmen dimulai: 'Sebutkan dua samudra yang mengapit Indonesia!' dan 'Apa yang dimaksud negara agraris?'
  • Guru mencatat respons murid untuk menilai kesiapan umum kelas dan menentukan apakah diperlukan pengingat materi singkat sebelum soal dibagikan.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengerjakan soal tertulis: guru berkeliling dan mencatat bagian soal yang banyak dikosongkan atau tampak membingungkan.
  • Penilaian unjuk kerja lisan menggunakan rubrik selama sesi wawancara atau presentasi: guru mencatat kemampuan murid mengaitkan kondisi geografis dengan kehidupan masyarakat.
  • Pengumpulan kartu refleksi di akhir sesi inti sebagai data proses berpikir murid.

Akhir:

  • Nilai uji kompetensi tertulis: dihitung berdasarkan ketepatan identifikasi peta, penjelasan konsep geografis, dan analisis pengaruh kondisi geografis terhadap kehidupan masyarakat.
  • Nilai unjuk kerja lisan: dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan kelengkapan, kedalaman, dan kejelasan komunikasi lisan.
  • Murid dinyatakan mencapai ketuntasan bila berada di level Berkembang atau Sangat Berkembang pada kedua aspek asesmen.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal tertulis: mencatat murid yang tampak kesulitan pada bagian tertentu (peta, konsep agraris/maritim, atau analisis pengaruh).
  • Kartu refleksi mandiri: murid menuliskan satu hal yang dipahami dan satu hal yang ingin dipelajari lebih lanjut, digunakan guru sebagai data tindak lanjut.
  • Pertanyaan lisan diagnostik awal sebelum asesmen dimulai untuk mengukur kesiapan murid.

Sumatif:

  • Uji kompetensi tertulis: soal pilihan ganda dan uraian yang mencakup identifikasi letak geografis Indonesia pada peta, kondisi geografis, serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.
  • Unjuk kerja lisan: murid menguraikan pengaruh letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat maritim dan agraris, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi letak geografis Indonesia menggunakan peta (TP 5.1.11.1)Tidak dapat menunjukkan atau menyebutkan letak Indonesia pada peta, termasuk samudra dan benua yang mengapitnya.Dapat menyebutkan salah satu samudra atau benua yang mengapit Indonesia, namun masih memerlukan bimbingan penuh.Dapat menunjukkan letak Indonesia pada peta dan menyebutkan dua samudra serta dua benua yang mengapitnya dengan tepat.Dapat menunjukkan letak Indonesia pada peta, menyebutkan dua samudra dan dua benua dengan tepat, serta menjelaskan makna posisi tersebut secara mandiri dan komprehensif.
Menjelaskan kondisi geografis Indonesia (TP 5.1.11.1)Tidak dapat menjelaskan kondisi geografis Indonesia (kepulauan, iklim tropis, komposisi daratan dan lautan).Dapat menyebutkan satu kondisi geografis Indonesia tetapi belum dapat menjelaskannya dengan tepat.Dapat menjelaskan dua atau lebih kondisi geografis Indonesia dengan cukup tepat.Dapat menjelaskan berbagai kondisi geografis Indonesia secara rinci dan mengaitkannya satu sama lain tanpa bimbingan.
Menganalisis pengaruh letak geografis terhadap kehidupan masyarakat maritim dan agraris (TP 5.1.11.2)Tidak dapat menemukan atau menjelaskan kaitan antara letak geografis dan kehidupan masyarakat.Dapat menyebutkan satu dampak letak geografis terhadap kehidupan masyarakat (misalnya: orang pantai jadi nelayan), namun belum dapat menjelaskan alasannya.Dapat menjelaskan kaitan letak geografis dengan kehidupan masyarakat dan menyebutkan ciri khas masyarakat agraris atau maritim dengan cukup baik.Dapat menganalisis dan membandingkan dampak letak geografis pada masyarakat agraris dan maritim secara komprehensif, disertai contoh konkret yang relevan, tanpa bimbingan.
Mengomunikasikan hasil pemahaman secara lisan (TP 5.1.11.2)Tidak dapat menyampaikan penjelasan secara lisan tentang pengaruh kondisi geografis terhadap kehidupan masyarakat.Dapat menyampaikan penjelasan lisan yang sangat singkat dan tidak terstruktur, memerlukan banyak bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Dapat menyampaikan penjelasan lisan yang cukup terstruktur tentang pengaruh kondisi geografis terhadap kehidupan masyarakat dengan beberapa pertanyaan pancingan.Dapat menyampaikan penjelasan lisan yang runtut, jelas, dan disertai contoh konkret tentang pengaruh kondisi geografis terhadap kehidupan masyarakat secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu antara sesi tertulis dan lisan sudah seimbang dan mencukupi untuk semua murid?
  • Berapa banyak murid yang mencapai ketuntasan pada uji tertulis dan unjuk kerja lisan? Apa pola kesulitan yang paling sering muncul?
  • Apakah format diferensiasi (panduan pertanyaan untuk murid yang kurang percaya diri, soal pengayaan untuk murid cepat) berjalan efektif?
  • Hal apa yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan asesmen sumatif ini untuk pertemuan serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari Bab 1 yang paling mudah kamu pahami? Apa yang membuatnya mudah?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu?
  • Dari semua yang kamu pelajari tentang letak geografis Indonesia, hal apa yang menurutmu paling berguna untuk kehidupan sehari-harimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 5 (Edisi Revisi) — Bab 1: Di Mana Indonesia Berada?
  2. Buku Guru IPAS Kelas 5 — Bab 1, termasuk rubrik penilaian 'Kehidupan Sebagai Negara Maritim dan Agraris' (Tabel 1.2) dan kunci jawaban uji kompetensi
  3. Peta Indonesia konvensional yang tersedia di kelas (sebagai alat bantu visual selama asesmen bagi murid yang memerlukan dukungan)
  4. Lembar soal uji kompetensi tertulis (disiapkan guru berdasarkan kisi-kisi Bab 1)
  5. Lembar rubrik penilaian unjuk kerja lisan (disiapkan guru mengacu pada rubrik buku guru)
  6. Kartu refleksi (sticky note atau kertas kecil untuk setiap murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.