Modul AjarPertemuan 9Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Menjadi Pahlawan Lingkungan: Merancang Aksi Peduli Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Menjadi Pahlawan Lingkungan: Merancang Aksi Peduli Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Menjadi Pahlawan Lingkungan: Merancang Aksi Peduli Lingkungan

IPAS - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menjadi Pahlawan Lingkungan: Merancang Aksi Peduli Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenjadi Pahlawan Lingkungan: Merancang Aksi Peduli Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang sebuah rencana aksi peduli lingkungan yang mencakup upaya mengatasi pencemaran, mengurangi jejak karbon, dan/atau melestarikan kearifan lokal secara terintegrasi sebagai wujud menjadi pahlawan lingkungan.
  2. Murid dapat mengomunikasikan rencana aksi peduli lingkungan kepada teman dan guru secara lisan dengan percaya diri, disertai alasan mengapa aksi tersebut penting bagi lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika lingkungan di sekitar rumahmu rusak atau tercemar, apa yang kamu rasakan dan apa yang ingin kamu lakukan?
  2. Kamu sudah belajar banyak tentang pencemaran, jejak karbon, dan budaya lokal — aksi kecil apa yang menurutmu paling mungkin kamu lakukan sekarang sebagai seorang 'pahlawan lingkungan'?
  3. Mengapa penting untuk berbagi rencanamu dengan orang lain, bukan hanya melakukannya sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai bentuk syukur atas lingkungan hidup yang masih dapat dinikmati (DPL-1: Keimanan dan Ketakwaan).
  • Guru melakukan presensi dan mengondisikan suasana kelas yang menyenangkan.
  • ASESMEN AWAL (Diagnostik): Guru menampilkan dua gambar kontras — lingkungan bersih dan terawat vs. lingkungan kotor dan tercemar — lalu mengajukan pertanyaan singkat: 'Dari gambar ini, masalah lingkungan apa yang pernah kamu lihat langsung di sekitar rumah atau sekolahmu?' Murid menjawab secara lisan (2–3 peserta ditunjuk secara acak). Guru mencatat variasi jawaban di papan tulis untuk mengaktifkan skema pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum beberapa sukarela berbagi jawaban.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: 'Hari ini kalian akan merancang aksi nyata sebagai pahlawan lingkungan dan mempresentasikannya kepada teman-teman.' Guru menekankan bahwa tidak ada rencana yang terlalu kecil — setiap aksi peduli lingkungan punya dampak.
  • Guru mengingatkan secara singkat (5 menit) materi yang telah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya di Bab 8: pencemaran lingkungan, jejak karbon, dan kearifan lokal — sebagai bekal merancang aksi hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Inspirasi Pahlawan Lingkungan' — setiap kartu berisi satu contoh aksi nyata yang pernah dilakukan anak-anak di Indonesia: (a) membuat kompos dari sampah dapur, (b) menanam pohon mangrove, (c) mematikan lampu saat tidak digunakan, (d) melestarikan tari tradisional kampung. Murid membaca kartu yang mereka peroleh secara mandiri selama 2 menit. (Berkesadaran: murid membaca dengan fokus dan menghubungkan kartu dengan pengalaman pribadi mereka.)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Dari kartu yang kalian baca, termasuk upaya mengatasi masalah apa aksi tersebut — pencemaran, jejak karbon, atau pelestarian budaya?' Murid menjawab dan guru membuat pemetaan di papan tulis membentuk tiga kolom (pencemaran | jejak karbon | kearifan lokal). (Bermakna: murid menghubungkan contoh konkret dengan konsep yang sudah dipelajari.)
  • Guru menjelaskan komponen minimal sebuah 'Rencana Aksi Peduli Lingkungan' yang akan dibuat murid: (1) Nama Aksi, (2) Masalah yang Diatasi, (3) Langkah-Langkah Aksi, (4) Alasan Pentingnya Aksi ini bagi Lingkungan Sekitar. Guru menuliskan kerangka ini di papan tulis sebagai panduan.
  • Guru memberi kesempatan murid bertanya jika ada komponen yang belum dipahami sebelum melanjutkan ke tahap merancang.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diberikan 'Lembar Rancangan Aksi Pahlawan Lingkungan' (satu lembar per murid). Lembar ini memuat kerangka: Nama Aksi, Masalah yang Diatasi, Langkah-Langkah Aksi (minimal 3 langkah), dan Alasan Pentingnya Aksi. (Bermakna: murid merancang aksi yang relevan dengan lingkungan nyata mereka.)
  • Murid bekerja secara mandiri selama 10 menit untuk mengisi lembar rancangan. Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan penggiring bagi murid yang kesulitan: 'Masalah lingkungan apa yang paling sering kamu lihat di sekitar rumahmu?' atau 'Apa yang biasa dilakukan warga kampungmu untuk menjaga lingkungan?' (Diferensiasi proses: murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat bekerja dalam pasangan dengan teman sebangku atas seizin guru.)
  • Setelah lembar selesai, murid berlatih mempresentasikan rencana aksinya kepada teman sebangku selama 2 menit (saling bergantian). Ini adalah latihan pra-presentasi. (Menggembirakan: suasana seperti 'latihan jadi pembicara cilik' — guru dapat memainkan musik instrumen ringan saat sesi latihan berpasangan berlangsung.)
  • Guru memilih 4–5 murid secara acak (menggunakan teknik 'nama di kertas undian') untuk mempresentasikan rencana aksinya di depan kelas. Setiap presenter diberi waktu maksimal 2 menit. Setelah selesai, teman-teman di kelas memberikan satu kata apresiasi atau satu pertanyaan singkat. (Menggembirakan: nuansa 'konferensi pahlawan lingkungan cilik' — guru dapat menyematkan badge bertulisan 'Pahlawan Lingkungan' kepada setiap presenter sebagai apresiasi.)
  • ASESMEN PROSES: Selama presentasi berlangsung, guru mengobservasi dan mencatat menggunakan lembar observasi: (a) kelengkapan komponen rancangan aksi, (b) kemampuan menyampaikan alasan pentingnya aksi secara lisan dengan percaya diri. Guru memberikan umpan balik lisan yang spesifik dan konstruktif kepada setiap presenter.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi terbimbing dengan mengisi kolom refleksi singkat di bagian bawah Lembar Rancangan Aksi: (1) 'Hal yang aku kuasai hari ini adalah...', (2) 'Hal yang masih perlu aku pelajari lebih dalam adalah...', (3) 'Satu aksi kecil yang akan aku coba lakukan minggu ini adalah...'. (Berkesadaran: murid berhenti sejenak untuk merenung, bukan sekadar mengisi lembar secara otomatis.)
  • Guru memfasilitasi sharing refleksi: 2–3 murid sukarela berbagi satu aksi kecil yang ingin mereka lakukan minggu ini. Guru merespons dengan hangat dan menghubungkan jawaban mereka dengan konsep 'dampak kecil yang berkelanjutan lebih bermakna daripada rencana besar yang tidak pernah dilaksanakan'. (Bermakna: murid menyadari bahwa belajar IPAS berujung pada tindakan nyata.)
  • Guru mengajak murid melihat kembali peta materi Bab 8 di papan tulis dan bertanya: 'Bagaimana rencana aksi yang kalian buat hari ini menghubungkan apa yang sudah kalian pelajari sejak awal bab ini?' Beberapa murid merespons secara lisan. Guru merangkum dan menegaskan bahwa menjadi pahlawan lingkungan dimulai dari pemahaman yang mendalam dan aksi yang tulus.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: seorang pahlawan lingkungan adalah orang yang tidak hanya memahami masalah lingkungan, tetapi juga berani merancang dan mengomunikasikan aksi nyata untuk mengatasinya.
  • ASESMEN AKHIR: Murid mengumpulkan Lembar Rancangan Aksi yang telah diisi sebagai bukti hasil belajar. Lembar ini akan dinilai menggunakan rubrik yang telah disiapkan guru.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid didorong untuk mendiskusikan rencana aksi mereka dengan orang tua atau anggota keluarga di rumah sebagai perpanjangan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan keberanian murid hari ini, serta mengingatkan bahwa setiap rencana kecil yang dilaksanakan dengan konsisten adalah wujud nyata menjadi pahlawan lingkungan.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah sangat memahami materi diberikan tantangan tambahan: merancang aksi yang mencakup lebih dari satu aspek (misalnya mengatasi pencemaran sekaligus melestarikan kearifan lokal) dan menjelaskan keterkaitan antar aspek tersebut. Murid yang masih kesulitan memahami konsep dapat merujuk kembali pada 'Kartu Inspirasi' yang telah dibagikan sebagai scaffolding.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi Lembar Rancangan Aksi secara berpasangan (peer support) dengan panduan pertanyaan penggiring dari guru. Murid yang cepat selesai dapat langsung berlatih presentasi dengan pasangan dan mengembangkan rencana aksi mereka dengan menambahkan perkiraan dampak jika aksi dilaksanakan selama satu bulan.
  • Produk: Murid boleh memilih cara menyajikan rencana aksi: (a) mengisi lembar tertulis standar, (b) membuat sketsa/gambar ilustrasi disertai keterangan singkat, atau (c) menyampaikan secara lisan langsung kepada guru jika mengalami kesulitan menulis — semua bentuk diterima dan dinilai menggunakan rubrik yang sama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar kontras (lingkungan bersih vs. tercemar) dan bertanya secara lisan: 'Masalah lingkungan apa yang pernah kamu lihat langsung di sekitar rumah atau sekolahmu?' untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid tentang kondisi lingkungan sekitar mereka.
  • Guru mencatat variasi jawaban murid di papan tulis untuk memetakan pemahaman awal kelas dan menyesuaikan penjelasan selanjutnya.

Proses:

  • Guru mengobservasi proses pengisian Lembar Rancangan Aksi: apakah murid mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan langkah aksi, dan memberikan alasan yang relevan.
  • Guru menggunakan lembar observasi presentasi untuk mencatat: kelengkapan komponen rancangan yang disampaikan secara lisan, kejelasan alasan pentingnya aksi, dan tingkat kepercayaan diri murid saat berbicara di depan kelas.
  • Guru memberikan umpan balik lisan yang konstruktif dan spesifik kepada setiap presenter segera setelah presentasi selesai.

Akhir:

  • Pengumpulan Lembar Rancangan Aksi Pahlawan Lingkungan yang telah diisi murid, dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan: (1) kelengkapan dan relevansi komponen rancangan aksi (TP 4.8.9.1), dan (2) kualitas alasan mengapa aksi tersebut penting bagi lingkungan sekitar (TP 4.8.9.2).
  • Lembar refleksi diri murid ('Hal yang aku kuasai', 'Hal yang perlu diperdalam', 'Aksi yang akan kulakukan') dikumpulkan sebagai bukti kesadaran diri dan rencana tindak lanjut.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi pemetaan kartu inspirasi (mengukur pemahaman konsep pencemaran, jejak karbon, kearifan lokal).
  • Pemantauan proses pengisian Lembar Rancangan Aksi oleh guru saat berkeliling kelas.
  • Umpan balik lisan spesifik dari guru selama dan setelah sesi presentasi murid.

Sumatif:

  • Penilaian Lembar Rancangan Aksi Pahlawan Lingkungan menggunakan rubrik 4 level (TP 4.8.9.1).
  • Penilaian kemampuan presentasi lisan menggunakan lembar observasi presentasi (TP 4.8.9.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Rancangan Aksi (TP 4.8.9.1)Lembar rancangan kosong atau hanya berisi nama aksi tanpa komponen lain yang terisi.Mengisi 1–2 komponen rancangan aksi (misalnya nama aksi dan masalah yang diatasi), namun langkah-langkah aksi belum ada atau tidak relevan.Mengisi seluruh komponen rancangan aksi (nama aksi, masalah yang diatasi, langkah-langkah aksi, alasan pentingnya aksi) dengan cukup jelas, meskipun keterkaitan antar komponen belum sepenuhnya kohesif.Mengisi seluruh komponen rancangan aksi secara lengkap, jelas, dan kohesif; langkah-langkah aksi logis dan terurut; aksi mencakup minimal satu dari tiga aspek (pencemaran/jejak karbon/kearifan lokal) secara terintegrasi dengan alasan yang kuat dan kontekstual.
Relevansi Aksi dengan Masalah Lingkungan (TP 4.8.9.1)Aksi yang dirancang tidak berkaitan dengan isu lingkungan (pencemaran, jejak karbon, atau kearifan lokal).Aksi yang dirancang berkaitan dengan isu lingkungan namun sangat umum dan tidak spesifik pada konteks lingkungan sekitar murid.Aksi yang dirancang relevan dengan isu lingkungan dan menunjukkan keterkaitan dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar murid.Aksi yang dirancang sangat relevan, spesifik pada konteks lokal murid, dan secara eksplisit menunjukkan hubungan dengan salah satu atau lebih isu (pencemaran/jejak karbon/kearifan lokal) yang telah dipelajari di Bab 8.
Kemampuan Komunikasi Lisan (TP 4.8.9.2)Murid tidak bersedia atau tidak mampu menyampaikan rencana aksinya secara lisan meskipun dengan bantuan guru.Murid menyampaikan rencana aksi secara lisan namun sangat singkat, tidak disertai alasan yang jelas, atau terlihat sangat tidak percaya diri (suara sangat pelan, tidak ada kontak mata).Murid menyampaikan rencana aksi secara lisan dengan cukup jelas, disertai alasan mengapa aksi tersebut penting, meskipun masih terlihat sedikit gugup.Murid menyampaikan rencana aksi secara lisan dengan percaya diri, sistematis, dan disertai alasan yang kuat dan meyakinkan tentang pentingnya aksi bagi lingkungan sekitar; mampu merespons pertanyaan atau komentar teman dengan baik.
Refleksi Diri dan Rencana Tindak LanjutLembar refleksi tidak diisi atau hanya diisi dengan kalimat yang tidak bermakna.Mengisi lembar refleksi namun isian sangat singkat dan tidak menunjukkan kesadaran diri yang nyata tentang proses belajar yang dialami.Mengisi lembar refleksi dengan cukup lengkap; menuliskan hal yang dikuasai dan hal yang perlu diperdalam dengan jujur; menyebutkan satu aksi konkret yang akan dilakukan.Mengisi lembar refleksi secara lengkap dan mendalam; menunjukkan kesadaran diri yang kuat tentang proses belajar; menyebutkan aksi konkret yang spesifik, realistis, dan menunjukkan koneksi antara pembelajaran hari ini dengan kehidupan nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengisi minimal tiga komponen pada Lembar Rancangan Aksi? Jika tidak, di bagian mana mereka paling banyak kesulitan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan (berpasangan, sketsa, presentasi lisan langsung) berhasil mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar murid?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil mengaktifkan rasa ingin tahu dan mendorong keterlibatan aktif murid?
  • Seberapa efektif penggunaan 'Kartu Inspirasi Pahlawan Lingkungan' sebagai scaffolding — perlu dipertahankan, dimodifikasi, atau diganti pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk mencakup tiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) secara bermakna? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Hal apa yang paling kamu kuasai dari pembelajaran hari ini?
  • Hal apa yang masih perlu kamu pelajari lebih dalam tentang menjaga lingkungan?
  • Satu aksi kecil apa yang akan kamu coba lakukan minggu ini sebagai 'pahlawan lingkungan' di rumah atau di sekolah?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempresentasikan rencana aksimu kepada teman-teman? Apa yang ingin kamu tingkatkan jika kamu presentasi lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023)
  2. Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan
  3. Kartu Inspirasi Pahlawan Lingkungan (disiapkan guru; berisi 4 contoh aksi nyata peduli lingkungan)
  4. Lembar Rancangan Aksi Pahlawan Lingkungan (disiapkan guru; satu lembar per murid)
  5. Lembar Observasi Presentasi (disiapkan guru; digunakan untuk penilaian TP 4.8.9.2)
  6. Dua gambar kontras lingkungan (bersih vs. tercemar) untuk stimulus diagnostik awal — dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor
  7. Papan tulis dan spidol untuk pemetaan ide kelas
  8. Badge/stiker 'Pahlawan Lingkungan' sebagai apresiasi presenter (opsional, untuk suasana menggembirakan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.