Modul AjarPertemuan 8Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Melestarikan Budaya Daerah sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Melestarikan Budaya Daerah sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Melestarikan Budaya Daerah sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

IPAS - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Melestarikan Budaya Daerah sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMelestarikan Budaya Daerah sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat berkontribusi dalam upaya melestarikan kearifan lokal atau budaya daerah yang mendukung kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah atau rumah.
  2. Murid dapat mengomunikasikan hasil temuannya tentang kearifan lokal pelestarian lingkungan secara lisan atau tertulis dalam bentuk poster, cerita singkat, atau presentasi sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu pernah melihat tradisi atau kebiasaan di daerahmu yang berhubungan dengan menjaga alam? Ceritakan!
  2. Mengapa kearifan lokal seperti gotong royong membersihkan sungai atau menanam pohon adat bisa membantu menjaga lingkungan tetap lestari?
  3. Apa yang akan terjadi jika kearifan lokal itu hilang dan tidak ada lagi yang mempraktikkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan meminta mereka mengamati gambar atau foto tradisi lokal yang ditampilkan (misalnya foto masyarakat sedang melakukan gotong royong, upacara adat menanam padi, atau festival budaya daerah) selama 1–2 menit.
  • Guru mengajukan asesmen awal secara lisan: 'Siapa yang pernah ikut atau melihat tradisi daerah yang berhubungan dengan menjaga alam? Tunjuk tangan dan ceritakan singkat!' — catat respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan mencari tahu kearifan lokal yang menjaga lingkungan, lalu kita buat karya untuk menyebarluaskannya.'
  • Guru memberikan orientasi alur kegiatan: diskusi kelompok → membuat karya (poster/cerita singkat) → presentasi singkat → refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja 8.1 berisi tabel: Nama Kearifan Lokal | Daerah Asal | Kaitan dengan Kelestarian Lingkungan | Sudah Dipraktikkan / Mulai Ditinggalkan.
  • Murid membaca cuplikan teks dari Buku Siswa halaman 174–175 tentang 'Lestari Budayaku, Lestari Jati Diriku' bersama kelompok, lalu berdiskusi mengidentifikasi contoh-contoh kearifan lokal yang ada di sana.
  • Guru memandu murid menghubungkan informasi dari teks dengan pengalaman nyata mereka: 'Dari teks tadi, mana kearifan lokal yang mirip dengan yang ada di daerah kita?' — murid menuliskan temuan di kolom LK 8.1.
  • Perwakilan satu kelompok membagikan satu temuan mereka secara lisan; kelompok lain menanggapi dengan mengangkat tangan jika menemukan hal serupa atau berbeda.
  • Guru melakukan penguatan konsep: menjelaskan bahwa kearifan lokal adalah warisan nenek moyang yang bukan hanya budaya, tapi juga cara hidup berdampingan dengan alam.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih SATU kearifan lokal yang paling relevan dengan lingkungan sekitar sekolah atau rumah mereka dari hasil diskusi sebelumnya.
  • Kelompok menentukan SATU tindakan nyata yang bisa mereka lakukan untuk melestarikan kearifan lokal tersebut (contoh: membuat pojok tanaman obat seperti tradisi nenek moyang, kampanye jangan buang sampah di sungai mengacu nilai tradisi setempat, dll.) dan menuliskannya di LK 8.1 bagian 'Rencana Aksi Kami'.
  • Setiap kelompok membuat karya komunikasi (pilih salah satu sesuai kemampuan): poster sederhana di kertas A4, cerita singkat 3–5 kalimat, atau poin-poin presentasi di selembar kertas — yang menggambarkan kearifan lokal pilihan mereka dan ajakan untuk melestarikannya.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja kelompok, memberikan umpan balik singkat ('Sudah menunjukkan kaitan dengan lingkungan belum?' atau 'Pesannya sudah jelas untuk dibaca teman?'), dan mendokumentasikan perkembangan tiap kelompok untuk asesmen proses.
  • Murid yang selesai lebih awal diajak memikirkan bagaimana cara menyampaikan karya mereka agar menarik perhatian teman sebaya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka dalam waktu 1,5–2 menit per kelompok. Kelompok yang mendengarkan diberi sticky note kecil (atau selembar kertas) untuk menulis satu kata atau kalimat pendek tentang karya yang paling berkesan.
  • Setelah semua kelompok presentasi, guru memandu diskusi refleksi kelas: 'Kearifan lokal mana yang paling mengejutkan kalian? Mengapa penting untuk kita jaga sekarang?'
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi diri (3 pertanyaan singkat): (1) Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini? (2) Tindakan nyata apa yang bisa aku lakukan minggu ini untuk melestarikan budaya daerahku? (3) Perasaan apa yang aku rasakan saat membuat karya tadi?
  • Guru memberikan apresiasi atas seluruh karya yang dihasilkan dan menegaskan pesan utama: 'Kalian sudah menjadi pahlawan lingkungan hari ini dengan menyuarakan kearifan lokal lewat karya kalian!'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama dengan teknik 'kalimat penutup': guru memulai kalimat, murid melanjutkan — 'Kearifan lokal penting dijaga karena...'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu tradisi atau kebiasaan di rumah/lingkungan sekitar yang berkaitan dengan menjaga alam, dan siap bercerita di pertemuan berikutnya.
  • Guru meminta murid mengumpulkan LK 8.1 dan karya kelompok (poster/cerita/poin presentasi) sebagai bahan asesmen.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan pesan motivasi singkat tentang menjadi penjaga budaya dan lingkungan.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan kartu informasi bergambar tentang contoh kearifan lokal (misalnya kartu bergambar subak, gotong royong, sasi laut) agar tidak kesulitan memulai diskusi. Murid yang sudah siap lebih jauh dapat diberikan tantangan tambahan: mencari satu kearifan lokal dari daerah lain di Indonesia yang belum pernah mereka dengar.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih didampingi guru atau teman sebaya yang ditunjuk sebagai 'ahli' selama diskusi dan pembuatan karya. Kelompok yang cepat menyelesaikan karya dapat langsung berlatih mempresentasikan dengan memilih cara yang paling nyaman bagi mereka (berbicara, menunjuk gambar, atau membacakan cerita).
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya komunikasi sesuai kemampuan dan minat: poster bergambar dengan teks minimal, cerita singkat tertulis, atau poin-poin presentasi lisan. Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan hasil temuannya secara lisan kepada guru atau dalam rekaman suara singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah ikut atau melihat tradisi daerah yang berhubungan dengan menjaga alam?' — guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal murid dan menyesuaikan kedalaman pembahasan.
  • Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat di selembar kertas: 'Apa yang kamu tahu tentang kearifan lokal?' — dikumpulkan sebelum masuk ke kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis: apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu kearifan lokal yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.
  • Pemantauan pengisian LK 8.1: guru mengecek kelengkapan dan ketepatan kolom 'Kaitan dengan Kelestarian Lingkungan' dan 'Rencana Aksi' selama kelompok bekerja.
  • Umpan balik langsung saat pembuatan karya: guru memberikan komentar lisan dan pencatatan singkat tentang perkembangan tiap kelompok.

Akhir:

  • Penilaian karya kelompok (poster/cerita singkat/poin presentasi) menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (1) Pemahaman kearifan lokal dan kaitannya dengan lingkungan, (2) Kemampuan mengomunikasikan temuan.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan dan kepercayaan diri dalam menyampaikan hasil karya.
  • Lembar refleksi diri individu (3 pertanyaan) sebagai bukti kesadaran dan internalisasi nilai pelestarian budaya dan lingkungan.

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: guru memantau keaktifan, ketepatan identifikasi kearifan lokal, dan kemampuan menghubungkan budaya dengan kelestarian lingkungan menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Pemantauan proses pembuatan karya: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung tentang kejelasan pesan dan ketepatan isi karya.
  • Penilaian sejawat saat presentasi: murid memberikan apresiasi atau komentar singkat tertulis pada sticky note untuk karya kelompok lain.

Sumatif:

  • Penilaian karya kelompok (poster/cerita singkat/poin presentasi) berdasarkan rubrik: kesesuaian isi dengan kearifan lokal yang mendukung kelestarian lingkungan, kejelasan pesan, dan kreativitas.
  • Penilaian presentasi lisan kelompok: kejelasan penyampaian, kepercayaan diri, dan kemampuan menjawab pertanyaan singkat dari guru atau teman.
  • Lembar refleksi diri individu: digunakan untuk melihat kedalaman pemahaman dan kesadaran murid tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Kearifan Lokal dan Kaitannya dengan Kelestarian Lingkungan (TP 4.8.8.1)Murid belum dapat mengidentifikasi kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, atau informasi yang disampaikan tidak tepat.Murid dapat menyebutkan satu contoh kearifan lokal tetapi belum dapat menjelaskan kaitannya dengan pelestarian lingkungan secara jelas.Murid dapat mengidentifikasi satu atau lebih kearifan lokal dan menjelaskan kaitannya dengan pelestarian lingkungan dengan cukup tepat, serta menyebutkan satu tindakan nyata untuk melestarikannya.Murid dapat mengidentifikasi beberapa kearifan lokal, menjelaskan kaitannya dengan pelestarian lingkungan secara rinci dan tepat, serta merancang tindakan nyata yang spesifik dan dapat dilakukan di sekolah atau rumah.
Kemampuan Mengomunikasikan Temuan (TP 4.8.8.2)Karya yang dihasilkan (poster/cerita/presentasi) tidak menyampaikan informasi yang dapat dipahami, atau murid belum mampu mempresentasikan isi karya.Karya menyampaikan informasi secara singkat namun kurang jelas atau tidak lengkap; murid dapat mempresentasikan dengan bantuan penuh dari guru.Karya menyampaikan informasi tentang kearifan lokal dan pesan pelestarian dengan cukup jelas; murid dapat mempresentasikan isi karya dengan sedikit bantuan.Karya menyampaikan informasi secara jelas, lengkap, dan menarik; murid dapat mempresentasikan hasil temuan secara mandiri dengan percaya diri dan mampu merespons pertanyaan sederhana.
Kontribusi dan Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak berkontribusi dalam pembuatan karya kelompok.Murid sesekali ikut berdiskusi atau membantu membuat karya, namun kontribusinya sangat terbatas.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berkontribusi dalam proses pembuatan karya kelompok.Murid sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memberikan ide-ide kreatif, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi minimal satu kearifan lokal yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan? Jika belum, pendekatan apa yang perlu saya ubah?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk pembuatan karya sudah cukup? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda?
  • Sejauh mana murid menunjukkan kesadaran bahwa melestarikan budaya daerah adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang kearifan lokal dan hubungannya dengan menjaga lingkungan?
  • Tindakan nyata apa yang bisa aku lakukan minggu ini untuk ikut melestarikan budaya daerahku?
  • Perasaan apa yang aku rasakan saat membuat dan mempresentasikan karya hari ini? Apa yang membuatku bangga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi), Bab 8 'Menjadi Pahlawan Lingkungan', halaman 162–175, Kemdikbud.
  2. Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi), Bab 8, halaman 228 dst., Kemdikbud.
  3. Lembar Kerja 8.1 (dapat diunduh di https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4ss atau disiapkan guru dengan kolom: Nama Kearifan Lokal | Daerah Asal | Kaitan dengan Kelestarian Lingkungan | Status | Rencana Aksi).
  4. Foto atau gambar tradisi/kearifan lokal daerah setempat yang disiapkan guru (cetak atau ditampilkan melalui proyektor).
  5. Kertas A4, pensil warna, spidol untuk membuat poster atau karya tulis.
  6. Sticky note atau potongan kertas kecil untuk kegiatan penilaian sejawat.
  7. Lembar refleksi diri individu (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.