Modul AjarPertemuan 7Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Kearifan Lokal sebagai Warisan Pelestarian Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Kearifan Lokal sebagai Warisan Pelestarian Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Kearifan Lokal sebagai Warisan Pelestarian Lingkungan

IPAS - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Kearifan Lokal sebagai Warisan Pelestarian Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKearifan Lokal sebagai Warisan Pelestarian Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi minimal 2 kearifan lokal atau tradisi budaya daerah yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam di daerah tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat menceritakan kembali perilaku masyarakat yang mengarah pada pudarnya kearifan lokal berwawasan lingkungan di daerahnya berdasarkan hasil wawancara atau pengamatan sederhana, dengan menggunakan kata-kata sendiri secara lisan maupun tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat warga di sekitar rumahmu melakukan ritual adat atau kebiasaan tertentu yang berhubungan dengan alam? Apa itu?
  2. Mengapa nenek moyang kita dulu membuat aturan atau kebiasaan tertentu dalam menjaga hutan, sungai, atau sawah?
  3. Jika kearifan lokal di daerahmu hilang, apa yang mungkin terjadi pada lingkungan sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menuliskan kata 'KEARIFAN LOKAL' di papan tulis, lalu meminta setiap murid menuliskan satu kata atau frasa yang langsung terlintas di pikirannya di secarik kertas kecil (sticky note atau kertas sobekan). Guru menempelkan hasilnya di papan dan membaca beberapa secara acak untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kamu melihat warga di sekitar rumahmu melakukan ritual adat atau kebiasaan tertentu yang berhubungan dengan alam? Apa itu?' Beri waktu 2–3 murid untuk berbagi cerita singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, dan menceritakan perilaku yang membuat kearifan lokal memudar.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: membaca teks → berdiskusi kelompok → mewawancarai narasumber/mengamati → menceritakan hasil temuan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks pendek (1 halaman) berisi dua contoh kearifan lokal dari dua daerah berbeda di Indonesia yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, misalnya: Subak dari Bali (pengelolaan irigasi sawah) dan Sasi dari Maluku (larangan mengambil sumber daya laut dalam periode tertentu). Guru dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal daerah setempat jika tersedia.
  • Murid membaca teks tersebut secara mandiri selama 5 menit, sambil menggaris-bawahi kata atau kalimat yang menurut mereka paling penting.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada kelas: 'Apa tujuan kearifan lokal ini bagi lingkungan?' dan 'Apa yang akan terjadi jika kebiasaan ini ditinggalkan?' Murid menjawab secara bergantian. Guru mencatat jawaban di papan tulis sebagai peta konsep sederhana.
  • Guru menjelaskan secara singkat pengertian kearifan lokal menggunakan kalimat sederhana: nilai-nilai dan kebiasaan turun-temurun yang membantu masyarakat menjaga alam dan kehidupan bersama. Guru juga menampilkan gambar atau foto kearifan lokal setempat bila tersedia.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kedua: 'Mengapa nenek moyang kita membuat aturan atau kebiasaan tertentu untuk menjaga hutan, sungai, atau sawah?' Murid diminta memikirkan jawaban sebentar (think), lalu berbagi dengan teman sebangku (pair), kemudian beberapa pasang berbagi ke kelas (share).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja 8.7 yang berisi tabel dua kolom: (1) Kearifan Lokal yang dikenal di daerah ini, dan (2) Perilaku masyarakat yang membuat kearifan lokal tersebut memudar.
  • Setiap kelompok melakukan wawancara singkat (5–7 menit) kepada narasumber yang telah disiapkan guru, bisa berupa: guru lain, staf sekolah, atau warga yang diundang ke kelas. Jika narasumber tidak tersedia, kelompok menggunakan panduan 'pengamatan berbasis memori' — menuliskan apa yang pernah mereka lihat atau dengar dari orang tua/keluarga di rumah. Guru menyediakan panduan pertanyaan wawancara di lembar kerja: (a) Apakah Bapak/Ibu mengenal kebiasaan atau tradisi di daerah ini yang berkaitan dengan menjaga alam? (b) Apakah kebiasaan itu masih dilakukan sekarang? (c) Jika tidak, mengapa menurut Bapak/Ibu kebiasaan itu ditinggalkan?
  • Setelah wawancara/pengamatan, setiap kelompok mengisi tabel pada lembar kerja berdasarkan hasil temuan mereka.
  • Setiap kelompok menyiapkan cerita singkat (2–3 kalimat) tentang satu kearifan lokal yang mereka temukan dan satu perilaku masyarakat yang menyebabkan kearifan lokal tersebut memudar.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan cerita singkat mereka di depan kelas. Guru dan murid lain mendengarkan dan boleh mengajukan satu pertanyaan setelah setiap kelompok selesai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga kepada seluruh kelas: 'Jika kearifan lokal di daerahmu hilang, apa yang mungkin terjadi pada lingkungan kita?' Murid menjawab secara lisan secara bergantian selama 3 menit.
  • Setiap murid secara mandiri mengisi bagian refleksi di lembar kerja yang memuat 3 pertanyaan: (1) Satu kearifan lokal yang paling membuatku kagum dari diskusi hari ini adalah…, (2) Satu perilaku yang menurutku paling membahayakan kelestarian kearifan lokal adalah…, (3) Satu hal kecil yang bisa aku lakukan untuk ikut melestarikan kearifan lokal di daerahku adalah…
  • Guru meminta 2–3 murid sukarela untuk membacakan jawabannya. Guru memberikan penguatan positif dan merangkum poin-poin penting yang muncul.
  • Guru mengingatkan murid bahwa menjaga kearifan lokal adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai warga dan generasi penerus.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kearifan lokal adalah warisan nilai dari leluhur yang membantu menjaga lingkungan, dan beberapa perilaku modern dapat membuatnya memudar.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menuliskan di selembar kertas — satu contoh kearifan lokal di daerahnya dan satu perilaku yang mengancam kelestariannya (dikumpulkan sebagai tiket keluar/exit ticket).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid selama kegiatan hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diajak untuk mengamati atau bertanya kepada orang tua/tokoh masyarakat di rumah tentang kearifan lokal yang ada di lingkungan keluarga, sebagai bahan eksplorasi tambahan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep kearifan lokal, guru menyediakan kartu gambar bergambar contoh kearifan lokal (misalnya foto gotong royong membersihkan sungai, ritual adat panen) dengan keterangan singkat sebagai scaffolding visual. Untuk murid yang sudah paham lebih cepat, guru menyediakan teks tambahan tentang kearifan lokal yang lebih kompleks dari daerah lain untuk dibandingkan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi lembar kerja dengan panduan pertanyaan bertahap (terstruktur), sementara murid yang lebih mandiri dapat mengembangkan tabel secara bebas dengan kolom tambahan 'dampak lingkungan'. Dalam kegiatan wawancara, murid yang pemalu dapat berperan sebagai pencatat, sementara murid yang lebih percaya diri berperan sebagai pewawancara.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menceritakan hasil temuan: secara lisan (presentasi singkat), tertulis (mengisi tabel lembar kerja), atau visual (menggambar sederhana kearifan lokal yang mereka temukan beserta keterangan singkat). Semua pilihan produk tetap menunjukkan dua hal: identifikasi kearifan lokal dan perilaku yang mengancamnya.

ASESMEN

Awal:

  • Aktivitas 'kata pertama': murid menuliskan satu kata atau frasa yang terlintas saat mendengar 'kearifan lokal' di kertas kecil. Guru membaca beberapa untuk mengetahui gambaran awal pemahaman kelas, kemudian menyesuaikan penekanan penjelasan di tahap Memahami.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati dan mencatat murid yang aktif menjawab dan yang tampak belum memahami saat tanya jawab, sebagai dasar diferensiasi.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan mengecek pengisian lembar kerja tiap kelompok — memastikan setiap kelompok dapat mengisi setidaknya satu baris kearifan lokal dan satu perilaku pemudar dengan benar.
  • Saat presentasi kelompok: guru menggunakan checklist singkat untuk menilai apakah cerita kelompok mencakup (a) nama/deskripsi kearifan lokal, (b) kaitannya dengan lingkungan, dan (c) perilaku yang mengancamnya.

Akhir:

  • Exit ticket individu: murid menuliskan satu kearifan lokal di daerahnya beserta penjelasan singkat kaitannya dengan lingkungan, dan satu perilaku masyarakat yang menyebabkan kearifan lokal tersebut memudar. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kualitas jawaban murid selama tanya jawab di tahap Memahami (catatan anekdotal guru).
  • Pemantauan proses diskusi kelompok dan hasil pengisian tabel lembar kerja selama tahap Mengaplikasi.
  • Kualitas cerita singkat yang dipresentasikan kelompok: apakah mengandung identifikasi kearifan lokal dan perilaku yang menyebabkan pemudarannya.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menuliskan satu contoh kearifan lokal di daerahnya dan satu perilaku yang mengancam kelestariannya (dinilai menggunakan rubrik).
  • Penilaian lembar kerja 8.7 yang sudah diisi murid: kelengkapan tabel kearifan lokal dan perilaku pemudar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan [4.8.7.1]Murid belum dapat menyebutkan contoh kearifan lokal, atau contoh yang disebutkan tidak berkaitan dengan pelestarian lingkungan.Murid dapat menyebutkan satu contoh kearifan lokal tetapi belum dapat menjelaskan keterkaitannya dengan pelestarian lingkungan.Murid dapat menyebutkan satu contoh kearifan lokal dan menjelaskan keterkaitannya dengan pelestarian lingkungan secara sederhana.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih contoh kearifan lokal dan menjelaskan dengan jelas keterkaitannya dengan pelestarian lingkungan serta manfaatnya bagi alam dan masyarakat.
Menceritakan perilaku yang menyebabkan pudarnya kearifan lokal [4.8.7.2]Murid belum dapat menyebutkan perilaku masyarakat yang menyebabkan kearifan lokal memudar, atau jawaban tidak relevan.Murid dapat menyebutkan satu perilaku, namun belum dapat menjelaskan dampaknya terhadap kearifan lokal dan lingkungan.Murid dapat menceritakan satu perilaku masyarakat yang menyebabkan kearifan lokal memudar berdasarkan hasil wawancara atau pengamatan, disertai penjelasan sederhana.Murid dapat menceritakan lebih dari satu perilaku masyarakat yang menyebabkan kearifan lokal memudar berdasarkan hasil wawancara atau pengamatan, dengan penjelasan yang runtut dan dikaitkan dengan dampaknya terhadap lingkungan.
Keterampilan Proses: Mengamati dan MempertanyakanMurid tidak aktif mengamati dan tidak mengajukan pertanyaan selama kegiatan wawancara maupun diskusi.Murid mengamati dan mencatat hasil wawancara dengan panduan penuh dari guru, dan mengajukan pertanyaan jika diminta.Murid secara mandiri mencatat hasil wawancara/pengamatan dan mengajukan setidaknya satu pertanyaan relevan selama kegiatan.Murid secara mandiri mencatat hasil wawancara/pengamatan secara lengkap, mengajukan beberapa pertanyaan relevan, dan membuat prediksi atau kesimpulan awal berdasarkan temuan mereka.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi setidaknya satu kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan pada akhir pembelajaran?
  • Apakah kegiatan wawancara/pengamatan berjalan efektif? Apa yang perlu diperbaiki untuk kegiatan serupa berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah membantu murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang kearifan lokal di daerahku adalah…
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menarik untukku, dan mengapa?
  • Satu pertanyaan yang masih ingin aku cari tahu tentang kearifan lokal di lingkunganku adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi), Kemdikbud — Bab 8 'Menjadi Pahlawan Lingkungan'
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi), Kemdikbud — Bab 8
  3. Lembar Kerja 8.7 (dibuat guru) berisi tabel kearifan lokal dan perilaku pemudar
  4. Kartu gambar kearifan lokal sebagai scaffolding visual (disiapkan guru, bisa dicetak dari internet)
  5. Narasumber: guru lain, staf sekolah, atau tokoh masyarakat yang dapat diundang ke kelas
  6. Gambar atau foto kearifan lokal daerah setempat (cetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.