Modul AjarBab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 8 "Menjadi Pahlawan Lingkungan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan

IPAS - Kelas 4

Bab 8

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 8 — Menjadi Pahlawan Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 8 — Menjadi Pahlawan Lingkungan
Alokasi Waktu24 JP (24 x 35 menit = 840 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa pencemaran lingkungan secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  2. TP 4.8.2 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
  3. TP 4.8.3 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
  4. TP 4.8.4 Melakukan refleksi terhadap penyelidikan pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Benda apa saja yang paling sering kamu lihat tercecer di sudut halaman atau kantin sekolah?
  2. Bagaimana kita bisa tahu apakah suatu tumpukan sampah sudah mencemari lingkungan di sekitar sekolah?
  3. Pernahkah kalian mencium bau tidak sedap atau melihat selokan air yang keruh dan berminyak di sekitar sekolah?
  4. Apa tanda-tanda yang bisa kita amati dengan pancaindra ketika air atau udara di sekitar kita mulai tercemar?
  5. Mengapa penggunaan sampah plastik sekali pakai dapat mengancam kelestarian sumber daya alam dan mempercepat perubahan iklim?
  6. Ide nyata apa yang bisa kita hasilkan untuk mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan sekitar kita?
  7. Mengapa membiarkan kran air mengalir atau lampu menyala di siang hari dapat mempercepat perubahan iklim di bumi?
  8. Solusi nyata apa yang dapat kita lakukan setiap hari di sekolah untuk menghemat energi listrik dan air demi melestarikan sumber daya alam?
  9. Mengapa menanam pohon dapat membantu mendinginkan suhu Bumi kita?
  10. Aktivitas sehari-hari apa saja yang menghasilkan gas karbon, dan bagaimana cara kita menguranginya?
  11. Bagaimana cara kita mengajak warga sekolah menjaga kelestarian sumber daya alam melalui sebuah gambar dan tulisan?
  12. Pesan tertulis seperti apa yang paling mudah dipahami orang lain agar mereka ikut menghemat air, energi, atau mengurangi sampah?
  13. Bagaimana cara menyampaikan temuan penyelidikan lingkungan kita secara lisan agar orang lain mudah memahaminya?
  14. Informasi penting apa saja tentang aksi mitigasi perubahan iklim yang perlu disampaikan saat presentasi singkat?
  15. Apa keberhasilan dan kesulitan yang kalian temukan saat menyelidiki perilaku pemborosan air dan listrik di sekolah?
  16. Bagaimana cara kita memperbaiki langkah penyelidikan lingkungan agar data pemborosan sumber daya alam yang kita peroleh menjadi lebih akurat?
  17. Apa pengalaman paling berharga atau kendala terbesar yang kalian temui saat melakukan aksi penyelidikan jejak karbon di sekitar kita?
  18. Bagaimana komitmen nyata yang dapat kita jalankan secara konsisten untuk terus mengurangi jejak karbon sehari-hari?
  19. Bagaimana kita membuktikan bahwa penyelidikan lingkungan yang telah kita lakukan dapat menghasilkan aksi nyata pelestarian alam?
  20. Mengapa menyampaikan gagasan pelestarian alam secara lisan dan tertulis penting untuk mengajak orang lain menjadi pahlawan lingkungan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengamati Fenomena Pencemaran Sampah di Lingkungan Sekolah dan Mencatat Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa pencemaran lingkungan secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan kelas agar tertib (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati fenomena penumpukan dan pencemaran sampah di area sekolah serta mencatat hasil pengamatannya pada lembar kerja (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan 3 gambar kondisi lingkungan: Gambar A (kantin penuh bungkus plastik tercecer di lantai dan selokan tersumbat), Gambar B (taman sekolah bersih dan rapi), dan Gambar C (tempat sampah meluber ke tanah hingga terinjak-injak). Guru meminta murid mengangkat kartu kode 'Pencemaran Sampah' atau 'Bukan Pencemaran' untuk setiap gambar (acuan: Gambar A = Pencemaran Sampah, Gambar B = Bukan Pencemaran, Gambar C = Pencemaran Sampah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan singkat guru mengenai cara melakukan pengamatan lingkungan secara teliti: menggunakan indra penglihatan (melihat jenis dan sebaran sampah) dan indra pembau (mencium bau tak sedap yang timbul) tanpa menyentuh langsung benda kotor berbahaya (10 menit).
  • Murid menerima Lembar Pengamatan Pencemaran Sampah Sekolah yang memuat 3 kolom pencatatan: (1) Lokasi Pengamatan, (2) Jenis Sampah yang Terlihat, dan (3) Tanda Gangguan Lingkungan (bau, menyumbat saluran, atau kotor berserakan) (5 menit).
  • Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan tantangan cepat berpasangan 'Detektif Cepat': murid mengamati kartu simulasi yang dibagikan guru berisi 3 contoh catatan pengamatan rumpang, lalu murid berpasangan menentukan kolom yang tepat untuk kata kunci yang disediakan (acuan: kata 'kantin' masuk kolom Lokasi; kata 'kantong kresek dan sedotan' masuk kolom Jenis Sampah; kata 'saluran air tergenang dan bau' masuk kolom Tanda Gangguan) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang), mengenakan tanda pengenal 'Tim Pengamat Lingkungan', dan mendengarkan arahan batas wilayah observasi di lingkungan sekolah (halaman, koridor kelas, kantin, dan area tempat pembuangan sementara sekolah) (5 menit).
  • Murid secara berkelompok melakukan pengamatan langsung fenomena pencemaran sampah di 2 lokasi berbeda di lingkungan sekolah yang telah ditentukan guru selama perjalanan keliling terbimbing (15 menit).
  • Murid secara mandiri dalam kelompok mencatat secara tertulis hasil pengamatan fenomena pencemaran sampah pada lembar kerja masing-masing, mencakup minimal 2 lokasi, minimal 2 jenis sampah di tiap lokasi, dan tanda pencemaran yang teramati (misalnya: bau busuk, lalat mengerubung, atau selokan tersumbat) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke ruang kelas, memeriksa kelengkapan data catatan pengamatan masing-masing, dan membandingkan catatan dengan rekan satu kelompoknya untuk memastikan tidak ada fenomena yang terlewat (10 menit).
  • Murid menjawab secara lisan pertanyaan panduan guru mengenai proses pengamatan: 'Bagian lingkungan mana yang paling banyak kamu temukan sampah berserakan, dan apa tanda fisik yang paling jelas terlihat bahwa tempat itu tercemar?' (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan pengamatan dan pencatatan yang telah dilakukan murid hari ini tanpa mengaitkannya dengan kesimpulan bab (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar hasil pengamatan murid untuk dinilai kelengkapan dan ketepatan datanya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, lembar pengamatan dilengkapi pilihan centang jenis sampah (plastik, kertas, sisa makanan). Untuk murid dengan pemahaman cepat, lembar pengamatan menyediakan kolom catatan tambahan untuk memperkirakan perkiraan sebaran luas area yang terdampak sampah.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada kelompok yang kesulitan mengidentifikasi tanda pencemaran di lapangan, sedangkan kelompok mandiri dipersilakan mengamati secara mandiri dalam batas area aman.
  • Produk: Format catatan dapat berupa tabel isian singkat berpoin atau deskripsi tertulis sederhana yang penting memuat lokasi, jenis sampah, dan tanda pencemarannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memperlihatkan 3 gambar situasi lingkungan sekolah: (1) Gambar kantin dengan sampah plastik berserakan dan selokan mampet, (2) Gambar taman depan perpustakaan yang disapu bersih tanpa sampah, dan (3) Gambar tumpukan sampah daun dan plastik meluap di belakang pagar sekolah. Murid mengelompokkan mana yang tergolong fenomena pencemaran sampah (acuan jawaban: situasi 1 dan 3 tergolong pencemaran sampah; situasi 2 tergolong bukan pencemaran).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat melakukan pengamatan di lingkungan sekolah dan penilaian Lembar Pengamatan Pencemaran Sampah dengan kriteria keterisian 3 komponen: lokasi teramati (minimal 2 lokasi), jenis sampah (minimal 2 jenis per lokasi, misal: botol plastik, bungkus snack), dan tanda pencemaran yang teramati (misal: bau menusuk, mengotori pemandangan, menutup aliran selokan).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil catatan pengamatan individu/kelompok pada lembar kerja. Kriteria ketepatan: murid berhasil mencatat data pengamatan yang memuat minimal 2 lokasi, minimal 2 jenis sampah teridentifikasi di setiap lokasi, dan deskripsi tanda pencemaran lingkungan yang dapat diamati secara objektif (acuan: lokasi jelas seperti 'Kantin Sekolah' atau 'Sudut Halaman Belakang'; jenis sampah konkret seperti 'bungkus mi instan', 'gelas air mineral'; tanda fisik seperti 'menumpuk di parit hingga air terhenti', 'bau busuk').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi fenomena pencemaran sampah melalui 3 gambar situasi.
  • Asesmen proses (unjuk kerja dan catatan observasi): rubrik pengamatan pencatatan fenomena pencemaran sampah pada Lembar Kerja 8.1.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Mengamati Fenomena Pencemaran SampahMurid hanya melihat secara umum tanpa mencatat atau hanya mengamati 1 tanda fenomena pencemaran secara tidak jelas walau dibimbing guru.Murid mengamati dan mengenali 1 lokasi fenomena pencemaran sampah di sekolah dengan menyebutkan 1 jenis sampah yang mencemarinya.Murid mengamati fenomena pencemaran sampah di 2 lokasi sekolah dengan mencatat jenis sampah dan tanda gangguan lingkungan yang tampak sesuai instruksi.Murid secara mandiri dan cermat mengamati fenomena pencemaran sampah di 2 lokasi atau lebih dengan mencatat rincian jenis sampah dan dampak fisiknya (bau, sumbatan saluran) secara lengkap dan teliti.
Kelengkapan Catatan Hasil PengamatanCatatan pengamatan kosong atau hanya terisi kurang dari 2 elemen data dari lokasi, jenis sampah, atau tanda pencemaran.Catatan pengamatan hanya memuat 1 lokasi dengan data jenis sampah atau tanda pencemaran yang belum lengkap.Catatan pengamatan memuat lengkap 2 lokasi, minimal 2 jenis sampah per lokasi, dan tanda pencemaran lingkungan yang teramati.Catatan pengamatan sangat lengkap memuat lebih dari 2 lokasi, jenis-jenis sampah terperinci, serta deskripsi tanda pencemaran secara runut dan jelas tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit untuk berkeliling mengamati lingkungan sekolah mencukupi bagi murid untuk menemukan fenomena pencemaran sampah?
  • Apakah ada kelompok yang mengalami kendala saat mencatat data hasil pengamatan ke dalam lembar kerja?

Murid:

  • Apa fenomena pencemaran sampah yang paling mengganggu yang kamu temukan di sekolah tadi?
  • Bagian mana dari kegiatan pengamatan dan pencatatan hari ini yang paling menantang untuk kamu lakukan?

Pertemuan 2 — Mengamati Peristiwa Pencemaran Air dan Udara di Sekitar Sekolah serta Mencatat Hasilnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa pencemaran lingkungan secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati peristiwa pencemaran air dan udara di sekitar sekolah serta mencatat hasil pengamatannya pada lembar kerja (2 menit).
  • Asesmen awal: Guru meminta murid mengamati 2 gambar perbandingan kondisi lingkungan yang ditunjukkan di papan tulis: Gambar A (aliran air parit jernih tanpa bau dan udara taman segar) serta Gambar B (aliran parit keruh kehitaman dengan lapisan minyak dan asap pembakaran sampah mengepul). Murid diminta menjawab secara lisan ciri-ciri air dan udara yang tercemar berdasarkan gambar tersebut (acuan jawaban: air tercemar berwarna keruh/hitam, berminyak, berbau busuk; udara tercemar berasap pekat, berdebu, atau berbau menyengat) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai cara melakukan pengamatan sederhana terhadap pencemaran air (mengamati warna, kejernihan, endapan, dan bau dari jarak aman) serta pencemaran udara (mengamati keberadaan asap, debu yang menempel pada daun, dan bau di sekitar) (10 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menerima Lembar Pengamatan Pencemaran Air dan Udara yang memuat kolom: Lokasi, Objek yang Diamati (Air/Udara), Tanda/Kondisi Teramati, dan Kesimpulan Sederhana (Tercemar / Tidak Tercemar) (5 menit).
  • Game Edukatif Detektif Lingkungan: Sebelum observasi luar ruang, guru memberikan tantangan cepat berupa 'Tebak Tanda Pencemaran'. Guru membacakan 4 pernyataan kondisi lingkungan: (1) Air selokan berwarna hitam pekat dan berbau busuk; (2) Daun tanaman bersih kehijauan dan udara terasa segar; (3) Asap knalpot kendaraan hitam mengepul di dekat gerbang sekolah; (4) Air keran bening tidak berwarna dan tidak berbau. Murid mengangkat kartu bendera merah untuk kondisi tercemar dan bendera hijau untuk kondisi tidak tercemar secara berkelompok dengan cepat dan gembira (acuan: 1=merah/tercemar, 2=hijau/tidak tercemar, 3=merah/tercemar, 4=hijau/tidak tercemar) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dengan bimbingan guru dan menerapkan aturan keselamatan, setiap kelompok melakukan pengamatan langsung (observasi lapangan sederhana) ke 2 titik di area sekolah: Titik 1 (area saluran air/parit dekat kantin atau toilet) dan Titik 2 (area parkir motor/tempat pembakaran atau gerbang sekolah) (25 menit).
  • Murid secara kolaboratif mengamati fenomena fisik yang ada (warna air, bau parit, endapan sisa sabun/makanan, debu pada daun, asap kendaraan) dan mencatat fakta hasil pengamatannya ke dalam tabel lembar kerja masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatan mereka di dalam kelas dan saling membandingkan hasil catatan antarkelompok untuk memverifikasi kesesuaian data pengamatan (10 menit).
  • Murid melakukan refleksi terbimbing mengenai ketelitian mereka saat mengamati kondisi lingkungan sekolah: apakah semua tanda pencemaran air dan udara berhasil dicatat sesuai fakta tanpa mengira-ngira (5 menit).

Penutup:

  • Asesmen akhir: Guru memberikan cek pemahaman singkat berupa 2 pertanyaan tertulis pada secarik kertas: (1) Sebutkan 2 tanda fisik pencemaran air yang kamu temukan di selokan/parit sekolah! (acuan jawaban: air berwarna keruh/kehitaman, berbau busuk/tidak sedap, terdapat endapan sampah/minyak); (2) Sebutkan 2 tanda pencemaran udara yang dapat diamati di sekitar sekolah! (acuan jawaban: terlihat kepulan asap kendaraan/sampah, tercium bau asap menyengat, terdapat lapisan debu pada permukaan dedaunan) (7 menit).
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran mengenai pentingnya kejelian mengamati tanda-tanda pencemaran air dan udara, lalu guru menutup pertemuan dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi contoh gambar warna air tercemar dan asap pekat, sedangkan murid mahir mengamati parameter tambahan seperti ketebalan lapisan debu pada daun tanaman di area observasi.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi langsung oleh guru saat mencatat tanda-tanda fisik di lembar kerja, sedangkan kelompok mandiri mengamati dan mencatat secara independen.
  • Produk: Murid dapat mencatat hasil pengamatan dalam bentuk uraian teks singkat atau disertai sketsa gambar sederhana kondisi air/udara di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 2 gambar perbandingan kondisi air dan udara untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid mengenai ciri fisik pencemaran lingkungan (acuan: Gambar A tidak tercemar karena air jernih dan udara bersih; Gambar B tercemar karena air keruh berminyak serta udara berasap pekat).

Proses:

  • Penilaian keterlibatan murid dalam melakukan pengamatan langsung terhadap pencemaran air dan udara di 2 lokasi sekolah.
  • Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian catatan hasil pengamatan pada tabel Lembar Kerja Kelompok (memuat minimal 2 tanda fisik pencemaran air dan 2 tanda fisik pencemaran udara yang nyata teramati).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pertemuan: menjawab 2 pertanyaan mengenai tanda fisik pencemaran air (acuan: keruh, berbau busuk, berminyak) dan udara (acuan: berasap, berbau menyengat, berdebu) berdasarkan hasil observasi.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan lapangan menggunakan lembar observasi keterlibatan dan ketepatan mencatat data pengamatan
  • Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengamatan pencemaran air dan udara di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena pencemaran air dan udaraBelum mampu mengamati tanda fisik pencemaran air maupun udara meskipun telah diarahkan guru ke lokasi observasi.Mampu mengamati tanda fisik pencemaran pada salah satu objek saja (hanya air atau hanya udara) dengan bimbingan intensif guru.Mampu mengamati tanda fisik pencemaran air dan udara (minimal masing-masing 1 tanda yang teramati) secara mandiri.Mampu mengamati fenomena pencemaran air dan udara secara cermat dengan mengidentifikasi lebih dari 2 tanda fisik yang tampak di lingkungan sekolah secara mandiri.
Mencatat hasil pengamatan pencemaran lingkunganBelum dapat mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel lembar kerja yang disediakan.Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja namun data yang ditulis tidak lengkap atau tidak sesuai dengan fakta kondisi yang diamati.Mencatat hasil pengamatan fenomena pencemaran air dan udara pada tabel lembar kerja secara lengkap dan sesuai fakta lapangan.Mencatat seluruh hasil pengamatan fenomena pencemaran air dan udara secara lengkap, terperinci (memuat lokasi, kondisi fisik, dan kesimpulan), serta rapi dan sistematis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu observasi luar kelas mencukupi bagi murid untuk mengamati fenomena pencemaran air dan udara dengan aman?
  • Bagian mana dari kegiatan pengamatan yang paling efektif membimbing murid menemukan bukti fisik pencemaran lingkungan?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang tanda-tanda air dan udara yang tercemar setelah melakukan pengamatan hari ini?
  • Bagian pengamatan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu catat di lembar kerja?

Pertemuan 3 — Menghasilkan Solusi Pengurangan Sampah Plastik untuk Pelestarian Sumber Daya Alam sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.2 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak cepat hubungan plastik dan minyak bumi dengan 2 pilihan respons untuk memetakan kesiapan memahami masalah plastik sebagai ancaman sumber daya alam (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merumuskan dan menghasilkan solusi pengurangan sampah plastik guna melestarikan sumber daya alam dan memitigasi perubahan iklim (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru mengenai siklus plastik: plastik dibuat dari minyak bumi (sumber daya alam tak terbarukan), proses produksinya melepaskan gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim, dan sampahnya mencemari tanah serta air (15 menit).
  • Murid bermain kuis tantangan berpasangan 'Pilah Tindakan Bijak': murid mencocokkan 4 kartu skenario masalah plastik berikut ke kartu solusinya: (1) 'Membeli minuman kemasan gelas plastik tiap istirahat' -> solusi 'Membawa botol minum (tumbler) guna ulang'; (2) 'Belanja jajan memakai kantong kresek sekali pakai' -> solusi 'Membawa tas kain lipat sendiri dari rumah'; (3) 'Membeli makanan berbungkus plastik sekali buang' -> solusi 'Membawa kotak makan (wadah pangan) sendiri'; (4) 'Sedotan plastik menumpuk setelah minum es' -> solusi 'Menolak sedotan plastik atau menggunakan sedotan logam/bambu guna ulang' (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Rencana Solusi dan secara mandiri menyusun 3 ide solusi konkret pengurangan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari (di sekolah, kantin, atau rumah) yang berdampak pada penghematan sumber daya alam minyak bumi serta pengurangan emisi pembakaran sampah (25 menit).
  • Murid memverifikasi dan melengkapi rencana solusinya dengan menuliskan tindakan nyata yang dilakukan, alat/wadah pengganti yang digunakan, dan dampaknya bagi pengurangan timbulan sampah plastik (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali lembar solusi yang telah dibuat untuk memastikan apakah ide solusinya dapat diterapkan secara nyata dan konsisten mulai hari ini (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mengurangi sampah plastik secara langsung menghemat sumber daya minyak bumi dan menekan emisi penyebab perubahan iklim (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap lembar kerja solusi murid serta menyampaikan topik pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan daftar pilihan benda pengganti plastik (tumbler, tas belanja kain, kotak makan), sedangkan murid mahir merumuskan solusi berbasis substitusi material secara mandiri.
  • Proses: Murid dengan pemahaman dasar diberikan panduan perancangan berstruktur langkah per langkah, sedangkan murid yang lebih cepat langsung merumuskan 3 solusi beserta analisis penghematan sumber daya alamnya.
  • Produk: Murid menuangkan hasil solusi ke dalam lembar kerja tabel solusi praktis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik 2 butir pernyataan benar/salah secara lisan/tunjuk tangan: (1) 'Plastik terbuat dari olahan minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui' (acuan jawaban: Benar); (2) 'Mengurangi kantong kresek dan botol plastik sekali pakai dapat membantu mengurangi pemanasan global' (acuan jawaban: Benar).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengisi Lembar Kerja Solusi dengan kriteria: ketercapaian menghasilkan solusi konkret pengurangan plastik, keterkaitan solusi dengan pelestarian sumber daya alam (minyak bumi/lingkungan), dan relevansinya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (pengurangan emisi/pembakaran).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Rencana Solusi murid yang memuat 3 ide solusi pengurangan plastik. Kriteria penerimaan operasional: (1) Solusi bersifat tindakan nyata pencegahan/pengurangan plastik (misal: membawa tumbler, memakai tas kain, memakai kotak bekal, menolak sedotan plastik); (2) Menyebutkan pengganti plastik sekali pakai; (3) Menyatakan manfaatnya dalam mengurangi timbulan sampah/emisi.

Formatif:

  • Penilaian lembar kerja perumusan solusi pengurangan sampah plastik untuk pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghasilkan solusi pengurangan sampah plastik untuk pelestarian SDA dan mitigasi perubahan iklimBelum mampu menghasilkan solusi konkret pengurangan sampah plastik yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim.Mampu menghasilkan 1 solusi konkret pengurangan sampah plastik, namun belum mengaitkannya secara jelas dengan pelestarian sumber daya alam atau mitigasi perubahan iklim.Mampu menghasilkan 2 hingga 3 solusi konkret pengurangan sampah plastik yang tepat serta jelas kaitannya dengan pelestarian sumber daya alam dan upaya mitigasi perubahan iklim dengan bimbingan.Mampu menghasilkan 3 solusi konkret pengurangan sampah plastik yang sangat tepat, realistis diterapkan, serta mampu menjelaskan kaitan langsungnya dengan pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran membantu murid mengaitkan bahaya sampah plastik dengan pelestarian sumber daya minyak bumi dan perubahan iklim?
  • Bagaimanakah tingkat kemandirian murid saat merumuskan ide solusi praktis pengurangan sampah plastik?

Murid:

  • Solusi pengurangan sampah plastik mana yang paling mudah saya lakukan mulai hari ini di sekolah atau rumah?
  • Mengapa tindakan saya mengurangi plastik sekali pakai bisa ikut menjaga Bumi dari perubahan iklim?

Pertemuan 4 — Menghasilkan Solusi Penghematan Energi dan Air untuk Pelestarian Sumber Daya Alam sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.2 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Berasal dari manakah sebagian besar pembangkit listrik kita, dan mengapa boros listrik memicu perubahan iklim?' (acuan: batubara/bahan bakar fosil yang menghasilkan gas rumah kaca saat dibakar); (2) 'Mengapa menghemat air bersih menjaga kelestarian sumber daya alam?' (acuan: air bersih terbatas, penyulingan dan pemompaan air membutuhkan energi listrik) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan kontekstual guru tentang hubungan sebab-akibat antara pemborosan listrik (pembakaran batubara menghasilkan emisi karbon penyebab pemanasan global) serta pemborosan air terhadap kelestarian sumber daya alam (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis 2 skenario pemborosan: Skenario 1: 'Kipas angin dan lampu kelas menyala saat semua murid berolahraga di lapangan'; Skenario 2: 'Kran tempat wudu atau cuci tangan dibiarkan menetes deras saat ditinggal' (acuan masalah: pemborosan energi listrik fosil dan pemborosan air tanah/bersih) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Tangkas Solusi Energi dan Air': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus pemborosan nyata di sekolah: Kasus 1: Lampu lorong kelas menyala di siang benderang; Kasus 2: Kran wastafel bocor menetes terus; Kasus 3: Komputer laboratorium menyala sepanjang malam; Kasus 4: Menyiram tanaman taman menggunakan selang air bertekanan tinggi tanpa penutup (15 menit).
  • Murid secara mandiri/berpasangan menghasilkan dan merumuskan solusi konkret pelestarian sumber daya alam untuk keempat kasus tersebut pada Lembar Solusi Mitigasi (acuan solusi: Kasus 1: Mematikan sakelar lampu dan memanfaatkan pencahayaan alami jendela; Kasus 2: Melaporkan perbaikan paking kran atau menutup katup utama sementara; Kasus 3: Mengaktifkan mode tidur otomatis/mematikan tombol power dan mencabut steker saat usai jam sekolah; Kasus 4: Menggunakan gayung/alat penyiram tanaman atau memanfaatkan air bekas cuci tangan/wudu) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan kelayakan solusi yang dihasilkan dengan kriteria: solusi harus dapat diterapkan nyata oleh murid sekolah dasar dan berdampak langsung pada pengurangan emisi/penghematan sumber daya alam (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum bahwa tindakan sederhana mematikan listrik dan menutup kran adalah aksi nyata mitigasi perubahan iklim (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman mandiri tertulis 1 soal: 'Tuliskan 1 solusi penghematan listrik dan 1 solusi penghematan air yang paling mungkin kamu terapkan besok pagi di sekolah!' (acuan: solusi tindakan nyata dan dapat diterapkan mandiri oleh murid kelas 4) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang memuat pilihan tindakan hemat listrik dan air, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu skenario pemborosan tingkat lanjut yang mencakup penggunaan dispenser air dan pendingin ruangan.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar dasar dibimbing secara bertahap dalam merumuskan kalimat solusi melalui kalimat pemandu, sedangkan murid mahir merumuskan solusi secara mandiri tanpa bantuan kalimat panduan.
  • Produk: Murid dapat menghasilkan solusi dalam bentuk tabel daftar tindakan penghematan atau poin-poin langkah aksi nyata hemat energi dan air.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan konsep keterkaitan energi-air dengan perubahan iklim: (1) 'Mengapa mematikan lampu saat tidak digunakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca?' (acuan: listrik sebagian besar dibangkitkan dari pembakaran bahan bakar fosil/batubara); (2) 'Mengapa pemborosan air mengancam kelestarian alam?' (acuan: pasokan air bersih alami terbatas dan proses pengalirannya memerlukan energi pompa listrik).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengerjakan Lembar Solusi Mitigasi terhadap 4 kasus pemborosan (Kasus 1: Lampu lorong menyala siang hari; Kasus 2: Kran wastafel bocor; Kasus 3: Komputer menyala sepanjang malam; Kasus 4: Menyiram tanaman dengan selang boros air; acuan ketepatan solusi: Kasus 1 -> mematikan sakelar & pakai cahaya alami; Kasus 2 -> perbaikan paking kran/lapor petugas/tampung tetesan; Kasus 3 -> matikan komputer & cabut steker; Kasus 4 -> gunakan wadah siram/air daur ulang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan: 'Tuliskan 1 solusi penghematan listrik dan 1 solusi penghematan air yang dapat kamu terapkan langsung di kelas besok!' (Kriteria penerimaan: Solusi listrik berupa tindakan mematikan/mencabut alat listrik yang tidak terpakai; Solusi air berupa tindakan menutup kran rapat/tidak membiarkan air terbuang/menggunakan air secukupnya).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Solusi Mitigasi (merumuskan solusi konkret penghematan energi dan air untuk 4 kasus pemborosan di sekolah).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghasilkan solusi penghematan energi dan air untuk mitigasi perubahan iklimBelum mampu menghasilkan solusi yang tepat untuk kasus pemborosan energi dan air, atau solusi yang diajukan tidak relevan dengan upaya pelestarian sumber daya alam.Mampu menghasilkan 1 sampai 2 solusi yang tepat dan dapat diterapkan dari 4 kasus pemborosan energi dan air yang diberikan sesuai acuan.Mampu menghasilkan 3 solusi yang tepat dan dapat diterapkan dari 4 kasus pemborosan energi dan air yang diberikan sesuai acuan.Mampu menghasilkan seluruh 4 solusi yang tepat, logis, dan dapat diterapkan secara mandiri dari 4 kasus pemborosan energi dan air sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario kasus pemborosan energi dan air yang diberikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 4?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan perumusan solusi mitigasi, apakah seluruh murid mampu menghasilkan gagasan solutif?

Murid:

  • Apakah aku sudah tahu mengapa menghemat listrik dan air di sekolah bisa membantu bumi dari pemanasan global?
  • Tindakan hemat energi atau hemat air apa yang akan langsung aku biasakan mulai hari ini?

Pertemuan 5 — Menghasilkan Solusi Penanaman Pohon dan Pengurangan Jejak Karbon untuk Mitigasi Perubahan Iklim — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.2 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan yel-yel singkat pelestari lingkungan untuk membangkitkan semangat belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang hubungan pohon, gas karbon, dan suhu bumi untuk mengetahui kesiapan murid (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak infografik di papan tulis mengenai peran pohon dalam menyerap gas karbon dioksida serta aktivitas penyumbang jejak karbon seperti naik kendaraan bermotor dan penggunaan listrik berlebih (10 menit).
  • Murid memainkan kuis ceria 'Tebak Jejak Karbon': guru membacakan 3 aktivitas (1: bersepeda ke sekolah, 2: diantar mobil sendirian, 3: membiarkan lampu menyala siang hari) dan murid mengangkat kartu hijau jika aktivitas ramah iklim atau kartu merah jika menghasilkan jejak karbon tinggi (acuan jawaban: 1 = hijau/rendah jejak karbon; 2 = merah/tinggi jejak karbon; 3 = merah/tinggi jejak karbon) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Rencana Solusi Hijau yang memuat 3 masalah: Masalah A (Halaman sekolah gersang dan panas saat siang hari), Masalah B (Banyak murid diantar sepeda motor walau rumahnya dekat), Masalah C (Lampu dan kipas angin kelas tetap menyala saat murid berolahraga di lapangan) (5 menit).
  • Secara mandiri atau berpasangan, murid menghasilkan dan menuliskan 1 solusi penanaman pohon untuk Masalah A serta minimal 2 solusi pengurangan jejak karbon untuk Masalah B dan C pada lembar kerja (acuan solusi yang dapat diterima: Masalah A = membuat kebun vertikal/menanam pohon peneduh di pot/tabulampot; Masalah B = berjalan kaki bersama/bersepeda/naik angkutan umum bersama; Masalah C = membuat jadwal piket matikan saklar listrik/mematikan alat listrik sebelum keluar kelas) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar solusi yang telah dirumuskannya dengan panduan pertanyaan reflektif: 'Apakah ide solusiku ini benar-benar bisa mengurangi gas karbon dan dapat saya lakukan mulai besok?' (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa menanam pohon dan mengurangi jejak karbon sehari-hari adalah solusi nyata menjaga bumi dari perubahan iklim (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap solusi yang telah dibuat murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan menuangkan gagasan solusi ke dalam bentuk poster (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bantuan visual disediakan kartu gambar jenis pohon dan ilustrasi kegiatan harian; bagi murid cepat disediakan lembar studi kasus tambahan tentang jejak karbon makanan kemasan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan penuntun operasional saat merancang solusi; murid yang sudah mahir diarahkan merumuskan solusi yang melibatkan peran warga sekolah lebih luas.
  • Produk: Murid menuangkan solusi dalam bentuk tulisan kalimat sederhana disertai poin langkah aksi yang jelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis lisan awal 2 butir pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Pohon menyerap gas apa dari udara saat bernapas/fotosintesis?' (acuan: karbon dioksida/gas karbon/CO2); (2) 'Mengapa jika banyak pohon ditebang bumi menjadi makin panas?' (acuan: gas karbon/panas menumpuk di udara karena tidak ada pohon yang menyerapnya).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Rencana Solusi Hijau saat tahap mengaplikasi berdasarkan ketepatan 3 solusi terhadap masalah yang diberikan: (1) Solusi Masalah A (penanaman pohon di sekolah gersang; acuan kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan menanam tanaman/pohon peneduh/kebun vertikal/potisasi); (2) Solusi Masalah B (jejak karbon transportasi jarak dekat; acuan kriteria penerimaan: tindakan jalan kaki/bersepeda/berbagi kendaraan); (3) Solusi Masalah C (pemborosan listrik kelas kosong; acuan kriteria penerimaan: tindakan mematikan saklar lampu/kipas angin/membuat jadwal piket listrik).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir lembar kerja dan konfirmasi komitmen 1 tindakan solusi penanaman pohon atau pengurangan jejak karbon pribadi yang ditulis murid di akhir lembar tugas (acuan kriteria penerimaan: solusi relevan dengan target mitigasi perubahan iklim dan realistis dilakukan murid kelas 4).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja menghasilkan solusi penanaman pohon dan pengurangan jejak karbon
  • Kuis diagnostik lisan di awal pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghasilkan Solusi Penanaman Pohon dan Pengurangan Jejak KarbonBelum mampu menghasilkan solusi yang relevan untuk penanaman pohon maupun pengurangan jejak karbon.Mampu menghasilkan 1 solusi yang tepat (baik penanaman pohon atau pengurangan jejak karbon) dari 3 masalah yang diberikan sesuai kriteria penerimaan.Mampu menghasilkan 2 sampai 3 solusi yang tepat mencakup solusi penanaman pohon dan pengurangan jejak karbon dari masalah yang diberikan sesuai kriteria penerimaan.Mampu menghasilkan 3 solusi tepat mencakup solusi penanaman pohon dan pengurangan jejak karbon secara lengkap dan mandiri tanpa arahan tambahan guru sesuai kriteria penerimaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk merumuskan ide solusi secara mandiri?
  • Bagian mana dari penjelasan jejak karbon yang paling menantang untuk dipahami murid kelas 4?

Murid:

  • Solusi penanaman pohon atau hemat energi mana yang paling ingin segera kamu lakukan di rumah atau sekolah?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara mengurangi gas karbon di Bumi?

Pertemuan 6 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam secara Tertulis melalui Media Poster — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.3 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan upaya pelestarian sumber daya alam secara tertulis melalui media poster (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh pesan tertulis pada kartu: Kartu A 'Buanglah sampah pada tempatnya agar air sungai tidak tersumbat' dan Kartu B 'Hari ini udara sangat panas sekali' lalu menanyakan kartu mana yang memuat pesan ajakan pelestarian sumber daya alam (acuan: Kartu A tepat karena memuat tindakan pelestarian SDA dan dampaknya, sedangkan Kartu B hanya pernyataan keadaan cuaca) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati contoh format poster edukasi lingkungan sederhana yang memuat 3 unsur tertulis utama: (1) Judul/Slogan ajakan pelestarian SDA, (2) Fakta singkat masalah dari hasil penyelidikan sebelumnya (misal: sampah plastik mencemari tanah/air), dan (3) Pesan tindakan solusi nyata (misal: membawa botol minum sendiri/mematikan keran) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan cepat 'Susun Slogan Ceria' berpasangan: murid mencocokkan potongan kata acak menjadi kalimat ajakan pelestarian SDA yang menggembirakan sebelum menuangkannya ke poster (misal: 'Hemat Air' + 'Bumi Lestari', 'Kurangi Plastik' + 'Laut Bersih') (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun media poster edukasi pada kertas gambar yang memuat komunikasi tertulis hasil penyelidikan pelestarian SDA dengan menuliskan secara lengkap: judul/slogan ajakan, 1 kalimat fakta masalah lingkungan, dan 2 tindakan nyata pelestarian SDA yang dapat dilakukan warga sekolah (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali kalimat-kalimat pada poster buatannya sendiri dengan hening dan berkesadaran, memeriksa apakah pesan tertulis yang disampaikan sudah jelas dan dapat dipahami orang lain yang membacanya (5 menit).

Penutup:

  • Murid saling memperlihatkan hasil poster tertulisnya di atas meja masing-masing dalam kegiatan galeri kelas sederhana dan guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kejelasan pesan pelestarian SDA (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya media poster sebagai sarana komunikasi tertulis untuk menggerakkan kepedulian lingkungan sekolah, lalu menutup kegiatan dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi contoh kata kunci pilihan pesan tindakan (misal: 'hemat listrik', 'tutup keran', 'bawa tumbler'), sedangkan murid yang cepat dapat memilih topik penyelidikan yang lebih spesifik seperti konservasi air tanah atau jejak karbon.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai kalimat didampingi dengan template kalimat rumpang terstruktur (contoh: 'Ayo lestarikan ... dengan cara ...'), sedangkan murid yang mahir menyusun kalimat ajakan secara mandiri tanpa template rumpang.
  • Produk: Semua murid menghasilkan poster tertulis pelestarian SDA; murid yang mahir menuliskan 3 kalimat aksi solusi mitigasi, sementara murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan minimal 1 kalimat slogan dan 1 kalimat aksi solusi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi pesan tertulis pelestarian SDA melalui pemilihan kartu: Diberikan 2 kartu pernyataan: Kartu 1 'Tutup keran air setelah mencuci tangan agar cadangan air bersih terjaga' dan Kartu 2 'Sepatu saya berwarna hitam'. Murid diminta menentukan kartu yang memuat pesan komunikasi pelestarian SDA (acuan: Kartu 1 benar karena memuat tindakan nyata penghematan sumber daya air beserta tujuannya; Kartu 2 salah karena hanya memuat deskripsi benda pribadi).

Proses:

  • Observasi kelengkapan dan kejelasan pesan tertulis saat murid merancang teks poster pelestarian SDA (acuan periksa: memuat slogan ajakan pelestarian SDA, memuat fakta masalah hasil penyelidikan, serta memuat tindakan solusi pelestarian air/energi/pengelolaan sampah).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan keterbacaan dan ketepatan isi komunikasi tertulis pada produk poster akhir murid berdasarkan 3 kriteria penerimaan operasional: (1) Judul/slogan ajakan pelestarian SDA tertulis jelas, (2) Menyebutkan masalah lingkungan yang diselidiki secara tertulis, dan (3) Menyebutkan minimal 1 aksi nyata pelestarian SDA/mitigasi lingkungan secara tertulis.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja komunikasi tertulis pada poster pelestarian sumber daya alam menggunakan rubrik observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kejelasan dan Kelengkapan Pesan Tertulis Pelestarian SDA pada Media PosterPesan tertulis pada poster belum memuat ajakan pelestarian SDA maupun tindakan solusi, tulisan belum menyampaikan hasil penyelidikan lingkungan.Pesan tertulis pada poster memuat slogan ajakan secara sederhana, tetapi belum memuat tindakan solusi pelestarian SDA secara tertulis.Pesan tertulis pada poster memuat slogan ajakan dan 1-2 tindakan solusi nyata pelestarian SDA dari hasil penyelidikan secara tertulis dengan jelas.Pesan tertulis pada poster memuat slogan ajakan, fakta masalah hasil penyelidikan, dan lebih dari 2 tindakan solusi pelestarian SDA secara runtut, jelas, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi pembuatan poster tertulis memfasilitasi seluruh murid mengomunikasikan hasil penyelidikan lingkungan dengan bahasa mereka sendiri?
  • Bagian mana dari penyusunan pesan tertulis yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?

Murid:

  • Pesan tertulis apa yang paling kamu sukai pada poster pelestarian lingkungan yang kamu buat hari ini?
  • Apakah pesan pada postermu sudah cukup mudah dibaca dan dipahami oleh teman atau warga sekolah?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Mitigasi Perubahan Iklim secara Lisan dalam Bentuk Presentasi Singkat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.3 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim secara lisan dalam bentuk presentasi singkat (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: meminta murid menyebutkan 2 komponen utama isi presentasi penyelidikan mitigasi perubahan iklim berdasarkan kartu pemantik (acuan jawaban: 1. Fakta/temuan penyelidikan masalah lingkungan, 2. Tindakan solusi/mitigasi yang dilakukan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak panduan guru mengenai 3 bagian isi presentasi lisan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim: (1) Temuan masalah boros energi/sampah/pohon, (2) Solusi mitigasi perubahan iklim, dan (3) Dampak positifnya terhadap lingkungan (7 menit).
  • Permainan menggembirakan 'Estafet Kata Kunci': murid dalam barisan saling membisikkan satu dari 3 kalimat kunci presentasi ('Hemat listrik kurangi emisi', 'Tanam pohon serap karbon', 'Kurangi plastik cegah polusi') lalu murid terdepan melafalkannya dengan tepat (8 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyiapkan catatan kartu bicara berisi 3 poin hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim yang telah dipelajari sebelumnya (pengurangan sampah plastik, penghematan energi listrik/air, atau penanaman pohon) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid bergantian berlatih mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim secara lisan selama 1-2 menit sesuai 3 poin isi yang disiapkan (10 menit).
  • Setiap murid mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim secara lisan dalam bentuk presentasi singkat di depan kelompok/kelas sesuai kerangka 3 poin isi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi ketercapaian penyampaian lisannya dengan memeriksa apakah ketiga poin hasil penyelidikan dan mitigasi perubahan iklim telah tersampaikan lengkap (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin-poin utama dalam mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim secara lisan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur bicara dengan kalimat pembuka terstruktur (scaffolding), sedangkan murid mahir menggunakan catatan poin inti mandiri.
  • Proses: Latihan berpasangan dilakukan dengan mitra sebaya untuk memberikan umpan balik kelengkapan isi sebelum presentasi.
  • Produk: Presentasi singkat lisan berdurasi 1-2 menit dengan fokus pada 3 poin isi penyelidikan mitigasi perubahan iklim.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 hal pokok yang harus disampaikan saat mempresentasikan hasil penyelidikan lingkungan!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 hal pokok sesuai acuan: (1) masalah/temuan penyelidikan lingkungan, dan (2) solusi/aksi mitigasi perubahan iklim).

Proses:

  • Observasi ketercapaian presentasi singkat lisan murid saat mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim berdasarkan kelengkapan 3 poin: (1) temuan masalah lingkungan, (2) solusi mitigasi perubahan iklim, dan (3) dampak positif terhadap pelestarian sumber daya alam.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan 3 poin isi yang wajib ada dalam presentasi mitigasi perubahan iklim (acuan jawaban: 1. Masalah lingkungan hasil penyelidikan, 2. Aksi solusi mitigasi, 3. Dampak positif bagi kelestarian alam).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja penyampaian lisan presentasi singkat hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Poin Komunikasi Lisan Penyelidikan dan Mitigasi Perubahan IklimMengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan hanya memuat 1 poin dari 3 poin isi acuan (acuan 3 poin: temuan masalah lingkungan, solusi mitigasi perubahan iklim, dampak positif pelestarian sumber daya alam) dengan bimbingan penuh guru.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan memuat 2 poin dari 3 poin isi acuan dengan sedikit bimbingan guru.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan memuat seluruh 3 poin isi acuan secara tepat dan mandiri.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan memuat seluruh 3 poin isi acuan secara tepat, runtut, dan memberikan rincian data penyelidikan secara mandiri.
Kesesuaian Isi Solusi Mitigasi Perubahan Iklim yang Dikomunikasikan secara LisanGagasan solusi mitigasi perubahan iklim yang disampaikan secara lisan belum relevan dengan masalah penyelidikan lingkungan yang diangkat.Gagasan solusi mitigasi perubahan iklim yang disampaikan secara lisan relevan dengan masalah tetapi belum operasional.Gagasan solusi mitigasi perubahan iklim yang disampaikan secara lisan relevan, konkret, dan sesuai dengan masalah penyelidikan lingkungan secara mandiri.Gagasan solusi mitigasi perubahan iklim yang disampaikan secara lisan relevan, terinci secara konkret, serta menghubungkan aksi nyata dengan pengurangan dampak perubahan iklim secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim secara lisan?
  • Bagaimana efektivitas kartu alur bicara dalam membantu murid menyusun poin-poin presentasi lisan mereka?

Murid:

  • Bagian mana dari hasil penyelidikan mitigasi perubahan iklim yang paling mudah dan paling menantang untuk saya sampaikan secara lisan?
  • Apakah teman saya dapat memahami solusi mitigasi perubahan iklim yang saya presentasikan?

Pertemuan 8 — Melakukan Refleksi terhadap Penyelidikan Lingkungan Mengenai Perilaku Pemborosan Sumber Daya Alam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.4 Melakukan refleksi terhadap penyelidikan pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan lingkungan tentang perilaku pemborosan sumber daya alam (air dan listrik) yang telah dilakukan sebelumnya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengangkat kartu hijau bila pernyataan mencerminkan refleksi penyelidikan lingkungan atau kartu merah bila bukan: (1) 'Mencatat penyebab keran wastafel bocor terlewat dari catatan penyelidikan' (acuan: hijau/refleksi); (2) 'Menggambar pemandangan gunung dan air terjun yang indah' (acuan: merah/bukan refleksi); (3) 'Menyadari bahwa waktu pengamatan lampu kelas saat istirahat kurang lama sehingga datanya terburu-buru' (acuan: hijau/refleksi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai makna refleksi penyelidikan pelestarian lingkungan: meninjau kembali apa yang sudah berjalan baik (keberhasilan), hambatan/kendala selama pengamatan perilaku pemborosan sumber daya alam (air dan listrik), serta rencana perbaikan penyelidikan berikutnya (5 menit).
  • Murid membaca dan menelaah contoh catatan refleksi seorang penyelidik cilik yang disajikan di papan tulis: 'Saat memeriksa keran air sekolah, saya berhasil menemukan 2 keran menetes, tetapi kesulitan mengukur volume air yang terbuang karena lupa membawa wadah ukur' (acuan pemahaman: keberhasilan = menemukan 2 keran menetes; kendala = lupa membawa wadah ukur; perbaikan = menyiapkan wadah ukur sebelum pengamatan) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menggembirakan 'Detektif Refleksi': Murid secara berpasangan memainkan permainan cepat mencocokkan 3 kartu kendala penyelidikan dengan 3 kartu solusinya: (1) 'Sulit mencatat lampu yang menyala saat siang' dipasangkan dengan 'Membuat tabel ceklis ruangan sebelum berkeliling'; (2) 'Catatan kertas basah saat memeriksa keran' dipasangkan dengan 'Menggunakan papan alas plastik/map holder'; (3) 'Waktu mencatat habis sebelum semua toilet diperiksa' dipasangkan dengan 'Membagi rute pemeriksaan bersama rekan' (acuan: pasangan 1-tabel ceklis, 2-alas plastik, 3-bagi rute) (10 menit).
  • Murid secara mandiri membuka kembali catatan/lembar penyelidikan perilaku pemborosan air dan listrik yang telah dilakukan pada pertemuan terdahulu (5 menit).
  • Murid mengisi Lembar Refleksi Penyelidikan Lingkungan yang memuat 3 kolom wajib: (a) Hal yang berhasil saya lakukan saat menyelidiki pemborosan air/listrik; (b) Kesulitan atau kekurangan data yang saya temui; (c) Rencana perbaikan langkah penyelidikan jika saya mengulangi penyelidikan serupa (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening sejenak (mindful pause) selama 2 menit untuk meninjau secara sadar apakah lembar refleksi yang diisinya sudah jujur menggambarkan pengalaman penyelidikannya sendiri, bukan sekadar menyalin teman (5 menit).
  • Dua perwakilan murid secara sukarela membacakan lembar refleksi pribadinya sebagai contoh nyata, lalu guru memberikan penegasan tentang pentingnya kejujuran dalam merefleksikan proses penyelidikan ilmiah lingkungan hidup (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa refleksi penyelidikan lingkungan membantu kita mengetahui kekurangan metode pengamatan pemborosan sumber daya alam dan memperbaikinya pada penyelidikan di masa mendatang (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kejujuran murid dalam merefleksikan proses belajarnya serta memandu doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang pada lembar refleksi (misalnya: 'Saya berhasil mengamati...', 'Kesulitan saya adalah...', 'Lain kali saya akan...'), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan lembar refleksi berformat terbuka tanpa kalimat rumpang.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding perorangan kepada murid yang kesulitan mengingat kembali kendala teknis saat penyelidikan air/listrik terdahulu, sementara murid mandiri langsung meninjau catatannya sendiri.
  • Produk: Murid menuangkan refleksinya dengan kedalaman telaah sesuai kemampuan: murid tahap awal mengidentifikasi minimal 1 keberhasilan, 1 kendala, dan 1 perbaikan; murid mahir mengidentifikasi minimal 2 keberhasilan, 2 kendala, serta 2 langkah perbaikan penyelidikan secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan pernyataan refleksi menggunakan kartu hijau/merah pada 3 butir pernyataan: (1) 'Mencatat penyebab keran wastafel bocor terlewat dari catatan penyelidikan' (acuan: hijau/refleksi); (2) 'Menggambar pemandangan gunung dan air terjun yang indah' (acuan: merah/bukan refleksi); (3) 'Menyadari bahwa waktu pengamatan lampu kelas saat istirahat kurang lama sehingga datanya terburu-buru' (acuan: hijau/refleksi). Kriteria: murid siap jika tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 butir.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam permainan pencocokan kartu 'Detektif Refleksi' dan pemantauan pengerjaan Lembar Refleksi Penyelidikan Lingkungan secara mandiri menggunakan kriteria kelengkapan 3 unsur (keberhasilan, kendala, rencana perbaikan).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Refleksi Penyelidikan Lingkungan. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat identifikasi konkret hal yang berhasil saat penyelidikan pemborosan air/listrik, kendala nyata selama penyelidikan berlangsung, dan rencana perbaikan langkah/tindakan penyelidikan berikutnya.

Formatif:

  • Penilaian Lembar Refleksi Penyelidikan Lingkungan (menilai keberhasilan, kendala, dan perbaikan metode penyelidikan pemborosan air dan energi listrik).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Proses Penyelidikan Pemborosan SDA (Keberhasilan, Kendala, dan Perbaikan)Belum mampu menuliskan keberhasilan, kendala, maupun rencana perbaikan dari penyelidikan pemborosan sumber daya alam yang telah dilakukan meski telah dibimbing.Mampu menuliskan 1 unsur refleksi (keberhasilan saja, kendala saja, atau perbaikan saja) terkait penyelidikan pemborosan sumber daya alam dengan bantuan guru.Mampu menuliskan secara lengkap ketiga unsur refleksi (keberhasilan, kendala, dan rencana perbaikan langkah penyelidikan) terkait pemborosan sumber daya alam secara mandiri.Mampu menuliskan lebih dari satu poin mendalam pada setiap unsur refleksi (minimal 2 keberhasilan, 2 kendala, dan 2 rencana perbaikan langkah penyelidikan yang rinci) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk mengingat dan merefleksikan penyelidikan yang telah dilakukan?
  • Apakah instrumen lembar refleksi dan permainan pencocokan kartu berhasil memfasilitasi murid dalam mengenali kendala penyelidikan secara jujur?

Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu sadari tentang caramu menyelidiki pemborosan air dan listrik hari ini?
  • Bagian mana dari lembar refleksi yang paling membantumu merencanakan penyelidikan lingkungan yang lebih baik?

Pertemuan 9 — Melakukan Refleksi terhadap Aksi Penyelidikan Lingkungan dan Komitmen Pengurangan Jejak Karbon — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.4 Melakukan refleksi terhadap penyelidikan pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan refleksi terhadap seluruh rangkaian aksi penyelidikan lingkungan dan menetapkan komitmen pribadi pengurangan jejak karbon (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui tanya jawab terstruktur untuk mengecek pemahaman dasar murid mengenai unsur refleksi penyelidikan lingkungan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati panduan refleksi 4M (Mematikan listrik tak terpakai, Membawa botol sendiri, Memilah sampah, Mengurangi kendaraan bermotor) dan rubrik lembar evaluasi penyelidikan lingkungan di papan tulis (5 menit).
  • Guru memodelkan cara mengevaluasi keberhasilan dan kendala dari catatan penyelidikan emisi jejak karbon yang telah dilakukan murid pada pertemuan sebelumnya secara objektif (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pohon Solusi & Tantangan', di mana setiap murid memilih satu kartu tantangan aksi lingkungan nyata dan secara berpasangan mencocokkan tindakan perbaikan yang tepat dalam waktu 1 menit per giliran (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Refleksi Aksi Lingkungan yang memuat evaluasi proses penyelidikan jejak karbon sebelumnya serta merumuskan 2 poin komitmen pengurangan jejak karbon pribadi secara tertulis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menelaah kembali hasil isian refleksinya, memeriksa apakah komitmen yang ditulis sudah realistis dan berdasarkan data kendala yang dialami saat penyelidikan lapangan (10 menit).
  • Murid saling menukar lembar refleksi dengan teman sebangku untuk memberikan satu tanggapan apresiatif dan konfirmasi atas keterlaksanaan komitmen yang dirumuskan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pentingnya melakukan refleksi berkala terhadap aksi penyelidikan lingkungan demi menjaga konsistensi perbaikan bumi (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen murid, memberikan arahan tindak lanjut untuk persiapan proyek pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan refleksi berupa kalimat pemantik terstruktur rumpang; murid yang mandiri menggunakan lembar refleksi format terbuka.
  • Proses: Guru mendampingi secara intensif murid yang kesulitan mengidentifikasi faktor kendala penyelidikan, sedangkan murid yang cepat langsung merumuskan rencana tindak lanjut komitmen mandiri.
  • Produk: Refleksi komitmen dapat dituangkan dalam bentuk daftar poin ringkas atau diagram alur komitmen aksi 4M pribadi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid menjawab 2 pertanyaan pemantik refleksi. Pertanyaan 1: 'Sebutkan 1 kendala utama saat mencatat emisi jejak karbon minggu lalu!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan kendala nyata, mis. lupa mencatat durasi penggunaan listrik, kesulitan memperkirakan jarak kendaraan, atau wadah bekal tertinggal). Pertanyaan 2: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata 4M untuk memperbaikinya!' (kriteria penerimaan: menyebutkan salah satu dari Mematikan alat listrik saat tidak dipakai, Membawa tempat minum guna ulang, Memilah jenis sampah, atau Mengurangi naik motor untuk jarak sangat dekat).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengisi Lembar Refleksi Aksi Lingkungan (evaluasi keberhasilan, identifikasi kendala, dan perumusan 2 komitmen jejak karbon). Bahan permainan kartu cepat 'Pohon Solusi & Tantangan' terdiri atas 3 kartu tantangan dan pasangan solusinya: (1) Kartu Tantangan: 'Lupa mematikan lampu kamar saat pergi ke sekolah' -> Pasangan Solusi: 'Membuat catatan pengingat di dekat sakelar pintu kamar'; (2) Kartu Tantangan: 'Sering membeli air minum dalam kemasan sekali pakai di kantin' -> Pasangan Solusi: 'Membawa botol minum tumbler sendiri dari rumah setiap hari'; (3) Kartu Tantangan: 'Sampah plastik jajan tercampur di tempat sampah daun' -> Pasangan Solusi: 'Memilah dan memasukkan sampah plastik tepat ke tempat sampah anorganik' (acuan ketepatan: pasangan cocok sesuai kunci di atas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman refleksi akhir: Guru memeriksa Lembar Refleksi Aksi Lingkungan murid dengan kriteria: (1) Murid menuliskan minimal 1 evaluasi keberhasilan/hambatan penyelidikan jejak karbon yang logis; (2) Murid merumuskan minimal 2 butir komitmen pengurangan jejak karbon 4M yang terukur dan aplikatif dalam rutinitas hariannya (kriteria operasional penerimaan: komitmen memuat tindakan konkret seperti mematikan sakelar/kipas saat ruangan kosong, membawa botol minum pribadi, berjalan kaki/bersepeda untuk jarak dekat, atau memilah sampah botol).

Formatif:

  • Penilaian proses pengisian Lembar Refleksi Aksi Lingkungan dan ketercapaian rumusan komitmen pengurangan jejak karbon

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan refleksi terhadap aksi penyelidikan lingkungan dan komitmen pengurangan jejak karbonBelum mampu mengidentifikasi kendala penyelidikan lingkungan dan belum mampu merumuskan komitmen pengurangan jejak karbon meskipun telah dibimbing.Mampu mengidentifikasi 1 kendala penyelidikan lingkungan secara sederhana, namun komitmen pengurangan jejak karbon yang dirumuskan belum spesifik atau masih membutuhkan dorongan panduan guru.Mampu mengevaluasi keberhasilan serta kendala aksi penyelidikan lingkungan dengan runtut dan merumuskan minimal 2 komitmen pengurangan jejak karbon secara konkret dan mandiri.Mampu mengevaluasi keberhasilan dan kendala aksi penyelidikan lingkungan secara mendalam, serta merumuskan lebih dari 2 komitmen pengurangan jejak karbon yang sangat realistis, runtut, dan terukur tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu dan pemodelan refleksi mampu memicu murid bersikap jujur dan kritis mengevaluasi aksi penyelidikan mereka sendiri?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid saat merumuskan komitmen pribadi pengurangan jejak karbon?

Murid:

  • Apa hal tersulit yang kamu rasakan saat mencoba konsisten mengurangi jejak karbon selama penyelidikan?
  • Langkah nyata apa yang paling yakin bisa kamu lakukan setiap hari mulai besok untuk menjaga bumi?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa pencemaran lingkungan secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  • TP 4.8.2 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
  • TP 4.8.3 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya pelestarian sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
  • TP 4.8.4 Melakukan refleksi terhadap penyelidikan pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa, mengecek kehadiran 28 murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif proyek mini pahlawan lingkungan (1 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Kelompok (catatan pengamatan & pembuatan poster solusi) serta menjelaskan alur pengerjaan dan kriteria penilaian rubrik secara lugas (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam 7 kelompok (masing-masing 4 murid) membaca instruksi penugasan kelompok pada lembar kerja dan memastikan pemahaman bersama mengenai tugas mencatat masalah pencemaran serta merancang poster solusi pelestarian sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 4.8.1 & TP 4.8.2): Sebanyak 7 kelompok bekerja serentak mengisi lembar kerja berisi catatan pengamatan masalah pencemaran lingkungan sekolah (sampah/air/udara) dan membuat produk poster sederhana berisi gagasan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim pada kertas karton yang disediakan (28 menit).
  • Tugas 2 (TP 4.8.3): Ketujuh kelompok secara bergiliran menyajikan hasil pengamatan dan poster solusi mitigasi perubahan iklim di depan kelas dengan alokasi waktu 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit) sementara guru melakukan observasi ketercapaian presentasi menggunakan rubrik analitik (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Tugas 3 (TP 4.8.4): Seluruh murid (28 murid) secara mandiri dan serentak mengisi Lembar Refleksi Diri Individual yang memuat evaluasi pengalaman penyelidikan lingkungan dan komitmen tindakan nyata pelestarian alam serta pengurangan jejak karbon (8 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan portofolio kelompok (lembar pengamatan dan poster) serta seluruh lembar refleksi diri individual, lalu memberikan apresiasi atas komitmen seluruh murid yang telah menuntaskan seluruh rangkaian Bab 8 Menjadi Pahlawan Lingkungan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang memerlukan dukungan motorik halus, diberikan alat bantu gambar dengan pegangan lebih tebal atau diperbolehkan membagi peran fokus menuliskan teks solusi pada poster kelompok tanpa mengubah kriteria dan bukti yang dinilai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat kerja kelompok dan pemahaman instruksi teknis pengerjaan proyek sumatif mini pahlawan lingkungan (kriteria penerimaan: setiap kelompok mengonfirmasi kesiapan peran kerja dan pemahaman 3 tugas sumatif yang akan ditempuh).

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja proyek mini pahlawan lingkungan (pembuatan poster solusi & refleksi tertulis serentak dilanjutkan presentasi kelompok): Portofolio kelompok berisi catatan hasil pengamatan pencemaran lingkungan sekitar dan poster gagasan solusi mitigasi perubahan iklim, lembar refleksi diri individual, serta rekaman ketercapaian presentasi lisan kelompok berdasarkan rubrik analitik
  • Penugasan kelompok serentak: Lembar kerja kelompok berisi catatan pengamatan masalah pencemaran di lingkungan sekolah dan produk poster sederhana berisi gagasan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim yang dikerjakan serentak oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) (30 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian lembar pengamatan dan poster solusi)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyajian lisan hasil pengamatan dan solusi poster di depan kelas oleh 7 kelompok bergantian dengan alokasi 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit = 28 menit, mencakup seluruh 28 murid) (28 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi lisan)
  • Penilaian tertulis refleksi diri serentak: Lembar refleksi diri individual yang diisi secara serentak oleh seluruh murid (28 murid) berisi evaluasi pengalaman melakukan penyelidikan dan komitmen tindakan kepedulian lingkungan (12 menit; individual; instrumen: Lembar refleksi diri terstruktur)

Sumatif:

  • Unjuk kerja proyek mini pahlawan lingkungan (pembuatan poster solusi & refleksi tertulis serentak dilanjutkan presentasi kelompok): Portofolio kelompok berisi catatan hasil pengamatan pencemaran lingkungan sekitar dan poster gagasan solusi mitigasi perubahan iklim, lembar refleksi diri individual, serta rekaman ketercapaian presentasi lisan kelompok berdasarkan rubrik analitik
  • Penugasan kelompok serentak: Lembar kerja kelompok berisi catatan pengamatan masalah pencemaran di lingkungan sekolah dan produk poster sederhana berisi gagasan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim yang dikerjakan serentak oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) (30 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian lembar pengamatan dan poster solusi)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyajian lisan hasil pengamatan dan solusi poster di depan kelas oleh 7 kelompok bergantian dengan alokasi 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit = 28 menit, mencakup seluruh 28 murid) (28 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi lisan)
  • Penilaian tertulis refleksi diri serentak: Lembar refleksi diri individual yang diisi secara serentak oleh seluruh murid (28 murid) berisi evaluasi pengalaman melakukan penyelidikan dan komitmen tindakan kepedulian lingkungan (12 menit; individual; instrumen: Lembar refleksi diri terstruktur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mencatat Hasil Pengamatan Pencemaran Lingkungan (TP 4.8.1)Belum mencatat fenomena pencemaran lingkungan sekolah dengan jelas atau catatan tidak memuat bukti hasil pengamatan nyata.Mencatat 1 fenomena pencemaran lingkungan sekolah (sampah, air, atau udara) beserta lokasi pengamatan secara sederhana.Mencatat 2 fenomena pencemaran lingkungan sekolah (misal: penumpukan sampah plastik di kantin dan pemborosan air di wastafel) beserta kondisi hasil pengamatan secara rinci.Mencatat 3 fenomena pencemaran lingkungan sekolah secara komprehensif (sampah plastik, pencemaran air, dan pencemaran udara/bau) lengkap dengan lokasi, jenis pencemar, dan dampak teramati.
Menghasilkan Solusi Pelestarian SDA untuk Mitigasi Perubahan Iklim pada Media Poster (TP 4.8.2 & TP 4.8.3 - Tertulis)Poster belum memuat solusi pelestarian sumber daya alam yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.Poster memuat 1 gagasan solusi pelestarian sumber daya alam (misal: pengurangan wadah plastik sekali pakai) namun kaitan dengan mitigasi iklim belum tertulis jelas.Poster memuat 2 gagasan solusi pelestarian sumber daya alam yang relevan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (misal: pembatasan plastik dan penghematan listrik/air) secara tertulis dengan jelas.Poster memuat lebih dari 2 gagasan solusi pelestarian sumber daya alam yang terpadu dan aplikatif (pengurangan plastik, hemat energi/air, penanaman pohon/pengurangan jejak karbon) sebagai upaya mitigasi perubahan iklim secara tertulis lengkap dan jelas.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Lisan melalui Presentasi (TP 4.8.3 - Lisan)Penyajian lisan belum menyampaikan hasil pengamatan pencemaran maupun solusi yang tercantum pada poster.Menyajikan hasil pengamatan atau solusi mitigasi perubahan iklim secara lisan namun belum mencakup keseluruhan isi poster kelompok.Menyajikan hasil pengamatan pencemaran dan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim secara lisan dengan runtut sesuai poster kelompok dalam batas waktu 4 menit.Menyajikan hasil pengamatan pencemaran dan solusi mitigasi perubahan iklim secara lisan dengan sangat runtut, jelas, mencakup seluruh bagian poster, serta seluruh anggota kelompok berbagi peran bicara secara seimbang dalam batas waktu 4 menit.
Melakukan Refleksi terhadap Penyelidikan Pelestarian Lingkungan (TP 4.8.4)Lembar refleksi diri belum memuat evaluasi pengalaman penyelidikan maupun komitmen tindakan nyata.Menuliskan 1 evaluasi pengalaman selama penyelidikan lingkungan atau 1 komitmen tindakan kepedulian lingkungan secara singkat.Menuliskan evaluasi pengalaman penyelidikan (hal yang berhasil dan kendala) serta 2 komitmen tindakan nyata pelestarian lingkungan/pengurangan jejak karbon secara mandiri.Menuliskan evaluasi mendalam atas proses penyelidikan lingkungan, menyadari dampak perilaku diri terhadap alam, serta merumuskan rencana tindak lanjut komitmen pelestarian sumber daya alam yang spesifik dan berkelanjutan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 28 menit untuk presentasi 7 kelompok (4 menit per kelompok) berjalan tertib dan tepat waktu?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh pada keempat tujuan pembelajaran bab melalui unjuk kerja proyek mini ini?
  • Tindak lanjut apa yang perlu dirancang bagi murid yang masih berada pada kategori Mulai Berkembang dalam menghasilkan solusi mitigasi iklim?

Murid:

  • Bagian mana dari penyelidikan dan pembuatan poster solusi pahlawan lingkungan yang paling memuaskan bagi diriku?
  • Tindakan nyata apa yang paling ingin segera aku biasakan sehari-hari untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghemat sumber daya alam?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 8 Topik A Halaman 228-230)
  2. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 8 Topik A Halaman 164-166)
  3. Lembar Pengamatan Pencemaran Sampah (LK 8.1)
  4. Tiga kartu gambar situasi lingkungan sekolah (A: kantin penuh plastik/selokan mampet, B: taman bersih rapi, C: tempat sampah meluber di tanah)
  5. Kartu permainan simulasi 'Detektif Cepat' (kata kunci: kantin, kantong kresek dan sedotan, saluran air tergenang dan bau)
  6. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  7. Buku Siswa IPAS Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek) Bab 8
  8. Lingkungan sekitar sekolah (parit, saluran air kantin, tempat parkir/pembuangan sampah)
  9. Lembar Pengamatan Detektif Lingkungan
  10. Kartu tanda bendera merah dan hijau untuk kuis tebak kondisi lingkungan
  11. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  12. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan.
  13. Kartu Masalah dan Solusi Plastik untuk aktivitas tantangan berpasangan.
  14. Lembar Kerja Rencana Solusi Pengurangan Sampah Plastik.
  15. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Edisi Revisi (Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan)
  16. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Edisi Revisi
  17. Kartu Kasus Pemborosan Energi dan Air di Sekolah
  18. Lembar Kerja Siswa: Lembar Solusi Mitigasi Perubahan Iklim
  19. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  20. Buku Siswa IPAS Kelas IV Bab 8, Kemendikbudristek
  21. Infografik siklus jejak karbon dan peran pohon peneduh
  22. Lembar Kerja Rencana Solusi Hijau
  23. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi 2023 (Kemendikbudristek), Bab 8 'Menjadi Pahlawan Lingkungan'
  24. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023, Halaman 162-164
  25. Kertas gambar A4/karton, spidol warna, pensil warna, dan contoh poster kampanye lingkungan hemat energi/air/sampah
  26. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi)
  27. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi) Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan
  28. Kartu panduan alur bicara presentasi lisan mitigasi perubahan iklim
  29. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan.
  30. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan.
  31. Buku catatan/lembar data penyelidikan pemborosan air dan listrik murid dari pertemuan sebelumnya.
  32. Set kartu 'Detektif Refleksi' (3 kartu kendala dan 3 kartu solusi perbaikan).
  33. Lembar Refleksi Penyelidikan Lingkungan Hidup.
  34. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 8
  35. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 8
  36. Set kartu tantangan dan kartu solusi aksi lingkungan 4M
  37. Lembar Kerja Refleksi Aksi Lingkungan dan Jejak Karbon
  38. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 8 'Menjadi Pahlawan Lingkungan'
  39. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 8 'Menjadi Pahlawan Lingkungan'
  40. Kertas karton manila/plano dan spidol warna untuk pembuatan poster solusi kelompok
  41. Lembar Kerja Pengamatan dan Gagasan Solusi Pelestarian SDA
  42. Lembar Refleksi Diri Individual Murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.