Modul AjarPertemuan 9Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Mempresentasikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Mempresentasikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Mempresentasikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerah

IPAS - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mempresentasikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMempresentasikan Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Daerah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan keragaman budaya dan kearifan lokal di lingkup daerah/provinsi dalam bentuk poster atau komik sederhana secara kreatif.
  2. Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan dan pembelajaran keragaman budaya yang telah dilakukan selama bab ini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu bisa memperkenalkan satu kebudayaan daerahmu kepada teman dari provinsi lain, budaya apa yang akan kamu pilih dan mengapa?
  2. Apa yang akan terjadi jika keragaman budaya Indonesia tidak dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda?
  3. Setelah mempelajari keragaman budaya selama bab ini, hal baru apa yang paling berkesan bagimu dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menampilkan gambar beberapa produk budaya daerah (batik, tari tradisional, rumah adat) dan meminta murid menyebutkan nama daerah asalnya secara lisan — untuk memetakan ingatan murid terhadap materi Bab 7.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu bisa memperkenalkan satu kebudayaan daerahmu kepada teman dari provinsi lain, budaya apa yang akan kamu pilih dan mengapa?' Murid menjawab secara spontan dan guru mencatat variasi jawaban di papan tulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mempresentasikan hasil karya poster/komik keragaman budaya dan melakukan refleksi akhir bab.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: finalisasi poster/komik → presentasi kelompok → refleksi pribadi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan kembali secara singkat (2–3 menit) contoh poster dan komik sederhana tentang keragaman budaya daerah sebagai referensi visual bagi murid.
  • Guru mengajukan pertanyaan penguatan: 'Unsur apa saja yang harus ada dalam poster/komik kalian agar orang yang melihatnya langsung memahami budaya daerah yang kalian tampilkan?' Murid berdiskusi singkat berpasangan (think-pair) lalu beberapa pasang berbagi jawaban.
  • Guru merangkum unsur penting poster/komik yang efektif di papan tulis: judul yang menarik, gambar visual budaya, keterangan singkat nama budaya dan daerah asal, pesan pelestarian, dan kreativitas tampilan.
  • Murid dalam kelompok masing-masing melakukan pengecekan akhir terhadap poster/komik yang telah dibuat sebelumnya: memastikan semua unsur penting sudah tercantum dan memperbaiki bagian yang masih kurang.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempersiapkan diri untuk presentasi: menentukan siapa yang akan menjelaskan tiap bagian poster/komik sehingga semua anggota terlibat aktif.
  • Presentasi kelompok dilaksanakan secara bergantian di depan kelas (atau metode gallery walk: poster/komik ditempel di dinding, setiap kelompok berdiri di dekat karyanya dan menjelaskan kepada kelompok lain yang berkunjung secara bergilir).
  • Saat satu kelompok presentasi, kelompok pendengar mencatat minimal satu hal menarik dan satu pertanyaan pada sticky note atau lembar pengamatan sederhana.
  • Setelah semua kelompok selesai, guru memberi kesempatan 2–3 murid menyampaikan hal menarik yang mereka temukan dari karya kelompok lain.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, menekankan keunikan budaya yang ditampilkan dan pesan pelestarian yang disampaikan.
  • Murid melengkapi komik simpulan di Lembar Kerja 7.2 (buku siswa) dengan menjawab: 'Apa manfaat dan cara melestarikan keragaman budaya di Indonesia?' dan 'Bagaimana sikapmu terhadap keberagaman budaya di sekitarmu?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar refleksi individu sederhana (atau ditayangkan di papan) dengan pertanyaan: (1) Hal apa yang paling aku pelajari tentang keragaman budaya selama bab ini? (2) Bagian mana dari proses belajarku yang sudah baik dan bagian mana yang ingin aku tingkatkan? (3) Apa satu tindakan nyata yang akan aku lakukan untuk melestarikan budaya daerahku?
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri dan jujur selama 5 menit.
  • Guru mengajak beberapa murid berbagi hasil refleksinya secara sukarela — guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap jawaban tanpa menghakimi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik refleksi tambahan: 'Setelah mempelajari keragaman budaya Indonesia, apa yang membuatmu semakin bangga menjadi orang Indonesia?'
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) dengan menandai capaian pada checklist sederhana: apakah poster/komiknya sudah memuat informasi budaya daerah dengan jelas, apakah sudah menyampaikan pesan pelestarian, dan apakah sudah dapat mempresentasikannya dengan percaya diri.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: keragaman budaya Indonesia adalah kekayaan yang perlu dikenal, dibanggakan, dan dilestarikan oleh setiap generasi.
  • Guru mengumpulkan Lembar Kerja 7.2 (komik simpulan) sebagai asesmen formatif.
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi individu murid.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas karya dan presentasi yang telah dilakukan.
  • Guru menginformasikan kegiatan tindak lanjut: murid yang menyelesaikan tugas dengan cepat dapat mengerjakan tantangan membuat poster promosi satu daerah/provinsi pilihan untuk dipresentasikan kepada teman-teman sekolah. Murid yang masih kesulitan dapat menonton video dari tautan https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4z sebagai bahan remedial.
  • Guru mengingatkan murid untuk berbagi cerita kepada orang tua/wali tentang budaya daerah yang telah mereka pelajari dan presentasikan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan mengidentifikasi keragaman budaya diarahkan menonton video referensi (https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4z dan https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4aa) sebelum atau selama finalisasi karya. Guru dapat menyediakan lembar informasi ringkas tentang budaya beberapa daerah sebagai scaffolding.
  • Proses: Murid yang cepat selesai langsung diarahkan ke kegiatan 'Memilih Tantangan' (membuat poster promosi daerah/provinsi pilihan secara mandiri). Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyelesaikan komik simpulan dengan panduan pertanyaan terstruktur dari guru, atau dalam format yang lebih sederhana seperti cerita bergambar 3 panel.
  • Produk: Murid bebas memilih format penyajian akhir: poster berwarna, komik sederhana, cerita bergambar, atau jendela informasi — sesuai kemampuan dan minat masing-masing. Kelompok yang mampu dapat menambahkan elemen tambahan seperti peta lokasi daerah atau kode QR video budaya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar produk budaya beberapa daerah (batik, tari tradisional, rumah adat) dan meminta murid menyebutkan nama daerah asalnya secara lisan untuk memetakan ingatan dan pemahaman awal murid terhadap materi keragaman budaya yang telah dipelajari sepanjang Bab 7.
  • Guru mencatat variasi jawaban di papan tulis sebagai gambaran kesiapan belajar kelas.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar pengamatan kelompok selama tahap finalisasi karya dan presentasi: mencatat keterlibatan aktif, kedalaman informasi yang disampaikan, dan kemampuan menjawab pertanyaan teman.
  • Sticky note atau lembar pengamatan sederhana yang diisi murid (satu hal menarik dan satu pertanyaan dari presentasi kelompok lain) sebagai bukti keterlibatan aktif mendengarkan.
  • Pengecekan kelengkapan Lembar Kerja 7.2 selama kegiatan berlangsung.

Akhir:

  • Rubrik penilaian karya poster/komik kelompok mencakup aspek: kelengkapan informasi budaya daerah, kreativitas dan kemenarikan tampilan, kejelasan pesan pelestarian budaya, dan kualitas presentasi lisan.
  • Rubrik penilaian lembar refleksi individu mencakup aspek: kemampuan mengidentifikasi hal yang dipelajari, kemampuan mengevaluasi proses belajar sendiri, dan kejelasan rencana tindak nyata pelestarian budaya.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid melakukan pengecekan dan finalisasi poster/komik dalam kelompok (kesiapan, keterlibatan, dan kelengkapan unsur karya).
  • Pengamatan proses presentasi: kelancaran penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan, dan kerja sama anggota kelompok.
  • Pengumpulan Lembar Kerja 7.2 (komik simpulan) sebagai bukti pemahaman manfaat dan cara pelestarian budaya.
  • Lembar refleksi individu sebagai bukti kemampuan mengevaluasi proses belajar sendiri.
  • Penilaian diri (self-assessment) dengan checklist capaian presentasi.

Sumatif:

  • Hasil karya poster atau komik kelompok dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kelengkapan informasi budaya, kreativitas tampilan, kejelasan pesan pelestarian, dan kualitas presentasi.
  • Lembar refleksi individu dinilai berdasarkan kedalaman evaluasi diri terhadap proses belajar dan kejelasan rencana tindak lanjut pelestarian budaya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi Budaya pada Poster/KomikPoster/komik tidak memuat informasi budaya daerah yang dapat diidentifikasi, atau hanya berisi gambar tanpa keterangan.Poster/komik memuat 1–2 elemen budaya daerah dengan keterangan yang sangat minim dan kurang jelas.Poster/komik memuat 3–4 elemen budaya daerah (misalnya nama budaya, asal daerah, fungsi/makna) dengan cukup jelas.Poster/komik memuat informasi lengkap dan akurat tentang keragaman budaya daerah/provinsi (nama budaya, asal daerah, fungsi/makna, upaya pelestarian) secara jelas dan terstruktur.
Kreativitas dan Kemenarikan Tampilan KaryaTampilan karya sangat sederhana, tidak ada pewarnaan atau ilustrasi, terlihat dikerjakan tanpa usaha estetika.Karya memiliki sedikit elemen visual (gambar atau warna) namun tampilan kurang menarik dan kurang rapi.Karya cukup menarik dengan penggunaan warna dan gambar yang memadai, tampilan cukup rapi dan mudah dibaca.Karya sangat menarik, kreatif, penuh warna dan ilustrasi yang relevan, tampilan rapi, dan mampu menarik perhatian pembaca sejak pandangan pertama.
Kejelasan Pesan Pelestarian BudayaTidak ada pesan pelestarian budaya yang dapat ditemukan dalam karya.Terdapat sedikit pesan pelestarian namun sangat umum dan tidak terkait langsung dengan budaya yang ditampilkan.Pesan pelestarian budaya disampaikan dengan cukup jelas dan relevan dengan budaya yang ditampilkan dalam karya.Pesan pelestarian budaya disampaikan dengan sangat jelas, spesifik, dan inspiratif, disertai cara nyata yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya tersebut.
Kualitas Presentasi LisanMurid tidak dapat menyampaikan informasi tentang karyanya, atau hanya diam saat presentasi.Murid dapat menyampaikan sebagian informasi namun suara sangat pelan, tidak percaya diri, dan penjelasan tidak runtut.Murid dapat menyampaikan informasi dengan cukup jelas dan runtut, meski sesekali masih ragu-ragu.Murid menyampaikan informasi dengan percaya diri, jelas, runtut, dan mampu merespons pertanyaan dari teman dengan baik.
Kedalaman Refleksi DiriMurid tidak mengisi lembar refleksi atau hanya menuliskan jawaban satu kata tanpa makna.Murid mengisi refleksi secara singkat namun jawaban bersifat umum dan tidak menunjukkan evaluasi proses belajar yang nyata.Murid menuliskan refleksi yang cukup bermakna, mengidentifikasi hal yang dipelajari dan mengenali kekuatan serta kelemahannya dalam belajar.Murid menuliskan refleksi yang mendalam dan jujur, mengidentifikasi pembelajaran bermakna, mengevaluasi proses belajarnya sendiri secara spesifik, dan merumuskan rencana tindak nyata yang konkret untuk pelestarian budaya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan karyanya? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Sejauh mana murid menunjukkan pemahaman yang bermakna tentang keragaman budaya dan kearifan lokal melalui karya dan presentasi mereka?
  • Apakah strategi gallery walk atau presentasi di depan kelas berjalan efektif untuk kelas ini? Diferensiasi apa yang perlu ditambahkan?
  • Apakah lembar refleksi individu berhasil mendorong murid berpikir kritis tentang proses belajarnya sendiri, ataukah pertanyaan refleksi perlu disederhanakan?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan tambahan dalam mengidentifikasi keragaman budaya dan perlu ditindaklanjuti melalui remedial?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang paling aku pelajari tentang keragaman budaya Indonesia selama bab ini?
  • Bagian mana dari proses membuat poster/komik dan presentasi yang paling aku nikmati? Mengapa?
  • Apa satu hal yang ingin aku perbaiki jika aku mengerjakan proyek seperti ini lagi di lain waktu?
  • Apa satu tindakan nyata yang akan aku lakukan mulai sekarang untuk ikut melestarikan budaya daerahku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal, halaman 158–160
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 7, halaman 212–214
  3. Lembar Kerja 7.2 (dapat diunduh di https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4pp)
  4. Video referensi keragaman budaya: https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4z dan https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4aa
  5. Alat dan bahan membuat poster/komik: kertas A3 atau HVS, pensil warna, spidol, penggaris
  6. Gambar-gambar produk budaya daerah (batik, tari tradisional, rumah adat, pakaian adat) untuk tayangan pembuka
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat jawaban murid
  8. Sticky note atau lembar pengamatan sederhana untuk kegiatan gallery walk
  9. Lembar refleksi individu (dibuat guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.