MODUL AJAR IPAS — Kelas 4 (Fase B) Topik: Cara Melestarikan Kearifan Lokal dan Budaya Daerah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Cara Melestarikan Kearifan Lokal dan Budaya Daerah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menuliskan cara-cara menjaga kelestarian kearifan lokal dan budaya daerah yang bermanfaat di lingkungan sekitarnya.
- Murid dapat memberikan ide atau usulan tindakan nyata sederhana yang dapat dilakukan untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya di lingkungan tempat tinggalnya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat tradisi atau kebiasaan unik di daerahmu yang sekarang sudah jarang dilakukan? Apa yang kamu rasakan?
- Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kearifan lokal dan budaya daerahmu perlahan menghilang?
- Sebagai anak kelas 4, kira-kira apa satu hal kecil yang BISA kamu lakukan sekarang untuk menjaga budaya daerahmu tetap hidup?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid. Guru mengajak semua berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan gambar 2–3 contoh kearifan lokal (misalnya: gotong royong, permainan tradisional, upacara adat) dan bertanya: 'Kegiatan mana yang pernah kamu ikuti atau lihat di sekitar rumahmu?' Murid menjawab secara lisan atau mengacungkan tangan.
- Guru menggali pengetahuan awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik kepada 2–3 murid secara acak, lalu mencatat kata kunci jawaban di papan tulis.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: 'Hari ini kita akan mencari tahu cara-cara melestarikan kearifan lokal, lalu membuat ide aksi nyata yang bisa kita lakukan sendiri.'
- Guru menyampaikan alur kegiatan pembelajaran: mengamati-mendiskusikan-membuat ide aksi-mempresentasikan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan atau membagikan dua teks pendek (Jendela Informasi) tentang kearifan lokal dari dua daerah berbeda, misalnya 'Sasi' dari Maluku dan 'Subak' dari Bali. Murid membaca dalam hati selama 3–4 menit. [Berkesadaran: murid diajak fokus dan hadir penuh saat membaca]
- Guru meminta murid mengisi kolom pada Lembar Kerja 8.1 secara individu: (a) tuliskan nama kearifan lokal pada teks, (b) nilai positif apa yang terkandung, (c) apa dampaknya terhadap alam dan manusia, (d) apa yang terjadi jika kearifan lokal ini menghilang.
- Setelah mengisi lembar kerja, guru mengajak diskusi kelas singkat (5 menit): 'Kearifan lokal apa saja yang ada di sekitar tempat tinggal kalian?' Guru mencatat ragam jawaban di papan tulis sebagai peta pengetahuan bersama. [Bermakna: dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata murid]
- Guru meluruskan dan melengkapi pemahaman murid tentang pengertian kearifan lokal, contoh-contohnya, dan mengapa kearifan lokal perlu dilestarikan. Guru menekankan: melestarikan kearifan lokal bukan hanya tugas orang dewasa, tapi juga bisa dimulai dari anak-anak.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat satu kartu tantangan bertuliskan satu masalah nyata, misalnya: 'Di daerahmu, permainan tradisional seperti congklak dan gobak sodor sudah jarang dimainkan karena anak-anak lebih suka bermain gawai. Apa yang bisa dilakukan untuk melestarikannya?' [Menggembirakan: suasana kerja kelompok yang aktif dan menyenangkan]
- Setiap kelompok berdiskusi dan mengisi Lembar Kerja Kelompok: (a) tuliskan minimal 3 cara menjaga kelestarian kearifan lokal/budaya daerah yang bermanfaat, (b) pilih 1 cara yang paling mungkin dilakukan oleh anak-anak kelas 4 SD, (c) tuliskan ide aksi nyata sederhana yang bisa dilakukan kelompok mereka dalam 1 minggu ke depan, lengkap dengan langkah-langkahnya. [Bermakna: ide aksi dikaitkan langsung dengan lingkungan tempat tinggal murid]
- Tiap kelompok menuangkan ide aksi nyata mereka ke dalam sebuah 'Kartu Aksi Pelestarian' — bisa berupa tulisan dengan gambar sederhana atau poster mini di selembar kertas warna. Kartu berisi: nama aksi, cara melakukan, dan siapa yang bisa diajak.
- Guru berkeliling memantau proses diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pancingan jika kelompok buntu: 'Siapa di keluargamu yang bisa mengajarkan kebiasaan ini?' atau 'Di mana tempat yang tepat untuk melakukan aksi ini?'
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Setiap kelompok mempresentasikan Kartu Aksi Pelestarian mereka di depan kelas (masing-masing 2–3 menit). Kelompok lain menyimak dan boleh memberikan satu komentar positif atau satu pertanyaan setelah presentasi. [Menggembirakan: suasana apresiasi antarkelompok]
- Guru memfasilitasi diskusi singkat setelah semua kelompok presentasi: 'Dari semua ide aksi yang tadi kita dengar, mana yang paling mudah kita lakukan bersama? Mana yang paling unik?' Guru merangkum 2–3 poin kunci di papan tulis.
- Murid mengisi lembar refleksi diri individu (3 pertanyaan singkat): (1) Hal baru apa yang aku pelajari hari ini? (2) Cara melestarikan kearifan lokal apa yang paling ingin aku coba? (3) Satu hal yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang kearifan lokal daerahku. [Berkesadaran: murid mengelola proses belajarnya secara sadar dan mandiri]
- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Jadi, apa saja cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan kearifan lokal?' Guru mempertegas bahwa setiap tindakan kecil, meskipun sederhana, sangat berarti bagi kelestarian budaya.
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua murid hari ini dengan kalimat positif dan spesifik.
- Guru menyampaikan asesmen akhir: murid secara individu menuliskan di selembar kertas kecil (exit ticket): (a) sebutkan 2 cara melestarikan kearifan lokal, dan (b) tuliskan 1 ide aksi nyata yang ingin kamu lakukan di rumah atau di lingkunganmu.
- Guru menginformasikan tindak lanjut: murid didorong untuk mencoba salah satu ide aksi di rumah dan dapat menceritakannya pada pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersama-sama mengucapkan komitmen singkat: 'Aku bangga dengan budayaku, dan aku akan menjaganya!' kemudian menutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat diberikan teks kearifan lokal yang lebih pendek dan sederhana disertai gambar ilustrasi. Murid yang telah siap dengan tantangan lebih dapat membaca artikel tambahan tentang kearifan lokal dari daerah lain dan membandingkan cara pelestariannya.
- Proses: Murid yang cepat dalam mengerjakan LK individu dapat langsung melanjutkan ke tahap membuat 'Kartu Aksi' lebih detail atau menambahkan rencana aksi jangka panjang (1 bulan). Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat mengerjakan LK kelompok dengan scaffolding dari guru berupa pertanyaan panduan tertulis di lembar kerja.
- Produk: Kartu Aksi Pelestarian dapat berwujud tulisan sederhana bagi murid yang membutuhkan dukungan, sedangkan murid yang lebih mahir dapat membuat poster mini berwarna dengan ilustrasi langkah aksi yang lebih rinci. Murid yang sangat siap dapat membuat rencana aksi berbentuk 'jadwal pelestarian mingguan'.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 2–3 gambar kearifan lokal dan bertanya secara lisan: 'Kegiatan mana yang pernah kamu ikuti atau lihat di sekitar rumahmu?' — untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang kearifan lokal di lingkungannya.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada 2–3 murid: 'Menurutmu, mengapa kearifan lokal perlu dijaga?' untuk memetakan pemahaman awal tentang pentingnya pelestarian budaya.
Proses:- Observasi guru berkeliling saat murid mengisi Lembar Kerja 8.1 individu: guru mencatat murid yang mengalami kesulitan untuk diberikan scaffolding segera.
- Pemantauan diskusi kelompok: guru menggunakan checklist sederhana untuk menilai partisipasi dan kualitas gagasan tiap kelompok selama membuat Kartu Aksi.
- Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid mengomunikasikan ide aksi secara lisan, mencakup kejelasan, relevansi dengan lingkungan sekitar, dan kelayakan ide.
Akhir:- Exit ticket individu (tertulis): murid menuliskan (a) minimal 2 cara melestarikan kearifan lokal, dan (b) 1 ide aksi nyata yang ingin mereka lakukan di rumah atau lingkungan sekitar.
- Kartu Aksi Pelestarian kelompok dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik 4 level mencakup aspek: kelengkapan cara pelestarian (TP 4.7.8.1) dan kreativitas serta kelayakan ide aksi nyata (TP 4.7.8.2).
Formatif:- Observasi guru saat diskusi kelompok: apakah murid aktif berkontribusi dan menggunakan pengetahuan tentang kearifan lokal.
- Pengecekan Lembar Kerja 8.1 individu: kelengkapan dan kualitas jawaban tentang nilai positif dan dampak kearifan lokal.
- Asesmen sejawat saat presentasi: kelompok lain memberikan komentar positif dan pertanyaan (penilaian sejawat sederhana).
Sumatif:- Exit ticket individu di akhir pembelajaran: murid menuliskan minimal 2 cara melestarikan kearifan lokal dan 1 ide aksi nyata yang akan dilakukan.
- Penilaian Kartu Aksi Pelestarian kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kelengkapan cara pelestarian dan kreativitas ide aksi nyata.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menuliskan cara-cara melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah (TP 4.7.8.1) | Murid belum mampu menuliskan cara melestarikan kearifan lokal, atau jawaban tidak relevan dengan topik. | Murid dapat menuliskan 1 cara melestarikan kearifan lokal dengan kalimat yang masih sangat umum dan belum dikaitkan dengan lingkungan sekitarnya. | Murid dapat menuliskan 2 cara melestarikan kearifan lokal dengan kalimat yang jelas dan dikaitkan dengan contoh di lingkungan sekitarnya. | Murid dapat menuliskan 3 atau lebih cara melestarikan kearifan lokal secara jelas, rinci, dan dikaitkan dengan contoh konkret dari lingkungan sekitarnya serta disertai alasan pentingnya pelestarian. | | Memberikan ide aksi nyata sederhana untuk melestarikan kearifan lokal (TP 4.7.8.2) | Murid belum mampu memberikan ide aksi nyata, atau ide yang diberikan tidak relevan dan tidak mungkin dilakukan oleh anak-anak kelas 4. | Murid dapat memberikan 1 ide aksi nyata yang relevan, namun masih sangat umum dan belum disertai langkah atau cara pelaksanaan yang jelas. | Murid dapat memberikan 1 ide aksi nyata yang relevan dengan lingkungan tempat tinggalnya, disertai langkah pelaksanaan yang cukup jelas dan bisa dilakukan oleh anak seusianya. | Murid dapat memberikan 1–2 ide aksi nyata yang kreatif, relevan dengan lingkungan tempat tinggalnya, disertai langkah pelaksanaan yang rinci, realistis, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang nilai kearifan lokal yang ingin dijaga. | | Kemampuan mengomunikasikan hasil (presentasi lisan dan/atau tertulis) | Murid belum mampu menyampaikan hasil diskusi atau kartu aksi secara lisan maupun tulisan dengan koheren. | Murid dapat menyampaikan hasil secara lisan atau tulisan meskipun masih singkat, tidak berurutan, dan membutuhkan banyak bantuan dari guru. | Murid dapat menyampaikan hasil secara lisan dan tertulis dengan cukup jelas dan berurutan, isi dapat dipahami oleh pendengar/pembaca. | Murid dapat menyampaikan hasil secara lisan dan tertulis dengan jelas, runtut, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dari teman atau guru dengan baik. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan hari ini berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid? Apa yang perlu saya perbaiki?
- Apakah semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan tambahan, dapat terlibat secara bermakna dalam diskusi kelompok dan pembuatan Kartu Aksi?
- Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan hari ini? Apakah murid yang cepat merasa cukup tertantang dan murid yang lambat merasa cukup didukung?
- Apakah tujuan pembelajaran [4.7.8.1] dan [4.7.8.2] tercapai oleh sebagian besar murid berdasarkan hasil exit ticket? Tindak lanjut apa yang perlu saya siapkan?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang kearifan lokal dan cara melestarikannya?
- Dari semua ide aksi yang kita bahas hari ini, satu hal apa yang paling ingin aku coba lakukan di rumah atau di lingkunganku?
- Apakah ada hal yang masih membingungkan atau ingin aku ketahui lebih lanjut tentang kearifan lokal daerahku?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal, hlm. 147)
- Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Bab 7 dan Bab 8, hlm. 207–228)
- Lembar Kerja 8.1 (dapat diunduh di https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4ss atau dibuat mandiri oleh guru)
- Gambar/foto ilustrasi kearifan lokal dari berbagai daerah Indonesia (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor)
- Dua teks pendek 'Jendela Informasi' tentang kearifan lokal dua daerah berbeda (disiapkan guru, contoh: Sasi-Maluku dan Subak-Bali)
- Kartu tantangan kelompok (disiapkan guru, berisi skenario masalah pelestarian kearifan lokal)
- Kertas warna / kertas HVS untuk membuat Kartu Aksi Pelestarian
- Alat tulis dan pensil warna
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat kata kunci dan peta pengetahuan bersama
|