MODUL AJAR IPAS — Kelas 4 (Fase B) Topik: Dampak Kearifan Lokal terhadap Alam dan Lingkungan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Dampak Kearifan Lokal terhadap Alam dan Lingkungan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan dampak positif kearifan lokal terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar melalui kegiatan penyelidikan sederhana.
- Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk menemukan keterkaitan antara praktik kearifan lokal dengan kondisi lingkungan sekitar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat warga di sekitar rumahmu melakukan tradisi atau kebiasaan tertentu yang berhubungan dengan alam, seperti tidak boleh menebang pohon tertentu atau harus menjaga kebersihan sungai? Mengapa tradisi itu ada?
- Menurutmu, apa yang akan terjadi pada lingkungan sekitar kita jika tradisi atau kebiasaan menjaga alam dari nenek moyang kita perlahan-lahan hilang?
- Bagaimana sebuah tradisi atau kearifan lokal bisa membantu menjaga alam dan lingkungan tetap lestari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
- Asesmen awal/diagnostik: Guru menampilkan 2 gambar berdampingan — satu gambar lingkungan alam yang lestari di daerah yang masih menjalankan kearifan lokal, satu gambar lingkungan yang rusak/tercemar. Murid diminta menjawab secara lisan atau di sticky note: 'Menurutmu, mengapa kondisi dua tempat ini berbeda? Apakah kebiasaan warganya ada pengaruhnya?' Guru mencatat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan. (5 menit)
- Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran hari ini: menyelidiki bagaimana kearifan lokal memberikan dampak positif terhadap alam dan lingkungan. (2 menit)
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik satu per satu untuk membangun rasa ingin tahu murid dan mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari mereka. (3 menit)
- Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: membaca dan membandingkan teks kearifan lokal, melakukan penyelidikan sederhana, kemudian menyimpulkan dan merefleksi. (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja 7.3A berisi dua teks pendek kearifan lokal dari daerah berbeda di Indonesia yang berkaitan dengan pelestarian alam (contoh: tradisi Sasi di Maluku yang melarang pengambilan hasil laut pada periode tertentu, dan tradisi Subak di Bali sebagai sistem irigasi sawah berbasis gotong royong). (2 menit)
- Murid membaca kedua teks secara mandiri dalam kelompok dengan penuh perhatian (berkesadaran), lalu berdiskusi bersama untuk menjawab empat pertanyaan panduan pada lembar kerja: (1) Nilai positif apa yang terkandung dari kearifan lokal pada masing-masing teks? (2) Apa dampak tradisi tersebut terhadap alam dan manusia? (3) Apa yang terjadi jika kearifan lokal itu menghilang? (4) Tuliskan satu kearifan lokal yang ada di lingkunganmu sendiri! (10 menit)
- Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberi pertanyaan pancingan kepada kelompok yang masih kesulitan menemukan keterkaitan antara praktik kearifan lokal dan kondisi lingkungan, dan memberi afirmasi kepada kelompok yang sudah menemukan kaitan yang bermakna. (selama diskusi berlangsung)
- Dua kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan temuan awal mereka secara singkat (masing-masing 1–2 menit). Kelompok lain dipersilakan menanggapi atau menambahkan. Guru meluruskan dan melengkapi pemahaman yang kurang tepat. (5 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperkenalkan siklus inkuiri sederhana: Amati → Tanya → Rencanakan → Lakukan → Catat. Guru menjelaskan bahwa setiap kelompok akan melakukan penyelidikan sederhana untuk menemukan keterkaitan antara satu praktik kearifan lokal dengan kondisi lingkungan sekitar. (3 menit)
- Setiap kelompok memilih satu topik penyelidikan dari pilihan yang disediakan guru (atau mengusulkan sendiri dengan persetujuan guru), contoh: (a) Kebiasaan warga merawat tanaman/pohon tertentu di sekitar sekolah dan pengaruhnya terhadap kesejukan udara; (b) Kebiasaan tidak membuang sampah di sungai/parit dan pengaruhnya terhadap kejernihan air; (c) Tradisi menanam pohon di hari tertentu dan jumlah pohon yang tumbuh di area tersebut. (2 menit)
- Kelompok mengisi Lembar Kerja 7.3B — Rencana Penyelidikan: (1) Pertanyaan penyelidikan kami; (2) Kearifan lokal yang kami selidiki; (3) Langkah-langkah yang akan kami lakukan; (4) Alat yang kami butuhkan; (5) Tabel pengamatan/pencatatan hasil. Guru membimbing kelompok yang masih kebingungan merumuskan pertanyaan penyelidikan. (5 menit)
- Kelompok melaksanakan penyelidikan sederhana: melakukan observasi langsung di lingkungan sekitar kelas/sekolah, membaca sumber tambahan yang disediakan guru (kartu informasi/teks pendek), atau melakukan simulasi perbandingan sederhana menggunakan gambar/foto yang disediakan. Murid mencatat hasil pengamatan pada tabel di lembar kerja. (10 menit)
- Kelompok mengolah data hasil penyelidikan: membandingkan temuan dengan prediksi awal mereka, mengidentifikasi pola atau keterkaitan yang ditemukan, dan merumuskan kesimpulan sementara secara tertulis di lembar kerja. (5 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil penyelidikan mereka dalam format 'Galeri Berjalan' (Gallery Walk): lembar kerja ditempel di dinding/meja, dan perwakilan kelompok berdiri di samping hasil kerjanya sementara kelompok lain berkeliling membaca dan memberikan komentar/pertanyaan menggunakan sticky note berwarna (hijau = setuju/bagus, kuning = pertanyaan, merah = saran). (8 menit)
- Setelah Gallery Walk, setiap kelompok kembali ke meja masing-masing dan membaca umpan balik dari kelompok lain. Perwakilan satu kelompok menyampaikan temuan utama secara singkat kepada kelas. Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan: dampak positif apa saja yang bisa kita temukan dari kearifan lokal terhadap alam dan lingkungan? (5 menit)
- Murid secara individu mengisi jurnal refleksi singkat pada bagian bawah lembar kerja (3 pertanyaan): (1) Hal paling menarik yang aku temukan hari ini adalah...; (2) Kearifan lokal di daerahku yang berdampak positif pada lingkungan adalah...; (3) Satu hal yang bisa aku lakukan untuk ikut menjaga kearifan lokal tersebut adalah... (4 menit)
Penutup:- Guru mengajak murid bersama-sama menarik simpulan pembelajaran: kearifan lokal adalah warisan nenek moyang yang tidak hanya kaya nilai budaya, tetapi juga terbukti memiliki dampak positif nyata terhadap kelestarian alam dan lingkungan. (3 menit)
- Asesmen akhir: Guru membagikan kartu keluar (exit ticket). Setiap murid menuliskan jawaban dari dua pertanyaan: (1) Sebutkan satu contoh kearifan lokal dan jelaskan dampak positifnya terhadap lingkungan! (2) Apa yang terjadi pada lingkungan jika kearifan lokal tersebut tidak dijaga? Guru mengumpulkan kartu keluar sebagai data asesmen sumatif pertemuan ini. (5 menit)
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses penyelidikan hari ini: mengapresiasi keterlibatan murid, menunjukkan 1–2 contoh temuan menarik dari kelompok, dan mendorong murid untuk terus mengamati kearifan lokal di sekitar mereka. (2 menit)
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diajak mengamati satu kebiasaan/tradisi di lingkungan rumah yang berkaitan dengan alam dan mencatatnya untuk dibahas pada pertemuan berikutnya. (1 menit)
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam. (1 menit)
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: teks kearifan lokal diberikan dalam versi yang lebih pendek dan disertai gambar ilustrasi, serta pertanyaan panduan lembar kerja dibuat lebih tersruktur dengan pilihan jawaban sebagian. Untuk murid yang sudah cepat memahami: disediakan teks tambahan tentang kearifan lokal yang lebih kompleks (misal: sistem Subak sebagai warisan budaya UNESCO) dan diminta mengaitkan dengan isu lingkungan global.
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru memberikan scaffolding lebih intensif saat merumuskan pertanyaan penyelidikan, misalnya dengan menyediakan template kalimat 'Apakah kebiasaan... berpengaruh terhadap...?'. Untuk murid yang cepat: didorong untuk merumuskan pertanyaan penyelidikan sendiri tanpa template dan merancang langkah penyelidikan yang lebih rinci, termasuk menentukan variabel yang diamati.
- Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup melengkapi tabel pengamatan yang sudah disediakan pada lembar kerja dan menjawab pertanyaan refleksi secara lisan kepada guru. Untuk murid yang cepat: diminta membuat infografis sederhana atau poster mini (bisa di kertas HVS) yang menampilkan kearifan lokal pilihan mereka beserta dampak positifnya terhadap lingkungan, untuk dipajang di kelas.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar (lingkungan lestari vs lingkungan rusak) dan meminta murid menjawab secara lisan atau di sticky note: 'Menurutmu, mengapa kondisi dua tempat ini berbeda? Apakah kebiasaan warganya ada pengaruhnya?' Respons murid digunakan guru untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan materi.
- Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah mendengar kata kearifan lokal? Apa yang kamu tahu tentangnya?' untuk mengaktifkan pengetahuan prior murid sebelum masuk ke kegiatan inti.
Proses:- Observasi diskusi kelompok saat membaca dan menganalisis dua teks kearifan lokal (tahap Memahami): guru berkeliling dan mencatat kemampuan murid menemukan nilai positif, dampak terhadap alam, dan keterkaitan dengan kearifan lokal di lingkungan mereka sendiri.
- Penilaian Lembar Kerja 7.3B secara berkelanjutan saat kelompok mengisi rencana dan melaksanakan penyelidikan: guru memberi umpan balik langsung (lisan) kepada tiap kelompok mengenai ketepatan pertanyaan penyelidikan dan langkah-langkah yang direncanakan.
- Pengamatan Gallery Walk: guru memperhatikan kualitas pertanyaan dan komentar yang ditulis murid pada sticky note sebagai indikator pemahaman lintas topik antar kelompok.
Akhir:- Kartu keluar (exit ticket) individual: murid menuliskan (1) satu contoh kearifan lokal dan dampak positifnya terhadap lingkungan, serta (2) akibat yang terjadi jika kearifan lokal tersebut hilang. Dinilai dengan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan dan kelengkapan jawaban.
- Lembar Kerja 7.3B (kelompok) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik yang mencakup aspek: perumusan pertanyaan penyelidikan, kelengkapan rencana penyelidikan, kualitas data/hasil pengamatan, dan ketepatan kesimpulan yang menghubungkan kearifan lokal dengan kondisi lingkungan.
Formatif:- Observasi guru selama diskusi kelompok pada tahap Memahami: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi nilai positif dan dampak kearifan lokal dari teks yang dibaca.
- Pengamatan proses penyelidikan (tahap Mengaplikasi): guru menggunakan lembar observasi sederhana untuk menilai kemampuan murid merumuskan pertanyaan, merencanakan langkah penyelidikan, dan mencatat hasil pengamatan.
- Gallery Walk dengan sticky note (tahap Merefleksi): kualitas komentar dan pertanyaan antar kelompok digunakan sebagai indikator pemahaman murid terhadap materi.
- Jurnal refleksi individu di akhir kegiatan inti: guru membaca jurnal untuk melihat kedalaman pemahaman dan koneksi yang dibuat murid dengan pengalaman nyata mereka.
Sumatif:- Kartu keluar (exit ticket) di penutup pembelajaran: murid menjawab dua pertanyaan tertulis — (1) menyebutkan dan menjelaskan satu contoh kearifan lokal beserta dampak positifnya terhadap lingkungan, (2) menjelaskan akibat yang terjadi jika kearifan lokal tersebut tidak dijaga.
- Lembar Kerja 7.3B (Rencana dan Hasil Penyelidikan) dikumpulkan sebagai bukti pencapaian TP 4.7.3.2: dinilai berdasarkan kelengkapan rencana penyelidikan, ketepatan pencatatan hasil, dan kualitas kesimpulan yang dirumuskan kelompok.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan (TP 4.7.3.1) | Murid belum dapat menyebutkan dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan, atau jawaban tidak berkaitan dengan topik. | Murid dapat menyebutkan satu dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan namun penjelasannya masih sangat singkat dan belum disertai contoh yang tepat. | Murid dapat menjelaskan satu dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan dengan contoh yang tepat dan penjelasan yang cukup jelas. | Murid dapat menjelaskan dua atau lebih dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan dengan contoh konkret yang tepat, penjelasan yang jelas, dan mampu mengaitkannya dengan kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar mereka sendiri. | | Merencanakan penyelidikan sederhana (TP 4.7.3.2 — aspek perencanaan) | Murid belum dapat merumuskan pertanyaan penyelidikan atau menyusun langkah-langkah penyelidikan, meskipun dengan panduan guru. | Dengan panduan guru, murid dapat merumuskan pertanyaan penyelidikan sederhana dan menyebutkan satu atau dua langkah penyelidikan, namun langkah-langkahnya belum terurut dengan jelas. | Dengan panduan guru, murid dapat merumuskan pertanyaan penyelidikan yang relevan dan menyusun langkah-langkah penyelidikan yang cukup terurut dan dapat dilaksanakan. | Murid dapat secara mandiri merumuskan pertanyaan penyelidikan yang spesifik dan relevan, menyusun langkah-langkah penyelidikan yang terurut, logis, dan operasional, serta menentukan alat atau sumber yang dibutuhkan dengan tepat. | | Melakukan penyelidikan dan mencatat hasil (TP 4.7.3.2 — aspek pelaksanaan) | Murid tidak melakukan pengamatan atau tidak mencatat hasil penyelidikan pada lembar kerja. | Murid melakukan pengamatan dan mencatat beberapa hasil, namun catatan masih tidak lengkap atau kurang relevan dengan pertanyaan penyelidikan. | Murid melakukan pengamatan dengan cukup sistematis dan mencatat hasil yang relevan pada tabel/lembar kerja dengan cukup lengkap. | Murid melakukan pengamatan secara sistematis, mencatat hasil yang lengkap dan relevan, serta mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi awal mereka secara kritis. | | Menyimpulkan keterkaitan kearifan lokal dengan kondisi lingkungan (TP 4.7.3.1 & 4.7.3.2) | Murid belum dapat menarik kesimpulan tentang keterkaitan antara kearifan lokal dan kondisi lingkungan berdasarkan hasil penyelidikan. | Murid dapat menarik kesimpulan sederhana, namun kesimpulan belum sepenuhnya didukung oleh data/hasil penyelidikan yang mereka lakukan. | Murid dapat menarik kesimpulan yang jelas tentang keterkaitan kearifan lokal dengan kondisi lingkungan, dan kesimpulan didukung oleh data/hasil penyelidikan yang mereka kumpulkan. | Murid dapat menarik kesimpulan yang tepat dan didukung data, mengaitkan temuan dengan konteks kearifan lokal di daerahnya sendiri, serta mampu menjelaskan apa yang akan terjadi pada lingkungan jika kearifan lokal tersebut tidak dijaga. | | Kolaborasi dan partisipasi dalam kelompok | Murid tidak terlibat aktif dalam diskusi atau kegiatan kelompok. | Murid terlibat dalam kegiatan kelompok namun partisipasinya masih sangat terbatas, lebih banyak menunggu arahan teman. | Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tugas bersama. | Murid berpartisipasi sangat aktif, mendorong anggota kelompok lain untuk berkontribusi, mampu menyintesis pendapat berbeda, dan memimpin kelompok menuju kesimpulan bersama yang berkualitas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal satu dampak positif kearifan lokal terhadap lingkungan? Kelompok mana yang masih membutuhkan dukungan lebih pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
- Apakah teks kearifan lokal yang dipilih sudah cukup dekat dengan konteks keseharian murid sehingga mereka bisa membuat koneksi bermakna?
- Bagaimana kualitas pertanyaan penyelidikan yang dirumuskan murid? Apakah scaffolding yang diberikan sudah cukup atau perlu diperkuat?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?
Refleksi Murid:- Hal paling menarik yang aku pelajari hari ini tentang kearifan lokal dan lingkungan adalah...
- Kearifan lokal di daerahku yang aku yakini memberikan dampak positif terhadap alam adalah... karena...
- Bagian dari kegiatan penyelidikan hari ini yang paling menantang bagiku adalah... dan cara aku mengatasinya adalah...
- Satu hal nyata yang bisa aku lakukan untuk ikut melestarikan kearifan lokal di lingkunganku adalah...
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal, halaman 140–150
- Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 7
- Lembar Kerja 7.3A: Teks Dua Kearifan Lokal (disiapkan guru — contoh: teks Sasi/Maluku dan Subak/Bali)
- Lembar Kerja 7.3B: Rencana dan Hasil Penyelidikan Sederhana (disiapkan guru)
- Kartu Informasi Kearifan Lokal Nusantara (kartu bergambar yang disiapkan guru sebagai sumber referensi tambahan saat penyelidikan)
- Gambar/foto lingkungan lestari dan lingkungan rusak (untuk asesmen awal — bisa dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
- Sticky note berwarna (hijau, kuning, merah) untuk kegiatan Gallery Walk
- Kartu keluar (exit ticket) — disiapkan guru
- Proyektor/layar (opsional, untuk menampilkan gambar di pendahuluan)
- Alat tulis, kertas HVS (untuk murid yang mengerjakan diferensiasi produk infografis)
|