Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Nilai-Nilai Positif dalam Kearifan Lokal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Nilai-Nilai Positif dalam Kearifan Lokal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Nilai-Nilai Positif dalam Kearifan Lokal

IPAS - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Nilai-Nilai Positif dalam Kearifan Lokal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikNilai-Nilai Positif dalam Kearifan Lokal
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi nilai-nilai positif yang terkandung dalam kearifan lokal di lingkungan sekitarnya dengan membandingkan dua contoh teks kearifan lokal.
  2. Murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang manfaat nilai kearifan lokal bagi kehidupan masyarakat berdasarkan teks yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atau ikut dalam tradisi unik di lingkunganmu? Apa yang menurutmu istimewa dari tradisi itu?
  2. Mengapa nenek moyang kita mewariskan kebiasaan dan tradisi tertentu secara turun-temurun? Apa manfaatnya bagi kita sekarang?
  3. Bayangkan jika semua kearifan lokal di Indonesia hilang — apa yang akan terjadi pada alam dan kehidupan masyarakat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta satu murid memimpin doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan mengajak murid menyebutkan satu kata yang terlintas saat mendengar kata 'kearifan lokal' — respon ditampung di papan tulis sebagai peta ide awal kelas (ice-breaker, 2 menit).
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru mengajukan dua pertanyaan lisan kepada beberapa murid: (1) 'Apa yang kamu ketahui tentang kearifan lokal?' dan (2) 'Sebutkan satu tradisi atau kebiasaan unik yang ada di daerahmu!' Guru mencatat variasi jawaban untuk mengetahui titik awal pemahaman murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat: murid akan membandingkan dua teks kearifan lokal untuk menemukan nilai-nilai positifnya dan belajar mengajukan pertanyaan serta prediksi tentang manfaatnya (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara berurutan dan memberi waktu murid berpikir sebelum merespons (3 menit).
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) dan membagikan teks 'Sasi Maluku dan Papua' serta 'Tradisi Bebie di Sumatra Selatan' kepada setiap kelompok (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca kedua teks secara mandiri dalam kelompok (±5 menit). Guru mengingatkan agar murid membaca dengan penuh perhatian dan menandai bagian yang menarik atau membingungkan mereka — ini melatih kesadaran membaca (Berkesadaran).
  • Guru meminta murid mengisi 'Tabel Perbandingan Nilai' sederhana di lembar kerja: kolom berisi Nama Kearifan Lokal | Asal Daerah | Nilai Positif yang Ditemukan | Dampak terhadap Alam dan Manusia. Setiap anggota kelompok mengisi tabel versinya sendiri terlebih dahulu sebelum berdiskusi (5 menit).
  • Kelompok berdiskusi untuk menyepakati jawaban bersama pada tabel perbandingan. Guru berkeliling, mendengarkan diskusi, dan memberikan pertanyaan lanjutan seperti 'Mengapa kalian memilih nilai itu?' untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam (Bermakna) (5 menit).
  • Guru mengonfirmasi pemahaman kelas dengan meminta satu kelompok berbagi hasil tabel mereka secara singkat, lalu kelas memberikan tanggapan atau tambahan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan tugas kelompok: setiap kelompok memilih satu kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar mereka (boleh dari pengalaman pribadi, cerita orang tua, atau sumber bacaan di kelas) dan mengidentifikasi nilai-nilai positifnya (Bermakna) (2 menit).
  • Setiap murid dalam kelompok menuliskan minimal dua pertanyaan tentang kearifan lokal yang dipilih pada kartu pertanyaan (sticky note atau kertas kecil), misalnya: 'Apa yang terjadi jika tradisi ini berhenti dilakukan?' atau 'Siapa yang paling berperan menjaga tradisi ini?' (Menggembirakan — kartu pertanyaan bisa ditempelkan di meja atau papan) (5 menit).
  • Kelompok mendiskusikan kartu pertanyaan yang terkumpul, memilih dua pertanyaan paling menarik, lalu membuat prediksi jawaban berdasarkan pengetahuan mereka sebelumnya. Prediksi dicatat di lembar kerja dengan format: 'Pertanyaan kami: ... | Prediksi kami: ...' (5 menit).
  • Setiap kelompok menyajikan hasil temuannya — nilai positif kearifan lokal lokal yang dipilih, dua pertanyaan, dan prediksi — dalam bentuk pilihan kreasi: peta pikiran (mind map), jendela informasi, atau komik mini di selembar kertas. Guru memberi kebebasan memilih bentuk penyajian sesuai minat kelompok (Menggembirakan) (8 menit).
  • Setiap kelompok melakukan 'galeri mini': menempelkan karyanya di dinding atau meja, lalu satu perwakilan mempresentasikan selama 1 menit sementara kelompok lain mendengarkan dan menuliskan satu informasi baru yang mereka pelajari dari kelompok lain (Bermakna) (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke kursinya dan meminta setiap orang menuliskan secara pribadi di buku catatan: (1) Nilai positif paling berkesan yang mereka temukan hari ini dan alasannya, (2) Satu hal yang masih ingin mereka ketahui lebih lanjut tentang kearifan lokal (Berkesadaran) (3 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Apakah prediksi yang tadi kalian buat sudah terjawab? Apa yang berubah dari pikiranmu setelah belajar hari ini?' Beberapa murid berbagi secara sukarela (Bermakna) (3 menit).
  • Guru mengaitkan temuan murid dengan pesan nilai: 'Kearifan lokal bukan hanya warisan lama — ia adalah solusi nyata yang diciptakan masyarakat untuk menjaga alam dan kehidupan bersama. Kita punya tanggung jawab untuk mengenalnya dan meneruskannya.' (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: nilai-nilai positif dalam kearifan lokal adalah warisan turun-temurun yang menjaga keselarasan alam dan kehidupan masyarakat (2 menit).
  • Guru membagikan lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan: Apa yang kupelajari hari ini? Apa yang masih membingungkan? Apakah aku sudah berpartisipasi aktif dalam kelompok?) — murid mengisi secara mandiri (3 menit).
  • Asesmen Akhir: Guru meminta murid secara mandiri menjawab dua pertanyaan tertulis di lembar kerja: (1) Sebutkan dua nilai positif dari kearifan lokal yang kamu pelajari hari ini dan jelaskan manfaatnya! (2) Tuliskan satu pertanyaan dan prediksimu tentang apa yang akan terjadi pada alam jika kearifan lokal di daerahmu hilang! (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok dan menyampaikan bahwa karya mereka akan dipajang di kelas sebagai bentuk penghargaan atas pengetahuan lokal yang mereka temukan (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan teks yang telah dilengkapi dengan garis bawah pada bagian penting dan kamus mini untuk kosakata sulit (misalnya 'ekosistem', 'turun-temurun'). Untuk murid yang sudah cepat memahami: disediakan teks tambahan kearifan lokal ketiga dari daerah lain sebagai bahan perbandingan yang lebih kaya.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih mendapat pertanyaan panduan tambahan di lembar kerja (scaffolding bertahap). Kelompok yang cepat selesai diajak merumuskan pertanyaan lanjutan yang lebih kompleks, misalnya membandingkan kearifan lokal dengan praktik modern dalam menjaga lingkungan.
  • Produk: Murid bebas memilih bentuk penyajian hasil kerja kelompok: peta pikiran, jendela informasi, atau komik mini. Murid yang lebih ekspresif dapat menambahkan ilustrasi atau warna pada karyanya. Murid yang lebih suka tulisan dapat membuat paragraf deskriptif sebagai alternatif.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Apa yang kamu ketahui tentang kearifan lokal?' dan 'Sebutkan satu tradisi unik di daerahmu!' — guru mencatat variasi jawaban untuk memetakan titik awal pemahaman murid.
  • Aktivitas kata asosiasi: murid menyebutkan satu kata yang terlintas saat mendengar 'kearifan lokal' — hasilnya ditampung di papan tulis sebagai peta ide awal kelas untuk mengetahui skema pengetahuan murid.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengisi Tabel Perbandingan Nilai: guru berkeliling dan memberikan pertanyaan lanjutan untuk menilai pemahaman mendalam.
  • Pengecekan kartu pertanyaan: guru membaca kartu pertanyaan yang dibuat murid dan memberikan umpan balik langsung (verbal) kepada kelompok.
  • Penilaian sejawat saat galeri mini: setiap murid mencatat satu informasi baru dari kelompok lain sebagai bukti keterlibatan aktif dan kemampuan menyerap informasi.
  • Lembar kerja prediksi: guru mengecek apakah prediksi yang dibuat murid memiliki dasar alasan yang logis berdasarkan teks yang dibaca.

Akhir:

  • Jawaban tertulis mandiri dua pertanyaan: (1) Sebutkan dua nilai positif dari kearifan lokal yang dipelajari dan jelaskan manfaatnya bagi masyarakat! (2) Tuliskan satu pertanyaan dan prediksimu tentang apa yang akan terjadi pada alam atau masyarakat jika kearifan lokal di daerahmu hilang!
  • Lembar refleksi diri: murid mengisi tiga pertanyaan refleksi (apa yang dipelajari, apa yang masih membingungkan, apakah sudah berpartisipasi aktif) — digunakan guru sebagai umpan balik untuk perencanaan pertemuan berikutnya.
  • Produk kelompok (peta pikiran / jendela informasi / komik): dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan identifikasi nilai positif, kemampuan membuat pertanyaan dan prediksi, serta kelengkapan dan kerapian penyajian.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kemampuan menyimak pendapat teman, dan ketepatan identifikasi nilai positif dalam diskusi.
  • Tabel Perbandingan Nilai: hasil pengisian tabel perbandingan dua kearifan lokal sebagai bukti pemahaman murid.
  • Kartu pertanyaan: kualitas pertanyaan yang dibuat murid dinilai dari relevansi dan tingkat kedalaman pertanyaan terhadap teks.
  • Penilaian sejawat saat galeri mini: setiap kelompok menuliskan satu informasi baru dari kelompok lain sebagai bentuk asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Jawaban tertulis dua pertanyaan di akhir pembelajaran: (1) menyebutkan dan menjelaskan dua nilai positif kearifan lokal, (2) menulis satu pertanyaan dan prediksi tentang dampak hilangnya kearifan lokal.
  • Produk kelompok (mind map / jendela informasi / komik): dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan informasi, ketepatan identifikasi nilai, dan kreativitas penyajian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam kearifan lokal (TP 4.7.2.1)Murid belum dapat menyebutkan nilai positif dari kearifan lokal meskipun telah membaca kedua teks.Murid dapat menyebutkan satu nilai positif dari salah satu teks kearifan lokal, tetapi belum mampu membandingkan keduanya.Murid dapat mengidentifikasi nilai positif dari kedua teks kearifan lokal dan membandingkannya dengan bantuan tabel perbandingan.Murid dapat mengidentifikasi nilai positif dari kedua teks, membandingkannya secara tepat, dan mengaitkannya dengan contoh kearifan lokal di lingkungannya sendiri secara mandiri.
Mengajukan pertanyaan tentang kearifan lokal (TP 4.7.2.2)Murid belum dapat mengajukan pertanyaan yang relevan tentang kearifan lokal yang diamati.Murid dapat mengajukan satu pertanyaan sederhana tentang kearifan lokal, tetapi pertanyaan masih bersifat faktual dan tertutup (jawaban ya/tidak).Murid dapat mengajukan dua pertanyaan yang relevan dan terbuka tentang manfaat atau dampak kearifan lokal berdasarkan teks.Murid dapat mengajukan dua pertanyaan yang relevan, terbuka, dan menunjukkan rasa ingin tahu mendalam — salah satunya mempertanyakan kaitan kearifan lokal dengan isu kehidupan nyata di sekitarnya.
Membuat prediksi tentang manfaat kearifan lokal (TP 4.7.2.2)Murid belum dapat membuat prediksi, atau prediksi yang ditulis tidak berkaitan dengan teks atau pengetahuan yang dipelajari.Murid membuat prediksi sederhana tetapi tanpa alasan atau dasar yang jelas dari teks atau pengalamannya.Murid membuat prediksi yang logis dan disertai alasan berdasarkan informasi dari teks yang telah dibaca.Murid membuat prediksi yang logis, disertai alasan kuat dari teks, dan mampu mempertimbangkan kemungkinan dampak positif maupun negatif secara kritis.
Kolaborasi dan partisipasi dalam kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada produk kelompok.Murid terlibat dalam diskusi jika diminta, tetapi kontribusi masih minim dan belum menunjukkan inisiatif.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi nyata pada produk kelompok.Murid berperan aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, mendorong semua anggota untuk berkontribusi, dan hasil produk mencerminkan kontribusi bermakna dari seluruh anggota.
Kualitas produk kelompok (peta pikiran / jendela informasi / komik)Produk tidak lengkap atau tidak menjawab pertanyaan yang diminta dalam lembar kerja.Produk menjawab sebagian pertanyaan, informasi masih kurang lengkap, penyajian kurang rapi.Produk menjawab semua pertanyaan dengan informasi yang cukup lengkap dan penyajian yang rapi dan mudah dibaca.Produk lengkap, informatif, kreatif, dan menarik secara visual. Memuat nilai positif, pertanyaan, prediksi, serta contoh kearifan lokal dari lingkungan sendiri yang disajikan dengan cara orisinal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi minimal satu nilai positif dari kedua teks kearifan lokal? Apa yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Bagaimana dinamika diskusi kelompok — apakah semua kelompok terlibat aktif? Kelompok mana yang perlu perhatian lebih dan mengapa?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan berbeda? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua tahap kegiatan? Tahap mana yang perlu diperluas atau dipersingkat?

Refleksi Murid:

  • Nilai positif apa yang paling berkesan kamu temukan hari ini dari kearifan lokal yang dipelajari? Mengapa nilai itu menurutmu penting?
  • Pertanyaan apa yang masih belum terjawab dan ingin kamu cari tahu lebih lanjut tentang kearifan lokal?
  • Apakah prediksimu tentang manfaat kearifan lokal ternyata sudah tepat, atau ada yang perlu kamu ubah setelah belajar hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dalam kelompok hari ini? Apakah kamu sudah berkontribusi dengan baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — teks 'Sasi Maluku dan Papua' dan 'Tradisi Bebie di Sumatra Selatan' (Bab 7)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — panduan aktivitas Bab 7 halaman 206
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD): Tabel Perbandingan Nilai Kearifan Lokal
  4. Kartu pertanyaan (sticky note atau kertas kecil dipotong)
  5. Kertas HVS/karton untuk produk kelompok (peta pikiran, jendela informasi, atau komik)
  6. Alat tulis dan pewarna (spidol, pensil warna) untuk pembuatan produk
  7. Papan tulis atau area dinding kelas untuk galeri mini kelompok
  8. Artikel atau sumber bacaan tambahan tentang kearifan lokal daerah setempat (opsional, untuk pengayaan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.