MODUL AJAR IPAS — Kelas 4 (Fase B) Topik: Mengenal Kearifan Lokal di Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Mengenal Kearifan Lokal di Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi pengertian dan contoh kearifan lokal yang ada di lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggalnya melalui kegiatan pengamatan dan tanya jawab.
- Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang kebiasaan atau tradisi turun-temurun yang ditemukan di lingkungan keluarga dan sekitar sekolah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat kebiasaan atau tradisi yang selalu dilakukan keluargamu dari dulu hingga sekarang? Apa kebiasaan itu?
- Mengapa setiap daerah di Indonesia bisa memiliki kebiasaan dan tradisi yang berbeda-beda?
- Apa yang akan terjadi jika kebiasaan turun-temurun di daerahmu tidak lagi dilakukan oleh generasi berikutnya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menuliskan satu kata atau kalimat pendek di kertas sticky note: 'Apa yang kamu ketahui tentang kearifan lokal?' — hasilnya ditempel di papan kelas sebagai peta pengetahuan awal.
- Guru membacakan dan mendiskusikan secara singkat beberapa respons murid untuk membangun rasa penasaran.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu murid untuk berpikir sejenak sebelum menjawab secara bebas.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan mengenal apa itu kearifan lokal dan mencatat tradisi yang ada di sekitar kita.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 2–3 gambar kegiatan tradisi/kearifan lokal (misal: gotong royong, tradisi makan bersama, upacara adat sederhana) dan meminta murid mengamati gambar tersebut selama 1–2 menit secara saksama. (Berkesadaran: murid hadir penuh dalam proses mengamati)
- Murid diminta menyebutkan apa yang mereka lihat di gambar dan mengaitkan dengan pengalaman pribadi mereka di rumah atau lingkungan sekitar. (Bermakna: menghubungkan materi dengan kehidupan nyata)
- Guru menjelaskan pengertian kearifan lokal secara sederhana: 'Kearifan lokal adalah kebiasaan atau tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat di suatu daerah dan mengandung nilai-nilai positif.'
- Guru memberikan contoh konkret kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia (misal: tradisi gotong royong, upacara adat, permainan tradisional, pantangan menjaga alam) dan mengaitkannya dengan daerah tempat tinggal murid.
- Murid diberi kesempatan bertanya jawab dengan guru mengenai contoh-contoh kearifan lokal yang disebutkan. Guru mendorong murid untuk membandingkan contoh yang ada dengan tradisi yang mereka kenal dari keluarga.
- Guru bersama murid membuat bagan sederhana di papan tulis: 'Apa itu Kearifan Lokal?' — berisi definisi, ciri-ciri, dan 3–4 contoh yang muncul dari diskusi kelas.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel pengamatan dengan kolom: Nama Kebiasaan/Tradisi, Siapa yang Melakukan, Kapan Dilakukan, Nilai Positif yang Terkandung. (Menggembirakan: format tabel bergambar dan berwarna agar menarik)
- Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan mendiskusikan kebiasaan atau tradisi turun-temurun yang mereka ketahui dari lingkungan keluarga dan sekitar sekolah. (Bermakna: murid menggali pengalaman nyata dari kehidupan mereka sendiri)
- Setiap kelompok mencatat minimal 2 kebiasaan/tradisi ke dalam tabel LKPD berdasarkan hasil diskusi dan pengalaman anggota kelompok.
- Guru mendampingi tiap kelompok secara bergantian, mengajukan pertanyaan pancingan seperti: 'Apakah keluargamu punya tradisi saat hari raya? Bagaimana cara kalian menyapa orang yang lebih tua?' untuk membantu murid yang kesulitan menemukan contoh.
- Setelah mengisi tabel, setiap kelompok memilih satu kebiasaan/tradisi favorit mereka untuk dipresentasikan secara singkat (1–2 menit per kelompok) kepada teman-teman sekelas. (Menggembirakan: suasana berbagi cerita yang hangat dan santai)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah semua kelompok berbagi, guru mengajak murid berdiri sebentar dan melakukan 'Lingkaran Refleksi': setiap murid secara bergiliran melengkapi kalimat refleksi yang ditampilkan guru — 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan 'Satu tradisi di keluargaku yang ingin aku terus jaga adalah...' (Berkesadaran: murid memaknai proses belajar yang baru saja dilalui)
- Guru memandu murid merangkum poin-poin penting: apa itu kearifan lokal, mengapa kearifan lokal penting, dan apa saja contohnya yang ditemukan dari diskusi kelas tadi. (Bermakna: penguatan pemahaman bermakna dari pengalaman langsung)
- Murid menuliskan satu kalimat penutup di LKPD mereka: 'Kearifan lokal yang paling berkesan bagiku adalah... karena...' sebagai bukti refleksi tertulis.
- Guru memberikan umpan balik positif terhadap hasil kerja kelompok dan apresiasi atas keberanian murid berbagi cerita tentang tradisi keluarga mereka.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kearifan lokal adalah kebiasaan turun-temurun yang mengandung nilai positif dan berbeda-beda di tiap daerah.
- Guru melakukan asesmen akhir singkat dengan memberikan 2 pertanyaan lisan atau tertulis: (1) Sebutkan 1 contoh kearifan lokal yang ada di lingkunganmu! (2) Mengapa kearifan lokal perlu dijaga?
- Guru memberikan tugas pengayaan ringan: 'Tanyakan kepada orang tua atau anggota keluarga di rumah, adakah tradisi atau kebiasaan keluarga yang sudah dilakukan sejak lama? Catat di buku tugasmu!' — untuk memperkaya data pada pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan gambaran singkat topik pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu bergambar berisi contoh kearifan lokal beserta keterangan singkat, sehingga mereka tidak perlu memulai dari nol dalam mengisi LKPD. Murid yang sudah siap menerima tantangan lebih dapat diminta mencari contoh kearifan lokal dari daerah lain di luar daerahnya dan membandingkan persamaan serta perbedaannya.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih intensif didampingi guru dengan pertanyaan pancingan terstruktur selangkah demi selangkah. Kelompok yang sudah cepat memahami dapat langsung berdiskusi mandiri dan diminta menambahkan kolom 'Dampak jika tradisi ini hilang' pada tabel LKPD mereka.
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup melengkapi 1–2 baris tabel LKPD dengan bantuan. Murid yang sudah berkembang pesat dapat menyajikan hasil pengamatan mereka dalam bentuk cerita pendek atau ilustrasi gambar sederhana tentang tradisi yang mereka temukan, sebagai alternatif dari tabel.
ASESMENAwal:- Aktivitas sticky note di awal pembelajaran: murid menuliskan satu kata atau kalimat tentang apa yang mereka ketahui mengenai 'kearifan lokal' — digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan titik masuk penjelasan.
- Tanya jawab lisan dari pertanyaan pemantik untuk mengukur sejauh mana murid sudah mengenal konsep tradisi dan kebiasaan keluarga.
Proses:- Observasi aktif guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu memberikan contoh konkret kearifan lokal dari pengalaman pribadi mereka.
- Pengecekan pengisian LKPD secara berkeliling: guru memastikan setiap kelompok mengisi tabel dengan tepat dan memberi umpan balik langsung jika ada isian yang kurang sesuai.
- Penilaian presentasi singkat kelompok menggunakan checklist: menyebutkan nama tradisi, pelaku, waktu pelaksanaan, dan nilai positifnya.
Akhir:- Murid menjawab 2 pertanyaan penutup secara lisan atau tertulis: (1) Sebutkan 1 contoh kearifan lokal di lingkunganmu! (2) Mengapa kearifan lokal perlu kita jaga?
- Kalimat refleksi tertulis di LKPD sebagai bukti pemahaman bermakna murid terhadap materi.
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid selama tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (checklist: aktif bertanya, aktif menjawab, berkontribusi dalam kelompok).
- Penilaian LKPD tabel pengamatan: ketepatan pengisian kolom dan kesesuaian contoh kearifan lokal yang dicatat.
- Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menyampaikan satu tradisi pilihan secara lisan dengan jelas.
Sumatif:- Jawaban lisan atau tertulis atas 2 pertanyaan penutup: (1) menyebutkan 1 contoh kearifan lokal di lingkungannya, dan (2) menjelaskan alasan kearifan lokal perlu dijaga.
- Kalimat refleksi tertulis di LKPD: 'Kearifan lokal yang paling berkesan bagiku adalah ... karena ...' dinilai berdasarkan ketepatan konsep dan kedalaman alasan yang diberikan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pengertian kearifan lokal (TP 4.7.1.1) | Murid belum dapat menyebutkan pengertian kearifan lokal meskipun dengan bantuan guru. | Murid dapat menyebutkan pengertian kearifan lokal dengan bantuan guru atau teman, namun penjelasannya masih kurang tepat. | Murid dapat menjelaskan pengertian kearifan lokal dengan kata-katanya sendiri secara tepat. | Murid dapat menjelaskan pengertian kearifan lokal dengan tepat dan mengaitkannya dengan contoh nyata dari lingkungan keluarga atau daerahnya secara mandiri. | | Memberikan contoh kearifan lokal (TP 4.7.1.1) | Murid belum dapat menyebutkan contoh kearifan lokal dari lingkungannya. | Murid dapat menyebutkan 1 contoh kearifan lokal dari lingkungannya dengan bantuan. | Murid dapat menyebutkan 2 contoh kearifan lokal dari lingkungan keluarga atau sekitar tempat tinggalnya secara mandiri. | Murid dapat menyebutkan lebih dari 2 contoh kearifan lokal dari berbagai konteks (keluarga, sekolah, daerah) dan mampu menjelaskan nilai positif yang terkandung di dalamnya. | | Mencatat hasil pengamatan tradisi turun-temurun (TP 4.7.1.2) | Murid tidak mengisi atau hanya mengisi 1 kolom tabel LKPD dengan tidak tepat. | Murid mengisi tabel LKPD dengan 1 tradisi namun pengisian kolom masih belum lengkap atau kurang tepat. | Murid mengisi tabel LKPD dengan 2 tradisi secara lengkap pada semua kolom (nama tradisi, pelaku, waktu, nilai positif). | Murid mengisi tabel LKPD dengan 2 atau lebih tradisi secara lengkap dan akurat, disertai penjelasan nilai positif yang logis dan mendalam. | | Partisipasi dalam diskusi kelompok dan presentasi | Murid tidak aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok dan tidak berpartisipasi dalam presentasi. | Murid berpartisipasi dalam diskusi atau presentasi namun hanya sesekali, dan masih memerlukan dorongan dari guru atau teman. | Murid aktif berdiskusi dalam kelompok dan ikut serta menyampaikan hasil presentasi dengan cukup jelas. | Murid memimpin atau berkontribusi besar dalam diskusi kelompok dan menyampaikan presentasi dengan percaya diri, jelas, dan menggunakan contoh yang relevan dari pengalamannya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu saya perbaiki?
- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Siapa yang perlu mendapat perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
- Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efektif?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang kearifan lokal?
- Tradisi atau kebiasaan turun-temurun apa yang ada di keluargaku yang baru aku sadari setelah belajar hari ini?
- Apa yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang kearifan lokal di daerahku?
- Bagaimana perasaanku saat berbagi cerita tentang tradisi keluargaku bersama teman-teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal
- Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 7
- Gambar-gambar tradisi dan kearifan lokal (dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) tabel pengamatan kearifan lokal (dibuat guru)
- Kertas sticky note berwarna untuk asesmen awal diagnostik
- Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk membuat bagan bersama
- Video pendek kearifan lokal daerah setempat (opsional, jika tersedia proyektor)
|