Modul AjarBab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 7 "Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal

IPAS - Kelas 4

Bab 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 7 — Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 7 — Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal
Alokasi Waktu22 JP (22 x 35 menit = 770 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.7.1 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait ragam budaya serta mencatat hasil pengamatannya
  2. TP 4.7.2 Mengklasifikasikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal
  3. TP 4.7.3 Mengklasifikasikan upaya untuk melestarikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal
  4. TP 4.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang ragam budaya dan upaya melestarikannya secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kebiasaan atau tradisi turun-temurun apa saja yang pernah kamu lihat diadakan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu?
  2. Apa saja hal konkret yang dapat kita lihat, dengar, dan catat saat suatu tradisi warga sedang berlangsung?
  3. Kesenian daerah atau kebiasaan warga apa saja yang sering kamu lihat saat ada acara warga di sekitar tempat tinggalmu?
  4. Bagaimana cara kita mencatat apa yang kita lihat dan dengar dari sebuah pertunjukan kesenian agar catatannya lengkap?
  5. Apa saja bahasa daerah dan makanan khas yang biasa kamu temukan di lingkungan sekitarmu?
  6. Bagaimana cara kita mengelompokkan ragam bahasa daerah dan makanan khas berdasarkan asal daerahnya?
  7. Mengapa pakaian adat dan rumah adat di berbagai daerah Indonesia memiliki bentuk yang berbeda-beda?
  8. Bagaimana cara kita mengelompokkan berbagai pakaian adat dan rumah adat yang ada di lingkungan nusantara?
  9. Apa saja kebiasaan di rumah atau sekolahmu yang menunjukkan rasa bangga terhadap budaya daerah?
  10. Bagaimana kita membedakan kebiasaan sehari-hari yang melestarikan bahasa daerah, makanan tradisional, dan kesenian daerah?
  11. Apa kegiatan bersama yang pernah diadakan warga di lingkungan sekitarmu untuk merayakan atau menjaga tradisi daerah?
  12. Bagaimana kita bisa membedakan kegiatan warga yang bertujuan melestarikan budaya dan kegiatan yang bukan bertujuan melestarikan budaya?
  13. Bagaimana cara menyampaikan catatan penyelidikan budaya kepada orang lain secara tertulis agar mudah dibaca?
  14. Informasi penting apa saja yang harus tertulis pada lembar informasi tentang ragam budaya dan cara melestarikannya?
  15. Bagaimana caramu menceritakan ragam budaya di lingkunganmu kepada teman secara lisan dengan bantuan gambar?
  16. Upaya pelestarian budaya apa yang paling penting untuk kamu ceritakan kepada orang lain agar tradisi tidak hilang?
  17. Bagaimana kita membuktikan pemahaman kita tentang ragam budaya dan cara melestarikannya?
  18. Mengapa penting menyampaikan hasil penyelidikan budaya kepada orang lain secara jelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengamati Fenomena Peristiwa Tradisi Turun-Temurun di Sekitar Tempat Tinggal dan Mencatat Hasilnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.1 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait ragam budaya serta mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengamati fenomena tradisi turun-temurun di sekitar dan mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai contoh tradisi turun-temurun di lingkungan sekitar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati contoh teks visual berisi ilustrasi peristiwa tradisi turun-temurun 'Sedekah Bumi/Bersih Desa' untuk mengenali objek konkret yang diamati: nama tradisi, pihak yang terlibat, perlengkapan/benda yang digunakan, serta urutan kegiatan (15 menit).
  • Guru memodelkan cara mencatat hasil pengamatan peristiwa tersebut ke dalam format tabel catatan pengamatan sederhana (nama peristiwa, pelaku, perlengkapan, dan rangkaian kejadian yang terlihat) secara objektif (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan observasi cepat 'Detektif Tradisi' secara berpasangan: menebak dan mencocokkan perlengkapan khas dengan 3 gambar kartu tradisi (Kartu 1: Tradisi Sekaten - gamelan & gunungan; Kartu 2: Tradisi Tedak Siten - kurungan ayam & jadah 7 warna; Kartu 3: Tradisi Ngobeng Ikan - jaring & kolam lumpur) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengamati rekaman video/lembar paparan peristiwa tradisi turun-temurun di lingkungan masyarakat (misalnya: tradisi kenduri/syukuran warga atau tradisi bersih desa setempat) yang ditayangkan guru (15 menit).
  • Murid mencatat data hasil pengamatan peristiwa tradisi tersebut ke dalam Lembar Catatan Pengamatan yang memuat 4 unsur: (1) Nama tradisi yang diamati, (2) Orang/pihak yang terlibat, (3) Benda/alat/makanan khas yang dipakai, dan (4) Urutan kegiatan yang teramati dari awal hingga selesai (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan pengamatannya dan membandingkan ketepatan data yang dicatat dengan lembar panduan cek mandiri (5 menit).
  • Murid merenungkan apa yang dirasakan saat mengamati keteraturan dan kebersamaan warga dalam tradisi turun-temurun tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pentingnya keterampilan mengamati secara teliti dan mencatat fakta peristiwa tradisi tanpa menambah opini (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil catatan pengamatan murid dan menyampaikan bahwa kegiatan pengamatan fenomena budaya berikutnya akan berlanjut pada ragam kesenian dan kebiasaan masyarakat pada Pertemuan 2 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks pengamatan berilustrasi dengan label bantuan visual, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati video rekaman peristiwa tradisi berdurasi penuh tanpa label bantuan.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap saat mengisi tiap kolom tabel catatan pengamatan, sedangkan murid mahir langsung mencatat seluruh unsur secara mandiri.
  • Produk: Murid cepat mencatat rincian perlengkapan dan urutan kejadian secara mendalam (minimal 5 detail perlengkapan), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan mencatat unsur pokok (minimal 3 detail perlengkapan) sesuai format lembar observasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: Guru menampilkan gambar kegiatan warga berkumpul membawa tumpeng/hasil bumi, lalu bertanya: 'Peristiwa apa yang sedang berlangsung pada gambar ini, dan apa saja dua benda yang tampak dibawa oleh warga?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan minimal 1 nama/jenis kegiatan tradisi syukuran/selamatan/sedekah bumi dan 2 benda yang tampak seperti tumpeng, bakul makanan, atau hasil bumi).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan murid saat mengamati tayangan peristiwa tradisi: Guru mengamati keterisian 4 kolom tabel catatan (Nama tradisi, Pihak yang terlibat, Perlengkapan/benda yang tampak, Urutan kejadian yang teramati). Kriteria ketercapaian: Catatan memuat fakta konkret yang teramati tanpa opini pribadi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan cek mandiri pada lembar catatan: 'Sebutkan 3 benda atau perlengkapan khas yang kamu catat dari peristiwa tradisi yang baru saja kamu amati!' (Acuan jawaban benar berdasarkan tayangan tradisi Sedekah Bumi/Kenduri: mencakup benda seperti tumpeng/nasi berkat, tampah/ancak, hasil bumi/sayur-mayur, tikar tempat duduk, atau wadah daun pisang; murid benar bila menyebutkan minimal 3 di antaranya).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kepekaan murid terhadap fenomena tradisi sekitar
  • Asesmen unjuk kerja melalui pemeriksaan keterisian Lembar Catatan Pengamatan fenomena tradisi turun-temurun selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketelitian Mengamati Fenomena TradisiBelum mampu mengenali peristiwa tradisi dan belum menemukan benda/unsur yang tampak dalam peristiwa secara mandiri.Mampu mengamati fenomena peristiwa tradisi, tetapi hanya mencatat 1-2 unsur yang teramati dengan bantuan penuh guru.Mampu mengamati fenomena peristiwa tradisi dan mencatat minimal 3 unsur (pihak yang terlibat, perlengkapan/benda, dan urutan peristiwa) secara tepat sesuai fakta.Mampu mengamati fenomena peristiwa tradisi dan mencatat seluruh 4 unsur pengamatan secara lengkap, rinci, dan tepat sesuai urutan kejadian secara mandiri.
Pencatatan Hasil Pengamatan pada TabelBelum mampu menuliskan hasil pengamatan ke dalam kolom tabel format catatan yang disediakan.Menuliskan hasil pengamatan ke dalam tabel, namun masih mencampuradukkan fakta teramati dengan opini atau salah menempatkan kolom.Menuliskan data hasil pengamatan ke dalam kolom tabel yang sesuai secara jelas dan berbasis fakta yang teramati.Menuliskan data hasil pengamatan ke dalam kolom tabel dengan sangat rapi, sistematis, lengkap rincian faktanya, dan tanpa ada kolom yang kosong secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media tayangan fenomena peristiwa tradisi yang dipilih cukup jelas untuk diamati oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama proses pengamatan dan pencatatan data ke lembar kerja?

Murid:

  • Hal baru apa yang berhasil kamu amati dari peristiwa tradisi turun-temurun tadi?
  • Bagian mana dari lembar catatan pengamatan yang paling mudah dan paling sulit kamu isi?

Pertemuan 2 — Mengamati Fenomena Peristiwa Kesenian dan Kebiasaan Masyarakat Sekitar serta Mencatat Hasilnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.1 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait ragam budaya serta mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan lembar observasi pengamatan (2 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan memperlihatkan satu gambar pertunjukan musik angklung warga dan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan mengamati: (1) 'Apa kesenian yang dimainkan pada gambar?' dan (2) 'Sebutkan 1 alat atau gerakan yang terlihat pada gambar!'. Acuan jawaban: (1) Kesenian musik angklung/alat musik bambu; (2) Murid menyebutkan angklung/bambu/tangan memegang dan menggoyangkan alat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati tayangan/peristiwa kesenian dan kebiasaan masyarakat sekitar serta mencatat hasil pengamatan pada tabel panduan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video dokumentasi singkat/gambar peristiwa kesenian daerah (misalnya Tari Jaipong/Reog/Tari Saman) dan kebiasaan kerja bakti warga menyambut festival seni (10 menit).
  • Guru membimbing murid memahami cara mengamati unsur nyata dalam kesenian dan kebiasaan: bentuk kesenian/kebiasaan, alat/properti yang digunakan, serta gerakan/aktivitas yang tampak (10 menit).
  • Murid secara berkelompok menerima Lembar Pengamatan Budaya yang memuat tabel dengan 3 kolom panduan: (a) Nama kesenian/kebiasaan, (b) Properti/alat yang dipakai, (c) Aktivitas yang teramati (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Tantangan Detektif Budaya': guru memutar 2 klip video peristiwa berturut-turut: Klip 1 (Pertunjukan Musik Gamelan dan Kebiasaan Warga Menabuh Bersama) dan Klip 2 (Tarian Tradisional Daerah Jaran Kepang/Kuda Lumping dan Kebiasaan Warga Menonton Bersama). Murid secara berpasangan/berkelompok fokus mengamati detail alat, kostum/properti, dan gerakan (15 menit).
  • Murid mencatat hasil pengamatan kedua klip pada Lembar Pengamatan Budaya secara terperinci. Acuan target catatan terisi lengkap: Klip 1 memuat nama kesenian (Gamelan/karawitan), alat (gong/kendang/saron), dan aktivitas (memukul/menabuh bersama); Klip 2 memuat nama kesenian (Kuda Lumping/Jaran Kepang), alat/properti (anyaman kuda/pecut/selendang), dan aktivitas (menari/melompat/menggerakkan properti kuda) (10 menit).
  • Guru berkeliling mengobservasi keterampilan mencatat hasil pengamatan murid, memberikan bimbingan kepada kelompok yang belum mencatat seluruh unsur (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatan kelompok masing-masing dengan mencocokkan pada daftar periksa unsur pengamatan yang dibagikan guru (5 menit).
  • Dua perwakilan kelompok secara bergantian membacakan hasil catatan pengamatannya untuk saling mengonfirmasi ketepatan detail hasil pengamatan bersama kelompok lain (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya ketelitian dalam mengamati peristiwa kesenian dan mencatat rinciannya agar informasi budaya tidak keliru (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan dan kelengkapan catatan pengamatan murid (2 menit).
  • Guru menutup sesi dengan menyampaikan rencana aktivitas pertemuan berikutnya mengenai ragam bahasa daerah dan makanan khas, lalu menutup dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar berlabel untuk membantu mencatat alat/properti kesenian; murid yang mahir diberikan klip tambahan yang menampilkan 2 jenis kebiasaan warga saat upacara kesenian berlangsung.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru dengan panduan pertanyaan arah fokus saat video diputar; murid yang mandiri mengamati dan mencatat mandiri secara berpasangan.
  • Produk: Format pengisian tabel catatan dapat menggunakan kalimat sederhana maupun poin kata kunci berbasis daftar ceklis terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan berbasis gambar pertunjukan musik angklung: (1) Sebutkan nama kesenian yang terlihat! (2) Sebutkan 1 alat atau gerakan yang tampak! Acuan jawaban: (1) Musik angklung/alat musik bambu; (2) Memegang bambu angklung, menggoyangkan angklung, atau alat musik bambu.

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengamati tayangan 2 klip video peristiwa kesenian/kebiasaan dan memeriksa Lembar Pengamatan Budaya. Acuan catatan Klip 1: Gamelan/karawitan, properti kendang/gong/saron, aktivitas menabuh; Klip 2: Kuda Lumping/Jaran Kepang, properti anyaman kuda/pecut/selendang, aktivitas menari/melompat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan kembali 2 unsur penting yang wajib dicatat saat mengamati kesenian masyarakat sekitar. Acuan kriteria penerimaan: Murid menyebutkan minimal 2 unsur dari: jenis/nama kesenian, alat/properti yang digunakan, atau gerakan/aktivitas yang dilakukan warga.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena kesenian dan kebiasaan masyarakat
  • Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan isian Lembar Pengamatan Budaya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena kesenian dan kebiasaan masyarakatBelum mampu mengamati secara fokus tayangan kesenian dan kebiasaan masyarakat sehingga melewatkan unsur utama.Mampu mengamati fenomena kesenian dan kebiasaan masyarakat namun hanya menemukan 1 unsur (nama atau alat saja) dengan bimbingan penuh.Mampu mengamati fenomena kesenian dan kebiasaan masyarakat secara cermat serta menemukan seluruh unsur (nama, alat/properti, aktivitas) sesuai klip.Mampu mengamati fenomena kesenian dan kebiasaan masyarakat secara cermat, mendalam, dan konsisten mandiri menemukan detail seluruh unsur pada kedua klip.
Mencatat hasil pengamatan ragam budayaCatatan pengamatan belum terisi atau tidak sesuai dengan objek peristiwa kesenian yang diamati.Mencatat hasil pengamatan tetapi hanya memuat 1-2 detail kolom pengamatan secara tepat.Mencatat hasil pengamatan secara tepat pada ketiga kolom panduan (nama, alat/properti, aktivitas) untuk kedua klip tayangan.Mencatat hasil pengamatan secara tepat, lengkap, runtut pada seluruh kolom panduan untuk kedua tayangan secara mandiri dan rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah tayangan video kesenian dan kebiasaan masyarakat cukup jelas membantu murid dalam mengamati?
  • Apakah panduan lembar pengamatan memudahkan murid mencatat hasil pengamatan secara runtut?

Murid:

  • Hal menarik apa yang paling kamu ingat saat mengamati kesenian daerah tadi?
  • Bagian mana dari kegiatan mencatat pengamatan yang terasa paling menantang bagimu?

Pertemuan 3 — Mengklasifikasikan Ragam Budaya Bahasa Daerah dan Makanan Khas di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.2 Mengklasifikasikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memandu asesmen awal diagnostik: murid menjawab secara lisan pengelompokan 4 unsur budaya berikut ke dalam kategori Bahasa Daerah atau Makanan Khas: (1) Bahasa Sunda, (2) Rendang, (3) Bahasa Jawa, (4) Pempek (acuan: (1) & (3) = Bahasa Daerah; (2) & (4) = Makanan Khas) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengklasifikasikan ragam budaya di lingkungan sekitar ke dalam kategori Bahasa Daerah dan Makanan Khas beserta daerah asalnya menggunakan tabel klasifikasi (15 menit).
  • Murid mencermati daftar 6 contoh ragam budaya pada papan tulis: (1) Bahasa Betawi (DKI Jakarta), (2) Gudeg (DI Yogyakarta), (3) Bahasa Batak (Sumatera Utara), (4) Kerak Telor (DKI Jakarta), (5) Bika Ambon (Sumatera Utara), (6) Bahasa Jawa (DI Yogyakarta/Jawa Tengah) untuk memahami dasar pengelompokan menurut kategori budaya dan asal daerah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak & Kelompokkan Kartu Budaya': setiap pasangan menerima 8 kartu ragam budaya dan memasukkannya ke dalam 2 kotak kategori (Kotak Bahasa Daerah dan Kotak Makanan Khas); kartu tersebut meliputi: (1) Soto Banjar, (2) Bahasa Banjar, (3) Bahasa Minang, (4) Rendang, (5) Bahasa Bali, (6) Ayam Betutu, (7) Bahasa Bugis, (8) Coto Makassar (acuan tepat: Kotak Bahasa = 2, 3, 5, 7; Kotak Makanan = 1, 4, 6, 8) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Klasifikasi Budaya dengan mengelompokkan 6 unsur budaya di lingkungan tempat tinggal ke dalam tabel kategori (Bahasa Daerah / Makanan Khas) dan daerah asalnya; 6 unsur tersebut yaitu: (1) Papeda, (2) Bahasa Asmat, (3) Rujak Cingur, (4) Bahasa Madura, (5) Mie Aceh, (6) Bahasa Aceh (acuan: (1) Makanan Khas - Papua; (2) Bahasa Daerah - Papua; (3) Makanan Khas - Jawa Timur; (4) Bahasa Daerah - Jawa Timur; (5) Makanan Khas - Aceh; (6) Bahasa Daerah - Aceh) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi lembar kerja, mengevaluasi ketepatan pengelompokan ragam budaya, dan mengidentifikasi unsur yang paling mudah atau menantang untuk dikelompokkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara mengklasifikasikan bahasa daerah dan makanan khas berdasarkan kategori bentuk budaya serta daerah asalnya (5 menit).
  • Murid menjawab 2 pertanyaan cek pemahaman lisan penutup dan guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang pakaian adat dan rumah adat (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu berpasangan yang disertai petunjuk gambar/simbol, sedangkan murid cepat mengklasifikasikan 2 ragam tambahan: Bahasa Sunda (Jawa Barat) dan Karedok (Jawa Barat).
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru secara bertahap saat memilah kartu, sedangkan murid yang mandiri mengelompokkan langsung pada lembar kerja.
  • Produk: Murid cepat melengkapi kolom daerah asal secara mandiri penuh pada seluruh butir lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid mengelompokkan 4 unsur budaya: (1) Bahasa Sunda, (2) Rendang, (3) Bahasa Jawa, (4) Pempek ke dalam kategori Bahasa Daerah atau Makanan Khas (acuan: Bahasa Sunda & Bahasa Jawa = Bahasa Daerah; Rendang & Pempek = Makanan Khas).

Proses:

  • Observasi ketepatan pengelompokan 8 kartu budaya ke dalam kotak Bahasa Daerah dan Makanan Khas saat aktivitas berpasangan (acuan: kartu bahasa = Bahasa Banjar, Minang, Bali, Bugis; kartu makanan = Soto Banjar, Rendang, Ayam Betutu, Coto Makassar).
  • Pemeriksaan ketepatan klasifikasi 6 unsur budaya pada Lembar Kerja Klasifikasi Mandiri (acuan: (1) Papeda = Makanan Khas, Papua; (2) Bahasa Asmat = Bahasa Daerah, Papua; (3) Rujak Cingur = Makanan Khas, Jawa Timur; (4) Bahasa Madura = Bahasa Daerah, Jawa Timur; (5) Mie Aceh = Makanan Khas, Aceh; (6) Bahasa Aceh = Bahasa Daerah, Aceh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: (1) Manakah di antara Rawon dan Bahasa Sasak yang termasuk kelompok bahasa daerah? (acuan: Bahasa Sasak); (2) Jika ada Pempek dan Bahasa Sunda di lingkungan sekitar, bagaimana pengelompokan keduanya berdasarkan kategori ragam budaya? (acuan: Pempek = Makanan Khas; Bahasa Sunda = Bahasa Daerah).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan memilah kartu ragam budaya ke dalam kotak kategori
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian tabel klasifikasi bahasa daerah dan makanan khas pada lembar kerja murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan ragam budaya bahasa daerah dan makanan khas di lingkungan sekitarMengklasifikasikan dengan tepat 1–2 dari 6 unsur budaya pada lembar kerja (acuan target 6 butir: Papeda, Bahasa Asmat, Rujak Cingur, Bahasa Madura, Mie Aceh, Bahasa Aceh).Mengklasifikasikan dengan tepat 3–4 dari 6 unsur budaya pada lembar kerja sesuai acuan.Mengklasifikasikan dengan tepat 5 dari 6 unsur budaya pada lembar kerja sesuai acuan.Mengklasifikasikan dengan tepat seluruh (6 dari 6) unsur budaya ke dalam kategori bahasa daerah dan makanan khas beserta daerah asalnya pada lembar kerja secara mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu memfasilitasi murid memahami perbedaan kategori bahasa daerah dan makanan khas secara menggembirakan?
  • Bagian mana dari langkah pengklasifikasian yang masih membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang bahasa daerah dan makanan khas di lingkungan sekitar?
  • Apakah kamu dapat mengelompokkan bahasa daerah dan makanan khas dengan mudah dan tepat?

Pertemuan 4 — Mengklasifikasikan Ragam Budaya Pakaian Adat dan Rumah Adat di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.2 Mengklasifikasikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengklasifikasikan ragam budaya berupa pakaian adat dan rumah adat nusantara (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (Rumah Gadang) dan Gambar B (Pakaian Adat Ulee Balang), lalu meminta murid menyebutkan kategori objek tersebut apakah termasuk pakaian adat atau rumah adat [Acuan: Gambar A = rumah adat; Gambar B = pakaian adat] (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan visual atau gambar pada Buku Siswa halaman 152 mengenai 4 ragam pakaian adat dan 4 ragam rumah adat: (1) Pakaian Adat Papua, (2) Pakaian Adat Dayak, (3) Pakaian Adat Sumatra Barat, (4) Pakaian Adat Jawa Tengah, (5) Rumah Walewangko (Sulawesi Utara), (6) Rumah Kebaya/Bapang (Betawi), (7) Rumah Gadang (Sumatera Barat), dan (8) Rumah Panjang (Kalimantan Barat) (10 menit).
  • Murid bersama guru mendiskusikan ciri khas bentuk fisik dan asal daerah dari masing-masing contoh pakaian adat dan rumah adat tersebut untuk memahami dasar pengelompokannya berdasarkan kategori jenis budaya dan asal pulau/daerahnya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (beranggotakan 4 orang) dan membagikan amplop permainan tantangan 'Sortir Budaya' yang berisi 8 kartu gambar ragam budaya [Isi 8 kartu: Kartu 1 = Baju Koteka/Papua, Kartu 2 = Rompi Ta'a dan Sapei Sapaq/Dayak, Kartu 3 = Baju Bundo Kanduang/Sumatera Barat, Kartu 4 = Beskap dan Kebaya/Jawa Tengah, Kartu 5 = Rumah Walewangko/Sulawesi Utara, Kartu 6 = Rumah Kebaya/Betawi, Kartu 7 = Rumah Gadang/Sumatera Barat, Kartu 8 = Rumah Panjang/Kalimantan Barat] (5 menit).
  • Murid secara berkelompok memainkan tantangan 'Sortir Budaya' dengan menyortir dan menempelkan 8 kartu gambar ke dalam lembar matriks klasifikasi dua kolom: Kolom A (Pakaian Adat) dan Kolom B (Rumah Adat) beserta keterangan asal daerahnya [Acuan: Kolom A = Kartu 1 (Papua), Kartu 2 (Dayak/Kalimantan), Kartu 3 (Sumatera Barat), Kartu 4 (Jawa Tengah); Kolom B = Kartu 5 (Sulawesi Utara), Kartu 6 (Betawi/DKI Jakarta), Kartu 7 (Sumatera Barat), Kartu 8 (Kalimantan Barat)] (20 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar klasifikasi individu berisi 6 butir pernyataan ragam budaya untuk dikelompokkan ke dalam kategori (Pakaian Adat / Rumah Adat) dan mencocokkan asal daerahnya [Daftar 6 butir: 1. Ulos Batak -> Pakaian Adat (Sumatera Utara); 2. Rumah Tongkonan -> Rumah Adat (Sulawesi Selatan); 3. Baju Cele -> Pakaian Adat (Maluku); 4. Rumah Joglo -> Rumah Adat (Jawa); 5. Pakaian Adat Payas Agung -> Pakaian Adat (Bali); 6. Rumah Honai -> Rumah Adat (Papua)] (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi lembar kerja dengan kunci acuan kelas untuk memeriksa ketepatan pengelompokan yang telah dilakukan (10 menit).
  • Murid mengevaluasi pemahamannya tentang kemudahan atau kesulitan dalam membedakan dan mengklasifikasikan ragam pakaian adat dan rumah adat di Indonesia (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan klasifikasi ragam pakaian adat dan rumah adat nusantara yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: mengklasifikasikan upaya pelestarian ragam budaya sehari-hari) serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar ragam budaya yang dilengkapi tulisan nama dan asal daerah bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan visual konkrit.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing bagi murid yang masih kesulitan mengelompokkan kategori, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan mengelompokkan berdasarkan asal pulau besar nusantara.
  • Produk: Format lembar klasifikasi disediakan dalam bentuk tabel centang bergambar atau penulisan isian klasifikasi terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan cepat di awal pembelajaran dengan menebak kategori dari 2 gambar stimulus budaya: Gambar A (Rumah Gadang) dan Gambar B (Pakaian Adat Ulee Balang). [Acuan: Gambar A tergolong Rumah Adat; Gambar B tergolong Pakaian Adat].

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja klasifikasi kelompok pada permainan 'Sortir Budaya' menggunakan matriks dua kolom (8 kartu budaya). [Acuan kunci: Kelompok Pakaian Adat = Kartu 1 (Papua), Kartu 2 (Dayak), Kartu 3 (Sumatera Barat), Kartu 4 (Jawa Tengah); Kelompok Rumah Adat = Kartu 5 (Sulawesi Utara), Kartu 6 (Betawi), Kartu 7 (Sumatera Barat), Kartu 8 (Kalimantan Barat)].

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja individu klasifikasi 6 ragam budaya nusantara. [Acuan kunci jawaban: 1. Ulos Batak = Pakaian Adat (Sumatera Utara); 2. Rumah Tongkonan = Rumah Adat (Sulawesi Selatan); 3. Baju Cele = Pakaian Adat (Maluku); 4. Rumah Joglo = Rumah Adat (Jawa); 5. Payas Agung = Pakaian Adat (Bali); 6. Rumah Honai = Rumah Adat (Papua)]. Kriteria ketercapaian: murid tepat mengklasifikasikan minimal 4 dari 6 butir ragam budaya tersebut.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja kelompok saat melakukan klasifikasi kartu ragam budaya pakaian dan rumah adat
  • Pemeriksaan lembar kerja klasifikasi individu (6 butir soal klasifikasi pakaian adat dan rumah adat beserta daerahnya)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan ragam budaya pakaian adat dan rumah adatTepat mengklasifikasikan kurang dari 3 ragam budaya ke dalam kategori pakaian adat atau rumah adat sesuai kunci acuan (kurang dari 3 butir benar).Tepat mengklasifikasikan 3 sampai 4 ragam budaya ke dalam kategori pakaian adat atau rumah adat sesuai kunci acuan.Tepat mengklasifikasikan 5 ragam budaya ke dalam kategori pakaian adat atau rumah adat beserta daerah asalnya sesuai kunci acuan.Tepat mengklasifikasikan seluruh 6 ragam budaya ke dalam kategori pakaian adat atau rumah adat beserta daerah asalnya secara tepat dan mandiri sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu gambar mempermudah murid dalam mengklasifikasikan ragam pakaian adat dan rumah adat?
  • Bagian klasifikasi mana yang masih membingungkan bagi sebagian besar murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan dan mengelompokkan ragam pakaian adat dan rumah adat nusantara?
  • Ragam budaya mana yang paling menarik perhatianmu saat kegiatan klasifikasi tadi?

Pertemuan 5 — Mengklasifikasikan Upaya Melestarikan Ragam Budaya Melalui Praktik Pembiasaan Sehari-hari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.3 Mengklasifikasikan upaya untuk melestarikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengklasifikasikan kegiatan pembiasaan sehari-hari yang dapat melestarikan ragam budaya daerah (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik singkat dengan menyebutkan dua pernyataan: (1) 'Menggunakan kata permisi dalam bahasa daerah saat lewat di depan orang tua' dan (2) 'Membeli mainan impor secara daring', lalu meminta murid mengidentifikasi pernyataan mana yang merupakan contoh pembiasaan melestarikan budaya (acuan: pernyataan 1) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 3 kategori pembiasaan pelestarian budaya sehari-hari di lingkungan sekitar: (1) Pembiasaan Berbahasa Daerah, (2) Pembiasaan Konsumsi Kuliner Tradisional, dan (3) Pembiasaan Apresiasi Seni/Permainan Tradisional (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati contoh konkret untuk tiap kategori: menyapa anggota keluarga dengan bahasa daerah (kategori bahasa), menikmati lauk tradisional buatan keluarga (kategori kuliner), dan memainkan congklak di waktu senggang (kategori seni/permainan) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan kelompok 'Kuis Pilah Kartu Budaya': setiap kelompok menerima 6 kartu berisi tindakan pembiasaan sehari-hari dan diminta mengelompokkannya ke dalam wadah bertuliskan 3 kategori: (A) Bahasa Daerah, (B) Makanan Tradisional, dan (C) Seni/Permainan Tradisional (10 menit).
  • Adapun isi 6 kartu tersebut adalah: Kartu 1: 'Menyapa nenek menggunakan panggilan bahasa daerah' -> Kategori A; Kartu 2: 'Membawa bekal kue lupis atau klepon ke sekolah' -> Kategori B; Kartu 3: 'Bermain lompat tali atau engklek saat istirahat' -> Kategori C; Kartu 4: 'Mendengarkan dongeng berbahasa daerah sebelum tidur' -> Kategori A; Kartu 5: 'Membantu ibu meracik jamu kunyit asam di rumah' -> Kategori B; Kartu 6: 'Menirukan gerakan tarian daerah bersama adik' -> Kategori C (acuan pasangan: Kartu 1 & 4 masuk Kategori A; Kartu 2 & 5 masuk Kategori B; Kartu 3 & 6 masuk Kategori C) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar klasifikasi individu berisi 4 butir tindakan baru untuk diklasifikasikan ke dalam tabel 3 kategori pelestarian: Butir 1: 'Mempelajari kosakata bahasa daerah baru dari orang tua' (Kategori A); Butir 2: 'Makan getuk lindri saat jam kudapan sore' (Kategori B); Butir 3: 'Membaca cerita rakyat setempat di perpustakaan' (Kategori A); Butir 4: 'Memainkan alat musik petik daerah bersama paman' (Kategori C) (acuan: Butir 1 -> Kategori A, Butir 2 -> Kategori B, Butir 3 -> Kategori A, Butir 4 -> Kategori C) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar klasifikasi individu berdasarkan kunci acuan dan menghitung ketepatan klasifikasi yang dicapai masing-masing murid (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi tindakan pembiasaan sehari-hari mana yang paling sering dan paling jarang mereka lakukan di rumah masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan simpulan singkat mengenai pentingnya mengklasifikasikan pembiasaan melestarikan budaya agar dapat diterapkan secara nyata setiap hari (3 menit).
  • Guru mengapresiasi keaktifan belajar murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu klasifikasi berilustrasi gambar untuk murid yang memerlukan dukungan visual, dan kartu teks deskriptif untuk murid yang siap membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi kelompok murid yang kesulitan membedakan kategori bahasa dan seni, serta memberikan lembar tantangan mandiri dengan 2 butir tindakan tambahan bagi murid yang selesai lebih cepat.
  • Produk: Murid boleh menyajikan hasil klasifikasi dalam bentuk tabel centang atau penempelan kartu berkode warna sesuai 3 kategori.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: Murid diminta menentukan apakah tindakan 'Menggunakan kata permisi dalam bahasa daerah saat lewat di depan orang tua' termasuk upaya pembiasaan melestarikan budaya atau bukan (acuan: ya, termasuk upaya pelestarian).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mengklasifikasikan 6 kartu pembiasaan budaya ke dalam 3 kategori: Bahasa Daerah (Kartu 1 & 4), Makanan Tradisional (Kartu 2 & 5), dan Seni/Permainan Tradisional (Kartu 3 & 6).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar kerja individu berisi 4 butir klasifikasi tindakan pembiasaan: (1) Kosakata bahasa daerah -> Bahasa Daerah; (2) Makan getuk lindri -> Makanan Tradisional; (3) Membaca cerita rakyat -> Bahasa Daerah; (4) Memainkan alat musik petik daerah -> Seni/Permainan Tradisional (kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir diklasifikasikan dengan tepat).

Formatif:

  • Penilaian kinerja kelompok pada aktivitas Kuis Pilah Kartu Budaya (klasifikasi 6 kartu pembiasaan sehari-hari ke dalam 3 kategori).
  • Tes tertulis formatif berupa lembar kerja klasifikasi mandiri 4 butir tindakan pembiasaan pelestarian budaya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengklasifikasikan Upaya Pelestarian Budaya Sehari-hariMengklasifikasikan 0 hingga 1 dari 4 butir tindakan pembiasaan sehari-hari dengan tepat sesuai kategori acuan.Mengklasifikasikan 2 dari 4 butir tindakan pembiasaan sehari-hari dengan tepat sesuai kategori acuan.Mengklasifikasikan 3 dari 4 butir tindakan pembiasaan sehari-hari dengan tepat sesuai kategori acuan.Mengklasifikasikan seluruh (4 dari 4) butir tindakan pembiasaan sehari-hari dengan tepat sesuai kategori acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap mengaplikasi cukup memfasilitasi murid dalam memilah dan mengklasifikasikan kartu pembiasaan budaya?
  • Bagian klasifikasi mana yang paling sering membuat murid tertukar antara bahasa daerah dan apresiasi seni?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan contoh pembiasaan pelestarian bahasa daerah dan kesenian daerah dengan mudah?
  • Pembiasaan pelestarian budaya mana yang ingin mulai kamu lakukan di rumah setiap hari?

Pertemuan 6 — Mengklasifikasikan Upaya Melestarikan Ragam Budaya Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.3 Mengklasifikasikan upaya untuk melestarikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan menyampaikan topik pertemuan hari ini, yaitu mengklasifikasikan berbagai upaya pelestarian budaya melalui kegiatan bersama masyarakat di lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai dua kegiatan warga: (1) Kerja bakti membersihkan selokan; (2) Pawai perayaan adat bersih desa. Murid mengidentifikasi kegiatan mana yang merupakan upaya pelestarian ragam budaya (acuan: kegiatan nomor 2 adalah upaya pelestarian budaya, sedangkan nomor 1 adalah kegiatan kebersihan lingkungan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan guru tentang bentuk-bentuk kegiatan bersama masyarakat di lingkungan sekitar yang bertujuan melestarikan ragam budaya, seperti festival budaya warga, pawai adat, pentas seni tradisi warga, dan latihan gamelan/tari bersama di balai warga (10 menit).
  • Murid menyimak contoh pemilahan antara kegiatan bersama yang melestarikan budaya (misalnya: latihan angklung bersama warga) dan kegiatan bersama non-budaya (misalnya: kerja bakti perbaikan jalan) dengan penuh kesadaran akan makna gotong royong warga (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Secara berpasangan, murid memainkan tantangan permainan menyortir kartu cepat (Card Sort Game) 'Aksi Budaya Warga'. Setiap pasangan menerima 6 kartu kegiatan bersama: (1) Mengadakan festival jajanan tradisional di balai RW; (2) Kerja bakti mengecat pos ronda; (3) Menggelar karnaval pakaian adat saat HUT RI; (4) Menyelenggarakan lomba balap karung anak-anak; (5) Warga mengadakan pentas seni wayang kulit tahunan; (6) Menghadiri rapat pemilihan ketua RT (12 menit).
  • Murid mengklasifikasikan keenam kartu tersebut ke dalam tabel LKPD dengan dua kolom kategori: 'Upaya Pelestarian Budaya Bersama Warga' dan 'Kegiatan Warga Non-Budaya' (acuan kunci: kolom Upaya Pelestarian Budaya memuat kartu nomor 1, 3, dan 5; kolom Non-Budaya memuat kartu nomor 2, 4, dan 6) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan hasil klasifikasi kartu dan mengidentifikasi alasan pemilihannya berdasarkan ciri pelestarian budaya bersama masyarakat sekitar (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa kegiatan bersama masyarakat seperti festival kuliner tradisi, karnaval baju daerah, dan pertunjukan seni rakyat merupakan bentuk nyata upaya melestarikan budaya di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas ketepatan klasifikasi murid, menyampaikan apresiasi atas kerja sama murid, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu yang disertai gambar ilustrasi kegiatan, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu teks kegiatan masyarakat yang lebih beragam konteksnya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing langsung oleh guru dalam membedakan unsur budaya pada kegiatan warga; murid yang cepat bekerja mandiri bersama pasangan.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menempelkan minimal 4 kartu secara tepat, sedangkan murid mahir mengklasifikasikan seluruh 6 kartu secara tepat dan menambahkan 1 contoh kegiatan bersama pelestarian budaya di daerahnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan: Guru menyebutkan dua kegiatan masyarakat: (1) Kerja bakti membersihkan selokan; (2) Pawai perayaan adat bersih desa. Murid diminta menentukan mana yang merupakan upaya pelestarian budaya (acuan jawaban: kegiatan 2 adalah pelestarian budaya, kegiatan 1 adalah kegiatan lingkungan).

Proses:

  • Formatif kinerja pada tahap Mengaplikasi: Guru mengamati ketepatan murid mengklasifikasikan 6 kartu kegiatan masyarakat ke dalam 2 kategori pada LKPD. Daftar kartu: (1) Mengadakan festival jajanan tradisional di balai RW; (2) Kerja bakti mengecat pos ronda; (3) Menggelar karnaval pakaian adat saat HUT RI; (4) Menyelenggarakan lomba balap karung anak-anak; (5) Warga mengadakan pentas seni wayang kulit tahunan; (6) Menghadiri rapat pemilihan ketua RT. (Acuan: Upaya Pelestarian Budaya = nomor 1, 3, 5; Kegiatan Non-Budaya = nomor 2, 4, 6).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di tahap penutup: Guru menyebutkan 1 situasi kegiatan bersama masyarakat, yaitu 'Warga mengadakan latihan tari daerah bersama di pendopo kelurahan'. Murid secara serentak merespons apakah kegiatan tersebut termasuk 'Upaya Pelestarian Budaya' atau 'Bukan' (acuan jawaban: Upaya Pelestarian Budaya).

Formatif:

  • Penilaian kinerja klasifikasi kartu kegiatan masyarakat pada LKPD berpasangan
  • Pemeriksaan ketepatan pemilahan kartu berdasarkan acuan kunci jawaban

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan upaya pelestarian ragam budaya melalui kegiatan bersama masyarakatBelum mampu mengklasifikasikan kartu kegiatan bersama masyarakat secara tepat (hanya 0-2 kartu tepat dari 6 kartu yang disediakan).Mampu mengklasifikasikan sebagian kegiatan bersama masyarakat ke dalam kategori upaya pelestarian budaya dan non-budaya (3-4 kartu tepat dari 6 kartu yang disediakan).Mampu mengklasifikasikan hampir seluruh kegiatan bersama masyarakat ke dalam kategori upaya pelestarian budaya dan non-budaya secara tepat (5 kartu tepat dari 6 kartu yang disediakan).Mampu mengklasifikasikan seluruh 6 kartu kegiatan bersama masyarakat ke dalam kategori upaya pelestarian budaya dan non-budaya secara tepat (seluruh kartu 1, 3, 5 pada kategori budaya dan 2, 4, 6 pada kategori non-budaya).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan sortir kartu efektif memfasilitasi murid dalam membedakan kegiatan warga yang melestarikan budaya dengan kegiatan umum lainnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam kerja berpasangan selama proses pengklasifikasian?

Murid:

  • Apa contoh kegiatan bersama di desamu/lingkunganmu yang paling kamu sukai untuk melestarikan budaya?
  • Bagian mana dari kegiatan memilah kartu bersama teman tadi yang paling mudah atau paling menantang bagimu?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Tertulis Hasil Penyelidikan Ragam Budaya dan Upaya Melestarikannya pada Media Lembar Informasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang ragam budaya dan upaya melestarikannya secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mengomunikasikan tertulis hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya melestarikannya pada media lembar informasi (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis cepat tertulis pada selembar kertas mini: Murid diminta menuliskan 2 bagian pokok yang wajib ada saat menyajikan tulisan hasil penyelidikan budaya (acuan jawaban: [1] nama/bentuk ragam budaya hasil penyelidikan, [2] upaya/cara melestarikannya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati contoh format media lembar informasi bertema keragaman budaya yang dibagikan guru, mencakup kolom: (a) Nama Ragam Budaya, (b) Daerah Asal/Ciri Khas, dan (c) Tindakan Pelestarian (5 menit).
  • Murid membaca dan menelaah contoh teks penyelidikan: 'Penyelidikan Makanan Khas Dodol: Dodol dibuat dari ketan dan gula kelapa secara turun-temurun. Upaya melestarikan: membiasakan menyajikan dodol pada acara keluarga dan mempelajari cara membuatnya.' Murid mengidentifikasi bagian ragam budaya dan upaya pelestariannya secara sadar dan terarah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan kreasi 'Penyusun Lembar Informasi Kilat': murid membuka catatan data penyelidikan budaya (makanan khas, pakaian, bahasa daerah, tradisi, atau kesenian) yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan hasil penyelidikan tersebut ke dalam media lembar informasi berdesain jendela informasi/selebaran mini, menyajikan secara tertulis minimal 1 nama ragam budaya beserta rincian singkatnya dan minimal 1 upaya nyata pelestariannya (acuan kriteria: teks lembar informasi memuat nama budaya yang diselidiki dan minimal 1 tindakan pelestarian yang jelas dan dapat dilakukan) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kejelasan tulisan pada lembar informasinya sendiri menggunakan daftar cek mandiri: apakah nama ragam budaya sudah tertulis? apakah upaya pelestariannya sudah tertulis jelas? (5 menit).
  • Dua murid membacakan dalam hati lembar informasi temannya dan memberikan tanda bintang pada kelengkapan informasi tertulis yang disajikan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa mengomunikasikan hasil penyelidikan budaya secara tertulis pada lembar informasi memerlukan kelengkapan isi ragam budaya dan upaya pelestariannya (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa konfirmasi tertulis satu kalimat: 'Tuliskan judul lembar informasimu dan 1 upaya pelestarian yang kamu tulis di dalamnya' (acuan kriteria: memuat judul budaya dan 1 upaya pelestarian yang selaras dengan isi lembar informasi murid) (5 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas kerja cermat murid dan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar informasi bersablon/berbingkai rumpang dengan panduan pertanyaan pengisi; murid yang mahir diberikan lembar informasi polos untuk mengorganisasikan lebih dari satu ragam budaya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai kalimat mendapat bimbingan bertahap dari guru dalam menuangkan poin catatan ke dalam bentuk kalimat tertulis; murid yang mandiri langsung menata tata letak tulisan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk penyajian lembar informasi berupa format jendela informasi lipat atau selebaran satu halaman dengan variasi ornamen visual pendukung tulisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik singkat di awal pelajaran: Murid diminta menuliskan 2 komponen utama yang harus ada pada lembar informasi penyelidikan budaya (acuan kunci: [1] nama/deskripsi ragam budaya, [2] upaya/cara pelestariannya; murid dianggap siap jika menjawab minimal 1 dari 2 komponen tersebut dengan tepat).

Proses:

  • Pemeriksaan draf lembar informasi selama tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa keterpenuhan teks tertulis yang mencakup nama ragam budaya hasil penyelidikan dan upaya pelestariannya (acuan kriteria: tersurat nama budaya dan tindakan nyata pelestariannya, bukan kalimat kosong tanpa informasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada penutup: Menuliskan judul lembar informasi yang dibuat beserta 1 upaya pelestarian yang telah dituangkan (acuan kriteria: judul merujuk pada objek ragam budaya konkret dan tindakan pelestarian sesuai dengan materi penyelidikan yang dituliskan pada lembar kerja).

Formatif:

  • Penilaian produk lembar informasi tertulis hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya melestarikannya menggunakan rubrik 4 level ketercapaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komunikasi Tertulis Hasil Penyelidikan Ragam BudayaBelum menyajikan informasi ragam budaya hasil penyelidikan secara tertulis pada lembar informasi.Menyajikan nama ragam budaya hasil penyelidikan secara tertulis pada lembar informasi, namun belum memuat rincian/deskripsinya.Menyajikan nama ragam budaya beserta rincian penjelasannya secara tertulis dengan jelas pada lembar informasi secara mandiri.Menyajikan lebih dari satu ragam budaya beserta rincian penjelasannya secara tertulis dengan sangat lengkap dan runtut pada lembar informasi secara mandiri.
Komunikasi Tertulis Upaya Pelestarian Ragam BudayaBelum memuat tulisan upaya pelestarian ragam budaya pada lembar informasi.Menuliskan upaya pelestarian ragam budaya pada lembar informasi, namun kalimat belum jelas atau membutuhkan bimbingan penuh.Menuliskan minimal satu upaya pelestarian ragam budaya secara tertulis dengan jelas dan terarah pada lembar informasi secara mandiri.Menuliskan beragam upaya pelestarian ragam budaya secara tertulis dengan sangat jelas, operasional, dan mendalam pada lembar informasi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi pembuatan media lembar informasi tertulis dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana variasi kemampuan murid dalam mengonversi catatan kasar hasil penyelidikan menjadi teks lembar informasi yang komunikatif?

Murid:

  • Apakah informasi budaya dan cara melestarikannya pada lembar informasiku sudah dapat dibaca dengan mudah oleh teman?
  • Bagian mana dari lembar informasiku yang menurutku paling menarik untuk dibaca orang lain?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Lisan Hasil Penyelidikan Ragam Budaya dan Upaya Melestarikannya Berbantuan Media Visual — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang ragam budaya dan upaya melestarikannya secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa murid akan mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan tentang ragam budaya dan upaya melestarikannya berbantuan media visual yang telah disiapkan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan singkat dengan menunjuk 2 murid untuk menyebutkan 1 ragam budaya dan 1 cara melestarikannya berdasarkan hasil penyelidikan pertemuan sebelumnya; acuan jawaban benar: ragam budaya memuat wujud budaya nyata seperti tari daerah, makanan khas, pakaian adat, atau tradisi lokal, dan upaya pelestariannya memuat tindakan nyata seperti mempelajari, mengenakan, atau membiasakan tradisi tersebut (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang kerangka penyampaian lisan berbantuan media visual lembar informasi yang mencakup dua poin utama: (1) ragam budaya hasil penyelidikan dan (2) upaya melestarikannya di lingkungan sekitar (7 menit).
  • Murid bersama guru mencermati contoh pemanfaatan media visual saat berbicara secara lisan, yaitu menunjuk bagian gambar ragam budaya dan bagian teks upaya pelestarian yang sedang diceritakan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana menggembirakan 'Estafet Cerita Budaya', murid berpasangan saling melatih penyampaian lisan tentang ragam budaya dan upaya pelestariannya selama 3 menit bergantian sambil memegang media visual masing-masing (10 menit).
  • Secara bergiliran, murid maju secara mandiri untuk mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya melestarikannya di depan kelas dengan menunjukkan bagian gambar/teks pada media visual yang relevan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi diri terpandu dengan memeriksa kelengkapan dua pesan yang disampaikannya secara lisan: ketercakupan ragam budaya dan ketercakupan upaya pelestariannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam mengomunikasikan ragam budaya dan upaya melestarikannya secara lisan (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu asesmen sumatif bab keragaman budaya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan media visual yang memuat 1 objek ragam budaya dan 1 upaya pelestarian, sedangkan murid yang mandiri mengomunikasikan 2 ragam budaya beserta upaya pelestariannya.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan diberikan kartu alur bicara berisi panduan kalimat pembuka 'Ragam budaya yang saya selidiki adalah...' dan 'Cara melestarikannya adalah...'.
  • Produk: Penyampaian lisan dilakukan dengan menunjuk media visual buatan sendiri (lembar informasi atau gambar).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 ragam budaya di sekitarmu dan 1 upaya untuk melestarikannya!' (Acuan jawaban benar: menyebutkan 1 wujud ragam budaya seperti makanan tradisional/pakaian adat/tarian/alat musik/tradisi lokal, dan menyebutkan 1 tindakan pelestarian yang logis seperti mempelajari, mempraktikkan, mengonsumsi, atau merawatnya).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat mengomunikasikan hasil penyelidikan di depan kelas berdasarkan dua unsur pesan: (1) ketepatan penyebutan ragam budaya hasil penyelidikan dan (2) ketepatan penyebutan upaya melestarikan ragam budaya tersebut dengan berbantuan media visual.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid mengonfirmasi apakah kedua pesan pokok (ragam budaya dan cara melestarikannya) sudah tersampaikan saat berbicara di depan kelas (Acuan penerimaan: murid dapat mengulang intisari 1 ragam budaya dan 1 upaya pelestarian yang baru saja dikomunikasikannya secara lisan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyampaian lisan hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya melestarikannya berbantuan media visual menggunakan rubrik penilaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyampaian lisan ragam budaya hasil penyelidikanBelum mampu menyebutkan ragam budaya hasil penyelidikan secara lisan.Mampu menyebutkan ragam budaya hasil penyelidikan secara lisan dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengomunikasikan secara lisan ragam budaya hasil penyelidikan secara tepat dan mandiri.Mampu mengomunikasikan secara lisan ragam budaya hasil penyelidikan secara rinci, tepat, dan mandiri.
Penyampaian lisan upaya melestarikan ragam budayaBelum mampu menyebutkan upaya pelestarian ragam budaya secara lisan.Mampu menyebutkan upaya pelestarian ragam budaya secara lisan dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengomunikasikan secara lisan upaya pelestarian ragam budaya secara tepat dan mandiri.Mampu mengomunikasikan secara lisan lebih dari satu upaya pelestarian ragam budaya secara tepat dan mandiri.
Pemanfaatan media visual dalam komunikasi lisanBelum menggunakan media visual saat mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan.Menggunakan media visual tetapi belum menunjukkan bagian yang sesuai dengan isi pembicaraan lisan.Menggunakan media visual dengan menunjukkan bagian gambar atau teks yang sesuai dengan pembicaraan lisan secara mandiri.Menggunakan media visual secara konsisten dan terpadu untuk mendukung seluruh poin ragam budaya dan upaya pelestarian yang disampaikan secara lisan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara lisan?
  • Bagaimana keterpaduan penggunaan media visual saat murid berbicara menyampaikan ragam budaya dan pelestariannya?

Murid:

  • Apakah kamu sudah berhasil menceritakan ragam budaya dan cara melestarikannya kepada teman-teman?
  • Bagian mana dari media visualmu yang paling membantumu saat berbicara di depan kelas?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.1 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait ragam budaya serta mencatat hasil pengamatannya
  • TP 4.7.2 Mengklasifikasikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal
  • TP 4.7.3 Mengklasifikasikan upaya untuk melestarikan ragam budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal
  • TP 4.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang ragam budaya dan upaya melestarikannya secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan belajar murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu mengukur pemahaman dan keterampilan proses murid terkait pengamatan fenomena budaya, klasifikasi ragam budaya, klasifikasi upaya pelestarian, serta komunikasi lisan dan tertulis (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja asesmen sumatif tertulis individual serta menjelaskan petunjuk pengerjaan bagian 1 (pengamatan fenomena narasi budaya), bagian 2 (tabel klasifikasi ragam budaya), dan bagian 3 (tabel klasifikasi upaya pelestarian budaya) dengan menegaskan pentingnya kejujuran dan kemandirian (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara individual dan mandiri mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis: (1) mencatat hasil pengamatan fenomena dari teks stimulus perayaan tradisi Sedekah Bumi/Grebeg (acuan: mencatat peristiwa arak-arakan hasil bumi, rasa syukur warga, dan saling berbagi makanan); (2) mengklasifikasikan 4 ragam budaya ke dalam tabel kategori bahasa daerah, makanan tradisional, pakaian adat, dan rumah adat (acuan klasifikasi: bahasa Sunda/Jawa = bahasa daerah; rendang/getuk = makanan tradisional; kebaya/beskap = pakaian adat; joglo/gadang = rumah adat); serta (3) mengklasifikasikan 4 tindakan upaya pelestarian ke dalam kategori pembiasaan sehari-hari dan kegiatan bersama masyarakat (acuan klasifikasi: memakai batik saat sekolah/berbahasa daerah santun di rumah = pembiasaan sehari-hari; mengikuti festival budaya desa/kerja bakti bersih desa = kegiatan bersama masyarakat) (27 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja tertulis murid dan mengondisikan 7 kelompok (masing-masing 4 murid) untuk bersiap melaksanakan Tugas 2 yaitu penyajian lisan hasil penyelidikan berbantuan media visual lembar informasi (2 menit).
  • Setiap kelompok (7 kelompok) secara bergiliran menampilkan presentasi lisan selama 4 menit di depan kelas dengan memajang media lembar informasi kelompok di papan tulis, menyajikan secara lisan bentuk ragam budaya hasil penyelidikan serta tindakan pelestariannya, dan seluruh anggota kelompok berbagi peran berbicara aktif menyampaikan data penyelidikan (acuan presentasi: kelayakan isi lembar informasi memuat nama budaya dan cara lestarinya; kejelasan lisan menyampaikan ragam budaya dan upaya pelestariannya; keaktifan seluruh anggota kelompok berbicara) (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman menyelesaikan asesmen sumatif tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok dengan mengisi lembar penilaian diri singkat mengenai capaian belajarnya pada Bab 7 (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan sportivitas selama asesmen sumatif bab, serta menyampaikan garis besar materi pembelajaran pada bab selanjutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan membaca dapat meminta guru membacakan ulang teks stimulus soal tanpa bantuan berupa petunjuk jawaban; alokasi waktu dan standar bukti tetap sama bagi seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui konfirmasi pemahaman petunjuk teknis pengerjaan lembar kerja dan urutan giliran presentasi kelompok.

Proses:

  • Pemantauan pengerjaan mandiri asesmen tertulis dan pencatatan observasi guru pada rubrik unjuk kerja saat presentasi lisan kelompok berlangsung.

Sumatif Bab:

  • penugasan terpadu pengelompokan ragam budaya dan unjuk kerja presentasi kelompok: lembar kerja analisis fenomena dan klasifikasi ragam budaya beserta upaya pelestariannya, serta penyajian lisan hasil penyelidikan kelompok menggunakan media visual ringkas
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja pengamatan dan klasifikasi yang memuat catatan analisis fenomena ragam budaya dari stimulus gambar/narasi, tabel klasifikasi bentuk ragam budaya di sekitar tempat tinggal, dan tabel klasifikasi tindakan nyata upaya pelestariannya yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja tertulis dan kunci pedoman penskoran)
  • unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya pelestariannya secara kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 4-5 menit) dengan menggunakan media lembar informasi kelompok yang dipajang di papan tulis (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi kelompok (kelayakan media informasi tertulis, kejelasan lisan, dan keaktifan anggota))

Sumatif:

  • penugasan terpadu pengelompokan ragam budaya dan unjuk kerja presentasi kelompok: lembar kerja analisis fenomena dan klasifikasi ragam budaya beserta upaya pelestariannya, serta penyajian lisan hasil penyelidikan kelompok menggunakan media visual ringkas
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja pengamatan dan klasifikasi yang memuat catatan analisis fenomena ragam budaya dari stimulus gambar/narasi, tabel klasifikasi bentuk ragam budaya di sekitar tempat tinggal, dan tabel klasifikasi tindakan nyata upaya pelestariannya yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja tertulis dan kunci pedoman penskoran)
  • unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil penyelidikan ragam budaya dan upaya pelestariannya secara kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 4-5 menit) dengan menggunakan media lembar informasi kelompok yang dipajang di papan tulis (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi kelompok (kelayakan media informasi tertulis, kejelasan lisan, dan keaktifan anggota))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mencatat Pengamatan Fenomena Ragam Budaya (TP 1)Mencatat 0-1 unsur peristiwa budaya dari stimulus narasi (acuan 3 unsur: bentuk peristiwa/arak-arakan, nilai kebersamaan/syukur, saling berbagi makanan).Mencatat 2 dari 3 unsur peristiwa budaya dari stimulus narasi sesuai acuan.Mencatat seluruh 3 unsur peristiwa budaya dari stimulus narasi sesuai acuan secara tepat.Mencatat seluruh 3 unsur peristiwa budaya dari stimulus narasi secara lengkap, terperinci, dan mandiri tanpa keraguan.
Mengklasifikasikan Ragam Budaya (TP 2)Mengelompokkan 0-1 dari 4 ragam budaya ke dalam kategori yang tepat (acuan 4 butir: bahasa Sunda/Jawa = bahasa daerah; rendang/getuk = makanan tradisional; kebaya/beskap = pakaian adat; joglo/gadang = rumah adat).Mengelompokkan 2-3 dari 4 ragam budaya ke dalam kategori yang tepat sesuai acuan.Mengelompokkan seluruh 4 ragam budaya ke dalam kategori bahasa daerah, makanan tradisional, pakaian adat, dan rumah adat secara tepat.Mengelompokkan seluruh 4 ragam budaya secara tepat dan mampu memberikan contoh tambahan yang relevan pada masing-masing kategori.
Mengklasifikasikan Upaya Pelestarian Ragam Budaya (TP 3)Mengelompokkan 0-1 dari 4 tindakan pelestarian ke dalam kategori yang tepat (acuan 4 tindakan: memakai batik/berbahasa daerah santun = pembiasaan sehari-hari; mengikuti festival budaya/kerja bakti bersih desa = kegiatan bersama masyarakat).Mengelompokkan 2-3 dari 4 tindakan pelestarian ke dalam kategori yang tepat sesuai acuan.Mengelompokkan seluruh 4 tindakan pelestarian budaya ke dalam kategori pembiasaan sehari-hari dan kegiatan bersama masyarakat secara tepat.Mengelompokkan seluruh 4 tindakan pelestarian budaya secara tepat serta menguraikan keterkaitan tindakannya secara konsisten.
Mengomunikasikan Tertulis dan Lisan Hasil Penyelidikan (TP 4)Menyajikan lembar informasi yang belum memuat unsur ragam budaya dan upaya pelestariannya, penyajian lisan belum jelas, serta hanya 1 anggota yang aktif berbicara.Menyajikan lembar informasi yang memuat salah satu unsur (ragam budaya ATAU upaya pelestariannya), penyajian lisan cukup jelas, dan 2 anggota aktif berbicara.Menyajikan lembar informasi yang memuat ragam budaya DAN upaya pelestariannya secara lengkap, penyajian lisan jelas, serta seluruh (4) anggota kelompok aktif berbicara.Menyajikan lembar informasi yang lengkap dan rapi, penyajian lisan sangat jelas dan runtut, serta seluruh (4) anggota kelompok berkontribusi aktif dan kompak menyampaikan bagian materi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit tes tertulis dan 35 menit presentasi kelompok terlaksana sesuai rancangan?
  • Bagian mana dari kompetensi bab ini (pengamatan, klasifikasi, pelestarian, atau komunikasi) yang masih memerlukan penguatan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku dalam asesmen sumatif ini?
  • Hal penting apa yang sudah kupelajari tentang keragaman budaya dan cara melestarikannya di lingkunganku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Bab 7
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Bab 7
  3. Video/gambar dokumentasi peristiwa tradisi turun-temurun masyarakat (Sedekah Bumi / Kenduri / Tradisi Syukuran)
  4. Kartu bergambar permainan 'Detektif Tradisi'
  5. Lembar Kerja Murid: Tabel Catatan Pengamatan Tradisi
  6. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023)
  7. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023)
  8. Video dokumentasi kesenian musik gamelan dan tari jaran kepang / kebiasaan masyarakat
  9. Lembar Pengamatan Budaya (Tabel Pengamatan Berkolom)
  10. Buku Siswa IPAS Kelas 4 Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi), Bab 7
  11. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 4 Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi)
  12. Kartu ragam budaya (bahasa daerah dan makanan khas)
  13. Lembar Klasifikasi Budaya
  14. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas IV Revisi 2024 (Kemendikbudristek)
  15. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas IV Revisi 2024 (Kemendikbudristek Bab 7 Halaman 152-153)
  16. Kartu gambar ragam pakaian adat dan rumah adat nusantara
  17. Lembar kerja klasifikasi budaya nusantara
  18. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek)
  19. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Bab 7 (Kemendikbudristek)
  20. Set kartu aktivitas 'Pilah Kartu Budaya' (6 kartu berisi contoh tindakan pembiasaan sehari-hari)
  21. Lembar Kerja Klasifikasi Tindakan Pembiasaan Budaya
  22. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  23. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi), Bab 7
  24. Set kartu 'Aksi Budaya Warga' berisi teks skenario kegiatan bersama masyarakat
  25. Lembar Kerja Murid (LKPD) Klasifikasi Upaya Pelestarian Budaya Bersama Warga
  26. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  27. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  28. Kertas gambar/manila ukuran A4/folio untuk pembuatan lembar informasi
  29. Alat tulis dan pensil warna/krayon
  30. Catatan hasil penyelidikan ragam budaya murid dari pertemuan sebelumnya
  31. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023)
  32. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023)
  33. Media lembar informasi/visual hasil penyelidikan murid dari pertemuan sebelumnya
  34. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
  35. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Bab 7 (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
  36. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 7 (teks narasi stimulus fenomena budaya dan tabel klasifikasi)
  37. Media visual lembar informasi kelompok karya murid
  38. Rubrik dan pedoman penskoran asesmen sumatif IPAS Bab 7

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.