Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah

IPAS - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikInteraksi Sosial di Lingkungan Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah (antara murid, antara murid dengan guru, dan antara guru dengan kepala sekolah).
  2. Murid dapat mengorganisasikan data hasil pengamatan interaksi sosial di sekolah dalam bentuk tabel atau diagram gambar sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja kegiatan yang kamu lakukan bersama teman atau guru di sekolah hari ini? Apakah itu termasuk interaksi sosial?
  2. Menurutmu, mengapa manusia perlu berinteraksi satu sama lain di sekolah?
  3. Bagaimana cara kamu mengetahui berapa banyak jenis interaksi yang terjadi di sekolah dalam satu hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebagai bentuk syukur dapat belajar hari ini.
  • Guru melakukan apersepsi dengan meminta murid mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang interaksi sosial di lingkungan rumah.
  • Guru menyampaikan asesmen awal: mengajukan dua pertanyaan lisan singkat — 'Apa itu interaksi sosial?' dan 'Siapa saja yang bisa berinteraksi di sekolah?' — untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru menampilkan satu gambar suasana sekolah (misalnya gambar diskusi kelompok, guru menerangkan, dan rapat kepala sekolah dengan guru) lalu mengajukan pertanyaan pemantik.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: murid akan mengidentifikasi jenis interaksi sosial di sekolah dan mencatatnya dalam tabel pengamatan.
  • Guru membuat kesepakatan kelas tentang aturan selama pengamatan di luar kelas (tertib, tidak mengganggu kelas lain, mencatat dengan cermat).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menggambar di papan tulis tiga kelompok pelaku interaksi di sekolah: (1) murid–murid, (2) murid–guru, (3) guru–kepala sekolah.
  • Murid diminta membaca satu paragraf singkat dari Buku Siswa tentang interaksi sosial, lalu mencatat satu contoh interaksi dari masing-masing kelompok pada sticky note atau buku tulis.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat (5 menit): murid berbagi contoh yang mereka tulis dan guru membantu mengklarifikasi mana yang termasuk interaksi sosial dan mana yang bukan.
  • Guru merangkum pengertian interaksi sosial dan jenisnya di papan tulis sebagai catatan bersama, sehingga semua murid memiliki referensi yang sama sebelum turun ke lapangan.
  • Murid diminta menyalin tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu (kolom: Pelaku Interaksi | Bentuk Interaksi | Tujuan Interaksi | Pertanyaanku) di buku tugas masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang per kelompok). Tiap kelompok mendapat lembar kerja tabel pengamatan yang sudah disiapkan guru.
  • Kelompok melakukan observasi singkat di area sekolah selama 10–12 menit (halaman, koridor, ruang guru jika diizinkan). Mereka mencatat setiap interaksi sosial yang mereka temukan menggunakan turus (garis tally) pada kolom frekuensi di tabel.
  • Setiap anggota kelompok membagi peran: pencatat frekuensi (turus), pencatat deskripsi interaksi, dan penjaga ketertiban. Peran ini melatih kolaborasi dan tanggung jawab.
  • Setelah kembali ke kelas, tiap kelompok mengolah data turus menjadi tabel ringkasan dengan kolom: No. | Pelaku Interaksi | Jenis Interaksi | Frekuensi (Turus) | Jumlah.
  • Kelompok yang selesai lebih cepat dipersilakan mengubah data tabel menjadi diagram gambar sederhana (pictogram) sebagai pengayaan.
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan panduan kepada kelompok yang kesulitan mengategorikan jenis interaksi atau mengisi tabel.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil tabel pengamatan mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain diminta memberikan satu komentar atau pertanyaan.
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Interaksi sosial mana yang paling sering terjadi di sekolah kita? Mengapa menurutmu itu terjadi?'
  • Murid secara individu menuliskan jawaban singkat di buku tugas: (1) Apa yang kamu temukan hari ini yang paling menarik? (2) Apa manfaat interaksi sosial yang baik di sekolah bagi kamu pribadi?
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka, lalu guru memberikan penguatan bahwa interaksi sosial yang positif memperkuat kebersamaan dan membuat sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: menyebutkan kembali tiga kelompok interaksi di sekolah dan pentingnya mencatat data secara sistematis.
  • Guru melakukan asesmen akhir: membagikan lembar kuis singkat (3 soal) — (1) sebutkan 2 contoh interaksi murid–murid, (2) lengkapi tabel sederhana berdasarkan data yang diberikan, (3) tuliskan satu manfaat interaksi sosial positif di sekolah.
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi diri singkat (emoji check-in): 'Hari ini saya merasa... 😊 / 😐 / 😕' dan satu kalimat alasannya.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu interaksi sosial di lingkungan rumah malam ini dan mencatat di buku tugas sebagai jembatan ke pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan atas kerja keras hari ini dan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep interaksi sosial diberikan kartu bergambar contoh interaksi (gambar disertai keterangan singkat) sebagai scaffolding selama diskusi dan pengamatan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan dalam kelompok bersama teman yang sudah paham dan dipandu guru lebih intensif. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: membandingkan interaksi yang mereka temukan dengan interaksi di lingkungan masyarakat.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel (standar), diagram gambar/pictogram (pengayaan), atau gambar ilustrasi dengan keterangan singkat (alternatif bagi murid yang kesulitan menulis panjang).

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Apa itu interaksi sosial?' untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
  • Pertanyaan lisan: 'Siapa saja yang bisa berinteraksi di sekolah?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang pelaku interaksi.
  • Guru mencatat secara cepat di peta kelas siapa yang sudah memiliki pemahaman awal dan siapa yang perlu dukungan lebih, sebagai dasar pengelompokan.

Proses:

  • Observasi selama kegiatan Memahami: guru memperhatikan apakah murid mampu memberikan contoh interaksi yang tepat saat diskusi kelas.
  • Pengecekan lembar tabel pengamatan saat kelompok kembali ke kelas: guru memindai tabel dan memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang salah mengategorikan.
  • Pertanyaan pancing saat tahap Mengaplikasi: 'Interaksi ini termasuk kelompok mana? Mengapa?'
  • Pengamatan kerja sama kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (checklist: aktif mencatat, saling membantu, mengikuti peran).

Akhir:

  • Kuis tertulis singkat 3 soal yang dikerjakan secara individu di akhir pembelajaran.
  • Pengumpulan tabel pengamatan kelompok beserta diagram gambar (bagi yang membuat) sebagai portofolio.
  • Lembar refleksi diri murid (emoji check-in + satu kalimat alasan) sebagai data afektif.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan pengamatan kelompok: kecermatan mencatat interaksi, ketepatan mengategorikan pelaku interaksi, dan kerja sama dalam kelompok.
  • Pengecekan tabel pengamatan yang diisi kelompok: kelengkapan kolom, ketepatan penggunaan turus, dan kebenaran kategorisasi jenis interaksi.
  • Pertanyaan lisan saat presentasi kelompok untuk memeriksa pemahaman individual.

Sumatif:

  • Kuis singkat 3 soal di akhir pembelajaran: (1) menyebutkan contoh interaksi per kelompok pelaku, (2) melengkapi tabel sederhana dari data yang diberikan, (3) menuliskan manfaat interaksi sosial positif.
  • Hasil tabel pengamatan individu/kelompok yang dikumpulkan sebagai bukti capaian TP 4.6.4.1 dan TP 4.6.4.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Bentuk Interaksi Sosial (TP 4.6.4.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh interaksi sosial di sekolah, atau contoh yang disebutkan tidak relevan dengan konteks sekolah.Murid dapat menyebutkan 1–2 contoh interaksi sosial di sekolah tetapi hanya dari satu kelompok pelaku (misalnya hanya murid–murid).Murid dapat menyebutkan contoh interaksi dari 2 kelompok pelaku dengan tepat dan dapat menjelaskan tujuan interaksi tersebut secara singkat.Murid dapat mengidentifikasi contoh interaksi dari ketiga kelompok pelaku (murid–murid, murid–guru, guru–kepala sekolah) secara tepat dan mampu menjelaskan tujuan serta manfaat masing-masing interaksi.
Mengorganisasikan Data dalam Tabel/Diagram Gambar (TP 4.6.4.2)Murid belum dapat mengisi tabel pengamatan dengan benar, kolom tidak lengkap, atau turus tidak digunakan dengan tepat.Murid dapat mengisi sebagian tabel pengamatan (minimal 2 kolom terisi) dengan beberapa data hasil pengamatan, meskipun masih terdapat kesalahan kategorisasi.Murid dapat mengisi tabel pengamatan secara lengkap dengan data yang relevan, menggunakan turus dengan benar, dan menjumlahkan frekuensi dengan tepat.Murid dapat mengisi tabel pengamatan secara lengkap dan akurat, menggunakan turus dengan benar, serta mengubah data tabel menjadi diagram gambar sederhana yang dapat dibaca dengan jelas.
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kelompok, tidak menjalankan peran yang disepakati, dan tidak berkontribusi pada hasil pengamatan.Murid terlibat dalam kelompok tetapi hanya mengikuti arahan teman, kontribusi terhadap hasil pengamatan minimal.Murid menjalankan peran dalam kelompok dengan baik, aktif mencatat, dan berkontribusi pada diskusi saat pengolahan data.Murid menjalankan peran dengan sangat baik, berinisiatif membantu teman yang kesulitan, dan memberikan kontribusi signifikan pada kualitas tabel pengamatan kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi interaksi dari ketiga kelompok pelaku? Kelompok mana yang masih perlu penguatan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk observasi di lapangan cukup? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (kartu bergambar dan tantangan pengayaan) efektif menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah tahap Merefleksi memberikan ruang yang cukup bagi murid untuk mengaitkan hasil pengamatan dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa bentuk interaksi sosial baru yang kamu temukan hari ini yang belum pernah kamu perhatikan sebelumnya?
  • Apakah tabel pengamatanmu sudah lengkap dan mudah dibaca? Apa yang ingin kamu perbaiki?
  • Menurutmu, apa yang akan terjadi di sekolah jika tidak ada interaksi sosial sama sekali?
  • Satu hal yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang interaksi sosial di sekolah adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 6 Topik C: Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
  2. Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — halaman 184–186
  3. Gambar/foto suasana interaksi di sekolah (disiapkan guru, bisa dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) tabel pengamatan dengan kolom: No. | Pelaku Interaksi | Jenis Interaksi | Frekuensi (Turus) | Jumlah
  5. Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan curah gagasan
  6. Papan tulis/flipchart untuk mencatat rangkuman bersama
  7. Kartu bergambar contoh interaksi sosial (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffolding)
  8. Lembar kuis akhir pembelajaran (3 soal, dicetak atau ditulis di papan tulis)
  9. Lembar refleksi diri dengan emoji check-in

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.