Modul AjarPertemuan 10Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab VI — Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab VI — Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab VI — Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

IPAS - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab VI — Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab VI — Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang peran, tugas, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah dan masyarakat melalui uji kompetensi tertulis.
  2. Murid dapat mengomunikasikan contoh interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah dan masyarakat melalui unjuk kerja atau produk sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja peran dan tugas yang sudah kamu lakukan di sekolah atau masyarakat selama belajar di Bab VI ini?
  2. Menurutmu, apa yang terjadi jika setiap orang tidak mau menjalankan peran dan tanggung jawabnya di lingkungan masyarakat?
  3. Bagaimana cara terbaik menunjukkan kepada orang lain bahwa kamu sudah memahami pentingnya interaksi sosial yang positif?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta ketua kelas memimpin doa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan semua sudah siap dengan alat tulis masing-masing.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab VI, sehingga murid akan bekerja secara mandiri.
  • Guru menjelaskan secara singkat dua kegiatan hari ini: (1) uji kompetensi tertulis dan (2) unjuk kerja membuat produk sederhana berupa 'Kartu Interaksi Positif'.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan kembali ingatan murid: 'Coba ingat kembali, apa saja peran dan tugasmu di sekolah yang sudah kamu pelajari di Bab VI ini?' (Asesmen Awal — observasi lisan singkat).
  • Guru mempersilakan 2–3 murid menjawab secara lisan sebagai jembatan ke kegiatan inti.
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini dan memotivasi murid untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal uji kompetensi tertulis kepada seluruh murid. Lembar soal memuat: (a) 5 soal pilihan ganda tentang identifikasi peran, tugas, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah dan masyarakat; (b) 3 soal isian singkat tentang contoh penerapan tanggung jawab; (c) 2 soal uraian — murid diminta menjelaskan mengapa peraturan di lingkungan sekolah dan masyarakat perlu ditaati serta memberikan contoh nyata dari pengalamannya.
  • Guru memberikan instruksi dengan jelas: waktu mengerjakan 20 menit, kerjakan secara mandiri, tidak boleh mencontek, boleh membaca kembali soal dengan tenang.
  • Murid mengerjakan uji kompetensi tertulis secara mandiri dan tertib. (Prinsip: Berkesadaran — murid menyadari kemampuan sendiri tanpa bergantung pada orang lain.)
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan suasana kondusif, dan memberikan semangat nonverbal (anggukan, senyum) kepada murid yang tampak ragu.
  • Setelah 20 menit, guru meminta murid meletakkan lembar jawaban di sudut meja dan berhenti menulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas unjuk kerja: setiap murid membuat 'Kartu Interaksi Positif' — sebuah kartu berukuran setengah HVS yang memuat: (a) satu situasi interaksi sosial nyata yang pernah dialami di sekolah atau masyarakat; (b) sikap/tindakan positif yang dilakukan dalam situasi tersebut; (c) alasan singkat mengapa tindakan tersebut penting bagi lingkungan. Kartu dapat ditulis dan dihias semenarik mungkin.
  • Guru memberikan contoh singkat di papan tulis: 'Saat upacara, aku berdiri tegak dan mendengarkan pembina upacara. Ini penting karena menunjukkan rasa hormat dan tanggung jawabku sebagai pelajar.'
  • Murid diberikan waktu 20 menit untuk membuat Kartu Interaksi Positif secara mandiri menggunakan kertas HVS yang sudah dipotong, pensil warna, atau spidol yang tersedia. (Prinsip: Bermakna — murid mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata mereka sendiri; Menggembirakan — kreasi kartu membuat kegiatan asesmen terasa menyenangkan.)
  • Guru berkeliling mengamati proses pembuatan kartu, mencatat murid yang tampak kesulitan untuk diberikan bimbingan singkat tanpa memberikan jawaban langsung.
  • Setelah selesai, setiap murid mempresentasikan kartunya secara singkat (1–2 kalimat) di depan kelas atau kepada teman sebangku secara bergantian, tergantung waktu yang tersedia. (Prinsip: Menggembirakan — saling berbagi cerita pengalaman nyata.)
  • Guru mengumpulkan Kartu Interaksi Positif sebagai produk unjuk kerja untuk dinilai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid untuk diam sejenak, menarik napas dalam, dan memikirkan proses belajar mereka selama Bab VI. (Prinsip: Berkesadaran — momen hening untuk mengenali proses belajar diri sendiri.)
  • Guru membagikan lembar refleksi diri singkat berisi 3 pertanyaan: (1) 'Materi mana di Bab VI yang paling mudah kamu pahami?'; (2) 'Materi mana yang masih terasa sulit?'; (3) 'Satu hal yang akan kamu terapkan dari Bab VI dalam kehidupan sehari-harimu.'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri selama 5 menit secara mandiri dan jujur. (Prinsip: Berkesadaran dan Bermakna — mengevaluasi proses belajar sendiri dan menentukan tindak lanjut.)
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela, kemudian guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan keberanian berbagi.
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi diri untuk dijadikan bahan tindak lanjut (pengayaan atau remedial).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan kejujuran mereka selama kegiatan asesmen hari ini.
  • Guru menyampaikan secara singkat bahwa hasil uji kompetensi tertulis dan Kartu Interaksi Positif akan diperiksa dan dikembalikan pada pertemuan berikutnya dengan umpan balik.
  • Guru menginformasikan kepada murid yang memerlukan remedial atau pengayaan bahwa jadwal tindak lanjut akan disampaikan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru mengajak murid untuk terus mempraktikkan peran, tugas, dan interaksi sosial positif dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
  • Ketua kelas memimpin doa penutup.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat): soal uraian pada uji kompetensi tertulis disederhanakan menjadi soal pilihan gambar atau soal dengan kata kunci pemandu yang tersedia di lembar soal. Untuk murid yang sudah mahir (cepat): ditambahkan 1 soal uraian pengayaan berupa studi kasus — 'Bagaimana kamu akan menyelesaikan konflik jika ada teman yang tidak mau menjalankan tugasnya dalam kerja kelompok?'
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat membuat Kartu Interaksi Positif dalam format yang lebih sederhana (hanya menulis situasi dan satu tindakan positif tanpa penjelasan alasan). Murid yang cepat selesai diminta menambahkan dua contoh interaksi sosial positif berbeda di kartu mereka atau membuat kartu kedua.
  • Produk: Kartu Interaksi Positif dapat berupa tulisan saja (untuk murid yang kurang percaya diri dalam menggambar), atau berupa tulisan plus ilustrasi/gambar sederhana (untuk murid yang ekspresif secara visual). Presentasi dapat dilakukan secara lisan di depan kelas (bagi yang percaya diri) atau hanya kepada teman sebangku (bagi yang masih malu).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru mengajukan pertanyaan pemantik dan meminta 2–3 murid menjawab secara spontan untuk mengecek aktivasi pengetahuan awal tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial yang sudah dipelajari sepanjang Bab VI.
  • Guru menggunakan respons lisan murid sebagai pijakan untuk menentukan apakah perlu memberikan pengantar singkat sebelum asesmen dimulai atau langsung masuk ke kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat uji kompetensi tertulis: guru mencatat murid yang tampak bingung atau kesulitan pada bagian soal tertentu untuk dijadikan catatan tindak lanjut remedial.
  • Lembar ceklis pengamatan pembuatan Kartu Interaksi Positif: guru menandai apakah murid (a) mampu mengidentifikasi situasi interaksi sosial nyata, (b) mampu menuliskan tindakan positif yang relevan, (c) mampu memberikan alasan yang logis.
  • Catatan anekdotal saat presentasi kartu: guru mencatat kualitas komunikasi lisan murid — kejelasan penyampaian, kepercayaan diri, dan ketepatan contoh yang diberikan.

Akhir:

  • Uji kompetensi tertulis dinilai dengan pedoman penskoran: pilihan ganda (skor 1 per soal benar), isian singkat (skor 2 per jawaban tepat), uraian (skor 0–4 per soal berdasarkan kelengkapan dan kedalaman jawaban). Total skor maksimal 21.
  • Kartu Interaksi Positif dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada 3 aspek: (1) Kelengkapan dan ketepatan isi kartu, (2) Kejelasan komunikasi tertulis/lisan, (3) Keterkaitan contoh dengan pengalaman nyata.
  • Lembar refleksi diri dikumpulkan sebagai data kualitatif untuk mendukung perencanaan tindak lanjut (pengayaan atau remedial) dan tidak digunakan sebagai komponen nilai akhir.

Formatif:

  • Observasi lisan saat pertanyaan pemantik di pendahuluan — guru mencatat murid yang mampu mengingat kembali konsep kunci Bab VI.
  • Pengamatan proses pengerjaan uji kompetensi tertulis — guru mencatat sikap mandiri, kejujuran, dan ketekunan murid.
  • Pengamatan proses pembuatan Kartu Interaksi Positif — guru menggunakan lembar ceklis untuk mencatat kelengkapan komponen kartu (situasi, tindakan positif, alasan).
  • Lembar refleksi diri murid — digunakan guru untuk mendeteksi pemahaman yang masih kurang dan merencanakan tindak lanjut.

Sumatif:

  • Uji kompetensi tertulis (TP 4.6.10.1): 5 soal pilihan ganda + 3 soal isian singkat + 2 soal uraian tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  • Unjuk kerja produk Kartu Interaksi Positif (TP 4.6.10.2): dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan isi, kejelasan komunikasi, keterkaitan dengan pengalaman nyata, dan kemampuan mempresentasikan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab (Uji Kompetensi Tertulis — TP 4.6.10.1)Murid belum mampu mengidentifikasi peran, tugas, atau tanggung jawab di lingkungan sekolah dan masyarakat. Jawaban kosong, asal-asalan, atau tidak relevan.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 peran atau tugas secara sederhana, namun penjelasan masih sangat terbatas, tidak akurat, atau hanya menyebutkan tanpa menjelaskan.Murid dapat menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah dan masyarakat dengan cukup jelas dan disertai contoh, meskipun belum sepenuhnya lengkap atau mendalam.Murid dapat menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah dan masyarakat secara lengkap, jelas, dan disertai contoh nyata yang relevan, termasuk alasan mengapa hal tersebut penting.
Kelengkapan dan Ketepatan Isi Kartu Interaksi Positif (TP 4.6.10.2)Kartu tidak memuat situasi interaksi sosial yang jelas, atau hanya memuat coretan/gambar tanpa isi yang dapat dipahami. Komponen kartu tidak terpenuhi.Kartu memuat situasi interaksi sosial, namun tindakan positif dan/atau alasan tidak dituliskan atau tidak relevan dengan situasi yang disebutkan.Kartu memuat situasi interaksi sosial yang nyata, tindakan positif yang sesuai, dan alasan singkat yang logis, meskipun penjelasan belum sepenuhnya mendalam.Kartu memuat situasi interaksi sosial nyata yang spesifik, tindakan positif yang tepat dan relevan, serta alasan yang jelas dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya interaksi sosial positif.
Kejelasan Komunikasi Tertulis dan/atau Lisan (TP 4.6.10.2)Tulisan pada kartu tidak terbaca atau tidak dapat dipahami. Saat presentasi, murid tidak dapat menyampaikan isi kartu sama sekali.Tulisan pada kartu dapat dibaca namun kalimat tidak lengkap atau sulit dipahami. Saat presentasi, murid menyampaikan isi kartu dengan sangat singkat dan kurang jelas.Tulisan pada kartu cukup jelas dan dapat dipahami. Saat presentasi, murid menyampaikan isi kartu dengan kalimat yang cukup runtut meskipun masih sesekali ragu.Tulisan pada kartu sangat jelas, rapi, dan mudah dipahami. Saat presentasi, murid menyampaikan isi kartu dengan percaya diri, kalimat yang runtut, dan intonasi yang sesuai.
Keterkaitan Contoh dengan Pengalaman Nyata (TP 4.6.10.2)Contoh yang dituliskan tidak berkaitan dengan pengalaman nyata di sekolah atau masyarakat, atau merupakan jawaban yang disalin dari buku tanpa ada kaitannya dengan diri sendiri.Contoh yang dituliskan berasal dari pengalaman nyata namun sangat umum dan tidak menunjukkan keterlibatan diri murid secara langsung.Contoh yang dituliskan berasal dari pengalaman nyata murid di sekolah atau masyarakat dan menunjukkan keterlibatan diri, meskipun konteks situasinya belum dideskripsikan secara spesifik.Contoh yang dituliskan sangat spesifik, berasal dari pengalaman nyata murid sendiri, menunjukkan keterlibatan diri secara aktif, dan mencerminkan pemahaman bahwa peran serta tindakan positif berdampak nyata bagi lingkungan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi uji kompetensi tertulis dan unjuk kerja sudah disampaikan dengan cukup jelas sehingga semua murid memahami yang harus dilakukan?
  • Berapa persen murid yang tampak mampu menyelesaikan uji kompetensi tertulis dengan mandiri dan tenang? Apa yang menyebabkan murid tertentu tampak kesulitan?
  • Apakah Kartu Interaksi Positif berhasil memancing murid untuk mengaitkan konsep belajar dengan pengalaman nyata mereka? Jika tidak, bagaimana format unjuk kerja ini bisa diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan dua jenis asesmen sekaligus? Bagian mana yang perlu disesuaikan waktu dan polanya?
  • Berdasarkan lembar refleksi diri murid, materi atau konsep apa yang paling banyak disebutkan masih sulit? Bagaimana rencana remedial yang akan dilakukan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari soal uji kompetensi tertulis yang paling mudah dan yang paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Saat membuat Kartu Interaksi Positif, pengalaman apa yang kamu pilih dan mengapa pengalaman itu terasa penting untuk dibagikan?
  • Setelah menyelesaikan asesmen hari ini, apa satu hal yang ingin kamu pelajari atau pahami lebih dalam tentang peran dan interaksi sosial di lingkungan sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — Bab 6: Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat (halaman 120–143)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — Bab VI (halaman 175–191)
  3. Lembar soal uji kompetensi tertulis Bab VI (disiapkan guru — memuat soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian)
  4. Kertas HVS ukuran A4 (dipotong setengah untuk kartu) — satu lembar per murid
  5. Pensil warna atau spidol (tersedia di kelas atau dibawa murid)
  6. Lembar refleksi diri (disiapkan guru — memuat 3 pertanyaan refleksi)
  7. Lembar ceklis observasi formatif guru (disiapkan guru — mengacu Tabel 6.5 Asesmen Formatif Buku Guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.