Modul AjarPertemuan 5Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Alam Daerah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Alam Daerah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Alam Daerah

IPAS - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Alam Daerah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikUpaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Alam Daerah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menghasilkan ide solusi sederhana untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam khas daerah tempat tinggalnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
  2. Murid dapat membandingkan hasil pengamatan kondisi lingkungan alam daerahnya dengan prediksi awal dan memberikan penjelasan tentang perlunya pelestarian.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau hewan dan tumbuhan khas daerahmu terus berkurang, apa yang akan terjadi pada kehidupan masyarakat di sini?
  2. Menurutmu, apa yang sudah dilakukan orang-orang di sekitarmu untuk menjaga alam daerah kita — dan apakah itu cukup?
  3. Kalau kamu bisa melakukan SATU hal hari ini untuk menjaga sumber daya alam daerahmu, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid mengamati satu foto atau gambar kondisi alam daerah setempat (bisa ditampilkan di layar atau dicetak): misalnya foto hutan, sungai, sawah, atau pantai khas daerah tersebut.
  • Guru mengajukan asesmen awal diagnostik: 'Tuliskan di kertas kecil — satu hewan atau tumbuhan khas daerah kita, dan tuliskan kondisinya sekarang menurut kamu (baik/berkurang/tidak tahu).' Kertas dikumpulkan guru untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Kalau hewan dan tumbuhan khas daerahmu terus berkurang, apa yang akan terjadi pada kehidupan masyarakat di sini?' — biarkan 2–3 murid menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan membandingkan apa yang kita bayangkan tentang kondisi alam daerah kita dengan kenyataannya, lalu bersama-sama mencari ide untuk menjaganya.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membagikan dua gambar berdampingan: kondisi alam daerah yang masih terjaga vs. kondisi yang sudah rusak/berkurang (pilih contoh yang relevan dengan daerah setempat, misalnya hutan mangrove sehat vs. yang gundul, atau sawah subur vs. lahan gersang).
  • Murid diminta menuliskan prediksi awal di lembar kerja kolom 'Dugaanku': 'Bagaimana kondisi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di daerah kita sekarang?' — minimal 2 kalimat.
  • Guru membacakan atau menampilkan data/fakta sederhana tentang kondisi nyata keanekaragaman hayati dan sumber daya alam daerah setempat (bisa berupa infografis singkat, penggalan berita lokal, atau data dari buku siswa Bab 5 tentang khas daerah).
  • Murid mengisi kolom 'Kenyataannya' di lembar kerja berdasarkan informasi yang baru diterima, kemudian secara berpasangan mendiskusikan: 'Apakah dugaanmu tadi sesuai dengan kenyataan? Apa yang berbeda?'
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (5 menit) menggali pemahaman: penyebab berkurangnya keanekaragaman hayati dikaitkan dengan perubahan iklim — guru mencatat poin utama di papan tulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat 'Kartu Tantangan' berisi satu sumber daya alam atau makhluk hidup khas daerah yang kondisinya terancam (contoh: ikan endemik sungai setempat, tanaman obat lokal, pohon buah khas daerah, atau hewan yang dilindungi).
  • Setiap kelompok berdiskusi dan mengisi 'Lembar Ide Solusi': (1) Tuliskan masalah utama yang dihadapi sumber daya alam pada kartumu; (2) Tuliskan minimal 2 ide solusi sederhana yang bisa dilakukan oleh anak-anak kelas 4; (3) Pilih 1 ide terbaik dan jelaskan mengapa ide itu paling mungkin dilakukan.
  • Kelompok menuangkan ide solusi terpilih dalam bentuk mini-poster sederhana (kertas A4 dilipat atau karton kecil): tuliskan nama sumber daya alam, gambar ilustrasi sederhana, dan ide solusi beserta alasannya.
  • Setiap kelompok mempresentasikan mini-posternya dalam 'Galeri Berjalan' — poster ditempel di dinding/meja, kelompok lain berkeliling selama 5 menit memberikan tanda bintang (sticky note kecil atau tanda pensil) pada ide yang menurut mereka paling kreatif dan mudah dilakukan.
  • Guru berkeliling saat galeri berjalan, memberikan umpan balik lisan singkat ke tiap kelompok sebagai asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru mengajak kelas mereviu lembar kerja 'Dugaanku vs. Kenyataannya' yang dibuat di tahap Memahami.
  • Setiap murid secara mandiri menulis jawaban singkat di bagian bawah lembar kerja: 'Apa yang paling mengejutkan dari perbedaan antara dugaanku dan kenyataan kondisi alam daerah kita?' dan 'Mengapa pelestarian itu penting menurutmu sekarang?'
  • Guru meminta 2–3 sukarelawan membagikan refleksinya kepada kelas. Guru menghubungkan jawaban murid dengan konsep mitigasi perubahan iklim secara sederhana: 'Ketika kita menjaga hewan dan tumbuhan khas daerah, kita ikut menjaga keseimbangan iklim.'
  • Murid mengisi 'Tiket Keluar' (exit ticket) di selembar kertas kecil: (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini; (2) Satu ide solusi yang ingin aku coba lakukan; (3) Satu pertanyaan yang masih ingin aku tahu. Tiket dikumpulkan ke guru.

Penutup:

  • Guru merangkum poin utama pembelajaran hari ini bersama murid: kondisi alam daerah vs. prediksi, pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati, dan ide-ide solusi yang sudah dihasilkan.
  • Guru memberikan apresiasi konkret pada kelompok dengan ide yang mendapat bintang terbanyak di galeri berjalan, serta menyampaikan bahwa semua ide yang muncul hari ini sangat berharga.
  • Guru mengingatkan kaitan dengan kehidupan nyata: 'Ide solusi yang kalian buat hari ini bisa dimulai dari rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar. Mulailah dari yang paling kecil dan paling mudah.'
  • Guru mengumpulkan tiket keluar dan lembar kerja sebagai bahan asesmen akhir.
  • Guru menutup kelas dan memberi pesan: 'Pulang hari ini, coba perhatikan satu makhluk hidup atau sumber daya alam di sekitar rumahmu — pikirkan apa yang bisa kamu lakukan untuknya.'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat Kartu Tantangan dengan deskripsi sumber daya alam yang lebih sederhana dan disertai gambar visual yang kaya. Murid dengan kemampuan lebih tinggi mendapat kartu dengan dua sumber daya alam sekaligus dan diminta menganalisis keterkaitan antara keduanya.
  • Proses: Saat diskusi kelompok dan galeri berjalan, murid yang memerlukan dukungan dipasangkan dengan murid yang lebih percaya diri. Guru menyediakan panduan pertanyaan scaffolding ('Apa masalahnya? Siapa yang terdampak? Apa yang bisa dilakukan?') bagi kelompok yang kesulitan memulai diskusi.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat memperluas mini-poster dengan menambahkan perkiraan dampak jangka panjang jika solusi tidak dilakukan. Murid yang memerlukan dukungan cukup menyampaikan ide solusi secara lisan dan guru atau teman membantu menuliskannya di poster.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu hewan atau tumbuhan khas daerah beserta kondisinya (baik/berkurang/tidak tahu) di kertas kecil — digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan menentukan kebutuhan dukungan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi langsung saat diskusi kelompok mengisi Lembar Ide Solusi: guru memantau apakah murid mampu mengidentifikasi masalah dan mengajukan ide solusi yang relevan.
  • Umpan balik lisan guru saat galeri berjalan: guru memberikan komentar singkat dan pertanyaan lanjutan untuk mendorong murid memperdalam ide solusinya.
  • Lembar kerja 'Dugaanku vs. Kenyataannya' dikumpulkan di akhir tahap Memahami untuk dicek guru sebelum memulai tahap Mengaplikasi.

Akhir:

  • Tiket Keluar: murid menuliskan (1) satu hal yang dipelajari, (2) satu ide solusi yang ingin dicoba, dan (3) satu pertanyaan yang masih ingin diketahui — dinilai sesuai rubrik dua aspek utama: ide solusi dan kemampuan membandingkan serta menjelaskan pentingnya pelestarian.
  • Mini-poster kelompok: dinilai aspek kejelasan ide solusi, kesesuaian dengan sumber daya alam khas daerah, dan alasan pemilihan solusi.

Formatif:

  • Observasi saat diskusi berpasangan dan diskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid membandingkan prediksi dengan data nyata.
  • Galeri berjalan: guru memantau kualitas ide solusi di mini-poster dan memberikan umpan balik lisan langsung ke tiap kelompok.
  • Lembar kerja 'Dugaanku vs. Kenyataannya': digunakan guru untuk melihat proses berpikir murid dalam memproses dan menganalisis informasi.

Sumatif:

  • Tiket Keluar (exit ticket): guru menilai ketercapaian TP 4.5.5.1 (ide solusi) dan TP 4.5.5.2 (perbandingan prediksi vs. kenyataan dan penjelasan perlunya pelestarian) dari jawaban tertulis murid.
  • Mini-poster kelompok: dinilai berdasarkan rubrik aspek ide solusi dan penjelasan alasan pemilihan solusi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghasilkan ide solusi pelestarian (TP 4.5.5.1)Belum dapat menuliskan ide solusi, atau ide yang disampaikan tidak berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam daerah.Menuliskan satu ide solusi sederhana tetapi belum disertai alasan atau penjelasan mengapa solusi itu relevan.Menuliskan dua ide solusi sederhana yang relevan dengan sumber daya alam khas daerah, disertai alasan yang cukup jelas.Menuliskan dua atau lebih ide solusi sederhana yang relevan, disertai penjelasan mengapa solusi tersebut membantu mitigasi perubahan iklim, dan menunjukkan kesadaran bahwa solusi bisa dimulai dari diri sendiri.
Membandingkan prediksi dengan hasil pengamatan (TP 4.5.5.2 — bagian membandingkan)Tidak mengisi kolom perbandingan, atau hanya menyalin ulang data tanpa membandingkan.Menuliskan perbedaan antara prediksi dan kenyataan secara singkat tetapi belum menjelaskan penyebab atau maknanya.Menuliskan persamaan dan perbedaan antara prediksi dan kenyataan dengan cukup jelas, disertai satu penjelasan sederhana tentang penyebabnya.Menuliskan perbandingan prediksi dan kenyataan secara rinci, menjelaskan penyebab perbedaan, dan menghubungkannya dengan dampak bagi kehidupan masyarakat daerah.
Memberikan penjelasan tentang perlunya pelestarian (TP 4.5.5.2 — bagian menjelaskan)Tidak memberikan penjelasan, atau penjelasan tidak berkaitan dengan pelestarian.Memberikan alasan sangat umum (misalnya 'supaya tidak punah') tanpa mengaitkan dengan kondisi daerah atau perubahan iklim.Memberikan penjelasan yang mengaitkan pentingnya pelestarian dengan kondisi alam daerah setempat atau kehidupan masyarakat lokal.Memberikan penjelasan yang mengaitkan pelestarian keanekaragaman hayati dengan mitigasi perubahan iklim secara jelas, menggunakan contoh konkret dari daerah tempat tinggalnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat membandingkan prediksi awal mereka dengan informasi kondisi nyata alam daerah? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih?
  • Apakah ide solusi yang dihasilkan murid sudah menunjukkan pemahaman tentang pelestarian sumber daya alam, bukan sekadar jawaban umum?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Seberapa efektif strategi galeri berjalan dalam mendorong kolaborasi dan kreativitas murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling mengejutkan dari kondisi alam daerahmu yang kamu pelajari hari ini?
  • Ide solusi mana yang menurut kamu paling mudah kamu lakukan mulai sekarang? Mengapa?
  • Apakah dugaanmu di awal tadi sesuai dengan kenyataan? Apa yang berbeda, dan kenapa menurutmu bisa berbeda?
  • Apa satu hal yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang cara menjaga alam daerahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — Bab 5 'Ini Khas Daerahku!' (sub-bab keanekaragaman hayati dan sumber daya alam daerah)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi
  3. Foto atau gambar kondisi alam daerah setempat (bisa dari koran lokal, situs dinas lingkungan hidup daerah, atau koleksi guru)
  4. Infografis atau data sederhana tentang kondisi keanekaragaman hayati daerah (disiapkan guru dari sumber terpercaya lokal)
  5. Lembar kerja 'Dugaanku vs. Kenyataannya' (dibuat guru, dicetak atau ditulis di papan)
  6. Kartu Tantangan berisi sumber daya alam/makhluk hidup khas daerah yang terancam (dibuat guru, 1 kartu per kelompok)
  7. Kertas A4 atau karton kecil untuk mini-poster, spidol warna, sticky notes
  8. Lembar Tiket Keluar (exit ticket) — satu lembar per murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.