Modul AjarPertemuan 10Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 5: Ini Khas Daerahku!

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 5: Ini Khas Daerahku!". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 5: Ini Khas Daerahku!

IPAS - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 5: Ini Khas Daerahku!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 5: Ini Khas Daerahku!
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang hubungan bentang alam daerah dengan keanekaragaman hayati, profesi masyarakat, dan ragam budaya khas daerahnya melalui asesmen sumatif.
  2. Murid dapat mengomunikasikan ide pelestarian sumber daya alam dan budaya khas daerahnya secara tertulis sebagai bukti pencapaian kompetensi akhir bab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat daerahmu berbeda dari daerah lain — bayangkan jika kamu harus menjelaskannya kepada teman yang belum pernah ke sana!
  2. Mengapa profesi petani banyak ditemukan di desa pegunungan, sedangkan nelayan banyak di daerah pesisir?
  3. Apa yang akan terjadi jika sumber daya alam dan budaya khas daerahmu tidak dijaga kelestariannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan absensi singkat dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk pelaksanaan asesmen.
  • Guru menayangkan atau menunjukkan satu gambar bentang alam (misalnya foto pantai dan gunung) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat daerahmu berbeda dari daerah lain?' untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: meminta murid menuliskan satu kata atau satu kalimat di kertas kecil (sticky note atau kertas yang dipotong) tentang 'hal paling khas dari daerahku'. Kertas dikumpulkan guru sebagai pemetaan cepat.
  • Guru menjelaskan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menunjukkan seluruh pemahamannya tentang Bab 5 melalui asesmen sumatif yang terdiri dari dua bagian.
  • Guru menjelaskan mekanisme asesmen secara singkat: bagian pertama adalah soal pilihan dan uraian tentang hubungan bentang alam, hayati, profesi, dan budaya; bagian kedua adalah penulisan ide pelestarian secara tertulis.
  • Guru mengingatkan murid untuk mengerjakan secara mandiri, jujur, dan percaya pada kemampuan diri sendiri — ini adalah momen membuktikan apa yang sudah dipelajari selama Bab 5.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif Bagian A kepada seluruh murid. Lembar ini berisi soal-soal yang menguji pemahaman hubungan bentang alam dengan keanekaragaman hayati, profesi masyarakat, dan ragam budaya khas daerah (5 soal pilihan ganda + 3 soal uraian singkat).
  • Murid membaca instruksi dengan saksama sebelum mulai mengerjakan. Guru memberikan waktu 1-2 menit untuk membaca instruksi bersama.
  • Murid mengerjakan soal Bagian A secara mandiri dalam waktu 20 menit. Soal mencakup: (1) identifikasi jenis bentang alam dan contoh keanekaragaman hayatinya, (2) menjelaskan keterkaitan bentang alam dengan profesi masyarakat, (3) menyebutkan contoh ragam budaya khas suatu daerah dan kaitan dengan lingkungan geografisnya.
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan tidak ada kebingungan terkait instruksi (bukan membantu menjawab). Guru mencatat murid yang tampak kesulitan untuk ditindaklanjuti pada sesi remedial.
  • Setelah waktu habis, murid meletakkan lembar Bagian A di sudut meja dan berhenti mengerjakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif Bagian B: 'Suratku untuk Daerahku'. Murid diminta menulis sebuah paragraf pendek (minimal 5 kalimat) berisi ide atau gagasan konkret untuk melestarikan salah satu sumber daya alam atau budaya khas daerah tempat tinggalnya.
  • Guru membacakan panduan penulisan: tulisan harus mencantumkan (1) nama sumber daya alam atau budaya yang dipilih, (2) mengapa hal itu penting untuk dilestarikan, (3) minimal satu ide tindakan pelestarian yang bisa dilakukan oleh anak-anak seusianya, dan (4) harapan untuk daerahnya ke depan.
  • Murid mengerjakan Bagian B secara mandiri dalam waktu 15 menit. Kegiatan menulis ini merupakan aplikasi nyata dari seluruh pembelajaran Bab 5 — murid menghubungkan pengetahuan akademis dengan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya daerahnya.
  • Guru berkeliling dan sesekali memberi semangat secara umum: 'Kalian sudah belajar banyak tentang daerah kita — sekarang tunjukkan!'. Guru tidak memberi petunjuk isi jawaban.
  • Setelah waktu habis, semua lembar asesmen (Bagian A dan B) dikumpulkan kepada guru.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah lembar asesmen dikumpulkan, guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang proses belajar mereka selama Bab 5 — bukan tentang jawaban benar/salah, tetapi tentang perjalanan belajarnya.
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis tiga pertanyaan refleksi: (1) 'Apa hal paling menarik yang kamu pelajari di Bab 5?', (2) 'Bagian mana yang terasa paling menantang untukmu?', (3) 'Apa satu hal yang ingin kamu lakukan untuk daerahmu setelah belajar bab ini?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi di selembar kertas kecil atau di buku catatannya masing-masing selama 5 menit secara mandiri dan jujur.
  • Guru mengajak 3-4 murid untuk berbagi refleksinya secara sukarela — terutama bagian 'satu hal yang ingin dilakukan untuk daerahnya'. Guru menyambut semua jawaban dengan apresiasi yang tulus.
  • Guru menegaskan bahwa setiap daerah memiliki keunikan yang berharga dan setiap anak punya peran untuk menjaga kekayaan itu — mengaitkan kembali pembelajaran dengan nilai kewargaan dan kepedulian lingkungan.

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan dalam mengerjakan asesmen hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis, dan bagi murid yang belum mencapai ketuntasan akan mendapat kesempatan remedial.
  • Guru menginformasikan bahwa murid yang sudah tuntas akan diberikan kegiatan pengayaan berupa eksplorasi lebih lanjut tentang potensi daerah lain di Indonesia.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid membaca satu kalimat afirmasi bersama: 'Saya bangga dengan daerah saya dan saya peduli untuk menjaganya!'
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat mengerjakan soal Bagian A dengan versi yang dilengkapi gambar pendukung atau kata kunci sebagai scaffolding (misalnya tabel isian yang sudah ada pilihan jawabannya). Murid dengan kemampuan lebih tinggi mendapat soal Bagian A versi tantangan yang menyertakan studi kasus daerah yang belum pernah dibahas di kelas.
  • Proses: Guru memberikan waktu tambahan hingga 5 menit bagi murid yang memerlukan lebih banyak waktu dalam memproses instruksi atau menulis. Murid yang cepat selesai diminta membaca kembali jawaban mereka dan menambahkan detail atau bukti pendukung pada tulisan Bagian B.
  • Produk: Pada Bagian B, murid yang belum lancar menulis dapat menyampaikan ide pelestariannya dalam bentuk gambar berseri dengan keterangan singkat (minimal 3 gambar dengan label). Murid yang lebih mahir didorong untuk menulis dua paragraf dengan menyertakan alasan dan bukti konkret yang lebih rinci.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata atau satu kalimat di kertas kecil tentang 'hal paling khas dari daerahku' (durasi 2 menit). Kertas dikumpulkan dan guru memindai secara cepat untuk mengidentifikasi apakah murid sudah dapat menghubungkan unsur alam dengan budaya atau profesi daerahnya, atau masih sebatas menyebutkan nama tempat/makanan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan pemantik dan mengamati respons murid secara klasikal sebagai gambaran awal kesiapan konseptual kelas sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi guru selama pengerjaan Bagian A: guru berkeliling dan mencatat (menggunakan lembar ceklis sederhana) murid yang: (1) mengerjakan dengan percaya diri, (2) tampak ragu-ragu namun mencoba, (3) berhenti lama atau tidak memulai.
  • Observasi guru selama pengerjaan Bagian B: guru memperhatikan apakah murid dapat menghubungkan topik pelestarian dengan konteks daerahnya sendiri atau masih bersifat generik.
  • Lembar refleksi tertulis: guru membaca jawaban refleksi murid sebagai data formatif tentang kesadaran metakognitif dan keterhubungan emosional murid dengan materi.

Akhir:

  • Penilaian Lembar Bagian A (Pemahaman Konsep): skor dihitung berdasarkan ketepatan jawaban pilihan ganda (skor 1 tiap soal) dan kelengkapan serta keakuratan uraian singkat (skor 0-2 tiap soal). Total skor Bagian A: 11 poin.
  • Penilaian Lembar Bagian B (Komunikasi Tertulis — 'Suratku untuk Daerahku'): dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan empat aspek: (1) identifikasi sumber daya/budaya, (2) alasan pentingnya pelestarian, (3) ide tindakan pelestarian yang realistis, (4) kelengkapan dan kejelasan tulisan.
  • Nilai akhir asesmen sumatif merupakan gabungan Bagian A (40%) dan Bagian B (60%), mencerminkan penekanan pada kemampuan mengomunikasikan ide sebagaimana tertuang di TP 4.5.10.2.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: murid menuliskan satu kata/kalimat tentang 'hal paling khas daerahku' di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan belajar.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan asesmen: mencatat murid yang tampak kebingungan dengan instruksi atau tidak memulai pengerjaan sebagai data tindak lanjut.
  • Lembar refleksi singkat di akhir kegiatan inti: jawaban tertulis murid terhadap tiga pertanyaan refleksi sebagai data proses metakognisi.

Sumatif:

  • Lembar Asesmen Bagian A: 5 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian singkat tentang hubungan bentang alam dengan keanekaragaman hayati, profesi masyarakat, dan ragam budaya khas daerah.
  • Lembar Asesmen Bagian B 'Suratku untuk Daerahku': tulisan terstruktur minimal 5 kalimat berisi ide pelestarian sumber daya alam atau budaya khas daerah, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Hubungan Bentang Alam (Bagian A — Uraian)Murid tidak dapat menjelaskan hubungan bentang alam dengan keanekaragaman hayati, profesi, atau budaya; jawaban tidak relevan atau kosong.Murid menyebutkan salah satu hubungan (misalnya hanya bentang alam dengan profesi saja) dengan penjelasan yang sangat terbatas dan belum disertai contoh.Murid dapat menjelaskan dua dari tiga hubungan (bentang alam-hayati, bentang alam-profesi, atau bentang alam-budaya) dengan contoh yang relevan meskipun belum lengkap.Murid dapat menjelaskan ketiga hubungan (bentang alam dengan keanekaragaman hayati, profesi masyarakat, dan ragam budaya) secara runtut dan disertai contoh konkret yang tepat.
Identifikasi Sumber Daya Alam atau Budaya yang Dilestarikan (Bagian B)Murid tidak menyebutkan sumber daya alam atau budaya secara spesifik, atau yang disebutkan tidak relevan dengan konteks daerahnya.Murid menyebutkan nama sumber daya atau budaya tetapi tanpa penjelasan keterkaitannya dengan daerah atau bentang alam.Murid menyebutkan sumber daya atau budaya yang spesifik dan menjelaskan secara singkat mengapa hal tersebut khas di daerahnya.Murid menyebutkan sumber daya atau budaya yang spesifik, menjelaskan keterkaitannya dengan kondisi geografis atau bentang alam daerahnya, dan memberikan alasan yang logis.
Ide Pelestarian yang Disampaikan (Bagian B)Murid tidak menyampaikan ide pelestarian, atau ide yang ditulis tidak dapat dipahami.Murid menyebutkan satu ide pelestarian yang sangat umum (misalnya 'jangan merusak alam') tanpa penjelasan cara melakukannya.Murid menyampaikan satu ide pelestarian yang cukup konkret dan realistis untuk dilakukan oleh anak-anak seusianya.Murid menyampaikan satu atau lebih ide pelestarian yang konkret, realistis, dan disertai penjelasan cara pelaksanaannya serta alasan mengapa tindakan itu penting.
Kelengkapan dan Kejelasan Komunikasi Tertulis (Bagian B)Tulisan sangat singkat (kurang dari 3 kalimat) dan sulit dipahami; tidak mencakup unsur-unsur yang diminta dalam panduan penulisan.Tulisan memenuhi syarat minimal panjang (3-4 kalimat) tetapi hanya mencakup 1-2 dari 4 unsur yang diminta; kalimat kurang runtut.Tulisan mencakup 3 dari 4 unsur yang diminta (nama sumber daya/budaya, alasan pentingnya, ide tindakan, harapan) dan ditulis dengan cukup jelas dan runtut.Tulisan memenuhi semua 4 unsur yang diminta, ditulis dengan jelas dan runtut (minimal 5 kalimat), menggunakan pilihan kata yang tepat dan menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap daerahnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sudah cukup jelas sehingga semua murid dapat memulai tanpa kebingungan?
  • Berapa murid yang tampak kesulitan saat mengerjakan, dan apa dugaan penyebabnya — apakah pada pemahaman konsep atau kemampuan mengomunikasikan ide secara tertulis?
  • Apakah alokasi waktu untuk Bagian A dan Bagian B sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian di pelaksanaan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (soal bergambar / soal tantangan / pilihan produk gambar) sudah benar-benar membantu murid yang membutuhkan, tanpa mengurangi kualitas asesmen?
  • Berdasarkan hasil asesmen ini, murid mana yang perlu mendapat tindak lanjut remedial, dan apa fokus materinya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari selama Bab 5 tentang daerahmu?
  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang terasa paling menantang untukmu — soal pilihan/uraian atau menulis ide pelestarian? Mengapa?
  • Apa satu hal konkret yang ingin kamu lakukan untuk menjaga sumber daya alam atau budaya daerahmu setelah belajar bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi, Penulis: Amalia Fitri dkk., Kemdikbudristek 2023 (ISBN: 978-623-118-445-0) — terutama Bab 5 'Ini Khas Daerahku!'
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi, Penulis: Amalia Fitri dkk., Kemdikbudristek 2023 (ISBN: 978-623-118-449-8) — Tabel Asesmen Formatif Bab 5
  3. Lembar asesmen sumatif Bagian A (soal pilihan ganda dan uraian) yang disiapkan guru sesuai kisi-kisi TP 4.5.10.1
  4. Lembar asesmen sumatif Bagian B 'Suratku untuk Daerahku' dengan panduan penulisan terstruktur
  5. Lembar ceklis observasi guru untuk memantau proses pengerjaan
  6. Gambar atau foto bentang alam daerah (pantai, pegunungan, dataran rendah, hutan) untuk digunakan pada sesi pendahuluan sebagai pemantik
  7. Kertas kecil/sticky note untuk kegiatan asesmen diagnostik awal
  8. Papan tulis dan spidol untuk menampilkan pertanyaan refleksi
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka — Pembelajaran Mendalam 2025 sebagai acuan pedagogis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.