Modul AjarBab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 5: Ini Khas Daerahku!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 5 "Ini Khas Daerahku!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 5: Ini Khas Daerahku!

IPAS - Kelas 4

Bab 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 5 — Ini Khas Daerahku!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 5 — Ini Khas Daerahku!
Alokasi Waktu22 JP (22 x 35 menit = 770 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.5.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
  2. TP 4.5.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
  3. TP 4.5.3 Mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat di daerah tempat tinggal
  4. TP 4.5.4 Mengamati fenomena bentang alam dan profesi masyarakat secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana bentuk gambar suatu daerah jika kita melihatnya pada selembar kertas peta cetak?
  2. Bagaimana cara kita menemukan letak kabupaten atau kota tempat tinggal kita di antara wilayah lain pada peta konvensional?
  3. Di manakah letak provinsi tempat tinggal kita jika dilihat pada peta cetak pulau/Indonesia?
  4. Bagaimana tanda atau garis batas pada peta cetak membantu kita mengenali batas wilayah provinsi kita dengan wilayah di sekitarnya?
  5. Bagaimana cara kita mencari posisi kabupaten atau kota tempat tinggal kita di layar gawai atau komputer?
  6. Simbol dan fitur apa saja pada peta digital yang membantu kita mengenali letak suatu daerah?
  7. Bagaimana bentuk garis batas wilayah provinsi kita jika dilihat pada layar peta digital?
  8. Apa saja wilayah atau perairan yang berbatasan langsung di sebelah utara, selatan, barat, dan timur provinsi tempat tinggal kita pada peta digital?
  9. Apa saja bentuk permukaan bumi (daratan dan perairan) yang ada di sekitar daerah tempat tinggal kita?
  10. Bagaimana cara kita mengelompokkan bentuk permukaan bumi tersebut ke dalam bentang alam daratan dan perairan?
  11. Mengapa sebagian besar orang di tepi pantai bekerja mencari ikan, sedangkan di pegunungan berkebun teh?
  12. Bagaimana bentuk permukaan bumi di sekitar kita memengaruhi jenis pekerjaan masyarakatnya?
  13. Apa saja bentuk permukaan bumi (bentang alam) yang dapat kita lihat secara langsung di sekitar lingkungan sekolah kita?
  14. Bagaimana cara kita mencatat bentuk bentang alam dan ciri-ciri fisiknya secara cermat dalam tabel pengamatan?
  15. Apa saja pekerjaan atau profesi orang-orang yang sering kalian lihat di sekitar sekolah atau tempat tinggal kita?
  16. Mengapa pekerjaan masyarakat di daerah pegunungan berbeda dengan masyarakat di daerah pesisir pantai?
  17. Bagaimana cara kita membuktikan kemahiran membaca letak wilayah daerah kita pada peta cetak dan peta digital?
  18. Bagaimana bentang alam di sekitar kita menentukan jenis mata pencaharian warganya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 3 pertanyaan lisan: (1) Apa nama media gambar datar berskala yang menunjukkan wilayah bumi? (acuan: peta); (2) Tanda petunjuk arah mata angin yang menunjuk ke atas biasanya menunjukkan arah apa? (acuan: Utara); (3) Pada peta cetak, apa nama wilayah administratif setingkat di bawah provinsi yang dipimpin oleh bupati atau wali kota? (acuan: kabupaten atau kota) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional (cetak), serta memotivasi murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peta konvensional cetak (atlas/peta dinding wilayah provinsi) yang dipajang di papan tulis untuk mencermati komponen penunjuk letak: judul peta, arah mata angin, legenda simbol batas wilayah kabupaten/kota, dan tulisan nama daerah (15 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara membaca indeks abjad nama wilayah atau menelusuri simbol batas wilayah garis putus-putus untuk menemukan letak suatu kabupaten/kota pada peta konvensional (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Detektif Peta': setiap pasangan menerima 1 lembar peta konvensional cetak dan 4 kartu target misi pencarian letak wilayah: Kartu 1: Kabupaten/kota tempat tinggal sekolah berada; Kartu 2: Kabupaten/kota tetangga di sebelah utara; Kartu 3: Kabupaten/kota tetangga di sebelah selatan; Kartu 4: Ibukota provinsi (acuan jawaban disesuaikan dengan peta yang dibagikan guru, misalnya pada peta Jawa Tengah: Kartu 1: Kota Semarang; Kartu 2: Laut Jawa/wilayah pesisir Kota Semarang; Kartu 3: Kabupaten Semarang; Kartu 4: Kota Semarang) (20 menit).
  • Murid menandai dan mencatat letak kabupaten/kota yang ditemukan pada lembar kerja pengamatan peta konvensional dengan mencocokkan simbol batas wilayah dan arah mata angin secara cermat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara bergiliran menunjukkan letak kabupaten/kota target di peta konvensional depan kelas dengan penunjuk lidi kayu, saling memverifikasi ketepatan letak bersama teman (10 menit).
  • Murid menyimpulkan kemudahan dan kendala saat mengenali letak kabupaten/kota menggunakan peta konvensional (misalnya perlunya memperhatikan arah mata angin dan kejelasan tulisan nama wilayah) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses penemuan letak kabupaten/kota pada peta cetak yang telah dilakukan murid (3 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir singkat secara mandiri berupa cek pemahaman 2 butir penunjukan letak pada peta konvensional mini (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (Mengenali Letak Provinsi Tempat Tinggal pada Peta Konvensional) dan menutup pelajaran dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan peta konvensional berukuran besar dengan batas kabupaten/kota berpemberian warna kontras; murid yang mahir diberikan peta atlas standar dengan skala wilayah yang lebih luas.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru dengan panduan arah mata angin langkah demi langkah; murid mandiri menyelesaikan 4 misi kartu target secara berpasangan mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama yaitu penunjukan dan penandaan letak 4 wilayah target pada peta konvensional.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan membaca peta dengan 3 pertanyaan: (1) Apa nama media gambar datar berskala yang menunjukkan wilayah bumi? (acuan: peta); (2) Tanda petunjuk arah mata angin yang menunjuk ke atas biasanya menunjukkan arah apa? (acuan: Utara); (3) Pada peta cetak, apa nama wilayah administratif setingkat di bawah provinsi yang dipimpin oleh bupati atau wali kota? (acuan: kabupaten atau kota).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja pengamatan peta konvensional: Memeriksa ketepatan murid dalam menemukan dan menunjukkan letak 4 target wilayah kabupaten/kota pada peta konvensional (Kartu 1: Kabupaten/kota tempat tinggal; Kartu 2: Wilayah tetangga sebelah utara; Kartu 3: Wilayah tetangga sebelah selatan; Kartu 4: Ibukota provinsi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada lembar peta konvensional mini berisi 2 butir soal: (1) Beri tanda silang (X) tepat pada wilayah kabupaten/kota tempat tinggalmu pada peta provinsi; (2) Tuliskan nama 1 kabupaten/kota yang berbatasan langsung di sebelah utara/selatan tempat tinggalmu (acuan: letak tanda silang tepat berada di dalam batas garis kabupaten/kota tempat tinggal sekolah, dan nama kabupaten/kota tetangga sesuai posisi geografis pada peta acuan guru).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menandai dan menunjuk letak kabupaten/kota pada peta konvensional menggunakan lembar ceklis pengamatan.
  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan 4 target wilayah kabupaten/kota pada peta konvensional.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan mengenali letak kabupaten/kota pada peta konvensionalBelum mampu menunjukkan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional walau telah diberi bimbingan langsung.Mampu mengenali dan menunjukkan 1-2 dari 4 target letak kabupaten/kota pada peta konvensional dengan bantuan arahan guru.Mampu mengenali dan menunjukkan minimal 3 dari 4 target letak kabupaten/kota pada peta konvensional secara tepat dan mandiri.Mampu mengenali dan menunjukkan seluruh (4 dari 4) target letak kabupaten/kota pada peta konvensional secara tepat, cepat, dan konsisten mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan peta konvensional cetak cukup jelas terbaca oleh seluruh murid di setiap kelompok?
  • Bagian mana dari langkah penelusuran peta (arah mata angin, legenda batas garis, atau pencarian nama) yang paling banyak membutuhkan bimbingan?

Murid:

  • Apa tanda atau petunjuk pada peta cetak yang paling membantumu menemukan letak kabupaten/kotamu?
  • Apakah kamu merasa senang saat berhasil menemukan letak daerahmu bersama teman sebangku?

Pertemuan 2 — Mengenali Letak Provinsi Tempat Tinggal pada Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak provinsi tempat tinggal pada peta konvensional cetak (atlas/peta dinding) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan peta cetak pulau Jawa (sebagai contoh peraga) di papan tulis, lalu meminta 3 murid secara bergantian menunjuk: (1) simbol garis batas provinsi, (2) nama ibu kota provinsi, (3) arah mata angin utara. Acuan jawaban diagnostik: (1) garis putus-titik tebal/berwarna pemisah antarprovinsi, (2) tulisan nama kota dengan simbol lingkaran beritik tengah/bintang, (3) tanda panah mengarah ke atas bertuliskan 'U' (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar atlas/peta cetak provinsi masing-masing yang dibagikan oleh guru di meja kelompok (10 menit).
  • Guru membimbing murid mencermati komponen pengenal wilayah pada peta cetak: judul peta provinsi, simbol batas wilayah provinsi, letak ibu kota provinsi, dan letak kabupaten/kota asal murid di dalam provinsi tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Detektif Batas Peta': murid saling memberi petunjuk arah (utara, selatan, barat, timur) pada peta cetak provinsi untuk menemukan letak 4 unsur batas wilayah: (1) batas wilayah sebelah utara, (2) batas wilayah sebelah selatan, (3) batas wilayah sebelah barat, dan (4) batas wilayah sebelah timur (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengenalan peta konvensional berisi 4 butir penunjukan: (1) melingkari letak provinsi tempat tinggal pada peta pulau cetak, (2) menandai letak ibu kota provinsi tempat tinggal, (3) memberi tanda silang pada posisi kabupaten/kota tempat tinggal di dalam wilayah provinsi, (4) menuliskan nama 2 wilayah tetangga yang berbatasan langsung di sebelah utara dan selatan provinsi tempat tinggal sesuai tampilan peta cetak (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan mencocokkan garis batas dan nama wilayah pada peta dinding kelas secara berkesadaran (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengenali letak provinsi pada peta konvensional dengan melihat judul peta, legenda batas provinsi, dan posisi mata angin (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas latihan penunjukan peta konvensional hari ini serta menyampaikan pengantar bahwa pertemuan berikutnya akan menjelajahi wilayah yang sama menggunakan peta digital (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan atlas konvensional dengan perbesaran skala yang berbeda (peta pulau utuh dan peta khusus provinsi bersangkutan).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu warna penunjuk legenda batas; murid yang mahir ditantang mengenali letak 3 kabupaten/kota lain yang bersebelahan dengan daerah tempat tinggalnya pada peta cetak.
  • Produk: Penandaan pada lembar peta cetak kerja murid (garis lingkar atau arsiran warna).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik penunjukan 3 komponen peta konvensional di depan kelas: (1) garis batas provinsi (acuan: garis putus-titik batas wilayah), (2) ibu kota provinsi (acuan: nama kota bertanda lingkaran bertitik/bintang), (3) arah utara (acuan: panah petunjuk bertuliskan U).

Proses:

  • Observasi aktivitas berpasangan 'Detektif Batas Peta' dalam mengenali 4 arah mata angin dan batas wilayah pada peta cetak.
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penunjukan letak provinsi dengan 4 butir tugas: (1) letak provinsi dilingkari tepat, (2) ibu kota provinsi ditandai tepat, (3) kabupaten/kota tempat tinggal disilang tepat, (4) 2 wilayah tetangga batas utara dan selatan ditulis sesuai peta cetak.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan kembali letak provinsi tempat tinggalnya di peta cetak dan menyebutkan wilayah batas sebelah utara dan selatannya sesuai acuan lembar kerja.

Formatif:

  • Unjuk kerja penunjukan letak provinsi, ibu kota, dan batas wilayah pada peta konvensional/cetak menggunakan lembar kerja pengenalan peta.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak Provinsi dan Batas Wilayah pada Peta KonvensionalHanya mampu mengenali 1 dari 4 butir penunjukan (letak provinsi, letak ibu kota provinsi, letak kabupaten/kota asal, batas wilayah utara/selatan) pada peta konvensional dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengenali 2 dari 4 butir penunjukan pada peta konvensional secara tepat dengan sedikit arahan.Mampu mengenali 3 dari 4 butir penunjukan pada peta konvensional secara tepat dan mandiri.Mampu mengenali seluruh 4 butir penunjukan (letak provinsi, letak ibu kota provinsi, letak kabupaten/kota asal, dan batas wilayah utara/selatan) pada peta konvensional secara tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan atlas/peta cetak dinding efektif memfasilitasi seluruh murid mengenali batas provinsi tempat tinggalnya?
  • Apakah kegiatan berpasangan 'Detektif Batas Peta' berhasil membangun pemahaman arah mata angin dalam membaca peta konvensional?

Murid:

  • Bagian mana dari peta cetak yang paling mudah membantumu menemukan provinsi tempat tinggalmu?
  • Apakah kamu dapat menunjukkan arah batas utara dan selatan provinsimu pada peta cetak tanpa ragu?

Pertemuan 3 — Mengenali Letak Kabupaten/Kota Tempat Tinggal Menggunakan Peta Digital — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal menggunakan peta digital (Google Maps atau sejenisnya) melalui gawai atau layar proyektor kelas (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 simbol dasar pada aplikasi peta digital: (1) Ikon pin lokasi (kaca pembesar/tanda titik merah), (2) Tombol tanda tambah (+) / perbesar tampilan, (3) Tombol tanda kurang (-) / perkecil tampilan. Murid diminta menunjuk simbol yang berfungsi mencari nama tempat secara langsung (acuan: ikon 1 / bilah pencarian adalah fungsi mencari nama tempat) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan tampilan peta digital pada layar dan mengenalkan fitur navigasi: bilah penelusuran (search bar), tanda pin penanda lokasi, serta tombol perbesaran (zoom in/out) untuk mengenali letak wilayah (10 menit).
  • Murid menyimak pemodelan guru ketika mengetikkan nama kabupaten/kota pada bilah pencarian hingga muncul batas garis wilayah dan penanda pin merah yang menunjukkan posisi kabupaten/kota tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan digital 'Detektif Titik Lokasi' di mana murid berpasangan atau mandiri menggunakan gawai/komputer kelas membuka peta digital untuk mempraktikkan pencarian letak kabupaten/kota masing-masing (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Eksplorasi Peta Digital dengan mempraktikkan penelusuran 3 tugas: (1) Mengetikkan nama kabupaten/kota tempat tinggal pada kolom pencarian peta digital hingga pin penanda muncul, (2) Memperbesar (zoom in) peta hingga batas garis kabupaten/kota terlihat jelas, (3) Menandai dan mencocokkan letak kabupaten/kota terhadap 2 wilayah kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung pada tampilan layar (acuan: pin penanda berada tepat pada wilayah kabupaten/kota yang dicari dan 2 nama daerah tetangga teridentifikasi sesuai batas garis di peta digital) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek ketepatan posisi pin penanda lokasi dan batas kabupaten/kota yang ditemukan pada peta digital secara mandiri bersama bimbingan guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara mengenali letak kabupaten/kota pada peta digital menggunakan bilah pencarian, pin penanda, dan perbesaran batas wilayah (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (mengenali letak provinsi di peta digital) dan menutup sesi dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan panduan bergambar langkah demi langkah mengetik nama daerah dan menekan tombol zoom, sedangkan murid yang mahir mengeksplorasi penampakan citra satelit pada peta digital.
  • Proses: Murid yang belum terampil menggunakan gawai didampingi secara langsung atau bekerja berpasangan, sementara murid yang sudah terampil bekerja secara mandiri mengenali letak daerah.
  • Produk: Semua murid menandai letak kabupaten/kota pada peta digital, murid berkemampuan cepat dapat mengidentifikasi hingga 3 wilayah yang berbatasan di sekitar kabupaten/kota tersebut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik mengidentifikasi 3 simbol antarmuka peta digital: (1) Bilah pencarian (search bar), (2) Tombol perbesar (+), (3) Tombol perkecil (-). Murid diminta menunjuk simbol yang digunakan untuk mencari nama tempat (acuan: simbol 1 / bilah pencarian).

Proses:

  • Unjuk kerja murid dalam mengoperasikan fitur pencarian dan tombol perbesaran pada peta digital untuk mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggalnya (acuan ketepatan: pin penanda merah berada di dalam batas kabupaten/kota yang dicari, serta mengenali minimal 2 daerah perbatasan yang tampil di layar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menunjukkan kembali titik letak kabupaten/kotanya pada peta digital yang sudah terbuka dan menyebutkan posisinya relatif terhadap 1 wilayah tetangga (acuan: posisi pin tepat berada di dalam batas kabupaten/kota setempat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penelusuran lokasi kabupaten/kota pada peta digital
  • Pemeriksaan Lembar Eksplorasi Peta Digital

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta DigitalBelum mampu menemukan letak kabupaten/kota pada peta digital meski telah diarahkan menggunakan tombol pencarian.Mampu menemukan letak kabupaten/kota pada peta digital menggunakan tombol pencarian dengan bimbingan teknis penuh dari guru.Mampu mengenali dan menunjukkan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital secara mandiri menggunakan fitur pencarian dan perbesaran batas wilayah.Mampu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital secara mandiri, akurat, serta dengan tepat menunjukkan batas-batas wilayah kabupaten/kota tetangga yang mengelilinginya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengakses dan mengoperasikan perangkat peta digital dengan lancar?
  • Bagian mana dari pengoperasian peta digital yang paling membutuhkan panduan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Fitur apa pada peta digital yang paling membantumu menemukan letak tempat tinggalmu?
  • Apakah kamu merasa mudah menemukan batas daerah tempat tinggalmu menggunakan layar peta digital?

Pertemuan 4 — Mengenali Letak dan Batas Provinsi Tempat Tinggal Menggunakan Peta Digital — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta membuat kesepakatan penggunaan perangkat gawai/laptop kelas dengan tertib dan berkesadaran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak dan batas wilayah provinsi tempat tinggal menggunakan aplikasi peta digital (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan tangkapan layar peta digital Pulau Jawa/Indonesia di proyektor, lalu mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Garis putus-putus merah tebal atau batas berwarna pada peta digital ini menunjukkan apa?' (acuan: batas wilayah provinsi/administrasi); (2) 'Jika kita memperkecil (zoom out) tampilan peta digital dari kabupaten kita, wilayah lebih luas apa yang memuat nama provinsi kita?' (acuan: wilayah provinsi tempat tinggal) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi panduan guru di layar proyektor tentang cara mengetik nama provinsi tempat tinggal pada kolom pencarian peta digital (Google Maps/satelit), mengenali garis batas delineasi wilayah provinsi (garis batas berwarna merah/putus-putus), serta mengidentifikasi 4 arah mata angin pada tampilan layar peta digital (utara di sisi atas layar, selatan di bawah, barat di kiri, timur di kanan) (10 menit).
  • Secara berpasangan di depan perangkat komputer/gawai, murid membuka peta digital dan mempraktikkan pencarian nama provinsi tempat tinggal, kemudian mengamati batas-batas wilayah di sekelilingnya berdasarkan 4 arah mata angin (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan eksplorasi gembira 'Penjelajah Batas Digital': secara berpasangan murid menavigasikan peta digital dengan menggeser (pan) dan memperbesar/memperkecil (zoom in/out) untuk melacak 4 batas provinsi tempat tinggal berdasarkan arah mata angin (15 menit).
  • Setiap pasangan menyelesaikan Lembar Kerja 'Detektif Batas Provinsi' dengan mencatat dan mengenali 4 batas wilayah provinsi tempat tinggal berdasarkan pengamatan langsung pada peta digital, meliputi: (1) Batas sebelah utara, (2) Batas sebelah selatan, (3) Batas sebelah barat, dan (4) Batas sebelah timur [catatan acuan: dicatat berupa nama laut/selat/provinsi tetangga sesuai letak geografis provinsi sekolah] (15 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa navigasi peta digital murid, memberikan umpan balik langsung pada pasangan yang masih keliru menentukan arah mata angin pada layar peta digital, serta memverifikasi ketepatan penunjukan batas wilayah (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan pasangan menunjukkan di layar utama kelas posisi letak provinsi dan 4 batas wilayahnya yang berhasil mereka kenali pada peta digital (10 menit).
  • Murid secara mandiri merefleksikan kemudahan dan kendala saat mengenali batas provinsi melalui simbol dan garis delineasi pada peta digital dibandingkan pertemuan sebelumnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali letak provinsi tempat tinggal serta 4 batas wilayahnya (utara, selatan, barat, timur) yang telah berhasil dikenali pada peta digital (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut apresiasi, mengingatkan untuk merapikan perangkat gawai/komputer kelas, dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mulai mengklasifikasikan ragam bentang alam di daerah tempat tinggal, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan tampilan layer peta digital mode standar (tampilan garis batas lebih tegas), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan eksplorasi tampilan citra satelit (terrain/satellite layer) untuk mengenali batas alam provinsi (seperti garis pantai laut atau punggungan pegunungan).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terarah langkah demi langkah dalam menentukan arah utara-selatan-barat-timur pada peta digital; murid yang mahir secara mandiri menemukan batas hingga tingkat kabupaten terluar di perbatasan provinsi pada peta digital.
  • Produk: Tingkat kedalaman pengisian lembar kerja: murid dengan kecepatan standar mencatat 4 batas utama provinsi (utara, selatan, barat, timur); murid mahir menambahkan identifikasi jenis batasnya (batas daratan dengan provinsi lain atau batas perairan/laut).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan menggunakan tampilan peta digital proyektor: (1) Mengenali simbol garis batas provinsi pada peta digital (acuan: garis merah/putus-putus pembatas administrasi wilayah); (2) Mengenali posisi provinsi tempat tinggal saat tampilan diperkecil/zoom out (acuan: murid dapat menunjuk area provinsi tempat tinggalnya).

Proses:

  • Formatif proses selama tahap inti Mengaplikasi: Guru mengamati lembar kerja murid dan navigasi pada gawai untuk memeriksa ketepatan mengenali 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, barat, timur) pada peta digital sesuai acuan wilayah provinsi masing-masing sekolah (kriteria: minimal 3 dari 4 batas teridentifikasi dengan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir inti melalui lembar rekap individu: murid mencentang dan menuliskan letak provinsi tempat tinggalnya serta menyebutkan dengan tepat minimal 3 dari 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, barat, timur) yang telah diamati melalui peta digital (acuan: nama provinsi tepat, nama wilayah/perairan tetangga pada sisi utara, selatan, barat, dan timur tepat sesuai letak peta digital).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja navigasi peta digital (kemampuan zoom, pan, dan pelacakan garis batas delineasi provinsi).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja 'Detektif Batas Provinsi' (ketepatan mengenali 4 batas wilayah: utara, selatan, barat, timur).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak dan Batas Provinsi Tempat Tinggal pada Peta DigitalBelum mampu menemukan posisi provinsi tempat tinggal dan belum mengenali batas wilayah pada peta digital meskipun telah dibimbing penuh oleh guru.Mampu menemukan posisi letak provinsi tempat tinggal pada peta digital, namun hanya tepat mengenali 1-2 batas wilayah (utara/selatan/barat/timur) dengan bantuan petunjuk guru.Mampu menemukan letak provinsi tempat tinggal dan tepat mengenali 3-4 batas wilayah (utara, selatan, barat, timur) pada peta digital secara mandiri.Mampu menemukan letak provinsi tempat tinggal, tepat mengenali seluruh (4) batas wilayah (utara, selatan, barat, timur) secara konsisten dan mandiri, serta mampu mengenali kenampakan batas darat dan batas perairan pada peta digital.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi navigasi fitur peta digital (pencarian, zoom in/out, penentuan arah mata angin) dapat dipahami dan dijalankan dengan lancar oleh murid?
  • Bagian mana dari penentuan batas provinsi (utara, selatan, barat, atau timur) yang paling sering membuat murid bingung saat membaca peta digital?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang batas-batas wilayah provinsi tempat tinggalmu setelah melihatnya di peta digital?
  • Fitur peta digital apa yang paling membantumu menemukan letak batas wilayah provinsimu?

Pertemuan 5 — Mengklasifikasikan Ragam Bentang Alam di Daerah Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat di daerah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran murid untuk membangun suasana belajar yang siap dan berkesadaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengklasifikasikan ragam bentang alam di daerah tempat tinggal ke dalam kelompok bentang alam daratan dan bentang alam perairan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar bentang alam (Gambar A: Gunung, Gambar B: Danau) lalu meminta murid mengangkat kartu simbol daratan (berwarna cokelat) atau perairan (berwarna biru) untuk menguji kesiapan awal (acuan: Gambar A = Daratan; Gambar B = Perairan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan interaktif guru mengenai konsep klasifikasi bentang alam yang terbagi atas dua kelompok utama, yaitu bentang alam daratan (contoh: dataran rendah, dataran tinggi, gunung, bukit, lembah) dan bentang alam perairan (contoh: pantai, sungai, danau, rawa, laut) beserta ciri dasarnya (10 menit).
  • Murid bermain kuis tantangan cepat 'Tepuk Bentang Alam' berpasangan: jika guru menyebut bentang alam daratan murid bertepuk tangan sekali, jika bentang alam perairan murid bertepuk tangan dua kali secara seru dan menggembirakan (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkelompok (3-4 orang) menerima Lembar Klasifikasi Bentang Alam dan 6 kartu gambar ragam bentang alam berikut: (1) Dataran Rendah, (2) Sungai, (3) Gunung, (4) Pantai, (5) Danau, (6) Bukit (5 menit).
  • Secara berkolaborasi dan bernalar kritis, setiap kelompok mengklasifikasikan ke-6 kartu tersebut ke dalam dua kolom pada lembar kerja: Kolom 'Bentang Alam Daratan' dan Kolom 'Bentang Alam Perairan' disertai ciri dasarnya (acuan: Daratan = Dataran Rendah [tanah datar ketinggian 0-200 mdpl], Gunung [permukaan menjulang tinggi >600 mdpl], Bukit [permukaan tanah lebih tinggi dari sekitarnya namun lebih rendah dari gunung]; Perairan = Sungai [aliran air memanjang mengalir], Pantai [wilayah perbatasan laut dan darat], Danau [genangan air luas dikelilingi daratan]) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan bentang alam pada papan tulis dan memeriksa ketepatan klasifikasi kelompok masing-masing (10 menit).
  • Murid melakukan refleksi terbimbing mengenai ketelitian dalam membedakan ciri bentang alam daratan dan perairan di lingkungan daerah tempat tinggalnya (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pembagian dua klasifikasi utama bentang alam di daerah tempat tinggal (daratan dan perairan) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama murid, dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (keterkaitan bentang alam dengan profesi masyarakat) sebelum kelas diakhiri dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar dengan keterangan teks ciri visual bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, serta kartu ragam bentang alam tanpa label nama bagi kelompok yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih kesulitan membedakan dataran rendah dan perairan dangkal (rawa/pantai), sementara kelompok yang mandiri langsung mengklasifikasikan seluruh kartu.
  • Produk: Kelompok dapat menyajikan klasifikasi dalam bentuk tabel tempel kartu atau menuliskan daftar klasifikasi secara mandiri pada format tabel klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat: Murid menunjukkan kartu respons saat melihat 2 gambar bentang alam. Butir 1: Gambar Gunung (acuan jawaban: Daratan). Butir 2: Gambar Danau (acuan jawaban: Perairan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok dan penilaian ketepatan hasil klasifikasi 6 kartu bentang alam pada lembar kerja (acuan: Kelompok Daratan = Dataran Rendah, Gunung, Bukit; Kelompok Perairan = Sungai, Pantai, Danau).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 2 butir penutup sebelum keluar kelas. Butir 1: 'Sebutkan kategori bentang alam untuk Sungai!' (acuan: Perairan). Butir 2: 'Sebutkan kategori bentang alam untuk Dataran Tinggi!' (acuan: Daratan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Menjawab klasifikasi 2 gambar awal (Gambar A: Gunung, Gambar B: Danau) menggunakan kartu simbol.
  • Asesmen proses (Lembar Klasifikasi Bentang Alam): Mengelompokkan 6 kartu ragam bentang alam ke dalam kategori Daratan dan Perairan beserta ciri dasarnya secara tepat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan ragam bentang alamMengklasifikasikan 1-2 dari 6 bentang alam (Dataran Rendah, Sungai, Gunung, Pantai, Danau, Bukit) ke dalam kategori daratan dan perairan secara tepat dengan bimbingan penuh guru.Mengklasifikasikan 3-4 dari 6 bentang alam (Dataran Rendah, Sungai, Gunung, Pantai, Danau, Bukit) ke dalam kategori daratan dan perairan secara tepat.Mengklasifikasikan 5 dari 6 bentang alam (Dataran Rendah, Sungai, Gunung, Pantai, Danau, Bukit) ke dalam kategori daratan dan perairan secara tepat dan mandiri.Mengklasifikasikan seluruhnya (6 dari 6) bentang alam (Dataran Rendah, Sungai, Gunung, Pantai, Danau, Bukit) ke dalam kategori daratan dan perairan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan ciri-ciri spesifik antara bentang alam daratan dan bentang alam perairan dengan jelas?
  • Bagaimana pembagian peran antar-murid dalam kelompok selama kegiatan pengelompokan kartu bentang alam?

Murid:

  • Bentang alam apa saja yang paling sering kamu temui di sekitar daerah tempat tinggalmu?
  • Bagian mana dari kegiatan mengelompokkan bentang alam hari ini yang paling mudah atau paling menantang bagimu?

Pertemuan 6 — Mengklasifikasikan Keterkaitan Bentang Alam dengan Ragam Profesi Masyarakat Daerah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat di daerah tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memandu doa pembuka bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengelompokkan jenis profesi masyarakat berdasarkan bentang alam tempat mereka tinggal (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) Sebutkan 1 contoh profesi di daerah pantai (acuan: nelayan/petani garam/pemandu wisata pantai); (2) Sebutkan 1 contoh profesi di dataran tinggi pegunungan (acuan: pemetik teh/petani sayur/pemandu pendakian) untuk memetakan pemahaman murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar mengenai 4 kategori bentang alam utama (Pesisir/Pantai, Dataran Rendah, Dataran Tinggi/Pegunungan, dan Daerah Aliran Sungai) serta keterkaitannya dengan aktivitas pekerjaan penduduk (10 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat tebak pasangan profesi dan bentang alam untuk memverifikasi pemahaman konsep awal (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menerima amplop berisi lembar klasifikasi beserta 8 kartu profesi masyarakat berikut: (1) Nelayan penangkap ikan laut, (2) Petani garam, (3) Petani padi sawah irigasi, (4) Buruh pabrik tekstil perkotaan, (5) Petani sayur dan teh, (6) Peternak sapi perah pegunungan, (7) Petani tambak ikan nila sungai, (8) Penambang pasir tepi sungai (5 menit).
  • Murid secara berkelompok mengklasifikasikan ke-8 kartu profesi tersebut ke dalam tabel 4 kolom bentang alam pada lembar kerja (acuan tepat: Pesisir/Pantai = kartu 1 dan 2; Dataran Rendah = kartu 3 dan 4; Dataran Tinggi = kartu 5 dan 6; Daerah Aliran Sungai = kartu 7 dan 8) (15 menit).
  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi kelompok di papan tulis dengan memeriksa ketepatan penempatan setiap kartu pada kolom bentang alam yang sesuai (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali lembar kerjanya dan mengevaluasi apakah ada profesi yang salah dikelompokkan serta mengenali alasan keterkaitan lingkungan tempat tinggal dengan pekerjaan tersebut secara berkesadaran (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa ragam profesi masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi dan potensi bentang alam tempat tinggal (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas keaktifan kelompok, menginformasikan kegiatan observasi pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu profesi yang dilengkapi gambar ilustrasi aktivitas kerja; murid yang sudah mahir menerima kartu profesi berupa teks deskripsi tugas pekerjaan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam mengelompokkan 4 kartu terlebih dahulu; murid yang cepat dapat mengklasifikasikan langsung ke-8 kartu secara mandiri dalam kelompok.
  • Produk: Format penempelan kartu klasifikasi disesuaikan pada lembar kerja matrik 4 bentang alam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Di daerah pantai yang luas air lautnya, pekerjaan apa yang biasanya dilakukan warga?' (acuan: nelayan, petani garam, atau pembudidaya rumput laut); (2) 'Di daerah pegunungan yang dingin dan berbukit, apa pekerjaan yang umum dijumpai?' (acuan: petani sayur, pemetik daun teh, atau peternak sapi perah).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja klasifikasi 8 kartu profesi pada lembar kerja kelompok dengan acuan tepat: Kolom Pesisir/Pantai memuat Nelayan penangkap ikan laut dan Petani garam; Kolom Dataran Rendah memuat Petani padi sawah irigasi dan Buruh pabrik tekstil perkotaan; Kolom Dataran Tinggi memuat Petani sayur dan teh serta Peternak sapi perah pegunungan; Kolom Daerah Aliran Sungai memuat Petani tambak ikan nila sungai dan Penambang pasir tepi sungai.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menentukan kategori bentang alam yang tepat untuk 2 profesi berikut: (1) Penjual cinderamata kerang laut (acuan: Pesisir/Pantai); (2) Pemandu wisata kebun stroberi perbukitan (acuan: Dataran Tinggi).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal klasifikasi profesi terhadap bentang alam
  • Penilaian kinerja klasifikasi 8 kartu profesi ke dalam 4 kategori bentang alam pada Lembar Kerja Kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengklasifikasikan Profesi Berdasarkan Bentang AlamMengklasifikasikan 1-2 dari 8 kartu profesi ke dalam kategori bentang alam yang tepat sesuai acuan.Mengklasifikasikan 3-5 dari 8 kartu profesi ke dalam kategori bentang alam yang tepat sesuai acuan.Mengklasifikasikan 6-7 dari 8 kartu profesi ke dalam kategori bentang alam yang tepat sesuai acuan.Mengklasifikasikan seluruh (8 dari 8) kartu profesi ke dalam kategori bentang alam yang tepat secara mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit untuk klasifikasi kartu profesi mencukupi bagi seluruh kelompok?
  • Bagian klasifikasi bentang alam mana yang paling sering membingungkan murid saat memasangkan profesi?

Murid:

  • Profesi apa yang paling mudah kamu tebak bentang alam tempat asalnya?
  • Mengapa jenis pekerjaan orang di sekitar sungai berbeda dengan orang yang tinggal di dekat pantai?

Pertemuan 7 — Mengamati Fenomena Bentang Alam di Lingkungan Sekitar dan Mencatat Hasil Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Mengamati fenomena bentang alam dan profesi masyarakat secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mengamati fenomena bentang alam di lingkungan sekitar dan mencatat hasil pengamatan ke dalam lembar kerja (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar fenomena permukaan bumi: (1) Gambar hamparan tanah datar luas (acuan: dataran rendah); (2) Gambar gundukan tanah tinggi dengan lereng landai (acuan: perbukitan); (3) Gambar aliran air yang mengalir di antara daratan (acuan: sungai). Murid mengidentifikasi nama bentang alam berdasarkan gambar tersebut (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan pengantar panduan observasi dan menjelaskan 3 unsur fenomena bentang alam yang diamati menggunakan pancaindra: (1) Bentuk fisik permukaan (datar, miring/curam, bergelombang); (2) Keberadaan perairan alami (ada aliran air sungai, parit alami, genangan/danau, atau kering); (3) Kondisi tutupan tanah/vegetasi (tanah terbuka, berbatu, padang rumput, atau pepohonan lebat) (7 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menerima Lembar Pengamatan Bentang Alam Sekitar yang memuat kolom: Lokasi Titik Amati, Ciri Permukaan, Kondisi Perairan, dan Jenis Bentang Alam (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan kegiatan jelajah 'Detektif Bentang Alam' di area terbuka lingkungan sekolah (halaman, batas pagar luar, taman sekolah, atau area kontur tanah miring) untuk mengamati fenomena fisik bentang alam nyata di sekitar (18 menit).
  • Murid secara berpasangan/berkelompok mengamati 2 titik amati berbeda di sekitar sekolah dan mencatat hasil amatan pada lembar kerja sesuai fakta fisik: Titik 1 (misalnya: halaman utama - permukaan datar, tidak ada genangan perairan, tanah lapang padat) dan Titik 2 (misalnya: area taman belakang/lereng batas sekolah - permukaan miring, terdapat ceruk/saluran air tanah alami, tanah gembur berumput) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid kembali ke kelas, saling mencocokkan catatan hasil pengamatan antar-anggota kelompok untuk memeriksa kelengkapan data ciri fisik bentang alam yang telah dicatat (5 menit).
  • Perwakilan murid membacakan catatan hasil pengamatan salah satu titik amati dan guru mengonfirmasi kesesuaian antara ciri fisik yang diamati dengan kategori bentang alam yang dicatat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keterampilan mengamati secara teliti dan mencatat fakta fisik bentang alam di lingkungan sekitar secara objektif (3 menit).
  • Guru memberikan pengantar bahwa hasil keterampilan mencatat amatan fisik ini akan dilanjutkan pada pertemuan ke-8 untuk mengamati profesi masyarakat di sekitar bentang alam tersebut, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan panduan kata kunci pilihan ciri fisik (misal: datar/miring, basah/kering) bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca dan mencatat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat mengamati kontur permukaan tanah di titik amati, sedangkan murid yang mandiri mengamati detail perbedaan elevasi secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat mencatat hasil pengamatan berupa teks uraian kata sederhana atau melengkapinya dengan sketsa garis kontur sederhana pada kolom tabel yang tersedia.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi 3 gambar fenomena permukaan bumi: (1) Gambar hamparan tanah datar luas (acuan jawaban: dataran rendah); (2) Gambar gundukan tanah tinggi dengan lereng (acuan jawaban: bukit/perbukitan); (3) Gambar aliran air alami memanjang (acuan jawaban: sungai). Kriteria kesiapan: murid mampu mengenali minimal 2 dari 3 fenomena bentang alam dengan benar.

Proses:

  • Lembar observasi kegiatan mencatat bentang alam di lingkungan sekitar dengan 2 indikator: (1) Ketepatan mengamati kondisi fisik permukaan dan perairan pada 2 titik amati; (2) Kelengkapan pengisian data amatan pada tabel pengamatan (lokasi titik amati, ciri permukaan, kondisi perairan, kesimpulan jenis bentang alam).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Pengamatan Bentang Alam Sekitar milik murid dengan kriteria penerimaan: terisi lengkap 2 titik amati yang memuat catatan kondisi permukaan (datar/miring/bergelombang), kondisi perairan (ada/kering), dan penentuan jenis bentang alam yang logis sesuai data fisik nyata lingkungan sekolah yang diamati.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena bentang alam langsung di lingkungan terbuka sekolah
  • Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian catatan Lembar Pengamatan Bentang Alam Sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena fisik bentang alam sekitarBelum mampu mengamati ciri fisik permukaan tanah dan perairan di lingkungan sekitar meskipun telah diarahkan langsung oleh guru.Mampu mengamati sebagian ciri fisik permukaan tanah atau perairan pada 1 titik amati dengan bimbingan intensif guru.Mampu mengamati ciri fisik permukaan tanah dan perairan pada 2 titik amati di lingkungan sekitar secara tepat dan mandiri.Mampu mengamati seluruh ciri fisik permukaan tanah, variasi kemiringan, dan kondisi perairan pada lebih dari 2 titik amati secara cermat, detail, dan mandiri.
Mencatat hasil pengamatan bentang alam pada lembar kerjaBelum dapat mencatat hasil pengamatan ke dalam kolom tabel lembar kerja.Mencatat hasil amatan pada tabel tetapi belum lengkap (hanya mengisi 1 kolom ciri fisik atau data tidak sesuai kondisi nyata titik amati).Mencatat seluruh data hasil pengamatan (titik amati, ciri permukaan, perairan, dan kesimpulan jenis bentang alam) secara lengkap dan sesuai fakta fisik nyata pada 2 titik amati.Mencatat seluruh data hasil pengamatan secara lengkap, rinci dengan deskripsi terperinci pada setiap aspek fisik bentang alam, serta rapi tanpa ada bagian yang terlewat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 18 menit dan 15 menit cukup bagi murid untuk mengamati dan mencatat kondisi fisik permukaan tanah di luar kelas?
  • Bagian mana dari panduan observasi yang paling dipahami atau masih membingungkan murid saat melakukan pencatatan di lembar kerja?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu temukan tentang bentuk permukaan tanah di sekitar sekolah kita hari ini?
  • Apakah kamu mengalami kesulitan saat mencatat ciri-ciri bentang alam ke dalam tabel pengamatan?

Pertemuan 8 — Mengamati Keterkaitan Profesi Masyarakat dengan Bentang Alam Sekitar serta Mencatat Hasilnya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Mengamati fenomena bentang alam dan profesi masyarakat secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena bentang alam dan profesi masyarakat di sekitar serta mencatat hasil pengamatan pada tabel yang disediakan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menampilkan 3 gambar profesi (Gambar 1: Petani sayur di kebun lereng bukit; Gambar 2: Nelayan menjala ikan di pantai; Gambar 3: Pedagang kelontong di perkampungan) lalu meminta murid menebak bentang alam tempat profesi tersebut bekerja (acuan jawaban benar: Gambar 1 = dataran tinggi/pegunungan; Gambar 2 = pesisir pantai/laut; Gambar 3 = dataran rendah/pemukiman) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak panduan pengamatan dari guru mengenai cara mengamati bentang alam di lingkungan sekitar dan mengidentifikasi ragam profesi yang ada beserta keterkaitannya dengan kondisi alam tersebut (5 menit).
  • Murid mencermati format Lembar Pengamatan Profesi dan Bentang Alam yang memuat 4 kolom: (1) Lokasi/Area yang Diamati, (2) Ciri Bentang Alam Sekitar, (3) Profesi/Mata Pencaharian yang Ditemukan, (4) Alasan Keterkaitan Pekerjaan dengan Bentang Alam Tersebut (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan pemanasan cepat 'Tebak Detektif Profesi' berpasangan: murid mencocokkan 3 kartu bentang alam dengan kartu profesi yang tepat (Kartu A: Daerah Pesisir -> Nelayan dan Petani Garam; Kartu B: Dataran Tinggi -> Petani Teh dan Pemandu Wisata Kebun; Kartu C: Dataran Rendah -> Petani Padi dan Karyawan Pabrik) (5 menit).
  • Murid secara berpasangan melakukan pengamatan langsung di area sekitar sekolah/jendela kelas serta lingkungan tempat tinggal yang sudah diobservasi untuk mencatat minimal 3 profesi nyata masyarakat dan ciri bentang alam tempat mereka beraktivitas (8 menit).
  • Murid mencatat data hasil pengamatan ke dalam Lembar Pengamatan secara lengkap (memuat nama profesi, bentang alamnya, dan keterkaitan antara aktivitas kerja dengan potensi alam tersebut) secara mandiri atau berpasangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan catatan hasil pengamatan dan memastikan keterkaitan antara profesi yang dicatat dengan bentang alam di sekitarnya sudah logis dan sesuai fakta pengamatan (7 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap catatan pengamatan murid dan memberi apresiasi atas ketelitian murid dalam mengamati fenomena sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa profesi atau pekerjaan masyarakat di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi dan potensi bentang alam di sekitarnya (5 menit).
  • Guru memberikan pengantar persiapan untuk kegiatan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar bentang alam dan profesi untuk murid yang membutuhkan bantuan konkret dalam mengamati.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan pendampingan, guru memandu pengamatan terfokus pada 2 profesi terdekat di lingkungan sekolah; bagi murid cepat, murid diminta mengamati dan mencatat hingga 4 profesi berbeda.
  • Produk: Catatan hasil pengamatan dapat berupa tabel berformat standar atau tabel bergambar sesuai kenyamanan murid dalam mencatat data.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik mencocokkan 3 profesi dengan bentang alamnya melalui gambar: (1) Petani sayur lereng bukit -> dataran tinggi; (2) Nelayan menjala ikan -> pesisir pantai; (3) Pedagang kelontong perkampungan -> dataran rendah/pemukiman.

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati lingkungan sekitar dan memeriksa pengisian Lembar Pengamatan (kelengkapan mencatat nama bentang alam, jenis profesi, dan penjelasannya sesuai kriteria acuan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid mengumpulkan Lembar Pengamatan keterkaitan profesi dan bentang alam dengan acuan ketercapaian terisi minimal 3 data profesi beserta bentang alam dan keterkaitannya secara logis.

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar catatan pengamatan keterkaitan profesi dan bentang alam menggunakan rubrik observasi dan kelengkapan data.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Mengamati Fenomena Bentang Alam dan ProfesiHanya dapat mengamati dan mencatat 1 profesi tanpa mencatat ciri bentang alam di sekitarnya.Dapat mengamati dan mencatat 2 profesi beserta bentang alam di sekitarnya dengan bantuan arahan langsung dari guru.Dapat mengamati dan mencatat 3 profesi beserta bentang alam di sekitarnya secara mandiri dan tepat.Dapat mengamati dan mencatat lebih dari 3 profesi beserta bentang alam di sekitarnya secara mandiri, lengkap, dan rinci.
Pencatatan Keterkaitan Profesi dengan Bentang Alam SekitarBelum dapat mencatat alasan logis keterkaitan antara profesi yang diamati dengan kondisi bentang alam sekitar.Dapat mencatat 1 alasan logis keterkaitan profesi dengan bentang alam sekitar secara tepat dengan bimbingan guru.Dapat mencatat minimal 3 alasan logis keterkaitan antara profesi yang diamati dengan bentang alam sekitar secara mandiri dan tepat.Dapat mencatat lebih dari 3 keterkaitan antara profesi yang diamati dengan bentang alam sekitar secara mandiri, tepat, dan sangat jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat melakukan pengamatan lingkungan secara aktif dan fokus?
  • Apakah langkah pembelajaran membantu murid memahami keterkaitan nyata antara kondisi geografis/bentang alam dengan mata pencaharian warga sekitar?

Murid:

  • Pekerjaan apa saja yang berhasil kamu temukan dan amati hari ini di lingkungan sekitarmu?
  • Bagaimana bentang alam di sekitarmu membantu pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
  • TP 4.5.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
  • TP 4.5.3 Mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat di daerah tempat tinggal
  • TP 4.5.4 Mengamati fenomena bentang alam dan profesi masyarakat secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta alat tulis murid di meja masing-masing (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk mengukur capaian membaca peta serta klasifikasi dan catatan pengamatan bentang alam secara tertib dan mandiri (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Sumatif Bagian 1 (Tabel Klasifikasi Bentang Alam dan Catatan Pengamatan Fenomena Lingkungan & Profesi) dan menjelaskan tata tertib pengerjaan mandiri, serta membagi murid ke dalam 14 pasangan giliran meja unjuk kerja navigasi peta (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan penugasan Lembar Kerja Bagian 1 secara mandiri selama 35 menit yang memuat: (1) Klasifikasi 4 bentang alam berikut ke kolom yang tepat: Pegunungan/Dataran Tinggi, Dataran Rendah, Pantai/Pesisir, Perairan Sungai/Danau (acuan kunci: Pegunungan/Dataran Tinggi -> dingin/perkebunan teh/sayur; Dataran Rendah -> permukiman/sawah padi/industri; Pantai -> pesisir laut/tambak garam/nelayan; Sungai/Danau -> budidaya ikan tawar/irigasi); (2) Lembar catatan pengamatan fenomena bentang alam sekitar dan kaitannya dengan profesi masyarakat (acuan kriteria: mencatat 1 fenomena bentang alam nyata sekitar sekolah/tempat tinggal beserta 2 profesi masyarakat yang bergantung padanya secara logis) (35 menit).
  • Secara simultan dan bergantian terpandu, 14 pasangan murid dipanggil ke meja uji untuk dinilai unjuk kerjanya selama 20 menit (rata-rata 1,5 menit per pasang) dalam: (1) Menunjukkan letak dan batas kabupaten/kota serta provinsi tempat tinggal pada atlas/peta cetak konvensional; (2) Mengetik dan menandai titik lokasi kabupaten/kota serta provinsi tempat tinggal pada peta digital (aplikasi peta/Google Maps) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memeriksa kelengkapan pengumpulan seluruh lembar kerja murid dan mengajak murid merefleksikan proses penyelesaian tugas secara hening mengenai hal yang sudah dikuasai dan tantangan membaca peta (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman akhir pembelajaran Bab 5 mengenai pentingnya memahami letak geografis daerah dan kekayaan bentang alam nusantara (1 menit).
  • Guru mengapresiasi integritas dan kemandirian murid selama asesmen berlangsung serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses berupa penyediaan atlas cetak dengan kontras warna jelas serta perangkat digital dengan ukuran tampilan layar yang dapat diperbesar bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengubah objek tugas.
  • Proses: Pemberian instruksi bertahap yang dibacakan ulang secara personal di meja asesmen bagi murid yang memerlukan penyesuaian pemrosesan informasi tanpa mengurangi standar penilaian.
  • Produk: Format lembar kerja dengan ruang tulis bergaris panduan lebih lebar bagi murid yang memerlukan dukungan motorik halus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan perlengkapan asesmen (alat tulis dan perangkat peta) serta konfirmasi pemahaman petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar cek keterlaksanaan unjuk kerja navigasi peta konvensional dan peta digital secara terpandu di meja asesmen.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi lembar kerja klasifikasi dan pengamatan bentang alam secara serentak serta unjuk kerja membaca peta konvensional dan digital secara terpandu berpasangan: Lembar kerja berisi tabel klasifikasi bentang alam, catatan pengamatan keterkaitan profesi, serta hasil penunjukan lokasi kabupaten/kota dan provinsi pada peta cetak dan peta digital
  • Penugasan lembar kerja klasifikasi dan catatan pengamatan serentak: Tabel klasifikasi ragam bentang alam daerah tempat tinggal beserta lembar catatan pengamatan sederhana mengenai fenomena alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat sekitar (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar klasifikasi dan catatan pengamatan)
  • Unjuk kerja membaca peta konvensional dan penelusuran peta digital: Performa berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit per meja) dalam menunjukkan batas serta posisi kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal pada atlas/peta cetak serta menandai titik lokasi pada perangkat peta digital (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek unjuk kerja navigasi peta konvensional dan digital)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi lembar kerja klasifikasi dan pengamatan bentang alam secara serentak serta unjuk kerja membaca peta konvensional dan digital secara terpandu berpasangan: Lembar kerja berisi tabel klasifikasi bentang alam, catatan pengamatan keterkaitan profesi, serta hasil penunjukan lokasi kabupaten/kota dan provinsi pada peta cetak dan peta digital
  • Penugasan lembar kerja klasifikasi dan catatan pengamatan serentak: Tabel klasifikasi ragam bentang alam daerah tempat tinggal beserta lembar catatan pengamatan sederhana mengenai fenomena alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat sekitar (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar klasifikasi dan catatan pengamatan)
  • Unjuk kerja membaca peta konvensional dan penelusuran peta digital: Performa berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit per meja) dalam menunjukkan batas serta posisi kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal pada atlas/peta cetak serta menandai titik lokasi pada perangkat peta digital (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek unjuk kerja navigasi peta konvensional dan digital)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penunjukan Letak pada Peta Konvensional (TP 4.5.1)Belum mampu menunjukkan posisi kabupaten/kota maupun batas provinsi tempat tinggal pada peta cetak.Mampu menunjukkan letak kabupaten/kota ATAU batas provinsi tempat tinggal pada peta cetak dengan tepat.Mampu menunjukkan letak kabupaten/kota DAN batas provinsi tempat tinggal pada peta cetak dengan tepat secara mandiri.Mampu menunjukkan letak kabupaten/kota, batas provinsi, serta menyebutkan orientasi arah mata angin wilayah sekitarnya pada peta cetak secara cepat dan tepat.
Penunjukan Letak pada Peta Digital (TP 4.5.2)Belum mampu menelusuri atau menandai letak kabupaten/kota dan provinsi pada aplikasi peta digital.Mampu menemukan titik letak kabupaten/kota ATAU batas wilayah provinsi pada peta digital dengan bantuan navigasi.Mampu menelusuri, menandai titik lokasi kabupaten/kota, serta menampilkan batas provinsi pada peta digital secara mandiri.Mampu menelusuri, menandai titik letak kabupaten/kota dan batas provinsi, serta memanfaatkan fitur perbesaran (zoom) dan layer peta secara lancar dan tepat.
Klasifikasi Bentang Alam dan Profesi (TP 4.5.3)Tepat mengklasifikasikan 1 atau belum ada bentang alam beserta profesinya sesuai acuan (Pegunungan, Dataran Rendah, Pantai, Sungai/Danau).Tepat mengklasifikasikan 2 dari 4 bentang alam beserta profesi masyarakat yang sesuai dengan acuan kunci.Tepat mengklasifikasikan 3 dari 4 bentang alam beserta profesi masyarakat yang sesuai dengan acuan kunci.Tepat mengklasifikasikan seluruh (4 dari 4) bentang alam beserta profesi masyarakat yang sesuai dengan acuan kunci secara lengkap.
Pencatatan Pengamatan Fenomena Alam dan Profesi (TP 4.5.4)Belum mencatat fenomena bentang alam sekitar atau catatan tidak relevan dengan kondisi daerah.Mencatat 1 fenomena bentang alam sekitar, namun belum mengaitkannya dengan profesi masyarakat secara logis.Mencatat 1 fenomena bentang alam sekitar beserta 1-2 profesi masyarakat yang bergantung padanya secara logis dan runtut.Mencatat 1 fenomena bentang alam sekitar beserta lebih dari 2 keterkaitan profesi masyarakat yang logis, lengkap, dan detail berdasarkan hasil amatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penilaian unjuk kerja navigasi peta berpasangan mencukupi untuk mengamati performa seluruh murid secara objektif?
  • Bagian materi mana dari Bab 5 yang masih membutuhkan penguatan tindak lanjut pada murid berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang terasa paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Setelah menyelesaikan asesmen ini, seberapa yakin kamu dapat menggunakan peta konvensional dan peta digital dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi 2023 (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023 (Kemendikbudristek)
  3. Peta Dinding Konvensional / Atlas Provinsi setempat
  4. Lembar Kerja Siswa dan Kartu Misi 'Detektif Peta'
  5. Atlas Indonesia dan Dunia / Lembar Peta Cetak Provinsi dan Kepulauan Indonesia
  6. Peta Dinding Konvensional Wilayah Provinsi
  7. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV
  8. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV
  9. Aplikasi Google Maps / OpenStreetMap / Peta Digital daring
  10. Gawai (Komputer/Laptop/Tablet sekolah) atau layar proyektor interaktif
  11. Lembar Eksplorasi Peta Digital
  12. Perangkat komputer/laptop/tablet/gawai dengan koneksi internet
  13. Aplikasi peta digital daring (Google Maps / Google Earth)
  14. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023 (Kemendikbudristek) Bab 5
  15. Lembar Kerja Murid 'Detektif Batas Provinsi'
  16. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
  17. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
  18. Set Kartu Bergambar Ragam Bentang Alam (Dataran Rendah, Sungai, Gunung, Pantai, Danau, Bukit)
  19. Lembar Klasifikasi Bentang Alam (Tabel Kategori Daratan & Perairan)
  20. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  21. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023, Bab 5: Ini Khas Daerahku!
  22. Set kartu gambar profesi masyarakat dan papan lembar klasifikasi bentang alam 4 kolom
  23. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi (2023), Bab 5 'Ini Khas Daerahku!'
  24. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi (2023), Bab 5, Halaman 104-105
  25. Lingkungan area terbuka sekolah (lapangan, halaman, taman kontur tanah sekitar sekolah)
  26. Lembar Kerja Murid: Tabel Pengamatan Fenomena Bentang Alam Sekitar
  27. 3 Gambar diagnostik fenomena bentang alam (dataran rendah, perbukitan, sungai)
  28. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 5: Ini Khas Daerahku!
  29. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Topik C Halaman 112–116
  30. Lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal murid
  31. Kartu Permainan Tebak Detektif Profesi dan Lembar Kerja Pengamatan Bentang Alam & Profesi
  32. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas IV Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023
  33. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas IV Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023 Bab 3 & Bab 5
  34. Atlas Indonesia / Peta Cetak Dinding Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota
  35. Perangkat gawai/komputer tablet dengan akses aplikasi peta digital (Google Maps/OpenStreetMap)
  36. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bagian 1 dan Lembar Observasi Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.