Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Eksperimen Efek Rumah Kaca: Pengamatan Perubahan Suhu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Eksperimen Efek Rumah Kaca: Pengamatan Perubahan Suhu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Eksperimen Efek Rumah Kaca: Pengamatan Perubahan Suhu

IPAS - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Eksperimen Efek Rumah Kaca: Pengamatan Perubahan Suhu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikEksperimen Efek Rumah Kaca: Pengamatan Perubahan Suhu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati proses efek rumah kaca menggunakan alat bantu pengukuran sederhana.
  2. Murid dapat membandingkan hasil pengamatan eksperimen dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya dan memberikan penjelasan sederhana tentang hubungan antara gas CO₂ dan kenaikan suhu.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian masuk ke dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari dalam waktu lama? Apa yang kalian rasakan, dan mengapa di dalam mobil bisa jauh lebih panas daripada di luar?
  2. Apa yang kalian perkirakan akan terjadi pada suhu di dalam stoples yang berisi gas CO₂ dibandingkan stoples yang hanya berisi udara biasa, jika keduanya diletakkan di bawah sinar matahari atau lampu?
  3. Mengapa para ilmuwan sangat khawatir dengan meningkatnya gas CO₂ di atmosfer bumi kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (2 menit).
  • Guru menampilkan gambar rumah kaca (greenhouse) yang digunakan untuk berkebun dan meminta murid mengamatinya selama 1 menit (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menjawab secara lisan dua pertanyaan singkat — (1) 'Apa itu gas CO₂?' dan (2) 'Menurutmu, apa yang terjadi jika panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi?' Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal (4 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian masuk ke dalam mobil yang diparkir lama di bawah matahari? Mengapa di dalam terasa lebih panas?' Beri kesempatan 2-3 murid menjawab (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan gambaran singkat kegiatan eksperimen yang akan dilakukan (2 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang dan memastikan alat dan bahan sudah tersedia di meja masing-masing kelompok (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat konsep efek rumah kaca: atmosfer bumi bekerja seperti dinding kaca pada rumah kaca — membiarkan sinar matahari masuk tetapi menahan panas agar tidak keluar. Gas CO₂ adalah salah satu gas yang menahan panas tersebut (3 menit).
  • Guru menampilkan infografis efek rumah kaca dari Buku Siswa dan meminta murid mengamatinya dengan penuh perhatian (Berkesadaran). Ajak murid menghubungkan gambar dengan pengalaman nyata mereka — misalnya mobil yang panas atau rumah kaca kebun (Bermakna) (3 menit).
  • Guru menjelaskan rancangan eksperimen: kelompok akan membandingkan suhu di dalam stoples kontrol (hanya udara biasa) dengan stoples yang mengandung gas CO₂ (dihasilkan dari reaksi soda kue dan cuka). Guru mendemonstrasikan cara mencampur soda kue dan cuka untuk menghasilkan CO₂ (4 menit).
  • Sebelum memulai eksperimen, setiap murid secara mandiri mengisi bagian A lembar kerja: menuliskan prediksi — 'Menurutmu, stoples mana yang suhunya akan lebih tinggi setelah dijemur/disinari? Mengapa?' (Berkesadaran — murid diajak menyadari pengetahuan awal mereka sendiri) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menyiapkan stoples sesuai instruksi lembar kerja: stoples kontrol diisi udara biasa dan ditutup rapat; stoples perlakuan diisi campuran soda kue dan cuka untuk menghasilkan gas CO₂, lalu ditutup rapat dengan plastik wrap atau penutup (Menggembirakan — murid antusias melihat reaksi gelembung CO₂) (5 menit).
  • Murid mengukur dan mencatat suhu awal di dalam masing-masing stoples menggunakan termometer sederhana, lalu mencatat di tabel pengamatan bagian B lembar kerja (2 menit).
  • Kedua stoples diletakkan di bawah lampu/sinar matahari. Murid mengukur dan mencatat suhu setiap 5 menit sekali selama 15 menit (tiga kali pencatatan). Guru mengingatkan agar celah stoples tetap tertutup rapat setelah pengukuran agar CO₂ tidak keluar (15 menit).
  • Selama menunggu, guru berkeliling ke setiap kelompok mengajukan pertanyaan pancingan: 'Apakah suhu sudah berubah? Stoples mana yang lebih cepat panas? Apakah sesuai prediksimu?' (Asesmen proses — observasi dan tanya jawab) (dilakukan bersamaan dengan langkah pengukuran).
  • Setelah tiga kali pencatatan selesai, setiap murid mengisi bagian C lembar kerja: membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi awal dan menjawab pertanyaan diskusi kelompok — (1) Stoples mana yang suhunya paling tinggi? (2) Mengapa stoples berisi CO₂ lebih panas? (3) Apa kaitan percobaan ini dengan bumi kita? (Bermakna — menghubungkan data eksperimen dengan fenomena nyata) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan 2-3 kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan perbandingan data mereka di depan kelas. Kelompok lain diminta menyimak dan memberi tanggapan singkat (5 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apa yang membuat hasil eksperimen kalian berbeda atau sama dengan prediksi?' dan 'Jika gas CO₂ di atmosfer bumi terus bertambah, apa yang mungkin terjadi pada suhu bumi kita?' (Berkesadaran — murid diminta menyadari implikasi dari data yang mereka kumpulkan sendiri) (4 menit).
  • Guru memperkuat konsep menggunakan infografis efek rumah kaca dari Buku Siswa, menghubungkan hasil eksperimen stoples dengan cara atmosfer bumi menahan panas (Bermakna) (3 menit).
  • Setiap murid mengisi bagian D lembar kerja secara mandiri: menuliskan kesimpulan percobaan dalam bentuk 2-3 kalimat — apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan kaitannya dengan efek rumah kaca di bumi (Berkesadaran — murid merumuskan sendiri pemahaman mereka) (4 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi diri dengan menjawab 2 pertanyaan di kartu refleksi kecil (sticky note atau selembar kertas): (1) 'Hal baru apa yang aku pelajari hari ini?' dan (2) 'Apa yang masih membuatku bingung?' (3 menit).
  • Guru meminta beberapa murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: meminta murid menjawab secara lisan atau tertulis — 'Dalam satu kalimat, jelaskan mengapa suhu dalam stoples berisi CO₂ lebih tinggi daripada stoples berisi udara biasa.' (2 menit).
  • Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menyampaikan pesan nilai: 'Seperti CO₂ yang memerangkap panas, tindakan kita sehari-hari juga bisa berdampak besar pada bumi. Kita perlu bijak menjaga bumi kita.' (2 menit).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya dan meminta murid merapikan alat bahan serta membersihkan meja (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep CO₂: guru menyediakan kartu visual bergambar (kartu info singkat bergambar molekul CO₂ dan ilustrasi efek rumah kaca) sebagai panduan tambahan. Untuk murid yang sudah memahami: guru menambahkan pertanyaan pengayaan di lembar kerja — 'Apa aktivitas manusia yang menghasilkan banyak CO₂? Bagaimana cara menguranginya?'
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru menyediakan panduan langkah percobaan bergambar (step-by-step visual), dan pasangkan dengan teman sebaya yang lebih cepat memahami (peer tutoring). Untuk murid cepat: setelah menyelesaikan tabel pengamatan, mereka diminta membuat grafik sederhana dari data suhu yang mereka kumpulkan (suhu vs. waktu).
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan kesimpulan di bagian D lembar kerja: dalam bentuk tulisan paragraf, poin-poin, atau gambar berseri dengan keterangan singkat — sesuai kenyamanan dan kekuatan ekspresi masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan dua pertanyaan diagnostik di awal pendahuluan: (1) 'Apa itu gas CO₂?' dan (2) 'Apa yang terjadi jika panas matahari terperangkap di atmosfer bumi?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid sebelum eksperimen dimulai.
  • Pengisian prediksi di bagian A lembar kerja sebelum eksperimen dilakukan: murid menuliskan dugaan mereka tentang stoples mana yang suhunya paling tinggi beserta alasannya.

Proses:

  • Observasi keterampilan proses saat eksperimen berlangsung: cara murid menyiapkan stoples, menggunakan termometer, membaca skala, dan mencatat data di tabel pengamatan.
  • Tanya jawab guru saat berkeliling ke kelompok: 'Stoples mana yang lebih panas sekarang? Apakah sesuai prediksimu? Mengapa menurutmu bisa begitu?' — untuk memantau perkembangan pemahaman secara real-time.
  • Diskusi kelompok bagian C lembar kerja: guru mengamati proses diskusi dan kualitas jawaban pertanyaan diskusi (ketepatan perbandingan data vs. prediksi dan penjelasan yang diberikan).

Akhir:

  • Penilaian kesimpulan tertulis bagian D lembar kerja menggunakan rubrik 4 level: dinilai berdasarkan kelengkapan data yang digunakan, ketepatan hubungan CO₂ dan suhu, serta kejelasan bahasa.
  • Jawaban lisan/tertulis satu kalimat di penutup sebagai bukti pemahaman akhir murid tentang mekanisme efek rumah kaca dalam eksperimen.
  • Kartu refleksi (sticky note): digunakan sebagai data umpan balik guru untuk mengetahui pemahaman yang sudah tercapai dan kesulitan yang masih ada, sebagai acuan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid melakukan eksperimen: keterampilan menggunakan termometer, ketelitian mencatat data, dan keaktifan berdiskusi dalam kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama eksperimen berjalan: guru mengajukan pertanyaan pancingan ke setiap kelompok untuk memantau pemahaman proses.
  • Pengecekan prediksi awal di bagian A lembar kerja: guru melihat apakah prediksi murid sudah menunjukkan pemahaman awal tentang hubungan CO₂ dan suhu.

Sumatif:

  • Isian bagian D lembar kerja (kesimpulan percobaan) dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan penjelasan hubungan CO₂ dan kenaikan suhu.
  • Jawaban lisan atau tertulis akhir di penutup: 'Dalam satu kalimat, jelaskan mengapa suhu stoples berisi CO₂ lebih tinggi.' Dinilai berdasarkan ketepatan dan kejelasan penjelasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan Eksperimen (TP 4.4.5.1): Keterampilan menyiapkan alat-bahan, menggunakan termometer, dan mencatat data pengamatan secara sistematisMurid belum dapat menyiapkan stoples sesuai prosedur dan/atau tidak dapat membaca termometer dengan benar. Tabel pengamatan tidak terisi atau terisi tidak lengkap.Murid dapat menyiapkan stoples dengan bantuan penuh dari guru atau teman. Dapat membaca termometer dengan bantuan, dan mengisi sebagian tabel pengamatan (≥1 dari 3 waktu pengukuran terisi).Murid dapat menyiapkan stoples sesuai prosedur dengan sedikit panduan, membaca termometer secara mandiri dengan hasil yang cukup akurat, dan mengisi tabel pengamatan secara lengkap (3 waktu pengukuran terisi dengan data yang masuk akal).Murid dapat menyiapkan stoples sesuai prosedur secara mandiri dan tepat, membaca serta mencatat data termometer dengan akurat pada semua titik waktu, dan tabel pengamatan terisi lengkap, rapi, serta sistematis tanpa bantuan.
Membandingkan Hasil dan Prediksi (TP 4.4.5.2): Kemampuan membandingkan data hasil pengamatan dengan prediksi awal dan memberikan penjelasanMurid tidak membandingkan hasil dengan prediksi, atau menyebutkan perbandingan tanpa merujuk pada data pengamatan. Tidak memberikan penjelasan tentang mengapa hasilnya demikian.Murid menyebutkan apakah hasil sesuai atau tidak sesuai prediksi, tetapi penjelasan yang diberikan tidak terkait dengan peran CO₂ atau masih sangat umum ('karena panas').Murid membandingkan hasil dengan prediksi berdasarkan data pengamatan dan memberikan penjelasan sederhana yang menyebutkan peran gas CO₂ dalam menahan panas di dalam stoples.Murid membandingkan hasil dengan prediksi secara rinci menggunakan data angka suhu dari tabel pengamatan, memberikan penjelasan yang tepat tentang peran CO₂ menahan panas, dan mengaitkannya dengan fenomena efek rumah kaca pada atmosfer bumi.
Kesimpulan Eksperimen (bagian D Lembar Kerja): Kualitas kesimpulan tertulis yang dibuat muridKesimpulan tidak ditulis, atau hanya menyalin ulang pertanyaan tanpa substansi yang dapat diidentifikasi sebagai hasil eksperimen.Kesimpulan ditulis tetapi hanya menyebutkan hasil (stoples mana yang lebih panas) tanpa menjelaskan mengapa hal itu terjadi atau kaitannya dengan efek rumah kaca.Kesimpulan memuat hasil eksperimen (stoples berisi CO₂ lebih panas) dan penjelasan sederhana yang benar mengenai mengapa CO₂ menyebabkan suhu lebih tinggi.Kesimpulan memuat hasil eksperimen yang didukung data, penjelasan yang tepat tentang peran CO₂, dan kaitan yang jelas antara temuan eksperimen dengan fenomena efek rumah kaca pada bumi — disajikan dengan bahasa yang runtut dan jelas.
Kolaborasi dalam Kelompok: Kualitas partisipasi dan kerja sama saat eksperimen berlangsungMurid pasif selama kegiatan kelompok — tidak turut serta dalam menyiapkan alat, melakukan pengukuran, atau berdiskusi.Murid terlibat dalam satu peran saja (misalnya hanya mencatat atau hanya memegang alat) dan jarang berinteraksi atau berdiskusi dengan anggota kelompok lain.Murid aktif berpartisipasi dalam beberapa peran (pengukuran, pencatatan, diskusi) dan berkontribusi dalam diskusi kelompok dengan memberikan pendapat.Murid berpartisipasi penuh dalam semua tahap kegiatan kelompok, membantu anggota yang kesulitan, dan secara aktif mendorong diskusi kelompok dengan mengajukan pertanyaan atau memberikan ide.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok berhasil menghasilkan gas CO₂ dari reaksi soda kue dan cuka dengan benar? Jika ada yang gagal, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengantisipasinya di pertemuan berikutnya?
  • Sejauh mana murid mampu menghubungkan hasil eksperimen stoples dengan fenomena efek rumah kaca di bumi yang sesungguhnya? Apakah pertanyaan pemantik dan infografis cukup efektif membantu mereka membangun koneksi ini?
  • Apakah alokasi waktu yang direncanakan (2x35 menit) cukup untuk seluruh tahapan kegiatan? Tahap mana yang membutuhkan penyesuaian waktu?
  • Bagaimana respons murid terhadap strategi diferensiasi yang diterapkan — apakah murid yang memerlukan dukungan mendapat bantuan yang cukup tanpa menghambat murid yang lebih cepat?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari desain eksperimen atau lembar kerja agar lebih mudah dipahami dan dilaksanakan secara mandiri oleh murid kelas 4?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang efek rumah kaca yang belum aku ketahui sebelumnya?
  • Apakah hasil eksperimenku sesuai dengan prediksi yang aku buat di awal? Jika berbeda, kira-kira mengapa bisa berbeda?
  • Bagian mana dari eksperimen hari ini yang paling menarik buatku? Mengapa?
  • Apa yang masih membuatku bingung atau ingin aku cari tahu lebih lanjut tentang efek rumah kaca dan perubahan iklim?
  • Apa yang bisa aku lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi gas CO₂ di udara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi, Kemendikbud) — Bab 4: Iklim dan Perubahannya, Topik B (Efek Rumah Kaca), halaman 83-87
  2. Panduan Guru IPAS Kelas 4 SD/MI (Edisi Revisi, Kemendikbud) — Bab 4, halaman 117-119
  3. Lembar Kerja 4.1 (dapat diakses di https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4mm)
  4. Infografis Efek Rumah Kaca dari Buku Siswa (ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
  5. Alat dan bahan eksperimen per kelompok: 2 stoples kaca/plastik bening berpenutup, termometer sederhana (2 buah), soda kue (baking soda) secukupnya, cuka makan secukupnya, plastic wrap atau plastik pembungkup untuk menutup rapat stoples, lampu atau paparan sinar matahari langsung, stopwatch atau jam/timer, alat tulis
  6. Kartu info visual bergambar efek rumah kaca (untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan visual tambahan)
  7. Kartu refleksi (sticky note atau kertas kecil yang dibagikan di akhir pembelajaran)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.