MODUL AJAR IPAS — Kelas 4 (Fase B) Topik: Musim dan Iklim di Indonesia: Mengenal Musim Hujan dan Musim Kemarau INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Musim dan Iklim di Indonesia: Mengenal Musim Hujan dan Musim Kemarau |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi macam-macam musim yang terjadi di Indonesia (musim hujan dan musim kemarau) beserta ciri-cirinya.
- Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang tanda-tanda musim di lingkungan sekitar mereka.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasakan perbedaan cuaca saat bulan Juni dibandingkan bulan Desember? Apa yang berbeda?
- Menurutmu, mengapa di beberapa bulan sering hujan, tetapi di bulan lainnya jarang sekali hujan?
- Tanda-tanda alam apa saja yang bisa kamu lihat atau rasakan untuk mengetahui musim apa yang sedang terjadi di sekitarmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid. (3 menit)
- Guru mengaitkan materi dengan pengetahuan sebelumnya: 'Di kelas 3 kalian sudah belajar tentang cuaca. Masih ingat perbedaan cuaca cerah dan cuaca hujan?' (2 menit)
- Guru menyampaikan asesmen awal: meminta murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat di sticky note/selembar kertas — 'Apa yang kamu ketahui tentang musim di Indonesia?' Guru mengumpulkan dan membaca sekilas untuk memetakan pengetahuan awal murid. (3 menit)
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab secara lisan. (3 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan hari ini secara singkat. (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan dua gambar berdampingan di papan tulis atau layar: suasana hari hujan lebat (tanah basah, langit mendung, anak berjas hujan) dan suasana musim kemarau (tanah kering, langit cerah, sungai surut). Minta murid mengamati kedua gambar selama 1 menit dalam diam. (Berkesadaran)
- Guru bertanya: 'Apa yang kalian lihat? Apa perbedaan yang paling mencolok dari kedua gambar ini?' Tampung jawaban murid di papan tulis dalam dua kolom: 'Musim Hujan' dan 'Musim Kemarau'. (5 menit)
- Guru menjelaskan konsep dua musim di Indonesia secara singkat menggunakan peta konsep sederhana di papan tulis: Indonesia beriklim tropis → hanya memiliki 2 musim → Musim Hujan (ciri-ciri: hujan sering, tanah subur, udara lembap, banyak katak dan tanaman tumbuh subur) dan Musim Kemarau (ciri-ciri: jarang hujan, tanah kering/retak, udara panas, debit air sungai/sumur berkurang). (7 menit) (Bermakna)
- Murid membaca teks singkat 'Iklim dan Musim di Beberapa Daerah' dari buku siswa secara mandiri selama 3 menit, kemudian guru melakukan tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman: 'Apa ciri musim hujan? Apa ciri musim kemarau? Apa perbedaan iklim tropis dan subtropis?' (5 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Pengamatan kepada setiap murid. Lembar kerja berisi tabel dengan kolom: Bulan, Deskripsi Kondisi Lingkungan (cuaca, tanaman, hewan, ketersediaan air), dan Prediksi Musim. (1 menit) (Bermakna)
- Murid mengisi tabel secara individu untuk minimal 4 bulan berbeda berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri tentang kondisi lingkungan sekitar rumah/sekolah. Guru berkeliling membimbing dan memberi pertanyaan pancingan: 'Bulan apa biasanya kamu sering hujan-hujanan? Bulan apa sumur di rumahmu biasanya kering?' (8 menit) (Bermakna)
- Setelah selesai mengisi tabel, murid berpasangan dan mendiskusikan hasil tabel masing-masing: 'Apakah bulan yang kalian tandai musim hujan sama? Apa kesamaan tanda-tanda musim yang kalian temukan?' Minta setiap pasangan mencatat minimal 2 kesamaan dan 1 perbedaan yang mereka temukan. (5 menit) (Kolaborasi — Menggembirakan)
- Perwakilan 2–3 pasangan menyampaikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Guru merangkum temuan di papan tulis dan mengaitkan dengan teks bacaan yang sudah dibaca sebelumnya. (4 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada kelas: 'Dari kegiatan tadi, apakah tanda-tanda musim yang kamu amati di lingkunganmu sudah sesuai dengan ciri-ciri yang ada di buku? Adakah yang berbeda? Mengapa bisa berbeda?' (3 menit) (Berkesadaran)
- Murid menuliskan kesimpulan pribadi di bagian bawah lembar kerja mereka: 'Berdasarkan pengamatanku, daerahku memiliki... musim. Ini termasuk iklim... karena...' (3 menit) (Bermakna)
- Guru memandu murid membuat kesimpulan bersama secara lisan: 'Jadi, Indonesia memiliki berapa musim? Apa saja ciri-cirinya? Mengapa demikian?' Guru meluruskan miskonsepsi bila ada, misalnya anggapan bahwa saat musim kemarau tidak akan pernah turun hujan sama sekali. (3 menit)
Penutup:- Guru memandu asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian singkat di lembar asesmen yang dibagikan guru (waktu 5 menit). Soal mencakup identifikasi ciri musim dan kemampuan mencatat tanda-tanda musim.
- Guru mengajak murid melakukan refleksi diri dengan teknik 'Jempol-Telapak-Kelingking': jempol = sudah paham, telapak = masih ragu, kelingking = belum paham. Guru mencatat siapa yang belum paham untuk tindak lanjut. (2 menit)
- Guru menyampaikan pesan penguatan: 'Kalian sudah hebat hari ini — menjadi ahli lingkungan kecil yang mengamati tanda-tanda musim di sekitar kalian.' (1 menit)
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat dan memberi tugas ringan: amati satu tanda alam di sekitar rumah sore/malam ini dan catat di buku tulis — kaitkan dengan musim yang sedang terjadi sekarang. (2 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. (1 menit)
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan kartu bergambar ciri-ciri musim (visual aid) yang dapat mereka gunakan sebagai referensi saat mengisi lembar kerja. Untuk murid yang sudah cepat memahami: disediakan teks tambahan tentang perbedaan iklim di berbagai daerah Indonesia (misalnya Papua vs. NTT) untuk dibaca dan dianalisis.
- Proses: Saat pengisian lembar kerja, murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan dengan teman sejawat sebaya (peer support) atau mendapat panduan langkah demi langkah dari guru. Murid yang cepat dapat langsung mengisi tabel untuk lebih banyak bulan (hingga 12 bulan) dan menambahkan kolom 'dampak terhadap kegiatan manusia'.
- Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan kesimpulan pengamatan mereka: (1) tulisan deskriptif di lembar kerja, (2) gambar ilustrasi berpasangan musim hujan dan kemarau disertai keterangan, atau (3) tabel ringkasan ciri-ciri kedua musim. Semua produk mencerminkan pencapaian TP yang sama.
ASESMENAwal:- Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat di kertas/sticky note: 'Apa yang kamu ketahui tentang musim di Indonesia?' Guru membaca hasil tulisan secara sekilas sebelum masuk ke kegiatan inti untuk memetakan pengetahuan awal dan miskonsepsi yang mungkin ada (misalnya anggapan Indonesia memiliki 4 musim).
Proses:- Observasi guru saat murid mengisi tabel lembar kerja: apakah deskripsi kondisi lingkungan yang dituliskan relevan dan sesuai ciri musim yang dipelajari.
- Observasi diskusi berpasangan: apakah murid aktif membandingkan hasil pengamatan dan dapat menemukan kesamaan pola musim.
- Tanya jawab lisan setelah membaca teks: guru mengajukan pertanyaan langsung kepada beberapa murid untuk mengecek pemahaman konsep ciri-ciri musim.
Akhir:- Lembar asesmen tertulis individu (dikerjakan di penutup, 5 menit): 3 soal pilihan ganda mengidentifikasi ciri musim hujan dan kemarau, dan 1 soal uraian singkat: 'Tuliskan 3 tanda alam yang kamu amati di lingkunganmu yang menunjukkan musim sedang berlangsung. Musim apakah itu?' Guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
Formatif:- Pengamatan guru selama diskusi berpasangan: apakah murid dapat mengidentifikasi ciri musim dengan tepat dan mencatat tanda-tanda musim secara runtut.
- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan selama kegiatan inti: guru membaca isian tabel murid dan memberikan umpan balik lisan langsung.
- Teknik 'Jempol-Telapak-Kelingking' di penutup untuk memetakan pemahaman diri murid secara cepat.
Sumatif:- Lembar asesmen tertulis: 3 soal pilihan ganda tentang ciri-ciri musim hujan dan kemarau, serta 1 soal uraian singkat meminta murid menuliskan 3 tanda alam yang menunjukkan suatu musim sedang berlangsung di lingkungan sekitar mereka.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi ciri-ciri musim hujan dan musim kemarau (TP 4.4.2.1) | Murid belum dapat menyebutkan ciri musim hujan maupun musim kemarau, atau menyebutkan ciri yang sama sekali tidak relevan. | Murid dapat menyebutkan 1 ciri dari salah satu musim saja (hujan atau kemarau) dengan bantuan guru atau kartu visual. | Murid dapat menyebutkan minimal 2 ciri musim hujan dan 2 ciri musim kemarau secara mandiri dengan benar. | Murid dapat menyebutkan minimal 3 ciri musim hujan dan 3 ciri musim kemarau secara mandiri, serta dapat menjelaskan mengapa Indonesia hanya memiliki 2 musim (kaitannya dengan iklim tropis). | | Mencatat hasil pengamatan tanda-tanda musim di lingkungan sekitar (TP 4.4.2.2) | Murid tidak mengisi lembar kerja atau mengisi dengan informasi yang tidak berkaitan dengan tanda-tanda musim. | Murid mencatat 1–2 tanda alam di lingkungan sekitar, namun deskripsi kurang jelas atau kaitannya dengan musim belum tepat. | Murid mencatat minimal 3 tanda alam di lingkungan sekitar secara jelas dan dapat mengaitkan tanda-tanda tersebut dengan musim yang tepat (hujan atau kemarau). | Murid mencatat lebih dari 3 tanda alam di lingkungan sekitar secara rinci dan sistematis (mencakup kondisi cuaca, tanaman, hewan, dan/atau ketersediaan air), serta dapat menjelaskan hubungan antara tanda-tanda yang diamati dengan musim yang sedang terjadi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri kedua musim di akhir pembelajaran? Siapa yang masih kesulitan dan apa bentuk tindak lanjut yang perlu disiapkan?
- Apakah lembar kerja pengamatan cukup memandu murid untuk mencatat tanda-tanda musim secara mandiri? Apakah perlu perbaikan struktur atau pertanyaan panduannya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diberi waktu lebih banyak pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang baru kamu ketahui tentang musim di Indonesia setelah pembelajaran hari ini yang sebelumnya belum kamu tahu?
- Tanda-tanda musim apa yang paling mudah kamu amati di lingkungan sekitarmu? Mengapa?
- Apakah ada hal yang masih membuatmu bingung tentang musim hujan atau musim kemarau? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas 4 SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Bab 4 'Iklim dan Perubahannya', teks 'Iklim dan Musim di Beberapa Daerah'
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas 4 SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Bab 4, panduan kegiatan Ayo Menyelidiki dan Ayo Menyimpulkan
- Gambar/foto ilustrasi suasana musim hujan dan musim kemarau (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar)
- Lembar Kerja Pengamatan (dibuat guru): tabel berisi kolom Bulan, Deskripsi Kondisi Lingkungan, dan Prediksi Musim
- Lembar Asesmen Tertulis (dibuat guru): 3 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian singkat
- Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal
- Spidol warna dan papan tulis untuk pencatatan hasil diskusi kelas
- Kartu bergambar ciri-ciri musim (visual aid) — untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan
|