Modul AjarBab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 4: Iklim dan Perubahannya

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 4 "Iklim dan Perubahannya", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 4: Iklim dan Perubahannya

IPAS - Kelas 4

Bab 4

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 4 — Iklim dan Perubahannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 4 — Iklim dan Perubahannya
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.4.1 Mengamati fenomena dan peristiwa perubahan iklim secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  2. TP 4.4.2 Mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan perubahan iklim secara mandiri
  3. TP 4.4.3 Membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya tentang dampak perubahan iklim secara mandiri
  4. TP 4.4.4 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
  5. TP 4.4.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasakan cuaca yang tiba-tiba sangat panas terik padahal biasanya sedang musim hujan?
  2. Bagaimana tanda-tanda atau ciri kondisi alam yang bisa kita amati saat musim di sekitar kita terasa berubah tidak seperti biasanya?
  3. Apa yang kalian rasakan saat berada di dalam mobil tertutup yang terparkir di bawah terik matahari?
  4. Mengapa ruangan kaca di kebun terasa lebih hangat dibandingkan udara di luar?
  5. Ketika melihat asap knalpot kendaraan atau pembakaran sampah, hal apa yang membuatmu penasaran tentang udara di bumi kita?
  6. Pertanyaan apa yang ingin kamu ketahui tentang hubungan asap buangan tersebut dengan udara yang semakin panas?
  7. Saat melihat musim kemarau berlangsung lebih panjang atau hujan lebat yang datang tidak menentu di sekitar kita, hal apa yang membuatmu penasaran?
  8. Pertanyaan apa yang ingin kamu ketahui jawabannya saat mengamati perubahan cuaca dan lingkungan di sekitar sekolah kita?
  9. Jika kemarau terjadi jauh lebih panjang dan suhu udara makin panas akibat perubahan iklim, apa yang kira-kira akan terjadi pada sumur dan sungai di sekitar kita?
  10. Bagaimana kita bisa memperkirakan ketersediaan air bersih di masa depan dengan mengingat apa yang sudah kita pelajari tentang siklus air dan cuaca ekstrem?
  11. Jika suhu udara di bumi terus memanas dan musim hujan menjadi sangat tidak menentu, apa perkiraanmu terhadap kelangsungan hidup hewan dan tanaman di sekitar kita?
  12. Mengapa pengetahuan kita tentang suhu panas dan kekeringan bisa membantu kita memperkirakan kejadian yang akan dialami oleh petani atau warga sekitar?
  13. Apa yang terjadi jika sumber daya alam seperti air, pepohonan, dan energi di sekolah kita terus diboroskan?
  14. Solusi apa yang dapat kita hasilkan di lingkungan sekolah untuk menjaga kelestarian sumber daya alam agar membantu menghambat perubahan iklim?
  15. Bagaimana tumpukan sampah atau pembakaran limbah dapat mencemari lingkungan dan memperparah perubahan iklim?
  16. Ide nyata apa yang dapat kita hasilkan untuk melestarikan sumber daya alam agar pencemaran lingkungan berkurang?
  17. Bagaimana cara kita menyusun catatan hasil penyelidikan perubahan iklim agar mudah dipahami orang lain dalam bentuk bagan?
  18. Bagian apa saja yang harus disampaikan saat kita menceritakan isi bagan penyelidikan perubahan iklim kepada teman?
  19. Apa saja bukti fenomena perubahan iklim yang telah kalian amati di lingkungan sekitar?
  20. Bagaimana kaitan antara penyelidikan iklim yang kalian lakukan dengan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mengatasinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengamati Fenomena Perubahan Iklim pada Musim dan Cuaca di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengamati fenomena dan peristiwa perubahan iklim secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu mengamati fenomena perubahan iklim pada musim dan cuaca di sekitar serta mencatat hasil pengamatannya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam mengamati dan membedakan fenomena cuaca harian normal dengan fenomena pergeseran musim/iklim tidak menentu menggunakan 3 kartu situasi bergambar (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak panduan pengamatan fenomena perubahan iklim sederhana melalui penayangan 3 lembar foto dokumentasi cuaca dan musim: Foto A (kondisi kemarau berkepanjangan hingga sawah retak saat bulan yang seharusnya musim hujan), Foto B (hujan lebat ekstrem dan banjir mendadak di tengah periode kemarau), dan Foto C (jadwal musim tanam petani yang mundur akibat hujan tak kunjung turun) (15 menit).
  • Murid bermain kuis interaktif cepat 'Detektif Fenomena Alam': guru membacakan 4 pernyataan fenomena, lalu murid mengangkat kartu 'Normal' atau 'Anomali/Perubahan Iklim'. Pernyataan 1: 'Hujan deras turun selama satu jam di sore hari lalu reda' (Acuan: Normal). Pernyataan 2: 'Bulan November yang biasanya puncak musim hujan justru mengalami panas terik berkepanjangan selama berminggu-minggu' (Acuan: Anomali/Perubahan Iklim). Pernyataan 3: 'Pagi hari cerah berawan, siang hari hujan rintik-rintik' (Acuan: Normal). Pernyataan 4: 'Musim kemarau menjadi sangat panjang dan udara terasa jauh lebih panas menyengat dari tahun-tahun sebelumnya' (Acuan: Anomali/Perubahan Iklim) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid menerima Lembar Pengamatan Fenomena Perubahan Iklim dan mengamati data catatan cuaca lokal selama 12 bulan terakhir serta kondisi lingkungan luar kelas yang disediakan guru (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mencatat hasil pengamatan pada tabel yang memuat 4 aspek fenomena perubahan iklim: (1) Pergeseran awal bulan musim hujan/kemarau, (2) Suhu udara harian yang terasa jauh lebih panas, (3) Kejadian hujan lebat tidak menentu di luar musimnya, dan (4) Dampak fisik langsung di lingkungan sekitar seperti tanah retak atau genangan tak terduga (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya secara mandiri menggunakan daftar centang keterisian 4 aspek fenomena yang telah disediakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri-ciri fenomena perubahan iklim yang teramati pada cuaca dan musim di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketelitian pencatatan murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam tanpa memberikan tugas rangkuman akhir bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan lembar pengamatan dengan panduan kata kunci pilihan fenomena, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan data catatan anomali cuaca 2 tahun untuk dibandingkan secara mandiri.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan berkala bagi murid yang kesulitan mengisi tabel pengamatan, sementara murid yang telah mandiri langsung menyelesaikan pencatatan secara mandiri.
  • Produk: Format pencatatan tabel hasil pengamatan dapat berupa uraian kalimat sederhana atau poin-poin deskripsi terstruktur sesuai kemampuan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik awal: Murid mengamati 3 kartu situasi dan menentukan apakah kartu tersebut menunjukkan fenomena cuaca harian biasa atau fenomena perubahan iklim tak menentu. Kartu 1: 'Pagi hari dingin berkabut, siang hari cerah' (Acuan: Cuaca biasa). Kartu 2: 'Bulan Desember panas terik tanpa hujan sama sekali selama sebulan penuh' (Acuan: Fenomena perubahan iklim). Kartu 3: 'Masa kemarau bergeser mundur dua bulan dan udara terasa menyengat lebih ekstrem' (Acuan: Fenomena perubahan iklim).

Proses:

  • Formatif proses: Guru mengamati ketelitian dan kemandirian murid saat mengamati data/kondisi cuaca serta mencatat 4 aspek fenomena perubahan iklim pada lembar kerja (Aspek 1: pergeseran awal musim, Aspek 2: suhu panas ekstrem, Aspek 3: hujan tak menentu, Aspek 4: dampak fisik lingkungan sekitar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid melengkapi 3 kalimat rumpang catatan fenomena berdasarkan pengamatan hari ini. Butir 1: 'Perubahan iklim dapat kita amati ketika waktu pergantian ... (Acuan: musim) bergeser tidak tepat waktu.' Butir 2: 'Salah satu tanda perubahan iklim yang terasa pada tubuh kita adalah suhu udara harian yang terasa jauh lebih ... (Acuan: panas / menyengat / gerah).' Butir 3: 'Kondisi sawah yang kering dan retak di bulan yang seharusnya musim hujan merupakan contoh pengamatan fenomena ... (Acuan: anomali cuaca / perubahan iklim).'

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tes menjodohkan situasi cuaca normal vs anomali iklim
  • Penilaian proses observasi pengamatan dan catatan tabel hasil pengamatan fenomena perubahan iklim

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena dan peristiwa perubahan iklim pada musim dan cuacaMurid hanya mampu mengamati 1 dari 4 aspek fenomena perubahan iklim pada musim dan cuaca dengan bimbingan penuh guru.Murid mampu mengamati 2 dari 4 aspek fenomena perubahan iklim pada musim dan cuaca dengan arahan guru.Murid mampu mengamati 3 dari 4 aspek fenomena perubahan iklim pada musim dan cuaca secara tepat.Murid mampu mengamati seluruh (4 dari 4) aspek fenomena perubahan iklim pada musim dan cuaca secara tepat dan mandiri.
Mencatat hasil pengamatan fenomena perubahan iklimMurid mencatat hasil pengamatan hanya untuk 1 aspek fenomena dan catatan belum sesuai dengan data yang diamati.Murid mencatat hasil pengamatan untuk 2 aspek fenomena perubahan iklim dengan deskripsi yang sesuai data.Murid mencatat hasil pengamatan untuk 3 aspek fenomena perubahan iklim secara jelas dan sesuai dengan data yang diamati.Murid mencatat hasil pengamatan untuk seluruh (4 aspek) fenomena perubahan iklim secara lengkap, terperinci, dan sesuai data secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengamati dan membedakan antara fenomena cuaca harian biasa dengan anomali perubahan iklim?
  • Bagian pengamatan manakah yang paling membutuhkan panduan tambahan saat murid mencatat hasil pengamatannya?

Murid:

  • Hal apa yang paling mudah kamu amati dari tanda-tanda perubahan musim dan cuaca di lingkungan sekitarmu?
  • Apakah kamu dapat mencatat tanda-tanda perubahan iklim tersebut pada tabel pengamatanmu secara mandiri?

Pertemuan 2 — Mengamati Peristiwa Efek Rumah Kaca dan Mencatat Hasil Pengamatannya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengamati fenomena dan peristiwa perubahan iklim secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, memberi salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis lisan dengan menampilkan 2 gambar toples berisi es batu di bawah terik matahari: Toples A (terbuka) dan Toples B (tertutup plastik bening rapat), lalu murid diminta mengamati dan memilih toples mana yang es batunya mencair lebih cepat beserta alasannya (acuan jawaban: Toples B mencair lebih cepat karena panas matahari terperangkap di dalam toples tertutup) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang model efek rumah kaca menggunakan dua buah toples kaca berisi termometer yang dijemur di bawah sinar lampu/matahari (Toples 1 dibiarkan terbuka, Toples 2 ditutup rapat dengan plastik bening transparan) (10 menit).
  • Murid secara berkelompok mengamati perubahan suhu dan embun air pada kedua toples tersebut setelah 10 menit penyinaran (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Rumah Kaca', di mana setiap pasangan mengamati 3 kartu ilustrasi fenomena efek rumah kaca: Kartu 1 (Ruang mobil tertutup di tempat parkir terik), Kartu 2 (Rumah kaca perkebunan sayur), dan Kartu 3 (Bumi yang diselimuti lapisan gas rumah kaca tebal) (10 menit).
  • Murid mencatat 3 hasil pengamatan pada tabel Lembar Kerja 4.1 untuk setiap kartu: (1) bagian yang memerangkap panas, (2) kondisi suhu di dalam vs di luar, dan (3) akibat terperangkapnya panas (acuan jawaban: Kartu 1 = kaca jendela mobil, dalam lebih panas dari luar, udara pengap/sangat panas; Kartu 2 = atap/dinding kaca rumah kaca, dalam lebih hangat dari luar, tanaman tumbuh hangat terlindung dingin; Kartu 3 = lapisan gas rumah kaca/atmosfer bumi, permukaan bumi lebih hangat/panas, panas matahari tidak semua memantul ke angkasa) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali ketepatan hasil pencatatan pengamatan toples dan 3 kartu ilustrasi serta menyimpulkan bahwa efek rumah kaca adalah peristiwa terperangkapnya panas matahari oleh penutup/lapisan pelindung (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pengamatan efek rumah kaca dan memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan catatan pengamatan murid pada Lembar Kerja (7 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pengamatan untuk pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa tanda panah arah panas pada kartu ilustrasi; murid yang sudah mahir mengamati ilustrasi tanpa tanda panah bantuan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam membaca skala termometer toples; murid yang sudah mahir melakukan pembacaan dan pencatatan secara mandiri bersama pasangan.
  • Produk: Catatan hasil pengamatan disajikan dalam tabel lembar kerja; murid dapat menambahkan keterangan simbolik berupa tanda panah suhu panas/dingin sesuai kenyamanan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengamati dua gambar toples berisi es batu di bawah terik matahari: Toples A (terbuka) dan Toples B (tertutup plastik rapat). Pertanyaan: 'Toples manakah yang es batunya akan mencair lebih cepat dan mengapa?' (acuan: Toples B mencair lebih cepat karena panas matahari terperangkap di dalam toples tertutup).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengamatan dan pencatatan pada Lembar Kerja 4.1 terhadap 3 kartu ilustrasi. Kriteria penerimaan: tepat mencatat ketiga aspek pada 3 kartu: (1) Kartu 1: bagian pemerangkap = kaca mobil; kondisi suhu = dalam lebih panas; akibat = udara sangat panas/pengap; (2) Kartu 2: bagian pemerangkap = dinding/atap kaca; kondisi suhu = dalam lebih hangat; akibat = tanaman tumbuh hangat; (3) Kartu 3: bagian pemerangkap = gas rumah kaca/atmosfer; kondisi suhu = bumi semakin panas; akibat = panas tertahan tidak kembali bebas ke angkasa.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan/tertulis: 'Berdasarkan pengamatan toples tertutup tadi, apa yang terjadi pada suhu di dalam ruangan jika panas matahari tidak dapat keluar?' (acuan jawaban: suhu di dalam ruangan akan menjadi lebih panas/meningkat).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pada awal pembelajaran melalui perbandingan toples terbuka vs toples tertutup plastik bening.
  • Observasi unjuk kerja dan pemeriksaan lembar pencatatan hasil pengamatan peristiwa efek rumah kaca (toples dan 3 kartu ilustrasi).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena efek rumah kaca secara sederhanaBelum mampu mengidentifikasi perbedaan kondisi (suhu atau penahan panas) pada toples terbuka vs toples tertutup dan kartu ilustrasi meski dengan bimbingan penuh.Mampu mengidentifikasi perbedaan kondisi suhu pada toples terbuka vs toples tertutup atau kartu ilustrasi dengan bantuan dan bimbingan guru.Mampu mengamati dan mengidentifikasi perbedaan kondisi suhu serta penahan panas pada toples dan kartu ilustrasi secara tepat sesuai panduan.Mampu mengamati dan mengidentifikasi seluruh rincian penahan panas dan kondisi suhu pada toples serta ketiga kartu ilustrasi secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.
Mencatat hasil pengamatan peristiwa efek rumah kacaBelum mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja atau catatan tidak sesuai dengan fenomena yang diamati.Mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja namun baru mencakup 1 kartu ilustrasi secara tepat.Mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja mencakup minimal 2 dari 3 kartu ilustrasi secara tepat sesuai acuan.Mencatat seluruh hasil pengamatan pada Lembar Kerja mencakup ketiga kartu ilustrasi (3 dari 3) secara lengkap dan tepat sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah demonstrasi model toples efek rumah kaca berhasil membantu seluruh murid mengamati fenomena terperangkapnya panas secara nyata?
  • Bagian mana dari kegiatan pengamatan berpasangan yang paling efektif dalam melatih ketelitian mencatat hasil observasi murid?

Murid:

  • Apa yang kamu amati terjadi pada toples yang ditutup rapat dibandingkan toples yang dibiarkan terbuka?
  • Kegiatan pengamatan apa yang paling membantumu memahami peristiwa efek rumah kaca hari ini?

Pertemuan 3 — Mengajukan Pertanyaan Mandiri tentang Fenomena Gas Karbon di Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan perubahan iklim secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan menampilkan 1 gambar situasi kemacetan jalan dengan asap tebal knalpot dan meminta murid menuliskan 1 pertanyaan yang ingin diketahui terkait peristiwa tersebut pada selembar kertas kecil (acuan kesiapan: pertanyaan menggunakan kata tanya yang tepat seperti apa/mengapa/bagaimana dan relevan menanyakan fenomena asap/karbon/panas udara) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar gambar fenomena gas karbon di sekitar yang memuat 3 situasi: (1) asap knalpot bus kota di jalan raya, (2) asap pembakaran tumpukan sampah plastik di lahan terbuka, dan (3) cerobong pabrik yang mengeluarkan asap pekat (acuan stimulus visual fenomena pelepasan gas karbon) (10 menit).
  • Murid mencermati pemodelan dari guru tentang cara merumuskan pertanyaan penyelidikan mandiri yang fokus pada hal-hal yang ingin diketahui dari fenomena tersebut, misalnya membedakan pertanyaan faktual langsung dan pertanyaan pengamatan yang mendalam (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan mandiri 'Detektif Pertanyaan Karbon' di mana murid memilih 2 dari 3 gambar situasi fenomena gas karbon yang tersedia, lalu secara mandiri menuliskan minimal 3 kalimat tanya mendalam menggunakan kata tanya 'apa', 'mengapa', atau 'bagaimana' tentang hal yang ingin mereka ketahui mengenai gas karbon dan perubahan iklim pada lembar kerja masing-masing (kriteria penerimaan: kalimat tanya mengandung kata tanya baku, fokus menanyakan hal yang belum diketahui dari gas karbon/udara panas/perubahan iklim, dan diakhiri tanda tanya) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar pertanyaan yang telah dirumuskan secara mandiri untuk memastikan apakah pertanyaannya sudah sesuai dengan hal yang benar-benar ingin mereka selidiki mengenai gas karbon dan perubahan iklim (7 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid merangkum kriteria pertanyaan yang baik saat mengamati fenomena gas karbon (kata tanya jelas, fokus pada fenomena yang diamati) dan melakukan asesmen akhir berupa pengecekan ketercapaian rumusan pertanyaan mandiri murid (10 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata tanya pembuka ('Mengapa gas karbon...', 'Bagaimana asap kendaraan memengaruhi...'), sedangkan murid yang mahir diberikan stimulus situasi tambahan berupa data peningkatan suhu akibat emisi karbon.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merumuskan kalimat tanya didampingi guru dengan pertanyaan pancingan, sedangkan murid yang sudah mahir merumuskan pertanyaan secara mandiri penuh tanpa contoh pola kalimat.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun minimal 2 pertanyaan terarah, sedangkan murid yang mahir menyusun lebih dari 3 pertanyaan dengan variasi kata tanya analitis (mengapa dan bagaimana).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta menuliskan 1 pertanyaan dari tayangan gambar kemacetan berasap pekat. Kriteria/acuan kesiapan: Pertanyaan menggunakan kata tanya (apa/mengapa/bagaimana) dan relevan dengan fenomena gas buang/karbon/udara panas (contoh acuan jawaban yang diterima: 'Mengapa asap knalpot membuat udara terasa sesak dan panas?', 'Apa gas yang keluar dari asap knalpot itu?'). Murid yang belum menuliskan kata tanya dikelompokkan butuh bimbingan.

Proses:

  • Pengamatan langsung dan catatan berkala saat murid menyusun minimal 3 pertanyaan pada lembar kerja 'Detektif Pertanyaan Karbon' dengan kriteria: (1) kemandirian perumusan, (2) ketepatan penggunaan kata tanya, (3) keterkaitan isi pertanyaan dengan fenomena gas karbon dan perubahan iklim (acuan: pertanyaan menanyakan sumber karbon, proses pemerangkapan panas, atau dampak gas terhadap kenaikan suhu udara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi lembar kerja mandiri: Murid mengumpulkan 3 pertanyaan yang telah disusun. Kriteria ketercapaian: Minimal 3 pertanyaan terisi lengkap dengan kata tanya baku dan relevan dengan fenomena gas karbon (acuan daftar pertanyaan yang diterima antara lain mencakup aspek: komposisi gas buang, alasan gas menumpuk di atmosfer, kaitan asap dengan peningkatan suhu sekitar, atau bagaimana gas karbon memicu perubahan iklim).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja perumusan pertanyaan mandiri berdasarkan lembar kerja pengamatan fenomena gas karbon

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemandirian Mengajukan Pertanyaan Fenomena Gas KarbonBelum mampu menyusun pertanyaan tentang fenomena gas karbon secara mandiri (membutuhkan bantuan penuh dan dikte guru).Mampu mengajukan 1 pertanyaan tentang fenomena gas karbon yang relevan dengan bimbingan dan contoh pola kalimat dari guru.Mampu mengajukan minimal 3 pertanyaan tentang hal yang ingin diketahui dari fenomena gas karbon secara mandiri dan relevan.Mampu mengajukan lebih dari 3 pertanyaan mendalam (menggunakan variasi kata tanya mengapa dan bagaimana) tentang fenomena gas karbon secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perumusan pertanyaan mandiri dapat dipahami oleh murid di Fase B?
  • Apakah gambar stimulus fenomena gas karbon yang disediakan cukup memicu rasa ingin tahu murid untuk mengajukan pertanyaan mendalam?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat membuat pertanyaan tentang gas karbon sendiri?
  • Pertanyaan mana yang paling ingin kamu temukan jawabannya pada pembelajaran selanjutnya?

Pertemuan 4 — Mengajukan Pertanyaan Mandiri Berdasarkan Pengamatan Perubahan Iklim di Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan perubahan iklim secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat: murid menyimak 2 kalimat pengamatan perubahan iklim, yaitu: (1) 'Selokan sekolah kering berbulan-bulan dan daun berguguran lebih cepat karena kemarau panjang' dan (2) 'Hujan deras mendadak turun saat seharusnya musim panas'. Murid diminta secara lisan/tulisan cepat memilih atau merumuskan 1 kata tanya yang paling tepat untuk mengetahui penyebabnya (acuan jawaban benar: menggunakan kata tanya 'Mengapa' atau 'Bagaimana' untuk mencari tahu penyebab fenomena) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang 3 ragam kata tanya penyelidikan (apa, mengapa, bagaimana) yang dapat diajukan saat mengamati fenomena perubahan iklim di lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid mencermati 3 gambar pengamatan perubahan iklim yang dipajang di papan tulis: Gambar A (tanaman layu dan tanah retak saat kemarau ekstrem), Gambar B (hujan badai lokal yang menenggelamkan halaman sekolah), dan Gambar C (udara siang hari terasa jauh lebih terik daripada biasanya), lalu mencermati contoh pertanyaan yang relevan dengan pengamatan tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak memainkan tantangan seru 'Detektif Penasaran': secara bergantian murid mengambil satu kartu situasi pengamatan lalu secepat mungkin menyebutkan satu pertanyaan rasa ingin tahunya secara tepat (15 menit).
  • Secara mandiri tanpa bantuan teman, murid menuliskan minimal 3 pertanyaan penyelidikan pada lembar kerja pribadi berdasarkan 3 kartu pengamatan perubahan iklim berikut: Kartu 1: 'Sungai kecil dekat pemukiman debit airnya berkurang drastis pada musim kemarau', Kartu 2: 'Jadwal musim hujan bergeser mundur dua bulan dari kalender tahunan', dan Kartu 3: 'Suhu ruangan kelas di siang hari semakin panas dibandingkan tahun lalu' (acuan pertanyaan yang dapat diterima: menggunakan kata tanya seperti 'Apa/Mengapa/Bagaimana' yang menanyakan hal yang ingin diketahui secara langsung terkait isi pengamatan pada kartu, misal: 'Mengapa debit air sungai berkurang drastis?', 'Apa yang menyebabkan jadwal musim hujan bergeser?', 'Bagaimana cara mengetahui kenaikan suhu ruangan?') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar pertanyaan yang telah ditulis secara mandiri untuk memastikan setiap kalimat diawali kata tanya yang tepat dan diakhiri tanda tanya, serta secara berkesadaran menyadari rasa ingin tahunya terhadap fenomena lingkungan (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya merumuskan pertanyaan secara mandiri untuk menyelidiki hal-hal yang ingin diketahui dari fenomena perubahan iklim di sekitar (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dan menyampaikan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini akan digunakan untuk penyelidikan dan prediksi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pengamatan dengan ilustrasi visual jelas bagi murid yang membutuhkan dukungan visual, serta teks narasi singkat fenomena iklim bagi murid yang membaca cepat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan pilihan kata tanya pembuka (Apa, Mengapa, Bagaimana), sedangkan murid mahir ditantang merumuskan lebih dari 3 pertanyaan dengan variasi kata tanya yang berbeda secara mandiri.
  • Produk: Format penulisan pertanyaan dapat disesuaikan pada lembar kerja bergaris bantu atau kartu pertanyaan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan/tulis singkat di awal pelajaran: Murid diminta menentukan kata tanya yang tepat untuk menggali penyebab dari fenomena: 'Selokan sekolah mengering berbulan-bulan dan daun berguguran lebih cepat karena kemarau panjang'. (Acuan jawaban benar: Kata tanya 'Mengapa' atau 'Bagaimana').

Proses:

  • Observasi formatif saat murid melakukan tugas mandiri merumuskan 3 pertanyaan berdasarkan 3 kartu pengamatan fenomena perubahan iklim (Kartu 1: Debit air sungai berkurang; Kartu 2: Jadwal musim hujan bergeser; Kartu 3: Suhu ruangan semakin panas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir lembar kerja: Pemeriksaan kelengkapan dan keselarasan 3 pertanyaan mandiri murid terhadap 3 kartu fenomena perubahan iklim yang disediakan (kriteria penerimaan: seluruh kalimat berbentuk kalimat tanya dengan kata tanya yang sesuai dan objek pertanyaan relevan dengan peristiwa perubahan iklim pada kartu).

Formatif:

  • Penilaian kinerja perumusan pertanyaan mandiri berdasarkan pengamatan fenomena perubahan iklim melalui lembar kerja mandiri dan rubrik ketercapaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengajukan pertanyaan mandiri tentang pengamatan perubahan iklimBelum mampu merumuskan pertanyaan yang relevan dengan pengamatan fenomena perubahan iklim meskipun telah diberi bimbingan guru.Mampu merumuskan 1 pertanyaan yang relevan dengan pengamatan fenomena perubahan iklim namun masih membutuhkan bantuan atau bimbingan guru.Mampu merumuskan 2 sampai 3 pertanyaan yang relevan dengan pengamatan fenomena perubahan iklim secara mandiri.Mampu merumuskan lebih dari 3 pertanyaan yang relevan dan mendalam terkait pengamatan fenomena perubahan iklim secara mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perumusan pertanyaan pengamatan perubahan iklim cukup jelas sehingga murid dapat bekerja secara mandiri?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membangkitkan rasa ingin tahu murid terhadap fenomena perubahan iklim di sekitar?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menuliskan pertanyaan sendiri saat melihat peristiwa perubahan iklim di sekitarku?
  • Kata tanya apa yang paling sering aku gunakan untuk mencari tahu hal baru tentang perubahan iklim?

Pertemuan 5 — Membuat Prediksi Mandiri Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketersediaan Sumber Daya Air — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya tentang dampak perubahan iklim secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang fenomena gas karbon dan pemanasan bumi dengan topik ketersediaan air (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid menjawab 1 pertanyaan diagnostik secara lisan atau mengangkat kartu: 'Jika hujan tidak turun berbulan-bulan karena perubahan iklim, apakah cadangan air tanah akan bertambah atau berkurang?' (acuan jawaban: berkurang karena penguapan tinggi dan tidak ada resapan air hujan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan pengantar dari guru dan infografis tentang jumlah air tawar di bumi (hanya 3,5%) serta mengingat kembali pengetahuan tentang siklus air yang dipelajari sebelumnya (8 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Alur Dampak' (joyful learning): guru membacakan 2 pemicu ('Suhu bumi makin panas' dan 'Kemarau berkepanjangan'), lalu murid menebak secara serempak dampak awal pada air (acuan: penguapan makin cepat / sumber air mengering) sebelum menuliskan prediksi lengkap (7 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Prediksi Mandiri yang memuat 3 skenario perubahan iklim: (1) Skenario A: Terjadi kenaikan suhu bumi yang menyebabkan musim kemarau ekstrem berlangsung selama 8 bulan berturut-turut; (2) Skenario B: Curah hujan ekstrem turun tanpa henti selama berhari-hari sehingga banjir merendam sumur warga dan instalasi pipa air; (3) Skenario C: Es di kutub dan gletser pegunungan mencair drastis disertai gelombang panas di daratan (5 menit).
  • Secara mandiri tanpa berdiskusi, murid menuliskan prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan sumber daya air untuk ketiga skenario tersebut berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki (20 menit).
  • Murid memeriksa kembali rumusan prediksinya secara berkesadaran menggunakan daftar periksa mandiri (apakah prediksi sudah mencakup kondisi air dan alasan logis dari pengetahuan sebelumnya) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil prediksinya dengan menyandingkannya pada acuan sebab-akibat yang ditampilkan guru di papan tulis untuk mengonfirmasi ketepatan hubungan antara pemanasan bumi dan ketersediaan air bersih (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa perubahan iklim sangat nyata memengaruhi ketersediaan air tawar bersih melalui kekeringan maupun pencemaran air saat banjir (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam tanpa merangkum keseluruhan isi bab (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan lembar kerja berscaffolding dengan kalimat rumpang pembantu ('Jika kemarau makin panjang, maka air sumur akan ... karena ...'), sedangkan bagi murid yang sudah mahir disediakan ruang untuk memprediksi dampak berantai hingga ke kualitas kejernihan air tanah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dipandu menghubungkan konsep penguapan dengan berkurangnya air, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun prediksinya secara mandiri.
  • Produk: Prediksi dituliskan dalam bentuk kalimat prediksi berstruktur sebab-akibat sederhana sesuai lembar kerja mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Jika suhu bumi makin panas dan hujan tidak turun selama berbulan-bulan akibat perubahan iklim, apa yang terjadi pada cadangan air tanah di lingkungan kita?' (acuan: cadangan air tanah menyusut/berkurang drastis karena penguapan meningkat dan tidak ada pasokan air hujan baru yang meresap).

Proses:

  • Lembar Kerja Prediksi Mandiri Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketersediaan Air: Murid membuat prediksi tertulis mandiri untuk 3 skenario: (1) Kemarau ekstrem 8 bulan -> acuan: sumur warga mengering, debit air sungai turun drastis, krisis air bersih; (2) Hujan ekstrem dan banjir berhari-hari -> acuan: air bersih tercemar lumpur/limbah banjir sehingga air layak konsumsi berkurang; (3) Es/gletser mencair disertai gelombang panas -> acuan: pasokan air tawar dari sungai es awalnya meluap lalu surut drastis, air tanah mengering akibat penguapan tinggi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 kalimat simpulan prediksi mandiri: 'Perubahan iklim membuat ketersediaan air bersih menjadi ... karena ...' (kriteria penerimaan operasional: memuat pernyataan bahwa ketersediaan air bersih berkurang/terganggu disertai alasan logis seperti kekeringan berkepanjangan atau tercemar bencana).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan menghubungkan kemarau ekstrem dengan cadangan air.
  • Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Kerja Prediksi Mandiri yang menilai kemampuan membuat prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air secara mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemandirian dan Ketepatan Membuat Prediksi Dampak terhadap Ketersediaan AirBelum mampu membuat prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan sumber daya air, atau prediksi yang ditulis tidak logis dan membutuhkan bantuan penuh guru untuk ketiga skenario.Mampu membuat prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air yang sesuai acuan pada 1 skenario secara mandiri, atau 2-3 skenario namun masih dengan bimbingan intensif.Mampu membuat prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air secara tepat dan logis sesuai acuan pada minimal 2 dari 3 skenario secara mandiri.Mampu membuat prediksi dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air secara tepat, logis, dan mendalam berdasarkan pengetahuan sebelumnya pada seluruh (3) skenario secara mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pertanyaan pemantik dan demonstrasi infografis berhasil memicu pengetahuan awal murid tentang krisis air?
  • Bagian skenario mana yang paling menantang bagi murid saat merumuskan prediksi dampak perubahan iklim secara mandiri?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada air bersih jika bumi semakin panas?
  • Hal baru apa yang aku pahami tentang hubungan antara perubahan iklim dan ketersediaan air minum kita sehari-hari?

Pertemuan 6 — Membuat Prediksi Mandiri Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya tentang dampak perubahan iklim secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa sejenak untuk menumbuhkan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai efek rumah kaca dan kekeringan air dengan fenomena kehidupan makhluk hidup di sekitar tempat tinggal (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan mengajukan pertanyaan terarah: 'Jika udara makin panas berbulan-bulan tanpa hujan, apa yang kira-kira terjadi pada rumput di halaman sekolah dan cacing di dalam tanah?' (acuan jawaban: rumput mengering/mati/kuning; cacing mati kepanasan/tanah mengeras sehingga cacing sulit bertahan hidup) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kemampuan membuat prediksi secara mandiri mengenai dampak perubahan iklim terhadap kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia di lingkungan sekitar (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 3 kartu situasi perubahan iklim yang ditempel di papan tulis: Kartu 1 (Suhu udara meningkat ekstrem dalam waktu lama), Kartu 2 (Hujan badai ekstrem turun terus-menerus hingga membanjiri lahan pemukiman), dan Kartu 3 (Musim kemarau panjang yang menyebabkan tanah pertanian retak-retak) (7 menit).
  • Murid bersama guru membedah cara menyusun kalimat prediksi yang logis dengan pola sebab-akibat: 'Berdasarkan pengetahuan bahwa [penyebab iklim], saya memperkirakan bahwa [dampak pada makhluk hidup/lingkungan sekitar]' (8 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat tebak prediksi menggembirakan 'Kotak Ramalan Lingkungan': guru membacakan 1 pemicu iklim ('Udara panas membuat kolam ikan mengering'), murid mengacungkan kartu simbol respon lalu menyebutkan prediksi singkatnya secara serempak (acuan: ikan-ikan di kolam akan mati kehabisan air/oksigen) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Prediksi Mandiri yang memuat 3 skenario perubahan iklim nyata di lingkungan sekitar: Skenario A (Peningkatan suhu udara lingkungan pemukiman), Skenario B (Banjir berkepanjangan di area kebun dan halaman warga), dan Skenario C (Kekeringan panjang pada lahan persawahan desa) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan prediksi dampak untuk Skenario A terhadap kehidupan manusia dan hewan (acuan: manusia mudah lelah/terserang dehidrasi/penyakit, hewan ternak kepanasan/kesulitan mencari peneduh) berdasarkan pengetahuan tentang peningkatan suhu (7 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan prediksi dampak untuk Skenario B terhadap kehidupan tumbuhan dan tempat tinggal (acuan: akar tanaman membusuk dan mati karena terendam air, tempat tinggal warga rusak tergenang air/timbul sarang nyamuk) berdasarkan pengetahuan tentang curah hujan ekstrem (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan prediksi dampak untuk Skenario C terhadap rantai makanan dan kehidupan petani (acuan: padi mengering/gagal panen, petani kehilangan penghasilan/bahan makanan berkurang, burung/tikus sawah bermigrasi mencari makan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali lembar kerjanya secara hening, membandingkan apakah prediksi yang dibuatnya sudah didasari alasan logis dari pengetahuan awal yang dipelajari sebelumnya (5 menit).
  • Murid memberi tanda centang pada tabel refleksi diri kemandirian: apakah mampu merumuskan prediksi sendiri tanpa bergantung pada jawaban teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap proses berpikir mandiri yang ditunjukkan oleh seluruh murid dalam menyusun prediksi dampak (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman prediksi kilat tertulis: 'Jika pohon-pohon peneduh di sekitar kota terus ditebang saat iklim memanas, buatlah 1 prediksi dampak bagi warga pejalan kaki!' (acuan jawaban: pejalan kaki kepanasan/mudah mengalami dehidrasi/sakit kepala karena tidak ada pelindung dari terik matahari) (5 menit).
  • Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 7 tentang Menghasilkan Solusi Pelestarian Sumber Daya Alam sebagai Mitigasi Perubahan Iklim di Sekolah), lalu menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan kata kunci pemicu dampak (seperti: 'gagal panen', 'layu', 'dehidrasi'), sedangkan murid berkemampuan tinggi diberikan skenario dengan dua faktor iklim gabungan (suhu panas ekstrem disertai angin kencang).
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan arahan terstruktur berupa kerangka kalimat 'Jika... maka...', sedangkan murid mandiri langsung merumuskan prediksinya secara bebas dan utuh.
  • Produk: Prediksi dapat disajikan dalam bentuk kalimat tulisan terstruktur atau diagram alur sebab-dampak sederhana sesuai kenyamanan belajar murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Jika udara makin panas berbulan-bulan tanpa hujan, apa yang kira-kira terjadi pada rumput di halaman sekolah dan cacing di dalam tanah?' (acuan jawaban benar: rumput mengering/kuning/mati; cacing mati kepanasan/tanah mengeras sehingga cacing sulit hidup).

Proses:

  • Pemeriksaan pengerjaan Lembar Prediksi Mandiri yang mencakup 3 skenario: (1) Skenario A: Peningkatan suhu udara ekstrem (acuan: manusia lelah/dehidrasi/sakit, hewan kepanasan/stres); (2) Skenario B: Banjir berkepanjangan (acuan: tanaman membusuk/mati terendam air, rumah tergenang/sarang penyakit); (3) Skenario C: Kekeringan sawah panjang (acuan: padi puso/gagal panen, petani merugi/pasokan pangan berkurang). Dinilai berdasarkan ketepatan hubungan sebab-akibat dan kemandirian.

Akhir Pertemuan:

  • Pertanyaan cek pemahaman pada akhir sesi: 'Jika pohon-pohon peneduh di sekitar kota terus ditebang saat iklim memanas, buatlah 1 prediksi dampak bagi warga pejalan kaki!' (kriteria penerimaan: murid menuliskan prediksi yang relevan dengan terik panas, seperti pejalan kaki mengalami kepanasan luar biasa, pusing, dehidrasi, atau kelelahan karena tidak adanya naungan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja kemandirian saat menuliskan lembar prediksi
  • Pemeriksaan ketepatan nalar pada Lembar Prediksi Mandiri dampak perubahan iklim terhadap kehidupan lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Membuat Prediksi Dampak Perubahan Iklim terhadap LingkunganBelum mampu membuat prediksi yang relevan dengan skenario dampak perubahan iklim pada 3 skenario yang diberikan (seluruh prediksi tidak logis atau melenceng dari skenario).Membuat prediksi dampak yang relevan secara tepat hanya pada 1 dari 3 skenario (Skenario A, B, atau C) dan masih memerlukan bimbingan intensif.Membuat prediksi dampak yang relevan secara tepat pada minimal 2 dari 3 skenario (Skenario A, B, atau C) berdasarkan pengetahuan sebelumnya secara mandiri.Membuat prediksi dampak yang relevan dan tepat pada seluruh (3 dari 3) skenario (Skenario A, B, dan C) secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan.
Kemandirian dalam Menyusun PrediksiTidak dapat menyelesaikan penulisan prediksi tanpa didampingi terus-menerus dan selalu mencontoh jawaban teman.Dapat menuliskan prediksi namun sering meminta konfirmasi guru pada setiap butir skenario.Mampu menyelesaikan prediksi secara mandiri dari awal hingga akhir dengan arahan umum di awal kegiatan.Menyelesaikan seluruh prediksi secara mandiri dengan percaya diri dan mampu memeriksa ulang hasil pemikirannya secara berkesadaran tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario dampak perubahan iklim yang disajikan cukup kontekstual dan dekat dengan pengamatan keseharian murid?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 4 dalam mengaitkan pengetahuan iklim sebelumnya menjadi sebuah dugaan atau prediksi logis?

Murid:

  • Bagian mana dari memprediksi dampak perubahan iklim terhadap hewan dan tanaman yang paling mudah atau sulit aku pikirkan?
  • Apakah aku sudah bisa memperkirakan akibat buruk perubahan iklim bagi warga di sekitarku secara mandiri?

Pertemuan 7 — Menghasilkan Solusi Pelestarian Sumber Daya Alam sebagai Mitigasi Perubahan Iklim di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dengan mengamati kondisi nyata di sekolah, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai mitigasi perubahan iklim di sekolah (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak 2 kasus pemborosan di sekolah: (1) Keran wastafel dibiarkan bocor menetes, (2) Lampu kelas menyala saat siang hari benderang. Murid secara lisan diminta menyebutkan 1 tindakan pelestarian langsung untuk masing-masing kasus tersebut (acuan: kasus 1 = mematikan keran/memperbaiki pipa agar air hemat; kasus 2 = mematikan sakelar lampu agar hemat listrik) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai hubungan antara pemborosan sumber daya alam (energi listrik dari bahan bakar fosil, pemborosan air bersih, dan hilangnya tanaman) dengan percepatan perubahan iklim di bumi (7 menit).
  • Murid mencermati lembar studi kasus yang menyajikan 3 masalah lingkungan sekolah berikut: Masalah A: Banyak sampah plastik dan kertas menumpuk di tempat sampah tanpa dipilah; Masalah B: Halaman sekolah terasa panas dan gersang karena kurang tanaman perindang; Masalah C: Air keran di dekat toilet sering dibiarkan menyala saat tidak digunakan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan cepat 'Detektif Solusi Hijau': guru membacakan satu per satu dari 3 kartu pemicu masalah sekolah, dan murid berlomba menuliskan kartu solusi yang tepat sasaran dalam waktu 3 menit untuk setiap kartu (9 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Rencana Solusi Sekolah untuk menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai mitigasi perubahan iklim berdasarkan 3 masalah tertera (acuan solusi yang dapat diterima: Masalah A = memilah sampah kertas/plastik untuk didaur ulang atau mengurangi wadah sekali pakai; Masalah B = menanam pohon perindang/membuat taman vertikal di sekolah; Masalah C = memasang pengingat matikan keran/menampung sisa air bersih untuk menyiram tanaman) (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali lembar solusi yang telah dibuat untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan benar-benar mengarah pada pelestarian sumber daya alam dan berdampak pada mitigasi perubahan iklim di lingkungan sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap variasi solusi pelestarian sumber daya alam yang telah dihasilkan murid serta menegaskan pentingnya tindakan nyata di sekolah (6 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan fokus pembelajaran hari ini mengenai solusi pelestarian SDA di sekolah, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan), dan menutup pelajaran dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pilihan ide solusi bergambar untuk dipasangkan dengan masalah sekolah, sedangkan murid yang siap belajar mandiri langsung menganalisis teks masalah terbuka.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun pada lembar kerja, sementara murid yang mahir diarahkan menghasilkan lebih dari satu alternatif solusi untuk setiap masalah.
  • Produk: Murid menuangkan solusi dalam bentuk tulisan poin terstruktur pada lembar kerja sesuai dengan tingkat kemandirian masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: menyebutkan tindakan pelestarian langsung terhadap 2 kasus: (1) Keran wastafel bocor, (2) Lampu kelas menyala siang hari. Kriteria ketercapaian: murid menjawab tepat sesuai acuan (kasus 1 = mematikan keran/melaporkan kebocoran untuk menghemat air; kasus 2 = mematikan sakelar lampu untuk menghemat energi listrik).

Proses:

  • Observasi ketercapaian pengerjaan Lembar Rencana Solusi Sekolah pada tahap Mengaplikasi untuk menilai kemampuan menghasilkan solusi terhadap 3 masalah SDA di sekolah (Masalah A: sampah menumpuk; Masalah B: halaman gersang; Masalah C: air keran mengalir sia-sia). Kriteria penilaian: ketepatan dan keterkaitan solusi dengan pelestarian SDA serta upaya mitigasi perubahan iklim sesuai acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid mengidentifikasi solusi pelestarian SDA yang paling tepat dari 1 situasi rumpang sekolah: 'Untuk mengurangi penggunaan energi listrik di siang hari di ruang kelas, tindakan pelestarian SDA yang tepat adalah ...' (acuan jawaban: membuka jendela dan gorden agar cahaya matahari masuk sehingga lampu dapat dimatikan).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja lembar kerja menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai mitigasi perubahan iklim di sekolah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim di sekolahBelum mampu menghasilkan solusi yang sesuai dengan upaya pelestarian sumber daya alam untuk masalah lingkungan di sekolah (0 dari 3 masalah terjawab dengan tepat).Menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam yang relevan untuk 1 dari 3 masalah lingkungan sekolah dengan panduan guru.Menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam yang tepat dan logis sebagai mitigasi perubahan iklim untuk 2 dari 3 masalah lingkungan sekolah secara mandiri.Menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam yang tepat, logis, dan terperinci sebagai mitigasi perubahan iklim untuk seluruh 3 masalah lingkungan sekolah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi mencukupi bagi murid untuk merumuskan ide solusi secara mandiri?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid saat mengikuti tantangan permainan Detektif Solusi Hijau?
  • Apakah seluruh murid sudah memahami keterkaitan antara penghematan sumber daya alam di sekolah dengan upaya mitigasi perubahan iklim?

Murid:

  • Solusi pelestarian sumber daya alam apa yang paling mudah untuk saya lakukan sendiri di sekolah mulai hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan merumuskan solusi hari ini yang paling menyenangkan dan menantang?

Pertemuan 8 — Menghasilkan Solusi Pelestarian Sumber Daya Alam untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mengurangi pencemaran lingkungan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan memberikan 2 kasus masalah pencemaran: (1) Penumpukan sampah plastik mencemari tanah dan saluran air, serta (2) Asap pembakaran sampah daun mencemari udara; murid diminta menyebutkan 1 gagasan cara mengatasi masing-masing masalah tersebut untuk memetakan kesiapan berpikir solutif (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati 3 kartu skenario masalah pencemaran lingkungan yang disediakan guru: Kartu 1 (pencemaran air akibat limbah detergen dan sampah plastik yang merusak siklus air), Kartu 2 (pencemaran udara akibat pembakaran sampah pekarangan yang meningkatkan gas rumah kaca), dan Kartu 3 (pencemaran tanah akibat pembuangan sisa makanan yang membusuk secara terbuka dan menghasilkan gas metana) (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Pencocok Solusi Kilat' dengan menempelkan kartu ide pelestarian ke skenario masalah yang sesuai di papan tulis: Ide A (pembuatan kompos sisa makanan untuk melestarikan kesuburan tanah tanpa menghasilkan timbunan metana), Ide B (pengurangan wadah plastik sekali pakai dan daur ulang untuk menjaga kemurnian air), dan Ide C (pembuatan pupuk mulsa dari daun kering tanpa dibakar untuk menjaga kebersihan udara) (acuan pencocokan: Kartu 1 dengan Ide B; Kartu 2 dengan Ide C; Kartu 3 dengan Ide A) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Rancangan Solusi dan memilih salah satu dari 2 masalah nyata pencemaran di sekitar: Kasus A (pencemaran tanah dan udara akibat tumpukan sampah plastik kemasan jajan di lingkungan sekitar) atau Kasus B (pencemaran sumber air akibat pembuangan limbah air kotor detergen ke selokan terbuka) (5 menit).
  • Murid merumuskan dan menuliskan 2 solusi pelestarian sumber daya alam konkret untuk mengatasi masalah pencemaran yang dipilih pada lembar kerja, yang memuat komponen: (a) tindakan pelestarian sumber daya alam yang dilakukan, (b) jenis pencemaran yang berkurang, dan (c) bagaimana solusi tersebut berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali rancangan solusinya menggunakan daftar cek mandiri: apakah solusi yang dihasilkan sudah menyasar pelestarian sumber daya alam (tanah/air/udara) dan terhubung dengan pencegahan pemanasan lingkungan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali solusi-solusi nyata pelestarian sumber daya alam yang efektif mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memitigasi perubahan iklim (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan solusi yang dihasilkan murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci pilihan tindakan pelestarian (kompos, pemilahan sampah, pemanfaatan air bilasan), sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis studi kasus gabungan antara pencemaran tanah dan pencemaran udara.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menghubungkan tindakan pelestarian dengan pengurangan pencemaran, sedangkan murid yang cepat menyusun solusi secara mandiri tanpa bantuan kata kunci panduan.
  • Produk: Murid menyajikan solusinya dalam format isian terstruktur dengan kalimat sederhana atau menyusun bagan alur hubungan solusi dan pengurangan pencemaran yang lebih terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tulis singkat pada pendahuluan: (1) Bagaimana cara mengatasi sampah plastik yang menumpuk di saluran air agar air tetap bersih? (acuan: memilah/mendaur ulang plastik, tidak membuang sampah ke air, membersihkan saluran); (2) Bagaimana cara mengatasi sampah daun kering tanpa dibakar agar udara tidak tercemar asap? (acuan: dijadikan kompos/mulsa tanah, dikubur alami). Kriteria: murid siap jika mampu memberikan minimal 1 solusi logis yang sesuai dengan acuan tersebut.

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid mengisi Lembar Rancangan Solusi: memeriksa ketepatan 2 solusi pelestarian sumber daya alam yang dirumuskan murid terhadap kasus yang dipilih. Acuan kriteria: (1) Untuk Kasus A (sampah plastik): solusi memuat tindakan pelestarian tanah/udara (misalnya membawa wadah makan/botol minum guna ulang, mendaur ulang sampah plastik menjadi barang guna, memilah plastik agar tidak dibakar atau mencemari tanah) yang mengurangi limbah/emisi karbon; (2) Untuk Kasus B (limbah air detergen): solusi memuat tindakan pelestarian air (misalnya menggunakan sabun ramah lingkungan, membuat bak resapan penyaring alami dengan pasir dan arang, menghemat penggunaan detergen) sehingga kualitas sumber air tanah terjaga.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 simpulan ringkas tindakan pelestarian sumber daya alam yang paling mendesak dilakukan di lingkungan sekitarnya untuk mencegah pencemaran dan pemanasan lingkungan (acuan: jawaban memuat tindakan nyata pelestarian tanah/air/udara yang berdampak pada pengurangan pencemaran atau emisi gas buang).

Formatif:

  • Penilaian proses pada lembar rancangan solusi pelestarian sumber daya alam untuk mengurangi pencemaran lingkungan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menghasilkan solusi pelestarian SDA untuk mengurangi pencemaranBelum mampu menghasilkan solusi pelestarian sumber daya alam yang sesuai untuk mengurangi pencemaran lingkungan, atau solusi yang diajukan tidak relevan dengan masalah pencemaran.Menghasilkan 1 solusi pelestarian sumber daya alam untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan bantuan dan arahan guru.Menghasilkan 2 solusi pelestarian sumber daya alam untuk mengurangi pencemaran lingkungan secara tepat dan mandiri sesuai kriteria acuan kasus.Menghasilkan lebih dari 2 solusi pelestarian sumber daya alam yang sangat tepat, realistis diterapkan, serta mampu menunjukkan keterkaitan langsung antara pengurangan pencemaran dengan upaya mitigasi perubahan iklim secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario masalah pencemaran yang disajikan cukup kontekstual dan memudahkan murid menemukan ide solusi pelestarian sumber daya alam?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam mengaitkan solusi pengurangan pencemaran dengan upaya mitigasi perubahan iklim?

Murid:

  • Solusi pelestarian sumber daya alam apa yang paling mudah saya lakukan di rumah atau sekolah untuk mengurangi pencemaran?
  • Bagian mana dari kegiatan merancang solusi tadi yang paling menantang bagi saya?

Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Perubahan Iklim secara Lisan dan Tertulis Menggunakan Bagan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 bagan alur rumpang di papan tulis tentang penyelidikan iklim yang memuat 3 kotak: [Penyebab: Gas Karbon Berlebih] -> [...... (A) ......] -> [Solusi: Menanam Pohon & Hemat Listrik], lalu meminta 2-3 perwakilan murid melengkapi bagian A yang rumpang secara lisan (acuan jawaban: A berisi 'Dampak: Suhu Bumi Memanas / Perubahan Iklim') untuk mengecek kesiapan menyusun dan mengomunikasikan bagan penyelidikan (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara tertulis menggunakan bagan dan secara lisan kepada teman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara menuangkan 3 komponen hasil penyelidikan perubahan iklim ke dalam format bagan tertulis: (1) Masalah/Fenomena, (2) Dampak yang terjadi, dan (3) Upaya Mitigasi/Solusi (10 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan melalui 'Permainan Sambung Kata Bagan', murid berpasangan saling menyebutkan 3 komponen isi bagan penyelidikan berdasarkan data penyelidikan pertemuan sebelumnya secara bergantian (acuan komponen wajib: masalah iklim, dampaknya, dan upaya pelestarian/mitigasi) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Secara berkelompok, murid mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara tertulis dengan melengkapi bagan alur pada lembar kerja karton yang mencakup 3 kotak komponen: Kotak 1 Masalah (contoh: Peningkatan asap kendaraan dan gas karbon), Kotak 2 Dampak (contoh: Udara makin panas dan cuaca tak menentu), Kotak 3 Solusi Mitigasi (contoh: Menanam pohon di sekolah dan mengurangi sampah plastik) (25 menit).
  • Murid secara bergiliran mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan di depan kelompok lain dengan membacakan dan menerangkan isi bagan yang telah dibuat (setiap kelompok menyampaikan 3 komponen utama bagan secara lengkap) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan proses mengomunikasikan hasil penyelidikan: mengevaluasi kemudahan penyampaian secara lisan dan keterbacaan bagan tertulis yang sudah disajikan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik terhadap komunikasi lisan dan tertulis murid berdasarkan kelengkapan 3 komponen bagan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan templat bagan alur dengan kata panduan (Masalah -> Dampak -> Solusi), sedangkan murid yang sudah mahir membuat bagan alur bercabang dengan rincian data penyelidikan yang lebih lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun kalimat lisan saat menerangkan bagan; murid mandiri langsung berbagi tugas presentasi lisan antaranggota kelompok.
  • Produk: Format bagan tertulis dapat berupa bagan alur garis lurus sederhana atau bagan alur bercabang visual sesuai kenyamanan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 1 bagan rumpang di papan tulis: [Penyebab: Gas Karbon Berlebih] -> [...... (A) ......] -> [Solusi: Menanam Pohon & Hemat Listrik]. Murid diminta melengkapi bagian A secara lisan (acuan jawaban: A berisi 'Dampak: Suhu Bumi Memanas / Perubahan Iklim').

Proses:

  • Penilaian formatif saat kelompok menyusun bagan tertulis: memeriksa keberadaan 3 komponen (masalah perubahan iklim, dampak, dan solusi mitigasi) pada bagan (kriteria penerimaan: ketiga komponen tertulis jelas).
  • Penilaian formatif saat kelompok mengomunikasikan secara lisan: memeriksa kesesuaian penjelasan lisan dengan isi 3 komponen yang tertera pada bagan (kriteria penerimaan: murid menyebutkan masalah, dampak, dan solusi saat berbicara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid menyebutkan 3 bagian wajib yang harus ada saat mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim melalui bagan (acuan jawaban: (1) masalah/fenomena iklim, (2) dampak perubahan iklim, dan (3) solusi/mitigasi).

Formatif:

  • Unjuk kerja komunikasi tertulis: pemeriksaan kelengkapan 3 komponen bagan hasil penyelidikan perubahan iklim.
  • Unjuk kerja komunikasi lisan: observasi penyampaian isi bagan hasil penyelidikan perubahan iklim kepada audiens.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komunikasi Tertulis (Bagan Penyelidikan Perubahan Iklim)Menuliskan bagan hasil penyelidikan perubahan iklim yang memuat kurang dari 2 komponen dari 3 komponen acuan (acuan komponen: 1. Masalah/Fenomena, 2. Dampak, 3. Solusi Mitigasi).Menuliskan bagan hasil penyelidikan perubahan iklim yang memuat tepat 2 komponen dari 3 komponen acuan.Menuliskan bagan hasil penyelidikan perubahan iklim yang memuat lengkap 3 komponen acuan secara runtut.Menuliskan bagan hasil penyelidikan perubahan iklim yang memuat lengkap 3 komponen acuan secara runtut dan mandiri tanpa arahan ulang guru.
Komunikasi Lisan (Penyampaian Isi Bagan)Menyampaikan secara lisan isi penyelidikan perubahan iklim dengan menyebutkan kurang dari 2 komponen dari bagan (acuan komponen: 1. Masalah/Fenomena, 2. Dampak, 3. Solusi Mitigasi).Menyampaikan secara lisan isi penyelidikan perubahan iklim dengan menyebutkan tepat 2 komponen dari bagan.Menyampaikan secara lisan isi penyelidikan perubahan iklim dengan menyebutkan seluruh 3 komponen dari bagan secara lengkap.Menyampaikan secara lisan isi penyelidikan perubahan iklim dengan menyebutkan seluruh 3 komponen dari bagan secara lengkap dan lancar tanpa membaca teks bagan secara terus-menerus.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur bagan yang disiapkan membantu seluruh murid mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara runtut?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid saat mengomunikasikan isi bagan secara lisan di depan teman-temannya?

Murid:

  • Apakah kamu merasa terbantu dengan menggunakan bagan saat menceritakan hasil penyelidikan perubahan iklim?
  • Bagian mana dari isi bagan yang paling mudah kamu jelaskan kepada teman secara lisan?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengamati fenomena dan peristiwa perubahan iklim secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  • TP 4.4.2 Mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan perubahan iklim secara mandiri
  • TP 4.4.3 Membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya tentang dampak perubahan iklim secara mandiri
  • TP 4.4.4 Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
  • TP 4.4.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, mengondisikan tempat duduk individual untuk asesmen tertulis, dan menyampaikan tujuan pertemuan ke-10 sebagai sesi Asesmen Sumatif Bab 4 (2 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif terpadu yang terdiri dari 2 bagian: pengerjaan Lembar Kerja Tertulis Penyelidikan secara mandiri (40 menit) dilanjutkan presentasi unjuk kerja kelompok (28 menit) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Tertulis Terpadu Penyelidikan Perubahan Iklim kepada seluruh murid, lalu membacakan petunjuk pengerjaan 4 bagian tugas: (1) Catatan Pengamatan Fenomena Iklim, (2) Daftar Pertanyaan Mandiri, (3) Prediksi Dampak Berdasarkan Pengetahuan Awal, dan (4) Rancangan Solusi Pelestarian SDA sebagai Mitigasi (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Kerja Tertulis Penyelidikan Perubahan Iklim yang memuat 4 butir tugas: (1) Menuliskan catatan hasil pengamatan fenomena perubahan iklim di sekitar (acuan: mencatat peristiwa cuaca ekstrem/pergeseran musim/peningkatan suhu lokal); (2) Menuliskan rumusan pertanyaan mandiri tentang hal yang ingin diketahui dari fenomena tersebut (acuan: menggunakan kata tanya apa/mengapa/bagaimana terkait iklim); (3) Menuliskan prediksi dampak perubahan iklim terhadap lingkungan/sumber daya air disertai alasan pengetahuan awal (acuan: menyatakan hubungan sebab-akibat yang masuk akal, misal berkurangnya air bersih akibat kemarau panjang); (4) Merumuskan minimal 1 rencana solusi pelestarian SDA sebagai upaya mitigasi iklim (acuan: aksi nyata relevan seperti penanaman pohon/penghematan air/pengurangan sampah) (31 menit).
  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis tepat waktu, kemudian memfasilitasi pelaksanaan tugas unjuk kerja presentasi kelompok di mana 7 kelompok (masing-masing 4 murid) secara bergiliran menyajikan lisan laporan hasil penyelidikan perubahan iklim dengan berbantukan media bagan/gambar sederhana yang telah disiapkan sebelumnya, dengan durasi tepat 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit = 28 menit) (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat terhadap ketertiban dan kelancaran proses pelaksanaan rangkaian asesmen sumatif yang telah diselesaikan (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kesungguhan, kejujuran, dan ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif tertulis maupun presentasi unjuk kerja (1 menit).
  • Guru menutup rangkaian pembelajaran Bab 4 'Iklim dan Perubahannya' serta menyampaikan tindak lanjut pengolahan nilai portofolio dan laporan capaian belajar sebelum mengakhiri kelas dengan doa (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses tata letak dan keterbacaan teks lembar kerja bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Pemberian penegasan pembacaan instruksi secara lisan bagi murid yang memerlukan penegasan alur pengerjaan tanpa memberikan jawaban atau petunjuk isi.
  • Produk: Format media bantu presentasi dapat berupa bagan tertulis kertas karton, diagram alur sederhana, atau gambar visual buatan kelompok sesuai karya penyelidikan yang telah dibuat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen: Guru memverifikasi kesiapan alat tulis murid dan kelengkapan media presentasi kelompok sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi keteraturan dan kepatuhan waktu pengerjaan tugas mandiri tertulis (40 menit) serta kepatuhan giliran waktu presentasi kelompok (4 menit per kelompok).

Sumatif Bab:

  • Portofolio Lembar Kerja Terpadu dan Presentasi Kelompok: Lembar kerja tertulis terpadu (berisi catatan observasi fenomena perubahan iklim, daftar pertanyaan mandiri, lembar prediksi berbasis pengetahuan awal, dan rencana solusi pelestarian SDA mitigasi perubahan iklim) serta rekaman performa presentasi lisan kelompok dengan media sederhana.
  • penilaian lembar kerja tertulis serentak: Lembar kerja penyelidikan perubahan iklim yang dikerjakan seluruh murid secara tertulis serentak, memuat catatan hasil pengamatan fenomena iklim di sekitar, rumusan pertanyaan mandiri, prediksi dampak iklim disertai alasan awal, dan rancangan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai mitigasi. (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja (kriteria: keakuratan pengamatan, kelayakan pertanyaan, ketepatan prediksi, dan relevansi solusi))
  • presentasi unjuk kerja kelompok: Penyampaian lisan laporan hasil penyelidikan perubahan iklim di depan kelas berbantukan media gambar/bagan sederhana oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok), dinilai secara bergiliran 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit = 28 menit, mencakup 28 murid satu kelas). (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (kriteria: kejelasan penyampaian lisan, kesesuaian isi laporan, dan efektivitas penggunaan media sederhana))

Sumatif:

  • Portofolio Lembar Kerja Terpadu dan Presentasi Kelompok: Lembar kerja tertulis terpadu (berisi catatan observasi fenomena perubahan iklim, daftar pertanyaan mandiri, lembar prediksi berbasis pengetahuan awal, dan rencana solusi pelestarian SDA mitigasi perubahan iklim) serta rekaman performa presentasi lisan kelompok dengan media sederhana.
  • penilaian lembar kerja tertulis serentak: Lembar kerja penyelidikan perubahan iklim yang dikerjakan seluruh murid secara tertulis serentak, memuat catatan hasil pengamatan fenomena iklim di sekitar, rumusan pertanyaan mandiri, prediksi dampak iklim disertai alasan awal, dan rancangan solusi pelestarian sumber daya alam sebagai mitigasi. (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja (kriteria: keakuratan pengamatan, kelayakan pertanyaan, ketepatan prediksi, dan relevansi solusi))
  • presentasi unjuk kerja kelompok: Penyampaian lisan laporan hasil penyelidikan perubahan iklim di depan kelas berbantukan media gambar/bagan sederhana oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok), dinilai secara bergiliran 4 menit per kelompok (7 kelompok x 4 menit = 28 menit, mencakup 28 murid satu kelas). (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (kriteria: kejelasan penyampaian lisan, kesesuaian isi laporan, dan efektivitas penggunaan media sederhana))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Catatan Pengamatan Fenomena Perubahan Iklim (TP 4.4.1)Belum mencatat fenomena perubahan iklim, atau catatan tidak sesuai konteks perubahan iklim.Mencatat fenomena iklim tetapi belum jelas kaitannya dengan perubahan iklim di sekitar (misal hanya menyebut cuaca harian biasa tanpa indikasi perubahan).Mencatat 1 fenomena perubahan iklim di lingkungan sekitar secara jelas (acuan: pergeseran musim hujan/kemarau yang tidak menentu, kenaikan suhu udara ekstrem, atau kemarau panjang).Mencatat lebih dari 1 fenomena perubahan iklim di lingkungan sekitar secara runtut, jelas, dan akurat (acuan: pergeseran musim tidak menentu dan perubahan ketersediaan air/suhu panas ekstrem).
Pengajuan Pertanyaan Mandiri (TP 4.4.2)Belum mampu menyusun kalimat pertanyaan yang berkaitan dengan pengamatan perubahan iklim.Menyusun pertanyaan tetapi membutuhkan bimbingan dan belum fokus pada hal yang ingin diketahui tentang fenomena perubahan iklim.Menyusun minimal 1 pertanyaan secara mandiri menggunakan kata tanya yang tepat (apa/mengapa/bagaimana) tentang fenomena perubahan iklim yang diamati.Menyusun lebih dari 1 pertanyaan mendalam secara mandiri tentang penyebab atau mekanisme fenomena perubahan iklim yang diamati.
Pembuatan Prediksi Dampak Berdasarkan Pengetahuan Awal (TP 4.4.3)Belum menuliskan prediksi atau prediksi tidak berkaitan dengan dampak perubahan iklim.Menuliskan prediksi dampak perubahan iklim namun tanpa disertai alasan logis dari pengetahuan sebelumnya.Menuliskan prediksi dampak perubahan iklim terhadap lingkungan/sumber daya air secara mandiri yang disertai alasan awal yang masuk akal (acuan: kekeringan sumur akibat kemarau panjang atau gagal panen akibat cuaca tidak menentu).Menuliskan prediksi dampak perubahan iklim secara mandiri dan komprehensif mencakup ketersediaan air dan kehidupan sekitar dengan argumen pengetahuan awal yang sangat logis.
Rancangan Solusi Pelestarian Sumber Daya Alam sebagai Mitigasi (TP 4.4.4)Belum menuliskan solusi atau solusi tidak relevan dengan pelestarian SDA maupun mitigasi perubahan iklim.Menuliskan gagasan solusi pelestarian alam namun belum menunjukkan fungsi mitigasi perubahan iklim yang jelas.Menghasilkan minimal 1 solusi pelestarian sumber daya alam yang relevan dan dapat diterapkan sebagai mitigasi perubahan iklim (acuan: menanam pohon penyerap karbon, menghemat pemakaian air bersih, atau mengurangi pembakaran sampah).Menghasilkan lebih dari 1 solusi pelestarian sumber daya alam yang konkret, terencana, dan sangat relevan sebagai aksi mitigasi perubahan iklim di sekolah atau rumah.
Komunikasi Lisan Laporan Hasil Penyelidikan (TP 4.4.5)Tidak menyampaikan laporan penyelidikan secara lisan atau tidak memanfaatkan media yang disiapkan.Menyampaikan laporan secara lisan tetapi isi kurang runtut dan media bagan/gambar kurang dimanfaatkan secara efektif.Mengomunikasikan laporan hasil penyelidikan perubahan iklim secara lisan dengan jelas, runtut, dan memanfaatkan media bagan/gambar secara tepat sesuai waktu yang ditentukan (4 menit per kelompok).Mengomunikasikan laporan hasil penyelidikan perubahan iklim secara lisan dengan sangat percaya diri, jelas, interaktif, serta memadukan penjelasan lisan dan media visual secara harmonis dan tepat waktu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tugas tertulis dan 28 menit untuk 7 kelompok presentasi terlaksana secara tertib dan proporsional?
  • Bagaimana capaian pemahaman dan keterampilan proses murid secara menyeluruh pada materi perubahan iklim berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen sumatif tadi yang berhasil saya selesaikan dengan paling baik?
  • Pengalaman penting apa yang saya peroleh setelah menyelidiki perubahan iklim dan merancang solusi pelestarian sumber daya alam?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023, Bab 4: Iklim dan Perubahannya
  3. Foto/gambar dokumentasi fenomena anomali cuaca dan musim di Indonesia
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengamatan Fenomena Iklim
  5. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 4)
  6. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Topik B)
  7. Dua toples kaca bening, dua buah termometer ruangan/laboratorium, plastik bening, karet gelang, dan lampu/sinar matahari
  8. Lembar Kerja 4.1 dan set 3 Kartu Ilustrasi Efek Rumah Kaca (Mobil, Rumah Kaca Kebun, Atmosfer Bumi)
  9. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  10. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Topik C 'Gas Karbon di Sekitarku'
  11. Lembar Bergambar 3 Situasi Penghasil Gas Karbon (Knalpot Kendaraan, Pembakaran Sampah, Cerobong Pabrik)
  12. Lembar Kerja Murid 'Detektif Pertanyaan Karbon'
  13. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  14. Kartu pengamatan fenomena perubahan iklim di lingkungan sekitar
  15. Lembar Kerja Murid (LKM) 'Pertanyaan Detektif Lingkungan'
  16. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi (Bab 4: Iklim dan Perubahannya, Topik Belajar Lebih Lanjut: Mengapa Ada Bencana Krisis Air Bersih? Halaman 92-93)
  17. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV
  18. Infografis Distribusi Jumlah Air di Bumi (Buku Siswa halaman 92)
  19. Lembar Kerja Prediksi Mandiri (3 Skenario Dampak Perubahan Iklim)
  20. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Kemendikbudristek 2023
  21. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Kemendikbudristek 2023 Bab 4: Iklim dan Perubahannya
  22. Kartu situasi iklim dan Lembar Prediksi Mandiri Dampak Lingkungan
  23. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  24. Buku Siswa IPAS Kelas IV Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  25. Lembar Kasus Masalah Sumber Daya Alam Lingkungan Sekolah
  26. Kartu Tantangan 'Detektif Solusi Hijau'
  27. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  28. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  29. Kartu skenario masalah pencemaran lingkungan dan kartu solusi pelestarian sumber daya alam
  30. Lembar Kerja Murid (LKPD) Rancangan Solusi Pengurangan Pencemaran
  31. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek
  32. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek
  33. Kertas karton/plano dan spidol warna untuk pembuatan bagan komunikasi
  34. Catatan hasil penyelidikan iklim dari pertemuan sebelumnya
  35. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek Bab 4
  36. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek Bab 4
  37. Lembar Kerja Terpadu Asesmen Sumatif Bab 4
  38. Media bagan/diagram hasil penyelidikan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.