Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggalku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggalku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggalku

IPAS - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggalku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBentang Alam di Sekitar Tempat Tinggalku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengklasifikasikan ragam bentang alam (dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai) yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  2. Murid dapat merencanakan dan melakukan observasi sederhana terhadap kenampakan bentang alam di lingkungan sekitar tempat tinggal dengan panduan guru.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu berdiri di luar rumah dan melihat ke sekeliling, apa yang kamu lihat — apakah ada bukit, gunung, laut, atau daratan luas? Itu disebut apa, ya?
  2. Menurutmu, apakah bentang alam di daerah tempat tinggalmu sama dengan daerah lain di Indonesia? Mengapa bisa berbeda?
  3. Bagaimana cara kita bisa mengetahui jenis bentang alam di suatu wilayah tanpa harus datang langsung ke sana?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran (±2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 4 gambar bentang alam (dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai) di papan tulis atau layar proyektor, lalu meminta murid menuliskan nama bentang alam tersebut pada selembar kartu kecil (sticky note) dan menempelkannya di bawah gambar yang sesuai (±5 menit).
  • Guru mengamati hasil tempelan kartu untuk mengidentifikasi murid yang sudah mengenal dan yang belum mengenal nama bentang alam — hasilnya dipakai untuk diferensiasi selama kegiatan inti.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau kamu berdiri di luar rumah dan melihat ke sekeliling, apa yang kamu lihat — apakah ada bukit, gunung, laut, atau daratan luas? Itu disebut apa?' dan memberi ruang 2–3 murid menjawab secara lisan (±3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas: murid akan belajar mengenal jenis-jenis bentang alam dan melakukan observasi sederhana di sekitar sekolah/tempat tinggal (±2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis atau kartu gambar 4 jenis bentang alam: dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan pantai. Tiap gambar disertai 2–3 ciri utama secara visual (±5 menit).
  • Guru mengajak murid mengamati gambar dengan saksama dan meminta mereka mengajukan pertanyaan: 'Apa yang ingin kalian ketahui dari gambar ini?' Pertanyaan murid dituliskan di papan tulis sebagai 'daftar rasa ingin tahu' kelas — ini membangun kesadaran (berkesadaran) bahwa mereka sendiri yang mendorong penyelidikan (±4 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang ciri pembeda tiap bentang alam menggunakan tabel 'Ragam Ciri Bentang Alam' (dari Buku Guru). Fokus pada 4 jenis yang relevan dengan wilayah murid. Guru bertanya: 'Dari ciri-ciri ini, menurutmu bentang alam apa yang ada di sekitar tempat tinggalmu?' (±5 menit).
  • Murid secara berpasangan mengisi 'Kartu Klasifikasi' — sebuah tabel sederhana berisi kolom: Nama Bentang Alam, Ciri Utama, Contoh di Indonesia, Ada/Tidak di Daerahku. Kegiatan ini menjadikan pembelajaran bermakna karena langsung dikaitkan dengan konteks lokal murid (±6 menit).
  • Perwakilan 2–3 pasang mempresentasikan hasil kartu klasifikasinya secara singkat. Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi jika ada (±4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Observasi yang berisi panduan langkah penyelidikan, tabel pencatatan, dan kolom prediksi (±2 menit).
  • Sebelum observasi, tiap kelompok diminta membuat rencana observasi singkat: menentukan area yang akan diamati, menentukan alat yang dibutuhkan (peta cetak/digital, foto dari gawai, atau pengamatan langsung jika di luar kelas), dan membagi peran anggota kelompok (pencatat, pengamat, pelapor). Guru memandu dengan pertanyaan: 'Apa yang akan kalian amati? Bagaimana cara kalian mencatatnya?' (±5 menit).
  • Kelompok melaksanakan observasi sederhana: (a) jika memungkinkan, observasi dilakukan di halaman sekolah sambil mengamati kenampakan alam sekitar dan membandingkan dengan gambar bentang alam; atau (b) menggunakan peta digital/gambar wilayah kabupaten/kota yang disiapkan guru. Murid mencatat temuan pada tabel di Lembar Kerja Observasi — kolom: Bentang Alam yang Ditemukan, Ciri yang Diamati, Lokasi/Arah, Cocok dengan Prediksi? (±10 menit).
  • Guru berkeliling, melakukan observasi proses, dan memberikan pertanyaan pandu kepada kelompok yang terlihat kesulitan: 'Ciri apa yang terlihat dari gambar itu? Apakah datarannya datar atau bergelombang?' (±selama kegiatan observasi).
  • Tiap kelompok menyusun kesimpulan observasi pada Lembar Kerja: jenis bentang alam apa yang dominan di wilayah tempat tinggal mereka dan ciri-ciri yang mendukung klasifikasi tersebut (±5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Tiap kelompok mempresentasikan hasil observasi secara singkat (1–2 menit per kelompok) — menyebutkan bentang alam yang ditemukan dan ciri-cirinya. Kelas diajak memberikan tanggapan atau pertanyaan singkat antar kelompok (±8 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang membuatmu yakin bahwa bentang alam di daerahmu termasuk jenis tertentu?', 'Apakah hasil observasimu sesuai dengan prediksi awalmu? Mengapa?', dan 'Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan bentang alam yang belum kamu kenal?' (±4 menit).
  • Murid secara individual mengisi 'Kartu Refleksi Diri' (dapat berupa sticky note atau bagian bawah Lembar Kerja) dengan mengisi tiga kolom: Aku tahu bahwa... / Aku masih bingung tentang... / Aku ingin tahu lebih lanjut tentang... — ini melatih kemandirian belajar dan kesadaran metakognitif (berkesadaran) (±3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menyebutkan 4 jenis bentang alam dan ciri utamanya, serta menegaskan kembali bentang alam yang dominan di wilayah tempat tinggal murid (±3 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir formatif lisan: mengajukan 2–3 pertanyaan cepat secara acak — contoh: 'Sebutkan satu ciri dataran tinggi!' atau 'Bentang alam apa yang dominan di daerah kita?' Murid menjawab dengan mengacungkan tangan atau menggunakan papan mini tulis (±3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati lingkungan sekitar rumahnya dan mencatat satu jenis bentang alam yang mereka lihat untuk dibagikan pada pertemuan berikutnya (±2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan berdoa bersama (±2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal nama bentang alam (teridentifikasi dari asesmen awal), guru menyediakan kartu bergambar dengan label nama bentang alam yang sudah tercetak sebagai referensi selama kegiatan. Untuk murid yang sudah fasih, guru menyediakan kartu tambahan berisi 2 jenis bentang alam lain (misalnya lembah dan rawa) untuk memperluas pemahaman.
  • Proses: Saat observasi, kelompok yang membutuhkan dukungan lebih diberi Lembar Kerja dengan panduan langkah yang lebih rinci dan pertanyaan pemandu yang sudah tersedia. Kelompok yang lebih cepat diminta membandingkan bentang alam di wilayah tempat tinggal mereka dengan satu daerah lain menggunakan peta digital.
  • Produk: Murid dengan kemampuan menulis terbatas dapat menyampaikan hasil observasi secara lisan atau melalui gambar sketsa pada Lembar Kerja. Murid yang lebih mahir diminta membuat tabel perbandingan singkat antara bentang alam daerahnya dan daerah lain beserta alasan perbedaannya.

ASESMEN

Awal:

  • Aktivitas tempel kartu: murid menuliskan nama 4 gambar bentang alam pada sticky note dan menempelkannya di bawah gambar yang sesuai. Guru mencatat siapa yang sudah tepat, sebagian tepat, atau belum tepat — hasilnya digunakan untuk diferensiasi konten dan proses selama kegiatan inti.
  • Pertanyaan lisan pemantik di awal: 'Apa yang kamu lihat di sekitar tempat tinggalmu — ada gunung, pantai, atau dataran luas?' untuk memancing pengetahuan awal dan mengetahui konteks lokal murid.

Proses:

  • Observasi guru saat kelompok merencanakan observasi: apakah murid dapat menentukan area amatan, memilih alat yang tepat, dan membagi peran dengan baik.
  • Pengecekan Lembar Kerja Observasi saat kegiatan berlangsung: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan mengidentifikasi atau mencatat ciri bentang alam.
  • Penilaian antarsejawat saat presentasi hasil observasi: murid dari kelompok lain diminta menyebutkan satu hal yang sudah baik dan satu pertanyaan untuk kelompok yang presentasi.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan individual acak di Penutup: guru mengajukan 2–3 pertanyaan singkat tentang ciri bentang alam dan klasifikasi bentang alam di daerah murid untuk mengukur ketercapaian TP 4.3.3.1.
  • Penilaian Lembar Kerja Observasi kelompok (dikumpulkan setelah kelas selesai): dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan rencana observasi, ketepatan identifikasi bentang alam, dan kualitas kesimpulan untuk mengukur ketercapaian TP 4.3.3.2.

Formatif:

  • Observasi proses saat kelompok merencanakan dan melakukan observasi: guru mengamati kemampuan murid dalam mengidentifikasi ciri bentang alam dan keaktifan dalam kelompok menggunakan lembar observasi singkat.
  • Kartu Refleksi Diri yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi: digunakan guru untuk memahami perkembangan pemahaman dan kebutuhan belajar lanjutan tiap murid.
  • Penilaian jawaban kartu klasifikasi berpasangan pada tahap Memahami untuk melihat kemampuan awal mengklasifikasikan bentang alam.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan cepat di kegiatan Penutup untuk mengukur pemahaman klasifikasi bentang alam secara individual.
  • Hasil Lembar Kerja Observasi kelompok sebagai bukti kemampuan merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan Ragam Bentang Alam (TP 4.3.3.1)Murid belum dapat menyebutkan nama atau ciri-ciri bentang alam, atau menyebutkan dengan banyak kekeliruan meskipun sudah diberi panduan.Murid dapat menyebutkan 1–2 jenis bentang alam beserta satu ciri utamanya, namun masih memerlukan banyak bantuan guru untuk mengklasifikasikan.Murid dapat mengklasifikasikan 3–4 jenis bentang alam beserta ciri utamanya dengan benar dan dapat mengidentifikasi jenis bentang alam yang dominan di wilayah tempat tinggalnya.Murid dapat mengklasifikasikan 4 jenis bentang alam beserta ciri-cirinya secara lengkap dan tepat, mampu membedakan satu jenis dengan jenis lainnya, serta dapat memberikan alasan ilmiah mengapa wilayahnya termasuk jenis bentang alam tertentu.
Merencanakan Observasi Sederhana (TP 4.3.3.2 — Perencanaan)Murid belum dapat menyusun rencana observasi meskipun sudah diberi panduan; tidak dapat menentukan apa yang akan diamati atau alat yang dibutuhkan.Dengan banyak arahan guru, murid dapat menentukan apa yang akan diamati tetapi belum dapat menentukan cara pencatatan atau pembagian peran dalam kelompok.Dengan panduan guru, murid dapat menyusun rencana observasi yang mencakup objek amatan, cara pencatatan, dan pembagian peran anggota kelompok.Murid dapat menyusun rencana observasi yang lengkap dan terstruktur — mencakup objek amatan, prediksi awal, cara pencatatan, alat yang dibutuhkan, dan pembagian peran — dengan sedikit atau tanpa arahan guru.
Melakukan Observasi dan Mencatat Temuan (TP 4.3.3.2 — Pelaksanaan)Murid tidak melakukan pengamatan atau mencatat temuan, meskipun sudah diberi Lembar Kerja dan panduan.Murid melakukan pengamatan namun pencatatan tidak lengkap; hanya mencatat nama bentang alam tanpa menyertakan ciri yang diamati.Murid melakukan pengamatan dan mencatat temuan dengan cukup lengkap — mencakup nama bentang alam, ciri yang diamati, dan lokasi — serta menyusun kesimpulan sederhana.Murid melakukan pengamatan secara sistematis, mencatat semua kolom Lembar Kerja dengan lengkap dan akurat, membandingkan hasil dengan prediksi awal, dan menyusun kesimpulan yang didukung oleh bukti hasil pengamatan.
Komunikasi Hasil ObservasiMurid tidak dapat menyampaikan hasil observasi secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menyampaikan hasil observasi secara singkat namun kurang jelas atau tidak disertai alasan/ciri yang mendukung.Murid dapat menyampaikan hasil observasi dengan jelas, menyebutkan jenis bentang alam yang ditemukan beserta ciri-cirinya.Murid dapat menyampaikan hasil observasi dengan jelas, terstruktur, dan percaya diri; mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain dengan mengacu pada data hasil pengamatan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal satu jenis bentang alam di wilayah tempat tinggalnya pada akhir pembelajaran? Jika belum, kelompok mana yang perlu mendapat perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah langkah-langkah observasi pada Lembar Kerja cukup jelas dan mudah dipahami oleh semua kelompok? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan hari ini (kartu berlabel, Lembar Kerja berpanduan, tugas perbandingan) sudah menjangkau kebutuhan belajar yang beragam di kelas ini?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar bahwa... (tuliskan satu hal penting yang kamu pelajari tentang bentang alam).
  • Saat melakukan observasi tadi, bagian yang paling seru dan mudah bagiku adalah... Bagian yang masih sulit bagiku adalah...
  • Setelah belajar hari ini, aku ingin tahu lebih lanjut tentang... karena...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!), halaman 64–65.
  2. Buku Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi — panduan kegiatan observasi ciri bentang alam dan tabel 'Ragam Ciri Bentang Alam Alami di Indonesia'.
  3. Kartu gambar atau infografis 4 jenis bentang alam: dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan pantai (disiapkan guru, dapat dicetak atau ditampilkan di layar).
  4. Lembar Kerja Observasi (disiapkan guru) — berisi panduan langkah observasi, tabel pencatatan, dan kolom prediksi serta kesimpulan.
  5. Peta konvensional kabupaten/kota tempat tinggal murid atau akses peta digital (Google Maps/Atlas Digital) sebagai alat bantu observasi.
  6. Sticky note atau kartu kecil untuk aktivitas asesmen awal dan kartu refleksi diri.
  7. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan gambar dan tabel.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.