Modul AjarBab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 3 "Di Sini Tempat Tinggalku!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!

IPAS - Kelas 4

Bab 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Di Sini Tempat Tinggalku!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 3 — Di Sini Tempat Tinggalku!
Alokasi Waktu22 JP (22 x 35 menit = 770 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.3.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
  2. TP 4.3.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
  3. TP 4.3.3 Mengamati fenomena dan peristiwa bentang alam di sekitar tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  4. TP 4.3.4 Mengajukan pertanyaan tentang letak dan lingkungan tempat tinggal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan secara mandiri
  5. TP 4.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita mengetahui letak kabupaten atau kota tempat tinggal kita pada selembar peta cetak?
  2. Tanda atau petunjuk apa saja yang memudahkan kita menemukan nama daerah kita di peta konvensional?
  3. Bagaimana kita dapat menemukan letak provinsi tempat tinggal kita pada peta cetak kepulauan Indonesia?
  4. Apa tanda batas wilayah dan letak ibu kota provinsi yang tercantum pada peta konvensional?
  5. Bagaimana cara kita mencari letak kabupaten atau kota tempat tinggal kita di layar ponsel pintar atau komputer?
  6. Tombol atau ikon apa saja pada aplikasi peta digital yang membantu kita memperbesar gambar atau mencari nama daerah kita?
  7. Bagaimana bentuk garis batas wilayah provinsi tempat tinggal kita jika dilihat pada layar peta digital?
  8. Wilayah apa saja yang berada tepat di sebelah utara, selatan, barat, dan timur batas provinsi kita pada peta digital?
  9. Apa saja bentuk permukaan bumi (bentang alam) yang dapat kita lihat di sekitar tempat tinggal kita?
  10. Bagaimana cara kita mengamati dan mencatat ciri-ciri bentang alam tersebut secara cermat?
  11. Pernahkah kalian melihat bukit, sungai, atau sawah di sekitar tempat tinggal yang bentuknya berubah?
  12. Apa tanda-tanda yang tampak ketika suatu bentang alam mengalami perubahan?
  13. Apa hal yang paling membuatmu penasaran saat melihat peta atau lingkungan di sekitar tempat tinggalmu?
  14. Bagaimana cara menyusun pertanyaan yang baik agar kita bisa mengetahui rahasia di balik letak dan lingkungan tempat tinggal kita?
  15. Bagaimana cara kita menceritakan letak tempat tinggal kita agar orang lain dapat mengetahuinya dengan jelas?
  16. Informasi apa saja tentang letak dan lingkungan tempat tinggal yang perlu kita tuliskan dalam sebuah laporan singkat?
  17. Bagaimana caramu membuktikan letak kabupaten/kota dan batas provinsimu melalui peta digital dan peta konvensional?
  18. Apa saja hasil pengamatan bentang alam dan pertanyaan penyelidikan yang dapat kamu bagikan kepada teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan mengajak murid menyanyikan lagu daerah atau yel-yel penyemangat (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara klasikal dengan memperlihatkan peta cetak wilayah provinsi/pulau setempat dan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa yang dapat menunjuk letak tulisan judul peta di bagian atas?' (acuan: murid menunjuk teks judul peta di tepi atas lembar peta), dan (2) 'Siapa yang dapat menunjukkan simbol batas wilayah berupa garis putus-putus atau lingkaran ibu kota kabupaten/kota?' (acuan: murid menunjuk garis batas kabupaten atau lingkaran/titik penanda kota pada peta) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal menggunakan peta konvensional serta komponen pendukungnya (simbol, legenda, judul, dan arah mata angin) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peta cetak konvensional (peta provinsi tempat tinggal yang memuat pembagian kabupaten/kota) yang dibagikan guru di tiap kelompok meja (10 menit).
  • Guru memandu murid mencermati 4 komponen utama pada peta cetak melalui tanya jawab terbimbing: (1) Judul peta untuk mengetahui nama wilayah; (2) Petunjuk arah mata angin (Utara, Timur, Selatan, Barat); (3) Legenda yang memuat arti simbol titik/lingkaran kota dan garis batas; serta (4) Garis batas wilayah kabupaten/kota (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengikuti permainan tantangan detektif peta 'Menemukan Rumah Daerah Kita': tiap kelompok menerima lembar panduan berisi 3 petunjuk navigasi untuk menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggal: Petunjuk 1: Temukan judul peta; Petunjuk 2: Tentukan arah kabupaten/kota tempat tinggal terhadap ibu kota provinsi; Petunjuk 3: Tandai letak kabupaten/kota tempat tinggal dengan menempelkan stiker bendera kecil tepat pada lingkaran/nama wilayah tersebut (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengerjakan lembar kerja pengamatan peta konvensional untuk mencatat 3 informasi letak kabupaten/kota tempat tinggalnya: (1) Nama kabupaten/kota tempat tinggal; (2) Letak wilayahnya berdasarkan arah mata angin pada peta (misal: di sebelah utara/selatan/barat/timur dari wilayah tetangga terdekat); (3) Nama 1 kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil penandaan letak kabupaten/kota pada peta konvensional dengan acuan peta peraga guru di depan kelas (10 menit).
  • Murid menyimpulkan bersama cara paling mudah menemukan letak kabupaten/kota pada peta konvensional (melihat judul, mencari simbol lingkaran/titik kota, dan membaca tulisan nama kabupaten/kota) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatan letak kabupaten/kota tempat tinggal murid pada peta cetak konvensional (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya yaitu mengenali letak provinsi tempat tinggal pada peta konvensional, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta cetak berukuran besar (A3/poster) dengan warna kontras antar-kabupaten/kota bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi jelas, serta atlas cetak standar bagi kelompok yang sudah lancar membaca peta.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dengan menuntun telunjuk pada garis batas bagi murid yang masih kesulitan menavigasi simbol, serta memberikan tantangan mencari 2 kabupaten tetangga bagi kelompok yang sudah cepat menemukan letak kabupaten/kotanya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan letak kabupaten/kota dengan menempelkan stiker penanda atau melingkari nama kabupaten/kota pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali komponen dasar peta cetak: (1) Menunjuk posisi judul peta pada lembar cetak (acuan: murid menunjuk area atas lembar peta); (2) Menunjukkan simbol titik/lingkaran penanda kota atau garis batas wilayah (acuan: murid menunjuk simbol titik kota atau garis putus-putus pembatas kabupaten pada peta).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam permainan 'Menemukan Rumah Daerah Kita' saat mengidentifikasi letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta cetak konvensional.
  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan 3 butir: (1) Nama kabupaten/kota tempat tinggal; (2) Arah posisi kabupaten/kota berdasarkan mata angin; (3) Nama 1 kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung (acuan kebenaran: sesuai dengan posisi administratif kabupaten/kota setempat yang tertera pada peta cetak yang dipakai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat (exit ticket lisan/tunjuk): Guru menunjuk 1 murid secara acak pada peta cetak kelas untuk menunjukkan tepat letak kabupaten/kotanya menggunakan jari telunjuk (acuan: jari telunjuk murid tepat menyentuh area atau tulisan nama kabupaten/kota tempat tinggalnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menemukan dan menandai letak kabupaten/kota pada peta konvensional menggunakan lembar ceklis
  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan peta konvensional mengenai letak kabupaten/kota tempat tinggal dan wilayah perbatasannya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta KonvensionalBelum mampu menemukan atau menunjuk letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional meskipun telah dibimbing secara langsung.Mampu menunjuk area umum provinsi pada peta konvensional, tetapi memerlukan bantuan guru untuk menentukan secara tepat letak titik/wilayah kabupaten/kota tempat tinggalnya.Mampu menunjuk dan menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional secara tepat sesuai nama wilayah dan simbol titik/lingkaran kota dengan arahan minimal.Mampu menunjuk dan menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional secara tepat dan mandiri, serta dapat menunjukkan letak kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan peta konvensional berukuran besar mempermudah murid menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggal mereka?
  • Bagian mana dari langkah navigasi peta konvensional yang paling banyak membutuhkan bimbingan individual?

Murid:

  • Bagian mana yang paling seru saat kamu mencari letak kabupaten/kota tempat tinggalmu di lembar peta cetak?
  • Tanda atau simbol apa di peta yang paling membantumu menemukan nama daerahmu?

Pertemuan 2 — Mengenali Letak Provinsi Tempat Tinggal pada Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan lembar peta cetak wilayah Indonesia serta atlas dinding (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan peta cetak kepulauan Indonesia dan menanyakan 2 hal: (1) Menunjuk pulau tempat provinsi berada pada peta; (2) Menyebutkan nama provinsi tempat tinggal mereka (acuan: murid mampu menunjuk pulau yang tepat sesuai daerah sekolah dan menyebutkan nama provinsi tempat tinggalnya dengan benar) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru dalam membaca komponen peta konvensional (judul peta, arah mata angin, legenda garis batas wilayah provinsi, dan simbol lingkaran kecil/bintang penanda ibu kota provinsi) pada peta cetak kepulauan Indonesia (15 menit).
  • Murid mengamati komponen penunjuk pada peta cetak masing-masing untuk mengenali letak batas wilayah daratan serta perairan yang mengelilingi provinsi tempat tinggal (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan detektif peta konvensional 'Jelajah 4 Penjuru': murid secara berpasangan mencari dan menunjuk letak 4 wilayah batas provinsi tempat tinggal pada peta cetak (wilayah utara, selatan, barat, dan timur provinsi) dengan memberi tanda stiker warna (20 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Mengenali Letak Provinsiku' pada peta konvensional yang dibagikan, dengan melingkari posisi provinsi tempat tinggal, memberi tanda silang (X) pada letak ibu kota provinsi, dan menandai 2 kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung pada peta tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penandaan posisi provinsi dan batas-batasnya pada peta konvensional dengan mencocokkan acuan bersama guru di depan kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan cara mengenali letak provinsi pada peta konvensional melalui identifikasi pulau, garis batas provinsi, serta posisi ibu kotanya (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir penutup dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar mengenali fitur letak kabupaten/kota menggunakan peta digital (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan peta cetak dengan kontras warna batas administrasi yang jelas dan ukuran huruf nama daerah yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan.
  • Proses: Memberikan panduan bertahap (menemukan pulau terlebih dahulu baru mencari batas provinsi) bagi murid yang belum lancar membaca peta, serta menantang murid yang cepat untuk mengenali posisi 4 kabupaten/kota lain di dalam peta provinsi yang sama.
  • Produk: Tingkat bantuan pada pengisian tanda letak batas dan ibu kota provinsi pada lembar kerja peta konvensional disesuaikan dengan kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan peta cetak kepulauan Indonesia lalu meminta murid menjawab 2 butir diagnostik: (1) 'Tunjukkan letak pulau tempat tinggal kita pada peta ini!' (acuan: menunjuk pulau yang sesuai dengan lokasi sekolah); (2) 'Sebutkan nama provinsi tempat tinggal kita!' (acuan: menyebutkan nama provinsi yang tepat sesuai lokasi sekolah).

Proses:

  • Pemeriksaan tugas Lembar Kerja mengenali letak provinsi pada peta konvensional yang memuat 3 butir tugas: (1) Melingkari wilayah provinsi tempat tinggal pada peta cetak; (2) Memberi tanda silang (X) tepat pada simbol ibu kota provinsi tempat tinggal; (3) Menandai dan menuliskan 2 nama daerah/kabupaten/laut yang berbatasan langsung dengan provinsi tempat tinggal pada peta cetak (acuan: lingkaran tepat melingkupi batas provinsi, tanda X tepat di titik ibu kota provinsi, dan 2 batas yang ditandai sesuai kenyataan letak pada peta cetak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat: Guru menunjuk satu peta cetak di papan tulis dan meminta murid secara acak menunjukkan posisi batas provinsi tempat tinggal di sebelah utara dan timur (acuan: murid menunjuk secara tepat wilayah/perairan batas utara dan batas timur sesuai legenda batas peta).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan mengenai pulau dan nama provinsi tempat tinggal pada peta kepulauan Indonesia.
  • Observasi unjuk kerja permainan tantangan 'Jelajah 4 Penjuru' dan pemeriksaan Lembar Kerja 'Mengenali Letak Provinsiku' pada peta konvensional.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak Provinsi pada Peta KonvensionalBelum mampu menemukan dan menunjuk letak wilayah provinsi tempat tinggal pada peta konvensional meskipun telah diberi bimbingan penuh.Mampu mengenali dan menunjuk letak pulau wilayah provinsi tempat tinggal, namun masih keliru saat menentukan garis batas wilayah provinsinya pada peta konvensional.Mampu mengenali dan menunjuk letak provinsi serta menandai batas wilayah dan posisi ibu kota provinsi tempat tinggal pada peta konvensional dengan benar secara mandiri.Mampu mengenali letak provinsi, menandai posisi ibu kota, serta secara konsisten dan tepat menunjukkan seluruh arah batas (utara, selatan, barat, timur) provinsi pada peta konvensional tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan batas wilayah provinsi dengan batas kabupaten/kota pada peta konvensional?
  • Bagian mana dari langkah membaca peta konvensional yang masih membingungkan murid saat menentukan letak provinsinya?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menemukan provinsi tempat tinggalku di peta cetak dengan mudah?
  • Bagian tanda atau simbol apa di peta cetak yang paling membantuku menemukan letak ibu kota provinsi?

Pertemuan 3 — Mengenali Fitur dan Letak Kabupaten/Kota pada Peta Digital — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan perangkat digital/layar proyeksi dan membuat kesepakatan penggunaan gawai secara tertib (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan cuplikan antarmuka peta digital di papan tulis/proyektor dan mengajukan 3 pertanyaan lisan untuk mengecek kesiapan murid mengenali fitur peta digital: (1) Tombol apa yang digunakan untuk memperbesar tampilan peta? (acuan jawaban: tombol perbesar/tanda plus/zoom in); (2) Tombol apa yang digunakan untuk mengetikkan nama kabupaten/kota yang dicari? (acuan jawaban: kolom pencarian/ikon kaca pembesar/search bar); (3) Tanda apa yang biasanya muncul di atas peta untuk menandai letak suatu tempat yang ditemukan? (acuan jawaban: penanda lokasi/ikon pin merah/titik lokasi) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak demonstrasi guru melalui layar proyeksi tentang cara membuka aplikasi peta digital (misalnya Google Maps/OpenStreetMap) dan mengenali fungsi 4 fitur utama peta digital: (1) Kolom Pencarian (Search Bar) untuk mengetik nama wilayah yang dicari, (2) Tombol Perbesar/Perkecil (Zoom In/Out) bertanda ikon '+' dan '-' untuk mendekatkan atau menjauhkan tampilan wilayah, (3) Pengubah Lapisan Tampilan (Layer Peta Default/Satelit) untuk melihat rupa gambar bumi asli atau peta jalan grafis, dan (4) Penanda Titik Lokasi (Pin Lokasi) berupa ikon balon merah yang menunjukkan titik tempat tinggal/kabupaten/kota yang ditemukan (15 menit).
  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Menebak Cepat Fitur Digital': guru menyebutkan satu fungsi (misalnya: 'Fitur untuk melihat foto asli atap rumah dan jalanan dari atas angkasa!'), lalu setiap pasangan berlomba menunjuk ikon yang benar pada lembar kartu antarmuka peta digital masing-masing (acuan jawaban: Fitur 1: Kolom pencarian; Fitur 2: Tombol Zoom In '+'; Fitur 3: Lapisan Satelit; Fitur 4: Pin penanda lokasi) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid menerima Lembar Aktivitas 3 'Eksplorasi Letak Kabupaten/Kota pada Peta Digital' yang memuat 4 misi penelusuran digital: Misi 1 mengidentifikasi tombol perbesar (+), Misi 2 mengetik nama kabupaten/kota sekolah di kolom pencarian, Misi 3 menandai letak titik pin kabupaten/kota tersebut pada layar, dan Misi 4 mencatat nama 2 kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung yang tampak di layar setelah memperkecil tampilan (peta wilayah Jawa Barat sebagai contoh konteks: Kota Bandung berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi; guru menyesuaikan nama daerah setempat) (20 menit).
  • Secara mandiri atau terbimbing dengan gawai/komputer kelas, murid menjalankan aplikasi peta digital untuk menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggalnya, menavigasi tombol zoom in hingga batas kabupaten/kota terlihat jelas, lalu mencocokkan hasil navigasi dengan lembar kerja (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan saling memeriksa hasil isian Lembar Aktivitas 3 untuk memverifikasi apakah ikon fitur yang dilingkari dan letak kabupaten/kota yang ditemukan pada peta digital sudah sesuai petunjuk (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 fitur utama peta digital dan cara menemukan letak kabupaten/kota menggunakan kolom pencarian dan tombol perbesar/perkecil (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 3 soal cek pemahaman cepat terkait fitur dan letak kabupaten/kota pada peta digital, kemudian guru memberikan umpan balik dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengenali batas wilayah provinsi tempat tinggal menggunakan peta digital (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan bergambar visual tombol peta digital bertahap; murid cepat diberikan tautan peta digital untuk mengeksplorasi letak 2 kabupaten/kota lain yang letaknya bertetangga.
  • Proses: Murid yang masih ragu menggunakan gawai didampingi secara langsung oleh guru saat mengetik dan menekan tombol zoom in; murid yang sudah mahir mempraktikkan navigasi peta digital secara mandiri.
  • Produk: Bagi murid lambat cukup melingkari minimal 3 fitur dasar pada gambar antarmuka dan menemukan titik kota; bagi murid cepat menuliskan nama 4 fitur lengkap beserta nama 2 kabupaten/kota terdekat yang ditemukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dengan 3 pertanyaan lisan: (1) 'Tombol apa pada peta digital yang ditekan agar tampilan peta terlihat lebih dekat dan besar?' (Acuan: tombol perbesar/zoom in bertanda +); (2) 'Di bagian mana kita mengetik nama kabupaten atau kota yang ingin kita tuju?' (Acuan: kolom pencarian / search bar bertanda ikon kaca pembesar); (3) 'Apa tanda yang muncul tepat di atas peta saat lokasi yang kita cari ditemukan?' (Acuan: ikon pin lokasi/penanda merah).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan pencarian di gawai/komputer: dinilai dari kemandirian menekan kolom pencarian, mengetikkan nama kabupaten/kota tempat tinggal secara tepat, menggunakan tombol zoom in/out, dan menunjukkan posisi pin letak kabupaten/kotanya pada layar digital.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada akhir sesi berupa 3 butir soal: (1) Pasangkan fungsi berikut dengan nama fiturnya: 'Memperbesar tampilan peta' -> [Acuan: Tombol Zoom In (+)]; (2) 'Mengetik nama kabupaten/kota' -> [Acuan: Kolom Pencarian]; (3) Tuliskan letak titik pin kabupaten/kota tempat tinggalmu saat dicari di peta digital (Acuan: murid tepat menuliskan nama kabupaten/kota tempat tinggalnya sesuai hasil pencarian di aplikasi peta digital).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal mengenai 3 ikon/tombol dasar peta digital
  • Observasi unjuk kerja saat murid menavigasi aplikasi peta digital untuk menemukan letak kabupaten/kota
  • Pemeriksaan Lembar Aktivitas 3 tentang identifikasi fitur dan letak kabupaten/kota pada peta digital

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Fitur Peta DigitalMengenali kurang dari 2 fitur peta digital (dari 4 fitur acuan: Kolom Pencarian, Tombol Zoom In/Out, Lapisan Tampilan, Pin Lokasi) walau dengan bimbingan penuh.Mengenali 2 dari 4 fitur peta digital dengan tepat sesuai acuan dengan sesekali dibantu guru.Mengenali 3 sampai 4 fitur peta digital (Kolom Pencarian, Tombol Zoom In/Out, Lapisan Tampilan, Pin Lokasi) secara tepat dengan mandiri.Mengenali seluruh (4) fitur peta digital secara tepat, mandiri, dan konsisten mendemonstrasikan fungsinya saat navigasi.
Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta DigitalBelum mampu menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggalnya pada peta digital meski telah diarahkan.Menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggalnya pada peta digital dengan bantuan langkah demi langkah dari guru.Menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggalnya pada peta digital secara mandiri menggunakan kolom pencarian dan tombol perbesar.Menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggalnya secara mandiri serta mampu menunjukkan letak 2 kabupaten/kota yang berbatasan di sekitarnya pada peta digital.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi seluruh murid untuk mempraktikkan navigasi fitur peta digital secara bergiliran/mandiri?
  • Bagian fitur mana yang paling sering membuat murid bingung saat mencari letak kabupaten/kota di peta digital?

Murid:

  • Fitur peta digital mana yang menurutmu paling mudah dan paling seru untuk digunakan?
  • Apakah kamu berhasil menemukan di mana letak kabupaten atau kota tempat tinggalmu pada layar peta digital tadi?

Pertemuan 4 — Mengenali Batas Provinsi Tempat Tinggal pada Peta Digital — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan perangkat layar proyektor atau gawai kelas yang menampilkan aplikasi peta digital (misalnya Google Maps atau aplikasi peta daring sejenis) (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan batas wilayah: (1) Apa simbol visual penanda garis batas wilayah antarprovinsi pada peta digital? (acuan: garis putus-putus atau garis berwarna tegas pemisah area administratif); (2) Jika peta digital diperkecil (zoom out), apa yang tampak melingkupi seluruh kabupaten/kota di daerah kita? (acuan: garis keliling batas wilayah provinsi) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati demonstrasi guru di layar proyektor mengenai cara mengatur perbesaran (zoom in/zoom out) pada peta digital untuk menelusuri garis batas luar provinsi tempat tinggal (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengenali 4 arah mata angin (utara, selatan, barat, timur) pada peta digital untuk menentukan batas wilayah yang berbatasan langsung dengan provinsi tempat tinggal, baik berupa batas daratan (provinsi lain) maupun batas perairan (laut/selat) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan dalam tantangan digital 'Jelajah Batas Daerahku', murid membuka aplikasi peta digital pada perangkat yang disediakan dan mengetikkan nama provinsi tempat tinggal pada bilah pencarian hingga muncul garis batas tegas provinsi berwarna merah/putus-putus (15 menit).
  • Murid menelusuri garis batas provinsi tersebut ke 4 arah mata angin pada peta digital dan mencatat 4 batas wilayah provinsi pada Lembar Kerja Batas Wilayah: (1) Batas sebelah Utara, (2) Batas sebelah Selatan, (3) Batas sebelah Barat, (4) Batas sebelah Timur (20 menit).
  • Murid mencocokkan hasil temuannya dengan panduan 4 kartu verifikasi batas peta digital yang dibagikan guru, dengan butir verifikasi: Kartu 1 (garis batas utara menyentuh wilayah X/perairan X), Kartu 2 (garis batas selatan menyentuh wilayah Y/perairan Y), Kartu 3 (garis batas barat menyentuh wilayah Z/perairan Z), Kartu 4 (garis batas timur menyentuh wilayah W/perairan W) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan batas provinsi yang telah dikenali pada peta digital dengan membandingkan penampakan garis batas saat peta digeser dan diperbesar secara mandiri (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara mengenali batas provinsi pada peta digital melalui pengamatan garis batas wilayah dan penentuan batas di sebelah utara, selatan, barat, serta timur (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan asesmen akhir singkat secara tertulis/lisan mengenai batas provinsi pada peta digital (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai pengamatan ragam bentang alam di sekitar tempat tinggal dan menutup sesi dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan peta digital dengan tampilan garis batas administratif yang sudah diaktifkan mode kontras tinggi; murid cepat diberikan tautan peta digital mode satelit untuk membedakan kenampakan batas darat dan perairan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langkah demi langkah saat melakukan perbesaran (zoom) batas wilayah; murid mahir melakukan eksplorasi mandiri mengidentifikasi nama-nama kabupaten yang berada persis di tepian garis batas terluar provinsi.
  • Produk: Murid dapat mencatat hasil identifikasi 4 batas wilayah provinsi dalam bentuk tabel isian sederhana berarah mata angin atau memberi tanda centang pada format peta digital berlabel.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Menanyakan tanda visual garis batas provinsi pada layar peta digital (acuan jawaban: garis batas berwarna merah/garis batas putus-putus tebal); (2) Menanyakan posisi batas provinsi jika peta digital diperkecil (acuan jawaban: garis batas mengelilingi seluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi tersebut).

Proses:

  • Lembar observasi identifikasi batas provinsi pada peta digital saat kegiatan 'Jelajah Batas Daerahku', menilai kemampuan murid menemukan garis batas terluar provinsi dan mengenali wilayah yang berbatasan di 4 arah mata angin (utara, selatan, barat, timur) sesuai acuan tampilan peta digital.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir di akhir pertemuan: (1) Sebutkan kenampakan garis batas provinsi pada peta digital saat nama provinsi dicari! (acuan jawaban: muncul garis batas tegas/berwarna mengelilingi batas terluar provinsi); (2) Sebutkan minimal 3 batas wilayah (provinsi tetangga atau laut) yang mengelilingi provinsi tempat tinggal berdasarkan penelusuran peta digital! (kriteria penerimaan operasional: menyebutkan 3 nama wilayah/perairan tetangga yang berbatasan langsung sesuai data geografis resmi provinsi sekolah berada).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pencarian dan penelusuran garis batas provinsi pada aplikasi peta digital
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Batas Wilayah (identifikasi 4 batas arah mata angin: utara, selatan, barat, timur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Garis Batas Provinsi pada Peta DigitalBelum mampu menemukan garis batas wilayah provinsi pada aplikasi peta digital meskipun telah dibimbing.Mampu menemukan garis batas wilayah provinsi pada peta digital namun membutuhkan panduan penuh guru dalam mengatur perbesaran (zoom) peta.Mampu menemukan dan menelusuri garis batas wilayah provinsi pada peta digital secara tepat dengan mandiri.Mampu menemukan dan menelusuri garis batas wilayah provinsi pada peta digital secara tepat, mandiri, serta konsisten menunjukkan letak kabupaten/kota yang berada di sepanjang garis perbatasan.
Mengenali Batas Wilayah Berdasarkan 4 Arah Mata Angin pada Peta DigitalMengenali 1 atau belum mengenali batas wilayah provinsi di sekelilingnya pada peta digital.Mengenali 2 dari 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, barat, timur) secara tepat pada peta digital.Mengenali 3 sampai 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, barat, timur) secara tepat pada peta digital.Mengenali seluruh 4 batas wilayah provinsi (utara, selatan, barat, timur) secara tepat dan lengkap pada peta digital secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengoperasikan fitur pencarian dan perbesaran peta digital untuk melihat garis batas wilayah provinsi?
  • Apakah instruksi penelusuran batas berdasarkan arah mata angin dapat dipahami murid dengan mudah?

Murid:

  • Bagian mana dari peta digital yang paling mudah membantumu melihat batas provinsi tempat tinggalmu?
  • Apa kesulitanmu saat mencari tahu wilayah yang berbatasan di sebelah utara, selatan, barat, atau timur pada peta digital?

Pertemuan 5 — Mengamati Ragam Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggal dan Mencatat Hasil Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.3 Mengamati fenomena dan peristiwa bentang alam di sekitar tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati ragam bentang alam di sekitar tempat tinggal dan mencatat hasil pengamatan pada tabel Amati-Pikirkan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan menampilkan 3 gambar bentang alam: Gambar 1 (dataran rendah berupa area persawahan rata), Gambar 2 (dataran tinggi/bukit dengan lereng menjulang), dan Gambar 3 (sungai yang mengalir berkelok). Murid diminta menyebutkan nama bentang alam pada gambar tersebut secara lisan (acuan: Gambar 1 = dataran rendah/sawah; Gambar 2 = perbukitan/dataran tinggi; Gambar 3 = perairan/sungai) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan foto/kartu visual tentang 4 jenis bentang alam yang umum ditemui di sekitar lingkungan tempat tinggal beserta ciri tampak sederhananya: (1) Dataran rendah (permukaan tanah datar, ketinggian rendah); (2) Perbukitan/Dataran tinggi (permukaan tanah bergelombang atau menjulang lebih tinggi dari sekitarnya); (3) Sungai/Perairan (aliran air alami di daratan); (4) Pantai/Pesisir jika berada di dekat laut (perbatasan daratan dan laut) (10 menit).
  • Murid memainkan kuis cepat menggembirakan 'Tebak Bentang Alam': guru membacakan 3 ciri tampak visual sederhana dan murid secara berpasangan mengangkat kartu nama bentang alam yang tepat: Ciri A 'Permukaan tanah datar dan banyak digunakan untuk pemukiman atau sawah' -> kartu Dataran Rendah; Ciri B 'Tanah menjulang tinggi dan memiliki lereng miring' -> kartu Bukit/Dataran Tinggi; Ciri C 'Aliran air alami yang mengalir memanjang dari tempat tinggi ke tempat rendah' -> kartu Sungai (acuan: seluruh tebakan sesuai pasangan tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Pengamatan Bentang Alam dan mengamati lingkungan nyata di sekitar sekolah/tempat tinggal (atau 3 foto bentang alam lingkungan tempat tinggal yang disiapkan guru: Foto A dataran rendah pemukiman, Foto B bukit di kejauhan, Foto C aliran sungai dekat lingkungan) secara saksama (10 menit).
  • Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan pada tabel kerja berformat: (1) Nama/Jenis bentang alam yang diamati; (2) Ciri-ciri visual yang tampak teramati (bentuk permukaan tanah/air); (3) Kondisi lingkungan sekitar bentang alam tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali catatan tabel pengamatannya untuk memastikan kelengkapan data hasil pengamatan bentang alam yang telah ditulis secara mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ragam bentang alam di sekitar tempat tinggal dan ciri tampak yang berhasil dicatat hari ini (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses pengamatan mandiri murid, mengingatkan persiapan untuk pengamatan lanjutan pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual bergambar bentang alam konkret, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati langsung variasi bentang alam yang lebih beragam di lingkungan sekitar.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam mengenali ciri permukaan tanah saat mengamati, sedangkan murid yang mandiri mengamati dan mengisi tabel pengamatan secara langsung.
  • Produk: Murid mencatat minimal 2 jenis bentang alam beserta ciri tampaknya, sedangkan murid dengan capaian lebih tinggi mencatat hingga 3 jenis bentang alam secara terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik mengenali 3 bentang alam dari gambar visual. Soal: Sebutkan nama bentang alam pada Gambar 1, 2, dan 3! (Acuan: Gambar 1 = dataran rendah/sawah; Gambar 2 = perbukitan/dataran tinggi; Gambar 3 = sungai/perairan).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid melakukan pengamatan dan mencatat hasil pengamatan ragam bentang alam pada lembar kerja Amati-Pikirkan. Kriteria: ketepatan mengamati objek bentang alam dan kelengkapan catatan ciri tampak fisik (bentuk permukaan dan kondisi sekitar) pada tabel.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan murid. Kriteria penerimaan operasional: murid mencatat minimal 2 bentang alam di sekitar tempat tinggal dengan mencantumkan nama bentang alam, minimal 1 ciri visual permukaan (misal: tanah datar/lereng miring/air mengalir), dan kondisi lingkungan sekitarnya secara tepat.

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan dan pemeriksaan catatan lembar kerja pengamatan bentang alam murid selama kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati bentang alam di sekitar tempat tinggalBelum mampu mengidentifikasi bentang alam yang diamati di lingkungan sekitar.Mampu mengamati dan mengidentifikasi 1 bentang alam di sekitar tempat tinggal dengan bantuan penuh guru.Mampu mengamati dan mengidentifikasi minimal 2 bentang alam di sekitar tempat tinggal secara tepat.Mampu mengamati dan mengidentifikasi 3 atau lebih bentang alam di sekitar tempat tinggal secara tepat dan mandiri.
Mencatat hasil pengamatan bentang alamBelum mampu mencatat hasil pengamatan bentang alam ke dalam lembar kerja.Mencatat hasil pengamatan bentang alam namun belum memuat ciri fisik visual permukaan tanah/air.Mencatat hasil pengamatan minimal 2 bentang alam dengan memuat ciri fisik visual permukaan tanah/air dan kondisi lingkungan secara tepat.Mencatat hasil pengamatan 3 bentang alam secara lengkap memuat ciri fisik visual permukaan tanah/air dan kondisi lingkungan secara terperinci dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengamati ragam bentang alam di sekitar tempat tinggal dengan fokus dan cermat?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan tabel pengamatan dalam membantu murid mencatat data bentang alam secara mandiri?

Murid:

  • Bentang alam apa saja yang berhasil saya amati hari ini di sekitar tempat tinggal?
  • Ciri apa yang paling mudah saya kenali saat mengamati bentuk permukaan bentang alam tersebut?

Pertemuan 6 — Mengamati Fenomena Perubahan Bentang Alam di Sekitar Tempat Tinggal dan Mencatat Hasil Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.3 Mengamati fenomena dan peristiwa bentang alam di sekitar tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi hening sejenak untuk membangun kesadaran penuh dalam mengamati lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan memperlihatkan sepasang gambar komparasi bukit: Gambar A (bukit penuh pohon) dan Gambar B (lereng bukit longsor gundul), lalu menanyakan: 'Apa perubahan fisik yang tampak pada lereng bukit tersebut?' (acuan: hilangnya vegetasi pohon/timbunan tanah longsor ke bawah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati fenomena perubahan bentang alam di sekitar tempat tinggal melalui media gambar berseri/lingkungan dan mencatat hasil pengamatan ke dalam lembar kerja (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati 3 pasang gambar fenomena perubahan bentang alam yang disajikan guru: Pasang 1 (pantai utuh vs pantai terabrasi/terkikis ombak), Pasang 2 (hutan lereng bukit vs lahan permukiman/tambang terbuka), Pasang 3 (aliran sungai jernih berbatuan vs sungai dangkal tertutup endapan lumpur) (10 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi tanda-tanda perubahan fisik pada tiap gambar dengan fokus mengamati wujud awal, wujud setelah berubah, dan penampakan permukaannya (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan tantangan interaktif 'Detektif Perubahan Alam': murid secara cepat menandai 2 perbedaan visual paling mencolok pada sepasang kartu foto bentang alam sawah yang beralih fungsi menjadi jalan beton (acuan: tanah sawah berair berganti aspal/beton rata) (7 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan pengamatan pada Lembar Pengamatan Perubahan Bentang Alam yang memuat 3 studi kasus bergambar di sekitar tempat tinggal: Kasus 1 (tebing sungai longsor), Kasus 2 (bukit gundul dikeruk), Kasus 3 (pantai yang surut/terkikis) (15 menit).
  • Murid mencatat hasil pengamatan pada tabel yang tersedia dengan mengisi kolom: (1) Nama bentang alam, (2) Kondisi sebelum berubah, (3) Tanda perubahan fisik yang teramati sekarang (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya untuk memastikan ketiga kasus telah terisi data perubahan visualnya secara runtut dan teliti (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri-ciri fisik fenomena perubahan bentang alam yang telah diamati hari ini (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan pengamatan murid dan menyampaikan bahwa hasil catatan pengamatan ini akan digunakan untuk menyusun pertanyaan pada pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan lingkaran panduan pada bagian yang berubah; murid yang lebih cepat diberikan gambar pembanding tambahan dengan variasi bentang alam danau.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan terfokus pada pengisian tabel baris demi baris, sedangkan murid yang mandiri langsung mengamati dan mencatat seluruh kasus secara mandiri.
  • Produk: Format pencatatan seragam pada tabel Lembar Pengamatan, dengan fleksibilitas kedalaman deskripsi tanda fisik yang teramati.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan menggunakan 1 pasang gambar pembanding bukit hijau vs bukit longsor. Butir: 'Sebutkan 1 perubahan fisik yang tampak pada lereng bukit tersebut!' (acuan jawaban: pohon tumbang/hilang, lereng terkelupas, atau terdapat timbunan tanah runtuh).

Proses:

  • Formatif saat tahap Mengaplikasi: Guru mengamati keterlibatan murid dalam mengamati rincian 3 kasus gambar perubahan bentang alam dan memeriksa ketepatan catatan fisik pada tabel (Kasus 1 tebing sungai longsor: tanah tebing runtuh/aliran tertutup batu; Kasus 2 bukit dikeruk: vegetasi hilang/tanah menjadi berundak terbuka; Kasus 3 pantai abrasi: garis pantai mundur/daratan tergerus air laut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pemeriksaan lembar catatan hasil pengamatan: memastikan murid berhasil mencatat ketiga bentang alam beserta tanda perubahan fisiknya (kriteria ketercapaian: minimal 2 dari 3 kasus mencantumkan kondisi awal dan tanda perubahan fisik yang teramati secara tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena perubahan bentang alam
  • Pemeriksaan ketepatan dan kelengkapan catatan hasil pengamatan pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan mengamati fenomena perubahan bentang alamBelum mampu menemukan tanda visual perubahan fisik pada 3 kasus fenomena bentang alam yang disajikan.Mampu menemukan tanda visual perubahan fisik pada 1 kasus fenomena bentang alam dengan tepat.Mampu menemukan tanda visual perubahan fisik pada 2 hingga 3 kasus fenomena bentang alam dengan tepat secara mandiri.Mampu menemukan tanda visual perubahan fisik pada seluruh (3) kasus fenomena bentang alam secara teliti, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan.
Pencatatan hasil pengamatan perubahan bentang alamBelum mencatat hasil pengamatan ke dalam kolom tabel lembar kerja.Mencatat hasil pengamatan hanya untuk 1 kasus dengan data kondisi awal atau tanda perubahan yang terisi sebagian.Mencatat hasil pengamatan 2 hingga 3 kasus secara runtut pada kolom nama bentang alam, kondisi sebelum berubah, dan tanda perubahan fisik.Mencatat hasil pengamatan seluruh (3) kasus secara runtut, lengkap, dan jelas pada semua kolom tabel lembar kerja secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar berseri perubahan bentang alam memudahkan murid dalam menemukan tanda-tanda perubahan fisik?
  • Apakah murid dapat melakukan pengamatan dan pencatatan secara mandiri sesuai alokasi waktu?

Murid:

  • Tanda perubahan bentang alam mana yang paling mudah kamu amati hari ini?
  • Bagian mana dari tabel pengamatan yang paling menantang saat kamu catat?

Pertemuan 7 — Mengajukan Pertanyaan Mandiri tentang Letak dan Lingkungan Tempat Tinggal Berdasarkan Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.4 Mengajukan pertanyaan tentang letak dan lingkungan tempat tinggal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu berlatih mengajukan pertanyaan secara mandiri mengenai letak dan lingkungan tempat tinggal berdasarkan hasil pengamatan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar lingkungan tempat tinggal (perumahan di tepi sungai dengan latar bukit) lalu meminta murid menyebutkan kata tanya yang tepat untuk menyelidiki gambar tersebut (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara merumuskan pertanyaan berbasis kata tanya (Apa, Di mana, Mengapa, Bagaimana) yang relevan dengan letak geografi dan kondisi lingkungan tempat tinggal (10 menit).
  • Permainan 'Tebak Kata Tanya': Murid secara berpasangan mengambil kartu pemicu fenomena lingkungan (misal: 'sungai meluap saat hujan di lereng bukit') dan berlomba mengajukan minimal 1 kalimat tanya penyelidikan yang relevan secara cepat dan riang (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid menerima Lembar Kerja Pengamatan Mandiri yang menampilkan ilustrasi bentang lingkungan tempat tinggal (permukiman, perbukitan, aliran sungai, dan jalan raya penghubung antardaerah) (5 menit).
  • Secara mandiri, murid melakukan pengamatan cermat terhadap lembar ilustrasi dan menuliskan minimal 3 kalimat tanya orisinal mengenai letak dan kondisi lingkungan tempat tinggal yang ingin diketahui lebih lanjut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar pertanyaan yang telah disusun secara mandiri menggunakan daftar periksa mandiri (apakah menggunakan kata tanya yang tepat, fokus pada letak/lingkungan, dan bersumber dari pengamatan) (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya rasa ingin tahu dan keterampilan bertanya mandiri dalam menyelidiki lingkungan tempat tinggal (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kemandirian murid dalam menyusun pertanyaan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan petunjuk visual pemantik kata tanya (Apa, Di mana, Mengapa, Bagaimana) bagi murid yang membutuhkan bantuan; dan lembar ilustrasi lingkungan yang lebih kompleks (memuat interaksi manusia dengan bentang alam berbukit) bagi murid yang cepat.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan, guru memberikan scaffolding berupa panduan pangkal kalimat tanya ('Mengapa letak perumahan...'); bagi murid yang mahir, ditantang merumuskan pertanyaan sebab-akibat letak geografis.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun minimal 2 kalimat tanya berbasis pengamatan; murid yang mahir menyusun 4 atau lebih kalimat tanya yang menggali hubungan letak dengan kondisi lingkungan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan: Guru menampilkan gambar lingkungan tepi sungai di dekat bukit. Murid diminta memilih kata tanya yang tepat (Apa/Di mana/Mengapa/Bagaimana) untuk menanyakan letak atau kondisi lingkungan tersebut. Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan minimal 1 kata tanya yang logis terkait gambar (acuan: 'Di mana aliran sungai itu bermuara?' atau 'Mengapa rumah-rumah dibangun di dekat sungai?').

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan mandiri: Memeriksa lembar kerja murid untuk memastikan terpenuhinya kriteria (1) kalimat berbentuk tanya dengan tanda tanya, (2) materi pertanyaan memuat letak atau lingkungan tempat tinggal, dan (3) dikerjakan secara mandiri berdasarkan pengamatan gambar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Murid mengumpulkan Lembar Kerja Pengamatan Mandiri berisi minimal 3 pertanyaan. Kriteria penerimaan operasional: Pertanyaan wajib menggunakan kata tanya operasional (Apa/Di mana/Kapan/Siapa/Mengapa/Bagaimana), relevan dengan objek letak/lingkungan pada gambar, dan menunjukkan rasa ingin tahu mandiri.

Formatif:

  • Penilaian kinerja penulisan kalimat tanya mandiri pada Lembar Kerja Pengamatan Letak dan Lingkungan Tempat Tinggal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengajuan Pertanyaan Mandiri tentang Letak dan Lingkungan Tempat TinggalBelum mampu menyusun kalimat tanya tentang letak dan lingkungan tempat tinggal secara mandiri, atau pertanyaan yang diajukan tidak relevan dengan hasil pengamatan meski telah dibimbing.Mampu menyusun 1 kalimat tanya yang relevan tentang letak atau lingkungan tempat tinggal berdasarkan pengamatan, namun masih memerlukan panduan dan dorongan guru.Mampu menyusun 2-3 kalimat tanya yang relevan tentang letak dan lingkungan tempat tinggal berdasarkan hasil pengamatan secara mandiri.Mampu menyusun lebih dari 3 kalimat tanya mendalam yang relevan tentang kaitan letak dan kondisi lingkungan tempat tinggal berdasarkan hasil pengamatan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi pengamatan visual memicu munculnya rasa ingin tahu murid secara mandiri?
  • Bagaimana variasi kalimat tanya yang dihasilkan murid, apakah sudah berfokus pada letak dan lingkungan tempat tinggal?

Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu amati dari gambar lingkungan tempat tinggal tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah menuliskan pertanyaan sendiri tanpa dibantu teman atau guru?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Letak Tempat Tinggal secara Tertulis dan Lisan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara tertulis dan lisan (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menjawab 2 pertanyaan guru mengenai komponen informasi letak tempat tinggal: (1) Sebutkan nama kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalmu! (2) Sebutkan minimal 1 bentang alam atau batas wilayah di sekitarnya! (acuan jawaban: (1) nama kabupaten/kota serta provinsi tempat tinggal yang ditempati; (2) bentang alam nyata di sekitar seperti sungai/bukit/laut atau batas wilayah utara/selatan/barat/timur) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan lembar komunikasi penyelidikan letak tempat tinggal yang memuat 4 unsur pokok: nama kabupaten/kota, nama provinsi, batas wilayah/letak geografis, dan kondisi bentang alam di sekitarnya (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 unsur informasi pokok letak tempat tinggal berdasarkan catatan hasil penyelidikan yang telah disiapkan dari pertemuan sebelumnya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyusun draf tertulis laporan komunikasi letak tempat tinggal pada format media kartu warta yang dibagikan guru, melengkapi 4 unsur: kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, dan bentang alam sekitar (10 menit).
  • Murid memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Warta Daerah': secara berpasangan, murid bergantian mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan letak tempat tinggalnya kepada rekan pasangan dengan panduan kartu warta yang telah ditulis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan 4 unsur informasi pada kartu warta miliknya berdasarkan penyampaian lisan yang baru dilakukan (5 menit).
  • Perwakilan 2-3 murid membacakan komunikasi lisan hasil penyelidikan letak tempat tinggalnya di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik konfirmasi kelengkapan informasi dari guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 unsur pokok dalam mengomunikasikan letak tempat tinggal secara tertulis dan lisan (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan menginformasikan bahwa hasil catatan ini akan dirapikan untuk persiapan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan komunikasi berisi kalimat rumpang dengan kata kunci terpandu (nama kabupaten/kota, provinsi, batas, bentang alam). Murid yang mahir diberikan kartu warta terbuka tanpa panduan rumpang.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap saat menyusun kalimat komunikasi tertulis. Murid yang mandiri langsung menulis dan berlatih komunikasi lisan.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk media tertulis komunikasi: kartu warta bergambar atau lembar bagan deskripsi bertema peta daerah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: guru meminta murid menyebutkan (1) nama kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya, dan (2) minimal satu batas wilayah atau bentang alam di sekitar tempat tinggalnya. Kriteria penerimaan/acuan: murid menyebutkan nama kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal yang benar serta menyebutkan minimal satu kenampakan alam/batas geografis nyata di sekitarnya.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar komunikasi tertulis: guru memeriksa pemenuhan 4 unsur informasi letak tempat tinggal pada kartu warta (unsur 1: nama kabupaten/kota; unsur 2: nama provinsi; unsur 3: minimal satu batas wilayah; unsur 4: minimal satu bentang alam di sekitarnya). Acuan jawaban benar: memuat data faktual daerah tempat tinggal murid untuk keempat unsur tersebut.
  • Lembar pengamatan komunikasi lisan berpasangan: guru mencatat ketercapaian penyampaian secara lisan untuk keempat unsur informasi letak tempat tinggal.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid membacakan ringkasan 4 unsur laporan letak tempat tinggal yang telah disusun. Kriteria ketercapaian: komunikasi lisan dan tertulis memuat lengkap 4 unsur (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, dan bentang alam).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja komunikasi tertulis pada lembar kartu warta penyelidikan letak tempat tinggal
  • Observasi unjuk kerja komunikasi lisan tentang letak tempat tinggal saat aktivitas berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara tertulisMenuliskan 1 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (unsur: kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) pada media kartu warta dengan bimbingan penuh guru.Menuliskan 2 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (unsur: kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) pada media kartu warta secara tepat.Menuliskan 3 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (unsur: kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) pada media kartu warta secara tepat.Menuliskan seluruh 4 unsur informasi letak tempat tinggal (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, dan bentang alam) pada media kartu warta secara lengkap, tepat, dan mandiri.
Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara lisanMenyampaikan secara lisan 1 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) dengan bimbingan penuh.Menyampaikan secara lisan 2 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) secara mandiri.Menyampaikan secara lisan 3 dari 4 unsur informasi letak tempat tinggal (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, bentang alam) secara mandiri.Menyampaikan secara lisan seluruh 4 unsur informasi letak tempat tinggal (kabupaten/kota, provinsi, batas wilayah, dan bentang alam) secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi setiap murid untuk menyelesaikan tulisan dan berlatih mengomunikasikannya secara lisan?
  • Bagian mana dari penyampaian informasi letak tempat tinggal yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?

Murid:

  • Informasi letak tempat tinggal mana yang paling mudah kamu ceritakan kepada temanmu?
  • Apa hal baru yang kamu rasakan saat menyampaikan hasil penyelidikanmu secara tertulis dan lisan?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
  • TP 4.3.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
  • TP 4.3.3 Mengamati fenomena dan peristiwa bentang alam di sekitar tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  • TP 4.3.4 Mengajukan pertanyaan tentang letak dan lingkungan tempat tinggal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan secara mandiri
  • TP 4.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak tempat tinggal secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (1 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan alur pelaksanaan tiga tugas (unjuk kerja peta digital, penugasan peta konvensional & laporan bentang alam kelompok, dan presentasi infografik), serta menegaskan tata tertib asesmen (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan lembar instruksi kerja sumatif yang dibagikan guru, meliputi target penandaan peta digital mandiri, pengisian stiker peta cetak dan tabel pengamatan bentang alam kelompok, serta mekanisme giliran presentasi lisan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Individual, TP 4.3.2): Murid secara mandiri melakukan unjuk kerja digital serentak pada gawai/komputer kelas selama 17 menit, yaitu membuka aplikasi peta digital (Google Maps/satelit), mengetikkan nama kabupaten/kota tempat tinggal untuk menandai titik lokasinya dengan fitur pin/marka, mengidentifikasi garis batas provinsi tempat tinggal, lalu mengambil dan menyimpan tangkapan layar (screenshot) hasil penandaan tersebut sebagai artefak bukti belajar (17 menit).
  • Tugas 2 (Kelompok, TP 4.3.1, TP 4.3.3, TP 4.3.4): Murid berkumpul dalam 7 kelompok kerja dan mengerjakan lembar kerja sumatif kelompok selama 20 menit: menempelkan stiker penanda pada letak kabupaten/kota di peta cetak/konvensional provinsi yang disediakan; melengkapi tabel catatan hasil pengamatan bentang alam sekitar (mencatat 2 jenis bentang alam, misal: dataran rendah/sungai/bukit, beserta 1 ciri dan 1 fenomena perubahannya); serta merumuskan 3 butir pertanyaan mandiri terkait letak dan lingkungan tempat tinggal (20 menit).
  • Tugas 3 (Kelompok, TP 4.3.5): Murid secara bergilir per kelompok (7 kelompok x 3 menit) melakukan presentasi lisan di depan kelas menyampaikan hasil penyelidikan letak kabupaten/kota pada peta dan hasil pengamatan bentang alam menggunakan lembar sajian infografik kelompok yang telah disiapkan (21 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi singkat terhadap seluruh proses pelaksanaan asesmen sumatif Bab 3 yang telah diselesaikan secara mandiri dan kolaboratif (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak bukti belajar (tangkapan layar digital, lembar kerja kelompok, lembar infografik), memberikan apresiasi menyeluruh atas integritas dan ketuntasan belajar seluruh murid di Bab 3, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi aksesibilitas visual: menyediakan ukuran teks peta cetak yang diperbesar atau kontras layar yang disesuaikan bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi peta yang diuji.
  • Proses: Akomodasi akses perangkat: murid yang belum terbiasa dengan tetikus/layar sentuh didampingi dalam instruksi teknis pengoperasian tombol tanpa dibantu dalam menentukan posisi letak geografis wilayah.
  • Produk: Format penyajian media presentasi lisan dapat menggunakan infografik kertas plano bergambar atau salindia digital sederhana sesuai kesiapan alat kelompok, dengan kriteria isi penyelidikan yang seragam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan perangkat digital, peta cetak berstiker, dan lembar kerja asesmen sumatif sebelum pengerjaan tugas dimulai.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam navigasi mandiri gawai peta digital serta pengamatan keaktifan kerja kolaboratif kelompok saat melengkapi lembar penyelidikan.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja navigasi peta digital dan penyusunan lembar laporan penyelidikan daerah disertai presentasi kelompok: tangkapan layar/penandaan fitur peta digital, lembar catatan pengamatan bentang alam beserta daftar pertanyaan mandiri dan laporan letak wilayah, serta penyampaian lisan kelompok
  • unjuk kerja digital serentak: tangkapan layar atau hasil penandaan mandiri titik letak kabupaten/kota dan batas provinsi pada aplikasi peta digital di perangkat kelas/gawai yang disimpan murid (20 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penandaan peta digital)
  • penugasan lembar kerja kelompok: lembar kerja kelompok berisi penunjukan letak kabupaten/kota pada peta konvensional berstiker, catatan hasil pengamatan bentang alam sekitar, dan 3 butir daftar pertanyaan mandiri tentang lingkungan tempat tinggal (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek kelengkapan dan rubrik analisis bentang alam)
  • presentasi lisan kelompok: penyampaian lisan hasil penyelidikan letak kabupaten/kota dan bentang alam menggunakan lembar sajian infografik kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 3,5 menit = 24,5 menit) (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian presentasi lisan dan media infografik)

Sumatif:

  • unjuk kerja navigasi peta digital dan penyusunan lembar laporan penyelidikan daerah disertai presentasi kelompok: tangkapan layar/penandaan fitur peta digital, lembar catatan pengamatan bentang alam beserta daftar pertanyaan mandiri dan laporan letak wilayah, serta penyampaian lisan kelompok
  • unjuk kerja digital serentak: tangkapan layar atau hasil penandaan mandiri titik letak kabupaten/kota dan batas provinsi pada aplikasi peta digital di perangkat kelas/gawai yang disimpan murid (20 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penandaan peta digital)
  • penugasan lembar kerja kelompok: lembar kerja kelompok berisi penunjukan letak kabupaten/kota pada peta konvensional berstiker, catatan hasil pengamatan bentang alam sekitar, dan 3 butir daftar pertanyaan mandiri tentang lingkungan tempat tinggal (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek kelengkapan dan rubrik analisis bentang alam)
  • presentasi lisan kelompok: penyampaian lisan hasil penyelidikan letak kabupaten/kota dan bentang alam menggunakan lembar sajian infografik kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 3,5 menit = 24,5 menit) (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian presentasi lisan dan media infografik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Letak Kabupaten/Kota dan Batas Provinsi pada Peta Digital (TP 4.3.2)Belum mampu menandai letak titik kabupaten/kota dan belum menemukan garis batas provinsi tempat tinggal pada peta digital.Mampu menandai letak kabupaten/kota tetapi keliru menunjukkan garis batas provinsi, atau sebaliknya, dengan bantuan panduan guru.Mampu menandai letak titik kabupaten/kota dan menunjukkan garis batas provinsi tempat tinggal secara tepat pada aplikasi peta digital secara mandiri.Mampu menandai letak titik kabupaten/kota dan batas provinsi secara presisi pada aplikasi peta digital serta mampu mengaktifkan fitur lapisan satelit/medan secara mandiri.
Mengenali Letak Kabupaten/Kota pada Peta Konvensional (TP 4.3.1)Belum mampu menempelkan stiker penanda letak kabupaten/kota pada peta cetak/konvensional secara tepat.Menempelkan stiker penanda pada wilayah provinsi yang benar namun bergeser dari batas wilayah kabupaten/kota tempat tinggal.Menempelkan stiker penanda tepat pada area wilayah kabupaten/kota tempat tinggal di dalam peta konvensional provinsi.Menempelkan stiker penanda tepat pada posisi kabupaten/kota serta tepat menunjukkan posisi kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung pada peta konvensional.
Mencatat Hasil Pengamatan Bentang Alam dan Fenomena Perubahannya (TP 4.3.3)Mencatat kurang dari 2 bentang alam dan belum menuliskan ciri maupun fenomena perubahannya pada lembar kerja.Mencatat 2 jenis bentang alam di sekitar tempat tinggal namun belum dilengkapi dengan ciri fisik atau fenomena perubahannya.Mencatat 2 jenis bentang alam di sekitar tempat tinggal (misal: dataran rendah, sungai, perbukitan, atau pantai) lengkap dengan 1 ciri fisik dan 1 fenomena perubahannya (misal: pendangkalan sungai, pengikisan tanah, atau alih fungsi lahan).Mencatat lebih dari 2 jenis bentang alam di sekitar tempat tinggal secara rinci lengkap dengan ciri fisik serta analisis fenomena perubahan alam/lingkungannya secara tepat.
Mengajukan Pertanyaan Mandiri tentang Letak dan Lingkungan Tempat Tinggal (TP 4.3.4)Belum menuliskan pertanyaan mandiri atau hanya menuliskan 1 pertanyaan yang tidak relevan dengan letak dan lingkungan tempat tinggal.Menuliskan 1-2 butir pertanyaan mandiri yang relevan mengenai letak atau lingkungan tempat tinggal.Menuliskan 3 butir pertanyaan mandiri yang relevan menggunakan kata tanya (apa, mengapa, bagaimana) terkait kondisi letak geografis atau bentang alam lingkungan tempat tinggal.Menuliskan lebih dari 3 butir pertanyaan mandiri yang mendalam dan kritis mengenai faktor pembentukan letak wilayah serta kelestarian bentang alam sekitar.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Lisan dan Media Infografik (TP 4.3.5)Belum menyampaikan laporan penyelidikan secara lisan dan media infografik belum memuat data letak wilayah.Menyampaikan laporan secara lisan namun belum runtut, atau media infografik hanya memuat sebagian kecil informasi letak wilayah.Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak kabupaten/kota dan bentang alam secara lisan dengan jelas dan runtut didukung media infografik kelompok yang informatif.Mengomunikasikan hasil penyelidikan letak wilayah dan bentang alam secara lisan dengan sangat runtut, lugas, menguasai materi, serta media sajian infografik terstruktur rapi dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk masing-masing tugas sumatif (peta digital, lembar kelompok, presentasi) terlaksana secara efektif dan tertib?
  • Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid secara keseluruhan terhadap kompetensi navigasi peta dan keterampilan proses IPAS pada Bab 3?

Murid:

  • Tugas asesmen sumatif mana yang paling berhasil dan lancar saya selesaikan hari ini?
  • Apa pemahaman paling penting yang saya peroleh tentang daerah tempat tinggal saya setelah mempelajari seluruh Bab 3 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023, Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!)
  2. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023, Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!)
  3. Peta cetak dinding/atlas Provinsi setempat yang memuat pembagian wilayah kabupaten/kota
  4. Lembar kerja pengamatan letak wilayah dan stiker penanda (bendera kecil)
  5. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI)
  6. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI)
  7. Peta Cetak/Konvensional Negara Kesatuan Republik Indonesia
  8. Atlas Indonesia dan Lembar Kerja Peta Administrasi Provinsi
  9. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023) Bab 3
  10. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023) Bab 3 Topik A
  11. Aplikasi peta digital daring/luring (Google Maps, Google Earth, atau OpenStreetMap)
  12. Perangkat komputer/laptop/gawai tablet dan proyektor kelas
  13. Lembar Aktivitas 3: Mengenali Fitur dan Letak Kabupaten/Kota pada Peta Digital
  14. Aplikasi peta digital daring (Google Maps / Google Earth / OpenStreetMap)
  15. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemdikbudristek Edisi Revisi
  16. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemdikbudristek Edisi Revisi
  17. Komputer/laptop/tablet atau gawai kelas yang terhubung dengan jaringan internet
  18. Layar proyektor kelas
  19. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek)
  20. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!
  21. Foto/visual ragam bentang alam lingkungan lokal (dataran rendah, perbukitan, sungai)
  22. Lembar Kerja Pengamatan Bentang Alam Sekitar
  23. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  24. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!.
  25. Set kartu foto fenomena perubahan bentang alam (abrasi pantai, erosi/longsor tebing bukit, pengerukan lahan, pendangkalan sungai).
  26. Lembar Pengamatan Perubahan Bentang Alam.
  27. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi
  28. Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi (Bab 3: Di Sini Tempat Tinggalku!)
  29. Lembar Kerja Pengamatan Mandiri berisi gambar bentang letak dan lingkungan permukiman
  30. Kartu pemicu fenomena letak lingkungan untuk permainan tebak kata tanya
  31. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
  32. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
  33. Format lembar kerja kartu warta penyelidikan letak tempat tinggal
  34. Catatan hasil pengamatan letak dan bentang alam tempat tinggal pertemuan sebelumnya
  35. Peta cetak/konvensional wilayah provinsi dan kabupaten/kota setempat
  36. Perangkat gawai/komputer sekolah dengan aplikasi navigasi peta digital (Google Maps/Google Earth)
  37. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Kelompok (tabel bentang alam & daftar pertanyaan mandiri)
  38. Stiker penanda lokasi dan kertas plano/karton infografik laporan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.