Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Pemanfaatan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Pemanfaatan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Pemanfaatan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

IPAS - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pemanfaatan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPemanfaatan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan literasi dan diskusi, murid dapat menelusuri dan menjelaskan berbagai pemanfaatan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
  2. Melalui proyek membuat karya sederhana menggunakan magnet, murid dapat menerapkan sifat gaya magnet untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat benda yang bisa menempel di kulkas tanpa lem atau paku? Kira-kira mengapa bisa begitu?
  2. Bayangkan kamu bekerja di rumah sakit — alat apa yang menggunakan magnet dan mengapa itu lebih baik daripada tanpa magnet?
  3. Jika kamu ingin membuat tempat pensil yang rapi dan praktis, bagaimana caramu memanfaatkan magnet untuk menyelesaikan masalah itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 3 gambar benda sehari-hari (kulkas dengan stiker magnet, kompas, speaker) dan menanyakan, 'Menurut kamu, benda mana yang menggunakan magnet? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan atau dengan cara mengacungkan tangan. Guru mencatat gambaran awal pemahaman murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kamu melihat benda yang bisa menempel di kulkas tanpa lem atau paku? Kira-kira mengapa bisa begitu?' Beri waktu murid merespons secara bebas. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan gambaran kegiatan: murid akan membaca, berdiskusi, lalu merancang karya sederhana berbasis magnet. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan singkat (1 halaman) berisi 5–6 contoh pemanfaatan magnet: kulkas (pintu magnetis), kompas, speaker, MRI di rumah sakit, kereta Maglev, dan papan magnet penyimpan alat tulis. (2 menit membagikan)
  • Murid membaca teks secara mandiri dalam diam selama 5 menit. Guru meminta murid menggaris-bawahi atau menandai contoh pemanfaatan magnet yang paling menarik bagi mereka. (Prinsip Berkesadaran: membaca dengan penuh perhatian dan fokus.)
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: 'Dari yang kamu baca, pemanfaatan magnet mana yang paling kamu temui di kehidupanmu sehari-hari? Mengapa magnet bisa berguna di sana?' Murid berbagi jawaban secara bergantian. (5 menit)
  • Guru menggunakan papan tulis untuk membuat peta konsep sederhana bersama murid: menuliskan 'Magnet' di tengah, lalu menambahkan cabang berisi contoh pemanfaatan beserta alasan manfaatnya. Murid menyalin peta konsep ke buku catatan mereka. (Prinsip Bermakna: mengaitkan informasi baru dengan benda-benda yang murid kenal.) (5 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan menjelaskan tantangan proyek: 'Kalian akan merancang satu karya sederhana menggunakan magnet untuk memecahkan satu masalah nyata di sekitar kalian — di kelas, rumah, atau sekolah.' (2 menit)
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Proyek yang berisi: (a) kolom identifikasi masalah, (b) kolom ide solusi berbasis magnet, (c) kotak gambar desain alat, dan (d) tabel kriteria alat (memiliki fungsi, memperhatikan kebutuhan orang, mudah digunakan). (1 menit membagikan)
  • Kelompok berdiskusi untuk menyepakati 1 masalah yang ingin dipecahkan, lalu membuat gambar desain alat beserta keterangan bagian-bagiannya di lembar kerja. Guru berkeliling memberi bimbingan dan pertanyaan pancingan seperti: 'Magnet akan dipasang di bagian mana? Apa yang akan ditarik atau ditahan oleh magnet?' (Prinsip Menggembirakan: suasana eksploratif dan bebas berkreasi.) (12 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan desain karya mereka di depan kelas dalam waktu 1–2 menit per kelompok. Kelompok lain diberi kesempatan memberi satu komentar atau pertanyaan. (Prinsip Bermakna: melatih komunikasi ide dalam konteks nyata.) (10 menit)

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membagikan kartu refleksi kecil (bisa berupa sticky note atau kolom di lembar kerja) dengan 3 pertanyaan: (1) Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang pemanfaatan magnet? (2) Bagian mana dari kegiatan proyek yang paling kamu sukai dan mengapa? (3) Apa yang ingin kamu perbaiki dari desain karya kelompokmu jika diberi kesempatan lagi? (1 menit membagikan)
  • Murid mengisi kartu refleksi secara mandiri dan jujur selama 4 menit. (Prinsip Berkesadaran: mendorong murid mengevaluasi proses belajar sendiri.)
  • Guru mengundang 2–3 murid untuk berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan apresiasi dan umpan balik yang membangun. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa magnet dimanfaatkan di banyak tempat dalam kehidupan sehari-hari karena sifat gaya tarik dan tolaknya. Kita juga mulai merancang karya yang memanfaatkan magnet untuk memecahkan masalah nyata.' (3 menit)
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: mengajukan 2 pertanyaan kepada beberapa murid secara acak — 'Sebutkan 2 contoh pemanfaatan magnet di sekitar kita!' dan 'Apa satu sifat magnet yang dimanfaatkan dalam karya desain kelompokmu?' (3 menit)
  • Guru menginformasikan rencana tindak lanjut: kelompok yang sudah selesai desain boleh mulai membawa bahan untuk membuat prototipe sederhana di pertemuan berikutnya (jika ada); murid yang ingin pengayaan dapat mencari informasi tentang cara membuat magnet buatan (induksi/gosok). (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham konsep dasar magnet (teridentifikasi dari asesmen awal) diberikan teks bacaan tambahan tentang elektromagnet dan kereta Maglev. Murid yang masih membutuhkan dukungan mendapat teks dengan ilustrasi lebih banyak dan kalimat yang lebih sederhana.
  • Proses: Saat diskusi dan proyek, murid yang membutuhkan dukungan lebih diberi kartu panduan berisi pertanyaan scaffolding ('Apa masalahnya? Di mana magnet dipasang? Apa yang akan terjadi?'). Murid yang cepat memahami berperan sebagai fasilitator dalam kelompok atau diberi tantangan tambahan: merancang 2 solusi berbeda untuk masalah yang sama.
  • Produk: Murid dengan kemampuan menggambar terbatas dapat mendeskripsikan desain karya mereka secara lisan kepada guru sebagai alternatif lembar kerja gambar. Murid yang ingin tantangan lebih dapat membuat desain dengan keterangan teknis yang lebih rinci (label bagian, cara kerja langkah demi langkah).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 gambar benda (kulkas dengan stiker magnet, kompas, speaker) dan bertanya secara lisan: 'Menurutmu, benda mana yang menggunakan magnet? Mengapa?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan kedalaman penjelasan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi selama diskusi kelas pada tahap Memahami: guru mengamati dan mencatat murid yang aktif memberikan contoh relevan, murid yang diam, dan murid yang memberikan jawaban kurang tepat untuk diberi scaffolding.
  • Pemantauan lembar kerja proyek saat kelompok bekerja: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung terhadap identifikasi masalah dan kesesuaian desain dengan sifat magnet.
  • Umpan balik lisan setelah setiap presentasi kelompok: guru memberi komentar spesifik tentang kekuatan dan satu hal yang bisa diperbaiki dari desain yang dipresentasikan.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan di akhir pembelajaran: guru mengajukan pertanyaan kepada 3–4 murid secara acak — 'Sebutkan 2 contoh pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari!' dan 'Sifat magnet apa yang kalian manfaatkan dalam desain karya tadi?'
  • Pengumpulan lembar kerja proyek kelompok dan kartu refleksi individu sebagai dokumentasi hasil belajar pada pertemuan ini.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelas (tahap Memahami): guru mengamati keterlibatan, ketepatan jawaban, dan kemampuan memberi contoh.
  • Penilaian lembar kerja proyek kelompok (tahap Mengaplikasi): guru mengecek kelengkapan identifikasi masalah, kesesuaian solusi dengan sifat magnet, dan kreativitas desain.
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menjelaskan desain karya, menyebutkan sifat magnet yang digunakan, dan menjawab pertanyaan.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan di penutup: murid menyebutkan minimal 2 contoh pemanfaatan magnet dan menjelaskan satu sifat magnet yang digunakan dalam desain karya kelompoknya.
  • Kartu refleksi tertulis murid sebagai bukti pemahaman dan kesadaran proses belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Pemanfaatan Gaya Magnet (TP 4.2.8.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari, atau contoh yang disebutkan tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari tetapi belum dapat menjelaskan alasan atau sifat magnet yang mendasarinya.Murid dapat menyebutkan 2–3 contoh pemanfaatan magnet dan menjelaskan secara sederhana sifat magnet yang dimanfaatkan pada masing-masing contoh.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh pemanfaatan magnet, menjelaskan dengan tepat sifat magnet yang digunakan, dan mengaitkannya dengan manfaat bagi kehidupan manusia secara jelas.
Merancang Karya Berbasis Magnet untuk Memecahkan Masalah (TP 4.2.8.2)Kelompok belum dapat mengidentifikasi masalah yang relevan atau desain karya tidak berkaitan dengan pemanfaatan magnet.Kelompok mengidentifikasi masalah tetapi desain karya kurang jelas atau penggunaan magnet belum tepat menyelesaikan masalah yang diidentifikasi.Kelompok mengidentifikasi masalah dengan jelas dan merancang karya yang memanfaatkan magnet secara tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut, disertai gambar desain yang dapat dipahami.Kelompok mengidentifikasi masalah nyata dengan jelas, merancang karya yang inovatif dan memenuhi ketiga kriteria (memiliki fungsi, memperhatikan kebutuhan orang, mudah digunakan), serta dapat menjelaskan cara kerja karya dengan menyebutkan sifat magnet yang mendasarinya.
Kemampuan Komunikasi dan PresentasiMurid/kelompok tidak dapat menyampaikan ide karya secara lisan dengan jelas, atau tidak dapat menjawab pertanyaan dari kelompok lain.Murid/kelompok menyampaikan ide karya dengan kalimat yang terbatas dan kurang terstruktur; dapat menjawab pertanyaan sederhana dengan bantuan guru.Murid/kelompok menyampaikan ide karya dengan cukup jelas dan terstruktur serta dapat menjawab pertanyaan dari kelompok lain secara mandiri.Murid/kelompok menyampaikan ide karya dengan sangat jelas, runtut, dan percaya diri; dapat menjawab pertanyaan dari kelompok lain dengan penjelasan yang tepat dan memberi alasan yang logis.
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok; pekerjaan dikerjakan oleh satu orang saja.Murid terlibat dalam kelompok tetapi kontribusinya terbatas; perlu dorongan dari guru atau teman untuk berpartisipasi.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi dan pembagian tugas kelompok; menghargai pendapat teman.Murid sangat aktif berkontribusi, menginisiasi ide, mendorong anggota lain untuk berpartisipasi, dan memastikan setiap anggota memahami tugas kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?
  • Apakah kegiatan proyek berhasil memancing kreativitas murid? Apa yang bisa ditingkatkan dari instruksi atau lembar kerja proyeknya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini — membaca dan berdiskusi, atau merancang karya? Mengapa?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki dari desain karya kelompokmu jika diberi kesempatan lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi (Bab 2: Gaya di Sekitar Kita) — Kemdikbud
  2. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi — Kemdikbud
  3. Teks bacaan singkat tentang pemanfaatan magnet (disiapkan guru, 1 halaman dengan ilustrasi)
  4. Lembar Kerja Proyek — desain karya berbasis magnet (disiapkan guru)
  5. Kartu refleksi individu (sticky note atau kolom di lembar kerja)
  6. Papan tulis dan spidol warna untuk membuat peta konsep bersama
  7. Gambar/foto benda-benda yang menggunakan magnet (stiker kulkas, kompas, speaker, MRI, kereta Maglev) — bisa dicetak atau ditampilkan melalui proyektor
  8. Magnet batang atau magnet kecil (jika tersedia) untuk demonstrasi singkat saat diperlukan
  9. Simulator gaya Phet Colorado (opsional, jika ada akses internet): https://phet.colorado.edu/

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.