Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Menyelidiki Sifat-Sifat Gaya Magnet

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Menyelidiki Sifat-Sifat Gaya Magnet". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Menyelidiki Sifat-Sifat Gaya Magnet

IPAS - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menyelidiki Sifat-Sifat Gaya Magnet

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenyelidiki Sifat-Sifat Gaya Magnet
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui percobaan langsung menggunakan magnet dan berbagai benda, murid dapat menjelaskan sifat-sifat gaya magnet (menarik benda tertentu, memiliki kutub, dapat menembus benda tipis) dengan benar.
  2. Secara mandiri, murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang benda-benda mana saja yang dapat ditarik magnet sebelum melakukan percobaan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat kulkas yang pintunya bisa menempel rapat sendiri? Kira-kira apa yang membuat itu bisa terjadi?
  2. Kalau kamu punya magnet dan sekantong benda-benda campuran, benda mana saja yang menurutmu akan tertarik ke magnet — dan mengapa?
  3. Apakah menurutmu magnet bisa menarik benda walau tidak menyentuhnya langsung? Bagaimana cara kamu membuktikannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk melingkar selama 2 menit. Tanyakan kabar singkat agar suasana hangat.
  • Guru memperlihatkan sebuah magnet dan mendekatkannya ke sebuah klip kertas dari jarak beberapa sentimeter tanpa menyentuh. Biarkan murid mengamati dan bereaksi secara spontan (asesmen awal observasi).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kamu melihat kulkas yang pintunya bisa menempel rapat sendiri? Kira-kira apa yang membuat itu bisa terjadi?' Tampung 2–3 jawaban murid tanpa mengoreksi.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menyelidiki sifat-sifat magnet melalui percobaan langsung, lalu berbagi temuan bersama kelas.
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 4–5 orang dan meminta masing-masing kelompok mengambil wadah berisi benda campuran (benang, jarum, paku, klip kertas, plastik, kertas, lidi, daun). Magnet belum dibagikan pada tahap ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid secara mandiri membuat tabel 'Lihat–Pikirkan–Ingin Tahu' di buku tugas. Kolom 'Lihat': murid mencatat nama benda yang ada di wadah. Kolom 'Pikirkan': murid menuliskan prediksi — apakah benda tersebut akan ditarik magnet atau tidak, beserta alasan singkat. Kolom 'Ingin Tahu': murid menuliskan satu pertanyaan yang ingin dijawab melalui percobaan hari ini. (Prinsip Berkesadaran: murid sadar apa yang sudah mereka ketahui dan apa yang belum.)
  • Guru berkeliling memantau tulisan murid dan memberi umpan balik lisan singkat: 'Prediksimu menarik, apa dasarnya?' — tanpa memberitahu jawaban yang benar. Catat murid yang belum mampu membuat prediksi untuk diferensiasi.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (3 menit): setiap kelompok menyebutkan satu benda yang mereka prediksi akan ditarik dan satu yang tidak. Tuliskan di papan tulis agar seluruh kelas melihat ragam prediksi. (Prinsip Bermakna: murid menghubungkan pengetahuan awal dengan fenomena nyata.)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Bagikan magnet batang kepada setiap kelompok. Murid melakukan Kegiatan 1: 'Memancing Benda dengan Magnet'. Gunakan magnet untuk menarik benda dari dalam wadah tanpa menyentuh langsung. Bergantian antar anggota kelompok. Catat di buku tugas: (a) benda apa saja yang tertarik magnet, (b) benda apa saja yang tidak tertarik, (c) apakah prediksi terbukti, (d) apakah bisa menarik tanpa menyentuh, (e) bagian mana dari magnet yang paling kuat menarik. (Prinsip Menggembirakan: aktivitas 'memancing' membuat eksplorasi terasa seperti permainan.)
  • Murid melanjutkan Kegiatan 2: 'Mengamati Interaksi Magnet dengan Magnet'. Dekatkan dua kutub magnet dari berbagai sisi, amati tarik-menarik dan tolak-menolak. Catat hasil di buku tugas: apa yang terjadi saat dua magnet didekatkan dari sisi yang sama dan sisi berbeda. (Prinsip Bermakna: murid membangun pemahaman sifat kutub magnet dari pengalaman tangan pertama.)
  • Murid melakukan Kegiatan 3 — 'Eksplorasi Bebas': letakkan selembar kertas tipis di atas klip kertas, lalu coba gerakkan klip menggunakan magnet dari bawah kertas. Murid mencatat apakah magnet dapat menembus benda tipis dan menuliskan temuannya. Guru mendorong murid untuk mencoba bahan lain yang tersedia (plastik tipis, kain) jika waktu memungkinkan.
  • Guru memantau jalannya percobaan, mengajukan pertanyaan lanjutan kepada kelompok yang sudah selesai lebih awal: 'Bagaimana kalau bahan penutupnya lebih tebal? Menurutmu apa yang akan terjadi?' (diferensiasi untuk murid cepat).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mendiskusikan temuan percobaan dan menyimpulkan bersama: sifat-sifat magnet apa saja yang berhasil mereka temukan? Murid menuliskan kesimpulan kelompok dalam 3–5 kalimat di buku tugas. (Prinsip Berkesadaran: murid secara sadar membandingkan hasil dengan prediksi awal.)
  • Perwakilan setiap kelompok (1 murid) mempresentasikan satu temuan paling mengejutkan dari percobaan mereka kepada kelas. Kelas merespons dengan pertanyaan atau tanggapan singkat. (Prinsip Bermakna: murid mengomunikasikan pengetahuan baru dalam konteks nyata.)
  • Murid kembali ke tabel 'Lihat–Pikirkan–Ingin Tahu' dan mengisi kolom konfirmasi: 'Prediksi mana yang terbukti? Prediksi mana yang ternyata salah?' Murid diminta jujur menuliskan kesalahan prediksi sebagai bagian dari proses belajar ilmiah.
  • Guru memfasilitasi penarikan kesimpulan bersama di papan tulis: magnet dapat menarik benda-benda tertentu (logam besi/baja), memiliki dua kutub (kutub utara dan selatan), kutub sejenis tolak-menolak dan kutub berbeda jenis tarik-menarik, serta dapat menembus benda tipis.

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'exit reflection' singkat (3 menit): setiap murid menuliskan di secarik kertas — (1) satu hal baru yang dipelajari hari ini, (2) satu hal yang masih membuat penasaran. Kertas dikumpulkan sebagai asesmen akhir formatif.
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid membuat prediksi, termasuk saat prediksi ternyata meleset — tekankan bahwa ilmuwan sungguhan juga sering membuat prediksi yang salah dan itulah cara sains berkembang.
  • Guru menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan kehidupan sehari-hari: kompas, kulkas, speaker, pintu lemari — semua memanfaatkan sifat magnet yang baru saja mereka temukan.
  • Guru menutup pelajaran dan meminta murid merapikan alat percobaan bersama sebelum meninggalkan kelas.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan kartu bergambar benda-benda (dengan nama dan ilustrasi) sebagai panduan mengisi tabel prediksi, sehingga hambatan literasi tidak menghalangi partisipasi dalam percobaan.
  • Proses: Murid yang lebih lambat didampingi guru atau teman sebaya saat mengisi kolom 'Pikirkan' — guru mengajukan pertanyaan terbimbing: 'Benda ini terbuat dari apa? Apakah kamu pernah melihat magnet menempel pada bahan itu?' Murid yang lebih cepat diberi tantangan tambahan: mencoba variasi ketebalan bahan penutup dan menuliskan hipotesis lanjutan tentang batas kemampuan magnet menembus benda.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil temuan dalam bentuk pilihan: (a) tulisan laporan singkat di buku tugas, (b) tabel bergambar dengan keterangan, atau (c) menceritakan secara lisan kepada guru jika mengalami kesulitan menulis. Semua bentuk produk diterima dan dinilai dengan rubrik yang sama.

ASESMEN

Awal:

  • Observasi reaksi murid saat guru mendemonstrasikan magnet menarik klip dari jarak dekat — catat murid yang sudah memiliki pemahaman awal tentang magnet vs. yang tampak belum familiar.
  • Pertanyaan lisan singkat kepada 2–3 murid secara acak: 'Apa yang kamu ketahui tentang magnet?' sebelum kegiatan kelompok dimulai.

Proses:

  • Observasi terstruktur saat pengisian tabel prediksi: guru menggunakan daftar cek untuk mencatat apakah murid mampu membuat prediksi disertai alasan (bukan sekadar menebak).
  • Cek hasil catatan percobaan di buku tugas saat kelompok sedang bekerja — pastikan murid mencatat minimal: nama benda, hasil interaksi dengan magnet, dan perbandingan dengan prediksi.
  • Pertanyaan lanjutan saat sesi 'Eksplorasi Bebas': 'Apakah semua logam tertarik magnet? Bagaimana cara kamu membuktikannya?' — digunakan untuk menilai kedalaman penalaran.

Akhir:

  • Kertas 'exit reflection': murid menuliskan (1) satu sifat magnet yang terbukti dari percobaan dan (2) satu pertanyaan yang masih ingin dijawab. Dinilai berdasarkan ketepatan konsep.
  • Kesimpulan tertulis di buku tugas: murid menuliskan minimal 2 sifat magnet dengan kalimat sendiri. Dinilai menggunakan rubrik aspek 'Pemahaman Konsep Sifat Magnet'.
  • Penilaian presentasi lisan kelompok: ketepatan isi temuan dan kejelasan penyampaian satu temuan paling mengejutkan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi prediksi di tabel 'Lihat–Pikirkan–Ingin Tahu' — perhatikan kualitas alasan yang diberikan murid.
  • Pemantauan selama percobaan: apakah murid mencatat hasil dengan sistematis dan membandingkan dengan prediksi awal?
  • Pertanyaan lisan saat berkeliling kelompok: 'Mengapa menurutmu benda ini tidak tertarik magnet?'

Sumatif:

  • Kertas 'exit reflection': murid menuliskan satu sifat magnet yang berhasil dibuktikan beserta caranya membuktikan.
  • Laporan singkat hasil percobaan di buku tugas (tabel + kesimpulan kelompok) dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membuat Prediksi (TP 4.2.7.2)Murid tidak menuliskan prediksi, atau menuliskan tanpa alasan sama sekali.Murid menuliskan prediksi tentang 1–2 benda, namun alasan tidak relevan atau tidak berkaitan dengan sifat bahan benda.Murid menuliskan prediksi untuk sebagian besar benda (3–4 benda) dengan alasan yang relevan meskipun belum sepenuhnya akurat secara ilmiah.Murid secara mandiri menuliskan prediksi untuk semua benda disertai alasan yang relevan dan logis berdasarkan pengetahuan sebelumnya tentang jenis bahan benda.
Mengajukan Pertanyaan (TP 4.2.7.2)Murid tidak menuliskan pertanyaan di kolom 'Ingin Tahu', atau pertanyaan tidak berkaitan dengan magnet.Murid menuliskan pertanyaan tentang magnet, namun pertanyaan bersifat sangat umum atau sudah terjawab dari informasi yang diberikan sebelumnya.Murid menuliskan pertanyaan yang spesifik dan berkaitan langsung dengan percobaan yang akan dilakukan.Murid secara mandiri menuliskan pertanyaan yang spesifik, menunjukkan rasa ingin tahu mendalam, dan membuka kemungkinan eksplorasi lebih lanjut di luar cakupan percobaan hari ini.
Pemahaman Konsep Sifat Magnet (TP 4.2.7.1)Murid tidak dapat menyebutkan sifat magnet yang ditemukan, atau pernyataannya tidak sesuai dengan hasil percobaan.Murid dapat menyebutkan 1 sifat magnet (misalnya: menarik benda tertentu) berdasarkan hasil percobaan.Murid dapat menjelaskan 2 sifat magnet (misalnya: menarik benda tertentu dan memiliki kutub) dengan kalimat sendiri dan didukung bukti dari percobaan.Murid dapat menjelaskan 3 sifat magnet (menarik benda tertentu, memiliki kutub, dapat menembus benda tipis) dengan kalimat sendiri yang runtut, disertai bukti nyata dari percobaan yang dilakukan.
Partisipasi dalam Kelompok dan KomunikasiMurid tidak aktif dalam percobaan kelompok dan tidak berkontribusi dalam diskusi atau presentasi.Murid ikut serta dalam percobaan namun pasif dalam diskusi — hanya merespons saat ditanya langsung oleh guru atau teman.Murid aktif dalam percobaan dan berkontribusi dalam diskusi kelompok, serta mampu menyampaikan temuan dengan kalimat yang dapat dipahami.Murid berperan aktif dalam percobaan dan diskusi, menyampaikan temuan dengan jelas dan percaya diri, serta merespons pertanyaan atau tanggapan dari kelompok lain dengan tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk terlibat langsung dalam percobaan, bukan hanya mengamati?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memicu rasa ingin tahu murid sebelum percobaan dimulai?
  • Murid mana yang masih kesulitan membuat prediksi beralasan? Dukungan seperti apa yang perlu saya siapkan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk tiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah kesimpulan yang ditarik murid sudah mencakup ketiga sifat magnet yang ditargetkan? Jika belum, bagaimana cara saya melengkapinya?

Refleksi Murid:

  • Sifat magnet apa yang paling mengejutkan kamu hari ini? Mengapa hal itu mengejutkan?
  • Apakah prediksi yang kamu buat sebelum percobaan ternyata benar? Kalau ada yang salah, apa yang membuat prediksimu berbeda dari hasil nyatanya?
  • Pertanyaan apa tentang magnet yang masih ingin kamu jawab? Di mana kamu bisa mencari jawabannya?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dalam kelompok hari ini? Apa yang bisa kamu lakukan lebih baik lagi dalam kerja kelompok berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi — Bab 2 Topik C (halaman terkait sifat magnet)
  2. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas IV Edisi 2021 — panduan Bab 2 Topik C
  3. Magnet batang (1 buah per kelompok)
  4. Wadah berisi benda campuran: benang, jarum jahit, paku kecil, klip kertas, potongan plastik, kertas, lidi, dan daun kering (1 set per kelompok)
  5. Kertas tipis (1–2 lembar per kelompok) untuk percobaan magnet menembus benda
  6. Buku tugas murid untuk mencatat tabel Lihat–Pikirkan–Ingin Tahu dan laporan percobaan
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat prediksi kelas bersama
  8. Secarik kertas untuk 'exit reflection' (1 per murid)
  9. Simulasi interaktif gaya (opsional, jika tersedia proyektor): https://phet.colorado.edu/

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.