Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Pemanfaatan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Pemanfaatan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Pemanfaatan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-hari

IPAS - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pemanfaatan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPemanfaatan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui studi kasus dan diskusi, murid dapat membedakan situasi di mana gaya gesek diperbesar dan diperkecil serta menjelaskan alasannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  2. Melalui kegiatan presentasi kelompok, murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang pemanfaatan gaya gesek secara lisan dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu terpeleset di lantai basah atau di permukaan licin? Apa yang terjadi dan mengapa bisa terjadi?
  2. Mengapa ban mobil dan sepatu olahraga permukaannya dibuat kasar, bukan halus?
  3. Menurut kamu, kapan kita perlu memperbesar gaya gesek dan kapan kita perlu memperkecilnya? Berikan contoh dari kehidupan sehari-hari!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: membagikan kartu 'Setuju/Tidak Setuju' berisi 3 pernyataan tentang gaya gesek (contoh: 'Permukaan licin selalu berbahaya' dan 'Ban kasar membuat mobil lebih lambat'). Murid mengangkat kartu dan guru mencatat pola pemahaman awal.
  • Guru menampilkan dua gambar berdampingan: (1) pemain sepak bola memakai sepatu berpaku di lapangan rumput, dan (2) mekanik menuangkan oli pada rantai sepeda. Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar membedakan kapan gaya gesek perlu diperbesar dan diperkecil, lalu mempresentasikan temuannya kepada teman-teman.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: studi kasus → diskusi kelompok → presentasi → refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks pendek berjudul 'Kisah Ian dan Banu' dari Buku Siswa hal. 39 tentang kontainer yang sulit didorong, lalu meminta murid membaca dalam hati selama 2 menit.
  • Guru memandu diskusi kelas menggunakan teknik 'Think-Pair-Share': murid memikirkan jawaban sendiri (1 menit), berdiskusi berpasangan (2 menit), lalu berbagi ke kelas.
  • Pertanyaan diskusi: (a) Apa yang membuat kontainer Ian dan Banu sulit didorong? (b) Apa yang bisa dilakukan untuk mempermudah mendorongnya? Ini termasuk memperbesar atau memperkecil gaya gesek?
  • Guru memberikan penguatan konsep dengan membacakan atau menampilkan poin-poin kunci: permukaan kasar → gaya gesek besar; permukaan licin → gaya gesek kecil; gaya gesek bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
  • Guru menampilkan minimal 4 gambar situasi nyata (ban mobil, sol sepatu bola, rel kereta, engsel pintu yang diberi oli, papan seluncur) dan meminta murid mengidentifikasi secara lisan: apakah situasi tersebut memperbesar atau memperkecil gaya gesek dan mengapa.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 5–6 kelompok (4–5 orang per kelompok) secara heterogen.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Studi Kasus berisi 2 skenario berbeda. Skenario disiapkan guru, contoh: Kelompok A mendapat skenario 'Rancang ulang sol sepatu untuk pendaki gunung' dan 'Mengapa mesin perlu pelumas?'; Kelompok B mendapat skenario 'Mengapa ban musim dingin berbeda dengan ban biasa?' dan 'Bagaimana cara memudahkan laci lemari yang macet?'.
  • Setiap kelompok mengerjakan Lembar Studi Kasus: (a) mengidentifikasi masalah dalam skenario, (b) menentukan apakah gaya gesek perlu diperbesar atau diperkecil, (c) menjelaskan alasan berdasarkan konsep yang telah dipelajari, dan (d) menuliskan solusi yang mereka usulkan.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pancingan bagi kelompok yang mengalami kesulitan, dan memberikan umpan balik langsung (asesmen proses).
  • Setelah kelompok selesai berdiskusi (±10 menit), setiap kelompok mempersiapkan presentasi lisan singkat (2–3 menit) menggunakan data dari lembar studi kasus mereka.
  • Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka ke depan kelas. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk mengajukan satu pertanyaan atau satu tambahan ide setelah setiap presentasi.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif setelah setiap presentasi: mengonfirmasi konsep yang benar dan meluruskan miskonsepsi secara positif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Dari semua skenario yang dipresentasikan tadi, pola apa yang kamu temukan? Kapan kita perlu memperbesar gaya gesek dan kapan memperkecilnya?'
  • Murid mengisi 'Tiket Keluar Refleksi' secara mandiri (3–4 menit): (a) Tuliskan 1 contoh situasi memperbesar gaya gesek yang belum disebutkan hari ini dan jelaskan alasannya; (b) Tuliskan 1 hal yang masih ingin kamu ketahui tentang gaya gesek.
  • Guru mengumpulkan tiket keluar untuk asesmen akhir dan memberikan apresiasi atas partisipasi semua murid.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran bersama dengan teknik 'pelengkap kalimat': 'Gaya gesek diperbesar ketika... karena... Gaya gesek diperkecil ketika... karena...'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat di papan tulis: tabel dua kolom 'Gaya Gesek Diperbesar' vs 'Gaya Gesek Diperkecil' diisi dengan contoh-contoh yang muncul selama pembelajaran.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang jalannya diskusi dan presentasi: menyebutkan hal-hal positif yang diamati (kerja sama, keberanian presentasi, penjelasan yang logis).
  • Guru menginformasikan kaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya.
  • Murid berdoa bersama dan guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat lembar studi kasus dengan skenario yang lebih sederhana dan dilengkapi kata kunci (misalnya: 'kasar', 'licin', 'pelumas', 'paku'). Murid yang sudah sangat memahami mendapat skenario yang lebih kompleks, misalnya menganalisis mengapa permukaan jalan tol dan jalan kampung dibuat berbeda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat berdiskusi dalam kelompok kecil yang didampingi guru atau teman sebaya yang ditunjuk sebagai 'tutor teman'. Murid yang sudah mahir dapat berperan sebagai fasilitator diskusi dalam kelompoknya dan ditantang untuk menghubungkan konsep gaya gesek dengan konsep energi yang pernah dipelajari.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan mempresentasikan temuan secara lisan sederhana dengan bantuan catatan di lembar kerja. Murid yang sudah mahir dapat menambahkan sketsa atau diagram sederhana untuk mendukung presentasi mereka, atau membuat 2 contoh tambahan yang mereka temukan sendiri dari lingkungan sekitar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru membagikan kartu 'Setuju/Tidak Setuju' berisi 3 pernyataan tentang gaya gesek di awal kegiatan pendahuluan. Contoh pernyataan: (1) 'Permukaan licin selalu berbahaya bagi manusia.' (2) 'Ban mobil yang kasar dibuat agar mobil terlihat gagah.' (3) 'Oli pada mesin membuat gaya gesek menjadi lebih kecil.' Guru mengamati respons murid untuk memetakan pemahaman awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan lembar checklist: apakah murid mampu mengidentifikasi jenis pemanfaatan gaya gesek (diperbesar/diperkecil) dengan tepat dan menyertakan alasan yang logis.
  • Kualitas pertanyaan dan tanggapan yang diajukan murid selama sesi presentasi antarkelompok.
  • Umpan balik lisan yang diberikan guru kepada kelompok saat berkeliling untuk memantau perkembangan diskusi.

Akhir:

  • Tiket Keluar Refleksi: murid secara individual menuliskan 1 contoh situasi memperbesar gaya gesek yang belum disebutkan dalam diskusi kelas beserta penjelasan alasannya. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level untuk melihat ketercapaian TP 4.2.6.1.
  • Penilaian presentasi lisan kelompok menggunakan rubrik aspek kemampuan mengomunikasikan data dan pemahaman konsep untuk melihat ketercapaian TP 4.2.6.2.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi dan menjelaskan situasi memperbesar/memperkecil gaya gesek menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Penilaian presentasi lisan: guru menilai kelengkapan data yang disampaikan, ketepatan konsep, dan kejelasan komunikasi.
  • Umpan balik langsung saat guru berkeliling selama diskusi kelompok.

Sumatif:

  • Tiket Keluar Refleksi: murid menuliskan 1 contoh baru situasi memperbesar gaya gesek beserta alasannya — dinilai berdasarkan ketepatan konsep dan kemampuan memberikan alasan.
  • Penilaian presentasi kelompok berdasarkan rubrik aspek pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan situasi gaya gesek diperbesar dan diperkecil (TP 4.2.6.1)Murid belum mampu membedakan situasi memperbesar dan memperkecil gaya gesek, atau jawaban tidak relevan dengan konteks.Murid dapat mengidentifikasi situasi memperbesar atau memperkecil gaya gesek tetapi belum dapat menjelaskan alasannya dengan tepat.Murid dapat membedakan situasi memperbesar dan memperkecil gaya gesek serta memberikan alasan yang cukup tepat berdasarkan konsep permukaan benda.Murid dapat membedakan situasi memperbesar dan memperkecil gaya gesek dengan tepat, menjelaskan alasan secara logis dan rinci, serta mampu memberikan contoh baru dari konteks kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan (TP 4.2.6.2)Murid belum dapat menyampaikan hasil diskusi secara lisan, atau penjelasan tidak dapat dipahami oleh pendengar.Murid menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan kalimat yang sederhana namun belum menggunakan data dari lembar studi kasus.Murid menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan cukup jelas dan mulai merujuk pada data atau bukti dari lembar studi kasus.Murid menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan jelas, terstruktur, menggunakan data dari lembar studi kasus, dan mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain dengan tepat.
Kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya masih sangat terbatas.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi yang cukup pada hasil kerja kelompok.Murid sangat aktif berdiskusi, menghargai pendapat semua anggota kelompok, memberikan kontribusi signifikan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagaimana saya bisa memperkuatnya di pertemuan berikutnya?
  • Kelompok mana yang masih mengalami miskonsepsi tentang gaya gesek? Tindak lanjut apa yang perlu saya siapkan untuk mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang gaya gesek yang sebelumnya belum kamu ketahui?
  • Contoh pemanfaatan gaya gesek apa yang paling menarik bagimu hari ini? Mengapa?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang menurutmu paling menantang? Apa yang kamu lakukan untuk menghadapi tantangan itu?
  • Apakah kamu sudah merasa percaya diri menyampaikan pendapatmu di depan teman-teman? Apa yang ingin kamu tingkatkan untuk presentasi berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 2 'Gaya di Sekitar Kita', halaman 35–39
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 2 bagian B 'Menyelidiki Gaya Gesek', halaman 66–68
  3. Lembar Studi Kasus (disiapkan guru) berisi 5–6 skenario berbeda tentang pemanfaatan gaya gesek
  4. Kartu 'Setuju/Tidak Setuju' untuk asesmen awal diagnostik (disiapkan guru)
  5. Tiket Keluar Refleksi (disiapkan guru)
  6. Gambar/foto situasi nyata pemanfaatan gaya gesek: ban mobil, sol sepatu bola, rel kereta, engsel pintu ber-oli, papan seluncur (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  7. Simulator gaya gesek interaktif dari Kemdikbud (opsional, jika tersedia proyektor): https://buku.kemdikbud.go.id/s/ipas4e
  8. Papan tulis dan spidol untuk mencatat rangkuman bersama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.