Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Apa Itu Gaya? Mengenal Konsep Tarikan dan Dorongan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Apa Itu Gaya? Mengenal Konsep Tarikan dan Dorongan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Apa Itu Gaya? Mengenal Konsep Tarikan dan Dorongan

IPAS - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Apa Itu Gaya? Mengenal Konsep Tarikan dan Dorongan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikApa Itu Gaya? Mengenal Konsep Tarikan dan Dorongan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan aktivitas sehari-hari, murid dapat mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan yang dikenakan pada suatu benda dengan benar.
  2. Melalui kegiatan mengamati benda di sekitar kelas, murid dapat mencatat contoh aktivitas yang melibatkan gaya tarikan dan gaya dorongan secara mandiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu memindahkan meja, membuka pintu, atau menarik laci? Apa yang kamu lakukan agar benda itu bergerak?
  2. Menurutmu, apa bedanya mendorong dan menarik sebuah benda? Apakah hasilnya sama?
  3. Kalau kamu ingin memindahkan tas yang berat tanpa mengangkatnya, cara apa saja yang bisa kamu gunakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan mengecek kehadiran (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menjawab lisan atau menuliskan di sticky note — 'Apa itu gaya? Tuliskan apa yang kamu tahu!' Guru mengamati variasi jawaban untuk mengetahui pengetahuan awal murid (5 menit).
  • Guru menampilkan ilustrasi atau gambar dua anak (Ian dan Banu) yang sedang berusaha memindahkan kontainer besar. Guru bertanya: 'Apa yang bisa kalian lakukan untuk membantu Ian dan Banu memindahkan kontainer itu?' (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan alur kegiatan secara singkat: 'Hari ini kita akan mengenal apa itu gaya, dan mencari contoh gaya di sekitar kita.' (2 menit).
  • Guru mengisi kolom Know-Wonder pada tabel KWL bersama murid secara lisan untuk memandu eksplorasi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mencoba langsung: dorong meja ke depan, tarik kursi ke belakang, remas selembar kertas, dan robek kertas. Murid melakukan satu per satu secara bergantian (5 menit).
  • Setelah setiap tindakan, guru bertanya: 'Apa yang terjadi pada benda tadi? Apa yang kamu lakukan terhadap benda itu?' Murid menjawab lisan secara bergantian.
  • Guru menuliskan kata kunci 'TARIKAN' dan 'DORONGAN' di papan tulis berdasarkan jawaban murid, lalu memandu murid menyimpulkan: 'Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda.'
  • Guru menjelaskan bahwa gaya bisa menggerakkan benda, mengubah arah gerak benda, dan mengubah bentuk benda — dengan contoh konkret dari kegiatan yang baru dilakukan (merobek kertas = tarikan, mendorong meja = dorongan).
  • Murid mencatat definisi gaya dan dua jenis gaya (tarikan dan dorongan) di buku tugasnya masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar observasi sederhana berisi tabel: No. | Nama Aktivitas | Jenis Gaya (Tarikan/Dorongan) | Yang Terjadi pada Benda.
  • Murid diajak keluar kelas selama ±8 menit untuk mengamati aktivitas di sekitar sekolah (misalnya: membuka pintu gerbang, menarik tali bendera, mendorong gerobak, menarik laci, dan sebagainya).
  • Setiap kelompok mencatat minimal 4 aktivitas yang mereka temukan di lembar observasi, mengklasifikasikan apakah itu tarikan atau dorongan, dan menuliskan apa yang terjadi pada benda tersebut.
  • Guru berkeliling mengamati dan memberi panduan ringan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dengan pertanyaan pancingan: 'Saat kamu membuka pintu, kamu mendorong atau menarik? Apa yang terjadi pada pintu itu?'
  • Kelas kembali masuk, tiap kelompok mempresentasikan 1–2 temuan terbaik mereka di depan kelas secara singkat (masing-masing 1 menit).
  • Guru merangkum hasil presentasi dan memastikan tidak ada konsepsi yang keliru. Jika ada jawaban yang salah, guru melakukan penguatan konsep secara klasikal.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu mengisi kolom Learn di tabel KWL: 'Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang gaya?' (3 menit).
  • Guru memandu murid menjawab 3 pertanyaan penutup secara lisan bersama kelas: (1) Apa itu gaya? (2) Apa saja contoh tarikan dan dorongan yang kamu temukan hari ini? (3) Aktivitas apa dalam kehidupan sehari-harimu yang menggunakan gaya?
  • Murid menuliskan 1 kesimpulan singkat di buku tugasnya: 'Gaya adalah … Contoh tarikan adalah … Contoh dorongan adalah …' sebagai produk belajar individu.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menghubungkan pembelajaran hari ini dengan topik berikutnya (gaya gesek dan gaya magnet) untuk membangun rasa ingin tahu.

Penutup:

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi singkat kepada murid: 'Bagian mana yang paling menarik dari pelajaran hari ini? Adakah hal yang masih membingungkan?' (2 menit).
  • Murid mengisi tiket keluar (exit ticket) di selembar kertas kecil: tuliskan 1 contoh tarikan dan 1 contoh dorongan yang belum disebutkan selama pembelajaran (3 menit).
  • Guru mengumpulkan exit ticket untuk digunakan sebagai bahan asesmen akhir dan merencanakan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup dan mengajak murid berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar gaya diberikan tantangan tambahan: mencari 2 contoh gaya dalam kegiatan olahraga atau permainan tradisional dan menjelaskan jenis gayanya. Murid yang masih kesulitan diberikan kartu gambar berisi aktivitas sehari-hari untuk diidentifikasi jenis gayanya (tarikan/dorongan) dengan panduan visual.
  • Proses: Saat kegiatan pengamatan keluar kelas, murid dengan kemampuan lebih tinggi berperan sebagai 'pencatat' dan memimpin diskusi kelompok. Murid yang membutuhkan dukungan lebih besar dipasangkan dengan teman sebaya yang sudah paham (peer learning) dan mendapat panduan berupa daftar pertanyaan terarah di lembar observasi.
  • Produk: Murid yang siap dapat menggambar diagram sederhana yang menunjukkan arah tarikan atau dorongan pada benda. Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan cukup melengkapi tabel observasi yang sudah tersedia tanpa perlu membuat diagram.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di awal pendahuluan: murid menuliskan apa yang sudah mereka ketahui tentang 'gaya'. Guru mengidentifikasi miskonsepsi dan pengetahuan awal yang beragam sebelum memulai pembelajaran inti.
  • Tabel KWL (Know-Wonder-Learn): pengisian kolom Know dan Wonder bersama secara lisan untuk memetakan pemahaman awal dan rasa ingin tahu murid.

Proses:

  • Observasi guru selama kegiatan eksplorasi fisik (mendorong meja, menarik kursi, meremas dan merobek kertas): guru mencatat apakah murid dapat menghubungkan tindakannya dengan konsep tarikan/dorongan.
  • Pemantauan lembar observasi kelompok saat pengamatan di luar kelas: guru mengecek apakah murid mengklasifikasikan jenis gaya dengan tepat dan mencatat hasil pengamatan secara mandiri.
  • Pantauan lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid dalam mengkomunikasikan temuan dan menggunakan istilah 'gaya', 'tarikan', dan 'dorongan' dengan benar.

Akhir:

  • Exit ticket individual: murid menuliskan 1 contoh tarikan dan 1 contoh dorongan baru (berbeda dari yang sudah dibahas di kelas) untuk menilai ketercapaian TP 4.2.1.1 dan 4.2.1.2.
  • Kesimpulan tertulis di buku tugas: murid melengkapi kalimat rumpang sebagai bukti pemahaman konsep gaya secara mandiri.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan eksplorasi fisik (mendorong/menarik benda): apakah murid dapat mengidentifikasi jenis gaya yang dilakukan.
  • Pengamatan saat kelompok presentasi: ketepatan klasifikasi tarikan dan dorongan dari hasil observasi di sekitar sekolah.
  • Lembar observasi kelompok: kelengkapan dan ketepatan isian tabel aktivitas gaya.

Sumatif:

  • Exit ticket individu: murid menuliskan 1 contoh tarikan dan 1 contoh dorongan baru yang belum dibahas di kelas.
  • Kesimpulan tertulis individu di buku tugas: murid melengkapi kalimat rumpang 'Gaya adalah … Contoh tarikan adalah … Contoh dorongan adalah …'

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan (TP 4.2.1.1)Murid belum dapat menjelaskan pengertian gaya, atau memberikan penjelasan yang tidak relevan dengan konsep tarikan/dorongan.Murid dapat menyebutkan bahwa gaya adalah tarikan atau dorongan, tetapi belum dapat menghubungkannya dengan contoh benda/aktivitas yang tepat.Murid dapat menjelaskan pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan dan memberikan minimal 1 contoh aktivitas yang tepat untuk masing-masing jenis gaya.Murid dapat menjelaskan pengertian gaya dengan kata-katanya sendiri, memberikan lebih dari 2 contoh aktivitas untuk masing-masing jenis gaya, dan menjelaskan apa yang terjadi pada benda saat gaya diberikan.
Mencatat contoh aktivitas gaya tarikan dan dorongan secara mandiri (TP 4.2.1.2)Murid tidak mengisi lembar observasi, atau isian tidak menunjukkan pemahaman perbedaan tarikan dan dorongan (semua diklasifikasikan sama atau kosong).Murid mengisi lembar observasi dengan 1–2 aktivitas, namun sebagian besar klasifikasi tarikan/dorongan masih keliru atau perlu banyak bantuan guru.Murid mencatat minimal 3–4 aktivitas dengan klasifikasi tarikan/dorongan yang sebagian besar benar secara mandiri.Murid mencatat lebih dari 4 aktivitas dengan klasifikasi yang seluruhnya tepat, disertai keterangan singkat tentang apa yang terjadi pada benda, tanpa bantuan guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi fisik dan pengamatan? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan cukup memancing rasa ingin tahu murid? Bagaimana saya bisa memperbaikinya?
  • Apakah alokasi waktu antara tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Berdasarkan exit ticket, berapa persen murid yang sudah mencapai TP 4.2.1.1 dan 4.2.1.2? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang gaya? Tuliskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Contoh tarikan dan dorongan apa yang paling kamu ingat dari kegiatan hari ini? Mengapa?
  • Adakah hal yang masih membingungkanmu tentang gaya? Apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek) — Bab 2: Gaya di Sekitar Kita, hal. 28–32
  2. Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek) — Bab II: Gaya di Sekitar Kita, hal. 57–66
  3. Lembar Observasi Kelompok (dibuat guru): tabel No. | Nama Aktivitas | Jenis Gaya | Yang Terjadi pada Benda
  4. Kartu gambar aktivitas sehari-hari (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan visual)
  5. Sticky note / kertas kecil untuk asesmen awal dan exit ticket
  6. Papan tulis / flipchart untuk mencatat kata kunci tarikan dan dorongan
  7. Benda-benda konkret di kelas: meja, kursi, laci, kertas, buku (untuk kegiatan eksplorasi fisik)
  8. Tabel KWL (Know-Wonder-Learn) — dapat ditempel di papan tulis atau dicetak sebagai lembar kerja

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.