MODUL AJAR IPAS — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Gaya di Sekitar Kita INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Gaya di Sekitar Kita |
|---|
| Alokasi Waktu | 22 JP (22 x 35 menit = 770 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Membedakan jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
- TP 4.2.2 Membedakan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda
- TP 4.2.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda
- TP 4.2.4 Membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan panduan pendidik tentang sifat gaya magnet
- TP 4.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang pemanfaatan gaya di sekitar kita
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi ketika kita mendorong meja atau menarik tali sepatu?
- Mengapa telapak sepatu kita terasa tertahan atau tidak mudah tergelincir saat berjalan di lantai yang kering?
- Mengapa magnet bisa menarik benda tertentu tanpa harus disentuhkan secara langsung?
- Apa perbedaan cara kerja gaya magnet dibandingkan dengan gaya otot dan gaya gesek yang sudah kita pelajari sebelumnya?
- Apa yang terjadi pada bola sepak yang diam saat kita menendangnya?
- Bagaimana kiper bisa menghentikan atau membelokkan bola yang meluncur ke arah gawang?
- Apa yang terjadi pada plastisin jika kamu menekan atau meremasnya dengan tangan?
- Apakah tarikan atau dorongan selalu membuat benda berpindah tempat, atau bisa mengubah wujud/bentuk fisiknya?
- Mengapa mobil mainan meluncur lebih cepat di atas lantai keramik yang licin dibandingkan di atas karpet berbulu?
- Apa yang terjadi pada jarak luncur balok kayu jika papan lintasannya diolesi minyak goreng?
- Apa yang akan terjadi jika dua kutub magnet yang sama didekatkan satu sama lain?
- Bagaimana urutan langkah yang benar agar kita bisa membuktikan sifat tarik-menarik dan tolak-menolak dua buah magnet?
- Apakah gaya magnet dapat menembus benda penghalang seperti kertas, plastik, atau kardus?
- Bagaimana ketebalan atau jenis benda penghalang memengaruhi tarikan magnet terhadap klip kertas?
- Bagaimana cara kita menyampaikan temuan penyelidikan pemanfaatan gaya agar orang lain dapat memahaminya?
- Informasi penting apa saja yang harus ada saat mengabarkan manfaat gaya gesek atau gaya magnet secara tertulis dan lisan?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa berbagai gaya di sekitar kita memengaruhi gerak, arah, dan bentuk benda?
- Bagaimana cara menyampaikan hasil penyelidikan sifat gaya dan manfaatnya secara jelas kepada orang lain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membedakan Jenis Gaya Otot dan Gaya Gesek dalam Kehidupan Sehari-Hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Membedakan jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan fisik dan ruang belajar agar siap dan nyaman (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar aktivitas: (1) Seseorang mendorong gerobak sampah; (2) Ban sepeda yang sedang direm di jalan aspal. Murid diminta menjawab gaya apa yang bekerja (acuan jawaban: gambar 1 melibatkan gaya otot; gambar 2 melibatkan gaya gesek) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek dalam kegiatan sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi konkret: guru mengangkat buku menggunakan tangan (gaya otot) dan menggeser kotak pensil di atas permukaan meja berpasir/kain wol (gaya gesek) (10 menit).
- Murid secara berpasangan melakukan tantangan ceria 'Tebak Gaya Cepat' dengan kartu peragaan: satu murid memperagakan aktivitas menarik laci atau menggosok kedua telapak tangan hingga hangat, lalu pasangannya menebak jenis gaya yang terjadi berdasarkan ciri otot (dihasilkan kerja otot) atau gesek (kontak dua permukaan yang bersentuhan) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bekerja dalam kelompok kecil untuk mengklasifikasikan 6 kartu aktivitas sehari-hari ke dalam kolom 'Gaya Otot' atau 'Gaya Gesek'. Kartu 1: Mengangkat ember berisi air; Kartu 2: Mengerem sepeda hingga berhenti; Kartu 3: Menendang bola ke gawang; Kartu 4: Telapak sepatu mencengkeram lantai saat berlari; Kartu 5: Menarik pintu kulkas; Kartu 6: Menggosokkan penghapus karet pada kertas ujian (acuan kunci: Gaya Otot = Kartu 1, 3, 5; Gaya Gesek = Kartu 2, 4, 6) (25 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan pembedaan gaya dengan menentukan jenis gaya dan ciri pembedanya pada 4 situasi kontekstual berikut: (1) Ban mobil beralur agar tidak selip (acuan: Gaya Gesek, cirinya sentuhan ban dengan jalan); (2) Sapi menarik pedati di sawah (acuan: Gaya Otot, cirinya tenaga dari otot sapi); (3) Mengasah pisau pada batu asahan (acuan: Gaya Gesek, cirinya pergesekan dua permukaan benda padat); (4) Meremas plastisin dengan jari tangan (acuan: Gaya Otot, cirinya tekanan/dorongan langsung dari jari tangan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan mandiri, mengidentifikasi perbedaan esensial gaya otot (dihasilkan oleh kontraksi otot makhluk hidup) dan gaya gesek (muncul akibat sentuhan dua permukaan benda yang saling bergerak/berlawanan arah) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pembedaan ciri utama antara gaya otot dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran untuk materi pertemuan berikutnya (menyelidiki karakteristik gaya magnet) serta menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret dengan petunjuk visual sumber gaya (simbol otot lengan atau simbol dua bidang bersentuhan), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu teks situasi tanpa ilustrasi gambar.
- Proses: Murid yang belum mahir dibimbing secara bertahap dalam kelompok kecil saat mengelompokkan kartu, sedangkan murid mahir mengelompokkan kartu secara mandiri dan diminta membedakan situasi yang memuat kedua gaya sekaligus.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pembedaan jenis gaya melalui penempelan kartu kategori atau penulisan nama gaya beserta ciri sentuhannya pada tabel lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di pendahuluan dengan 2 gambar aktivitas: (1) Seseorang mendorong gerobak sampah; (2) Ban sepeda yang sedang direm di jalan aspal. Guru memeriksa apakah murid dapat mengaitkan aktivitas tersebut dengan gaya otot dan gaya gesek (acuan jawaban: gambar 1 = gaya otot karena tenaga dorongan otot manusia; gambar 2 = gaya gesek karena pergesekan karet rem dengan pelek/ban dengan jalan).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan pengelompokan 6 kartu aktivitas pada tahap Mengaplikasi: (1) Mengangkat ember air -> Gaya Otot; (2) Mengerem sepeda -> Gaya Gesek; (3) Menendang bola -> Gaya Otot; (4) Sepatu mencengkeram lantai -> Gaya Gesek; (5) Menarik pintu kulkas -> Gaya Otot; (6) Menggosokkan penghapus -> Gaya Gesek. Kriteria ketercapaian: murid tepat mengelompokkan minimal 5 dari 6 kartu.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman mandiri tertulis pada 4 situasi kontekstual: (1) Ban mobil beralur agar tidak selip (Gaya Gesek); (2) Sapi menarik pedati (Gaya Otot); (3) Mengasah pisau pada batu asahan (Gaya Gesek); (4) Meremas plastisin dengan jari (Gaya Otot). Kriteria ketercapaian: murid mampu mengidentifikasi dan membedakan minimal 3 dari 4 situasi secara tepat sesuai acuan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengelompokan 6 kartu aktivitas gaya otot dan gaya gesek.
- Penilaian tes tertulis singkat pada 4 situasi kontekstual pembedaan jenis gaya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek pada situasi yang diberikan (tepat kurang dari 2 butir dari 4 butir acuan). | Mampu membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek pada sebagian kecil situasi dengan tepat (tepat 2 butir dari 4 butir acuan). | Mampu membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek pada sebagian besar situasi dengan tepat secara mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir acuan). | Mampu membedakan jenis gaya otot dan gaya gesek pada seluruh situasi dengan tepat secara mandiri dan konsisten (tepat 4 butir dari 4 butir acuan: 1=Gesek, 2=Otot, 3=Gesek, 4=Otot). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah peragaan dan media kartu aktivitas memudahkan murid membedakan gaya otot dan gaya gesek?
- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi untuk memfasilitasi murid yang memerlukan bimbingan tambahan?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: menentukan gaya otot atau gaya gesek?
- Peristiwa gaya gesek apa saja yang paling sering kamu temui saat beraktivitas di sekolah?
Pertemuan 2 — Membedakan Karakteristik Jenis Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-Hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Membedakan jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara hangat (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi pertemuan sebelumnya (gaya otot dan gaya gesek) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membedakan karakteristik jenis gaya magnet dengan gaya otot dan gaya gesek (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis acung jari untuk 3 pernyataan awal: (1) 'Mendorong meja memerlukan kontak sentuhan langsung' (acuan: Benar/Gaya otot); (2) 'Magnet dapat menarik klip kertas tanpa menempel langsung jika masih dalam jarak tertentu' (acuan: Benar/Gaya magnet tak sentuh); (3) 'Karet penghapus dapat ditarik oleh magnet' (acuan: Salah/Bukan benda magnetis) guna memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mendekatkan magnet batang ke klip kertas besi dan penghapus karet, lalu mengamati interaksi tarikan yang terjadi (10 menit).
- Secara interaktif terbimbing, murid mengidentifikasi karakteristik khas gaya magnet: merupakan gaya tarik/dorong yang dapat bekerja tanpa kontak langsung (gaya tak sentuh) dan hanya menarik benda magnetis tertentu (berbahan besi/baja), berbeda dengan gaya otot dan gaya gesek yang memerlukan sentuhan langsung antarbenda (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain berpasangan dalam aktivitas 'Tantangan Detektif Gaya': murid menerima 4 kartu fenomena sehari-hari untuk dikelompokkan ke dalam jenis gaya yang bekerja: (1) 'Menutup pintu lemari es yang otomatis menempel rapat' -> Gaya Magnet; (2) 'Mengerem sepeda hingga berhenti karena ban bergesekan dengan jalan' -> Gaya Gesek; (3) 'Mengangkat ember berisi air menggunakan tangan' -> Gaya Otot; (4) 'Ujung obeng menahan sekrup besi kecil agar tidak jatuh' -> Gaya Magnet (20 menit).
- Setiap pasangan mengisi Lembar Klasifikasi Jenis Gaya berisi 4 butir skenario kehidupan sehari-hari: Butir 1: 'Hiasan menempel di kulkas' (Karakteristik: gaya magnet, bekerja karena tarikan magnet pada pintu besi tanpa perekat); Butir 2: 'Sepatu tidak licin saat berjalan di lantai semen' (Karakteristik: gaya gesek, sentuhan permukaan sol dan lantai); Butir 3: 'Menendang bola hingga melambung' (Karakteristik: gaya otot, dorongan tenaga kaki langsung); Butir 4: 'Alat pengangkat rongsokan memisahkan besi tua dari sampah lain' (Karakteristik: gaya magnet, menarik benda berbahan besi) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil klasifikasi dengan kunci acuan yang dipaparkan guru di papan tulis untuk menyadari perbedaan mendasar gaya magnet dibanding gaya lainnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan perbedaan utama gaya magnet (gaya tak sentuh, menarik benda magnetis tertentu) dengan gaya otot dan gaya gesek (gaya sentuh) (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir 3 butir soal singkat untuk mengonfirmasi pemahaman konsep (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu fenomena dengan gambar ilustrasi konkret, sedangkan murid yang cepat diberikan skenario teks variatif tanpa bantuan visual.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan gaya sentuh dan tak sentuh didampingi dengan mencoba langsung mendekatkan magnet ke klip kertas dari jarak 2 cm, sedangkan murid yang telah mahir langsung mengelompokkan secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil pembedaan jenis gaya dalam bentuk tabel isian centang sederhana (kelompok butuh bimbingan) atau tabel klasifikasi lengkap beserta karakteristik penandanya (kelompok mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan acung jari di awal pembelajaran dengan 3 butir pertanyaan: (1) 'Mendorong meja memerlukan kontak sentuhan langsung' (acuan: Benar/Gaya otot); (2) 'Magnet dapat menarik klip kertas tanpa menempel langsung jika masih dalam jarak tertentu' (acuan: Benar/Gaya magnet); (3) 'Karet penghapus dapat ditarik oleh magnet' (acuan: Salah/Benda nonmagnetis). Murid yang menjawab benar 3 butir dikategorikan siap mendalam, 1-2 butir butuh pendampingan.
Proses:- Penilaian formatif pengerjaan Lembar Klasifikasi Jenis Gaya pada tahap Mengaplikasi dengan 4 skenario: (1) Hiasan menempel di kulkas (Gaya magnet); (2) Sepatu tidak licin saat berjalan di lantai (Gaya gesek); (3) Menendang bola hingga melambung (Gaya otot); (4) Crane pemilah besi tua rongsokan (Gaya magnet). Acuan penilaian: ketepatan menentukan jenis gaya pada keempat skenario.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 3 butir pada penutup: (1) Sebutkan jenis gaya pada kompas penunjuk arah (acuan: Gaya magnet); (2) Apakah gaya magnet memerlukan sentuhan langsung untuk menarik jarum jahit? (acuan: Tidak/gaya tak sentuh); (3) Tentukan jenis gaya saat mengayuh pedal sepeda (acuan: Gaya otot). Kriteria tuntas: minimal menjawab tepat 2 dari 3 butir.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat mengelompokkan 4 kartu fenomena dalam permainan 'Tantangan Detektif Gaya'
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Klasifikasi Jenis Gaya (4 butir skenario)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Membedakan Jenis Gaya (Gaya Magnet, Gaya Otot, dan Gaya Gesek) | Tepat mengidentifikasi jenis gaya pada 1 dari 4 skenario fenomena yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi jenis gaya pada 2 dari 4 skenario fenomena yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi jenis gaya pada 3 dari 4 skenario fenomena yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi jenis gaya pada seluruh 4 skenario fenomena yang diberikan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas interaktif menggunakan kartu fenomena efektif membantu murid membedakan gaya magnet dengan gaya sentuh lainnya?
- Bagian mana dari penjelasan karakteristik gaya tak sentuh yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang perbedaan gaya magnet dengan gaya otot atau gaya gesek hari ini?
- Aktivitas mana yang paling membantumu memahami cara kerja gaya magnet?
Pertemuan 3 — Membedakan Pengaruh Gaya terhadap Gerak dan Arah Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Membedakan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan bola kasti di meja lalu menanyakan: 'Jika bola diam ini didorong, apa yang terjadi? Jika bola sedang bergulir ditahan dengan telapak tangan, apa pengaruhnya?' Murid menjawab secara lisan. Guru mencatat kesiapan awal murid (acuan jawaban: dorongan membuat benda diam menjadi bergerak; menahan membuat benda bergerak menjadi diam/berhenti) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan berbagai pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda di sekitar kita (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru menggerakkan bola kasti dan membaca teks panduan singkat tentang interaksi gaya: (1) gaya membuat benda diam menjadi bergerak, (2) gaya membuat benda bergerak menjadi diam, (3) gaya mempercepat/memperlambat gerak benda, dan (4) gaya mengubah arah gerak benda (15 menit).
- Secara berpasangan, murid membedakan 4 kartu peristiwa pengaruh gaya berikut: Kartu A 'Menendang bola diam hingga meluncur', Kartu B 'Menangkap bola melambung hingga berhenti di tangan', Kartu C 'Mengayuh sepeda lebih kuat sehingga melaju kencang', Kartu D 'Menepis bola kasti ke samping dengan penggaris'. Murid mengelompokkan kartu ke dalam 4 kategori pengaruh gaya (acuan: Kartu A = benda diam jadi bergerak; Kartu B = benda bergerak jadi diam; Kartu C = gerak bertambah cepat; Kartu D = mengubah arah gerak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Dalam kelompok kecil, murid melakukan permainan tantangan simulasi gerak 'Oper dan Belokkan Bola': secara bergantian murid menggelindingkan bola kasti, menahan bola hingga diam, mendorong bola searah agar meluncur lebih cepat, serta menyentuh sisi bola menggunakan papan kayu kecil untuk mengubah arahnya (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Membedakan Pengaruh Gaya berisi 4 kasus sehari-hari: (1) Menginjak pedal rem sepeda yang sedang meluncur, (2) Memukul kok bulu tangkis yang datang dari arah lawan ke arah lapangan seberang, (3) Menarik gerobak mainan yang semula terparkir di sudut ruangan, (4) Mengoper bola yang sedang menggelinding ke depan dengan tendangan kencang searah. Murid menuliskan pengaruh gaya untuk setiap kasus pada kolom lembar kerja (acuan: kasus 1 = membuat benda bergerak menjadi diam/memperlambat; kasus 2 = mengubah arah gerak benda; kasus 3 = membuat benda diam menjadi bergerak; kasus 4 = membuat gerak benda semakin cepat) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan dan mengidentifikasi pembeda utama antara pengaruh gaya terhadap kecepatan/gerak dengan pengaruh gaya terhadap perubahan arah (10 menit).
- Murid mengisi kartu refleksi satu kalimat berkesadaran: 'Hari ini saya belajar bahwa gaya tidak hanya membuat benda bergerak atau diam, tetapi juga bisa...' (acuan respons: mengubah arah gerak benda / mempercepat atau memperlambat gerak benda) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap ketepatan murid dalam membedakan pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan menyampaikan bahwa pengaruh gaya terhadap bentuk benda akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, lalu mengakhiri kelas dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar arah panah gaya dan gerak benda; murid yang cepat diberikan skenario tambahan yang melibatkan kombinasi dua pengaruh gaya sekaligus (misalnya menepis bola melambung sekaligus menghentikannya).
- Proses: Pada simulasi kelompok, murid yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru dalam memperagakan perubahan arah gerak bola, sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan variasi sudut pantul secara mandiri.
- Produk: Format penulisan jawaban pada lembar kerja dapat berupa menjodohkan label kategori pengaruh gaya (untuk murid yang membutuhkan dukungan) atau menuliskan deskripsi pembedaan pengaruh gaya secara lengkap (untuk murid yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan peragaan bola kasti di atas meja: (1) 'Apa pengaruh dorongan tangan terhadap bola yang semula diam?' (acuan: membuat benda diam menjadi bergerak); (2) 'Apa pengaruh telapak tangan yang menahan bola bergulir?' (acuan: membuat benda bergerak menjadi diam/berhenti).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat mengelompokkan 4 kartu peristiwa pada tahap Memahami: (1) Kartu A 'Menendang bola diam hingga meluncur' -> Benda diam menjadi bergerak; (2) Kartu B 'Menangkap bola melambung hingga berhenti di tangan' -> Benda bergerak menjadi diam; (3) Kartu C 'Mengayuh sepeda lebih kuat sehingga melaju kencang' -> Gerak bertambah cepat; (4) Kartu D 'Menepis bola kasti ke samping dengan penggaris' -> Mengubah arah gerak benda.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Latihan Mandiri 4 kasus pada tahap Mengaplikasi: Kasus 1 (rem sepeda) = benda bergerak jadi diam/melambat; Kasus 2 (memukul kok bulu tangkis) = mengubah arah gerak; Kasus 3 (menarik gerobak diam) = benda diam jadi bergerak; Kasus 4 (mengoper bola searah) = gerak bertambah cepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui kartu refleksi: Murid melengkapi kalimat 'Gaya dapat memengaruhi gerak dan arah benda berupa: (1)..., (2)...' (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 2 pengaruh secara tepat dari pilihan: membuat benda diam bergerak, membuat benda bergerak diam/berhenti, mempercepat/memperlambat gerak, atau mengubah arah gerak benda).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan membedakan 4 kartu peristiwa pengaruh gaya terhadap gerak dan arah
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri membedakan 4 kasus pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan Pengaruh Gaya terhadap Gerak dan Arah Benda | Membedakan tepat 1 dari 4 kasus pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda pada lembar latihan (acuan kasus: 1 rem sepeda = diam/lambat, 2 bulu tangkis = ubah arah, 3 gerobak diam = bergerak, 4 oper searah = tambah cepat). | Membedakan tepat 2 dari 4 kasus pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda pada lembar latihan sesuai acuan kasus. | Membedakan tepat 3 dari 4 kasus pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda pada lembar latihan sesuai acuan kasus. | Membedakan tepat seluruh 4 dari 4 kasus pengaruh gaya terhadap gerak dan arah benda pada lembar latihan sesuai acuan kasus secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi oper dan belokkan bola membantu murid membedakan secara konkret antara pengaruh gaya terhadap perubahan gerak dan perubahan arah?
- Bagian manakah dari variasi pengaruh gaya (menghentikan, mempercepat, membelokkan) yang paling sering tertukar oleh murid?
Murid:- Apa perbedaan yang paling mudah kamu amati antara gaya yang mempercepat benda dan gaya yang membelokkan arah benda?
- Peristiwa sehari-hari apa yang sering kamu lakukan di rumah yang menunjukkan gaya mengubah arah benda?
Pertemuan 4 — Membedakan Pengaruh Gaya terhadap Bentuk Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Membedakan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati kaleng minuman kosong yang diinjak/ditekan: guru menanyakan apakah gaya tersebut mengubah posisi gerak atau mengubah bentuk benda (acuan jawaban benar: gaya tekan mengubah bentuk kaleng dari tabung utuh menjadi penyok/pipih) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru membandingkan dua perlakuan gaya: mendorong balok kayu di atas meja (berpindah posisi/gerak) versus menekan plastisin dan meremas kertas (berubah bentuk), lalu mengidentifikasi bahwa gaya (dorongan/tarikan) dapat memengaruhi bentuk suatu benda (15 menit).
- Murid berpasangan mengamati 4 contoh gambar situasi perlakuan gaya: (1) Menendang bola ke gawang, (2) Meremas adonan kue, (3) Menarik karet gelang hingga memanjang, (4) Mengoper shuttlecock bulu tangkis; lalu membedakan perlakuan yang memengaruhi bentuk benda dan yang memengaruhi gerak/arah benda (acuan: gambar 1 dan 4 memengaruhi gerak/arah; gambar 2 dan 3 memengaruhi bentuk) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Dalam kelompok kecil, murid melakukan permainan tantangan 'Ubah Bentuk Benda' menggunakan 4 media: plastisin, kertas bekas, karet gelang, dan spons; murid mempraktikkan tarikan, dorongan, remasan, atau pilinan lalu membedakan jenis perubahan bentuknya (plastisin menjadi pipih/gepeng, kertas menjadi gumpalan bulat, karet bertambah panjang lalu kembali, spons memipih saat ditekan) (25 menit).
- Setiap kelompok mencatat hasil klasifikasi pada lembar kerja untuk membedakan 4 perlakuan gaya terhadap bentuk benda: (1) Meremas kertas -> bentuk berubah tak beraturan, (2) Menekan plastisin -> bentuk berubah pipih/gepeng, (3) Menarik karet gelang -> bentuk memanjang sementara/elastis, (4) Menggulung daun pisang -> bentuk menjadi silinder (acuan: keempatnya membuktikan gaya mengubah bentuk benda) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan dan membandingkan perbedaan pengaruh gaya terhadap gerak (benda berpindah/berubah kelajuan), terhadap arah (benda berbelok/berbalik), dan terhadap bentuk (ukuran/dimensi fisik benda berubah wujud) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman singkat berupa kuis lisan cepat tentang pengaruh gaya terhadap benda (1) mengerem sepeda (gerak), (2) memotong kuku/mematahkan lidi (bentuk), (3) memantulkan bola ke dinding (arah) (acuan: klasifikasi tepat sesuai kurung) (5 menit).
- Guru mengapresiasi kerja sama seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan objek yang sangat mudah dibentuk secara langsung (plastisin lunak dan spons), sedangkan murid yang cepat diberikan variasi benda elastis dan plastis (karet, kawat lentur, kertas lipat).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing langkah demi langkah dalam mengidentifikasi perubahan bentuk, sedangkan murid mahir bekerja secara mandiri menganalisis perbedaan perubahan bentuk permanen vs elastis.
- Produk: Format pencatatan pengamatan dapat berupa centang klasifikasi tabel sederhana untuk murid yang memerlukan dukungan, atau tabel deskripsi lengkap bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru memperlihatkan kaleng minuman kaleng kosong yang diinjak hingga penyok, lalu menanyakan: 'Apakah perlakuan gaya injakan ini membuat kaleng berpindah tempat saja atau mengubah bentuknya?' (Acuan jawaban benar: gaya injakan/tekanan mengubah bentuk fisik kaleng dari silinder utuh menjadi penyok/pipih).
Proses:- Lembar observasi kegiatan kelompok 'Ubah Bentuk Benda' untuk mengamati ketepatan murid membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda pada 4 bahan: (1) plastisin (menekan -> bentuk pipih), (2) kertas (meremas -> bentuk gumpalan), (3) karet gelang (menarik -> bentuk memanjang), (4) spons (menekan -> bentuk mengecil/memipih) (acuan: murid tepat menentukan jenis gaya tarikan/dorongan dan perubahan bentuk yang terjadi pada keempat bahan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir pertemuan melalui 3 butir soal klasifikasi pengaruh gaya: (1) Menekan plastisin dengan cetakan kue -> pengaruh gaya terhadap [bentuk/gerak]; (2) Mengerem sepeda yang sedang melaju -> pengaruh gaya terhadap [bentuk/gerak]; (3) Memukul bola kasti yang datang hingga melambung balik -> pengaruh gaya terhadap [bentuk/arah] (acuan jawaban: 1 = bentuk, 2 = gerak, 3 = arah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat penyelidikan pengubahan bentuk benda pada plastisin, kertas, karet gelang, dan spons
- Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan pengaruh gaya terhadap bentuk benda versus arah/gerak benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda | Belum mampu membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda, keliru mengidentifikasi perubahan bentuk sebagai perubahan gerak pada 4 bahan pengamatan. | Mampu membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda dengan tepat pada 1-2 bahan pengamatan secara terbimbing. | Mampu membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda dengan tepat pada 3-4 bahan pengamatan (plastisin, kertas, karet, spons) secara mandiri. | Mampu membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda pada seluruh bahan pengamatan secara konsisten serta tepat membedakan pengaruh gaya terhadap gerak, arah, dan bentuk pada situasi baru tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam eksplorasi membuktikan pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk benda?
- Apakah alokasi waktu pada tiap tahap pembelajaran mendalam (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan secara proporsional dan efektif?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan mengubah bentuk benda tadi yang paling kamu sukai?
- Apa perbedaan utama antara benda yang didorong hingga bergerak dengan benda yang ditekan hingga berubah bentuk?
Pertemuan 5 — Mengamati dan Mencatat Fenomena Gerak Benda Akibat Gaya Gesek pada Berbagai Permukaan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid dengan menata meja praktikum sederhana (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati sebuah mobil mainan yang didorong di atas meja kayu licin lalu di atas handuk kasar, kemudian mengajukan 1 pertanyaan: 'Di permukaan mana mobil mainan bergerak lebih jauh dan cepat?' (acuan jawaban: meja kayu licin membuat mobil meluncur lebih jauh dan cepat, sedangkan handuk kasar membuat mobil meluncur lebih lambat dan pendek karena gaya gesek lebih besar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran menyimak demonstrasi guru saat meluncurkan kelereng di bidang miring kayu polos dan bidang miring beralas kain flanel untuk memahami konsep pengamatan fenomena gerak benda akibat gaya gesek permukaan (5 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Pengamatan Gerak Benda pada Berbagai Permukaan yang memuat tabel pengamatan untuk 3 kondisi permukaan lintasan papan seluncur: (1) permukaan kayu licin/polos, (2) permukaan dilapisi amplas kasar, dan (3) permukaan diolesi cairan sabun/minyak (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok kecil, murid melakukan permainan tantangan menggembirakan 'Balap Luncur Kelereng Bertingkat' untuk mengamati secara langsung kecepatan dan kelancaran gerak kelereng yang meluncur dari ketinggian bidang miring yang sama (10 menit).
- Murid melakukan pengamatan terarah pada 3 jenis permukaan lintasan: mengamati fenomena gerak kelereng (laju gerak: sangat cepat/sedang/lambat) dan mengukur jarak luncur benda menggunakan mistar (15 menit).
- Murid secara kolaboratif mencatat hasil pengamatan fenomena gerak benda tersebut ke dalam tabel Lembar Kerja: mencatat laju gerak dan jarak luncur pada (1) lintasan kayu licin, (2) lintasan amplas kasar, dan (3) lintasan air sabun licin (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatan pada tabel lembar kerja kelompok masing-masing dan mencocokkan pola gerak benda: permukaan kasar menyebabkan gerak benda melambat/terhambat, permukaan licin menyebabkan gerak benda lebih cepat/lancar (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan cek pemahaman singkat melalui 1 pertanyaan lisan penutup: 'Bagaimana fenomena gerak benda ketika melewati permukaan yang kasar dibandingkan permukaan licin?' (acuan jawaban: pada permukaan kasar benda bergerak lebih lambat dan menempuh jarak lebih pendek, sedangkan pada permukaan licin benda bergerak lebih cepat dan menempuh jarak lebih jauh) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian pengamatan murid, merapikan alat praktikum bersama, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan papan seluncur dengan penanda visual skala jarak berwarna bagi kelompok yang memerlukan bantuan pengamatan visual.
- Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi langkah demi langkah pelepasan benda pada lintasan; bagi kelompok yang cepat, diberikan tambahan 1 jenis permukaan uji (permukaan berpasir) untuk diamati dan dicatat fenomena geraknya.
- Produk: Pencatatan hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk tabel data angka jarak atau contreng kategori laju gerak (cepat, sedang, lambat) pada format lembar kerja yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan saat demonstrasi mobil mainan di pendahuluan: 'Di permukaan mana mobil mainan bergerak lebih jauh dan cepat ketika didorong dengan gaya yang sama: meja kayu licin atau handuk kasar?' (acuan jawaban: meja kayu licin menghasilkan gerak lebih cepat dan jauh; handuk kasar menghasilkan gerak lambat dan pendek).
Proses:- Formatif proses melalui lembar observasi keterlibatan mengamati fenomena gerak kelereng pada 3 permukaan lintasan (kayu polos, amplas, air sabun) dan ketepatan mencatat data hasil pengamatan pada tabel Lembar Kerja (acuan data tepat: (1) kayu polos = gerak cepat, jarak jauh; (2) amplas kasar = gerak lambat/terhambat, jarak pendek; (3) air sabun = gerak sangat lancar/cepat, jarak paling jauh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di penutup: 'Bagaimana fenomena gerak benda ketika melewati permukaan yang kasar dibandingkan permukaan licin?' (acuan jawaban: permukaan kasar menghambat gerak benda sehingga laju lambat dan jarak tempuh pendek; permukaan licin memperkecil hambatan sehingga laju cepat dan jarak tempuh panjang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena gerak benda pada 3 permukaan lintasan
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengamatan pengaruh gaya gesek terhadap gerak benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati fenomena gerak benda akibat gaya gesek | Belum mampu mengamati perbedaan fenomena gerak benda pada berbagai permukaan lintasan meskipun diarahkan guru. | Mengamati fenomena gerak benda pada 1-2 jenis permukaan lintasan dengan bantuan dan arahan pendidik. | Mengamati fenomena gerak benda pada ketiga jenis permukaan lintasan (licin, kasar, sangat licin) secara mandiri dan cermat. | Mengamati fenomena gerak benda pada ketiga jenis permukaan lintasan secara mandiri, teliti, dan mengidentifikasi variasi kecepatan gerak dengan sangat rinci. | | Mencatat hasil pengamatan pengaruh gaya terhadap gerak benda | Belum mampu mencatat data hasil pengamatan gerak benda ke dalam tabel lembar kerja. | Mencatat hasil pengamatan gerak benda hanya pada 1-2 kondisi permukaan dengan data yang belum lengkap. | Mencatat seluruh hasil pengamatan fenomena gerak benda secara tepat dan lengkap untuk ketiga jenis permukaan sesuai data pengamatan. | Mencatat seluruh hasil pengamatan fenomena gerak benda untuk ketiga jenis permukaan dengan data yang sangat lengkap, rapi, teratur, dan tepat sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok dapat mengamati dengan jelas perbedaan fenomena gerak benda pada ketiga permukaan?
- Bagian mana dari kegiatan eksperimen sederhana ini yang paling membuat murid antusias dan memahami pengaruh gaya gesek?
Murid:- Permukaan lintasan mana yang membuat kelereng meluncur paling lambat saat kamu amati?
- Apa yang kamu rasakan saat mencatat dan melihat langsung laju kelereng di atas lintasan licin dan kasar?
Pertemuan 6 — Membuat Rencana Penyelidikan Terbimbing Sifat Gaya Magnet Tarik-Menarik dan Tolak-Menolak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan panduan pendidik tentang sifat gaya magnet
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun rancangan langkah penyelidikan terbimbing mengenai sifat gaya magnet tarik-menarik dan tolak-menolak (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 magnet batang berkutub U (Utara) dan S (Selatan) lalu mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika kutub U didekatkan ke kutub U, apakah akan menempel atau saling mendorong?' (acuan jawaban benar: saling mendorong / tolak-menolak) dan 'Jika kutub U didekatkan ke kutub S, apakah akan menempel atau saling mendorong?' (acuan jawaban benar: menempel / tarik-menarik) untuk memetakan kesiapan murid sebelum merancang penyelidikan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi pemodelan terbimbing di mana guru memperlihatkan format lembar 'Rencana Penyelidikan Sifat Magnet' yang memuat 3 komponen wajib: (1) Alat dan bahan yang dibutuhkan, (2) Prediksi awal, dan (3) Langkah kerja berurutan untuk menguji interaksi kutub magnet (10 menit).
- Murid bersama guru mencermati contoh pertanyaan penyelidikan yang harus dijawab: 'Bagaimana interaksi antara dua magnet jika kutub senama didekatkan dan jika kutub tidak senama didekatkan?' beserta pilihan alat yang disediakan (2 magnet batang berlabel U dan S, penggaris mika, lembar format rencana) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Sebagai aktivitas tantangan menyenangkan 'Teka-Teki Rencana Penyelidikan', setiap kelompok menerima 4 kartu langkah acak untuk disusun menjadi urutan rencana kerja yang tepat sebelum dituliskan pada lembar kerja (10 menit). Keempat kartu tersebut adalah: Kartu A ('Letakkan satu magnet batang di atas meja secara mendatar'), Kartu B ('Dekatkan kutub U magnet kedua ke arah kutub U magnet pertama pada jarak 2 cm lalu amati pergerakannya'), Kartu C ('Balik magnet kedua sehingga kutub S mendekati kutub U magnet pertama pada jarak 2 cm lalu amati pergerakannya'), Kartu D ('Tuliskan hasil apakah kedua magnet saling mendorong atau menempel pada tabel pengamatan'). (Acuan urutan kerja benar: A -> B -> C -> D).
- Setiap kelompok menyalin dan melengkapi lembar 'Rencana Penyelidikan Sifat Magnet' dengan menuliskan: (1) Alat & bahan (2 magnet batang bertanda kutub U dan S, penggaris), (2) Prediksi untuk 2 kondisi (kutub senama U-U akan tolak-menolak; kutub berbeda U-S akan tarik-menarik), dan (3) 4 langkah operasional yang telah disusun runtut sesuai kartu acuan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menukar draf rencana penyelidikan dengan kelompok sebelah untuk memeriksa bersama apakah ketiga komponen rencana (alat-bahan, prediksi 2 kondisi, dan 4 langkah kerja berurutan A-B-C-D) sudah lengkap dan siap digunakan untuk uji coba operasional (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa rancangan penyelidikan yang baik harus memuat alat, prediksi, dan langkah kerja yang runtut untuk menjawab pertanyaan penyelidikan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penutup atas hasil rancangan lembar kerja murid dan menginformasikan bahwa rencana yang dibuat hari ini akan langsung diuji coba pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu langkah dengan nomor urut rumpang (scaffolding langkah 1 dan 4 terisi), sedangkan kelompok mandiri menyusun seluruh 4 kartu langkah acak secara penuh.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada kelompok yang masih kesulitan menyusun alur pengujian kutub magnet, sementara kelompok yang lebih cepat diarahkan memeriksa konsistensi antara kalimat pertanyaan penyelidikan dan urutan langkah yang dirancang.
- Produk: Format rencana penyelidikan standar mencakup alat-bahan, 2 butir prediksi, dan 4 butir langkah kerja berurutan. Kelompok cepat dapat menambahkan kolom variabel jarak pengujian (misal: 2 cm dan 5 cm) pada langkah rencana mereka.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan saat pembuka: (1) 'Jika kutub U didekatkan ke kutub U magnet lain, apa yang terjadi?' (acuan: tolak-menolak / saling mendorong), (2) 'Jika kutub U didekatkan ke kutub S magnet lain, apa yang terjadi?' (acuan: tarik-menarik / menempel). Digunakan untuk menentukan kesiapan dasar tentang adanya dua kutub magnet sebelum merancang penyelidikan.
Proses:- Formatif proses: Guru mengamati ketepatan kelompok saat menyusun 4 kartu acak langkah penyelidikan sifat magnet menjadi urutan operasional yang runtut (acuan urutan benar: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C -> Kartu D).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lembar rencana penyelidikan kelompok di akhir sesi: Guru memeriksa lembar kerja murid terhadap kriteria (1) menuliskan alat-bahan secara tepat (2 magnet batang U-S & penggaris), (2) menuliskan prediksi pada 2 kondisi (U-U tolak-menolak; U-S tarik-menarik), dan (3) menuliskan 4 langkah operasional terurut secara logis (A-B-C-D).
Formatif:- Observasi diskusi penyusunan kartu langkah rencana penyelidikan
- Pemeriksaan kelengkapan dan keruntutan lembar Rencana Penyelidikan Sifat Gaya Magnet (alat-bahan, prediksi, langkah A-B-C-D)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perumusan Rencana Langkah Penyelidikan Sifat Gaya Magnet (Tarik-Menarik dan Tolak-Menolak) | Belum mampu menyusun langkah penyelidikan; urutan langkah operasional pengujian interaksi kutub magnet masih acak/tidak runtut meski dibimbing. | Mampu menyusun langkah penyelidikan dengan bantuan intensif guru; urutan langkah benar minimal 2 dari 4 kartu langkah (Kartu A dan Kartu B). | Mampu menyusun rencana penyelidikan terbimbing secara tepat dan runtut sesuai acuan 4 langkah (Kartu A -> B -> C -> D) serta memuat alat-bahan dan prediksi 2 kondisi interaksi kutub dengan arahan pendidik. | Mampu menyusun rencana penyelidikan secara lengkap, runtut (urutan A-B-C-D), memuat alat-bahan dan prediksi 2 kondisi secara tepat, serta mampu memberikan alasan logis pemilihan urutan langkah tersebut secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pemodelan format lembar rencana penyelidikan cukup jelas dipahami oleh seluruh kelompok?
- Bagian mana dari langkah penyelidikan terbimbing yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Langkah apa yang paling penting disiapkan dalam rencana agar pengujian gaya magnet berhasil?
- Apakah kamu dan kelompokmu sudah yakin urutan langkah kerjamu sudah runtut dan siap diuji coba?
Pertemuan 7 — Melakukan Langkah Operasional Penyelidikan Sifat Gaya Magnet Menembus Benda Tertentu — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan panduan pendidik tentang sifat gaya magnet
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperagakan magnet di atas selembar kertas tipis yang di bawahnya terdapat sebuah klip kertas besi, lalu menanyakan apakah klip tersebut akan tetap menempel atau jatuh (acuan: klip tetap menempel dan ikut bergerak mengikuti magnet karena gaya magnet dapat menembus kertas tipis) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan langkah operasional penyelidikan untuk menguji sifat gaya magnet menembus berbagai benda penghalang (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang pertanyaan operasional penyelidikan: 'Apakah gaya magnet dapat menembus benda penghalang (selembar kertas, mika plastik, selembar karton/kardus, dan buku tebal) untuk menarik klip kertas besi di baliknya?' dengan sikap fokus dan tertib (6 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) memeriksa 4 alat dan bahan yang disediakan di meja: 1 magnet batang, 1 klip kertas besi, serta 4 jenis penghalang (selembar kertas HVS, 1 lembar plastik mika transparan, 1 lembar karton tebal, dan 1 buku paket tebal 100 halaman) (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mempraktikkan permainan tantangan 'Misi Menembus Rintangan': setiap kelompok melakukan langkah operasional penyelidikan secara bergantian meletakkan klip kertas di atas meja, menaruh benda penghalang di atasnya, lalu menempelkan/menggerakkan magnet di atas penghalang tersebut untuk 4 benda uji: (1) selembar kertas HVS, (2) plastik mika, (3) karton tebal, dan (4) buku tebal (15 menit).
- Murid mencatat hasil pengamatan operasional pada tabel lembar kerja untuk 4 benda penghalang tersebut secara runtut (acuan data pengamatan: selembar kertas HVS = klip kertas bergerak/tertarik kuat; plastik mika = klip kertas bergerak/tertarik kuat; karton tebal = klip kertas bergerak lemah/masih sedikit tertarik; buku tebal = klip kertas tidak bergerak/tidak tertarik sama sekali) (15 menit).
- Murid bersama kelompok mencocokkan data hasil penyelidikan untuk menjawab pertanyaan awal bahwa gaya magnet dapat menembus benda penghalang tertentu yang tipis, namun melemah atau tidak tembus jika penghalang terlalu tebal (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa keterlaksanaan langkah operasional penyelidikan kelompoknya serta menandai apakah seluruh 4 benda uji telah selesai diuji coba sesuai prosedur (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman singkat terhadap hasil pengamatan sifat gaya magnet menembus benda (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan pelaksanaan langkah operasional percobaan dan mengingatkan persiapan topik penyelidikan berikutnya (tanpa menutup bab) serta memimpin doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan penghalang dengan variasi ketebalan yang jelas (kertas tipis hingga buku tebal) agar kontras hasil pengamatan mudah diamati.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan dipandu langkah demi langkah dalam meletakkan penghalang dan magnet, sedangkan kelompok yang mahir menguji mandiri secara runtut seluruh 4 benda penghalang.
- Produk: Format pencatatan hasil berupa tabel checklist sederhana (Tertarik/Tidak Tertarik) bagi yang memerlukan panduan dan catatan deskripsi gerakan bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan: Guru menaruh klip kertas di balik selembar kertas dan menggerakkan magnet di baliknya, lalu bertanya: 'Apakah klip kertas dapat bergerak mengikuti magnet walau terhalang kertas?' (Acuan jawaban benar: Ya, klip kertas bergerak mengikuti magnet karena gaya magnet dapat menembus kertas tipis).
Proses:- Formatif unjuk kerja saat penyelidikan: Guru mengamati keterlibatan murid dalam melakukan langkah operasional pengujian 4 benda penghalang (kertas HVS, mika plastik, karton, buku tebal) dan ketepatan pencatatan hasil tarikan klip pada lembar kerja (acuan kunci hasil: kertas HVS = menembus/tertarik; plastik mika = menembus/tertarik; karton = menembus lemah/tertarik; buku tebal = tidak menembus/tidak tertarik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/singkat di akhir sesi: Menyebutkan 2 benda yang dapat ditembus gaya magnet dan 1 kondisi benda yang tidak dapat ditembus gaya magnet berdasarkan hasil uji coba (acuan: benda yang dapat ditembus = kertas HVS dan mika plastik; kondisi tidak dapat ditembus = benda yang terlalu tebal seperti buku paket tebal).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelaksanaan langkah operasional penyelidikan gaya magnet menembus benda penghalang
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengamatan 4 benda penghalang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan langkah operasional penyelidikan sifat magnet menembus benda | Melakukan langkah penyelidikan pada kurang dari 2 jenis benda penghalang dan membutuhkan bimbingan penuh dari pendidik. | Melakukan langkah operasional penyelidikan pada 2 dari 4 benda penghalang secara tepat dengan arahan pendidik. | Melakukan langkah operasional penyelidikan pada 3-4 benda penghalang (kertas HVS, plastik mika, karton tebal, buku tebal) secara tepat dengan panduan minimal. | Melakukan seluruh langkah operasional penyelidikan pada 4 benda penghalang secara tepat, runtut, dan mandiri. | | Mencatat hasil penyelidikan daya tembus gaya magnet | Mencatat data hasil pengamatan dengan benar pada kurang dari 2 benda penghalang. | Mencatat data hasil pengamatan dengan benar pada 2 dari 4 benda penghalang sesuai acuan pengamatan. | Mencatat data hasil pengamatan dengan benar pada 3 dari 4 benda penghalang sesuai acuan pengamatan. | Mencatat data hasil pengamatan secara lengkap dan tepat untuk seluruh 4 benda penghalang (kertas HVS = tertarik, plastik mika = tertarik, karton tebal = tertarik lemah, buku tebal = tidak tertarik). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan daya tembus magnet?
- Bagian prosedur penyelidikan mana yang masih memerlukan panduan intensif bagi murid?
Murid:- Benda penghalang apa yang paling mudah dan paling sulit ditembus oleh gaya magnet?
- Langkah percobaan apa yang paling menarik saat kelompokmu menguji kekuatan magnet hari ini?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Pemanfaatan Gaya di Sekitar Kita secara Lisan dan Tertulis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang pemanfaatan gaya di sekitar kita
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
- Guru mengecek kesiapan murid dan menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu menyusun dan menyampaikan hasil penyelidikan pemanfaatan gaya di sekitar kita baik secara lisan maupun tertulis (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 2 murid membaca kartu kutipan hasil penyelidikan sederhana di papan tulis untuk mengecek kelengkapan unsur pemanfaatan gaya (acuan diagnostik: menyebutkan jenis gaya yang diselidiki, manfaat/kegunaannya, dan bukti hasil ujinya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh format laporan tertulis sederhana tentang penyelidikan pemanfaatan gaya di papan tulis yang memuat 3 unsur: (1) Jenis gaya yang diselidiki, (2) Cara pemanfaatan dalam kehidupan nyata, dan (3) Hasil/kesimpulan pengujian (5 menit).
- Murid dipandu menganalisis 1 teks rumpang laporan pemanfaatan gaya gesek (rem sepeda) dan bersama guru mengidentifikasi data penyelidikan yang harus dimasukkan ke dalam teks tersebut (acuan: jenis gaya = gaya gesek; pemanfaatan = memperlambat/menghentikan laju roda sepeda; hasil = gesekan karet rem pada pelek menghentikan putaran roda) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan ceria berpasangan 'Estafet Fakta Gaya': murid saling melempar bola kertas berisi pertanyaan cepat dan menjawab secara lisan 1 bukti pemanfaatan gaya sebelum menuliskan laporan (8 menit).
- Murid secara mandiri menyusun laporan tertulis ringkas pada lembar tugas berisi data hasil penyelidikan pemanfaatan salah satu gaya (pilihan: gaya magnet pada pintu kulkas atau gaya gesek pada alas sepatu beralur) mencakup jenis gaya, pemanfaatan, dan data hasil penyelidikan (15 menit).
- Murid berpasangan mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan yang telah ditulisnya kepada rekan sebangku secara bergantian sesuai catatan tertulis yang telah dibuat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua orang perwakilan murid mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara lisan di depan kelas, kemudian murid lain mengecek kecocokan isi laporan lisan tersebut dengan 3 unsur acuan (jenis gaya, pemanfaatan, bukti hasil) (6 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan kejelasan dan kelengkapan data saat mengomunikasikan hasil penyelidikan baik secara lisan maupun tertulis (4 menit).
Penutup:- Murid merangkum kembali 3 unsur penting dalam mengomunikasikan hasil penyelidikan pemanfaatan gaya (jenis gaya, bentuk pemanfaatan, dan bukti hasil penyelidikan) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja tertulis dan penyampaian lisan murid, menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (asesmen sumatif bab), serta menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu pemandu kata kunci (gaya gesek/gaya magnet, fungsi alat, perubahan gerak) bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun laporan dengan kerangka kalimat terstruktur, sedangkan murid mahir menuliskan laporan tertulis dengan menyertakan detail data perbandingan 2 variasi uji.
- Produk: Media komunikasi tertulis dapat berupa lembar laporan berformat formulir terstruktur atau kartu infografik ringkas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid membaca kutipan data uji pemanfaatan gaya dan mengidentifikasi kelengkapan 3 unsurnya. Acuan kelengkapan: (1) Menyebutkan jenis gaya yang diselidiki (misal gaya magnet/gaya gesek), (2) Menyebutkan fungsi/pemanfaatannya dalam kehidupan, (3) Menyebutkan bukti hasil penyelidikan.
Proses:- Pemeriksaan lembar laporan tertulis murid: Menilai ketepatan pengisian 3 unsur penyelidikan pemanfaatan gaya. Acuan jawaban pilihan 1 (Gaya Gesek pada Sepeda/Sepatu): Jenis gaya = gaya gesek; Pemanfaatan = menahan/memperlambat gerak agar tidak tergelincir; Bukti = permukaan beralur/kasar menghasilkan gesekan lebih besar sehingga benda berhenti/tidak selip. Acuan jawaban pilihan 2 (Gaya Magnet pada Pintu Kulkas): Jenis gaya = gaya magnet; Pemanfaatan = merapatkan pintu kulkas; Bukti = magnet pada karet pintu menarik lempeng besi kulkas sehingga tertutup rapat tanpa celah.
- Pengamatan komunikasi lisan berpasangan: Memeriksa apakah penuturan lisan murid memuat jenis gaya, fungsi pemanfaatan, dan bukti pengujian secara runtut sesuai catatan laporan tertulisnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan secara lisan atau menuliskan 1 simpulan ringkas tentang pemanfaatan gaya yang telah diselidiki beserta buktinya (Kriteria penerimaan: pernyataan memuat jenis gaya yang tepat, nama benda/alat yang memanfaatkan, serta dampak gaya tersebut pada cara kerja alat).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja mengomunikasikan laporan tertulis penyelidikan pemanfaatan gaya
- Observasi penyampaian hasil penyelidikan secara lisan kepada teman sebangku
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis | Menuliskan laporan hasil penyelidikan tetapi belum memuat jenis gaya dan pemanfaatannya secara tepat. | Menuliskan laporan hasil penyelidikan dengan memuat 1 unsur acuan (jenis gaya atau pemanfaatannya saja) secara tepat. | Menuliskan laporan hasil penyelidikan dengan memuat 2-3 unsur acuan (jenis gaya, pemanfaatan, bukti hasil) secara tepat. | Menuliskan laporan hasil penyelidikan dengan memuat seluruh 3 unsur acuan secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bimbingan guru. | | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan tetapi isi yang diucapkan tidak sesuai dengan data penyelidikan. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan dengan menyebutkan jenis gaya saja atau pemanfaatannya saja. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan yang memuat jenis gaya dan bentuk pemanfaatannya sesuai catatan penyelidikan. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan mencakup jenis gaya, pemanfaatan, dan bukti hasil secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi setiap murid untuk menyusun laporan tertulis dan melatih penyampaian lisan?
- Bagian mana dari unsur laporan (jenis gaya, pemanfaatan, bukti) yang paling sering terlewat oleh murid saat mengomunikasikan hasil?
Murid:- Apakah kamu dapat menceritakan manfaat gaya gesek atau gaya magnet kepada temanmu dengan jelas?
- Bagian mana yang paling mudah kamu tuliskan dalam laporan hasil penyelidikan hari ini?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Membedakan jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
- TP 4.2.2 Membedakan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda
- TP 4.2.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda
- TP 4.2.4 Membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan panduan pendidik tentang sifat gaya magnet
- TP 4.2.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang pemanfaatan gaya di sekitar kita
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengondisikan tempat duduk rapi (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk mengukur capaian materi gaya (jenis gaya, pengaruh gaya, gerak benda, sifat magnet, dan pemanfaatan gaya) serta menjelaskan 3 agenda asesmen: tes tertulis individual, unjuk kerja kelompok, dan presentasi poster (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak instruksi pengerjaan Tugas 1 (tes tertulis individual), pembagian lembar soal dan lembar jawaban, serta penjelasan waktu pengerjaan selama 20 menit (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri dan hening, yang terdiri atas: Bagian A (klasifikasi jenis gaya pada 3 aktivitas: 1. Menendang bola -> acuan: gaya otot; 2. Mengerem sepeda hingga berhenti -> acuan: gaya gesek; 3. Menempelkan hiasan pada pintu kulkas -> acuan: gaya magnet) dan Bagian B (identifikasi pengaruh gaya pada 3 fenomena: 1. Plastisin ditekan ibu jari -> acuan: mengubah bentuk benda; 2. Menepis bola kasti yang melayang ke samping -> acuan: mengubah arah gerak benda; 3. Meja diam didorong hingga berpindah -> acuan: membuat benda diam menjadi bergerak) (20 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban Tugas 1, kemudian mengondisikan murid berkumpul dalam 6 kelompok kerja serta membagikan kit penyelidikan dan lembar kerja Tugas 2 (3 menit).
- Setiap kelompok melaksanakan Tugas 2 (unjuk kerja penyelidikan kelompok) dengan 2 aktivitas berpanduan LK: (a) Pengamatan laju gerak benda: meluncurkan balok kayu pada permukaan licin (kaca/meja halus) dan permukaan kasar (kain amplas/karpet), lalu mencatat gerak benda (acuan data: permukaan licin meluncur lebih cepat/jauh karena gaya gesek kecil; permukaan kasar meluncur lebih lambat/dekat karena gaya gesek besar); (b) Uji interaksi kutub magnet: membuat rencana langkah uji dan mencatat hasil interaksi dua kutub magnet batang (acuan data: kutub senama/U-U atau S-S tolak-menolak; kutub tidak senama/U-S tarik-menarik) (20 menit).
- Setiap kelompok melaksanakan Tugas 3 secara bergiliran (6 kelompok x 2,5 menit = 15 menit) menyajikan poster ringkas hasil penyelidikan pemanfaatan gaya dalam kehidupan sehari-hari (kompas/pintu kulkas menggunakan magnet, alas sepatu bergerigi memanfaatkan gaya gesek, mengangkat barang memanfaatkan gaya otot) di depan kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses pengerjaan rangkaian asesmen sumatif bab, mengevaluasi ketepatan kerja sama dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja keras seluruh murid selama menuntaskan asesmen sumatif bab Gaya di Sekitar Kita (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan bantuan membaca soal diberikan pembacaan petunjuk tugas tertulis secara netral tanpa mengubah konten soal atau memberikan petunjuk jawaban.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis berbasis lembar kerja dan unjuk kerja penyelidikan kelompok disertai presentasi poster: lembar kerja tertulis klasifikasi jenis gaya dan pengaruhnya terhadap benda, lembar catatan observasi gerak benda, lembar rencana operasional sifat gaya magnet, serta poster dan penyampaian lisan pemanfaatan gaya
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat tabel klasifikasi jenis gaya pada aktivitas sehari-hari serta identifikasi perubahan arah, gerak, dan bentuk benda akibat gaya (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja tertulis)
- unjuk kerja penyelidikan kelompok: lembar kerja penyelidikan kelompok berisikan catatan pengamatan laju gerak benda pada permukaan berbeda serta lembar rencana dan hasil uji interaksi kutub-kutub magnet (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlaksanaan penyelidikan dan rubrik penilaian lembar kerja)
- presentasi lisan dan pameran poster kelompok: poster ringkas hasil penyelidikan pemanfaatan gaya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari serta rekaman skor penyampaian lisan perwakilan kelompok secara bergiliran (6 kelompok x 3 menit = 18 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian poster dan presentasi lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis berbasis lembar kerja dan unjuk kerja penyelidikan kelompok disertai presentasi poster: lembar kerja tertulis klasifikasi jenis gaya dan pengaruhnya terhadap benda, lembar catatan observasi gerak benda, lembar rencana operasional sifat gaya magnet, serta poster dan penyampaian lisan pemanfaatan gaya
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat tabel klasifikasi jenis gaya pada aktivitas sehari-hari serta identifikasi perubahan arah, gerak, dan bentuk benda akibat gaya (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja tertulis)
- unjuk kerja penyelidikan kelompok: lembar kerja penyelidikan kelompok berisikan catatan pengamatan laju gerak benda pada permukaan berbeda serta lembar rencana dan hasil uji interaksi kutub-kutub magnet (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlaksanaan penyelidikan dan rubrik penilaian lembar kerja)
- presentasi lisan dan pameran poster kelompok: poster ringkas hasil penyelidikan pemanfaatan gaya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari serta rekaman skor penyampaian lisan perwakilan kelompok secara bergiliran (6 kelompok x 3 menit = 18 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian poster dan presentasi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan Jenis Gaya (TP 4.2.1) — Acuan: (1) Otot pada tendang bola, (2) Gesek pada rem, (3) Magnet pada kulkas | Belum mampu mengklasifikasikan jenis gaya dengan tepat (0 butir tepat). | Mampu mengklasifikasikan 1 dari 3 jenis gaya dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengklasifikasikan 2 dari 3 jenis gaya dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengklasifikasikan seluruh 3 jenis gaya dengan tepat sesuai acuan. | | Membedakan Pengaruh Gaya (TP 4.2.2) — Acuan: (1) Ubah bentuk pada plastisin, (2) Ubah arah pada tepis bola, (3) Ubah gerak pada dorong meja | Belum mampu mengidentifikasi pengaruh gaya terhadap benda dengan tepat (0 butir tepat). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 pengaruh gaya dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 pengaruh gaya dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 pengaruh gaya dengan tepat sesuai acuan. | | Mengamati & Mencatat Gerak Benda Akibat Gaya Gesek (TP 4.2.3) — Acuan: Laju cepat/jauh di permukaan licin vs laju lambat/dekat di permukaan kasar | Belum mencatat hasil pengamatan gerak benda pada kedua permukaan. | Mencatat hasil pengamatan gerak benda hanya pada 1 jenis permukaan dengan tepat. | Mencatat hasil pengamatan perbandingan gerak benda pada kedua jenis permukaan dengan tepat. | Mencatat hasil pengamatan perbandingan gerak benda pada kedua permukaan dengan tepat disertai analisis kaitan besar-kecil gaya gesek secara lengkap. | | Rencana & Langkah Sifat Gaya Magnet (TP 4.2.4) — Acuan: Uji kutub senama tolak-menolak dan kutub tidak senama tarik-menarik | Belum menyusun langkah uji maupun mencatat hasil interaksi kutub magnet. | Menyusun langkah uji namun hasil pencatatan interaksi kutub magnet belum tepat. | Menyusun langkah uji dan mencatat hasil interaksi kedua pasangan kutub magnet (senama dan tidak senama) dengan tepat sesuai acuan. | Menyusun langkah operasional secara terstruktur, mandiri, dan mencatat seluruh hasil interaksi kutub magnet dengan tepat sesuai acuan. | | Mengomunikasikan Pemanfaatan Gaya secara Lisan dan Tertulis (TP 4.2.5) — Acuan: Poster dan lisan memuat pemanfaatan gaya di sekitar kita | Belum menampilkan contoh pemanfaatan gaya baik dalam poster maupun penyampaian lisan. | Menampilkan 1 contoh pemanfaatan gaya pada poster atau penyampaian lisan secara terbatas. | Menampilkan minimal 2 contoh pemanfaatan gaya pada poster serta menyampaikan penjelasannya secara lisan dengan jelas. | Menampilkan 3 contoh ragam pemanfaatan gaya (otot, gesek, magnet) pada poster dan mengomunikasikannya secara lisan dengan runtut dan jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif dapat mengukur capaian kelima TP secara akurat dan objektif?
- Bagaimana manajemen waktu pelaksanaan tiga tugas sumatif dalam alokasi 70 menit yang tersedia?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif bab ini yang paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan?
- Pemahaman tentang gaya apa yang paling bermanfaat dalam membantu kegiatanmu sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV Revisi 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa IPAS Kelas IV Revisi 2023, Bab 2 Gaya di Sekitar Kita.
- Set kartu aktivitas (6 kartu bergambar/bertuliskan aktivitas sehari-hari).
- Benda konkret di kelas (buku, kotak pensil, penghapus, permukaan meja).
- Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Edisi Revisi 2023, Bab 2 'Gaya di Sekitar Kita', Topik C: Menyelidiki Gaya Magnet
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Edisi Revisi 2023, Bab 2
- Alat peraga konkret: sepasang magnet batang, klip kertas besi, penghapus pensil, kartu fenomena gaya
- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas IV Revisi (Kemendikbudristek, 2023) Bab II
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas IV Revisi (Kemendikbudristek, 2023) Bab II
- Alat peraga: bola kasti/bola plastik, papan kayu kecil/penggaris, kartu peristiwa pengaruh gaya, lembar latihan murid
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 (Bab 2 Gaya di Sekitar Kita)
- Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 (Bab 2 Topik: Pengaruh Gaya)
- Benda konkret di sekitar: plastisin, kertas bekas, karet gelang, spons, kaleng minuman bekas
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 2: Gaya di Sekitar Kita
- Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 2: Topik B Menyelidiki Gaya Gesek
- Set percobaan bidang miring: papan luncur kayu, kertas amplas, air sabun/minyak, kelereng/balok kecil, penggaris 30 cm, dan Lembar Kerja Siswa
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021) Bab 2 Topik Menyelidiki Gaya Magnet
- Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021) Halaman 41–44
- Kit Eksplorasi Magnet: Sepasang magnet batang berkutub U dan S, penggaris 30 cm, lembar kartu alur penyelidikan
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi 2021/Revisi)
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas IV Bab 2 Topik C
- Magnet batang atau magnet silinder
- Klip kertas berbahan besi
- Set penghalang: selembar kertas HVS, 1 lembar plastik mika transparan, 1 potongan karton tebal, dan 1 buku tebal
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Lembar Kerja Laporan Hasil Penyelidikan Pemanfaatan Gaya
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023).
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023).
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2.
- Kit Penyelidikan Kelompok: magnet batang (2 pasang per kelompok), balok kayu/mobil mainan, papan luncur licin dan alas kasar (amplas/kain).
- Lembar Kerja Penyelidikan Kelompok dan Kertas Karton/Poster Presentasi.
|