Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Mengidentifikasi Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 4 dengan topik "Mengidentifikasi Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4: Mengidentifikasi Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita

IPAS - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengidentifikasi Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi perubahan bentuk energi yang terjadi pada benda-benda di lingkungan sekolah (misalnya lampu: energi listrik → energi cahaya) dan menuliskannya dalam tabel pengamatan.
  2. Murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang perubahan bentuk energi yang terjadi pada alat sederhana berdasarkan pengamatan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu menyalakan lampu di rumah, kira-kira apa yang berubah dari listrik menjadi sesuatu yang bisa kamu lihat?
  2. Bayangkan kalau tidak ada perubahan bentuk energi — alat apa saja yang tidak bisa kamu gunakan hari ini?
  3. Menurutmu, apakah tubuh manusia juga bisa mengubah bentuk energi? Dari mana asalnya energi itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucap salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan belajar. (3 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal — guru meminta murid menuliskan di sticky note atau buku tugas: 'Sebutkan 1 benda di sekolah yang menurutmu mengubah bentuk energi, dan energi apa yang berubah.' Guru mengamati dan mencatat variasi jawaban untuk mengetahui titik awal belajar murid. (5 menit)
  • Apersepsi: guru mengajak murid melakukan tepuk tangan cepat selama 10 detik, lalu bertanya: 'Apa yang kalian rasakan di telapak tangan? Energi apa yang baru saja berubah?' Guru menuliskan di papan tulis: energi gerak → energi panas. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan menjadi detektif energi — kita akan mencari dan mencatat perubahan bentuk energi yang ada di sekolah kita!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau benda nyata (lampu senter/baterai) dan mengajukan pertanyaan bertahap kepada murid: (a) 'Energi apa yang dihasilkan lampu ini?' → energi cahaya; (b) 'Apa yang dibutuhkan lampu agar bisa menyala?' → energi listrik. Guru menuliskan di papan: Energi listrik → Energi cahaya. (5 menit)
  • Guru memperkenalkan cara menulis perubahan energi dalam tabel dua kolom: Nama Benda | Perubahan Energi. Murid menyalin contoh di buku tugas mereka. (3 menit)
  • Guru menayangkan Gambar 1.1 dari Buku Siswa (jenis-jenis perubahan energi pada alat-alat buatan manusia: kendaraan bermotor, speaker, setrika, kipas angin, lampu sepeda, baterai). Guru membimbing murid membaca tiap contoh dengan suara lantang secara bergantian. (5 menit)
  • Guru menjelaskan bahwa manusia tidak bisa menciptakan energi, melainkan hanya mengubah bentuk energi — menggunakan contoh konkret dari Buku Siswa (energi kimia bensin → energi gerak). Murid diminta mengangguk atau mengacungkan jempol jika paham, atau mengangkat tangan jika masih bingung. (4 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Pengamatan berupa tabel kosong dengan kolom: No | Nama Benda | Energi yang Dibutuhkan | Energi yang Dihasilkan. (2 menit)
  • Kegiatan 'Detektif Energi': kelompok berjalan mengelilingi area kelas dan lingkungan sekolah yang ditentukan guru (misalnya sudut kelas, koridor, ruang UKS/perpustakaan jika memungkinkan) selama 8 menit untuk mencari minimal 5 benda yang mengubah bentuk energi. Guru mengingatkan petunjuk: cari benda yang bergerak, menghasilkan panas, cahaya, atau bunyi. (10 menit)
  • Setelah kembali ke kelas, setiap murid secara mandiri menuliskan hasil pengamatan kelompoknya ke dalam tabel pengamatan di buku tugas masing-masing. (4 menit)
  • Setiap kelompok mengajukan minimal 1 pertanyaan tentang perubahan energi pada salah satu benda yang mereka temukan (misalnya: 'Mengapa kipas angin bisa berputar hanya dari listrik?') dan menuliskan prediksi mereka di buku tugas. Guru berkeliling memandu dan memberikan umpan balik singkat. (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan 2 temuan terbaik mereka kepada kelas. Kelompok lain menyimak dan boleh mengajukan pertanyaan atau menambahkan pendapat. Guru mencatat di papan tulis perubahan energi yang disebutkan untuk membuat peta kelas bersama. (8 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Dari semua benda yang kalian temukan, adakah perubahan energi yang paling mengejutkan atau tidak kalian sangka sebelumnya?' Murid berbagi jawaban secara lisan. (3 menit)
  • Murid menuliskan 1 kalimat di buku tugas: 'Hari ini aku belajar bahwa __________ dan aku masih ingin tahu tentang __________.' Guru mengumpulkan lembar ini sebagai asesmen proses. (2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum inti pembelajaran: energi tidak dapat diciptakan, hanya diubah bentuknya; di sekitar kita banyak benda yang mengubah bentuk energi. (3 menit)
  • Asesmen akhir formatif: guru memberikan 2 soal lisan/tertulis cepat — (1) 'Setrika mengubah energi apa menjadi apa?' dan (2) 'Tuliskan satu pertanyaan yang ingin kamu selidiki tentang perubahan energi.' Murid menjawab di slip kertas kecil (exit ticket). (4 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas hasil kerja hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Di rumah, coba amati 3 benda yang mengubah bentuk energi dan catat di buku tugasmu untuk kita bahas di pertemuan berikutnya.'
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep dasar, guru menyediakan kartu bergambar benda-benda sederhana (lampu, kipas, TV) beserta panah perubahan energinya sebagai scaffolding visual. Untuk murid yang sudah mahir, guru menantang mereka mencari benda dengan lebih dari satu perubahan energi (misal: televisi mengubah energi listrik → energi cahaya DAN energi bunyi).
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat mengerjakan tabel pengamatan berpasangan dengan teman sebaya yang lebih siap (tutor sebaya). Murid yang cepat dapat langsung membuat diagram alur perubahan energi secara mandiri tanpa format tabel.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat menggambarkan benda dan menuliskan perubahan energi dalam satu kata (misalnya: gambar lampu → 'listrik → cahaya'). Murid yang sudah berkembang dapat membuat mini-poster yang mengilustrasikan minimal 4 perubahan energi berbeda yang ditemukan di lingkungan sekolah.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menulis di sticky note atau buku tugas: 'Sebutkan 1 benda di sekolah yang menurutmu mengubah bentuk energi, dan energi apa yang berubah.' Tujuannya untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan miskonsepsi murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru saat kelompok melakukan kegiatan 'Detektif Energi': guru menggunakan checklist untuk mencatat apakah setiap murid dapat mengidentifikasi minimal 3 perubahan energi dengan benar.
  • Lembar pengamatan tabel yang diisi murid selama dan sesudah kegiatan kelompok: guru memeriksa ketepatan penulisan nama benda, energi masukan, dan energi keluaran.
  • Pertanyaan dan prediksi yang ditulis murid tentang salah satu benda yang diamati: guru menilai relevansi pertanyaan dan keterkaitan prediksi dengan pengetahuan yang sudah dimiliki murid.
  • Kartu refleksi 'Hari ini aku belajar... dan aku masih ingin tahu tentang...' sebagai bukti metakognisi murid.

Akhir:

  • Exit ticket di akhir pertemuan: murid menjawab pertanyaan 'Setrika mengubah energi apa menjadi apa?' dan menuliskan satu pertanyaan yang ingin mereka selidiki lebih lanjut tentang perubahan energi. Guru menggunakan jawaban ini untuk menilai ketercapaian TP 4.1.2.1 dan TP 4.1.2.2 serta merencanakan pembelajaran berikutnya.

Formatif:

  • Sticky note / tulisan singkat di buku tugas pada awal pembelajaran sebagai diagnostik pengetahuan awal.
  • Observasi guru selama kegiatan 'Detektif Energi' menggunakan checklist sederhana: apakah murid mampu mengidentifikasi minimal 3 perubahan energi dengan benar.
  • Lembar pengamatan kelompok: tabel yang diisi murid dinilai ketepatan penulisan perubahan energi.
  • Kartu refleksi 'Hari ini aku belajar...': menunjukkan pemahaman dan rasa ingin tahu murid.
  • Pertanyaan dan prediksi yang ditulis murid: dinilai relevansi pertanyaan dan logika prediksi.

Sumatif:

  • Exit ticket (slip kertas) di akhir pertemuan: murid menjawab 1 soal identifikasi perubahan energi dan menuliskan 1 pertanyaan penyelidikan — dinilai ketepatan jawaban dan kualitas pertanyaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perubahan bentuk energi dan menuliskannya dalam tabel (TP 4.1.2.1)Murid belum dapat menuliskan perubahan energi pada benda yang diamati, atau menuliskan jawaban yang tidak relevan (misalnya: menyebutkan nama benda tanpa menyebut jenis energi).Murid dapat menuliskan 1–2 perubahan energi dalam tabel dengan bimbingan penuh dari guru, namun masih terdapat kekeliruan pada penulisan jenis energi.Murid dapat mengidentifikasi dan menuliskan 3–4 perubahan energi secara mandiri dalam tabel dengan penulisan yang benar (energi masukan → energi keluaran), dengan sedikit atau tanpa bantuan guru.Murid dapat mengidentifikasi dan menuliskan 5 atau lebih perubahan energi dalam tabel secara mandiri dan tepat, termasuk mengidentifikasi benda yang menghasilkan lebih dari satu bentuk energi keluaran (misal: TV menghasilkan cahaya dan bunyi).
Mengajukan pertanyaan tentang perubahan bentuk energi (TP 4.1.2.2)Murid belum dapat mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan perubahan energi, atau pertanyaan yang diajukan tidak relevan dengan topik.Murid dapat mengajukan pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan benda yang diamati, namun pertanyaan masih bersifat faktual (misalnya: 'Apa nama benda ini?').Murid dapat mengajukan pertanyaan yang relevan tentang perubahan energi pada benda yang diamati dan bersifat penyelidikan (misalnya: 'Mengapa lampu bisa menghasilkan panas, bukan hanya cahaya?').Murid secara mandiri mengajukan pertanyaan penyelidikan yang tajam dan orisinal tentang perubahan energi, disertai penjelasan singkat tentang latar belakang pertanyaan tersebut berdasarkan pengamatan yang dilakukan.
Membuat prediksi tentang perubahan bentuk energi (TP 4.1.2.2)Murid belum dapat membuat prediksi, atau prediksi yang dibuat tidak berkaitan dengan perubahan energi yang diamati.Murid membuat prediksi yang sederhana namun kurang spesifik atau tidak menyertakan alasan (misalnya: 'Mungkin berubah').Murid membuat prediksi yang relevan dan menyertakan alasan yang logis berdasarkan pengetahuan sebelumnya (misalnya: 'Kuprediksi kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi gerak karena baling-balingnya berputar saat dinyalakan').Murid membuat prediksi yang spesifik, logis, dan didukung dengan penalaran yang kuat berdasarkan pengamatan dan pengetahuan sebelumnya, serta mampu membandingkan prediksinya dengan hasil pengamatan yang diperoleh.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal 3 perubahan bentuk energi dalam kegiatan pengamatan hari ini? Jika tidak, pada langkah mana mereka mengalami kesulitan?
  • Apakah kegiatan 'Detektif Energi' berjalan efektif sesuai alokasi waktu? Apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Bagaimana kualitas pertanyaan dan prediksi yang diajukan murid — apakah sudah menunjukkan kemampuan berpikir kritis sesuai Fase B?
  • Apakah diferensiasi yang dilakukan sudah membantu murid yang memerlukan dukungan tambahan maupun murid yang cepat belajar?

Refleksi Murid:

  • Benda apa yang paling menarik yang kamu temukan hari ini, dan perubahan energi apa yang terjadi padanya?
  • Apakah prediksimu tadi ternyata benar setelah kamu amati? Apa yang membuatmu yakin dengan prediksimu?
  • Pertanyaan apa tentang perubahan energi yang masih ingin kamu cari tahu jawabannya?
  • Apa yang paling mudah dan paling sulit bagimu dalam kegiatan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 1: Mengubah Bentuk Energi, halaman 4–5
  2. Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — panduan aktivitas 'Ayo, Mengamati' Bab 1
  3. Benda-benda nyata di lingkungan sekolah: lampu, kipas angin, radio/speaker, senter, dan benda lain yang mengubah bentuk energi
  4. Papan tulis dan spidol untuk mencatat contoh perubahan energi secara bersama
  5. Lembar Pengamatan (tabel dua kolom: Nama Benda | Perubahan Energi) yang disiapkan guru
  6. Kartu bergambar benda-benda (sebagai scaffolding untuk murid yang memerlukan dukungan)
  7. Sticky note atau slip kertas kecil untuk asesmen awal dan exit ticket
  8. Gambar 1.1 Buku Siswa (jenis-jenis perubahan energi pada alat buatan manusia) — dapat ditampilkan melalui proyektor atau dicetak sebagai poster kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.