Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 1: Mengubah Bentuk Energi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 4 untuk Bab 1 "Mengubah Bentuk Energi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bab 1: Mengubah Bentuk Energi

IPAS - Kelas 4

Bab 1

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Mengubah Bentuk Energi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 1 — Mengubah Bentuk Energi
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.1.1 Menjelaskan sumber dan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 4.1.2 Menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 4.1.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang proses perubahan bentuk energi di sekitar
  4. TP 4.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang proses perubahan bentuk energi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari mana tubuh kita memperoleh tenaga untuk berlari dan belajar sepanjang hari?
  2. Apa saja benda atau hal di alam sekitar kita yang dapat menghasilkan energi?
  3. Ketika lampu menyala, radio berbunyi, dan kipas berputar, bentuk energi apa saja yang sedang bekerja?
  4. Mengapa benda-benda di sekitar kita menghasilkan bentuk energi yang berbeda-beda?
  5. Apa yang kalian rasakan pada telapak tangan saat menggosok-gosokkannya dengan cepat?
  6. Mengapa ban sepeda atau kendaraan terasa hangat setelah dipakai melaju di jalan raya?
  7. Dari mana lampu senter memperoleh energi sehingga bisa menyala terang di tempat gelap?
  8. Bagaimana energi listrik di rumah kita bisa berubah menjadi panas pada setrika atau gerak pada kipas angin?
  9. Dari mana tumbuhan mendapatkan energi untuk membuat makanannya sendiri?
  10. Bagaimana bentuk energi cahaya matahari berubah saat diserap oleh daun tumbuhan?
  11. Benda apa saja di ruang kelas kita yang dapat menyala, bergerak, atau mengeluarkan bunyi saat digunakan?
  12. Bagaimana kita membuktikan bahwa benda di dalam kelas mengalami perubahan bentuk energi saat dinyalakan?
  13. Peristiwa perubahan bentuk energi apa saja yang dapat kita temukan saat berjalan di lingkungan sekolah?
  14. Bagaimana cara kita mengamati dan mencatat perubahan bentuk energi dari benda-benda di sekitar sekolah secara teliti?
  15. Bagaimana cara kita menggambarkan perubahan bentuk energi agar orang lain mudah memahaminya?
  16. Mengapa tanda panah dalam bagan alur sangat berguna untuk menunjukkan proses perubahan energi?
  17. Bagaimana cara kita menceritakan temuan perubahan energi pada suatu benda agar orang lain memahaminya secara runtut?
  18. Apa saja informasi penting mengenai perubahan bentuk energi yang harus kita sebutkan saat berbicara di depan kelas?
  19. Bagaimana kita membuktikan bahwa energi di sekitar kita tidak hilang, melainkan berubah bentuk?
  20. Bagaimana cara menyampaikan hasil pengamatan perubahan energi secara jelas kepada teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Macam-Macam Sumber Energi di Sekitar Kita — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan sumber dan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai asal tenaga tubuh saat beraktivitas serta mengaitkannya dengan topik macam-macam sumber energi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan untuk memetakan kesiapan murid terkait konsep sumber energi (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru dan mencermati benda/media konkret tentang 4 macam sumber energi utama di lingkungan sekitar: (1) Matahari, (2) Makanan, (3) Angin/Air, dan (4) Bahan Bakar/Minyak Bumi (15 menit).
  • Guru membimbing murid mendiskusikan pengertian sumber energi sebagai segala sesuatu di sekitar yang dapat menghasilkan energi bagi kehidupan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan permainan kartu 'Tebak Sumber Energi' untuk mencocokkan 4 kartu aktivitas/benda dengan kartu sumber energi yang tepat: (1) Menjemur pakaian -> Matahari; (2) Anak mengayuh sepeda -> Makanan; (3) Kincir berputar kencang di lapangan -> Angin; (4) Sepeda motor melaju di jalan -> Bahan bakar/Bensin (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja penjelasan sumber energi dengan menuliskan penjelasan tentang 4 sumber energi (Matahari, Makanan, Air/Angin, Bahan Bakar) beserta 1 contoh peran/manfaatnya di kehidupan sehari-hari (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling memeriksa hasil penjelasan sumber energi dan mengonfirmasi kebenaran pasangan contoh yang telah ditulis (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 macam sumber energi di sekitar kita yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar ilustrasi konkret sumber energi, sedangkan murid yang cepat diberikan teks pengayaan singkat mengenai sumber energi air dan angin.
  • Proses: Murid yang belum mahir didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap saat melengkapi lembar kerja; murid yang mahir bekerja mandiri menjelaskan manfaatnya secara lebih rinci.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan secara tertulis dalam kalimat sederhana terstruktur atau menambahkan diagram panah penghubung sumber energi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Guru menanyakan: (1) 'Apa yang menghasilkan energi panas terbesar di bumi?' (acuan jawaban: Matahari); (2) 'Apa sumber energi bagi manusia agar bisa bergerak?' (acuan jawaban: Makanan); (3) 'Bensin pada mobil merupakan sumber energi jenis apa?' (acuan jawaban: Bahan bakar/minyak bumi/energi kimia).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat mencocokkan 4 pasang kartu pada permainan: (1) Menjemur pakaian -> Matahari; (2) Anak mengayuh sepeda -> Makanan; (3) Kincir berputar -> Angin; (4) Motor melaju -> Bahan bakar/Bensin (acuan: seluruh 4 pasangan tepat).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan sumber energi: ketepatan murid menjelaskan 4 macam sumber energi (Matahari, Makanan, Angin/Air, Bahan Bakar) dan masing-masing 1 peran/manfaatnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan 2 sumber energi yang tersedia gratis di alam! (acuan: Matahari, Angin, atau Air); (2) Mengapa makanan disebut sumber energi bagi manusia? (acuan: Karena makanan menghasilkan tenaga bagi tubuh untuk beraktivitas); (3) Sebutkan 1 contoh sumber energi yang digunakan pada kendaraan bermotor! (acuan: Bensin/solar/bahan bakar minyak).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal tentang pemahaman asal mula energi
  • Observasi unjuk kerja permainan kartu pencocokan sumber energi
  • Penilaian lembar kerja penjelasan macam-macam sumber energi di sekitar kita

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan macam-macam sumber energi di sekitar kitaMurid hanya mampu menjelaskan 1 dari 4 macam sumber energi di sekitar kita secara tepat.Murid mampu menjelaskan 2 dari 4 macam sumber energi di sekitar kita secara tepat.Murid mampu menjelaskan 3 dari 4 macam sumber energi di sekitar kita secara tepat beserta contohnya.Murid mampu menjelaskan seluruh 4 macam sumber energi di sekitar kita (Matahari, Makanan, Angin/Air, Bahan Bakar) secara lengkap dan tepat beserta masing-masing contoh peranannya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu berhasil meningkatkan antusiasme dan pemahaman konsep sumber energi pada seluruh murid?
  • Bagian mana dari penjelasan macam-macam sumber energi yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Sumber energi apa saja yang paling sering kamu temui dan manfaatkan di rumah?
  • Kegiatan mana dalam pelajaran hari ini yang paling membantumu memahami macam-macam sumber energi?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Berbagai Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan sumber dan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang sumber energi dengan bentuk-bentuk energi yang dihasilkan benda sehari-hari (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 bentuk energi benda: (1) Senter menyala menghasilkan energi apa? (acuan: energi cahaya); (2) Bel sekolah berdering menghasilkan energi apa? (acuan: energi bunyi); (3) Setrika panas menghasilkan energi apa? (acuan: energi panas) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak/kinetik, dan listrik) dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati demonstrasi guru menggunakan 4 benda konkret di depan kelas: senter menyala, bel berdering, mobil mainan bergerak, dan termos air panas (7 menit).
  • Secara interaktif, murid menyimak penjelasan konsep mengenai 5 bentuk energi utama dalam kehidupan sehari-hari: energi cahaya, energi bunyi, energi gerak, energi panas, dan energi listrik beserta contoh benda penghasilnya (13 menit).
  • Murid bermain kuis tebak cepat 'Tebak Bentuk Energi' secara berpasangan: murid mengangkat kartu nama bentuk energi saat guru menyebutkan 4 situasi benda berikut: (1) Gitar dipetik (acuan: energi bunyi); (2) Lilin menyala (acuan: energi cahaya/panas); (3) Kipas angin berputar (acuan: energi gerak); (4) Air mendidih di teko (acuan: energi panas) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang dan menerima Lembar Kerja Investigasi Bentuk Energi yang berisi 5 skenario benda di sekitar: (1) Radio menyala di ruang tamu; (2) Kipas angin berputar di kelas; (3) Senter baterai menyala saat mati lampu; (4) Setrika pakaian yang sedang digunakan; (5) Jam dinding yang jarumnya berdetak (10 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis dan menjelaskan bentuk energi yang dihasilkan serta peran energinya pada kelima benda tersebut (acuan: (1) Radio -> energi bunyi; (2) Kipas angin -> energi gerak; (3) Senter -> energi cahaya; (4) Setrika -> energi panas; (5) Jam dinding -> energi gerak dan/atau bunyi) (7 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran membacakan hasil penjelasan bentuk energi kelompoknya, sementara kelompok lain menyimak dan memeriksa kesesuaian penjelasan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu mengerjakan lembar cek pemahaman berpasangan berisi 4 butir pencocokan benda dan bentuk energi: (1) Peluit ditiup wasit; (2) Matahari di siang hari; (3) Blender yang sedang berputar; (4) Kompor gas menyala (acuan: (1) energi bunyi; (2) energi cahaya/panas; (3) energi gerak; (4) energi panas/cahaya) (10 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana energi di sekitar kita hadir dalam berbagai bentuk yang membantu manusia beraktivitas secara sadar dan bijak (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja dan keaktifan murid dalam menjelaskan bentuk-bentuk energi (5 menit).
  • Murid menjawab 2 pertanyaan refleksi pribadi singkat tentang pemahaman materi bentuk energi hari ini (4 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang proses perubahan bentuk energi gerak dan panas, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar benda konkret beserta label bentuk energi bantuan; murid yang mahir diberikan kartu benda yang menghasilkan lebih dari satu bentuk energi secara bersamaan (misalnya blender menghasilkan energi gerak dan bunyi).
  • Proses: Kelompok dengan kesiapan belajar awal didampingi guru secara berkala saat menganalisis skenario; kelompok mandiri mendiskusikan seluruh 5 skenario secara mandiri.
  • Produk: Penjelasan bentuk energi dapat dituangkan dalam bentuk tabel isian sederhana atau peta pikiran bentuk energi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik pemetaan pemahaman awal murid tentang bentuk energi pada 3 benda: (1) 'Energi apa yang dihasilkan senter saat dinyalakan?' (acuan: energi cahaya); (2) 'Energi apa yang dihasilkan bel sekolah saat dipukul/berdering?' (acuan: energi bunyi); (3) 'Energi apa yang dirasakan saat tangan mendekat ke setrika yang menyala?' (acuan: energi panas).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam menjelaskan bentuk energi pada 5 skenario lembar kerja kelompok: (1) Radio -> energi bunyi; (2) Kipas angin -> energi gerak; (3) Senter baterai -> energi cahaya; (4) Setrika -> energi panas; (5) Jam dinding -> energi gerak/bunyi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis berisi 4 butir pencocokan benda dengan bentuk energi utamanya: (1) Peluit wasit ditiup -> energi bunyi; (2) Matahari siang hari -> energi cahaya dan panas; (3) Blender berputar -> energi gerak; (4) Kompor gas menyala -> energi panas (kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab dengan tepat sesuai acuan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai bentuk energi pada senter, bel, dan setrika.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis berpasangan dan diskusi kelompok menjelaskan 5 bentuk energi pada lembar investigasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan berbagai bentuk energi dalam kehidupan sehari-hariMampu menjelaskan 1 dari 4 bentuk energi benda pada situasi sehari-hari dengan tepat.Mampu menjelaskan 2 dari 4 bentuk energi benda pada situasi sehari-hari dengan tepat.Mampu menjelaskan 3 dari 4 bentuk energi benda pada situasi sehari-hari dengan tepat secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh (4 dari 4) bentuk energi benda pada situasi sehari-hari dengan tepat dan memberikan alasan pendukung secara lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan dan menjelaskan bentuk-bentuk energi (cahaya, bunyi, panas, gerak, listrik) dengan tepat melalui pengamatan benda konkret?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif memicu pemahaman mendalam murid tentang ragam bentuk energi di sekitarnya?

Murid:

  • Bentuk energi apa yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali di sekitarmu hari ini?
  • Benda apa saja di rumahmu nanti yang ingin kamu tebak dan jelaskan bentuk energinya?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Proses Perubahan Bentuk Energi Gerak dan Energi Panas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang bentuk-bentuk energi dengan menanyakan bentuk energi apa saja yang sudah dikenal murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan proses perubahan bentuk energi gerak menjadi energi panas dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan terarah: 'Jika kita menggosokkan kedua telapak tangan secara cepat selama 20 detik, energi awal apa yang kita gunakan dan energi apa yang timbul di telapak tangan?' Murid menjawab langsung secara bergantian (acuan diagnostik: energi awal adalah energi gerak, energi yang timbul adalah energi panas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid melakukan demonstrasi gerak sederhana: menggosokkan telapak tangan selama 20 detik, lalu menempelkannya ke pipi untuk merasakan perubahan suhu secara sadar (5 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif: 'Mengapa telapak tangan menjadi hangat?' dan menjelaskan konsep esensial bahwa gesekan akibat gerakan menghasilkan panas, sehingga terjadi perubahan energi gerak menjadi energi panas (10 menit).
  • Guru menampilkan 3 contoh nyata perubahan energi gerak menjadi panas dalam kehidupan sehari-hari: (1) Ban sepeda yang bergesekan dengan aspal jalan menjadi hangat setelah melaju; (2) Menggosokkan penghapus pensil secara cepat di atas meja kayu menghasilkan ujung penghapus yang hangat; (3) Mengamplas permukaan kayu menghasilkan serbuk kayu dan permukaan amplas yang panas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Energi Gerak-Panas', di mana setiap pasangan menguji dan menjelaskan 3 peristiwa gesekan: (1) Menggosok penggaris plastik ke kain baju selama 30 detik lalu menyentuh ujungnya; (2) Menggosok koin logam di atas permukaan kertas tebal selama 30 detik; (3) Menggosokkan kedua telapak tangan dengan variasi kecepatan (15 menit).
  • Setiap pasangan berkolaborasi mengisi Lembar Kerja Penjelasan Energi, yaitu menjelaskan proses perubahan bentuk energi pada 3 peristiwa tersebut secara runtut: menyebutkan bentuk energi awal (gerak), faktor pemicu (gesekan antarbenda), dan bentuk energi akhir yang dihasilkan (panas) (15 menit).
  • Guru berkeliling mengobservasi pengerjaan, memberikan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan arahan, dan memvalidasi kejelasan penjelasan murid (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling bertukar hasil penjelasan LKPD dengan pasangan lain untuk mencocokkan kelengkapan alur penjelasan perubahan energi gerak ke panas (10 menit).
  • Perwakilan 2 pasangan murid membacakan penjelasan yang telah disusun di hadapan kelas, kemudian guru memberikan penguatan konsep dan koreksi bila ada miskonsepsi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa gerakan antardua benda yang saling bergesekan menghasilkan perubahan dari energi gerak menjadi energi panas (5 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan bentuk energi asal dan bentuk energi hasil saat penggaris digosok ke kain; (2) Jelaskan proses perubahan energi yang terjadi saat ban sepeda bergesekan dengan jalan (acuan jawaban tercantum pada asesmen akhir) (3 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pembelajaran pertemuan berikutnya (perubahan energi listrik dan energi kimia) serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur visual bersimbol (Gerak -> Gesekan -> Panas), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan bahan tambahan 1 peristiwa lanjutan untuk dianalisis (proses pengeboran kayu/tembok yang menghasilkan mata bor panas).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dalam menyusun kalimat penjelasan tahap demi tahap, sedangkan murid yang mandiri bekerja berpasangan menyelesaikan analisis secara mandiri.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa bagan berpanah runtut dengan keterangan singkat atau paragraf penjelasan deskriptif sederhana 2-3 kalimat per peristiwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: Murid diminta menggosok telapak tangan 20 detik lalu menjawab: 'Energi awal apa yang kita lakukan saat menggosok telapak tangan, dan bentuk energi apa yang dirasakan tangan sesudahnya?' (Acuan jawaban benar: energi awal adalah energi gerak/kinetik; bentuk energi yang dirasakan adalah energi panas/kalor akibat gesekan).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Penjelasan 3 Peristiwa Gerak menjadi Panas saat tahap Mengaplikasi. Acuan jawaban benar untuk ketiga peristiwa: (1) Penggaris digosok ke kain: energi gerak dari tangan menggosokkan penggaris pada kain menghasilkan gesekan, sehingga berubah menjadi energi panas di ujung penggaris; (2) Koin digosok di atas kertas: gerakan koin yang bergesekan cepat dengan kertas mengubah energi gerak menjadi energi panas pada koin; (3) Menggosok telapak tangan: gerakan tangan yang saling bergesekan mengubah energi gerak menjadi energi panas pada kulit telapak tangan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran berisi 2 butir: Butir 1: Sebutkan energi awal dan energi akhir saat penggaris digosokkan ke kain (acuan: energi awal = energi gerak, energi akhir = energi panas); Butir 2: Jelaskan proses perubahan energi saat ban sepeda bergesekan dengan jalan raya (acuan: putaran ban sepeda yang bergerak menimbulkan gesekan dengan permukaan jalan aspal, sehingga energi gerak sebagian berubah menjadi energi panas yang membuat ban terasa hangat).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal kesiapan konsep energi gerak dan panas
  • Observasi unjuk kerja dan penilaian Lembar Kerja Penjelasan Perubahan Bentuk Energi Gerak ke Energi Panas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan proses perubahan energi gerak menjadi energi panas pada peristiwa sehari-hariBelum mampu mengidentifikasi bentuk energi awal (gerak) dan bentuk energi akhir (panas) pada peristiwa yang diamati.Mampu menyebutkan bentuk energi awal (gerak) dan energi akhir (panas), namun belum mampu menjelaskan proses perubahannya melalui gesekan.Mampu menjelaskan proses perubahan bentuk energi gerak menjadi energi panas secara tepat pada minimal 2 dari 3 peristiwa yang ditentukan, dengan menyebutkan keterlibatan gesekan antarbenda.Mampu menjelaskan proses perubahan bentuk energi gerak menjadi energi panas secara lengkap, runtut, dan tepat pada seluruh (3 dari 3) peristiwa yang ditentukan, dengan menyebutkan energi asal, proses gesekan, serta energi panas yang dihasilkan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengaitkan secara langsung antara sensasi fisik gesekan dengan konsep perubahan energi gerak menjadi panas?
  • Bagian mana dari langkah eksplorasi berpasangan yang membutuhkan bimbingan guru paling intensif?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang penyebab timbulnya rasa panas pada benda yang digerakkan?
  • Peristiwa gerak menjadi panas apa lagi yang pernah kamu temukan di rumah selain yang dipelajari di kelas hari ini?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Proses Perubahan Bentuk Energi Listrik dan Energi Kimia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Energi apa yang tersimpan di dalam baterai jam dinding?' (acuan: energi kimia); (2) 'Saat televisi dinyalakan dengan listrik, energi apa saja yang dihasilkan?' (acuan: energi cahaya dan energi bunyi) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan proses perubahan bentuk energi listrik dan energi kimia dalam benda-benda di kehidupan sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru menunjukkan 2 benda nyata di depan kelas: senter berbaterai dan setrika listrik mini (atau gambarnya), lalu mendemonstrasikan penyalaan senter (3 menit).
  • Guru memandu murid menelusuri alur perubahan energi: menjelaskan bahwa baterai menyimpan energi kimia yang saat sakelar dinyalakan mengalirkan arus listrik lalu berubah menjadi energi cahaya (energi kimia -> energi listrik -> energi cahaya) (6 menit).
  • Guru menjelaskan perubahan energi listrik pada peralatan rumah tangga: energi listrik menjadi energi panas pada setrika/penanak nasi, energi listrik menjadi energi gerak pada kipas angin, serta energi listrik menjadi energi bunyi dan cahaya pada televisi (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan dan membagikan kartu tantangan 'Alur Energi' yang memuat 4 benda sehari-hari: (1) Senter baterai, (2) Kipas angin listrik, (3) Mobil mainan bertenaga baterai, (4) Rice cooker (penanak nasi) (4 menit).
  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Rantai Energi': satu murid membacakan nama benda dan murid pasangannya menyusun kartu alur perubahan energinya secara bergantian dengan ceria (acuan alur: [1] Senter = energi kimia -> energi listrik -> energi cahaya; [2] Kipas angin = energi listrik -> energi gerak; [3] Mobil mainan baterai = energi kimia -> energi listrik -> energi gerak; [4] Rice cooker = energi listrik -> energi panas) (9 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan penjelasan proses perubahan energi untuk keempat benda tersebut pada Lembar Kerja Pasangan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta 2 perwakilan pasangan membacakan penjelasan alur perubahan energi pada salah satu benda dan bersama kelas mengonfirmasi ketepatan alurnya (6 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan secara sadar bahwa energi tidak hilang, melainkan berubah wujud dari energi kimia maupun listrik menjadi bentuk energi yang membantu kebutuhan manusia (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir singkat berupa tiket keluar (exit ticket) berisi 2 soal tertulis untuk mengecek pemahaman murid secara mandiri (6 menit).
  • Guru memberi apresiasi atas kerja sama seluruh murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (perubahan energi cahaya pada fotosintesis), dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu alur dengan bantuan panah warna dan simbol visual energi bagi murid yang membutuhkan scaffolding, serta kartu benda tanpa simbol bagi murid yang lebih cepat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap ('Benda ini butuh apa untuk menyala?' -> 'Lalu menghasilkan apa?'), sedangkan murid mahir langsung menjelaskan alur lengkap 2 tahapan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan dalam bentuk diagram rantai bertanda panah atau kalimat penjelasan alur perubahan energi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) 'Energi apa yang tersimpan di dalam baterai jam dinding?' (acuan: energi kimia); (2) 'Saat televisi dinyalakan dengan listrik, energi apa saja yang dihasilkan?' (acuan: energi cahaya dan energi bunyi)

Proses:

  • Formatif proses pada tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa ketepatan pasangan menyusun dan menjelaskan rantai perubahan energi pada 4 benda: (1) Senter baterai (acuan: energi kimia -> energi listrik -> energi cahaya); (2) Kipas angin (acuan: energi listrik -> energi gerak); (3) Mobil mainan baterai (acuan: energi kimia -> energi listrik -> energi gerak); (4) Rice cooker (acuan: energi listrik -> energi panas)

Akhir Pertemuan:

  • Tiket keluar (exit ticket) individu berisi 2 butir: (1) 'Jelaskan alur perubahan energi pada radio yang menggunakan baterai!' (acuan: energi kimia -> energi listrik -> energi bunyi); (2) 'Jelaskan alur perubahan energi pada setrika listrik!' (acuan: energi listrik -> energi panas)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat menyusun rantai alur perubahan energi pada 4 kartu benda
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pasangan tentang penjelasan perubahan bentuk energi listrik dan energi kimia
  • Tiket keluar (exit ticket) individu di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan proses perubahan bentuk energi listrik dan energi kimiaBelum mampu menjelaskan alur perubahan bentuk energi listrik maupun energi kimia pada benda yang diamati (0 dari 4 benda tepat).Menjelaskan alur perubahan bentuk energi listrik atau energi kimia secara tepat pada 1-2 dari 4 benda target (acuan: senter [kimia->listrik->cahaya], kipas angin [listrik->gerak], mobil baterai [kimia->listrik->gerak], rice cooker [listrik->panas]) dengan bimbingan guru.Menjelaskan alur perubahan bentuk energi listrik dan energi kimia secara tepat pada 3-4 dari 4 benda target (acuan: senter [kimia->listrik->cahaya], kipas angin [listrik->gerak], mobil baterai [kimia->listrik->gerak], rice cooker [listrik->panas]) secara mandiri.Menjelaskan alur perubahan bentuk energi listrik dan energi kimia pada seluruh 4 benda target secara tepat dan lengkap mencakup bentuk energi asal, bentuk perantara, dan energi hasil akhirnya secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan energi kimia yang tersimpan pada baterai dengan energi listrik yang mengalir pada kabel?
  • Apakah permainan kartu rantai energi efektif membantu murid memahami proses perubahan bentuk energi bertahap?

Murid:

  • Perubahan energi pada benda mana yang paling mudah kamu pahami hari ini?
  • Bagaimana kamu menjelaskan perubahan energi yang terjadi saat kamu menyalakan lampu senter di rumah?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Proses Perubahan Bentuk Energi Cahaya pada Fotosintesis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: menanyakan kepada murid, 'Sebutkan bentuk energi yang dipancarkan oleh Matahari dan bentuk energi yang tersimpan pada makanan hasil fotosintesis!' (acuan jawaban benar: energi cahaya Matahari dan energi kimia pada makanan/glukosa) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan proses perubahan bentuk energi cahaya menjadi energi kimia pada peristiwa fotosintesis tumbuhan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu bagan alur proses fotosintesis di papan tulis mengenai bagaimana klorofil pada daun menangkap energi cahaya matahari, lalu bersama air dan karbon dioksida diubah menjadi energi kimia dalam bentuk cadangan makanan/glukosa (acuan: energi cahaya -> diserap klorofil bersama air dan karbon dioksida -> diubah menjadi energi kimia berupa glukosa/makanan serta oksigen) (12 menit).
  • Murid mengikuti kuis tantangan ceria 'Tebak Peran Fotosintesis' secara lisan dan interaktif: murid menjawab cepat peran komponen fotosintesis saat guru menyebutkan kuncinya (misal: 'Penangkap cahaya!' dijawab 'Klorofil!', 'Bentuk energi asal!' dijawab 'Energi cahaya!', 'Bentuk energi hasil!' dijawab 'Energi kimia!') untuk memperkuat pemahaman konsep secara menyenangkan (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Penjelasan Perubahan Energi Fotosintesis dengan melengkapi 3 bagian alur proses perubahan energi: (1) Menyebutkan bentuk energi awal yang diserap daun (acuan: energi cahaya matahari), (2) Menjelaskan bagian tumbuhan dan bahan yang memproses energi tersebut (acuan: klorofil pada daun memproses cahaya bersama air dari akar dan karbon dioksida dari udara), (3) Menjelaskan bentuk energi akhir yang dihasilkan (acuan: energi kimia yang tersimpan dalam bentuk glukosa/makanan tumbuhan) (18 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa lembar kerja murid, memberikan konfirmasi langsung serta bimbingan perancah bagi murid yang membutuhkan klarifikasi konsep (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan penjelasan alur perubahan energi pada lembar kerjanya secara berkesadaran berdasarkan simpulan bersama di kelas (8 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan kembali intisari pembelajaran: fotosintesis mengubah energi cahaya menjadi energi kimia yang tersimpan sebagai makanan tumbuhan dan sumber energi bagi makhluk hidup lainnya (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (mengamati perubahan energi pada benda di kelas), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bagan alur visual bergambar tahapan fotosintesis bagi murid yang memerlukan visualisasi konkret.
  • Proses: Memberikan panduan kalimat rumpang bertahap bagi murid yang membutuhkan bimbingan, sedangkan murid mahir langsung menuliskan penjelasan alur perubahan energi fotosintesis secara utuh dan mandiri.
  • Produk: Lembar kerja penjelasan alur perubahan energi fotosintesis disesuaikan tingkat bantuan penyusunannya tanpa mengubah aspek konsep yang dijelaskan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan bentuk energi yang dipancarkan oleh Matahari dan bentuk energi yang tersimpan pada makanan hasil fotosintesis!' (acuan: energi yang dipancarkan Matahari adalah energi cahaya; energi yang tersimpan pada makanan tumbuhan/glukosa adalah energi kimia).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja mandiri murid: ketepatan menjelaskan proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia pada fotosintesis mencakup 3 aspek acuan: (1) energi asal: energi cahaya matahari, (2) proses pengolahan: klorofil pada daun menyerap cahaya bersama air dan karbon dioksida, (3) energi akhir: energi kimia dalam bentuk glukosa/cadangan makanan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: meminta 2 orang murid secara bergiliran menjelaskan intisari perubahan energi yang terjadi saat daun tumbuhan terkena sinar matahari (acuan: terjadi perubahan energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan makanan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai bentuk energi matahari dan cadangan makanan.
  • Asesmen formatif tertulis pada lembar kerja: kemampuan menjelaskan proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia pada fotosintesis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan proses perubahan bentuk energi cahaya pada fotosintesisBelum mampu menjelaskan bentuk energi asal dan hasil perubahan energi pada proses fotosintesis secara tepat.Mampu menyebutkan bentuk energi asal (energi cahaya) dan energi hasil (energi kimia), namun belum mampu menjelaskan proses perubahannya pada bagian tumbuhan.Mampu menjelaskan proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia pada fotosintesis secara tepat mencakup energi asal, peran daun/klorofil, dan energi hasil berupa cadangan makanan secara mandiri.Mampu menjelaskan proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia pada fotosintesis secara lengkap, tepat, dan runtut (energi cahaya diserap klorofil, diolah bersama air dan karbon dioksida, menjadi energi kimia/makanan dan oksigen) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami bahwa makanan pada tumbuhan menyimpan energi kimia hasil perubahan dari energi cahaya?
  • Bagian penjelasan alur fotosintesis mana yang paling membutuhkan bantuan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Perubahan energi apa yang sekarang kamu ketahui terjadi pada daun tumbuhan saat terkena sinar matahari?
  • Mengapa energi cahaya matahari sangat penting untuk proses pembuatan makanan pada tumbuhan?

Pertemuan 6 — Mengamati Peristiwa Perubahan Bentuk Energi pada Benda di Dalam Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang proses perubahan bentuk energi di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperlihatkan senter saku yang dinyalakan, lalu meminta murid mengamati dan menjawab secara lisan energi awal serta bentuk energi yang teramati (acuan: energi kimia baterai/listrik menjadi energi cahaya dan sedikit panas) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati secara langsung peristiwa perubahan bentuk energi pada benda-benda yang ada di dalam ruang kelas serta mencatat hasil amatan ke tabel observasi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan panduan pengamatan terarah tentang cara mengamati fenomena perubahan energi pada benda nyata: melihat tanda visual (cahaya/gerak), mendengar bunyi, atau merasakan perubahan suhu/panas secara aman tanpa membongkar alat (7 menit).
  • Guru memodelkan pengamatan pada satu benda kelas: guru menyalakan kipas angin dinding/meja, lalu murid bersama guru mengamati perubahan yang terjadi (acuan: energi listrik menjadi energi gerak bilah kipas dan hembusan angin) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan detektif pengamat 'Detektif Energi Kelas': secara berpasangan murid berkeliling di dalam kelas mengamati langsung 3 benda konkret yang beroperasi, yaitu: (1) lampu plafon kelas yang menyala, (2) jam dinding berdetak dengan baterai, dan (3) rautan pensil putar mekanik atau penggaris mika yang digosokkan ke kain wol/rambut (15 menit).
  • Murid mencatat data pengamatan pada lembar observasi sederhana yang memuat kolom: Nama Benda, Peristiwa/Gejala yang Teramati, Bentuk Energi Awal, dan Bentuk Energi yang Dihasilkan (acuan: lampu = listrik menjadi cahaya; jam dinding = kimia baterai menjadi gerak jarum; rautan putar/penggaris mika = gerak menjadi bunyi/panas/gesekan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan dan kelengkapan catatan hasil pengamatannya pada lembar observasi secara mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan hasil pengamatan bersama bahwa benda-benda teknologi di dalam kelas memanfaatkan energi awal tertentu untuk menghasilkan bentuk energi lain yang berguna (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap catatan pengamatan murid dan menyampaikan bahwa data amatan ini akan diperluas pada pengamatan lingkungan sekolah pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan petunjuk piktogram/simbol energi bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat mengidentifikasi gejala fisik perubahan energi pada benda, sedangkan murid yang mandiri mengamati secara langsung tanpa panduan langkah bertahap.
  • Produk: Murid dapat mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan kata kunci terstruktur pada tabel atau menambahkan sketsa tanda visual yang teramati.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menyalakan senter saku di depan kelas dan menanyakan: 'Apa gejala yang teramati saat tombol ditekan, dan perubahan energi apa yang terjadi?' (Acuan jawaban: Muncul sorot cahaya terang; energi kimia baterai/listrik berubah menjadi energi cahaya).

Proses:

  • Pengecekan langsung proses pengamatan dan catatan pada 3 target amatan di kelas: (1) Lampu plafon (acuan: gejala menyala terang; energi listrik -> energi cahaya); (2) Jam dinding baterai (acuan: gejala jarum bergerak dan berdetak; energi kimia/listrik baterai -> energi gerak); (3) Rautan mekanik/penggaris digosok (acuan: gejala pisau berputar/suhu menghangat; energi gerak -> energi gerak/panas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): Murid menuliskan perubahan energi yang teramati saat bel sekolah berbunyi atau bel meja ditekan guru di kelas (Acuan jawaban: energi listrik/gerak mekanik berubah menjadi energi bunyi).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid melakukan pengamatan fenomena perubahan bentuk energi pada benda di dalam kelas menggunakan lembar observasi
  • Pemeriksaan ketepatan catatan hasil pengamatan pada tabel observasi murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan mengamati fenomena perubahan bentuk energi pada benda di dalam kelasMengamati benda di dalam kelas namun belum mampu mengidentifikasi gejala perubahan bentuk energi yang tampak.Mampu mengamati dan mengidentifikasi gejala perubahan bentuk energi pada 1 dari 3 benda target di kelas secara tepat sesuai acuan.Mampu mengamati dan mengidentifikasi gejala perubahan bentuk energi pada 2 dari 3 benda target di kelas secara tepat sesuai acuan.Mampu mengamati dan mengidentifikasi gejala perubahan bentuk energi pada ketiga benda target di kelas secara mandiri dan tepat sesuai acuan.
Ketepatan mencatat hasil pengamatan proses perubahan bentuk energi pada tabel observasiMencatat hasil pengamatan tetapi belum memuat pasangan bentuk energi awal dan energi yang dihasilkan secara tepat.Mencatat hasil pengamatan dengan pasangan bentuk energi yang tepat pada 1 benda target di kelas sesuai acuan.Mencatat hasil pengamatan dengan pasangan bentuk energi yang tepat pada 2 benda target di kelas sesuai acuan.Mencatat hasil pengamatan dengan lengkap dan tepat untuk seluruh (3) benda target di kelas sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan gejala fisik yang teramati (cahaya, gerak, bunyi, panas) dengan bentuk energi yang menyebabkannya?
  • Apakah alur permainan detektif pengamat memfasilitasi keterlibatan aktif seluruh murid dalam ruang kelas?

Murid:

  • Benda mana di ruang kelas yang perubahannya paling mudah kamu amati gejalanya?
  • Bagian mana dari tabel pengamatan yang paling menantang untuk kamu isi dengan tepat?

Pertemuan 7 — Mencatat Hasil Pengamatan Perubahan Bentuk Energi di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang proses perubahan bentuk energi di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu melakukan pengamatan langsung peristiwa perubahan bentuk energi di lingkungan sekolah dan mencatat hasil pengamatannya pada lembar tabel pengamatan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar benda yang beroperasi: (1) Bel sekolah yang berdering dan (2) Lampu koridor yang menyala. Guru meminta murid mencatat pada secarik kertas bentuk energi asal dan energi yang dihasilkan dari kedua benda tersebut (acuan: Bel sekolah = energi listrik menjadi energi bunyi; Lampu koridor = energi listrik menjadi energi cahaya) untuk memetakan kesiapan mengamati dan mencatat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak panduan pengamatan keliling lingkungan sekolah (koridor, halaman, dan kantin/ruang UKS) serta mempelajari format tabel pencatatan 4 kolom: No, Nama Benda/Peristiwa, Bentuk Energi Asal, dan Bentuk Energi yang Dihasilkan (5 menit).
  • Murid bersama guru menyepakati aturan keselamatan dan ketertiban saat menjelajah lingkungan sekolah, serta teknik fokus mengamati tanda perubahan energi (gerak, panas, cahaya, bunyi) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan menggembirakan 'Detektif Energi Sekolah': bergerak mengamati minimal 4 benda/peristiwa perubahan energi di lingkungan sekolah (seperti bel listrik, jam dinding baterai, kipas angin kantor/perpustakaan, rumput/pohon terkena sinar matahari, atau kompor kantin) dan langsung mencatatnya di lembar tabel pengamatan (20 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya dengan memastikan 4 benda terisi lengkap beserta identifikasi energi asal dan energi perubahannya (acuan daftar benda sekolah: [1] Kipas angin: energi listrik menjadi energi gerak; [2] Bel listrik: energi listrik menjadi energi bunyi; [3] Jam dinding baterai: energi kimia menjadi energi gerak; [4] Tanaman di halaman: energi cahaya matahari menjadi energi kimia; [5] Lampu penerangan: energi listrik menjadi energi cahaya; [6] Dispenser air: energi listrik menjadi energi panas/dingin) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali akurasi catatan pengamatannya dan menyandingkannya dengan temuan pasangan lain untuk melihat ketepatan pencatatan fenomena perubahan energi di lingkungan sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pencatatan hasil pengamatan fenomena perubahan energi yang telah dilakukan di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketelitian pencatatan murid, mengumpulkan lembar pengamatan, dan menginformasikan bahwa data catatan ini akan digunakan untuk membuat bagan alur pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan panduan kata kunci bentuk energi bagi murid yang membutuhkan bantuan, dan lembar tabel terbuka penuh bagi murid yang sudah mandiri.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru saat mengamati 4 lokasi sasaran terdekat di koridor, sedangkan murid yang mandiri mengamati secara berpasangan hingga area halaman dan kantin.
  • Produk: Murid yang selesai lebih cepat diberi tantangan mencatat hingga 6 benda/peristiwa berbeda di lingkungan sekolah pada kompetensi mengamati dan mencatat yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat mengidentifikasi perubahan energi pada 2 benda yang ditampilkan guru: (1) Bel sekolah berdering, (2) Lampu koridor menyala. Kriteria/Acuan: (1) Bel sekolah = energi listrik menjadi energi bunyi; (2) Lampu koridor = energi listrik menjadi energi cahaya. Murid dikelompokkan siap bila menjawab kedua butir tepat.

Proses:

  • Observasi sistematis dan pemeriksaan lembar pencatatan saat murid melakukan pengamatan 4 benda di lingkungan sekolah. Acuan ketepatan pasangan energi: [1] Kipas angin = energi listrik -> gerak; [2] Bel listrik = energi listrik -> bunyi; [3] Jam dinding = energi kimia -> gerak; [4] Tanaman/fotosintesis = energi cahaya -> kimia; [5] Lampu = energi listrik -> cahaya; [6] Dispenser pemanas = energi listrik -> panas.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja tabel pengamatan (cek pemahaman akhir) dengan memeriksa keterisian 4 baris data benda, ketepatan identifikasi energi asal, dan ketepatan identifikasi energi yang dihasilkan sesuai daftar acuan.

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan dan pencatatan pada lembar tabel pengamatan fenomena perubahan bentuk energi di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan dan Pencatatan Perubahan Bentuk EnergiMencatat 1 dari 4 benda/peristiwa di lingkungan sekolah dengan pencatatan energi asal dan energi hasil yang tepat sesuai daftar acuan.Mencatat 2 dari 4 benda/peristiwa di lingkungan sekolah dengan pencatatan energi asal dan energi hasil yang tepat sesuai daftar acuan.Mencatat 3 dari 4 benda/peristiwa di lingkungan sekolah dengan pencatatan energi asal dan energi hasil yang tepat sesuai daftar acuan secara mandiri.Mencatat seluruh 4 (atau lebih) benda/peristiwa di lingkungan sekolah dengan pencatatan energi asal dan energi hasil yang tepat sesuai daftar acuan secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit saat observasi luar kelas mencukupi bagi semua murid untuk menemukan dan mencatat 4 fenomena perubahan energi?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan berpasangan 'Detektif Energi Sekolah'?

Murid:

  • Benda apa di sekolah yang perubahan energinya paling mudah atau paling menantang untuk kamu amati dan catat?
  • Bagian mana dari tabel catatanmu yang berhasil kamu isi dengan paling teliti hari ini?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Perubahan Bentuk Energi secara Tertulis melalui Bagan Alur — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang proses perubahan bentuk energi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan proses perubahan bentuk energi secara tertulis melalui media bagan alur (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid membaca contoh bagan alur 3 kotak di papan tulis: [Baterai (Energi Kimia)] -> [Kabel (Energi Listrik)] -> [Lampu Senter (Energi Cahaya)], lalu menanyakan komponen energi awal dan energi akhirnya (acuan: energi awal = kimia; energi akhir = cahaya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara menyusun media bagan alur tertulis berdasarkan catatan penyelidikan lingkungan sekolah pada pertemuan sebelumnya (kotak asal energi, tanda panah penunjuk proses alur, dan kotak energi hasil perubahan) (10 menit).
  • Murid mengikuti kuis kilat berpasangan 'Tebak Alur' yang menggembirakan: guru menampilkan 3 kartu urutan alur kipas angin yang diacak: [Energi Gerak], [Energi Listrik], [Stopkontak / PLN], lalu setiap pasangan berlomba menyusun kartu menjadi bagan alur tertulis yang tepat di meja masing-masing (acuan urutan: [Stopkontak / PLN (Energi Listrik)] -> [Kipas Angin (Energi Gerak)]) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membuka kembali catatan hasil penyelidikan benda di sekolah (dari Pertemuan 7) dan secara mandiri menyusun media komunikasi tertulis berupa bagan alur untuk 3 benda penyelidikan: (1) Bel listrik sekolah (acuan: Energi Listrik -> Energi Bunyi), (2) Jam dinding baterai (acuan: Energi Kimia -> Energi Listrik -> Energi Gerak), dan (3) Pengering tangan/Dispenser pemanas air (acuan: Energi Listrik -> Energi Panas) lengkap dengan kotak nama benda/sumber, tanda panah, dan jenis bentuk energi (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menukarkan lembar bagan alurnya dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah arah tanda panah dan penulisan bentuk energi sudah jelas terbaca dan runtut sesuai acuan alur proses perubahan energi (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana media bagan alur membantu menyajikan hasil penyelidikan proses perubahan bentuk energi secara jelas dan runtut (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi terhadap karya bagan alur murid dan menginformasikan bahwa bagan alur ini akan digunakan sebagai bahan komunikasi lisan pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format bagan alur rumpang dengan kotak panduan (scaffolding), sedangkan murid yang cepat menyusun bagan alur untuk benda dengan proses perubahan energi yang terdiri atas 3 tahapan alur (perubahan bertingkat).
  • Proses: Bimbingan terfokus diberikan pada murid yang masih keliru menentukan arah tanda panah urutan proses perubahan energi.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bagan alur tertulis, murid yang lebih mahir dapat menambahkan keterangan detail komponen pengubah energi pada bagan alurnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik membaca bagan alur 3 kotak di papan tulis: [Baterai (Energi Kimia)] -> [Kabel (Energi Listrik)] -> [Lampu Senter (Energi Cahaya)]. Murid diminta menyebutkan energi awal dan energi akhir (acuan: energi awal adalah energi kimia, energi akhir adalah energi cahaya).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat menyusun 3 bagan alur tertulis pada lembar kerja mandiri, memeriksa ketepatan identifikasi bentuk energi asal, arah tanda panah proses, dan bentuk energi hasil perubahan (acuan 3 benda: Bel listrik = Listrik -> Bunyi; Jam baterai = Kimia -> Listrik -> Gerak; Dispenser pemanas/pengering tangan = Listrik -> Panas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat pada penutup: murid melengkapi 1 bagan alur rumpang untuk lampu penerangan kelas: [Sakelar/Listrik] -> [ ... ] -> [Lampu Menyala: Energi ... ] (acuan jawaban: kotak tengah = Energi Listrik, kotak akhir = Energi Cahaya).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja penyusunan bagan alur tertulis hasil penyelidikan perubahan bentuk energi menggunakan lembar observasi dan rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis melalui bagan alurBelum mampu menyusun bagan alur tertulis atau alur perubahan bentuk energi yang dituliskan tidak sesuai dengan hasil penyelidikan.Mampu menyusun bagan alur tertulis secara tepat untuk 1 dari 3 benda target penyelidikan sesuai acuan alur perubahan energi.Mampu menyusun bagan alur tertulis secara tepat dan runtut (lengkap dengan tanda panah dan jenis energi) untuk minimal 2 dari 3 benda target penyelidikan sesuai acuan.Mampu menyusun bagan alur tertulis secara tepat, runtut, dan lengkap untuk seluruh (3 dari 3) benda target penyelidikan secara mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media bagan alur efektif membantu murid mengomunikasikan proses perubahan bentuk energi secara tertulis?
  • Bagian mana dari pembuatan bagan alur yang paling sering membuat murid bingung (menentukan bentuk energi awal atau arah panah alur)?

Murid:

  • Apakah kamu merasa lebih mudah menjelaskan perubahan energi menggunakan bagan alur bertanda panah dibandingkan tulisan cerita panjang?
  • Bagan alur benda mana yang paling mudah kamu buat hari ini?

Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Perubahan Bentuk Energi secara Lisan di Depan Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang proses perubahan bentuk energi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyiapkan bagan alur hasil penyelidikan yang telah dibuat murid pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta 2 orang murid secara bergiliran menyebutkan secara lisan perubahan bentuk energi dari 1 contoh benda yang disiapkan guru: (1) Senter menyala (acuan: energi kimia dari baterai berubah menjadi energi listrik lalu menjadi energi cahaya); (2) Kipas angin menyala (acuan: energi listrik berubah menjadi energi gerak) untuk memetakan kesiapan mengomunikasikan alur perubahan energi secara lisan (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan proses perubahan bentuk energi secara lisan di depan kelas berbekal bagan alur yang telah disusun (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan pemodelan cara mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan menggunakan contoh bagan alur 'Radio Baterai': menyebutkan nama benda ('Radio'), energi awal yang digunakan ('Energi kimia dari baterai'), bentuk perantara ('Berubah menjadi energi listrik'), dan bentuk energi akhir yang dihasilkan ('Berubah menjadi energi bunyi') (5 menit).
  • Murid bersama pasangannya membaca kembali bagan alur masing-masing dan mencocokkan kelengkapan 3 komponen lisan yang wajib disampaikan: nama benda, energi asal/masukan, dan energi keluaran/hasil perubahan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan pemanasan 'Estafet Suara Energi': Dalam kelompok 4 orang, murid secara bergantian dan ceria berlatih mengomunikasikan 1 kalimat lisan perubahan energi secara cepat berdasarkan 3 kartu uji: Kartu 1 'Setrika' (acuan: energi listrik menjadi energi panas); Kartu 2 'Bel listrik' (acuan: energi listrik menjadi energi bunyi); Kartu 3 'Mobil mainan baterai' (acuan: energi kimia menjadi energi listrik lalu menjadi energi gerak) (10 menit).
  • Setiap murid maju secara bergiliran ke depan kelas untuk mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan proses perubahan bentuk energi berdasarkan bagan alur penyelidikan miliknya (mencakup nama benda, sumber/energi asal, proses perantara jika ada, dan energi keluaran yang dihasilkan) sementara guru mencatat ketercapaian pada lembar observasi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali pengalamannya berbicara di depan kelas dengan mengecek apakah seluruh komponen perubahan bentuk energi pada bagan alurnya sudah tersampaikan secara lisan atau masih ada bagian yang terlewat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik lisan secara klasikal mengenai ketercapaian murid dalam mengomunikasikan proses perubahan bentuk energi secara lengkap (nama benda, energi asal, dan energi yang dihasilkan) (5 menit).
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pentingnya keterampilan mengomunikasikan temuan sains secara lisan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu bantu kalimat pemandu lisan ('Benda ini adalah ..., menggunakan energi ..., dan berubah menjadi energi ...'), sedangkan murid yang sudah mahir mengomunikasikan benda dengan alur perubahan energi lebih dari satu tahap.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar bertahap diberi kesempatan berlatih berbicara berpasangan terlebih dahulu sebelum maju ke depan kelas, sedangkan murid mandiri langsung mengomunikasikan di depan kelas.
  • Produk: Semua murid menampilkan bukti unjuk kerja lisan yang sama sesuai TP, dengan variasi kompleksitas rantai perubahan energi benda yang diselidiki (rantai tunggal 2 bentuk energi atau rantai ganda 3 bentuk energi).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan berbicara di awal pelajaran terhadap 2 contoh benda: (1) Senter menyala (kriteria jawaban tepat: menyebutkan energi kimia menjadi energi listrik lalu cahaya); (2) Kipas angin menyala (kriteria jawaban tepat: menyebutkan energi listrik menjadi gerak). Murid yang belum tepat mengidentifikasi alur diberi panduan susunan kata sebelum tampil.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat unjuk kerja lisan mengomunikasikan hasil penyelidikan di depan kelas berpedoman pada kelengkapan penyampaian komponen: (1) Nama benda yang diselidiki, (2) Energi asal/masukan, (3) Proses perubahan bentuk energi (termasuk energi perantara bila ada), (4) Energi hasil/keluaran akhir (acuan: kesesuaian antara lisan dengan bagan alur yang diteliti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan umpan balik lisan penutup: Guru mengecek secara acak kepada 3 murid untuk mengulang kembali inti penyampaian temannya tentang alur perubahan energi pada 3 benda berikut: (1) Televisi (acuan: energi listrik menjadi cahaya dan bunyi); (2) Blender (acuan: energi listrik menjadi gerak); (3) Lilin menyala (acuan: energi kimia menjadi cahaya dan panas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan penyampaian hasil penyelidikan perubahan bentuk energi di depan kelas menggunakan rubrik penilaian komunikasi lisan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Penyampaian Komponen Perubahan Energi secara LisanMengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan hanya menyebutkan nama benda tanpa menyebutkan bentuk energi asal maupun energi hasil perubahan.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dengan menyebutkan nama benda dan 1 komponen energi (hanya energi asal atau hanya energi hasil).Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan secara lengkap mencakup nama benda, bentuk energi asal, dan bentuk energi hasil perubahannya secara mandiri.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan secara lengkap dan rinci mencakup nama benda, bentuk energi asal, proses/energi perantara, serta seluruh energi hasil perubahannya secara runtut dan mandiri.
Ketepatan Alur Komunikasi Proses Perubahan EnergiMengomunikasikan alur perubahan bentuk energi secara lisan dengan urutan yang terbalik antara energi asal dan energi yang dihasilkan.Mengomunikasikan alur perubahan bentuk energi secara lisan dengan urutan yang tepat setelah mendapatkan arahan/bimbingan dari guru.Mengomunikasikan alur proses perubahan bentuk energi secara lisan dengan urutan tepat dari energi asal menuju energi hasil secara mandiri.Mengomunikasikan alur proses perubahan bentuk energi secara lisan dengan urutan tepat, runtut, dan menjelaskan hubungan sebab-akibat perubahan energinya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu giliran tampil lisan di depan kelas mencukupi bagi seluruh murid?
  • Apakah murid sudah mampu mengomunikasikan alur perubahan energi secara lengkap tanpa bergantung penuh pada teks bagan?

Murid:

  • Bagian mana dari alur perubahan energi yang paling mudah kamu ceritakan kepada teman-teman?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan bagan alur saat berbicara di depan kelas tadi?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan sumber dan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 4.1.2 Menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 4.1.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya tentang proses perubahan bentuk energi di sekitar
  • TP 4.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang proses perubahan bentuk energi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif, memeriksa kehadiran, dan membagi murid ke dalam 7 kelompok kerja investigasi (2 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif Bab 1: melakukan investigasi perubahan bentuk energi di sekitar sekolah, mengisi lembar kerja tabel dan bagan alur transformasi energi, serta mempresentasikannya secara lisan bersama kelompok (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Investigasi dan menjelaskan kriteria tugas: mencatat 3 benda hasil pengamatan, mengidentifikasi sumber energi, bentuk energi asal, proses perubahan energinya, menyusun bagan alur transformasi energi, serta aturan presentasi kelompok selama 4 menit per kelompok (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Setiap kelompok melakukan pengamatan langsung pada benda di lingkungan kelas/sekolah, mencatat data sumber energi, bentuk energi asal, dan perubahan bentuk energi pada tabel pengamatan (pilihan acuan benda target yang tersedia di sekolah: (1) Kipas angin gantung: sumber listrik PLN, bentuk asal energi listrik -> energi gerak; (2) Lampu ruang kelas: sumber listrik PLN, bentuk asal energi listrik -> energi cahaya; (3) Bel listrik sekolah: sumber listrik PLN/baterai, bentuk asal energi listrik -> energi bunyi; (4) Jam dinding: sumber baterai, bentuk asal energi kimia -> energi listrik -> energi gerak; (5) Pengering tangan/dispenser air panas: sumber listrik PLN, bentuk asal energi listrik -> energi panas; (6) Tanaman hias di koridor: sumber cahaya matahari, bentuk asal energi cahaya -> energi kimia), lalu menuangkannya dalam bagan alur transformasi energi secara tertulis (30 menit).
  • Tugas 2: Pelaksanaan presentasi unjuk kerja secara bergiliran oleh 7 kelompok (masing-masing kelompok tampil selama 4 menit) untuk mengomunikasikan secara lisan hasil tabel pengamatan dan bagan alur transformasi energi yang telah dibuat, sementara guru menilai menggunakan rubrik observasi komunikasi ilmiah (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok merefleksikan proses investigasi dan presentasi yang telah dijalani dengan memeriksa kembali ketepatan penjelasan konsep perubahan bentuk energi yang telah disampaikan (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja laporan investigasi kelompok dan memberikan umpan balik umum mengenai ketercapaian seluruh kelompok dalam menguasai kompetensi Bab 1 Mengubah Bentuk Energi (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: Menyediakan format lembar kerja investigasi dengan ukuran teks yang jelas dan ruang bagan alur berstruktur visual tanpa mengubah indikator ketercapaian.
  • Proses: Akomodasi akses: Memfasilitasi rute observasi ramah akses di sekitar koridor kelas bagi kelompok yang membutuhkan mobilitas bertahap tanpa mengurangi jumlah benda target investigasi.
  • Produk: Akomodasi akses: Hasil bagan alur transformasi energi tertulis dapat disajikan dalam bentuk diagram alir bertanda panah simbolis atau teks urutan alur terstruktur yang memuat komponen konversi energi yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan instrumen dan pemahaman prosedur unjuk kerja sumatif: Guru menanyakan kepada perwakilan kelompok mengenai pemahaman alur kerja investigasi dan komponen yang wajib diisi pada tabel pengamatan (acuan kesiapan: murid dapat menyebutkan 3 komponen utama yang harus dicatat yaitu nama benda/sumber energi, bentuk energi asal, dan bentuk energi hasil perubahan).

Proses:

  • Observasi kinerja keterlibatan kelompok selama pengamatan di lingkungan kelas/sekolah dan pengisian lembar kerja tabel serta bagan alur transformasi energi.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja investigasi dan presentasi kelompok disertai lembar laporan tertulis: Lembar kerja berisi tabel hasil pengamatan fenomena perubahan energi serta bagan alur transformasi energi, dilengkapi penyampaian lisan hasil pengamatan dalam kelompok
  • Observasi kinerja dan penugasan tertulis kelompok: Tabel catatan hasil pengamatan benda-benda di sekitar kelas/sekolah yang menunjukkan sumber energi, bentuk energi asal, dan proses perubahannya menjadi bentuk energi lain (40 menit; kelompok; instrumen: Lembar kerja investigasi dan rubrik penilaian tabel pengamatan)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan dan bagan tertulis mengenai hasil penyelidikan perubahan bentuk energi oleh masing-masing kelompok (7 kelompok @ 4 menit) (30 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian presentasi dan komunikasi ilmiah)

Sumatif:

  • Unjuk kerja investigasi dan presentasi kelompok disertai lembar laporan tertulis: Lembar kerja berisi tabel hasil pengamatan fenomena perubahan energi serta bagan alur transformasi energi, dilengkapi penyampaian lisan hasil pengamatan dalam kelompok
  • Observasi kinerja dan penugasan tertulis kelompok: Tabel catatan hasil pengamatan benda-benda di sekitar kelas/sekolah yang menunjukkan sumber energi, bentuk energi asal, dan proses perubahannya menjadi bentuk energi lain (40 menit; kelompok; instrumen: Lembar kerja investigasi dan rubrik penilaian tabel pengamatan)
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan dan bagan tertulis mengenai hasil penyelidikan perubahan bentuk energi oleh masing-masing kelompok (7 kelompok @ 4 menit) (30 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian presentasi dan komunikasi ilmiah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan sumber dan bentuk energi (TP 4.1.1)Menjelaskan sumber energi dan bentuk energi asal secara tepat pada kurang dari 2 benda yang diamati.Menjelaskan sumber energi dan bentuk energi asal secara tepat pada 2 benda yang diamati sesuai acuan pilihan benda.Menjelaskan sumber energi dan bentuk energi asal secara tepat pada 3 benda yang diamati sesuai acuan pilihan benda (acuan: kipas angin = sumber listrik, asal energi listrik; lampu = sumber listrik, asal energi listrik; jam dinding = sumber baterai, asal energi kimia; bel sekolah = sumber listrik/baterai, asal energi listrik; tanaman = sumber matahari, asal energi cahaya; dispenser = sumber listrik, asal energi listrik).Menjelaskan sumber energi dan bentuk energi asal secara tepat pada lebih dari 3 benda yang diamati secara mandiri dan lengkap sesuai acuan pilihan benda.
Menjelaskan proses perubahan bentuk energi (TP 4.1.2)Menjelaskan alur proses perubahan bentuk energi secara tepat pada kurang dari 2 benda yang diamati.Menjelaskan alur proses perubahan bentuk energi secara tepat pada 2 benda yang diamati.Menjelaskan alur proses perubahan bentuk energi secara tepat pada 3 benda yang diamati (acuan: listrik -> gerak [kipas angin]; listrik -> cahaya [lampu]; kimia -> listrik -> gerak [jam dinding]; listrik -> bunyi [bel sekolah]; cahaya -> kimia [tanaman]; listrik -> panas [dispenser]).Menjelaskan alur proses perubahan bentuk energi secara tepat dan terperinci pada lebih dari 3 benda yang diamati secara mandiri.
Mengamati dan mencatat hasil pengamatan fenomena perubahan energi (TP 4.1.3)Catatan tabel pengamatan fenomena perubahan energi terisi lengkap kurang dari 2 benda.Catatan tabel pengamatan fenomena perubahan energi terisi lengkap untuk 2 benda.Catatan tabel pengamatan fenomena perubahan energi terisi lengkap dan sistematis untuk 3 benda target di sekitar sekolah.Catatan tabel pengamatan fenomena perubahan energi terisi lengkap, sistematis, dan mencakup lebih dari 3 benda target secara mandiri.
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis melalui bagan alur (TP 4.1.4 Tertulis)Bagan alur tertulis memuat transformasi energi yang tepat kurang dari 2 benda.Bagan alur tertulis memuat alur transformasi energi yang tepat untuk 2 benda.Bagan alur tertulis memuat alur transformasi energi yang tepat, runtut, dan lengkap bertanda panah untuk 3 benda hasil penyelidikan.Bagan alur tertulis memuat alur transformasi energi yang tepat, runtut, jelas, dan mencakup lebih dari 3 benda hasil penyelidikan.
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan (TP 4.1.4 Lisan)Menyampaikan hasil pengamatan dan perubahan energi secara lisan pada kurang dari 2 benda.Menyampaikan hasil pengamatan dan alur perubahan energi secara lisan pada 2 benda.Menyampaikan hasil pengamatan, sumber, bentuk energi, dan proses perubahannya secara lisan pada 3 benda secara terstruktur dalam waktu 4 menit.Menyampaikan seluruh hasil penyelidikan secara lisan mencakup sumber, bentuk energi asal, dan proses perubahan energi secara runtut dan terperinci untuk seluruh benda yang diamati dalam waktu yang disediakan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu investigasi (32 menit) dan presentasi lisan (28 menit untuk 7 kelompok) berjalan efektif dan memadai untuk mengukur seluruh indikator TP 4.1.1 sampai 4.1.4?
  • Apakah instrumen lembar kerja tabel pengamatan dan bagan alur mampu menangkap bukti pemahaman konsep transformasi energi murid secara objektif?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan penyelidikan perubahan bentuk energi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan?
  • Apakah bagan alur dan penjelasan lisan kelompok kami sudah berhasil menggambarkan proses perubahan energi dengan tepat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2023)
  2. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
  3. Set kartu bergambar aktivitas dan kartu nama sumber energi (Matahari, Makanan, Angin, Bahan Bakar)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Macam-Macam Sumber Energi di Sekitarku'
  5. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
  6. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
  7. Benda konkret di kelas: senter, bel/lonceng kecil, mainan mobil pegas/baterai, termos/air hangat
  8. Lembar Kerja Investigasi Bentuk Energi dan Kartu Tebak Bentuk Energi
  9. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas IV Revisi (Bab 1: Mengubah Bentuk Energi)
  10. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas IV Revisi (Bab 1: Mengubah Bentuk Energi)
  11. Benda konkret di kelas: penggaris plastik, kain katun/baju, koin logam, kertas tebal
  12. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023) Bab 1: Mengubah Bentuk Energi
  13. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023) Bab 1 Halaman 4-8
  14. Benda konkret/model: senter baterai, setrika mini atau gambar peralatan elektronik rumah tangga
  15. Set kartu tantangan 'Alur Energi' (nama benda, bentuk energi, dan tanda panah alur)
  16. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  17. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 1 Topik Fotosintesis.
  18. Bagan/poster alur perubahan energi pada proses fotosintesis tumbuhan.
  19. Lembar Kerja Murid (LKPD) Perubahan Energi Fotosintesis.
  20. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  21. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  22. Benda-benda fungsional di dalam ruang kelas (lampu ruangan, kipas angin, jam dinding, senter saku, rautan putar/penggaris)
  23. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV Revisi (Kemendikbudristek)
  24. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV Revisi (Kemendikbudristek)
  25. Lembar Tabel Pengamatan 'Detektif Energi Sekolah'
  26. Lingkungan fisik sekolah (koridor, halaman, kantin/UKS, ruang kantor/perpustakaan)
  27. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi)
  28. Buku Siswa IPAS SD Kelas IV (Edisi Revisi)
  29. Catatan hasil penyelidikan lingkungan sekolah (Pertemuan 7)
  30. Lembar kerja bagan alur perubahan bentuk energi
  31. Buku Panduan Guru IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 1
  32. Buku Siswa IPAS Kelas IV SD Kemendikbudristek 2023 Bab 1
  33. Bagan alur hasil penyelidikan perubahan bentuk energi karya murid dari Pertemuan 8
  34. Kartu uji permainan 'Estafet Suara Energi' (Setrika, Bel Listrik, Mobil Mainan Baterai)
  35. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 1: Mengubah Bentuk Energi
  36. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 1 Topik C
  37. Lembar Kerja Investigasi dan Bagan Alur Transformasi Energi
  38. Benda-benda fungsional di lingkungan kelas dan sekolah (kipas angin, lampu kelas, jam dinding, bel sekolah, tanaman hias, dispenser)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.